cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 215 Documents
Epistemologi Menghidupkan Al-Qur'an (Ihya' Al-Qur'an): Strategi Sustainability Dakwah Rahmat; Muhammad Yusuf; Muhsin Mahfudz
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand the epistemology of revitalizing the Quran through sustainability strategies in da'wah (Islamic preaching). The type of research used is qualitative, adopting a library research method. The results indicate that sustainability strategies in da'wah represent an approach that encompasses planning, implementation, and continuous evaluation to enhance the effectiveness and continuity of da'wah in the long term. Revitalizing the Quran through sustainability strategies in da'wah is a crucial step in ensuring that the values of the Quran can be internalized and applied in the daily lives of the community. Penelitianinibertujuanuntukmengetahuiepistemologimenghidupkan Al-Qur’an melaluistrategi sustainability dakwah.Adapunjenispenelitian yang digunakanyaitukualitatif yang mengadopsimetodepenelitiankepustakaan (library research).Hasilpenelitianmenunjukkanbahwastrategi sustainability dakwah merupakan suatu pendekatan yang merangkum perencanaan, implementasi, dan evaluasi berkelanjutan untuk meningkatkan efektivitas dan kesinambungan dakwah dalam jangka panjang.Menghidupkan al-Qur'an dengan strategi sustainability dakwah merupakan langkah penting dalam memastikan bahwa nilai-nilai ajaran Al-Qur'an dapat diinternalisasi dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Religiusitas Masyarakat Desa Errabu Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Ilham, Lailul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 6 No. 2 (2022): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ANALISIS SEJARAH DAN PERKEMBANGAN TARI ZAPIN MELAYU Putri, Areefa Zahira; Nofiani, Julia; Saputri, Arliani; Ardiansyah, Muhammad; Maryamah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zapin Melayu, a prominent traditional Malay dance, stands as a vibrant embodiment of Malay cultural heritage in Southeast Asia. This article offers a comprehensive exploration of Zapin Melayu, delving into its multifaceted dimensions. Originating from Arab influences, particularly the Hadhramaut region, Zapin Melayu has evolved into a distinct Malay artistic expression, characterized by its lively tempo, intricate footwork, and graceful hand movements. Accompanied by traditional musical instruments such as the gambus, marwas, gendang, and biola, Zapin Melayu performances are rich in rhythm and melody. Beyond its aesthetic appeal, this dance holds profound cultural and social significance for Malay communities. It functions as a crucial marker of Malay identity, reflecting historical connections, social values, and communal unity. This article examines the historical trajectory of Zapin Melayu, tracing its development and adaptation across different Malay regions. It analyzes the choreographic elements, musical structures, and symbolic meanings embedded within the dance, highlighting its role in social gatherings, ceremonies, and cultural celebrations. Furthermore, the article discusses the contemporary status of Zapin Melayu, addressing efforts towards its preservation and promotion in the face of modernization and globalization. Ultimately, this study underscores the enduring importance of Zapin Melayu as a living heritage, continually contributing to the richness and diversity of Malay culture and artistic traditions. Abstrak Zapin Melayu, sebuah tarian tradisional Melayu yang terkemuka, berdiri sebagai perwujudan dinamis dari warisan budaya Melayu di Asia Tenggara. Artikel ini menawarkan eksplorasi komprehensif tentang Zapin Melayu, menggali dimensi-dimensinya yang beragam. Berasal dari pengaruh Arab, khususnya wilayah Hadhramaut, Zapin Melayu telah berkembang menjadi ekspresi seni Melayu yang khas, dicirikan oleh temponya yang hidup, gerakan kaki yang rumit, dan gerakan tangan yang anggun. Diiringi oleh alat musik tradisional seperti gambus, marwas, gendang, dan biola, pertunjukan Zapin Melayu kaya akan ritme dan melodi. Lebih dari sekadar daya tarik estetikanya, tarian ini memiliki signifikansi budaya dan sosial yang mendalam bagi masyarakat Melayu. Ia berfungsi sebagai penanda penting identitas Melayu, mencerminkan koneksi historis, nilai-nilai sosial, dan persatuan komunal. Artikel ini mengkaji lintasan sejarah Zapin Melayu, menelusuri perkembangan dan adaptasinya di berbagai wilayah Melayu. Artikel ini menganalisis elemen koreografi, struktur musik, dan makna simbolis yang tertanam dalam tarian, menyoroti perannya dalam pertemuan sosial, upacara, dan perayaan budaya. Lebih jauh, artikel ini membahas status kontemporer Zapin Melayu, membahas upaya pelestarian dan promosinya dalam menghadapi modernisasi dan globalisasi. Pada akhirnya, studi ini menekankan pentingnya Zapin Melayu yang berkelanjutan sebagai warisan hidup, yang terus menerus berkontribusi pada kekayaan dan keragaman budaya dan tradisi seni Melayu.
Strategi Pemberdayaan Komunitas Dalam Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik di Lingkungan Kabupaten Sumenep Yaqin, Ainul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 1 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pemberdayaan komunitas dalam pengelolaan sampah organik dan anorganik di Kabupaten Sumenep, dengan fokus utama pada wilayah Kecamatan Batuan. Wilayah ini dipilih karena merupakan lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) satu-satunya di kabupaten tersebut dan memiliki beberapa inisiatif lokal dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Penelitian ini dirancang untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk pemberdayaan yang berkembang di masyarakat, menelaah efektivitas pendekatan yang diterapkan (baik edukatif, ekonomis, maupun berbasis sosial budaya) serta menganalisis peran aktor-aktor lokal seperti pemerintah desa, LSM, dan komunitas lingkungan. Penelitian juga akan menggali tantangan serta peluang yang dihadapi dalam implementasi strategi pemberdayaan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi partisipatif, studi dokumentasi, dan kajian literatur. Subjek penelitian dipilih secara purposive, terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, pengelola bank sampah, warga, serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup, dan LSM lingkungan. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang terdiri dari tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan program pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan, sekaligus menjadi referensi kebijakan berbasis kearifan lokal dan partisipasi masyarakat.
KONSEP ISLAMIC PARENTING DALAM SURAH LUQMAN PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Studi Fenomenologi Pengasuh Pondok Pesantren Sirojul Haromain Pongangan) Ariyanti, Annisa
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesantren adalah sebuah pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal bersama dan belajar di bawah bimbingan guru yang lebih dikenal dengan sebutan ustaz dan mempunyai asrama untuk tempat menginap santri. Santri tersebut berada dalam kompleks yang juga menyediakan masjid untuk beribadah, ruang untuk belajar, dan kegiatan keagamaan lainnya dengan peraturan yang ada. Peraturan pesantren umumnya adalah untuk mendisiplinkan anak santri agar bisa membagi waktunya dengan baik dan agar tidak menyia-nyiakan waktu yang kosong untuk hal yang tidak berguna. Menurut Wahab (2004) penting adanya peran pengasuh dalam pesantren terkait bagaimana cara parenting atau pola asuh yang diterapkan kepada para santri. Seperti merujuk pada Al-Qur’an surah Luqman yang mengisahkan tentang pendidikan Luqman terhadap anaknya. Penelitian ini membahas lebih jauh tentang pola asuh (parenting) dalam islam, khususnya dalam persfektif surah Luqman. Yang mana proses pendidikan dan pola asuh terhadap anak sudah dirumuskan ketika surah Luqman ini diturunkan jauh sebelum munculnya teori-teori parenting yang dirumuskan oleh tokoh psikologi modern. Berdasarkan hasil wawancara dengan responden, ditemukan bahwa Islamic parenting didasarkan pada prinsip-prinsip tauhid (keesaan Allah), akhlak, serta tanggung jawab pengasuh dan pengurus dalam membimbing santri sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan Sunnah. Para pengurus yang diwawancarai memahami bahwa mendidik santri adalah amanah besar yang diberikan oleh Allah SWT, dan pengurus memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai agama sejak santri dititipkan ke pondok. Berdasarkan hasil penelitian ini menyimpulkan, bahwa pondok pesantren sirojul haromain telah melakukan pengasuhan santri dengan baik melalui upaya pembimbingan dan pengawasan santri secara terus menerus dengan fenomena yang di terlihat dari parenting oleh pengasuh pondok sirojul haromain yaitu KH. Umar thoha agar santri dapat mengikuti kebijakan dan peraturan pesantren. Bentuk komunikasi yang dibangun dengan baik di pondok pesantren sirojul haromain adalah komunikasi antara pengasuh dengan orangtua santri, pengasuh dengan santri, musrifah dengan santri, santri senior dengan santri junior. Komunikasi dan kerjasama antara guru, orangtua dan pihak-pihak terkait telah dilakukan terutama dalam mengawal perkembangan santri dalam menuntut ilmu, dan keberadaan santri di asrama. Pada prinsipnya kehidupan di pesantren sangat dinamis, bisa dilihat pada saat berinteraksi antara kyai, ustaz/h, dan santri/i yang mampu memposisikan sesuai dengan porsi dan fungsinya masing-masing.
PEMBELAJARAN TRANSFORMATIF PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS ANDRAGOGI Anam, Saeful; Himmah, Rofiatul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformative learning based on andragogy is an approach that focuses on learners' independence in understanding and applying knowledge contextually. This study aims to analyze the concept, implementation, supporting and inhibiting factors, as well as the impact of transformative learning based on andragogy at Pondok Pesantren Tarbiyatul Muthathowi’in. The research method used is a qualitative approach with in-depth interviews, participatory observation, and document studies. The results indicate that the andragogical approach in this pesantren has successfully enhanced students' intellectual ability in critical and analytical thinking, strengthened their character in terms of independence and leadership, and increased their spiritual awareness through reflective and applicative learning experiences. The main supporting factors in implementing this model include a conducive pesantren environment, support from kyai and Ustadz, and the integration of technology in learning. However, several challenges remain, such as limited facilities and resistance to changes in teaching methods. Therefore, a more systematic strategy is needed to enhance the effectiveness of this learning model, including teacher training, provision of adequate learning facilities, and the integration of pesantren curriculum with the formal education system. Abstrak Pembelajaran transformatif berbasis andragogi merupakan pendekatan yang berfokus pada kemandirian peserta didik dalam memahami dan menerapkan ilmu pengetahuan secara kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, implementasi, faktor pendukung dan penghambat, serta dampak penerapan pembelajaran transformatif berbasis andragogi di Pondok Pesantren Tarbiyatul Muthathowi’in. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan andragogi di pesantren ini telah berhasil meningkatkan kemampuan intelektual santri dalam berpikir kritis dan analitis, memperkuat karakter santri dalam aspek kemandirian dan kepemimpinan, serta meningkatkan kesadaran spiritual melalui pengalaman belajar yang reflektif dan aplikatif. Faktor pendukung utama dalam penerapan model ini meliputi lingkungan pesantren yang kondusif, dukungan kiai dan Ustadz, serta integrasi teknologi dalam pembelajaran. Namun, masih terdapat beberapa hambatan, seperti keterbatasan fasilitas dan resistensi terhadap perubahan metode pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang lebih sistematis untuk meningkatkan efektivitas model pembelajaran ini, baik melalui pelatihan pengajar, penyediaan sarana yang memadai, maupun integrasi kurikulum pesantren dengan sistem pendidikan formal.
HAKIKAT AL-KHATI’AH DAN TERM YANG SEMAKNA DENGANNYA DALAM AL-QUR’AN Rahmat
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

IJTIHAD KIAI MASJID DALAM MELESTARIKAN MODERASI BERAGAMA DI TENGAH DERASNYA ARUS RADIKALISME DI LENTENG SUMENEP Habibullah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengungkap fenomena ijtihad kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di tengah derasnya arus radikalisme di Lenteng. Kiai masjid dalam kajian ini adalah Kiai Ahmad Dumairi, Kiai Taufiq, dan Kiai Mualwi di masjid Desa Cangkreng, dan Kiai Wafi di masjid Desa Jambu. Kajian ini menarik karena kiai-kiai masjid di dua desa ini berupaya melestarikan faham Islam aswaja di desanya masing-masing. Adapun fokus kajian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi sosial keagamaan masyarakat Cangkreng dan masyarakat Jambu Lenteng; 2) Apa ijtihad kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di Desa Cangkreng dan Desa Jambu Lenteng; 3) Apa saja media yang digunakan kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di Desa Cangkreng dan Desa Jambu Lenteng. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial, teori moderasi beragama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi, FGD, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Secara umum, kondisi social keagamaan masyarakat Madura sangat relegius dan taat terhadap ajaran agama Islam, bercorak Islam aswaja. Sehingga kondisi social keagamaan masyarakat Desa Cangkreng dan Desa Jambu merupakan turunan dari kondisi social keagamaan Madura. Namun akhir-akhir ini, dua desa ini diusik oleh orang-orang yang berpaham wahabi, MTA, dan HTI. 2) Ijtihad kiai masjid Desa Cangkreng dan kiai masjid Desa Jambu mendasarkan ijtihadnya pada qaidah memelihara tradisi lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. 3) Adapun media yang digunakan kiai masjid Desa Cankreng adalah sebagai berikut: istigasah, barzanji, pengajian kitab kuning, kompolan sarwa, kompolan muslimatan. Sedangkan media kiai masjid di Desa Jambu berikut ini: acara-acara hari besar Islam seperti maulid Nabi Saw. dan isra’ mi’raj, slametan kelahiran dan kematian (tahlil), sarwa, pengajian kitab kuning, dan istigasah. Abstract This research aims to uncover the phenomenon of the ijtihad of mosque kiai in preserving religious moderation amidst the rising tide of radicalism in Lenteng. The mosque kiai studied are Kiai Ahmad Dumairi, Kiai Taufiq, and Kiai Mualwi at the Cangkreng village mosque, and Kiai Wafi at the Jambu village mosque. This study is intriguing because the mosque kiai in these two villages strive to preserve the Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) understanding of Islam in their respective villages. The focus of this study includes: 1) What are the social and religious conditions of the Cangkreng and Jambu Lenteng communities? 2) What is the ijtihad of the mosque kiai in preserving religious moderation in Cangkreng and Jambu Lenteng villages? 3) What media do the mosque kiai use to preserve religious moderation in Cangkreng and Jambu Lenteng villages? This research utilizes social movement theory and religious moderation theory. The approach used is qualitative. Data collection techniques include interviews, observations, focus group discussions (FGD), and documentation. The data is then analyzed through the following steps: data condensation, data presentation, and drawing conclusions or verification. This research yields the following findings: 1) Generally, the social and religious conditions of the Madurese community are very religious and obedient to Islamic teachings, characterized by Aswaja Islam. Thus, the social and religious conditions of the Cangkreng and Jambu villages are derivatives of the social and religious conditions of Madura. Recently, however, these two villages have been disturbed by individuals with Wahhabi, MTA, and HTI ideologies. 2) The ijtihad of the mosque kiai in Cangkreng and Jambu is based on the principle of preserving beneficial old traditions while adopting new and better traditions. 3) The media used by the mosque kiai in Cangkreng include: istigasah, barzanji, yellow book study, sarwa gatherings, and Muslim gatherings. Meanwhile, the media used by the mosque kiai in Jambu include: events for Islamic holidays such as the Maulid of the Prophet Muhammad and Isra' Mi'raj, birth and death ceremonies (tahlil), sarwa, yellow book study, and istigasah.
PERBANDINGAN PENDIDIKAN: SISTEM PENDIDIKAN DI INONESIA DAN SINGAPURA Sofiani, Ika Kurniati; Sari, Shinta Maya; Oktofia, Fitri; Elmiah, Tanti; Astuti, Seri
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas tentang program-program refomasi pendidikan di dua Negara dengan latar belakang dan kondisi serta ideologi yang berbeda yaitu Singapura dan Indonesia. Diantara program reformasi pendidikan di Singapura adalah Teach less, Learn More; Thinking School, Learning Nation, dan School Excellent Model. Sedangkan kebijakan reformasi pendidikan di Indonesia diantaranya diselenggarakan dengan desentralisasi pendidikan dalam kerangka manajemen berbasis sekolah, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan dan Kurikulum 2013, serta program sertifikasi guru. Dari hasil pembahasan, dapat diketahui bahwa Singapura telah berhasil menyelenggarakan reformasi pendidikan. Hal ini dapat dilihat dari kualitas pendidikan Singapura yang masuk dalam ranking teratas Negara-negara dengan pencapaian standar pendidikan internasional. Sementara itu, Indonesia nampak masih harus berjuang untuk mencapai tujuan reformasi pendidikan. Hasil implementasi pendidikan yang berbeda di kedua Negara ini tentu dikarenakan perbedaan latar belakang, serta kondisi sosial, ekonomi, politik budaya dan geografis kedua Negara tersebut. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan penyelengaraan reformasi pendidikan di sebuah Negara. Abstract This article discusses on educational reformation programs conducted in two countries which have different background as well as different ideology, social, economic, political, and geographical circumstances i.e., Singapore and Indonesia. Some of the main educational reform agendas in Singapore are Teach less, Learn More; Thinking School, Learning Nation, and School Excellent Model. Meanwhile, educational reform programs in Indonesia are conducted through educational decentralization within the framework of school based management, School-level Curriculum and the 2013Curriculum and teacher certification. It can be understood that Singapore has succeeded in conducting educational reform. This can be seen from the quality of Singaore’s education which has been ranked high in achieving he benchmark of international education standard. Meanwhile, Indonesia still needs to struggle to achieve the desired outcomes of educational reforms agendas. The differing result of educational reform revealed in these two countries resulted from different background of the countries. Thus, it can be concluded that there are a number of factors influencing the success of educational refoms agendas in a country.
ANALISIS LAYANAN ANAK DALAM PENGEMBANGAN LITERASI ANAK USIA DINI DI DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KABUPATEN LABUHANBATU Hasibuan, Rizki Mahyani Br; Jamil, Khoirul; Yusniah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Analisis Layanan Anak dalam Pengembangan Literasi Anak Usia Dini di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Labuhanbatu. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peran layanan anak dalam pengembangan literasi anak usia dini dan kendala dalam melakukan kegiatan layanan anak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini yaitu, Pustakawan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Labuhanbatu yang telah dipilih oleh peneliti sesuai dengan kriteria subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa jenis layanan anak yang ada di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Labuhanbatu yaitu layanan peminjaman koleksi, layanan bimbingan membaca, layanan mendongeng, layanan pertujunjukan audiovisual dan layanan bermain anak. Selain jenis layanan anak, perpustakaan juga menyediakan program mendongeng kunjungan ke sekolah-sekolah, adapula kegiatan forum anak yang diadakan di rumah baca di bawah naungan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabuaten Labuhanbatu dimana anak-anak dapat belajar dengan menyenangkan sambil bermain. Dengan diadakannya kegiatan-kegiatan tersebut anak-anak dapat lebih antusias dan senang berkunjung ke perpustakaan selain itu juga mampu mendorong anak dalam pengembagan literasi anak usia dini. Abstract This study discusses the Analysis of Child Services in the Development of Early Childhood Literacy at the Labuhanbatu District Library and Archives Service. The purpose of this study was to determine the role of child services in developing early childhood literacy and the obstacles in carrying out early childhood literacy development. This study used a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection is done by observation, interviews, and documentation. The informants in this study were librarians from the Labuhanbatu Regency Library and Archives Service who had been selected by the researchers according to the criteria of the research subject. he result of this study indicate that the types of children's services availables at the Labuhanbatu District Library and Archives Service are collection lending services, reading guidance services, storytelling services, audiovisual performance services and children's servuces, the library also provides a storytelling program visiting schools, there are also children's forum activities held at the reading house under the aupices of the Labuhanbatu Regency Library and Archives Service where children can learn in a fun way and while playing. By holding these activities children can be more enthusiastic and hanppy to visit the library while also being able to encourage children in developing early childhood literacy.