cover
Contact Name
NURUL KUSUMA DEWI
Contact Email
kusuma.dewi@staff.uns.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
KUMARA CENDEKIA
ISSN : 2338008X     EISSN : 2716084X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru - Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 203 Documents
Design and Development of KURA (Number House cards) as a Numeracy Learning Medium for Early Childhood Education Ema Putri Amalia; Tuti Firdayani; Evia Darmawani
Kumara Cendekia Vol 14, No 1 (2026): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v14i1.104472

Abstract

The low numeracy skills of early childhood students at TK X Palembang represent the primary issue underlying this research, with initial observations revealing that only 20% of students achieved learning mastery. This problem is triggered by the use of monotonous conventional learning media, necessitating interactive innovations such as KURA (Number House Cards). This study aims to develop KURA media that is valid and practical to improve children's counting abilities. Employing a Research and Development (R&D) method with the ADDIE model, the subjects included 20 group B students, one teacher, and three expert validators. Data were collected through observations, interviews, documentation, and questionnaire instruments, followed by descriptive percentage analysis. The results indicated that the KURA media achieved a validity rate of 93.33% (highly valid) from material, media, and language experts. Furthermore, the practicality rate reached 93% based on teacher and student responses (highly practical). In conclusion, KURA media was successfully developed as an innovative, interactive, and feasible solution to overcome numeracy challenges in early childhood through an engaging visual-manipulative approach.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA EKSPRESIF ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI DIGITAL STORYTELLING Yessa Eka Vinata; Upik Elok Endang Rasmani
Kumara Cendekia Vol 13, No 1 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i1.99588

Abstract

Aspek perkembangan bahasa anak menjadi hal yang penting sebagai sarana berkomunikasi antara satu pihak dengan pihak yang lain. Tujuan dari penelitian ini adalah menggunakan teknik digital storytelling untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif siswa usia 5-6 tahun. Penelitian ini menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggabungkan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah unjuk kerja, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Triangulasi sumber dan triangulasi teknik digunakan dalam uji validasi penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan digital storytelling terdapat peningkatan pada bahasa ekspresif anak yaitu pada pratindakan sebesar 15,38%, siklus I sebesar 57,69% dan siklus II sebesar 76,92%. Keberhasilan anak menceritakan kembali cerita sesuai yang diperdengarkan sebagai unjuk kerja melalui pengamatan sebagai bukti peningkatan dari hasil penelitian yang telah dilakukan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan metode pembelajaran dengan digital storytelling dapat meningkatkan kemampuan bahasa ekspresif anak.
STRATEGI GURU DALAM MENGATASI PERILAKU AGRESIF DI ERA DIGITAL Hana Masalwa; Titin Kusayang
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.101025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru dalam mengatasi perilaku agresif anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah 3 orang guru, sedangkan data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi, sedangkan analisis data menggunakan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa strategi utama yang diterapkan guru meliputi regulasi emosi melalui metode bermain dan bercerita, serta pemberian teladan positif. Strategi ini unik karena menekankan pembatasan gawai secara sistematis dan mendorong keterlibatan aktif orang tua. Strategi tersebut bertujuan membantu anak mengembangkan kontrol emosi dan keterampilan sosial secara positif dan konstruktif.
IMPLEMENTASI PENDEKATAN SISTEM AMONG KI HAJAR DEWANTARA DALAM MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN ANAK Dita Dwi Angga Mahesthi; Adriani Rahma Pudyaningtyas
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.105646

Abstract

Kemandirian merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang perlu ditumbuhkan melalui pendekatan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendekatan Sistem Among Ki Hajar Dewantara dalam mengembangkan kemandirian anak usia 4–5 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan Sistem Among melalui prinsip Asah, Asih, dan Asuh berkontribusi terhadap perkembangan kemandirian anak dalam aspek pengambilan keputusan, keterampilan mengurus diri, kemampuan memecahkan masalah, serta kemandirian sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap penguatan praktik pendidikan anak usia dini berbasis karakter dan budaya Indonesia yang mengedepankan kebebasan bertanggung jawab, keteladanan, dan pembiasaan positif dalam membentuk sikap mandiri anak sejak dini.
PENGARUH METODE READ ALOUD DALAM BERCERITA TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI Alfin Mutawakila; Sri Setyowati; Mallevi Agustin Ningrum; Melia Dwi Widayanti
Kumara Cendekia Vol 12, No 3 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i3.89881

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku kemandirian anak di TK Islam Darul Muttaqin yang belum maksimal dan belum sesuai perkembangan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji pengaruh metode read aloud dalam bercerita terhadap kemandirian anak usia 4-5 tahun. Penelitian eksperimen ini menggunakan metode penelitian pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental, one group pre-test dan post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak kelompok A di TK Islam Darul Muttaqin Nganjuk dengan jumlah sampel sebanyak 23 anak. Terdapat 3 indikator kemandirian yang diamati oleh peneliti, yaitu pantang menyerah, percaya diri, dan berani mencoba. Penelitian ini dilakukan sejumlah 8 kali pertemuan dengan pre-test 1 kali, treatment 6 kali, dan post-test 1 kali. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data observasi dan menggunakan teknik analisis data dengan Uji Wilcoxon. Berdasarkan hasil perhitungan Uji Wilcoxon yang dibantu dengan SPSS for Windows Versi 22, diketahui hasil hitung Asymp. Sig. (-2 tailed) 0.000 < 0.50, maka sesuai dasar pengambilan keputusan Uji Wilcoxon dapat diketahui bahwa Ho ditolak, sehingga Ha diterima. Pengaruh metode read aloud dalam bercerita terhadap kemandirian anak yaitu dapat mengajarkan anak untuk pantang menyerah, percaya diri, dan berani mencoba.
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS STEAM MENGGUNAKAN AUGMENTED REALITY PADA KREATIVITAS ANAK USIA DINI Mely Efriyani; Meriyati Meriyati; Erfha Nurrahmawati
Kumara Cendekia Vol 13, No 2 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i2.101786

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya penggunaan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan kreativitas pada anak usia dini. Masih ditemukan penggunaan media ajar yang kurang bervariatif dalam mengembangkan kreativitas anak usia dini, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics) menggunakan Augmented Reality. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE. Data dikumpulkan melalui skala likert untuk mengukur sikap dan respons terhadap media pembelajaran. Analisis data dilakukan dengan menghitung total skor dan persentase untuk menentukan tingkat ketertarikan dan efektivitas media. Hasil validitas ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat menarik dengan skor rata-rata 91,6%. Respons guru terhadap media pembelajaran ini juga sangat positif dengan skor rata-rata 90%. Penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang menekankan pentingnya integrasi teknologi dalam pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan abad ke-21 pada anak usia dini, yang menunjukkan bahwa Augmented Reality dapat mengubah objek abstrak menjadi lebih konkret dan menarik. Dengan demikian, media pembelajaran ini terbukti layak dan efektif untuk meningkatkan kreativitas anak usia dini.
PROFIL KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI ANAK USIA 5-6 TAHUN Annisa Farida; Upik Rasmani; Ruli Hafidah
Kumara Cendekia Vol 11, No 4 (2023): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v11i4.61548

Abstract

Kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia dini merupakan penalaran matematis, yang terdiri dari pembentukan struktur hierarki konsep yang lebih tinggi untuk mengenali, menunjukkan, menyebutkan, dan mengumpulkan benda dengan menggunakan bentuk geometri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan mengenal bentuk geometri anak usia 5-6 tahun di TK Se-Kecamatan Banyudono Kabupaten Boyolali. Peneitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan jenis penelitian survei. Teknik pengambilan sample menggunakan random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket observasi penilaian dan wawancara diajukan untuk guru guna mengetahui kemampuan mengenal bentuk geometri. Teknik uji validitas instrumen menggunakan validitas konstruk dilakukan oleh Expert Judgment. Subjek penelitian meliputi anak usia 5-6 tahun sejumlah 226 anak di TK Se-Kecamatan Banyudono, Boyolali tahun ajaran 2019/2020. Hasil penelitian survei ini menampilkan bahwa kemampuan mengenal bentuk geometri berada dalam kategori baik. Sebanyak 7,08% (16 anak) kategori mulai berkembang, 50% (113 anak) kategori berkembang sesuai harapan, 42,92% (97 anak) kategori berkembang sangat baik. Uraian tersebut membuktikan hasil perkembangan kemampuan mengenal bentuk geometri di TK Kecamatan   Banyudono menunjukkan hasil capaian yang ideal untuk anak usia 5 sampai 6 tahun.Hasil inilah yang diharapkan menjadi informasi penting bagi guru dan peneliti selanjutnya guna memberikan inovasi pembelajaran serta memasukkan lebih banyak topik indikator berbeda untuk mengetahui perkembangan anak.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN MELALUI MEDIA MONOPOLI PADA ANAK USIA 4-5 TAHUN Candeni Laila Fadhila; Anayanti Rahmawati
Kumara Cendekia Vol 13, No 4 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i4.106666

Abstract

Kemampuan dalam mengenali lambang bilangan merujuk pada keterampilan untuk memahami serta menggunakan simbol angka yang merepresentasikan jumlah suatu benda. Media yang termasuk dapat diimplementasikan guna meningkatkan kemampuan tersebut yaitu dengan penggunaan media monopoli. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan anak usia 4 sampai 5 tahun dalam mengenali lambang bilangan melalui pemanfaatan media monopoli. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc Taggart yang dilakukan selama 2 siklus. Sumber data penelitian menggunakan sumber data primer yaitu anak dan guru kelas kelompok A1 dan sumber data sekunder yaitu dari arsip atau dokumen RPPH dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, tes, dan dokumentasi yang kemudian dikaji dengan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data tersebut terbukti menunjukkan peningkatan pada setiap siklusnya. Secara klasikal, pada tahap pratindakan memperoleh 25% ketuntasan, siklus I memperoleh 45 % ketuntasan, sedangkan siklus II memperoleh 85% ketuntasan. Temuan penelitian ini memaparkan bahwa media monopoli mampu meningkatkan kemampuan anak usia 4-5 tahun dalam mengenal lambang bilangan. Media monopoli terbukti mempermudah anak untuk memahami lambang bilangan secara menyenangkan.
AKU CINTA INDONESIA: NASKAH DRAMA TEMATIK BERBAHASA JAWA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI PADA KEGIATAN P5 Roudlotun Ni'mah; Endang Puspitasari
Kumara Cendekia Vol 12, No 4 (2024): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v12i4.95188

Abstract

Manusia menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi untuk berkomunikasi dan berinteraksi satu sama lain, salah satunya adalah bahasa Jawa. Namun hingga saat ini, penggunaan bahasa Jawa Krama mengalami bahasa turunan yang dramatis. Oleh karena itu, perlu diterapkan metode pengajaran bahasa Jawa Krama yang efektif dan menyeluruh dimulai skala kecil, seperti pengajaran tubuh dan angka dalam bahasa Jawa Krama. Penelitian ini bertujuan untuk pengembangan naskah drama tematik berbahasa Jawa sebagai media pembelajaran anak usia dini pada kegiatan P5 tema “Aku Cinta Indonesia”. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah adanya media naskah drama tematikberbahasa Jawa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan prosedur penelitian mengadaptasi model pengembangan ADDIE. Hasil penelitian dengan validasi dariahli media menunjukkan bahwa media naskah drama tematik berbahasa Jawa sangat layak digunakan dengan persentase 94%, sementara validasi dari ahli materi menunjukkan kelayakan dengan persentase 80%. Hasil uji cobaterhadap kelompok kecil menunjukkan persentase keberhasilan 81,2%, dan pada kelompok besar sebesar 86%. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran naskah drama tematik berbahasa Jawa tidak hanya layak digunakan tetapi juga efektif dalam meningkatkan pengetahuan anak tentang bahasa Jawa.
IMPLEMENTASI METODE MENDONGENG UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYIMAK ANAK USIA 5-6 TAHUN Hafizah Alfinda Rahma; Nurul Kusuma Dewi
Kumara Cendekia Vol 13, No 3 (2025): KUMARA CENDEKIA
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/kc.v13i3.100917

Abstract

Kemampuan menyimak penting dikembangan sejak dini. Namun kenyataannya, menyimak masih menjadi salah satu kemampuan yang sering terabaikan sehingga kemampuan menyimaknya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun melalui penerapan metode mendongeng menggunakan media big book. Penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan model spiral Kemmis & Mc Taggart dan subjek penelitian ini sebanyak 15 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Uji validitas data kualitatif menggunakan teknik triangulasi, sedangkan uji validitas data kualitatif menggunakan uji validitas konstruk dan uji validitas isi yang dilakukan melalui expert judgment. Teknik analisis data kualitatif menggunakan analisis interaktif, sedangkan data kuantitatif menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil akhir penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan metode mendongeng menggunakan media big book, kemampuan menyimak anak mengalami peningkatan pada setiap indikatornya, yaitu pada indikator menjawab pertanyaan secara tepat sesuai dengan judul dan nilai yang terkandung dalam cerita sebesar 82,2%, pada indikator menyebutkan tokoh-tokoh dalam cerita sebesar 82,2%, pada indikator menceritakan kembali alur cerita sebesar 75,7%, dan pada indikator mengutarakan pendapatnya setelah mendengarkan cerita sebesar 84,4%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mendongeng menggunakan media big book dapat meningkatkan kemampuan menyimak anak usia 5-6 tahun.

Page 11 of 21 | Total Record : 203