cover
Contact Name
Widhi Kurniawan
Contact Email
kurniawan.widhi@uho.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jipho@uho.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo Kampus Hijau Bumi Tridharma Jl. H.E.A. Mokodompit, Anduonohu, Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia 93232. Telp/fax: (+62-401-3190791)
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25481908     DOI : https://doi.org/10.56625
JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo) is a scientific journal in the field of animal husbandry which includes; breeding and genetics, reproduction, physiology, nutrition, feed technology, forage, livestock production, biotechnology, behavior, health, livestock systems, socio-economics, policy, and livestock product technology.
Articles 114 Documents
Pengaruh Jenis Domba Terhadap Performa Produksi Masa Pasca Sapih Gusti Burhan Pratama; Ma’arif Nur Izzudin; Win Ariani Novianingsih; Satria Budi Kusuma
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.158

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis domba terhadap performa produksi masa pasca sapih. Penelitian ini dilakukan selama 42 hari. Domba yang diteliti yaitu domba ekor tipis jantan lepas sapih sebanyak lima ekor dan domba ekor gemuk jantan lepas sapih sebanyak lima ekor. Parameter penelitian ini meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan harian (PBBH), konversi pakan, dan Income Over Feed Cost (IOFC). Metode penelitian ini menggunakan Uji T-test: Paired Two Sample for Means pada program Microsoft Excel 2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa produksi pasca sapih (konsumsi pakan, PBBH, konversi pakan, dan IOFC) antara domba ekor tipis dengan domba ekor gemuk tidak berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan penelitian maka dapat disimpulkan bahwa jenis domba tidak berpengaruh nyata terhadap performa produksi pasca sapih.
Dinamika Populasi Kerbau Rawa (Bubalus Bubalis Carabanesis) di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan Nur Nilam Sari; La Ode Nafiu; Muh. Rusdin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.159

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi ternak kerbau rawa di Kecamatan Angata Kabupaten Konawe Selatan menggunakan metode survey dengan teknik snowball sampling serta penentuan lokasi secara purposive sampling sehingga diperoleh sebanyak 25 responden dengan variasi penelitian meliputi jumlah anak, muda dan dewasa jantan maupun betina, angka kelahiran, angka pembelian, angka kematian, angka penjualan, angka pemotongan, angka imigrasi dan emigrasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk setiap variabel yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan jumlah ternak kerbau di Kecamatan Angata sebanyak 91 ekor dengan kerbau anak jantan 13 ekor (14,29%), anak betina 12 ekor (13,19%), muda jantan dan betina 11 ekor (12,09%), dewasa jantan 4 ekor (4,40%), dewasa betina 40 ekor (43,96%), rata-rata persentase kelahiran 12,19%, rata-rata persentase pembelian 2,21%, rata-rata persentase kematian 2,99%, rata-rata persentase penjualan 8,02, rata-rata persentase pemotongan 0,26%, rata-rata imigrasi dan emigrasi 0%, dan rata-rata perkembangan populasi kerbau 3,56% per tahun.
Perpaduan Silase Kulit Nanas dan Daun Singkong dengan Penambahan Berbagai Level Molases Berdasarkan Penilaian Nutrisi Jepri Juliantoni; Deni Fitra; Anwar Efendi Harahap; Wisnu Anggoro
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.160

Abstract

Limbah pertanian berupa kulit nanas dan daun singkong berpotensi sebagai pakan ruminansia karena masih memiliki nutrien yang cukup baik yaitu protein 8,79% dan 29% sehingga dapat dioptimalisasi menjadi produk silase. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas nutrisi silase limbah kulit nanas dan daun singkong dengan penambahan berbagai molases. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, dengan 5 x 2, diulang 2 kali. Faktor A adalah komposisi kulit nanas dan daun singkong yaitu S1 = 100% kulit nanas; S2 = 75% kulit nanas + 25% daun singkong; S3 = 50% kulit nanas + 50% daun singkong; S4 = 25% kulit nanas + 75% daun singkong; S5 = 100% daun singkong dan faktor B adalah level molases yaitu P0 = 5% molases dan P1 = 10% molases. Parameter yang diamati adalah protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan abu. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara faktor S dan faktor P (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan abu. Faktor S berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, lemak kasar dan abu. Faktor P berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan protein kasar, serat kasar dan lemak kasar. Perlakuan yang memberikan hasil terbaik adalah dengan komposisi 25% kulit nanas + 75% daun singkong dan level molases 5%.
Pemanfaatan Limbah Organik Berbeda Sebagai Media Budidaya Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Razid Razid; Deki Zulkarnain; Rusli Badarudin
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.161

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan limbah organik berbeda sebagai media budidaya maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL terdiri atas 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah (P1) 100% limbah buah nanas, (P2) 100% limbah sayuran kol, (P3) 100% jeroan ikan tuna, (P4) 100% limbah warung makan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maggot BSF dalam memanfaatkan limbah warung makan lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain sebagai media budidaya, dengan reduksi substrat (96,27%), waste reduction index (WRI) (3,85%), biokonversi (62,93%) dan feed conversion rate (FCR) (1,59). Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa limbah organik yang baik sebagai media budidaya maggot BSF (Hermetia illucens) secara berturut-turut adalah limbah warung makan, jeroan ikan tuna serta limbah sayur kol dan limbah buah nanas. Berdasarkan dari aspek reduksi substart, waste reduction index (WRI), biokonversi serta Feed conversion rate (FCR) limbah warung makan memberikan pengaruh yang signifikan.
Pengaruh Perbedaan Bangsa Kambing Sannen dan Sapera terhadap Kualitas Susu Catur Suci Purwati; Aprilia Surandari; Ahimsa Kandi Sariri; Sri Sukaryani
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 6 No. 4 (2024): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v6i4.162

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan bangsa terhadap kualitas fisik susu kambing Sannen dan Sapera. Kambing sannen betina laktasi yang berjumlah 9 ekor dan Kambing sapera betina laktasi yang berjumlah 9 ekor. Sampel susu yang diambil sebanyak tiga kali pengambilan, sebanyak masing-masing 100 ml tiap ekor tiap perlakuan, di peternakan Bamboe Koening Farm. Rancangan percobaan menggunakan independent student T-Test dengan 2 perlakuan dan 9 ulangan. Variable yamg diamati pH, berat jenis, uji keasaman, uji titik didih dan uji reduktase. Perlakuan dalam penelitian ini adalah perlakuan pertama susu Kambing Sannen dan perlakuan kedua susu Kambing Sapera. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa perbedaan susu pada bangsa kambing Sannen dan Sapera menunjukkan bahwa uji alkohol negatif, tidak berpengaruh terhadap pH, keasaman, dan titik didih. berpengaruh pada berat jenis, sedangkan uji reduktase terbaik pada kambing sannen 4,15 jam dan sapera 4 jam.
Kinerja Reproduksi Kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna: Reproductive Performance of Goats in South Tongkuno District, Muna Regency La Ode Baitul Makmur; Rahim Aka; Syamsuddin; Astriana Napirah; Muh. Rusdin; La Ode Muh. Munadi
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.181

Abstract

Ternak kambing  merupakan salah satu jenis ternak ruminansia kecil yang dipelihara untuk tujuan  penghasil daging, susu dan dwiguna (daging dan susu). Usaha ternak kambing biasanya merupakan usaha peternakan rakyat sebagai usaha sambilan dengan tujuan untuk dijadikan tabungan dan sebagian kecil kecil dijadikan sebagai usaha komersil. Pengelolaan usaha ternak kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna sudah dilakukan pemeliharaan secara intensif yaitu  dikandangkan selama 24 jam dengan sistem pemberian pakan cut and Carry, namun masih minim mengadopsi teknologi peternakan dalam menjalanan usaha peternakan kambing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja reproduksi kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2024 dengan menggunakan metode sensus yaitu 36 peternak sebagai responden penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja reproduksi kambing di Kecamatan Tongkuno Selatan Kabupaten Muna rata-rata sudah baik yaitu umur pertama estrus 8,58±0,66 bulan, umur pertama kawin 12,05±022 bulan, litter size 1,69±0,42 ekor, jarak beranak 8,44±0,25 bulan, lama bunting 5,00±00 bulan, tipe kelahiran kembar dua 63,64%, tunggal 35,04% dan kembar tiga 0,83%, mortalitas berdasarkan jumlah populasi 9,50% serta mortalitas berdasarkan jumlah induk melahirkan 17%.   Kata Kunci: Kinerja reproduksi, kambing, Tongkuno Selatan. . Abstract. Goats are a type of small ruminant kept for meat, milk and dual purpose (meat and milk) production. Goat rearing is usually a part-time enterprise for savings and a small part is used as a commercial enterprise. The management of goat farming in South Tongkuno Sub-district, Muna Regency has been carried out with intensive maintenance, namely keeping in cages for 24 hours with a cut and carry feeding system, but still minimal adoption of animal husbandry technology in running goat farming businesses. This study aims to analyse the reproductive performance of goats in South Tongkuno District, Muna Regency. The research was conducted in June-July 2024 using census method with 36 farmers as research respondents. The results showed that the reproductive performance of goats in South Tongkuno Subdistrict, Muna Regency was on average good, namely age at first estrus 8.58 ± 0.66 months, age at first mating 12.05 ± 022 months, litter size 1.69 ± 0. 42 heads, lambing period 8.44 ± 0.25 months, gestation period 5.00 ± 00 months, twin births 63.64%, single births 35.04% and triple births 0.83%, mortality 9.50% in relation to population size and 17% in relation to the number of dams giving birth.   Keywords: Reproductive performance, goats, South Tongkuno.
Perubahan Lingkar Dada, Dalam Dada, serta Lebar Dada pada Kambing Kacang Jantan yang Memperoleh Pakan dengan Level Energi yang Berbeda: Changes in Chest Circumference, Chest Girth, and Chest Width of Male Kacang Goats Fed Diets with Different Energy Levels Alexander Nahak; Paulus Klau Tahuk; Yuliana Kolo
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.191

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan dalam, lebar, dan lingkar dada kambing kacang jantan ketika diberi pakan dengan tingkat energi yang berbeda. Ternak yang digunakan berupa 9 ekor kambing kacang jantan yang dibagi dalam 3 kelompok perlakuan sesuai rancangan acak lengkap (RAL).  Rata-rata berat badan awal ternak 10-13 kg, dengan kisaran umur 12-14 bulan (sesuai estimasi gigi). Ketiga perlakuan masing-masing adalah T1: ternak memperoleh level energi (TDN) 65%+PK 15%; T2: ternak memperoleh level energi (TDN) 67%+PK 15%; dan T3: ternak memperoleh level energi (TDN) 70%+PK 15%; dengan masing-masing perlakuan memiliki ulangan sebanyak 3 ekor ternak. Variabel yang diamati meliputi perubahan lingkar dada, dalam dada dan lebar dada. Data dianalisis dengan Anova, dilanjutkan dengan uji Duncan apabila ada perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan lingkar dada, dalam dada, dan lebar dada kambing Kacang jantan yang memperoleh pakan dengan level energi yang berbeda pada ke-3 kelompok relatif sama (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan level energi pada kisaran 65% TDN + PK15% - 70% TDN + PK 15% sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan kambing kacang jantan yang ditunjukkan oleh pertumbuhan maksimal yang relative sama pada lingkar dada, dalam dada, dan lebar dada.
Literature Review: Pengaruh Produksi Asam Propionat terhadap PBBH Ternak Domba: Literature Review: Effect of Propionic Acid Production on PBBH of Ruminant Livestock Lulu'u Wilda Maslachah; Imas Aisyah
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.193

Abstract

Peningkatan produktivitas ternak domba dapat dilakukan dengan teknologi yang mudah diterapkan oleh kalangan peternakan rakyat dan mampu memperbaiki efisiensi proses produksi. Metabolisme fermentatif kearah pembentukan proporsi propionat yang lebih banyak dapat menekan terbentuknya metan di dalam rumen, dengan demikian efisiensi penggunaan energi akan meningkat sehingga kinerja penggemukan dapat diperbaiki. Penelitian ini adalah hasil literature review dari hasil riset terdahulu menggunakan aplikasi Publish or Perish versi 8.12.4612.8838 dan Google Scholar. Khusus terfokus pada pengaruh asam propionate terhadap PBBH domba. Hasil penelitian berdasarkan literature review adalah metabolisme energi dalam ternak ruminansia dipengaruhi oleh VFA. Produksi VFA memerlukan sumber karbohidrat yang ada di dalam ransum, karena bahan tersebut merupakan sumber energi yang potensial untuk menstimulir pembentukan propionat. Asam propionat yang bersifat glukogenik yang mengalami glukoneogenesis masuk ke dalam hati diubah menjadi glukosa darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah. Semakin tinggi pemberian konsentrat pada pakan maka akan diikuti oleh peningkatan asam propionat sehingga terjadi peningkatan pembentukan glukosa. Pemberian konsentrat dapat meningkatkan kadar protein. Dengan meningkatnya jumlah protein dalam pakan maka akan semakin meningkatkan pembentukan protein tubuh/daging. Imbangan protein-energi dalam ransum sangat menentukan efisiensi penggunaan nutrient yang sekaligus berpengaruh pada produktifitas ternak yang mengkonsumsinya. Peningkatan produksi asam propionate menunjukkan bahwa terdapat peningkatan juga pada PBBH ternak domba.
Perbandingan kemampuan deteksi estrus sapi berbasis pengetahuan peternak dan konfirmasi sitologi vagina pada kelompok breeding di Merauke: Comparison of cow estrus detection capabilities based on breeders' knowledge and vaginal cytology confirmation in breeding groups in Merauke Nurcholis Nurcholis; Lilik Sumaryanti; Apri Irianto; Maria Magdalena N N Lesik; Irine Ike Praptiwi; Desmina K Hutabarat; Syetiel Maya Salamony
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.199

Abstract

Pengetahuan deteksi estrus sangat dibutuhkan oleh peternakan breeding. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan peternak dalam deteksi estrus pada sapi, untuk mengetahui keakuratan deteksi yang dilakukan oleh peternak diperlukan konfirmasi menggunakan sitologi vagina. Metode yang digunakan adalah wawancara dan uji sitologi vagina menggunakan larutan Giemsa, sebanyak 45 responden dan 30 ekor sapi betina digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profil peternakan breeding dilakukan skala tradisional dan semi intensif. Selain itu, pengalaman beternak lebih dari 40 tahun dengan rata-rata umur peternak 26-67 tahun. Deteksi estrus berdasarkan pengalaman peternak di identifikasi dengan keluarnya lendir dan ternak diam saat dinaiki ternak lainya. Keakuratan deteksi estrus yang dilakukan oleh peternak mencapai 80% setelah dikonformasi dengan sitologi vagina. Kesimpulan bahwa peternak mampu mengidentifikasi siklus estrus dengan baik, dan kondisi ini dapat meningkatkan tingkat kebuntingan pada ternak sapi betina pasca perkawinan.
Artificial Intelligence untuk Peningkatan Produktivitas Ternak: Pendekatan Inovatif dalam Peternakan: Artificial Intelligence for Improved Livestock productivity: Innovative Approaches in Animal Husbandry Nisrina Qurratul Aini; Andi Citra Septaningsih
Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo Vol. 7 No. 1 (2025): JIPHO (Jurnal Ilmiah Peternakan Halu Oleo)
Publisher : Jurusan Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56625/jipho.v7i1.234

Abstract

Sektor peternakan merupakan sektor yang berkembang pesat di Indonesia hal ini sejalan dengan program pemerintah terkait pemenuhan gizi protein asal hewan untuk masyarakat Indonesia. Pemanfaatan Teknologi Kecerdasan Buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam sektor peternakan di Indonesia menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai masalah terkait program di Indonesia dalam meningkatkan pemenuhan kebutuhan protein asal hewan. Metode penelitian ini meliputi kajian literatur tentang aplikasi AI terkini dalam peternakan, serta studi kasus dari implementasi di Indonesia. Artificial Inteligence dapat memainkan peran kunci dalam mengoptimalkan produksi dan distribusi produk peternakan. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan AI dalam meningkatkan efisiensi operasional peternakan melalui manajemen pakan cerdas, pemantauan kesehatan hewan secara real-time, dan otomatisasi proses produksi. Artificial Inteligence memungkinkan penggunaan sensor dan analisis data untuk memberikan rekomendasi terkait pakan, mendeteksi dini penyakit, dan memantau kesejahteraan hewan, yang dapat mengurangi kerugian dan meningkatkan hasil produksi. Penggunaan AI dalam sektor peternakan menghadapi berbagai tantangan seperti biaya implementasi AI yang tinggi, kebutuhan infrastruktur teknologi yang memadai, dan keterbatasan tenaga kerja terampil. Artificial Intelligence dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan produktivitas peternakan, serta mendukung pemenuhan kebutuhan protein hewani masyarakat. Kesimpulannya, meskipun terdapat tantangan yang harus diatasi, integrasi AI dalam sektor peternakan diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan keberlanjutan industri peternakan di Indonesia.

Page 5 of 12 | Total Record : 114