cover
Contact Name
Junaedi
Contact Email
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Phone
+6285242046604
Journal Mail Official
pkmstikesbbmmengabdi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tande, Kecamatan Banggae Timur, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat 91412
Location
Kab. majene,
Sulawesi barat
INDONESIA
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ISSN : 30470560     EISSN : 30325471     DOI : https://doi.org/10.56467/bbm
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Pendidikan, Sosial Humaniora, dan Kesehatan. Jurnal ini terbit dua kali dalam setahun
Articles 68 Documents
Pemberdayaan Kader Posyandu Berbasis Mentorship Learning Method Dalam Upaya Optimalisasi Pemanfaatan Buku Kia Oleh Kader Kesehatan Dan Orang Tua Balita Darmin Dina; Risna Sari Dewi
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.208

Abstract

Latar belakang: Tujuan SDG adalah mencegah kematian bayi baru lahir dan anak kecil pada tahun 2018. Salah satu caranya yang data di tempuh dalam meningkaykan kesehatan anak melalui layanan yang lebih baik, infrastruktur, dan pemantauan yang berkelanjutan. Pengisian Buku KIA dapat membantu kader posyandu dan orang tua (ibu) dalam mengoptimalkan kesehatan anak usia dini. Metode pendampingan yang efektif meningkatkan pengetahuan dan praktik penggunaan buku KIA di kalangan tenaga kesehatan dan orang tua. Pendampingan kader sangat dibutuhkan agar dapat melakukan pemberdayaan kader Posyandu hal ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik penggunaan buku KIA di kalangan tenaga kesehatan dan ibu dari anak balita .Pendampingan ini dilakukan untuk melihat sejauh mana para kader dan orang tua dalam melakukan umpan balik yang bermanfaat untuk memastikan penggunaan yang tepat dan manfaat maksimal. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah dengan memberikan penyuluhan kita dapat memberdayakan kader untuk membantu ibu yang memiliki balita bagaimana cara pengisian buku KIA sehingga ibu yang memiliki balita dapat mengerti mengenai pperkembangan anaknya.
Pelatihan Pembelajaran Matematika Kreatif di MTs BPII Pamboang Junaedi, Junaedi; Abdul Wahab
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.210

Abstract

Kegiatan berupa pelatihan pembelajaran matematika Kreatif. Kegiatan ini dilaksanakan di MTs BPII Pamboang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat Indonesia. Peserta kegiatan adalah guru MTs BPII Pamboang. Tujuan kegiatan pengabdian adalah: (1) Meningkatkan pengetahuan tentang strategi pembelajaran matematika kreatif pada guru; dan (2) Meningkatkan pengetahuan guru sekolah dasar tentang pengetahuan konsep matematika. Kegiatan tersebut menambah pemahaman guru matematika tentang strategi pembelajaran dan pengetahuan konsep matematika pada guru matematika di MTs BPII Pamboang
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Anak Sekolah Dasar Femi Febrianty
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.218

Abstract

Kebiasaan hidup bersih dan sehat merupakan masalah penting dan menjadi fokus dalam pencegahan timbulnya berbagai masalah Kesehatan pada anak. Permasalahan Kesehatan pada anak usia sekolah dasar masih banyak ditemukan, karena rentannya anak terhadap berbagai penyakit, terutama yang berhubungan dengan pencernaan anak seperti diare, kecacingan dan gangguan pencernaan lainnya. Permasalahan ini muncul kebanyakan disebabkan karena kurangnya informasi dan pengetahuan mengenai PHBS pada anak. Anak usia sekolah dasar dan anak juga masih mengabaikan masalah Kesehatan yang sering mereka alami, sehingga dibutuhkan upaya preventif dan promotive agar anak sekolah memiliki pengetahuan, sikap dan Tindakan PHBS yang baik agar mencegah terjadinya beberapa masalah Kesehatan. Tujuan Pendidikan Kesehatan adalah memberikan pengetahuan tentang prinsip dasar hidup sehat , menimbulkan sikap dan perilaku hidup sehat dan membentuk kebiasaan hidup sehat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah dengan cara memberikan penyuluhan kemudian memberikan penguatan melalui beberapa games. Hasil dari kegiatan yang dilaksanakan tergambar pada terlaksananya beberapa capaian diantaranya jumlah target peserta, penguasaan materi oleh peserta dan terlaksananya tujuan penyuluhan yang hamper semuanya dapat dikatakan baik dan berhasil. Ke depan, diharapkan agar kegiatan serupa dapat terus dilanjutkan utamanya pada anak Sekolah Dasar, dengan harapan bahwa Ketika seseorang diberikan edukasi terkait Kesehatan sedini mungkin, nantinya dapat membawa dampak yang positif bagi kelangsungan hidup dan kesehatannya.
Perawatan Luka dan Edukasi Kebersihan Lingkungan pada Pelajar SD di Desa Tanggelang Kabupaten Polewali Mandar Fitriani Nurdin
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.219

Abstract

Latar belakang: Ketika masalah fisik terjadi, perhatian harus diberikan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut akibat perkembangan jaringan. Masyarakat sebenarnya membutuhkan data dalam hal perawatan luka, terutama pada anak-anak yang sering terjatuh, sehingga menimbulkan luka akibat aktivitas proaktif seperti mengendarai sepeda dan akhirnya terjatuh. Data mengenai segala hal yang berhubungan dengan penyembuhan luka dan kebersihan badan dinilai sangat minim di mata masyarakat, hal ini juga mampu dilakukan oleh generasi muda, hal ini bisa terjadi karena kurangnya informasi mengenai perawatan luka dan kebersihan lingkungan. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memperluas pemahaman anggota dalam mengartikan perawatan luka dan kerapian ekologis. Pendampingan ini akan dilakukan di SDN 014 Kota Tanggelang Rezim Polewali Mandar pada tanggal 27 Mei 2024. Tindakan tersebut dilakukan dengan mengadakan pre-test, untuk mengetahui dimana yang mendasari pemahaman anggota, setelah itu penyampaian materi, praktek, banyak percakapan dan pasca-kerja selesai. Tes dilakukan terhadap siswa kelas 1-6 SDN 014 Kota Tanggelang Rezim Polewali Mandar sebanyak 53 orang. Nilai normal pre-test 83,49 ± 20,33 dan nilai normal post-test 87,97 ± 16,25. Konsekuensi uji terukur Wilcoxon Rank menunjukkan nilai p = 0,041 (p < 0,05). Disimpulkan bahwa setelah persiapan selesai, terdapat perbedaan yang sangat besar antara informasi perawatan cedera dan informasi kebersihan ekologi sebelum persiapan dan setelah persiapan dilakukan yang sangat membantu sehingga moderator sangat berterima kasih. bahwa bantuan ini benar-benar dibutuhkan oleh para anggota.
Penyuluhan Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Tatanan Rumah Tangga Tuty Alawiyah Alimuddin
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.220

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah kebiasaan yang sudah selayaknya dijadikan kebiasaan secara sadar oleh sebuah keluarga, sehingga anggota keluarga dapat menjaga dirinya sendiri sehingga dapat tetap sehat juga mampu mengambil peran aktif di lingkungan yang lebih luas lagi, yakni lingkup masyarakat terkait kegiatan Kesehatan. Walaupun telah terjadi peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sehubungan dengan perilaku kebersihan namun wawasan masyarakat terkait (PHBS) terbilang masih kurang baik, sehingga masih cukup tinggi risiko individu mengalami masalah kesehatan. Hasil survey terkait perilaku kesehatan yang dilakukan di wilayah Dusun Sosso, Desa Saragian menyajikan data bahwa vektor yang dapat menyebabkan masalah kesehatan di lingkungan rumah tangga yaitu lalat sebanyak 32% dan nyamuk sebesar 68%. Terdata sejumlah 32% rumah tangga masih membuang sampah di sembarang tempat, dan sebanyak 3% yang membuangnya ke sungai. Rumah tangga yang air limbahnya dialirkan ke selokan sebesar 53%, dan sebersar 32% mengalirkannya ke sembarang tempat. Penyakit yang diderita masyarakat dalam 6 bulan terakhir yaitu 35% menderita ISPA dan 6% lainnya menderita diare. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatnya wawasan, pemahaman dan kesadaran keluarga tentang pentingnya membiasakan diri untuk menjalankan pola hidup bersih sehat pada tatanan keluarga. Sasaran dari penyuluhan ini adalah masyarakat dusun Sosso, Desa Saragian. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dengan menggunakan poster. Secara umum kegiatan ini mampu menambah wawasan serta pemahaman masyarakat tentang pentingnya penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam tatanan keluarga.
Deteksi Dini Kanker Serviks mengenai Pentingnya Pemeriksaan IVA Desa Tenggelang Kabupaten Polewali Mandar Rasmawati, Rasmawati
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i1.221

Abstract

Pendahuluan: Frekuensi pertumbuhan keganasan serviks masih sangat tinggi dan dipengaruhi oleh perilaku lokasi dini yang masih rendah. Beberapa Kelompok Masyarakat Fokus Kesejahteraan di Rezim Polewali Mandar sudah memiliki program tes IVA, namun penyajiannya masih kurang baik karena kurangnya motivasi para ibu untuk melakukan identifikasi dini. Teknik: Regenerative Organ Assessment (ROSE) merupakan strategi dasar yang dapat dilakukan ibu sendiri untuk melihat apakah terdapat masalah pada organ konsepsinya. Pendidikan kesehatan perlu dilakukan untuk memperluas informasi dan wawasan ibu tentang kanker serviks. Maksud dari Pemda ini adalah mengupayakan cara berperilaku ibu-ibu di Pemerintahan Polewali Mandar, kali ini diterapkan dalam identifikasi dini pertumbuhan kanker serviks di Kota Tenggelang Rezim Polewali Mandar dengan menggunakan strategi IVA dan metode ROSE. Dilanjutkan dengan data tentang penyakit serviks dan ROSE serta pendidikan tentang pentingnya Through assesment, dilanjutkan dengan diskusi interaktif dengan anggota. Hasil: Pemberian kelompok masyarakat ini memberikan perluasan informasi dan mentalitas para ibu sehubungan dengan identifikasi dini pertumbuhan ganas serviks. Beberapa ibu yang memiliki pilihan untuk menjawab pertanyaan terkait IVA dan memerlukan penilaian IVA menunjukkan inspirasi yang lebih luas setelah menjadi sutradara. Akhir: Persiapan deteksi dini kanker serviks dengan teknik ROSE dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan penemuan dini dalam upaya memerangi penyakit serviks. Setelah menyelesaikan administrasi daerah ini, para ibu diharapkan untuk terus melakukan identifikasi dini secara rutin, didukung oleh kerja dinamis dari sistem dan pekerja kesejahteraan.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di Wilayah Kerja Puskesmas Mapilli Hasmidar, Hasmidar; Sukmawati Sulfakar; Haerani, Haerani; Erviana, Erviana
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.321

Abstract

Latar belakang: Inisiasi Menyusui Dini (IMD) adalah proses memulai menyusui sesegera mungkin setelah bayi lahir, idealnya dalam waktu satu jam pertama setelah kelahiran. IMD melibatkan kontak kulit ke kulit antara ibu dan bayi segera setelah kelahiran, yang memungkinkan bayi untuk secara alami mencari dan menemukan payudara ibu untuk menyusu Tujuan: Untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di wilayah kerja Puskesmas Mapilli. Metode: Mengajukan pemecahan solusi kreatif dengan melakukan sosialisasi pada bidan jaga dan menyebar Leaflet kepada pasien. Hasil: sesuai dengan pengabdian kepada masyarakat yang di lakukan di Puskesmas Mapilli, menunjukkan bahwa pengetahuan ibu berhubungan secara bermakna dengan Inisiasi Menyusui Dini, dukungan suami berhubungan secara bermakna dengan Inisiasi Menyusui Dini, Dukungan petugas kesehatan berhubungan secara bermakna dengan Inisiasi Menyusui Dini. Dan sikap ibu berhubungan secara bermakna dengan Inisiasi Menyusui Dini.
Edukasi Seputar Kehamilan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polman Evi Wulandari; Tuty Alawiyah Alimuddin; Sri Aryati Artha
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.322

Abstract

Kehamilan yang sehat merupakan suatu hal yang sangat diinginkan bagi setiap ibu hamil. Banyak faktor yang mempengaruhi kondisi ibu dan janin, tidak hanya berasal dari ibu begitu juga dari suami, keluarga serta lingkungan masyarakat. Wanita dalam masa kehamilan banyak mengalami perubahan dalam dirinya, baik secara fisik maupun psikologisnya. Pada tahun 2020, jumlah kematian maternal di Indonesia mencapai 4.627 jiwa. Beberapa penyebab kematian maternal meliputi perdarahan sebanyak 1.330 kasus, hipertensi dalam kehamilan 1.110 kasus, infeksi 216 kasus, gangguan sistem peredaran darah 230 kasus, gangguan metabolik 144 kasus, jantung 33 kasus, COVID-19 sebanyak 5 kasus, dan lain-lain sebanyak 1.584 kasus. Jumlah kematian di Indonesia juga cukup tinggi pada tahun 2020, tercatat sebanyak 20.266 kasus. Tim Dosen STIKes Bina Bangsa Majene bekerjasama dengan Puskesmas Campalgian untuk memberikan edukasi kepada ibu hamil terkait seputar kehamilan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Tujuan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait mitos seputar kehamilan, tanda bahaya kehamilan dan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil selama masa kehamilan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini yaitu melakukan study pendahuluan untuk kegiatan pelaksanaan Pengabdian Masyarakat selanjutnya membuat persiapan dalam rangka pelaksanaan Pengabdian Masyarakat dengan membuat beberapa perencanaan, diantaranya menentukan lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat, menentukan sasaran, dan waktu pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat. Hasil yang telah dicapai adalah terlaksananya Pengabdian Masyarakat yaitu pemberian edukasi seputar kehamilan oleh tim Dosen dari STIKes Bina Bangsa Majene dan didampingi oleh Bidan di Puskesmas Campalagian Kabupaten Polewali Mandar.
Kandeba Melawan Stunting: Sosialisasi untuk Pappandangan Sehat Suharmi, Suharmi; Sukmawati Sulfakar; Risna Sari Dewi
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.323

Abstract

Latar belakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Isu stunting di Sulawesi Barat, khususnya di Desa Pappandangan merupakan masalah serius yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak Stunting tidak hanya memengaruhi kesehatan individu, tetapi juga berpotensi menghambat kemajuan sosial dan ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas sosialisasi Program Kandeba dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang sebagai langkah pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif, di mana masyarakat dilibatkan melalui penyuluhan, diskusi kelompok, dan distribusi materi edukasi mengenai gizi. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa sosialisasi Program Kandeba berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang gizi dan pencegahan stunting sebesar 70%. Selain itu, terjadi perubahan positif dalam perilaku gizi keluarga, yang tercermin dari peningkatan konsumsi makanan bergizi. Kesimpulannya, Program Kandeba terbukti menjadi strategi efektif dalam mengatasi masalah stunting di Pappandangan, serta berkontribusi pada upaya pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat dan produktif. Oleh karena itu, perlu dilanjutkan dan diperluas untuk mencapai hasil yang lebih signifikan.
Penyuluhan Mengenai Konsumsi Manis sebagai Upaya Pencegahan Masalah Gizi Yulianah Sulaiman; Ariani, Ariani; Nasriah, Nasriah
STIKes BBM Mengabdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): STIKES BBM Mengabdi
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56467/bbm.v2i2.324

Abstract

Pendahuluan Seiring dengan perkembangan zaman di era globalisasi ini, keberadaan makanan tradisional Indonesia mulai tersisihkan. Studi yang dilakukan Favalli, et.al, (dalam Adiasih, 2015, hlm. 114) mengenai perbandingan makanan tradisional dan modern, menemukan pengalaman konsumen secara keseluruhan dari produk tersebut. Hasil penelitian Favalli, et. al, (dalam Adiasih, 2015) menyatakan bahwa kombinasi penampilan (appearance), dan tekstur (texture) sangat mempengaruhi pemahaman konseptual keseluruhan produk makanan tersebut. Masyarakat Indonesia menganggap bahwa makanan non-tradisional lebih menarik secara keseluruhan dibandingkan dengan mengkonsumsi makanan tradisional Indonesia. Bubur sumsum merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari tepung beras yang dimasak dengan santan dan disajikan dengan saus yang terbuat dari gula merah atau biasa disebut kuah kinca, untuk menambah rasa manis, gurih dan lezat (Paskalina, 2017, hlm. 41). Jajanan pasar tradisional Indonesia yang satu ini cukup digemari oleh masyarakat Indonesia karena teksturnya yang lembut sehingga dapat dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia, dari yang muda sampai yang tua. Namun saat Status gizi mencakup keseimbangan antara asupan zat gizi makro (seperti karbohidrat, protein, dan lemak) dan zat gizi mikro (termasuk vitamin dan mineral) yang diperlukan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan yang optimal. Status gizi dipengaruhi oleh asupan makanan dan penyakit infeksi (Chiplonkar, S.,2002; Tasgin, 2017). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendeteksi obesitas sejak dini dengan mengukur status gizi dan memberikan edukasi mengenai konsumsi minuman manis yang perlu diberikan untuk mencegah obesitas. Metode pengukuran status gizi dengan mengukur tinggi badan dan berat badan kemudian menghitung nilai IMT/U. Hasil pengukuran dicatat pada buku kendali antropometri. Edukasi mengenai minuman manis menggunakan booklet bergambar dalam tiga bahasa. Hasil skrining menunjukkan bahwa 43% (Pustu Bonde Utara) dan 20% (Pustu Bonde) mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Anak memiliki riwayat mengonsumsi minuman manis, soda, dan minuman berenergi. Simpulan Setelah mendapatkan edukasi, anak- anak mengetahui bahwa mengonsumsi makanan manis tidak dilarang, tetapi konsumsinya harus dibatasi agar tidak menyebabkan obesitas.