cover
Contact Name
Junaedi
Contact Email
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Phone
+6285242046604
Journal Mail Official
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30470560     EISSN : 30325471     DOI : https://doi.org/10.56467/bbm
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Pendidikan, Sosial Humaniora, dan Kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun
Articles 62 Documents
Penyuluhan dan Tanggapan Mengenai Tingkat Kusuburan Darmin Dina; Wardawati, Wardawati; Harisa, Harisa
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.325

Abstract

Pendahuluan, Infertilitas memiliki beberapa definisi yang seringkali digunakan dalam berbagai konteks yang berbeda (Rutstein and Shah, 2004). Definisi infertilitas secara klinis menurut World Health Organization (WHO) adalah ketidakmampuan pasangan untuk memperoleh kehamilan setelah 12 bulan atau lebih melakukan hubungan seksual tanpa perlindungan kontrasepsi (Zegers-Hochschild et al., 2009). Definisi klinis ini digunakan untuk deteksi dini dan kepentingan terapi pada infertilitas. Definisi tersebut didasarkan pada riwayat medis seseorang sebelumnya dan tes diagnostik yang menunjang secara klinis untuk menentukan terapi sesuai indikasi. Definisi infertilitas secara klinis dapat digunakan untuk memantau kasus infertilitas, tetapi kurang tepat jika digunakan sebagai istilah dalam studi populasi. Oleh karena itu, secara demografis istilah infertilitas diartikan sebagai ketidakmampuan wanita dalam usia reproduksinya untuk memperoleh kelahiran hidup dalam kurun waktu 5 tahun dalam situasi yang mendukung kehamilan (Mascarenhas et al., 2012; „WHO | Infertility definitions and terminology‟, 2016). Pada definisi ini, kelahiran bayi yang hidup menjadi tolak ukur dalam penentuan infertilitas. Periode 5 tahun yang digunakan dalam istilah ini mempertimbangkan waktu yang dibutuhkan untuk hamil dan melahirkan (Rutstein and Shah, 2004; Mascarenhas et al., 2012). Selain itu juga membantu menyingkirkan halhal yang tidak dilaporkan tetapi memengaruhi infertilitas, seperti periode abstinensia seksual setelah melahirkan, amenorea karena menyusui dan perpisahan sementara antar pasangan (Mascarenhas et al., 2012).Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD), meliputi pemberian informasi, dan implementasi FGD. Hasil menunjukkan bahwa masih adanya perbedaan pandangan masyarakat kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan, masih adanya faktor budaya dan gender yang membedakan pendapat masyarakat, masih perlunya pemahaman dan dukungan yang penting dari keluarga dan masyarakat sekitar tentang infertilitas. Simpulan masih perlu sekali peningkatan pemahaman bagi masyarakat dengan sering diberikan pendidikan kesehatan dan edukasi,serta diperlukan media edukasi yang menarik, sehingga masyarakat lebih paham kaitan infertilitas yang disertai penyakit keganasan.
Pengenalan Kegawatdaruratan pada Bayi, Balita, dan Anak di Kelurahan Lembang Kabupaten Majene Nurfadilah, Nurfadilah; Sri Aryati Artha; Hastuti, Hastuti
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.326

Abstract

Angka kematian ibu dan bayi di Indonesia masih cukup tinggi. Hal ini merupakan momok terbesar bagi seorang bidan dalam melaksanakan pelayanan kebidanan. MDGs 2015 telah menetapkan target untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup serta Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi 23 per 1000 kelahiran hidup. Sebenarnya kematian ibu dan bayi ini dapat dicegah melalui deteksi dini terjadinya kasus serta rujukan yang cepat dan tepat untuk setiap kasus kegawatdaruratan pada maternal dan neonatal. Pada fase ini, bayi baru lahir sangat rentan terhadap gangguan kesehatan dikarenakan adanya proses adaptasi dari intrauterin ke ekstrauterin serta daya tahan tubuh yang masih rendah(Feri & Oktaviani, 2021). Gawat darurat adalah keadaan di mana seseorang memerlukan pertolongan segera karena tidak mendapatkan pertolongan pertama dapat mengancam nyawanya atau menyebabkan kecacatan permanen(Gaol et al., 2024). Kegawatdaruratan adalah kejadian yang tidak diduga atau terjadi secara tiba-tiba, seringkali merupakan kejadian yang berbahaya (Dorlan, 2011). Kegawatdaruratan dapat juga didefinisikan sebagai situasi serius dan kadang kala berbahaya yang terjadi secara tiba-tiba dan tidak terduga dan membutuhkan tindakan segera guna menyelamatkan jiwa/nyawa (Campbell, 2000). Metode, Pre-test pengetahuan tentang penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak dilakukan sebelum kegiatan dimulai. Kemudian, dengan menggunakan lembar observasi, pendidikan kesehatan diberikan melalui presentasi PowerPoint dan demonstrasi penanganan awal kegawatdaruratan pada bayi, balita, dan anak di depan responden. Hasil pretest pengetahuan ibu menunjukkan empat ibu (25%) memiliki pengetahuan yang baik dan dua belas ibu (75%) memiliki pengetahuan yang kurang. Kebanyakan pertanyaan tentang pertolongan pertama dan pencegahan.Kesimpulan, kegiatan edukasi tentang penanganan awal kegawatdaruratan untuk bayi, balita, dan anak-anak telah berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menangani situasi darurat pada anak-anak
Edukasi Calon Pengantin Menuju Rumah Tangga Sehat Kelurahan Totoli Kabupaten Majene Rahmat, Rahmat; Bastian, Bastian; Fahrul, Fahrul
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.327

Abstract

Pendahuluan Perkawinan dalam istilah agama disebut nikah, yang memiliki arti melakukan akad atau perjanjian untuk mengikatkan diri antara seorang laki-laki dan wanita untuk menghalalkan hubungan kelamin antara kedua belah pihak, dengan dasar sukarela dan keridhaan kedua belah pihak untuk mewujudkan suatu kebahagiaan hidup berkeluarga yang diliputi rasa kasih sayang dan ketentraman dengan cara-cara yang diridhoi oleh Allah. Perkawinan menjadi salah satu siklus yang dialami manusia disamping siklus kehidupan lainnnya, yaitu kelahiran dan kematian. Perkawinan dalam Islam merupakan peristiwa penting dan lahirnya generasi penerus yang dapat melangsungkan keturunan umat manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini. (Soemiyati, 2009; Hasanuddin, 2011). Calon pengantin merupakan pasangan yang terdiri dari perempuan usia 20-25 tahun dan bagi laki-laki usia 25-30 tahun. Batasan umur ini bertujuan untuk melindungi kesehatan calon pengantin. Banyak calon pengantin yang tidak mempunyai cukup pengetahuan dan informasi tentang kesiapan pranikah terutama persiapan fisik, mental, social dan ekonomi sehingga menyebabkan pasangan mengalami kegagalan dalam mempertahankan pernikahan (Muchtar et al., 2020). Pernikahan usia dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang masih dalam usia muda. Pernikahan dini menjadi salah satu penyumbang angka kematian ibu dan anak (Puspasari & Pawitaningtyas, 2020). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah diskusi dan ceramah. Kegiatan inisiasi kelas calon pengantin ini diperuntukan bagi para remaja laki- laki dan perempuan. Peserta yang terlibat aktif dalam kegiatan ini sebanyak 40 remaja putra putri yang mewakili masing-masing RW. Sebelum mengikuti kelas calon pengantin, hanya 35% peserta merasa memiliki gambaran mengenai hal yang perlu dipersiapkan sebelum menikah. Setelah mengikuti kegiatan ini sebanyak 97% peserta sudah memiliki gambaran dan pemahaman tentang pernikahan. Hasil pelaksanaan penerapan kelas calon pengantin ini adalah mampu meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan gambaran keterampilanpara calon pengantin. Simpulan Pernikahan usia dini merupakan pernikahan yang dilakukan oleh pasangan yang masih dalam usia muda. Pernikahan dini menjadi salah satu penyumbang angka kematian ibu dan anak
Pemberdayaan Perempuan dalam Upaya Deteksi dini Kanker Serviks di Kelurahan Pangaliali Kecamatan Banggae Kabupaten Majene Asmuni, Asmuni
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.328

Abstract

Penyakit Kanker Serviks merupakan salah satu penyakit yang memilki dampak serius terhadap Kesehatan perempuan di seluruh dunia. Meskipun demikian, pendeteksi kanker servis dapat dilakukan secara dini melalui beberapa metode lewat pemeriksaan seperti tes Pap smear dan tes HPV tetapi kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemeriksanaan secara dini tentang kanker serviks masih rendah, terutama yang ada di Pedesaan dan Perkotaan dengan akses dan fasilitas terbatas terhadap pelayanan kesehatan. sehingga pemberdayaan perempuan dalam hal ini perlu adanya peningkatan kesadaran dan pengetahuan tentang kanker serviks serta pentingnya pendeteksian dini. Tujuan Kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat serta pemberdayaan perempuan dalam upaya deteksi dini kanker serviks melalui sosialisasi lewat media penyuluhan. Kegiatan penyuluhan dilakukan terhadap Masyarakat yang ada di Kelurahan Pangaliali dengan melibatkan 25 peserta dari masyarakat, 2 petugas kelurahan dan 1 dosen sebagai pemateri. Hasil pelaksanaan kegiatan penyuluhan menunjukkan antusias masyarakat dalam menyimak, mendengar dan bertanya serta berdiskusi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan pemberdayaan perempuan dalam upaya deteksi dini kanker serviks melalui kegiatan penyuluhan memiliki dampak positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan penyebab dan akibat kanker serviks serta edukasi tentang tindakan pencegahan, serta mendorong perilaku sehat dan akses yang lebih baik terhadap akses layanan kesehatan reproduksi.
Pelatihan Media Pembelajaran Interaktif menggunakan Aplikasi Canva pada Guru Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Paddinging Abdul Wahab; Muh. Azhar; Muh. Aidil Sudarmono R; Andi Baso Muammar; Junaedi, Junaedi; Nur Aeni
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.330

Abstract

Salah satu kompetensi guru yang belum terlaksana dengan baik adalah keterampilan dalam kegiatan pengajaran yaitu pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Canva bagi guru. Kesulitan ini disebabkan karena guru kurang memiliki kemampuan penggunaan aplikasi Canva tersebut. Oleh karena itu, perlu diadakan kegiatan pelatihan media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Canva pada guru Pondok Tahfidz Ahlul Jannah Paddinging. Melalui kegiatan pelatihan ini, kompetensi guru dalam media pembelajaran interaktif menggunakan aplikasi Canva diharapkan dapat semakin meningkat. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dirumuskan: 1) Pelaksanaan pembelajaran, dirasakan kurang menarik bagi peserta didik dan cenderung membosankan, 2) Motivasi guru untuk melaksanakan inovasi pelaksanaan pembelajaran sangat rendah, 3) Pengetahuan para guru dalam merancang dan menggunakan media pembelajaran menggunakan Aplikasi Canva sangat kurang. Pelaksanaan pelatihan dilakukan selama 3 hari tatap muka, dengan mengundang 15 guru Pondok Tahfidz Ahlul Jannah, dengan frekuensi 3 kali kunjungan. Adapun luaran yang antara lain: meningkatnya kompetensi guru dalam bidang media pembelajaran interaktif menggunakan Aplikasi Canva.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Dusun Mekarrejo Desa Banatorejo Kecamatan Tapango Barat Kabupaten Polewali Mandar Ahmad Rifai; Wira Anggini
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.334

Abstract

Latar belakang: Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat masih rendah karena kurangnya sosialisasi terkait manfaat dan risiko bila tidak menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari- hari. Karena rendahnya sosialisai perilaku hidup bersih dan sehat maka kemauan masyarakat dalam penerapan juga rendah yang berakibat kepada kesehatan masyarakat yang terganggu. PHBS adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (advocacy), bina suasana (social support), dan pemberdayaan masyarakat (empowerment) sehingga dapat menerapkan cara-cara hidup sehat, dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan kesehatan masyarakat (Depkes RI, 2011). Pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk penyuluhan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap bagaimana meningkatkan kesadaran individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat pada anak-anak di dusun Mekar rejo desa Banatorejo. Metode kegiatannya dimulai dari survei tempat penyuluhan , membuat materi penyuluhan dan pelaksanaan penyuluhan.
Penyuluhan Pencegahan Hipertensi Berbasis Diagnosis Komunitas di Desa Kanreapi Desa Bumimulyo Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar Wardawati, Wardawati; Dia Reski Ramadani
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.335

Abstract

Latar belakang: Hipertensi merupakan penyakit yang menjadi masalah kesehatan nasional. Angka Kejadian kasus hipertensi cukup tinggi yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidsk sehat Berdasarkan Riskesdas Tahun 2018, prevalensi hipertensi di Indonesia pada penduduk umur ≥ 18 Tahun adalah 34,1%, 8,36% telah didiagnosis hipertensi, 32,27% tidak rutin minum obat dan13,33% tidak minum obat. Hal tersebut menjadi salah satu masalah kesehatan nasional yang cukup tinggi. Penyakit hipertensi disebabkan oleh perkembangan zaman yang semakin modern, yang didukung oleh gaya dan pola hidup yang tidak sehat seperti masyarakat memilih untuk melakukan aktivitas yang lebih praktis, termasuk dengan pemilihan makanan sehari-hari. Pada umumnya, masyarakat terutama di kota-kota besar cenderung memilih makanan yang siap saji dan mempunyai kebiasaan makan berlebih, kurang olahraga, merokok berlebihan dan kurang istirahat. Hasil dari kegiatan penyuluhan tersebut diukur menggunakan kuesioner pengetahuan tentang hipertensi dalam bentuk googleform. Peserta diminta untuk mengisi kuesioner sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa jumlah peserta yang memiliki skor nilai pengetahuan setelah intervensi lebih rendah dari sebelum intervensi hanya terdapat satu orang, selebihnya memiliki pengetahuan yang meningkat atau sama antara sebelum dan sesudah intervensi. Hasil dari penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata saat pre-test sebesar 88,89 dan setelah dilakukannya penyuluhan kemudian pemberian post-test diperoleh nilai rata-rata 98,52. Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan warga sebelum dan setelah dilakukannya penyuluhan. Selanjutnya dilakukan pengujian perbedaan rata rata nilai pengetahuan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan rata-rata pengetahuan tentang hipertensi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi yang ditunjukkan dengan p value kurang dari 0.05, yaitu 0.003. Hasil uji Wilcoxon. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Kurniasari, dkk tahun 2020 yang berkaitan dengan pemberian materi hipertensi dengan pemberian poster terkait hipertensi.
Mengenal Penyakit Diabetes Melitus di Dusun Lonrae Desa Nepo Kecamatan Polewali Kabupaten Polewali Mandar Sebba, Ade Kartikasari; Sri Agusty Putri; Wardawati; Ahmad Rifai
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.366

Abstract

Diabetes Melitus (DM) saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan global karena kecenderungan angka insidensi dan prevalensi DM yang terus meningkat. Di Indonesia, kasus diabetes mencapai 1,7% pada 2023 dan menurut tipenya yang terbanyak adalah diabetes tipe 2 dan lebih banyak dialami penderita lansia. Sebanyak 2/3 orang dengan diabetes di Indonesia tidak mengetahui dirinya memiliki diabetes, dan berpotensi untuk mengakses layanan kesehatan dalam kondisi terlambat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis masyarakat yaitu dengan upaya promotif kepada masyarakat untuk mengenali penyakit DM saat ini menjadi prioritas. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan tentang diabetes melitus melalui kegiatan sosialisasi. Kegiatan pengabdian dilakukan secara tatap muka. Penyuluhan dengan metode ceramah menggunakan power point dilanjutkan dengan tanya jawab tentang penyakit DM sebagai evaluasi dari pengabdian. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan pengabdian berjalan dengan baik. Dari monitoring dan evaluasi terlihat bahwa pelaksanaan penyuluhan berjalan sebagaimana yang diharapkan dimana peserta antusias menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri dan hampir sebagian besar peserta aktif melontarkan pertanyaan. Masyarakat yang sebelumnya tidak memahami tentang DM namun dengan penyuluhan yang dilakukan, masyarakat mulai mengenali apa itu DM dan bagaimana pencegahannya. Saran dari kegiatan ini, diharapkan kegiatan updating knowledge di masyarakat mengenai kesehatan bisa secara rutin terus terlaksana agar masyarakat sadar akan pentingnya kesehatan.
Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Pelatihan Dasar MC untuk Pemberdayaan Kaum Perempuan di Kelurahan Pelitakan Kecamatan Tapango Munawarah; Lukman, Lukman
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.372

Abstract

Pemberdayaan perempuan merupakan salah satu upaya penting untuk meningkatkan kualitas hidup dan peran serta mereka dalam Masyarakat. Di Kelurahan Pelitakan, banyak perempuan yang memiliki potensi namun belum sepenuhnya diberdayakan dalam sektor ekonomi, sosial, dan budaya. Salah satu cara untuk memberdayakan perempuan adalah melalui peningkatan keterampilan komunikasi, khususnya dalam bidang Master of Ceremony (MC), yang dapat membuka peluang kerja di berbagai acara dan kegiatan sosial. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh selama pelatihan di Masjid Babul Jannah, dapat disimpulkan bahwa kemampuan Masyarakat kelurahan Pelitakan dalam membawakan acara secara masih perlu banyak Latihan, mereka belum maksimal sehingga memerlukan proses latihan yang berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi oleh peserta pelatihan dalam praktik menjadi MC untuk sebuah acara adalah kemampuan pengelolaan bahasa tubuh dan kemampuan vokal yang baik. Meski pun begitu, dari pelatihan yang telah dilaksanakan selama dua hari di Babul Jannah kelurahan pelitakan, luaran yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terpilihnya salah seorang peserta pelatihan untuk menjadi MC dalam acara keagamaan yang berada di kelurahan tersebut pada tahun 2025. Hasil tersebut tentu saja berimplikasi pada perlunya pengembangan keterampilan peserta yang telah terpilih menjadi MC untuk mengembangkan skilss sebagai MC ke berbagai format acara lainnya.
Pengabdian kepada Masyarakat Melalui Pengajaran Calistung pada Anak-Anak di Desa Jambu Malea Junaedi; Abdul Wahab; Nailatuzzuhra; Muhammad Afandi Arifin
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v3i1.407

Abstract

Pengandian ini dilaksanakan di Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar Provinsi Sulawesi Barat dan pengabdian dilaksanakan di Desa Jambu Malea. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) anak-anak sekolah dasar kelas rendah. Dari hasil wawancara kepada masyarakat setempat terdapat beberapa anak yang belum mampu membaca, menulis dan menghitung dengan baik, khususnya pada keterampilan membaca bagi anak-anak yang berusia kurang lebih 7 tahun. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dengan metode yang menarik dengan pemanfaatan media pembelajaran guna meningkatkan minat belajar calistung anak-anak tersebut. Metode yang digunakan untuk menerapkan pembelajaran yaitu metode penelitian tindakan langsung kepada anak-anak yang kesulitan dalam membaca, menulis dan berhitung. Program calistung ini dilaksanakan 5 hari dalam seminggu yaitu selama 1 jam pada sore hari. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu terjadinya peningkatan kemampuan calistung anak-anak yang mengikuti program ini serta meningkatnya motivasi belajar mereka.