cover
Contact Name
Junaedi
Contact Email
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Phone
+6285242046604
Journal Mail Official
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30470560     EISSN : 30325471     DOI : https://doi.org/10.56467/bbm
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Pendidikan, Sosial Humaniora, dan Kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun
Articles 62 Documents
Bakti Sosial “Pemasangan Kontrasepsi Implan Secara Serentak kepada Perempuan Terbanyak” dalam Rangka HUT IBI ke-73 Kabupaten Majene Suharmi, Suharmi
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.195

Abstract

Latar Belakang: Salah satu program penting dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk adalah melalui program Keluarga Berencana (KB). Metode kontrasepsi jangka panjang seperti implan merupakan salah satu solusi efektif untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Namun, cakupan penggunaan kontrasepsi implan di masyarakat masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan aksesibilitas dan cakupan pemasangan kontrasepsi implan. Tujuan: dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelayanan pemasangan kontrasepsi implan secara serentak kepada perempuan terbanyak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-73 tahun 2024. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode Bakti Sosial (BAKSOS) dengan melibatkan tim bidan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia, termasuk salah satunya di Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Pelaksanaan kegiatan BAKSOS meliputi sosialisasi program, pendaftaran peserta, pemeriksaan kesehatan, dan pemasangan kontrasepsi implan secara langsung. Hasil: Kegiatan BAKSOS pemasangan kontrasepsi implan secara serentak telah dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024 di seluruh Indonesia. Khusus untuk Kabupaten Majene pelaksanaannya dilakukan di beberapa titik pelayanan kesehatan yakni Puskesmas dan Bidan Praktik Mandiri. Sebanyak 53 perempuan yang berpartisipasi dan menerima pemasangan kontrasepsi implan secara gratis untuk kegiatan Baksos PC IBI Kabupaten Majene. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pemasangan kontrasepsi implan secara serentak dapat meningkatkan aksesibilitas dan cakupan penggunaan kontrasepsi implan di masyarakat. Kegiatan ini juga dapat menjadi sarana promosi dan edukasi bagi masyarakat terkait pentingnya ber-KB dengan metode kontrasepsi jangka panjang.
Penyuluhan Kesehatan Penyakit Berbasis Lingkungan dan Pemeriksaan Kesehatan GRATIS Zulkifli, Zulkifli
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.196

Abstract

Latar Belakang: Kebersihan lingkungan berpengaruh besar terhadap kesehatan manusia. Lingkungan yang tidak bersih dapat mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit yang disebut sebagai penyakit berbasis lingkungan. Penyakit kulit, demam berdarah (DB), malaria, infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), diare, tuberkulosis paru, cacingan, leptospirosis dan filariasis adalah merupakan contoh Jenis Penyakit Berbasis Lingkunan. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), dapat mencegah terjadinya berbagai PBL tersebut. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi salah satu upaya mencegah infeksi penyakit berbasis lingkungan. Namun sebagian besar masyarakat belum menerapkan PHBS, oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan pengabdian sepeti edukasi kepada masyarakat melalui Penyuluhan Kesehatan dan pemeriksaan kesehatan untuk mencegah penyakit dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Tujuan: Terwujudnya masyarakat yang meiliki budaya hidup bersih dan sehat, yang terlihat melalui pergerakan setiap individu, keluarga dan kelompok dalam masyaraktat demi terciptanya desa, kabupaten atau kota sehat, provinsi sehat dan Indonesia sehat menuju Indonesia emas 2045. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode berupa penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis dengan Melibatkan Mahasiswa. Peserta dalam kegiatan ini yaitu Masyarakat lingkungan Malimbung dan Baulu desa saragian Kec Alu Kabupaten Polman. Pelaksanaan kegiatan meliputi pendataan, sosialisasi program, pendaftaran peserta, penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Hasil: Kegiatan Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan gratis telah dilaksanakan pada tanggal 10 dan 13 Mei 2024 di dua dusun yaitu Malimbung dan Baulu Desa Saragian Kec Alu Kab Polman. Kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari masyarakat. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat berupa Penyuluhan Kesehatan dan Pemeriksaan Kesehatan gratis dapat meningkatkan Kesadartahuan masyarakat akan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Wujud nyata perilaku hidup bersih dan sehat dalam segala aktifitas kehidupan masyarakat seperti di rumah, di sekolah, dan di tempat kerja masing-masing, dapat menjadi salah satu usaha untuk mencegah berbagai penyakit berbasis lingkungan. Pemeriksaan kesehatan secara rutin membantu mengenali penyakit sedini mungkin jika ada.
Pengadaan Tempat Sampah Sementara di Dusun Wonorejo Desa Banato Rejo Ahmad Rifai
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.197

Abstract

Sampah adalah hal yang sangat krusial yang menjadi masalah tersendiri jika tidak terkelola dengan baik, dengan dampak yang dapat memberi pengaruh pada berbagai sisi kehidupan karena berkaitan dengan kebiasaan atau kultur masyarakat. Sehingga sampah dianggap penting untuk dilakukan pengelolaan dengan baik dan benar. (Wahdatunnisa, 20016). Dalam masyarakat dengan kepekaan terhadap lingkungan yang masih rendah, timbulnya sampah selalu memberi permasalahan yang dianggap begitu rumit. Terlihat banyaknya kondisi yang kurang menyenangkan baik dari segi baunya yang tidak sedap ataupun estetikanya, kondisi demikian dapat juga mengundang berbagai lalat yang dapat hinggap pada timbunan sampah tersebut. Dalam keadaan demikian dapat berdampak pula pada menurunnya kualitas lingkungan yang juga secara tidak langsung dapat memberi permasalahan yang besar, apabila tidak tertangani dengan baik. Termasuk terganggunya Infrastruktur kota, menurunnya kualitas kesehatan masyarakat ataupun lingkungsn hidup (Purwaningsih, 2015). Sampah di laut akan memengaruhi atau menghambat proses tumbuhnya terumbu karang, sehingga cahaya yang datang yang menjadi sumber utama bagi pertumbuhan karang tidak akan mampu menembus kedalam dasar laut karena adanya sampah yang menutupi karang . Terjadinya dampak yang tidak langsung pada ekologi laut akan memberi pengaruh pada habitat biota laut yang semakin berkurang bahkan perlahan akan mengalami kepunahan. Jika kita akan membandingkan dengan ekonomi terkhusus pada pariwisata,maka sampah justru memberikan dampak yang lebih besar. Adapun dampak yang lebih besar tentunya tetuju pada manusianya yang terkena langsung dampak karena dapat mengurangi keuntungan-keuntungan dari segi ekonomi. Kurangnya daya tarik oleh para wisatawan untuk melancong kedaerah tersebut disebabkan pemandangan sampah disepanjang pantai yang terlihat kurang baik. Seperti halnya sampah-sampah tersebut boleh saja menempel pada tubuh organisme laut seperti ikan, sehingga akan berdampak pada menurunnya kualitas ikan sehingga nilai jualnya akan menurun pula yang akan merugikan para nelayan setempat. Sampah yang berada di pantai akan sangat memberi pengaruh pada kesehatan manusia jika mengalami kontak langsung misalnya : benda tajam, pecahan kaca,logam yang sudah berkarat dan benda-benda tajam lainnya yang memungkinkan berada di daerah pantai ataupun didasar laut
Pelayanan Sunat Gratis di Desa Lamasariang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polman Evi Wulandari; Sitti Aras Diana
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.199

Abstract

Sunat, atau khitan, adalah salah satu ajaran Nabi Ibrahim AS yang harus dilakukan oleh semua pria yang beragama Islam. Salah satu faktor yang meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada pria adalah sirkumsisi, yang dilakukan dengan memotong sebagian prepurtium yang menutupi kelenjar penis. Ini dilakukan untuk mencegah koloni bakteri yang tumbuh di dalamnya. Di Indonesia, sekitar 35% bayi laki-laki yang tidak melakukan puasa mengalami infeksi saluran kemih, dan 22% dari 200 anak di atas usia satu tahun mengalaminya. Saat ini, masyarakat dapat memilih jenis sunat karena kemajuan teknologi kontemporer. Tim Dosen STIKes Bina Bangsa Majene bekerjasama dengan anggota lembaga Sunat Lem Nusantara (KLN) untuk memberikan bantuan Sunat gratis bagi anak-anak di Desa Lamasariang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan kegiatan sunat gratis ini adalah untuk membantu para anak-anak yang akan memasuki usia baligh terutama anak-anak yang kurang mampu secara ekonomi di Desa Lamasariang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu melakukan study pendahuluan untuk kegiatan pelaksanaan pengabdian masyarakat selanjutnya membuat persiapan dalam rangka pelaksanaan pengabdian masyarakat dengan membuat beberapa perencanaan, diantaranya menentukan lokasi pelaksanaan sunat gratis, menentukan sasaran, dan waktu pelaksanaan sunat gratis. Hasil yang telah dicapai adalah terlaksananya sunat gratis di Desa Lamasariang Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar dengan jumlah peserta sunat gratis sebanyak 10 orang anak yang ditangani oleh 2 orang tenaga perawat terlatih (anggota Lembaga KLN) dan tim dosen dari STIKes Bina Bangsa Majene.
Pendidikan Kesehatan tentang Tuberculosis (TB) Paru pada Anak di Ruang Tulip Rumah Sakit Umum Daerah Hj. Andi Depu Yulianah Sulaiman; Agustina, Agustina
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.201

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan kondisi medis umum yang stabil di seluruh dunia, khususnya di negara-negara miskin dan berkembang. TBC dapat menyerang banyak orang, termasuk anak-anak. TBC pada anak sering terjadi karena orang tua tidak tahu cara mencegahnya. Tanda dan efek samping sering kali disalahartikan sebagai gangguan mendasar yang serius. juga, mengobati dan mendiagnosis tuberkulosis sesegera mungkin. Tujuan: Tujuan dari asosiasi non-manfaat ini adalah untuk mengungkap isu-isu tentang tuberkulosis. Strategi; Peristiwa ini terjadi pada tanggal 18 Mei 2024 yang menimpa 7 orang, antara lain 3 anak penderita TBC dan 4 anggota keluarga dari anak muda penderita TBC yang dirawat di Ruang Tulip Klinik Medis Provinsi Hj. Andi Depu Program sekolah kesejahteraan lainnya di SUD Hj. Andi Depu meliputi: (1) Penanggulangan tuberkulosis pada anak; (2) TBC pada anak: (3) Tanda dan efek samping TBC pada anak; (4) keterikatan penyakit Tuberkulosis (TB) pada generasi muda; (5) mencegah tuberkulosis pada remaja; (6) Penanggulangan/pengobatan Tuberkulosis (TB) pada remaja. Hasil penilaian pertemuan subjektif menunjukkan bahwa kecenderungan keluarga meningkatkan jumlah anak yang menderita tuberkulosis. Hasil: Konsekuensi penilaian subjektif melalui wawancara menunjukkan bahwa informasi anak tentang tuberkulosis semakin luas. Hal ini karena teknik pertunjukan yang digunakan adalah kata-kata sederhana yang dirancang untuk menghasilkan artikulasi yang kompleks dan bermakna sehingga semua orang dapat memahami apa yang ingin disampaikan oleh pembicara. Akhir: Hasil penilaian subjektif melalui wawancara menunjukkan bahwa kesadaran keluarga terhadap Tuberkulosis (TBC) pada anak telah meningkat. Hal ini karena teknik pertunjukan yang digunakan dan kata-kata dasar diputuskan untuk memahami kata-kata yang membingungkan dengan tujuan agar semua orang dapat memahami pentingnya pembicara.
Gambaran Tingkat Kecemasan pada Lansia di Posyandu Pussui Kabupaten Polewali Mandar Abdul Latif; Bastian, Bastian
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.202

Abstract

Latar belakang: Seiring dengan bertambahnya jumlah orang tua, permasalahan yang mereka hadapi pun semakin bertambah. Apalagi ketika dihadapkan pada tingkat kecemasan yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu yang mencerminkan kemajuan di tahun-tahun mendatang. Hal ini menyebabkan ketidakmampuan dalam bereaksi terhadap masalah dan memikirkan masalah yang muncul dalam keluarga. Kebanyakan orang lanjut usia mengalami stres seiring bertambahnya usia. Orang lanjut usia mengalami peningkatan tingkat stres yang disebabkan oleh berbagai faktor. Sama seperti variabel eksternal yang membahayakan kejujuran alami kita dan membahayakan gagasan kita sendiri. Ada juga faktor internal seperti usia, tingkat pendidikan dan situasi keuangan. Kekhawatiran akan usia tua adalah hal yang paling sering kita rasakan dalam situasi saat ini. Frekuensi stres di Indonesia berkisar antara 9 hingga 12% dari total penduduk dan antara 17 hingga 27% seperti yang dilaporkan oleh otoritas kesehatan masyarakat. Mayoritas masyarakat Indonesia masih bersikap acuh tak acuh dan meyakini bahwa masalah kecemasan bukanlah masalah yang perlu diselesaikan. Mayoritas lansia yang tinggal di panti jompo menderita gangguan jiwa hingga 75% (Adelia dan Supratman, 2023). Stres digambarkan sebagai perasaan takut dan cemas yang tidak menyenangkan terhadap apa yang akan terjadi, seringkali disebabkan oleh perasaan dari ketidakpastian dan ambiguitas. penyebab umum dan sering disertai dengan efek samping fisiologis. Stres merupakan efek samping yang umum terjadi pada manusia, namun bisa menghantui jika efek sampingnya sering terjadi. Menurut informasi yang diberikan oleh Badan Energi Republik Indonesia pada tahun 2007, 35% lansia menderita gangguan kecemasan yang menyebabkan kurang tidur. Meskipun penyebab spesifik dari masalah mental pada lansia sebagian besar masih belum diketahui dengan pasti, para peneliti telah menemukan berbagai faktor yang dapat memperluas masalah ini. Lalu ada faktor risiko depresi, masalah kecemasan, skizofrenia, dan masalah bipolar. Dahulu, korban pelecehan seksual atau kekerasan fisik mengalami trauma psikologis yang menyebabkan depresi dan gangguan kecemasan.
Penyuluhan Bahaya Merokok terhadap Kesehatan di Masyarakat Dusun Tojangan Sitti Harma
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.203

Abstract

Merokok adalah suatu kegiatan atau perilaku yang melibatkan membakar rokok lalu menghisap dan menghirup asapnya. Merokok adalah kebiasaan yang sangat umum dan tersebar luas, dan asap yang dihasilkan dari pembakaran dan pernafasan dapat terhirup oleh orang-orang di sekitar Anda, yang dapat menimbulkan efek negatif baik bagi perokok maupun orang-orang di sekitarnya. Kurang lebih 8 juta orang mengalami kematian setiap tahun yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Pada tahun 2017, penyakit tidak menular (PTM) menyumbang jumlah kematian tertinggi yang disebabkan oleh gaya hidup manusia, termasuk merokok. Ada sekitar 7 juta orang lebih setiap tahunnya meninggal karena konsumsi rokok secara langsung, dan 1,2 juta lainnya meninggal karena perokok pasif. Saat orang membakar sebatang rokok, asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia, 69 di antaranya bersifat karsinogenik dan membuat ketagihan. Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. Peserta pengabdian masyarakat adalah bapak-bapak dan ibu-ibu serta anak remaja sebanyak 25 orang. Metode yang digunakan adalah penyuluhan. Hasil dari pemberian penyuluhan dari aspek Pengetahuan, beberapa warga belum memahami mengenai bahaya yang ditimbulkan dari merokok terhadap kesehatan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain. Dari aspek Sikap, masih sedikit warga yang mengurangi banyaknya jumlah rokok yang dikonsumsi setiap harinya.
Penyuluhan Konsumsi Rokok Akibatkan Risiko Stunting pada Balita di Dusun Penanian Kabupaten Polewali Mandar Sri Agusty Putri
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.204

Abstract

Balita stunting memiliki perawakan pendek untuk usianya yang berisiko mengalami irreversible fisik yang berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan yang terhambat. Banyak faktor penyebab stunting pada balita, selain faktor nutrisi dan kesehatan sebagai penyebab utamanya, faktor kondisi lingkungan dengan paparan asap rokok dapat mengakibatkan risiko stunting pada balita. Anggota keluarga yang mengonsumsi rokok secara aktif akan mengontaminasi udara dari asap rokok yang dihasilkan, sehingga asap tersebut dapat terhirup oleh balita dan orang-orang disekitarnya. Kandungan nikotin pada dasarnya bukan zat kimia utama yang bertanggung jawab terhadap penyakit akibat merokok. Zat kimia seperti nikotin yang terkandung di dalam rokok itu bersifat adiktif yang menyebabkan ketergantungan (adiksi) sehingga membuat para perokok sulit untuk menghentikan kebiasaannya. Oleh karena itu, bahan kimia berbahaya lainnya dalam rokok seperti tar, karbon monoksida, dan formaldehida terus masuk ke dalam tubuh yang dapat menyebabkan penyakit. Jadi, semakin sering terpapar asap rokok, maka semakin tinggi risiko balita sebagai perokok pasif untuk mengalami gangguan kesehatan yang tentunya akan berdampak pada asupan makan ketika balita sakit. Konsumsi rokok juga berdampak pada ekonomi keluarga, pengeluaran untuk membeli rokok akan memengaruhi daya beli untuk kebutuhan pangan keluarga, sehingga asupan karbohidrat, protein, lemak, mineral dan vitamin yang bersifat adekuat sulit untuk terpenuhi. Oleh karena itu, melalui upaya penyuluhan konsumsi rokok akibatkan risiko stunting pada balita dapat menambah pengetahuan masyarakat sehingga stunting pada balita dapat dicegah.
Penyuluhan tentang Pernikahan Usia Dini di Dusun Buttu Lamba Desa Pasiang Kecamatan Matakali Asmuni, Asmuni
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.205

Abstract

Masa remaja adalah transisi yang ditandai oleh adanya perubahan fisik, emosi dan psikis. Masa remaja juga merupakan masa pematangan organ reproduksi manusia dan sering disebut masa peralihan. Tanda-tanda remaja pada perempuan adalah mulai terjadinya menstruasi sedangkan pada laki-laki adalah mulai mampu menghasilkan sperma. Remaja diharapkan dapat menjalankan fungsi reproduksinya dengan tepat. Masalah pernikahan yang belum cukup umur terhadap kondisi pada alat reproduksi pada remaja termasuk kegiatan dalam mengedukasi putra putri khususnya pada remaja mengenai hal yang ditimbulkan terhadap usia muda dalam pernikahan organ reproduksinya pada setiap remaja . Remaja adalah generasi penerus bangsa yang menjadi salah satu penentu dalam suatu negara di masa yang akan datang bergantung pada keadaan dari para putra putri remaj saat ini dan yang termasuk remaja yakni individu berumur kisaran 12 sampai dengan 21 tahun. Apabila menelaah tingkat pendidikan kelompok usia ini, maka yang digunakan adalah jenjang sekolah menengah pertama, sekolah menengah atas, dan perguruan tinggi oleh mereka yang masih duduk di bangku sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas, istilah ini juga digunakan oleh mereka yang berstatus mahasiswa di suatu Univeristas. Secara umum dilihat dari sikap serta perilakunya konstruktif, dengan ini besar kemungkinan untuk suatu negara akan sangat besar. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman bagi remaja dalam mencega pernikahan usia dini. Pendekatan yang dilakukan untuk suatu perubahan yang positif di atas yakni diawali dalam bentuk sosialisasi lewat metode literatur dengan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman pada usia remaja tentang akibat menikah pada usia dini terhadap kondisi tubuh pada bagian reproduksi, hal ini dilakukan dengan memberikan beberapa sumber informasi berupa literatur, referensi, artikel serta bahan kajian lainnya mengenai tentang cara untuk hidup sehat dan kebersihan diri. Sosialisasi akibat menikah usia dini terhadap kondisi remaja pada kesehatan reproduksi untuk materi sebagai salah satu bentuk pengabdian masyarakat karena beragamnya permasalahan yang dihadapi remaja semakin beragam, kenakalan remaja kini sudah mencakup beberapa sikap dan tindakan dalam bentuk kekerasan, kriminal dan kecanduan narkoba serta terjadinya seks bebas akibat pergaulan yang tidak terkontrol atau seks diluar nikah. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengedukasi remaja di Buttulamba tentang dampak pernikahan dini terhadap kesehatan reproduksi.
Skrining Hipertensi di Dusun Bulung dan Dusun Limboro Desa Tonrolima Kabupaten Polewali Mandar Wardawati, Wardawati
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.206

Abstract

Hipertensi, disebut juga hipertensi, adalah suatu keadaan yang terjadi pada seseorang ketika terjadi peningkatan tekanan darah melebihi batas normal atau normal, yaitu 120/80 mmHg (Manuntung, 2018). Menurut WHO (Word Wellbeing Association), batas tekanan darah yang dianggap normal adalah di bawah 130/85 mmHg. Dengan asumsi tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg, hipertensi dipandang sebagai titik puncaknya bagi orang dewasa di utara 18 tahun. Hipertensi atau disebut juga hipertensi merupakan penyebab utama gangguan kardiovaskular, stroke, kerusakan miokard, diabetes, dan kegagalan ginjal. Hipertensi adalah suatu kondisi medis umum yang signifikan dan merupakan faktor risiko penyakit kardiovaskular yang paling banyak diketahui dan belum dikontrol secara ideal di seluruh dunia. Meskipun demikian, penyakit ini cenderung dicegah dan diobati secara efektif untuk mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung koroner. Hipertensi adalah kemampuan darah untuk mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Hipertensi adalah suatu kondisi dimana tekanan darah melebihi titik batas normal, yaitu denyut sistolik ≥ 140 mmHg dan denyut diastolik ≥ 90 mmHg pada pemeriksaan berulang. Hipertensi disebut juga hipertensi, yang disebabkan oleh gagalnya pembuluh darah vena sehingga darah yang membawa oksigen dan nutrisi terhambat untuk sampai ke jaringan tubuh (Hastuti, 2020). Hipertensi adalah suatu keadaan dimana terjadi pemuaian denyut pada dinding saluran atau pembuluh darah vena yang bersih. Hipertensi juga disebut sebagai silent algojo karena bisa menyerang siapa saja kapan saja tanpa efek samping tertentu, dan penyakit degeneratif bisa berakibat fatal.