cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
PERAN ORANG TUA DALAM MENGATUR PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI Dini Septi Harianti; Sigit Prasetyo; Sibawaihi Sibawaihi; Muhammad Abid Al Faqh
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.96477

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi peran penting orang tua dalam mengelola penggunaan gadget pada anak usia dini. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, gadget menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Penggunaannya tidak hanya terbatas pada orang dewasa, namun kini juga melibatkan anak-anak sejak usia dini. Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak-anak bisa memengaruhi kesehatan fisik dan mental mereka. Oleh karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting dalam mengatur dan mengontrol penggunaan gadget agar tidak menimbulkan dampak negatif. Penelitian ini dilakukan di RT.05 Dusun Pelita Dasan Agung Baru, Kota Mataram, dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pendekatan ini menggambarkan secara rinci situasi di lapangan melalui wawancara dengan orang tua serta observasi mengenai cara orang tua dalam mengatur pemakaian gadget pada anak-anak mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat krusial dalam mengontrol penggunaan gadget, yang bertujuan untuk memastikan gadget digunakan secara tepat dan bertanggung jawab. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam menekankan peran orang tua dalam mengatur pemakaian gadget pada anak usia dini. Pengawasan yang baik dapat menghindarkan anak dari dampak negatif terhadap kesehatan, perkembangan mental, serta perkembangan sosial mereka, sehingga memastikan anak dapat memanfaatkan teknologi dengan bijak dan bertanggung jawab
PERMAINAN SUNDA MANDA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN FISIK MOTORIK KASAR LOKOMOTOR ANAK USIA DINI Himmah Taulany; Winarti Winarti
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i2.87505

Abstract

Latar belakang penelitian pengembangan aspek motorik kasar lokomotor anak usia dini di TK IT Al Hidayah dirasa masih kurang maksimal. Oleh karena itu membutuhkan inovasi dan variasi metode lainnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan dan menganalisis permainan sunda manda dapat meningkatkan kemampuan fisik motorik kasar lokomotor anak usia 4-5 tahun di TK IT Al-Hidayah. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelompok A Zubair bin Awwam TK IT Al Hidayah dengan teknik pengambilan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan studi pendahuluan, kemampuan motorik kasar lokomotor kurang baik yaitu aspek keseimbangan sebanyak 42,3%, lalu pada pertemuan pertama sebanyak 55,8% meningkat lagi pada pertemuan kedua menjadi 84,6% dan terakhir setelah melakukan kegiatan sunda manda secara rutin meningkat menjadi 96,2%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa dengan adanya kegiatan sunda manda secara rutin dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar lokomotor yang awalnya kurang baik dengan terlaksananya kegiatan permainan sunda manda secara rutin dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar lokomotor.
PENGARUH EKSPERIMEN MAGNET TERHADAP KEMAMPUAN SAINS DI TK NUR ILAAHI KOTA PADANG Wirma Izati; Yaswinda Yaswinda; Farida Mayar; Zulminiati Zulminiati
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.100419

Abstract

Keterbatasan fasilitas dalam kegiatan sains menyebabkan metode eksperimen jarang dilaksanakan. Hal ini menyebabkan anak-anak kurang memiliki kesempatan dalam mengembangkan kemampuan sains secara langsung. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh eksperimen magnet terhadap kemampuan sains anak di Taman kanak-kanak Nur Ilaahi Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain quasi eksperimen. Populasi dalam penelitian ini ialah semua anak Taman Kanak-kanak Nur Ilaahi Lubuk Buaya Kota Padang, dengan jumlah 12 orang anak dari kelas B1 dan B3. Data dikumpulkan melalui lembar pernyataan. Selanjutnya, data diolah menggunakan uji hipotesis (uji t) dengan bantuan SPSS 30.0 for Windows. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0.002 < 0.05. Hasilnya, diperoleh perbedaan yang sangat besar antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Maka dari itu, eksperimen magnet berdampak pada kemampuan sains anak. Dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Jadi, eksperimen magnet berpengaruh terhadap kemampuan sains anak.
PENGEMBANGAN MEDIA SMARTBOX SEKAR UNTUK MENSTIMULASI MOTORIK HALUS ANAK USIA 4-5 TAHUN Dyah Sekar Wijayanti; Usep Kustiawan; Munaisra Tri Tirtaningsih
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.103427

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan keterampilan penting yang melibatkan koordinasi otot jari dan perlu dikembangkan sejak dini untuk mendukung aktivitas sehari-hari anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran inovatif bernama Smartbox Sekar yang dapat menstimulasi keterampilan motorik halus anak usia 4–5 tahun. Penelitian melibatkan uji coba kelompok kecil sebanyak 10 anak dan kelompok besar sebanyak 33 anak di tiga taman kanak-kanak di Kota Malang. Smartbox Sekar berbentuk balok vertikal berbahan triplek dengan berbagai sisi aktivitas, seperti menulis, menggunting, meronce, menjahit, serta mengklasifikasikan warna dan bentuk. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Hasil validasi oleh ahli media dan materi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi dengan skor 96,75%. Uji coba juga menunjukkan peningkatan ketertarikan dan kemampuan motorik halus anak, dari 77,89% pada kelompok kecil menjadi 91,1% pada kelompok besar. Temuan ini menunjukkan bahwa Smartbox Sekar merupakan media pembelajaran yang valid, efektif, dan menarik untuk pendidikan anak usia dini dalam mendukung perkembangan motorik halus melalui kegiatan bermain yang interaktif dan bermakna.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK USIA 4-5 TAHUN MELALUI GAME BASED LEARNING Tri Marjianti; Anjar Fitrianingtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106451

Abstract

Kemampuan membaca pada anak usia dini digunakan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan. Pembelajaran membaca permulaan diberikan secara sederhana kepada anak usia 4-5 tahun dengan fokus pemahaman terhadap simbol huruf serta kemampuan membaca suku kata hingga kata. Tujuan penelitian ini yaitu meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun melalui metode game-based learning. Penelitian ini menerapkan penelitian tindakan kelas dengan mengadopsi model yang diperkenalkan oleh Kemmis dan McTaggart melalui pemberian tindakan selama 2 siklus dengan 3 kali pertemuan. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini mengambil subjek anak usia 4-5 tahun sejumlah 18 anak, dengan memakai 3 tiga teknik dalam proses pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan indikator menyebutkan simbol huruf dan angka, membaca suku hingga merangkainya menjadi kata, membaca kata, dan mencocokkan kata dengan gambar. Hasil pelaksanaan tindakan terhadap kemampuan membaca permulaan anak secara klasikal menunjukkan peningkatan, yaitu pada siklus I ketuntasan sebesar 55,55% dan siklus II sebesar 83,33% dan hasil penilaian pada pratindakan hanya sebesar 27,77%. Hasil tersebut telah mencapai target dari indikator keberhasilan penelitian sebesar 75% . Perolehan data tersebut dapat dibuktikan kemampuan membaca permulaan anak usia 4-5 tahun berhasil ditingkatkan melalui implementasi game based learning.
PENGARUH SELF REGULATED LEARNING TERHADAP DISIPLIN DIRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Sarah Sausan Nafiah; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.100496

Abstract

Usaha dalam proses pendidikan menuju jenjang selanjutnya disebut dengan masa transisi. Keberadaan masa transisi menjadi bagian penting dalam kesiapan sekolah untuk beradaptasi di sekolah dasar. Kesiapan sekolah diwujudkan melalui proses pemenuhan masa transisi yang optimal dengan memerhatikan adanya beberapa dimensi kesiapan sekolah anak, salah satunya adalah disiplin diri. Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun karena pelaksanaannya masih belum optimal. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Subjek penelitian berjumlah 21 anak kelompok B di salah satu TK di Kecamatan Banjarsari. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan lembar instrumen behavioral checklist. Hasil penelitian dianalisis menggunakan uji Shapiro Wilks dengan teknik paired sample t-test. Analisis data hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test meningkat lebih signifikan sebesar 25.71 dibandingkan dengan nilai rata-rata pre-test yaitu 17.19. Hasil uji t memperoleh nilai signifikansi sebesar <0,001 <0,05 yang diartikan terdapat perbedaan signifikan antara data pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, maka Ha diterima dan Ho ditolak. Dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh self-regulated learning terhadap disiplin diri anak usia 5-6 tahun. Pendekatan self-regulated learning dapat dijadikan sebagai bahan referensi keilmuan mengembangkan disiplin diri anak dalam memaksimalkan masa transisi menuju tahapan selanjutnya.
HUBUNGAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAUD TERHADAP PENERAPAN PEMBELAJARAN STEAM Hafidzah Nur Adzani; Nurul Kusuma Dewi; Vera Sholeha
Kumara Cendekia Vol 12, No 1 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i1.64842

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD terhadap penerapan pembelajaran STEAM. Penelitian dilakukan di Surakarta dengan subjek penelitian adalah guru PAUD yang telah menerapkan STEAM dikelasnya. Jenis penelitian merupakan kuantitatif korelasi menggunakan dua instrument kuesioner yaitu kuesioner kompetensi pedagogik dan kuesioner pembelajaran STEAM sebagai teknik pengumpulan data. Hasil yang diperolah pada penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antar hubungan kompetensi pedagogik guru PAUD dan penerapan pembelajaran STEAM dengan nilai signifikansi sebesar 0,013. Tingkat hubungan berada pada kategori sedang dengan nilai pearson correlation sebesar 0,446 dan bersifat positif yang dapat disimpulkan apabila guru dengan kompetensi pedagogik semakin tinggi maka telah menerapan pembelajaran STEAM dikelas yang semakin baik dan sebaliknya jika guru dengan kompetensi pedagogik rendah maka belum menerapkan pembelajaran STEAM secara baik.
IMPLEMENTASI PERMAINAN TRADISIONAL BENTENGAN DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN KERJASAMA ANAK USIA DINI Retno Risti Darmawanti; Anita Oktaviana
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.75217

Abstract

Kerja sama adalah salah satu bentuk interaksi sosial yang terdapat aktivitas tertentu yang ditunjukkan untuk mencapai tujuan bersama dengan saling membantu dan saling memahami aktivitas masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerja sama pada anak melalui permainan tradisional bentengan di PAUD Azkya. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini merupakan wali kelas dan anak umur 5-6 tahun di kelas B sejumlah 24 anak yang meliputi 11 anak perempuan dan 13 anak laki-laki. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang dihasilkan tersebut selanjutnya peneliti analisis menggunakan reduksi data, display data, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa dalam kegiatan permainan tradisional anak usia 5-6 tahun di kelas B di PAUD Azkya sudah dilakukan dengan baik sesuai indikator kerja sama anak. Kegiatan permainan tradisional ini dapat dijadikan salah satu alternatif pengembangan kemampuan kerja sama dan sarana pengembangan berbagai aspek perkembangan bagi anak usia dini.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA PETANI TERHADAP PENDIDIKAN GIZI ANAK MASA GOLDEN AGE Wuri Annisa Nurfadlilah; Khamim Zakarsih Putro; Hibana Yusuf
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.101494

Abstract

Pola asuh orang tua, khususnya petani, memiliki peran penting dalam mengenalkan pendidikan gizi sejak dini pada anak. Pendidikan gizi bertujuan membiasakan anak dengan makanan sehat dan bergizi, dimulai dari lingkungan terdekat yaitu keluarga. Pola asuh keluarga petani relevan dalam mendorong pemerataan pemahaman gizi, mengingat profesi petani banyak dijumpai di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode ex-post facto dengan 44 orang tua petani yang memiliki anak usia 3–6 tahun di TK DW 1 dan 2 Kabupaten M. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dan data dianalisis dengan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan korelasi yang sangat lemah (R = 0,030) dan model regresi yang tidak signifikan (p = 0,850). Artinya, pola asuh orang tua petani tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pendidikan gizi pada masa golden age. Kesimpulannya, hubungan antara pola asuh dan pendidikan gizi tergolong lemah dan tidak signifikan, yang kemungkinan dipengaruhi oleh kebiasaan budaya serta akses informasi gizi yang terbatas. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan metodologi yang lebih kuat dan sampel lebih besar agar memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh pola asuh terhadap pendidikan gizi anak usia dini.
PENERAPAN MEDIA AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR ANAK USIA DINI Pascalian Hadi Pradana
Kumara Cendekia Vol 12, No 2 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i2.86044

Abstract

Perkembangan teknologi di zaman kini memerlukan pembelajaran yang menarik dan tidak membosankan bagi anak. Salah satunya penerapan teknologi Augmented reality (AR) dalam meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini. Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan media AR (Augmented Reality) untuk meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas pada 32 anak. Pengumpulan data yang digunakan menggunakan observasi, dokumentasi, dan angket. Analisis data menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitaif untuk mengetahui meningkatnya motivasi anak dalam bentuk angka, sedangkan data kualitatif untuk mendeskripsikan data dalam bentuk narasi. Hasil riset menyatakan pencapain motivasi belajar anak mengalami peningkatan setiap siklusnya. Motivasi anak dalam kriteria rendah mencapai 16 anak di siklus I berkurang menjadi 9 anak dan anak yang memiliki motivasi belajar cukup mencapai 12 anak di siklus I, sedangkan anak yang memiliki motivasi belajar baik mencapai 4 anak di siklus I. Untuk anak yang memiliki motivasi sangat baik tidak ada anak atau 0 anak meningkat menjadi 4 anak di siklus I dan 13 anak siklus II. Kesimpulannya menunjukkan penerapan media AR (Augmented Reality) dapat meningkatkan motivasi belajar anak usia dini. Adanya pembelajaran menggunakan media AR (Augmented Reality) ini dapat menarik perhatian anak dan juga dapat menumbuhkan rasa semangat.

Page 10 of 21 | Total Record : 203