cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Biologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Arjuna Subject : -
Articles 363 Documents
IMPLEMENTASI PAKEM DENGAN KERJA ILMIAH SEDERHANA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMPN 1 AMBARAWA Wulansari, Yuliana Indah; Santosa, Slamet; Probosari, Riezky Maya
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.358 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) pencapaian hasil belajar biologi dengan mengaplikasikan PAKEM dengan metode kerja ilmiah sederhana 2) penggunaan PAKEM pada pembelajaran biologi dengan metode pembelajaran metode kerja ilmiah sederhana dalam meningkatkan penguasaan konsep biologi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) yang dimulai dengan identifikasi permasalahan yang ada di kelas. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan yang berupa penyusunan langkah-langkah pembelajaran dengan penggunaan PAKEM melalui metode kerja ilmiah sederhana, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi, analisis, serta refleksi untuk tindakan berikutnya. Kesiapan belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Ambarawa.terhadap mata pelajaran biologi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ambarawa Tahun Ajaran 2007/2008 sebanyak 39 siswa. Data diperoleh dari kajian dokumen, observasi, wawancara, penyebaran angket, catatan lapangan, dan tes evaluasi kognitif. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan jurnal belajar dengan PAKEM bisa meningkatkan partisipasi dan penguasaan konsep biologi siswa. Sebelum  adanya penerapan PAKEM, rata-rata nilai ulangan harian siswa pada materi sebelumnya hanya sebesar 66,5  (data terlampir) yang menunjukkan bahwa hasil belajar siswa masih di bawah batas nilai ketuntasan belajar yang ditentukan di SMP Negeri I Ambarawa yaitu 70. Pada siklus II terjadi peningkatan rata-rata nilai ulangan harian daripada yang dicapai  di siklus  I yaitu 77,15 atau meningkat sekitar 12 %. Semua siswa berada di atas batas ketuntasan minimal, dengan nilai berkisar antara 70-90   Kata kunci :  Peningkatan pencapaian hasil belajar, PAKEM, metode kerja ilmiah sederhana
UJI SALMONELLA-SHIGELLA PADA TELUR AYAM YANG DISIMPAN PADA SUHU DAN WAKTU YANG BERBEDA Afifah, Nurul
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.935 KB)

Abstract

Uji Salmonella-Shigella pada telur ayam yang disimpan pada suhu dan waktu yang berbeda dilakukan dengan metode deskriptif. Mikroba diidentifikasi di Komplek Lik Ulu Gadut Badan Penelitian dan Pengembangan Industri Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Padang. Hasil penelitian menyatakan bahwa waktu dan suhu penyimpanan telur ayam yang berbeda tidak ada hubungannya dengan keberadaan Salmonella-Shigella.  Kata kunci: Salmonella, Shigella, mikroba, deskriptif
KAJIAN BIOLOGI MOLEKULER PERAN ESTROGEN /FITOESTROGEN PADA METABOLISME TULANG USIA MENOPAUSE Mahmudati, Nurul
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.167 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tahun 2015 diperkirakan jumlah wanita usia menopause di Indonesia  mencapai lebih kurang 24 juta orang. Lebih kurang 35% osteoporosis dan 50% osteopenia. Osteoporosis  merupakan salah satu penyakit degeneratif yang belakangan menjadi masalah di Indonesia sebagai efek peningkatan usia harapan hidup. Osteopororosis menurut WHO adalah penyakit metabolisme tulang dengan ciri  pengurangan kepadatan  tulang (T score < -2,5) yang mengarah pada terjadinya fragilitas tulang sehingga meningkatkan risiko patah tulang Metabolisme  tulang melibatkan banyak faktor, namun demikian  estrogen merupakan salah satu faktor yang cukup potensial  terhadap  pengaturan  kepadatan tulang  pada perempuan demikian juga pada laki-laki, namun demikian mekanisme peran estrogen dalam memempengaruhi kepadatan tulang belum banayak diungkap. Kajian ilmiah ini bertujuan  untuk mengungkap kejelasan mekanisme aksi biologi estrogen/fitoestrogen  pada metabolisme tulang dalam mempengaruhi kepadatan tulang atas dasar pendekatan biologi molekuler. Hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi informasi  tentang bagaimana peran estrogen/fitoestrogen dalam mempengaruhi kepadatan tulang pada umumnya dan menjadi tambahan wawasan untuk  menyiapkan bahan ajar  Endokrin  untuk sekolah menengah maupun perguruan tinggi.   Kata kunci: Estrogen, metabolism tulang, kepadatan tulang, osteoporosis
KESIAPAN GURU-GURU BIOLOGI SMP MENGHADAPI MASUKNYA MATERI KIMIA DALAM MATA PELAJARAN IPA DI SMP SE-KOTA SURAKARTA DALAM PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Yunita I, Nurma; Dwi N, Nanik; Yamtinah, Sri
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.936 KB)

Abstract

ABSTRAK Ciri khas KTSP adalah terdapat materi kimia dalam pelajaran IPA yang disesuaikan dengan kemampuan sekolah dalam mendukung pelaksanaannya, karena kurikulum (KTSP) dalam mata pelajaran IPA (yang dalam kurikulum 2004 dinamakan sains) hanya terdiri dari fisika dan biologi, maka guru-guru IPA di SMP dan MTs diprediksi tidak ada yang berasal dari latar belakang kimia. Padahal dengan munculnya materi kimia diperlukan guru-guru yang memiliki kompetensi dalam mengajar kimia. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan penguasaan materi kimia guru-guru mata pelajaran IPA dan juga sarana pendukung, seperti laboratorium dan buku-buku penunjang yang dimiliki sekolah perlu diteliti. Kota Surakarta yang mempunyai jumlah SMP yang besar dapat digunakan tolak ukur bagi kota dan kabupaten lainnya. Munculnya materi kimia di SMP tentu membawa konsekuensi yang harus dipersiapkan antara lain guru-guru dalam menguasai materi kimia dan juga penyediaan penunjang pembelajaran kimia SMP lainnya oleh dinas terkait. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kesiapan guru Biologi dalam menghadapi masuknya materi kimia di SMP masih 63, 63%. Angka ini masih di bawah rata-rata cukup, sehingga upaya pemegang kebijakan harus mengambil langkah konkret seperti penyediaan guru kimia yang merupakan sarjana pendidikan kimia. Atau lebih memberikan banyak pelatihan kimia kepada guru IPA di seluruh SMP se-Kota Surakarta. Ketersediaan sarana prasarana sekolah (laboratorium dengan alat bahan praktikum dan demostrasi) hanya 15% saja yang telah mempunyai alat dan bahan yang lengkap untuk pelayanan laboratorium. Sedangkan ketersediaan buku-buku penunjang pembelajaran kimia di sekolah masih belum memadai. Kata Kunci : Kesiapan Guru Biologi, KTSP
PROFIL KARAKTERISTIK BENTUK SORUS TUMBUHAN PAKU DI KAWASAN WISATA AIR TERJUN IRONGGOLO KABUPATEN KEDIRI Seno, Akbar Aji; Setyantoro, Vidhy; Utami, Budhi
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.795 KB)

Abstract

ABSTRAK   Sorus pada tumbuhan paku merupakan bagian dari alat perkembangbiakan yang sangat penting untuk regenerasinya. Melihat  karakteristik sorus merupakan suatu yang harus diketahui sebelum lebih  dalam mempelajari perkembangbiakan tumbuhan paku. Penelitian ini merupakan penelitian awal yang bertujuan memberikan informasi guna penelitian lanjutan tentang perkembangbiakan tumbuhan Paku. Penelitian bersifat diskriptif ekploratif dan sampel diambil dengan menggunakan metode transek jalur dengan mempertimbangkan daerah yang obyektif ditumbuhi oleh tumbuhan Paku. Karakteristik yang diamati adalah macam-macam warna sorus , bentuk dan letak anulus dari sorus masing- masing spesies. Dari hasil penelitian diperoleh tumbuhan Paku yang tumbuh di Ironggolo memiliki sorus berwarna  coklat keemasan, coklat gelap dan kuning keemasan, sedangkan bentuk sorus bulat dan pipih.  Letak anulus ada yang tepat di tengah dan di tepi. Di kawasan wisata Ironggolo dapat di temukan 8 jenis tumbuhan paku, antara lain Dryopteris sp, Drynaria quercifolia, Phymatodes nigrescens, Selaginella biformis, Nephrolepis exaltata, Cibotium sp, Coniogramme japonica,dan Cyathea javanica. Setelah mengadakan pengamatan bentuk sorus pada masing-masing tumbuhan paku-pakuan yang ditemukan di wilayah wisata Ironggolo, terdapat perbedaan dan persamaan karakteristik bentuk sorus baik dari warna, bentuk,  dan letak anullus. Perbedaan karakteristik itu dapat digunakan untuk mengidentifikasi kekerabatan dari paku-pakuan.   Kata kunci:  karakteristik bentuk sorus paku-pakuan,  wisata ironggolo Kediri
PEMBELAJARAN ANALISIS ARTIKEL ILMIAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR ILMIAH Rahayu, Praptining; Ulfah, Maria; Dewi, Lussana Rossita
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (214.889 KB)

Abstract

Mahasiswa sebagai masyarakat ilmiah tentunya harus mampu berpikir ilmiah. Dalam berpikir ilmiah mahasiswa harus obyektif, rasional, terbuka, dan selalu beorientasi pada kebenaran. Akan tetapi masih banyak mahasiswa yang belum mampu berpikir ilmiah, hal ini dapat dilihat ketika mahasiswa mulai menyusun  proposal penelitian untuk skripsi belum dapat menerapkan metode ilmiah dengan benar. Selain itu, plagiatisme dalam penyusunan skripsi marak terjadi. Apabila hal tersebut terus berlanjut, kualitas pendidikan di perguruan tinggi akan semakin menurun, karena  lulusan perguruan tinggi setidaknya mampu melakukan penelitian dan memiliki kemampuan berpikir ilmiah. Makalah ini membahas kemungkinan menerapkan konsep pembelajaran analisis artikel ilmiah untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir ilmiah. Penelitian ini merupakan Penelitian Eksperimen, lokasi penelitian di Program Studi Pendidikan Biologi IKIP PGRI Semarang. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah Mahasiswa semester IV Program Studi Pendidikan Biologi pada matakuliah Genetika. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah kemampuan berpikir ilmiah mahasiswa dalam menganalisis artikel ilmiah,  data diambil dari hasil belajar berupa hasil analisis artikel ilmiah sebagai salah satu produk dari proses berpikir ilmiah  Kata kunci : analisis artikel ilmiah, berpikir ilmiah
KEANEKARAGAMAN SPESIES BAKTERI PADA KULTUR DARAH WIDAL POSITIF ASAL KOTA SEMARANG BERDASARKAN KARAKTER FENOTIPIK Darmawati, Sri; Sembiring, Langkah; Asmara, Widya; T. Artama, Wayan
Prosiding Seminar Biologi Vol 9, No 1 (2012): Seminar Nasional IX Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.083 KB)

Abstract

ABSTRAK   Tujuan penelitian ini untuk menentukan keanekaragaman spesies bakteri pada kultur darah Widal positif  Asal kota Semarang berdasrkan karakter fenotipik. Sampel darah yang dikultur sebanyak 136 sampel berasal dari pasien rawat inap dan rawat jalan di 4 rumah sakit serta 2 puskesmas di kota Semarang (RSUD Kota Semarang, RSUD Tugurejo, RS. Islam Sultan Agung,  dan 2 Puskesmas yaitu Kedungmundu dan Bangetayu.  Kultur darah digunakan medium BacT/Alert FAN blood culture bottles (Biomerieux), subkultur digunakan medium Blood Agar Plate (BAP, OXOID) dan Mac Conkey (MC, OXOID), dilanjutkan  uji biokimia digunakan medium API 20E dan API 50CHB/E untuk identifikasi strain anggota familia Enterobacteriaceae serta APIStap (Biomerieux) untuk identifikasi spesies anggota Staphylococcus. Kultur darah positif sebanyak 59 sampel (43.4%) terdiri dari 44 sampel (32,4%) positif Staphylococcus sp. (S. aureus, S. saprophyticus, S. xylosus, S. warnei, S. hominis, S. cohnii) dan 15 sampel (11%) positif bakteri batang gram negatif anggota familia Enterobacteriaceae yaitu Enterobacter cloacae, S. typhi, Serratia marcescens, Escherichia coli, Salmonella ssp., Klebsiella pneumoniae ssp. Ozanae. Berdasarkan karakter fenotipik  bakteri batang gram negatif dapat dikelompokkan menjadi 4 kluster, kluster pertama beranggotakan S. typhi , kluster kedua beranggotakan E. coli dan Salmonella ssp., kluster ketiga beranggotakan Ser. Marcescens dan kluster keempat beranggotakan Enterobacter cloacae dan Kleb. pneumoniae ssp. Ozaenae. Bakteri kokus gram positif berdasarkan karakter fenotipiknya dapat dikelompokkan menjadi 6 kluster  yang tampak sangat bervariasi   Kata kunci:  Widal, Kultur darah, BacT/Alert FAN, API 20E, API 50 CHB/E, API Stap
EFEKTIVITAS PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS STRATEGI METAKOGNITIF DITINJAU DARI KEMAMPUAN SISWA DAN KATEGORI SEKOLAH Susantini, Endang
Prosiding Seminar Biologi Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.93 KB)

Abstract

ABSTRAK Tujuan  penelitian ini mengukur efektivitas perangkat pembelajaran biologi berbasis strategi metakognitif ditinjau dari kemampuan siswa dan kategori sekolah. Perangkat pembelajaran tersebut meliputi Virus, Sistem Endokrin dan Substansi Genetika. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SMA di kota  Surabaya, yang dibagi dalam kategori sekolah baik, sedang, dan kurang. SMA Negeri 2 Surabaya mewakili sekolah baik, SMA Negeri 12 Surabaya mewakili sekolah sedang, dan SMA Widya Darma Surabaya mewakili sekolah kurang. Sampel penelitian ini 270 siswa yang dibagi dalam 90 siswa kelas X, 90 siswa Kelas XI IPA, dan 90  siswa kelas XII IPA. Data yang diperolehberupa efektivitas perangkat pembelajaran biologi  dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini adalah  (1) Perangkat pembelajaran berbasis strategi metakognitif  pada materi Virus, Sistem Endokrin dan Substansi Genetika lebih efektif pada siswa kemampuan atas daripada siswa kemampuan bawah. (2) Perangkat pembelajaran Substansi Genetika paling efektif pada semua kategori sekolah, yaitu baik, sedang, dan kurang.   Kata kunci:  perangkat pembelajaran biologi, strategi metakognitif
STUDI VARIASI POLA PITA PROTEIN WERENG HIJAU (NEPHOTETTIX VIRESCENS) DARI INDONESIA Suwarno, Suwarno; Suranto, Suranto; Sajidan, Sajidan
Prosiding Seminar Biologi Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.306 KB)

Abstract

Nephotettix virescens  ( wereng hijau ) merupakan serangga vektor penyakit tungro pada tanaman padi. Spesies tersebut saat ini mendominasi  populasi spesies wereng hijau di hampir seluruh pertanaman padi yang ada di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk: Untuk menguji adanya variasi pola pita protein  N.virescens  dari beberapa daerah di Indonesia.Penelitian dilaksanakan dua tahap yaitu: pengambilan sampel yang dilakukan di persemaian padi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Selatan, dan analisis pola pita protein dilaksanakan Laboratorium Mikrobiologi PAU UGM. Identifikasi profil pola pita protein dengan SDS-PAGE. Metode ekstraksi sampel menggunakan buffer mercapto ethanol, sedangkan ekstraksi sampel menggunakan buffer PBS IX. Pengecatan pita protein menggunakan  commasie blue. Analisis data dengan cara deskriptif berdasarkan nilai migrasi ( Rf ). Identifikasi karakter profil pita protein dimunculkan dengan zimogram. Hasil Penelitian menunjukkan adanya variasi morfologi dari N.virescens yang berasal dari 5 daerah yang berbeda di Indonesia. Dari hasil pengamatan profil pola pita protein pada elektroforesis menunjukkan adanya variasi profil pola pita protein, pita protein pada BM ( 30, 80, 120, dan 150) kDa   Kata kunci : padi,wereng hijau, Nephotettix virescens, profil protein
MENGEMBANGKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN KARAKTER KREATIF (SUATU STUDI PADA PERKULIAHAN ZOOLOGI INVERTEBRATA) Rusyana, Adun; Rustaman, Nuryani
Prosiding Seminar Biologi Vol 8, No 1 (2011): Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi
Publisher : Prodi Pendidikan Biologi FKIP UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.972 KB)

Abstract

ABSTRAK Studi tentang implementasi model pembelajaran Zoologi Invertebrata berbasis masalah (MPZIBM) berfokus pada upaya peningkatan keterampilan berpikir kreatif mahasiswa calon guru biologi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh MPZIBM terhadap peningkatan keterampilan berpikir kreatif.  Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini menghasilkan model pembelajaran yang dapat membekali calon guru Biologi untuk bisa merancang pembelajaran Biologi berbasis keterampilan berpikir kreatif, dan evaluasi pembelajaran Biologi yang menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kreatif. MPZIBM   unggul dalam  meningkatkan keterampilan berpikir pada kelompok/unit materi  pelajaran yang memiliki struktur morfologi/anatomi yang berkembang secara jelas. MPZIBM dapat meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dengan kategori sedang (%g= 43 %).   Kata Kunci: MPZIBM, keterampilan berpikir kreatif.