cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP BERORIENTASI KECAKAPAN HIDUP DI SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH KOTA BATU Lisminingsih, Ratna Djuniwati
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.439 KB)

Abstract

ABSTRAK Pemberlakuan kurikulum Pendidikan Lingkungan  Hidup secara monolitik dapat memberikan potensi dan masalah di dalam pembelajarannya. Penelitian deskriptif telah dilakukan untuk menganalisis pembelajaran, hambatan serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup berorientasi kecakapan hidup di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah kota Batu. Data kuantitatif dan kualitatif yang diperoleh dengan cara triangulasi kemudian dianalisis. Pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup mengalami hambatan yang bervariasi, antara lain  keterbatasan perangkat pembelajaran, materi belum sesuai dengan kurikulum, keterbatasan sumber belajar dan media pembelajaran yang relevan, struktur pembelajaran belum terorganisasi dengan baik, terjadi kesalahan konsep pada materi pembelajaran serta belum diintegrasikannya teknologi di dalam pembelajaran. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan antara lain memperbaiki dan menambahperangkat pembelajaran, menyesuaikan materi dengan kurikulum, mengembangkan sumber belajar dan media pembelajaran yang relevan, perbaikan struktur pembelajaran, serta pengembangan multi media pendukung pembelajaran.  Kata Kunci:     kecakapan hidup, pendidikan lingkungan hidup, sekolah dasar, madrasah ibtidaiyah
KOMUNITAS FITOPLANKTON DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KELIMPAHANNYA DI SUNGAI HAMPALAM, KABUPATEN KAPUAS Veronica, Evi; Arfiati, Diana; Soemarno, Soemarno; Leksono, Amin
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.928 KB)

Abstract

ABSTRAK   Fitoplankton merupakan mikroorganisme yang mempunyai peranan penting di dalam suatu perairan, selain sebagai produsen primer dalam rantai makanan  (primer producer) juga merupakan salah satu parameter tingkat kesuburan suatu periaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisika dan kimia yang mempengaruhi kelimpahan fitoplankton di Sungai Hampalam Kabupaten Kapuas.  Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga)  bulan yaitu dari bulan Agustus 2010 sampai bulan Oktober 2010.   Pengambilan sampel plankton dan parameter fisika dan kimia dilakukan pada 4 titik stasiun yang dilaksanakan 3 kali berturut atau 1 bulan sekali, dengan metode penyaringan dan pengamatan parameter fisika dan kimia dilakukan insitu dan di laboratrium.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 23 spesies dari 4 filum fitoplankton dengan nilai indeks biologi rata-rata H?1,661; E 0,832 ; D 0,268, dan  kelimpahan total berkisar antara 195.819-1.156.223 ind/l.  Spesies yang paling dominan ditemukan yaitu spesies Euglena spp, sedangkan spesies yang terendah adalah Neidium. Berdasarkan hasil analisis statistik, kecerahan, kedalaman, pH, DO, NO3 dan PO4 tidak signifikan berkorelasi dengan kelimpahan fitoplankton dan parameter lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton di Sungai Hampalam adalah nitrat (NO3) dan posfat (PO4) serta Spesies Pseudotetraspora, Szhizomeris leibleinii dan Melosira ambigua merupakan indikator nutrien nitrat (NO3) dan posfat (PO4).   Kata kunci: Komunitas, Fitoplankton, Lingkungan, Sungai Hampalam
PENERAPAN COLEK PIPI (COOPERATIVE LEARNING KO PICTURE AND PICTURE) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI DAN KUALITAS BELAJAR SISWA KELAS IX-A SEMESTER 5 PADA MATERI KELANGSUNGAN HIDUP ORGANISME DI SMP NEGERI 26 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Riandari, Henny
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.862 KB)

Abstract

Pembelajaran Biologi akan lebih bermakna apabila menggunakan objek-objek yang dapat diamati salah satunya adalah gambar. Menurut Anitah (2008 :1) media dapat diartikan sebagai perantara / penghubung antara sumber pesan dan penerima pesan (informasi). COLEK PIPI merupakan penggabungan dari model pembelajaran Cooperative Learning dengan Picture and Picture yang dimodifikasi . Peningkatan prestasi dan kualitas belajar siswa kelasIX-B pada materi Kelangsungan Hidup Makhluk Hidup yang meliputi Adaptasi , Seleksi Alam dan Perkembangbiakan melalui penerapan COLEK PIPI (Cooperative Learning Ko Picture and Picture) mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Dalam pembelajaran ini diharapkan siswa akan mengkonstruksi sendiri pengetahuannya, mereka berusaha untuk menemukan sendiri pengelamannya (inkuiri) , melalui diskusi (bertanya, menjawab), mereka belajar bersama (masyarakat belajar) dalam diskusi baik kelompok maupun diskusi kelas. Selain itu mereka tampil didepan kelas untuk mempresentasikan hasil diskusinya merupakan pemodelan , dimana siswa lain sebagai model yang dapat ditiru oleh siswa lainnya. Selain itu juga  dilakukan  penilaian yang sebenarnya melalui lembar observasi tentang afektifitas siswa dalam KBM dan dilakukan   refleksi untuk mengetahui sejauh mana pembelajaran yang telah meraka pahami, sejauh mana pengetahuan siswa melalui inkuiri, diskusi serta presentasi siswa dalam diskusi kelas. Pada awal penelitian dilakukan tes awal untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa diperoleh nilai sebesar 30, pada siklus I meningkat menjadi 52, pada siklus II sebesar 68,5 dan pada siklus III sebesar 69,7. Adapun tingkat ketuntasan pemahaman juga mengalami peningkatan dari tes awal sebesar 21,4 %, pada siklus I sebesar 29 %, siklus II sebesar 57,1 % dan pada siklus III sebesar 75 %. Dari kedua penilaian tersebut terjadi peningkatan dari awal sebesar 30 menjadi 69,7 berarti  terjadi peningkatan dengan indeks sebesar 39 poin . Sementara ketuntasan dari 52 % menjadi 75 % terjadi peningkatan dengan indeks sebesar 23 poin .Selain prestasi dalam penelitian ini juga dilakukan penilaian atas kualitas belajar yang meliputi afektifitas  siswa dalam diskusi , kemampuan bertanya, kemampuan menjawab dan keberanian maju di depan kelas untuk presentasi. Dalam siklus I diperoleh nilai afektif  (dalam diskusi kelompok maupun diskusi kelas) sebesar 40 %, kemampuan bertanya sebesar 21,4 %, kemampuan menjawab sebesar 17,9 % dan keberanian tampil di depan kelas sebesar 17,9 %. Pada siklus II didapatkan nilai afektif rata-rata sebesar 53,6 %, kemampuan bertanya sebesar 32,1 %, kemampuan menjawab sebesar 25 % dan keberanian tampil di depan kelas sebesar 32,1 %. Pada siklus III didapatkan nilai afektif rata-rata sebesar 67,9 %, kemampuan bertanya sebesar 53,6 %, kemampuan menjawab sebesar 46,4 % dan keberanian tampil di depan kelas sebesar 42,9 %.  Kata Kunci : konstrutivisme, inkuiri, masyarakat belajar, refleksi, Cooperatif Learning, Picture and Picture
KEMELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROBENTHOS INVERTEBRATA DI PERTAMBAKAN WILAYAH INDUSTRI SEKITAR MUARA SUNGAI BABON SEMARANG Suprapti, Nanik Heru
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.693 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman dan kemelimpahan makrobenthos invertebrata  di pertambakan wilayah industri sekitar muara sungai Babon Semarang. Penelitian ini merupakan studi kasus, pengambilan sampel dengan metoda  stratifikasi sistematic random  sampling pada 10 stasiun, diulang 3 kali. Faktor fisik kimia diambil bersamaan dengan sampel makrobenthos  pada musim penghujan dan kemarau. Sampel makrobenthos invertebrata  diambil menggunakan dredger. Sampel dimasukkan wadah plastik, kemudian ditambahkan beberapa tetes formalin 4%,  selanjutnya diidentifikasi di laboratorium Ekologi dan Biosistematik FSM UNDIP. Faktor fisik kimia dianalisis secara insitu dan eksitu, perbedaan faktor fisik kimia antara musim penghujan dan kemarau digunakan bantuan SPSS versi 13,0. Adapun makrobenthos invertebrata yang ditemukan berasal dari kelas Polychaeta, Gastropoda, Bivalvia dan Crustacea. Makrobenthos invertebrata  dianalisis dengan menghitung nilai indek keaneka-ragaman Shannon Wienner (H?) dan indek kesamaan/ eveness index (e). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor fisik kimia perairan masih layak sebagai lahan budidaya Bandeng. Untuk musim kemarau kemelimpahan makrobenthos invertebrata  yang ditemukan berkisar antara 6 s/d 11 spesies , dengan jumlah individu antara 8 s/d 18. Indek keaneka-ragaman berkisar antara 1,733 s/d 2.342, sedang nilai indek kesamaan berkisar antara 0,942 s/d 0,977. Untuk musim penghujan kemelimpahan berkisar antara 7 s/d 12 spesies , dengan jumlah individu antara 9 s/d 22. Indek keanekaragaman berkisar antara 1,889 s/d 2.398, sedang nilai indek kesamaan berkisar antara 0,943 s/d 0,992.  Kata kunci: Kemelimpahan, Keanekaragaman, Makrobenthos Invertebrata, Pertambakan, Semarang
PENINGKATAN KUALITAS KEMANDIRIAN DAN KERJASAMA MAHASISWA MELALUI LESSON STUDY PESERTA PERKULIAHAN EKOLOGI TUMBUHAN DI PROGRAM STUDI P. BIOLOGI-P.MIPA–FKIP-UNS Sri, Widoretno; Muzayyinah, Muzayyinah; RM, Probasari; J, Ariyanto; Nurmiyati, Nurmiyati; D., Harjunowibowo
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.164 KB)

Abstract

Abstrak Kegiatan lesson study pada perkuliahan Ekologi Tumbuhan di semester 6 tahun ajaran 2009-20010, merupakan kegiatan bertujuan peningkatan profesionalisme pengajar yang dapat berdampak pada peningkatan kerjasama dan kemandirian dalam belajar mahasiswa. Perkuliahan mengikuti kaidah lesson study yaitu: Plan, Do and See yang dilakukan sebanyak 4 kali. Plan (rencana) mengajarkan materi bentuk pertumbuhan, pertumbuhan populasi, interaksi spesies dan teknik sampling dalam komunitas tumbuhan. Do merupakan pelaksanan 4 materi yang telah direncanakan, yaitu 40% di kelas dan 60% di lapangan. See, mengamati proses pembelajaran serta mempberikan umpan balik terhadap pencapaian tujuan yaitu kerjasama dan kemandirian belajar.. Hasil kegiatan menunjukan pencapaian tujuan kerjasama pada kegiatan lesson study pertama 10 % dari jumlah siswa dan meningkat 40 % di kedua serta 60 % di kegitan 3 dan yang terahkir sebesar 80%. Sedangkan kemandirian belajar secara berturut turut dari kegiatan lesson pertama sampai ke eempat mengalami peningkatan seiring dengan besarnya kerjasama, meskipun sangat bervariasi antar mahasiswa peserta.   Key word:  kerjasama, kemandirian belajar, lesson study
PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT METAKOGNITIF (CSM) YANG MEMBERDAYAKAN KETERAMPILAN METAKOGNITIF DAN HASIL BELAJAR SISWA W.M Warouw, Zusje
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.143 KB)

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini mengembangkan paket pembelajaran yang dapat memberdayakan keterampilan metakognitif dan hasil belajar siswa, yakni strategi Cooperative Script (CS) yang dipadukan dengan strategi Metakognitif (M) berupa self assessing disingkat CSM. Hasil pengembangan itu dieksperimenkan pada siswa kelas VIII SMP Negeri di Kota Manado. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata skor siswa berkemampuan akademik tinggi (AT), dan rendah (AR) yang belajar dengan strategi CSM memang melampaui keterampilan metakognitif siswa berkemampuan AT dan AR yang belajar dengan strategi konvensional (Konv):1) rata-rata skor kelompok strategi CSM-AT, lebih tinggi 17,78% dari Konv-AT, dan 23,87% dari konv-AR, 2) rata-rata skor kelompok CSM-AR, lebih tinggi 11,57% dari konv-AT, dan 17.34% dari konv-AR. Demikian pula dengan hasil relajar siswa. 1) rata-rata skor kelompok CSM-AT, lebih tinggi 18,72% dari konv-AT, dan 26,33% dari konv-AR, 2) rata-rata skor kelompok CSM-AR, lebih tinggi 12,08% dari konv-AT, dan 19,27% dari konv-AR. Presentase peningkatan terjadi pada kelompok CSM-AR untuk keterampilan metakognitif 468,479% dan untuk hasil relajar 595,10%.  Keywords: Cooperative Script, Metakognitif, hasil belajar
KESIAPAN MAHASISWA CALON GURU BIOLOGI TERHADAP KEGIATAN PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) Sudarisman, Suciati
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.302 KB)

Abstract

ABSTRAK   Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu matakuliah penting bagi mahasiswa calon guru di LPTK. Melalui bimbingan Dosen Pembimbing (DP) dan Guru Pamong (GP), mahasiswa dibekali pengalaman praktis kependidikan di sekolah agar dapat menjadi guru profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap sejauh mana kesiapan mahasiswa calon guru di Program Studi Pendidikan Biologi UNS terhadap kegiatan program pengalaman lapangan (PPL). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang  melibatkan 54 mahasiswa. Data dikumpulkan melalui angket selanjutnya dianalisis dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 77,77% mahasiswa menyatakan kurang percaya diri dalam menghadapi PPL. Rasa kurang percaya diri mahasiswa tersebut secara rinci dapat digambarkan sebagai berikut: 1) 87,04% mahasiswa merasa nerveous ketika pertama kali praktik mengajar di kelas; 2) 7,47% menyatakan kurang siap terkait materi bahan ajar; 3) 22,22% menyatakan kesulitan dalam memilih strategi pembelajaran yang sesuai; 4) 24,70% merasa kesulitan dalam mengembangkan LKS; 5) 9,07%  mengalami hambatan dalam mengembangkan instrumen penilaian pembelajaran. Sementara ditinjau dari kebutuhan mahasiswa, 94,4% menyatakan sangat membutuhkan kehadiran pembimbing (terutama dosen pembimbing) khususnya pada awal kegiatan PPL. 96,30% menyatakan puas dengan layanan yang diberikan oleh guru pamong. Secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam menghadapi PPL umumnya mahasiswa kurang percaya diri dan keberadaan pembimbing (dosen pembimbing) sangat diharapkan oleh mahasiswa terutama saat awal kegiatan.   Kata Kunci: PPL, Dosen Pembimbing, Guru Pamong
PENGEMBANGAN PAKET MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS LINGKUNGAN UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH KEHIDUPAN TERKAIT KONSEP IPA BIOLOGI SISWA KELAS VII SMP SAMARINDA Rambitan, Vandalita Maria Magdalena
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (268.964 KB)

Abstract

Kenyataan permasalahan yang dialami guru terkait pemanfaatan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA Biologi di SMP adalah minimnya pemahaman guru dan rendahnya kreativitas guru untuk memanfaatkan media lingkungan sebagai sumber belajar. Akibatnya bermasalah pada hasil belajar siswa yakni tidak memiliki kemampuan untuk mentransfer konsep yang telah dipelajari dalam pemecahan permasalahan kehidupan sehari-hari. Secara khusus tujuan penelitian ini untuk memecahkan permasalahan yang dihadapi guru dengan mengembangkan paket media pembelajaran berbasis lingkungan yang ditujukan untuk memfasilitasi kemampuan pemecahan masalah dalam kehidupan terkait konsep IPA Biologi di kelas VII SMP. Metode penelitian menggunakan model pengembangan Dick & Carey dengan tahapan: 1) Penetapan materi dan standar kompetensi, 2) Analisis kebutuhan, 3) Pengembangan perangkat media pembelajaran, yang terdiri dari RPP, Lembar Observasi, Rubrik Penilaian, LKS, serta Media Berbasis Lingkungan, 4) Validasi ahli, dan 5) Uji coba perangkat, yakni uji coba lapangan terbatas. Hasil uji coba lapangan terbatas dengan menggunakan persentase pencapaian kemampuan siswa memecahkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari terkait konsep Biologi menunjukkan hasil yang baik. Kata Kunci: Media Berbasis Lingkungan, Konsep Biologi.
SEBARAN POPULASI PREDATOR COCCINELLA SP., PAEDERUS FUSCIFES DAN LYCOSA PSEUDOANULATA PADA BEBERAPA VARIETAS TANAMAN PADI SAWAH Koswanudin, Dodin
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.002 KB)

Abstract

ABSTRAK   Musuh alami termasuk predator merupakan serangga berguna yang berperan dalam menekan laju populasi serangga hama. Pada pertanaman padi terdapat beberapa jenis predator yang biasa memangsa hama antara lain Coccinella sp., Paederus fuscifes dan Lycosa pseudoanulata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan dan tingkat populasi ketiga jenis predator tersebut pada pertanaman padi sawah. Penelitian dilakukan di Pusakanagara, Subang, Jawa Barat pada musim tanam 2009/2010. Rancangan  percobaan acak kelompok terdiri atas 5 perlakuan dan 5 ulangan, sebagai perlakuan adalah padi varietas IR-64, IR-42, Ciherang, Cisantana dan Cisadane. Luas petak percobaan 10 m x 10 m, tanaman padi dipupuk sesuai anjuran. Pengamatan populasi predator dilakuan pada waktu dua minggu setelah tanam dengan interval satu minggu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi predator Coccinella sp., Paederus fuscifes dan Lycosa pseudoanulata bervaiasi pada setiap varietas padi dan musim tanam. Pada musim tanam 2009 populasi predator tertinggi berturut-turut adalah Coccinella sp, P. fuscifes dan L. pseudoanulata, dengan urutan tertinggi masing-masing  pada varietas padi IR-64, Ciherang, Cisadane, IR-42 dan Cisantana. Pada musim tanam 2010 populasi peredator tertinggi adalah P. fuscifes, Coccinella sp. dan L. psuedoanulata pada tanaman padi IR-42, IR-64, Ciherang dan Cisantana. Hama yang dominan ditemukan selama  percobaan berlangsung meliputi Nilaparvata lugens dan Scipophaga incertulas..     Kata kunci : Sebaran, Coccinella sp, P. fuscifes, L. pseudoanulata, padi sawah
PREPARASI DAN KARAKTERISASI KITIN YANG TERKANDUNG DALAM EKSOSKELETON KUMBANG TANDUK RHINOCEROS BEETLE (XYLOTRUPES GIDEON L) DAN KUTU BERAS (SITOPHILUS ORYZAE L) Komariah, Komariah; Astuti, Luki
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.139 KB)

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi kitin hasil preparasi dari eksoskeleton kumbang tanduk Rhinoceros Beetle (Xylotrupes gideon L) dan kutu beras (Sitophilus oryzae). Penelitian terbagi menjadi penelitian pendahuluan yaitu preparasi dan uji proksimat, dan penelitian utama yang terdiri dari proses pembuatan dan karakterisasi kitin. Proses pembuatan kitin diawali dengan uji demineralisasi (HCL 1 N, 90°C), deproteinisasi (NaOH 3 N, 90°C), dan dekalorisasi (NaOCl 4%, suhu kamar). Karakterisasi meliputi tekstur, rendemen, kelarutan, kadar air, kadar abu, kadar nitrogen, kadar mineral dan derajat deasetilasi. Kadar abu dan kadar air ditentukan dengan gravimetri, kadar protein dengan kjedahl. Uji Kelarutan dengan asam asetat 2%, kadar mineral dengan spektrofotometer, sedangkan derajat deasetilasi dianalisis dengan menggunakan First Derivative Ultra Violet Spektrofotometry. Berdasarkan hasil perhitungan memperlihatkan karakteristik kitin dari eksoskeleton Rhinoceros Beetle (Xylotrupes gideon) menghasilkan kadar abu 0,98%, kadar air 8,37%, kadar nitrogen 3,02%, derajat deasetilasi 44,84%. Karakteristik kitin dari eksoskeleton Sitophilus oryzae menghasilkan kadar abu 2,00%, kadar air 8,00%, kadar nitrogen 3,57%, derajat deasetilasi 28,60 %. Kitin dari kedua sempel tidak larut dalam asam asetat 2%, berwarna putih dan tidak berbau. Hasil yang diperoleh sesuai dengan kriteria mutu kitin.   Kata Kunci: kitin, kadar air, kadar abu, kadar nitrogen, kelarutan dan derajat deasetilasi.

Page 10 of 37 | Total Record : 363