Jurnal Pendidikan Dasar
Misool: Jurnal Pendidikan Dasar terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember dengan e-ISSN 2964-691X. Jurnal Misool diterbitkan oleh Program Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah IAIN Sorong dengan Ruang lingkup Jurnal adalah: Pengembangan Kurikulum Pendidikan Dasar Pembelajaran Matematika, IPA, IPS, PKn, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, Seni dan Muatan Lokal pada Pendidikan Dasar Media dan Teknologi Pembelajaran pada Pendidikan Dasar Strategi, Model dan Metode Pembelajaran pada Pendidikan Dasar Kompetensi Guru pada Pendidikan Dasar Asesmen pada Pendidikan Dasar Bimbingan Konseling pada Pendidikan Dasar Manajemen Berbasis Sekolah pada Pendidikan Dasar
Articles
84 Documents
Analisis Karakter Yaya Dalam Animasi Boboiboy Sebagai Teladan Yang Baik Bagi Siswa Sekolah Dasar
Agustina, Melia
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v6i2.1736
Penelitian ini menganalisis karakter yaya dalam animasi boboiboy. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana karakter Yaya dalam Boboiboy dapat menjadi contoh teladan yang positif bagi siswa sekolah dasar. Penelitian ini termasuk jenis deskriptif kualitatif Sumber data penelitian ini dari tayangan Youtube animasi Boboiboy karakter yaya. Data yang dikumpulkan berupa dialog yang terdapat pada animasi Boboiboy pada karakter yaya yang memuat nilai- nilai teladan yang baik. Pengumpulan data dilakukan dengan menyimak dan mencatat dialog animasi Boboiboy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Karakter Yaya dalam animasi Boboiboy menunjukkan nilai-nilai karakter penting seperti kepedulian, kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab. Yaya mengajarkan anak-anak untuk peduli terhadap orang lain, mengakui kesalahan, mengikuti aturan, dan menyelesaikan tugas sebelum menikmati hiburan. Sebagai teladan yang baik, Yaya memperkenalkan nilai-nilai ini dengan cara yang mudah dipahami melalui cerita yang menarik. Peran Yaya sangat relevan dalam pendidikan karakter, karena membantu siswa sekolah dasar memahami dan menginternalisasi nilai moral. Melalui media animasi, Yaya tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkaya pembelajaran karakter anak secara interaktif dan menyenangkan.
Persepsi Anak Terhadap Pesan Moral Dalam Animasi Nussa dan Rara
Ulfarisah, Annisa
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v6i2.1738
Film Nussa dan Rara sangat bagus dalam menjelaskan kepada anak bagaimana mengajarkan nilai karakter pada anak usia dini dibandingkan dengan tayangan animasi lain yang masih memiliki adegan kekerasan,pesan yang terkandung atau yang coba disampaikan biasanya berupa sikap tolong menolong, rasa tanggung jawab, sikap jujur, dan pesan-pesan moral lainnya .Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai yang terkandung dalam animasi Nussa dan Rara terhadap Pendidikan akhlak sebagai media pembelajaran dan dapat mengetahui masalah yang melatar belakangi yaitu animasi nusa dan rara hadir sebagai jawaban dari keresahan orang tua karna minimnya tayangan yang mengedukasi anak-anak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini deskriptif kuantitafyaitu mengumpulkan data berdasarkan faktor-faktor yang menjadi pendukung terhadap objek penelitian , kemudian menganalisa faktor-faktor tersebut untuk di cari manfaatnya .Sumber data dari penelitian ini wawancara anak-anak TPQ Masjid Walisongo,data yang dikumpulkan berupa tanya jawab dan interaksi dengan informator. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan mencatat hasil dari wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa animasi Nussa Rara mudah dipahami oleh anak-anak dan mengajarkan nilai-nilai positif seperti meminta maaf,bertanggung jawab, dan tidak boleh balas dendam, file mini juga menceritakan keseharian anak-anak dan konflik kecil yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari,animasi ini dapat dijadikan media pembelajaraan daring untuk anak-anak usia dini karna memiliki nilail-nilai positif.
Pengembangan Media Pembelajaran IPAS Berbasis Permainan Ular Tangga Pada Materi Energi di Kelas IV SD Annur Yapis Kota Sorong
Ekawati, Santi
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v6i2.1802
Kajian ini bertujuan sebagai pengembangan permainan ular tangga dalam mata pelajaran IPAS, khususnya materi energi di kelas IV SD Annur Yapis Kota Sorong . Dari hasil observasi dan wawancara bersama wali kelas IV didapatkan rendah nya ketertarikan siswa untuk belajar di dalam kelas, dengan adanya media ular tangga turut serta dalam peningkatan minat dan hasil belajar siswa sebanyak 17 orang siswa. Peneliti mengembangkan penelitian ini mengunakan tahapan metode Research and Developmet (R&D) pada model ASSURE. Temuan kajian ini membuktikan validasi ahli media dan materi bahwa media pembelajaran ular tangga mendapatkan rata-rata nilai validasi sebesar 92,5% (kategori sangat valid). Validator ahli media memberikan nilai 95% dan validator ahli materi memberikan nilai 90%, sehingga penerapan media tersebut dinilai layak dipakai oleh siswa. Uji coba kepraktisan media ular tangga dinilai dari angket respons guru dan respons siswa terhadap pengembangan media ular tangga dengan memperoleh persentase dari guru sebanyak 87,5% dan siswa sebanyak 96,2% yang sama-sama termasuk kedalam kategori sangat praktis, maka nilai rata-ratanya adalah 91,85%. Penilaian kepraktisan media ular tangga diambil dari hasil skor respons guru dan siswa sebanyak 91,85% atau kategori sangat praktis. Kesimpulannya yaitu media pengembangan ular tangga dikatakan layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran di kelas IV SD Annur Yapis Kota Sorong.
Synthesis How Teachers Assess Students’ Level Understanding In Learning Science Through Learning Expressions
Sukma, Debby Fidtriani
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v6i2.1890
The way teachers recognize students' level of understanding in learning science can be done through learning expressions. This is very important because science education is not just about memorizing words, but also understanding concepts and applying knowledge in relevant contexts. This research aims to synthesize the various methods used by teachers to recognize students' level of understanding through their learning expressions. In the context of classroom learning, identifying students' level of understanding is an important aspect to ensure the effectiveness of teaching and achieving optimal learning outcomes. This research uses qualitative methods. Data collection techniques are carried out by observation and interviews. The research results show that teachers can recognize students' level of understanding through various learning expressions, such as body language, facial expressions, eye contact, and students' verbal responses.
The Influence Of The Scientific Approach On The Ability Elementary School Teachers In Delevering Science Material
Baharudin, La Ode
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v6i2.1891
Dengan adanya pembelajaran IPA ini sebagai calon guru atau guru yang akan memberikan pelajaran kepada siswa hendaklah memiliki pemahaman tentang sains secara luas agar dapat disampsikan kepada siswa melalui teori maupun prakteknya secara langsung di lapangan. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui seberapa efektif pengajar IPA di dalam perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan sains sebagai calon guru dengan menggunakan konsep pembelajaran untuk mengajar. Pentingnya penelitian ini dilakukan dikarenakan satu dari salah satu program studi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong adalah program studi IPA. Program studi ini sebelumnya belum pernah dilakukan penelitian untuk mengetahui bagaimana efektifitas pengajar IPA dalam meningkatkan pemahaman mereka terhadap sains yang dimana mereka merupakan calon pengajar atau calon guru yang akan memberikan edukasi yang baik kepada siswa yang nantinya mereka berikan pengajaran. Dalam metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan jenis dan pendekatan penelitian dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripti, Objek dalam penelitian ini adalah mahasiswa Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada 5 responden, dapat kita ketahui bahwa semua responden mempunyai jawaban dari wawancara mengarah kepada hal yang positif dalam jawaban-jawaban tersebut. kelima responden tersebut merupakan mahasiswa yang berada di Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong yang aktif dalam bangku perkuliahan. Menurut kelima responden tersebut adanya dampak yang baik jika terdapat tambahan ektrakulikuler guna memberikan pemahaman yang luas terhadap calon guru sekolah dasar.
Evaluasi Penggunaan Teknik Penilaian Non-Tes dalam Mengukur Perkembangan Ranah Afektif dan Psikomotorik Siswa dalam Pembelajaran IPA di SDN 24 Kendari
Susilawati, Susilawati
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v5i2.1903
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan teknik penilaian non-tes, khususnya observasi dan penilaian kinerja, dalam mengukur perkembangan ranah afektif dan psikomotorik siswa kelas VI pada pembelajaran IPA di SDN 24 Kendari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode campuran yang melibatkan Metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penerapan penilaian non-tes secara sistematis dan terencana berdampak positif terhadap sikap dan keterampilan siswa. Ranah afektif siswa mengalami peningkatan, terlihat dari membaiknya indikator-indikator seperti rasa ingin tahu, kerjasama, disiplin, tanggung jawab, dan minat belajar. Siswa menjadi lebih aktif, antusias, dan menunjukkan perilaku yang mendukung proses pembelajaran. Ranah psikomotorik juga meningkat signifikan; siswa lebih terampil dalam melakukan percobaan IPA, lebih teliti, dan percaya diri dalam menyajikan hasil. Peningkatan ini dibuktikan baik melalui data kuantitatif (kenaikan skor penilaian) maupun kualitatif (observasi dan pengakuan siswa serta guru).
Eksplorasi Implementasi Model Inkuiri Terbimbing Dalam Pembelajaran IPA Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis dan Rasa Ingin Tahu Siswa Sekolah Dasar Di SD Negeri 2 Wadaga
Waode, Sitti Sumianti
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v5i1.1904
Penelitian ini fokus pada eksplorasi implementasi model inkuiri terbimbing dalam pembelajaran IPA di Sekolah Dasar (SD) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan rasa ingin tahu siswa. Lokasi penelitian adalah SD Negeri 2 Wadaga, Kabupaten Muna Barat, yang mewakili konteks sekolah dasar di wilayah Muna Barat. Penelitian ini menggunakan Metode perpaduan kualitatif dan kuantitatif yang menguji coba Model Inkuiri Terbimbing dalam Pembelajaran IPA pada Siswa SD Negeri 2 Wadaga. Temuan penelitian ini mengunkapkan bahwa model inkuiri terbimbing memberikan pengaruh substantif terhadap pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa SD. Temuan ini konsisten dengan penelitian-penelitian sebelumnya yang juga melaporkan efektivitas inkuiri terbimbing dalam melatih berpikir kritis. Rasa ingin tahu (curiosity) siswa terhadap sains meningkat secara nyata setelah penerapan inkuiri terbimbing. Siswa menjadi lebih berani bertanya, lebih antusias melakukan percobaan, dan menunjukkan minat yang lebih besar untuk belajar IPA secara mandiri. Observasi juga mendukung bahwa siswa tampak lebih penasaran dan berinisiatif mengeksplorasi hal-hal baru selama dan setelah pembelajaran. Dengan demikian, inkuiri terbimbing tidak hanya meningkatkan aspek kognitif tetapi juga aspek afektif motivasional berupa rasa ingin tahu.
Studi Kualitatif Tentang Penggunaan Video Tutorial Dalam Pembelajaran Praktikum IPA Untuk Meningkatkan Keterampilan Psikomotorik Siswa Sekolah Dasar
Zakaria, Zakaria
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v5i1.1905
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan video tutorial dalam pembelajaran praktikum IPA pada materi perubahan wujud zat di kelas V SDN 15 Kota Gorontalo dan dampaknya terhadap keterampilan psikomotorik siswa. Penelitian ini dirancang. Penelitian kualitatif ini menyimpulkan bahwa penggunaan video tutorial dari YouTube dalam pembelajaran praktikum IPA dapat meningkatkan keterampilan psikomotorik siswa sekolah dasar. Pada materi perubahan wujud zat di kelas V SDN 15 Kota Gorontalo, integrasi video tutorial sebelum dan selama kegiatan praktikum terbukti efektif membantu siswa melakukan percobaan dengan lebih terampil, mandiri, dan percaya diri. Observasi menunjukkan siswa mampu menyiapkan dan menggunakan alat bahan percobaan dengan tepat, mengikuti langkah-langkah eksperimen secara urut tanpa banyak arahan, serta melakukan koordinasi gerakan yang lebih lancar. Siswa yang sebelumnya ragu dan sering melakukan kesalahan, setelah menonton video, tampil lebih terampil dan minim kesalahan dalam praktik. Guru pun merasakan bahwa beban demonstrasi berkurang dan siswa lebih proaktif, sehingga pembelajaran berlangsung lebih efisien dan kondusif
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kolaborasi Siswa Kelas 3 MI Hidayatullah Ambon
Darmawati, Safira
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 4 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v4i2.1912
Penelitian ini fokus pada Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kolaborasi Siswa Kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah Hidayatullah Kabupaten Ambon Penelitian ini menggunakan metode campuran (mixed methods) dengan desain eksperimen sederhana satu kelompok (one-group pretest-posttest) yang dipadukan dengan data kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah siswa kelas 3 Madrasah Ibtidaiyah (MI) Hidayatullah, Kabupaten Ambon, tahun ajaran 2024/2025. Kelas terdiri dari 30 siswa dengan rentang usia 8–9 tahun, terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) dalam pembelajaran IPA berhasil meningkatkan kreativitas dan keterampilan kolaborasi siswa kelas 3 MI Hidayatullah Ambon. Secara kuantitatif, skor kreativitas siswa setelah pembelajaran proyek meningkat signifikan dibanding sebelum perlakuan, ditunjukkan oleh peningkatan ide-ide orisinal, fleksibel, dan elaboratif yang dihasilkan siswa. Keterampilan berkolaborasi siswa juga meningkat nyata, terlihat dari membaiknya kemampuan mereka bekerja dalam tim, berbagi tugas, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah bersama. Siswa menjadi lebih aktif terlibat, percaya diri menyampaikan pendapat, dan bertanggung jawab dalam kelompok.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V SDN 7 Banjarmasin
Sella, Liliana Kartika
MISOOL: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 2 No. 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Institut Agama Islam Negeri Sorong
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47945/misool.v2i2.1913
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 7 Banjarmasin. Hasil belajar yang dimaksud dibatasi pada domain kognitif (pengetahuan dan pemahaman materi IPS) yang diukur melalui tes hasil belajar. Penelitian difokuskan pada perbandingan hasil belajar antara kelompok siswa yang belajar dengan model Jigsaw dan kelompok siswa yang belajar dengan model konvensional. Dengan pendekatan eksperimen kuantitatif, penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai efektivitas model Jigsaw di konteks sekolah dasar serta kontribusi pada perbaikan praktik pengajaran IPS. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw berpengaruh signifikan positif terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V SDN 7 Banjarmasin. Siswa yang belajar dengan model Jigsaw memperoleh rata-rata nilai hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang belajar dengan model konvensional. Penerapan Jigsaw terbukti efektif meningkatkan pemahaman konsep IPS, yang terlihat dari kenaikan skor dan tingkat ketuntasan belajar yang lebih besar pada kelompok eksperimen. Keberhasilan model Jigsaw ini dipengaruhi oleh meningkatnya keaktifan siswa, adanya tanggung jawab individu dalam kelompok, serta interaksi belajar yang lebih intensif dan bermakna antar siswa.