cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
KAJIAN PENERAPAN PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK DENGAN MATERI HUBUNGAN KEKERABATAN PADA MATA KULIAH TAKSONOMI TUMBUHAN TINGGI Indah, Novita Kartika; Wisanti, Wisanti; Lisdiana, Lisa
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.03 KB)

Abstract

ABSTRAK   Banyak mahasiswa yang  mengalami kesalahan konsep pada saat memprogram skripsi tentang keanekaragaman hayati terutama mengaplikasikan materi hubungan kekerabatan.  Pengertian konsep dan penerapan konsep dalam perkuliahan Taksonomi Tumbuhan Tinggi/TTT  tidak berbekas. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa masih tidak dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh.  Dengan munculnya permasalahan ini tampak bahwa kompetensi yang diharapkan dimiliki mahasiswa tidak muncul dalam jangka panjang (longterm memory). Dari  fakta di atas, pertanyaan yang muncul adalah ?Bagaimanakah sebaiknya proses pembelajaran TTT terutama materi hubungan kekerabatan  agar pengetahuan yang telah diperolah pada mata kuliah TTT dapat bertahan lama dalam benak mahasiswa?? Oleh karena itu perlu dirancang  proses pembelajaran TTT yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Salah satu cara agar pengetahuan dapat bertahan lama dalam benak mahasiswa yaitu memberikan tugas yang menantang kemampuan mahasiswa dan memberi kesempatan  bekerjasama. Pembelajaran yang tepat untuk memfasilitasi hal tersebut  adalah Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning). Kajian ini  bertujuan mendeskripsikan pelaksanan  penerapan pembelajaran berbasis proyek yang dianalisis secara deskriptif dengan jenis penelitian  eksperimen semu. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan biologi angkatan 2010 yang berjumlah 41 mahasiswa.  Hasil penerapan  menunjukkan bahwa nilai tugas proyek yang terdiri dari tahap perencanaan, persiapan, koleksi, pembuatan laporan dan seminar hasil memiliki nilai yang baik dan mahasiswa mempunyai respon positif terhadap penerapan pembelajaran berbasis proyek.   Kata Kunci : pembelajaran, berbasis proyek, hubungan kekerabatan, TTT.
IMPLEMENTASI HASIL PENELITIAN BIOLOGI PADA SIKLUS PERTUMBUHAN JAMUR SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATERI FUNGI SMA KELAS X Nurmiyati, Nurmiyati
Prosiding Seminar Biologi Vol 6, No 1 (2009): Prosiding Seminar dan Lokakarya Nasional Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7503.958 KB)

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperirnen yang hasilnya diimplementasikan pada pembelajaran biologi di SMA kelas X penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar dalam hal perbedaan prestasi belajar biologi siswa pada PBM dengan tambahan sumber belajar dari hasil penelitian dalam bentuk modul dan LKS dengan PBM tanpa tambahan sumber belajar dari hasil panelitian.Hasil penelitian biologi pada siklus pertumbuhan jamur diimplementasikan pada pembelajaran biologi SMA kelas X dengan pokok bahasan fungi dengan metode penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 1 Simo Boyolali Tahun Pelajaran 2007/2008. Sampel sebanyak tiga kelas yang terdiri dari kelas kontrol kelas eksperimen dan kelas validasi. Pengambilan sampel dilakukan dengan cluster random sampling sebanyak tiga kelas. Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi, angket dan tes. Uji hipotesis dengan uji t dan uji kesembangan kemampuan awal dengan uji F berpasangan.Hasil penelitian dapat disimpulkan: Pemanfaatan hasil penelitian biologi pada siklus pertumbuhan jamur tiram sebagai tambahan sumber belajar dalam bentuk LKS dan modul pada materi fungi SMA kelas X memberikan dampak perbedaan prestasi belajar biologi siswa dengan rata-rata nilai kognitif kelompok ekperimen 10.011% lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata nilai afektif kelompok eksperimen 6.59% lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok kontrol. Rata-rata nilai psikomotorik kelas eksperimen 8. 137 % lebih baik bila dibandingkan dengan kelompok kontrol.Kata kunci: hasil penelitian biologi, sumber belajar
KERAGAMAN FAUNA DI AREAL PT ARUTMIN INDONESIA – NORTH PULAU LAUT COAL TERMINAL, KABUPATEN KOTABARU, KALIMANTAN SELATAN Soendjoto, Mochamad Arief; Riefani, Maulana Khalid; Siregar, Sonny Sylva
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.977 KB)

Abstract

PT Arutmin Indonesia - North Pulau Laut Coal Terminal (PT AI-NPLCT) adalah pelabuhan bongkar muat batubara di bawah manajemen PT Arutmin Indonesia. Fauna lingkungan darat belum pernah dipantau, karena fokus utamanya  biota perairan (laut). Tujuan penelitian adalah mendata spesies  aves, mamalia, dan reptilia (diurnal),  amfibi (nokturnal)  dan statusnya serta menganalisis kehadiran  spesies di tipe habitat dan penggunaan habitat oleh spesies. Dengan metode titik kelimpahan dan penjelajahan, fauna diamati langsung secara visual, diidentifikasi berdasarkan pada suara, atau ditangkap-lepas. Parameternya  adalah tipe habitat, waktu (jam, menit) kehadiran, nama spesies, dan jumlah individu. Foto digunakan untuk mengidentifikasi spesies yang sukar diidentifikasi. Data ditabulasi dan dianalisis, sehingga diperoleh frekuensi relatif kehadiran spesies di satu tipe habitat dan frekuensi relatif penggunaan tipe habitat oleh satu spesies. Status kelindungan, keterancaman, dan keperdaganganannya pun ditentukan. Ditemukan 62 spesies fauna, tetapi  1  di antaranya belum teridentifikasi. Terdapat 2 spesies endemik Kalimantan. Frekuensi relatif kehadiran spesies di satu  tipe habitat dan frekuensi relatif penggunaan habitat oleh satu spesies bervariasi. Lima belas spesies dilindungi menurut PP No. 7/1999. Satu spesies hampir punah, 4 hampir terancam, 48 sedikit diprihatinkan, dan 8 belum dinilai IUCN. Satu spesies masuk dalam Appendix I dan 5 Appendix II CITES. Bekantan adalah prioritas pelestarian.   Kata kunci: fauna, frekuensi, habitat, keragaman, status
TEKNOLOGI PENGAWETAN IKAN DALAM HUBUNGANNYA DENGAN KERAGAMAN MIKOFLORA SERTA SPESIES KAPANG KONTAMINAN DOMINAN PADA DENDENG IKAN Hastuti, Utami Sri; Hidayati, Permata Ika
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.641 KB)

Abstract

ABSTRAK Dendeng ikan dapat terkontaminasi oleh berbagai spesies kapang kontaminan. Dendeng ikan merupakan salah satu produk olahan ikan yang banyak disukai oleh masyarakat dan banyak diproduksi sebagai industri rumah tangga dalam rangka diversifikasi produk ikan. Apabila spesies-spesies kapang kontaminan dapat menghasilkan mikotoksin, maka dapat membahayakan kesehatan para konsumen dendeng Ikan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) meneliti spesies-spesies kapang kontaminan yang dapat bertahan hidup pada ikan yang telah diawetkan menjadi dendeng ikan 2) mengetahui jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan; 3) mengetahui spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan. Sampel dendeng Ikan dibuat dengan menggunakan bahan baku ikan kembung lelaki (Rastreiliger canagurta). Dendeng ikan disimpan dalam suhu ruang selama 1-3 hari. Sampel dendeng ikan yang telah disimpan selama 6x24 jam sebanyak 10 gram dihaluskan dan dilarutkan dalam 90 ml larutan air pepton 0,1%, sehingga diperoleh suspensi dengan tingkat pengenceran 10-1 kemudian suspensi diencerkan lagi dalam larutan air pepton 0.1% pada tingkat pengenceran 10-2, 10-3, 10-4, 10-5, 10-6. Suspensi pada masing-masing tingkat pengenceran dinokulasikan pada medium Czapek?s Agar sebanyak 0,1 ml dan diinkubasikan pada suhu 25°C selama 7x24 jam. Selanjutnya dilakukan penghitungan jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan, isolasi tiap spesies kapang kontaminan, pengamatan morfologi koloni, deskripsi ciri-ciri mikroskopis, serta identifikasi tiap spesies kapang kontaminan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, 1) Dalam sampel dendeng ikan yang diperiksa ditemukan 5 genus yang meliputi 17 spesies kapang. Kelima genus kapang tersebut ialah Aspergillus, Peniciilium. Fusarium, Cladosporium, dan Genicularia 2) Jumlah koloni tiap spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan berkisar antara 0,13x104 cfu/g sampai 3,20x107 cfu/g sampel; 3) Spesies kapang kontaminan yang paling dominan pada dendeng ikan ialah Penicilium paraherquei yang berjumlah 3,20x10 cfu/gram sampel. Sehubungan dengan hal tersebut, maka keberadaan speies-spesies kapang kontaminan pada dendeng ikan perlu mendapat perhatian agar dendeng ikan tetap aman untuk dikonsumsi.   Kata kunci: Kapang kontaminan, dendeng ikan, mikoflor
MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA KONSEP FERMENTASI Fatmawati, Baiq; Y. Rustaman, Nuryani; Redjeki, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.164 KB)

Abstract

AbstrakStudi tentang perbaikan pembelajaran dilakukan dengan mengubah strategi pengajaran dan lingkungan belajar, sekaligus melatih keterampilan berpikir kreatif mahasiswa. Penelitian kali ini difokuskan pada proses merancang proyek untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa pada konsep fermentasi. Penelitian dilakukan di salah satu perguruan tinggi di Lombok pada mahasiswa pendidikan biologi semester V dengan jumlah mahasiswa sebanyak 28 orang. Data dijaring dengan mengisi format lembar kegiatan merancang mahasiswa (LKMM) dengan mengisi komponen-komponen rancangan yang ada di dalam soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan berpikir kreatif dalam menjawab soa-soal yang diberikan dengan Gain sebesar 0,33. Kemampuan berpikir kreatif mahasiswa di kategorikan ke dalam tiga kategori yaitu rendah 35,7%sedang 57,2%, dan tinggi 7,1%. Kata kunci: berpikir kreatif, pembelajaran berbasis proyek, fermentasi
PENINGKATAN KEAKTIFAN DISKUSI SISWA DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI MELALUI PENERAPAN PRINSIP ARCS PADA KELAS RSBI (RINTISAN SEKOLAH BERSTANDAR INTERNASIONAL) Indrowati, Meti; Harlita, Harlita; Rosyidi, Alvi
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.083 KB)

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah Meningkatkan keaktifan diskusi siswa dalam pembelajaran biologi melalui penerapan prinsip Attention, Relevance, Confidence and Satisfaction ARCS di kelas RSBI sebagai sebuah bentuk inovasi pembelajaran.Penelitian merupakan Classroom Action Research dilakukan di dua lokasi dengan dua inovasi pembelajran berbeda tetapi masing-masing menerapkan prinsip ARCS dalam komponen-komponennya.  Kedua lokasi yaitu 1)kelas RSBI SMA Negeri 1 Surakarata melalui penerapan prinsip ARCS dalam pembelajaran aktif tipe cardsort dan 2)kelas RSBI SMA MTA Surakarta dengan penerapan ARCS disertai LKS.  Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus.  Data berupa hasil observasi, wawancara, angket keaktifan diskusi siswa dan angket performance guru.  Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik triangulasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip ARCS di kelas RSBI dpat meningkatkan keaktifan diskusi siswa. Besar peningkatan rata-rata 3.19% dari siklus I 73.12% ke siklus II  76.41%. Kata kunci : ARCS, keaktifan diskusi, RSBI
PROBLEMATIKA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS KECAKAPAN HIDUP (LIFE SKILL) DI INDONESIA Agustina, Putri; Saputra, Alanindra
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.191 KB)

Abstract

ABSTRAK   Permasalahan mendasar dalam sistem pendidikan di Indonesia terutama pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) adalah belum mampu menghasilkan kualitas SDM yang mempu bersaing dengan bangsa lain. Kualitas yang rendah ini ditandai dengan rendanya keterserapan lulusan di dunia industri sehingga mengakibatkan bertambahnya jumlah pengangguran dimana yang terbanyak ada pada lulusan SMA. Berdasarkan permasalahan terse-but, diperlukan upaya untuk membekali kemampuan pada siswa agar dapat hidup dan bersa-ing di dunia kerja salah satunya melalui pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup (life skill). Pelaksanaan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dapat dilakukan dengan mengintegrasikan aspek-aspek kecakapan hidup pada mata pelajaran salah satunya Biologi. Permasalahan yang muncul dalam implementasi pembelajaran berbasis kecakapan hidup di-antaranya adalah bagaimana merancang perangkat pembelajaran berbasis kecakapan hidup, bagaimana mengembangkan kegiatan pembelajaran berbasis kecakapan hidup dan bagaimana memahami aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap mata pelajaran serta kesulitan dalam mengintegrasikan setiap aspek-aspek kecakapan hidup dalam setiap pokok materi pelajaran sesuai dengan format yang tersedia.   Kata Kunci: Pembelajaran Biologi, kecakapan hidup, life skill
PENGOLAHAN EFFLUENT DARI IPAL INDUSTRI FARMASI DENGAN SISTEM LAHAN BASAH BUATAN ALIRAN BAWAH PERMUKAAN (STUDI KASUS : PT PHAPROS TBK, SEMARANG) Anggraeni, Mega; Sunoko, Henna Rya; Hadiyanto, Hadiyanto
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.284 KB)

Abstract

Upaya pengelolaan lingkungan terus dilakukan oleh berbagai pihak termasuk PT. Phapros yang merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang farmasi. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan effluent dari IPAL PT. Phapros yang sudah memenuhi baku mutu untuk industri farmasi agar tidak dibuang begitu saja ke badan air. Salah satu upaya pengolahan yang dapat dilakukan adalah dengan  Sistem  Lahan Basah Buatan Aliran Bawah Permukaan (SSF-Wetland). Tanaman yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cyperus alternifolius   dan Canna indica, L. dengan menggunakan dua media tanam yang berbeda yaitu pasir dan kerikil. Parameter kualitas air yang diukur adalah BOD, COD, ammonia, dan nitrit. Jumlah reaktor SSF- wetland yang digunakan sebanyak empat buah yaitu masing-masing berisi tanaman Cyperus alternifolius dengan media pasir, tanaman Cyperus alternifolius dengan media kerikil, tanaman Canna indica, L. dengan media pasir, dan tanaman Canna indica, L. dengan media kerikil. Aklimatisasi tanaman dilaksanakan selama tujuh hari dan pelaksanaan penelitian SSF  -wetland selama 15 hari. Pengujian parameter kualitas air dilaksanakan selama dua hari sekali. Hasilnya menunjukkan bahwa reaktor dengan tanaman Cyperus alternifolius media kerikil lebih efektif dalam menurunkan parameter BOD, COD, nitrit, dan ammonia dalam penerapan SSF-wetland dibanding dengan ketiga reaktor lainnya. Reaktor SSF-wetland dengan Cyperus alternifolius media kerikil memiliki efisiensi penurunan BOD 98,9 %, COD  sebesar 9,58 %, ammonia  sebesar 86 %, dan nitrit  sebesar 97,23%.  Kata kunci: SSF-Wetland, Cyperus alternifolius, Canna indica, L., effluent IPAL, industri farmasi
PENGUJIAN ENAM JENIS INSEKTISIDA NABATI TERHADAP TRIPS (THRIPS PALMI) PADA TANAMAN KENTANG Atmadja, Warsi Rahmat; Ismanto, Agus
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.15 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian pengujian enam jenis insektisida nabati terhadap trips (Thrips palmi) pada tanaman kentang dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Hama dan Penyakit, Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik Bogor, sejak bulan Mei sampai Juli 2010. Penelitian bertujuan untuk memperoleh insektisida nabati yang efektif terhadap hama trips (T. palmi) pada tanaman kentang . Minyak nabati yang digunakan adalah minyak cengkeh, minyak serai wangi, minyak kayu manis, formula minyak cengkeh dan minyak serai wangi (2 formula), serta formula minyak cengkeh dan minyak kayu manis. Minyak cengkeh, serai wangi dan kayu manis sebelum diuji diformulasi dengan xylen dan tween 20 masing-masing formula insektisida nabati konsentrasi 0,5%. Aplikasi dilakukan ke tanaman kentang (Solanum tuberosum) yang sudah diinfestasi dengan trips (T. palmi), masing-masing ulangan 10 ekor. Selanjutnya dikurung dengan kain kasa dan diikat dekat pangkal batang. Pengamatan dilakukan dengan cara menghitung mortalitas trips (T. palmi) pada hari ke 1, 2, 3 dan 4 setelah aplikasi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua insektisida nabati yang diuji efektif terhadap trips (T. palmi), dengan mortalitas tertinggi 100%. Kata kunci : Enam jenis insektisida nabati, Thrips palmi, tanaman kentang
PENGARUH FREKUENSI SUARA “GARENGPUNG” (DUNDUBIA MANIFERA) TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKTIVITAS, DAN PATOGEN "PHYTOPHTHORA INFESTANS" TANAMAN KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM, L) DENGAN SISTEM GREENHOUSE S., Riza; N., Dwi; M., Siti
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.776 KB)

Abstract

ABSTRAK   Kentang adalah salah satu komoditi andalan sektor pertanian di Indonesia yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan, sebagai bahan pengganti makanan pokok (beras). Penyakit lodoh disebabkan oleh serangan jamur patogen ganas Phytophthora infestans dapat menurunkan produksi kentang hingga 90% dari total produksi kentang dalam waktu yang amat singkat (Cholil, 1991). Teknologi sonic bloom adalah terobosan untuk membuat tanaman tumbuh lebih baik perpaduan antara pemasangan unit suara penghasil suara frekuensi antara 3500-5000 Hz dan penyemprotan nutrisi melalui daun (Hantoro Tapari, 2009). Selain itu, penambahan penerapan sistem Greenhouse bertujuan untuk meningkatkan hasil budidaya tanaman baik secara kualitas maupun kuantitas dengan cara melindungi tanaman dari guyuran hujan, tiupan angin yang langsung dan intensitas sinar matahari yang berlebihan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh frekuensi suara garengpung dan sistem greenhouse terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman kentang serta patogen "Phytophthora Infestans".Penggunaan greenhouse Dinas Pertanian pada ketinggian tempat 700?800 dpl. Kondisi kedua greenhouse yang digunakan dibuat homogen, perbedaan perlakuan hanya pada pemutaran suara garengpung. Drive frekuensi suara rekaman garengpung diputar dengan CD player, diletakkan pada ketinggian 50 cm dari permukaan tanah. Perlakuan suara serangga ?garengpung? dilakukan setiap hari selama 2 jam. Berdasarkan hasil penelitian, tinggi tanaman dan diameter batang pada tanaman perlakuan mengalami pertumbuhan yang sangat nampak jelas berbeda sejak 10 hst hingga 80 hst bahkan melebihi tinggi pada umumnya. Hal tersebut diperkuat dengan perbedaan besarnya bukaan stomata. Produktivitas pada tanaman dengan menggunakan perlakuan meningkat sebesar 40,8 %. Tanaman dengan perlakuan yang terserang Phytoptora infestans dilihat dari kenampakan fisiknya mempunyai daya tahan cukup tinggi walaupun tidak mengahambat secara keseluruhan.   Kata kunci:  Kentang, Garengpung, Phytoptora infestans, Sistem Greenhouse

Page 11 of 37 | Total Record : 363