cover
Contact Name
Jufrianis
Contact Email
admin@jio.inspiree.review
Phone
6282169552652
Journal Mail Official
admin@jio.inspiree.review
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No. 23 Bangkinang Kota, Kab. Kampar, Provinsi Riau, Indonesia
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
JIO: Jurnal Inovasi Olahraga
ISSN : "_"     EISSN : 29873630     DOI : https://doi.org/10.53905/jiojurnal
Core Subject : Health, Education,
JIO: Jurnal Inovasi Olahraga adalah jurnal yang bertitik fokus dalam publikasi penelitian tentang Olahraga dan berbagai bidang terkait Ilmu Olahraga antara lain Sport Science, Sport Education, Pendidikan Jasmani, Sejarah Olahraga, Sosial Olahraga, Budaya Olahraga, Hukum Olahraga, Politik Olahraga, Olahraga Rekreasi, Psikologi Olahraga serta masalah etika dalam aktivitas fisik, olahraga dan kesehatan. Jurnal ini juga berkonsentrasi baik dalam bentuk isi dan konteks pendidikan jasmani, olahraga dan pendidikan kesehatan yang ditemukan di sekolah, perguruan tinggi dan situs lain dari pendidikan formal, serta pedagogi bermain, senam, olahraga dan rekreasi ditemukan dalam konteks keluarga. , klub olahraga, industri rekreasi, studio kebugaran dan kesehatan swasta, sekolah tari serta pusat rehabilitasi.
Articles 133 Documents
Perubahan Perilaku Olahraga di Era Digital antara Kemudahan Akses dan Risiko Sedentari Alimin Hamzah; Muhammad Naufal Ramadhansyah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.28

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap perilaku olahraga masyarakat, khususnya dalam hal kemudahan akses dan peningkatan risiko perilaku sedentari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan perilaku olahraga di era digital dengan menyoroti dua sisi utama, yaitu manfaat teknologi dalam meningkatkan aktivitas fisik dan dampaknya terhadap peningkatan gaya hidup sedentari. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan mengkaji 20 artikel ilmiah yang terdiri dari 12 jurnal internasional dan 8 jurnal nasional yang dipublikasikan pada rentang tahun 2020–2026. Proses seleksi artikel dilakukan menggunakan pendekatan PRISMA, dengan mempertimbangkan kriteria inklusi seperti relevansi topik, jenis penelitian, serta ketersediaan full text. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi digital seperti aplikasi mHealth, wearable devices, dan media sosial dapat meningkatkan aktivitas fisik, motivasi olahraga, serta pemantauan kebugaran secara mandiri. Namun, penggunaan teknologi yang berlebihan juga berkontribusi terhadap peningkatan perilaku sedentari, seperti meningkatnya waktu layar dan penurunan aktivitas fisik, terutama pada remaja dan dewasa muda. Oleh karena itu, diperlukan pemanfaatan teknologi secara bijak dan seimbang untuk mengoptimalkan manfaatnya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan strategi promosi aktivitas fisik di era digital.
Rekonseptualisasi Pencegahan Stunting Sinergi Promosi Kesehatan, Aktivitas Fisik, dan Intervensi Gizi Andi Atssam Mappanyukki; Nur Indah Atifah Anwar
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.210

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat, baik secara global maupun di Indonesia, karena berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonseptualisasi pencegahan stunting melalui sinergi antara promosi kesehatan, aktivitas fisik, dan intervensi gizi. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis 20 artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan pada tahun 2020–2025. Data dikumpulkan melalui penelusuran database seperti Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan stunting paling efektif dilakukan melalui pendekatan terintegrasi berbasis siklus hidup. Intervensi gizi seperti pemberian MP-ASI, suplementasi mikronutrien, dan makanan tambahan berperan langsung dalam meningkatkan pertumbuhan linier anak. Promosi kesehatan melalui edukasi, konseling, dan pemberdayaan keluarga terbukti meningkatkan perilaku pemberian makan anak. Sementara itu, aktivitas fisik terutama pada ibu hamil berkontribusi dalam meningkatkan kesehatan maternal dan luaran kehamilan. Faktor sosial ekonomi, lingkungan, serta peran keluarga dan kader kesehatan juga menjadi determinan penting dalam keberhasilan program. Dengan demikian, diperlukan sinergi lintas sektor dan pendekatan multidimensional untuk menurunkan prevalensi stunting secara berkelanjutan.
Transformasi Intervensi Promosi Kesehatan untuk Mengatasi Perilaku Sedentari di Era Digital: Studi Literatur Review Muh. Ilham Aksir; Ainul Hidayah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i02.29

Abstract

Perilaku sedentari di era digital menjadi salah satu tantangan utama dalam kesehatan masyarakat karena meningkatnya penggunaan teknologi yang berkontribusi terhadap penurunan aktivitas fisik. Transformasi intervensi promosi kesehatan berbasis digital, seperti mHealth, eHealth, dan wearable devices, menawarkan peluang dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas intervensi promosi kesehatan berbasis digital dalam mengurangi perilaku sedentari dan meningkatkan aktivitas fisik. Metode yang digunakan adalah literature review dengan menganalisis 15 artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dalam rentang waktu 2016–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi digital efektif dalam meningkatkan aktivitas fisik dan mengurangi waktu sedentari, terutama jika dikombinasikan dengan teknik perubahan perilaku seperti self-monitoring, goal setting, dan feedback. Namun demikian, efektivitas intervensi masih bervariasi dan dipengaruhi oleh faktor kepatuhan pengguna, desain intervensi, serta keberlanjutan penggunaan teknologi. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi untuk meningkatkan efektivitas intervensi promosi kesehatan dalam mengatasi perilaku sedentari di era digital.
Dari Edukasi Ke Transformasi Perilaku Tinjauan Sistematis Promosi Kesehatan dalam Meningkatkan Aktivitas Fisik Nur Indah Atifah Anwar; Alimin Hamzah
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.30

Abstract

Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit tidak menular, namun tingkat partisipasi masyarakat dalam aktivitas fisik masih tergolong rendah. Promosi kesehatan menjadi strategi utama dalam meningkatkan aktivitas fisik, tetapi pendekatan yang hanya berfokus pada edukasi belum mampu menghasilkan perubahan perilaku yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran promosi kesehatan dalam bertransformasi dari pendekatan edukatif menuju perubahan perilaku dalam meningkatkan aktivitas fisik masyarakat. Metode yang digunakan adalah systematic literature review dengan mengikuti pedoman PRISMA, melalui penelusuran artikel pada database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar dengan rentang tahun 2021–2026. Sebanyak 20 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intervensi berbasis teori perubahan perilaku, pendekatan multi-level, serta pemanfaatan teknologi digital seperti aplikasi kesehatan dan media sosial memiliki efektivitas yang lebih tinggi dalam meningkatkan aktivitas fisik dibandingkan pendekatan edukasi semata. Faktor seperti efikasi diri, motivasi, dukungan sosial, serta lingkungan yang mendukung menjadi determinan utama dalam perubahan perilaku aktivitas fisik. Kesimpulannya, promosi kesehatan perlu bertransformasi dari pendekatan edukatif menuju pendekatan yang lebih komprehensif dan berbasis perilaku untuk menghasilkan perubahan yang berkelanjutan. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan aktivitas fisik serta kualitas hidup masyarakat secara luas.
Efektivitas Program Aktivitas Fisik Berbasis Sekolah dan Rekreasi: Tinjauan Sistematis terhadap Outcome Kesehatan dan Akademik Asri Awal; Hasmyati Hasmyati
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.33

Abstract

Aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesehatan dan prestasi akademik peserta didik. Penurunan tingkat aktivitas fisik pada anak dan remaja menjadi perhatian global karena berhubungan dengan meningkatnya risiko obesitas, rendahnya kebugaran jasmani, gangguan kesehatan mental, serta penurunan fungsi kognitif dan performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas program aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi terhadap outcome kesehatan dan akademik pada anak dan remaja melalui pendekatan literature review. Proses pencarian literatur dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink dengan rentang publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci terkait aktivitas fisik, kesehatan, dan prestasi akademik. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan sehingga diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis. Hasil kajian menunjukkan bahwa program aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi memberikan dampak positif terhadap kesehatan fisik, kesehatan psikologis, kebugaran jasmani, fungsi kognitif, konsentrasi belajar, serta prestasi akademik peserta didik. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin dengan intensitas sedang hingga tinggi terbukti lebih efektif dalam meningkatkan outcome kesehatan dan akademik. Selain itu, integrasi aktivitas fisik ke dalam proses pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aktif dan sehat. Dengan demikian, program aktivitas fisik berbasis sekolah dan rekreasi dapat dijadikan sebagai strategi promotif dan preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan pendidikan peserta didik secara berkelanjutan.
Analisis Keterampilan Passing Control dalam Permainan Futsal pada Ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar M. Adam Mappaompo
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.31

Abstract

Purpose of the study: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis keterampilan passing dalam permainan futsal pada ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Materials and methods: Metode dalam penelitian ini menggunakan metode survei dan tes. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler MAN 1 Makassar, dengan jumlah 30 siswa, penentuan sampel menggunakan total sampling. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan tes keterampilan passing pada permainan futsal. Analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Results: Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: tingkat keterampilan passing dalam permainan futsal pada ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar berada kategori "kurang sekali" sebesar 6,7% (2 siswa), kategori "kurang" sebesar 13,3% (4 siswa), kategori "sedang" sebesar 46,6% (14 siswa), kategori "baik" sebesar 26,7% (8 siswa), dan kategori "baik sekali" sebesar 6,7% (2 siswa).. Conclusions: Berdasarkan nilai rata-rata yaitu 16,03 poin dan persentase tertinggi yaitu 46,6% berada pada kategori sedang, maka dapat disimpulkan bahwa tingkat keterampilan passing dalam permainan futsal pada ekstrakurikuler di MAN 1 Makassar masuk dalam kategori sedang.
Hubungan Kekuatan Otot Lengan dan Performa Handstand pada Mahasiswa Pendidikan Jasmani: Studi Korelasional Prediktif Ikadarny Ikadarny
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.34

Abstract

Purpose of the study: Handstand merupakan keterampilan dasar senam lantai yang menuntut integrasi optimal antara kekuatan otot ekstremitas atas, stabilitas sendi bahu, dan kontrol neuromuskular. Keterbatasan bukti empiris mengenai kontribusi spesifik komponen kekuatan otot lengan terhadap kualitas pelaksanaan handstand pada mahasiswa pendidikan jasmani di Indonesia menimbulkan kesenjangan teoritis dan praktis dalam perancangan program pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan, menentukan kontribusi, dan merumuskan model prediktif kekuatan otot lengan terhadap kemampuan handstand pada mahasiswa program sarjana pendidikan jasmani. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional prediktif. Sampel penelitian terdiri atas 64 mahasiswa berusia 19–22 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kekuatan otot lengan diukur menggunakan tes push-up selama 30 detik (reliabilitas test-retest r = 0,89), sedangkan kemampuan handstand dinilai menggunakan rubrik keterampilan senam lantai yang mengacu pada kriteria Federation Internationale de Gymnastique (FIG) 2022–2024 (CVI = 0,92; Cohen’s Kappa = 0,85). Uji prasyarat yang dilakukan meliputi uji Shapiro–Wilk, Ramsey-Reset, dan Breusch–Pagan. Pengujian hipotesis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 26 pada taraf signifikansi α = 0,05. Results: Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kekuatan otot lengan dan kemampuan handstand (r = 0,742; p < 0,001; N = 64; IK 95% [0,620–0,833]). Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,551 menunjukkan bahwa 55,1% variasi kemampuan handstand dapat dijelaskan oleh kekuatan otot lengan. Ukuran efek tergolong besar (Cohen’s d = 2,21). Persamaan regresi Y = 12,436 + 0,284X mengindikasikan bahwa setiap peningkatan satu satuan kekuatan otot lengan akan meningkatkan skor kemampuan handstand sebesar 0,284 poin (SEE = 3,12). Conclusions: Kekuatan otot lengan merupakan prediktor yang signifikan dan memiliki kontribusi substansial terhadap kemampuan handstand. Temuan ini memberikan dasar empiris bagi pengembangan kurikulum dan program pembelajaran senam lantai yang mengintegrasikan latihan penguatan tubuh bagian atas secara progresif sebelum atau bersamaan dengan latihan teknik handstand.
Hubungan Koordinasi Mata-Kaki dan Ketepatan Servis pada Atlet Sepak Takraw di Makassar: Studi Korelasional Ramli Ramli
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.35

Abstract

Purpose of the study: Ketepatan servis merupakan komponen teknik dasar yang sangat penting dalam permainan sepak takraw karena menentukan keuntungan taktis pada fase awal perolehan poin dalam suatu reli. Meskipun memiliki peran strategis yang signifikan, bukti empiris yang mengkaji faktor-faktor psikomotorik yang memengaruhi ketepatan servis khususnya koordinasi mata-kaki masih terbatas pada populasi atlet daerah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara koordinasi mata-kaki dan ketepatan servis pada atlet sepak takraw di Makassar. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian terdiri atas seluruh atlet sepak takraw aktif yang tergabung dalam klub-klub di Kota Makassar (N = 48). Melalui teknik purposive sampling, diperoleh 30 atlet yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu: (1) aktif berlatih minimal dua tahun, (2) berusia 18–25 tahun, (3) tidak mengalami cedera ekstremitas bawah saat penelitian berlangsung, dan (4) bersedia menjadi partisipan penelitian. Koordinasi mata-kaki diukur menggunakan instrumen Wall Test Volley (validitas = 0,87; reliabilitas = 0,91), sedangkan ketepatan servis diukur menggunakan Service Accuracy Test berdasarkan protokol Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI). Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov–Smirnov, uji linearitas, dan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.0 pada taraf signifikansi α = 0,05. Results: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara koordinasi mata-kaki dan ketepatan servis (r = 0,712; p = 0,000 < 0,05). Koefisien determinasi (R² = 0,507) menunjukkan bahwa koordinasi mata-kaki memberikan kontribusi sebesar 50,7% terhadap variasi ketepatan servis, sedangkan 49,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Atlet yang berada pada kuartil atas koordinasi mata-kaki memperoleh rata-rata skor ketepatan servis sebesar 17,33, sedangkan atlet pada kuartil bawah memperoleh rata-rata skor sebesar 11,40 (selisih = 5,93 poin). Conclusions: Koordinasi mata-kaki merupakan prediktor biomekanis dan neuromuskular yang signifikan terhadap ketepatan servis pada atlet sepak takraw. Oleh karena itu, pelatih disarankan untuk mengintegrasikan latihan koordinasi mata-kaki secara sistematis ke dalam program latihan guna meningkatkan performa teknik atlet.
Pengembangan Model Latihan Sepak Takraw Berbasis Game untuk Atlet Pemula Makassar Ramli Ramli
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.38

Abstract

  Purpose of the study: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model latihan sepak takraw berbasis permainan bagi atlet pemula di Makassar serta menguji efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan teknik dasar. Materials and methods: Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg and Gall yang dimodifikasi menjadi tujuh tahapan, yaitu: (1) analisis kebutuhan, (2) desain produk, (3) validasi ahli, (4) revisi produk, (5) uji coba skala kecil, (6) uji coba skala besar, dan (7) produk akhir. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan tes keterampilan teknik dasar. Validasi ahli melibatkan tiga praktisi yang terdiri atas pelatih sepak takraw dan dosen pendidikan olahraga. Pengujian efektivitas menggunakan desain pretest-posttest control group yang melibatkan 40 atlet pemula yang dibagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, skor N-gain, dan uji t sampel independen (independent sample t-test). Results: Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) model latihan berbasis permainan memperoleh nilai validitas sebesar 4,32 (sangat valid) dari ahli materi dan 4,18 (sangat valid) dari ahli media; (2) hasil uji efektivitas menunjukkan peningkatan yang signifikan pada kelompok eksperimen dengan skor N-gain 0,72 (kategori tinggi), dibandingkan kelompok kontrol dengan skor N-gain 0,41 (kategori sedang); dan (3) hasil uji t sampel independen menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan (p = 0,000 < 0,05) antara kedua kelompok. Conclusions: Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model latihan sepak takraw berbasis permainan yang dikembangkan valid dan efektif untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar atlet pemula di Makassar. Model ini menawarkan alternatif inovatif dalam pembinaan sepak takraw dengan mengintegrasikan unsur permainan dan pengembangan keterampilan secara sistematis.
Efektivitas Metode Drill terhadap Peningkatan Teknik Dasar Renang Gaya Dada Ricardo V. Latuheru
Jurnal Inovasi Olahraga Vol. 5 No. 01 (2026): February Issue, 2026
Publisher : Pusat Pengembangan Olahraga Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53905/jiojurnal.v5i01.36

Abstract

Purpose of the study: This study aims to examine the effectiveness of the drill method in improving the basic technique of breaststroke swimming among beginner swimmers in Makassar. Materials and methods: The research method employed a pretest-posttest control group design with 40 participants aged 10-14 years who were divided into experimental group (n=20) and control group (n=20). The experimental group received drill method training for 12 sessions (3 times per week for 4 weeks), while the control group followed conventional swimming lessons. Data collection used a breaststroke technique rubric consisting of five indicators: body position, arm movement, leg movement, breathing, and coordination, assessed by two certified swimming coaches. Data were analyzed using paired sample t-test and independent sample t-test with significance level of p<0.05. Results: The results showed a significant increase in the experimental group (t=8.432; p=0.000) with an average increase of 27.4%, while the control group showed a smaller increase (t=3.512; p=0.002) with an average increase of 12.8%. The post-test difference between groups was also significant (t=3.891; p=0.000). Conclusions: These findings indicate that the drill method is more effective than conventional methods for improving breaststroke swimming technique. This research contributes to the development of evidence-based swimming training programs for beginners in the context of swimming education in Indonesia.