cover
Contact Name
Khamsil Laili
Contact Email
khamsillaili@gmail.com
Phone
+6287866203050
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Religion, Social,
Articles 215 Documents
HUMANISME ALI SYARI’ATI: QS. IBRAHIM AYAT 4 SEBAGAI LANDASAN KEBERPIHAKAN MAHASISWA TERHADAP MASYARAKAT BAWAH Subekti, Fiqi Restu; Muzammil, Shofiyullah; Nugraha, Dendi
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research discusses Ali Shari’ati’s humanism thinking in the context of student’s alignment with the lower classes, by interpreting QS. Ibrahim verse 4. Shari’ati criticised the concept of Western humanism (liberalism, marxism and existentialism) which he considered too materialistic and did not take into account the spiritual dimension of man. Instead, he offers a tawhid-based humanism that emphasises man’s role as God’s representative on earth, with the main task of freeing the oppressed from social and structural shackles. This research uses a qualitative method with a literature study approach, analysing Ali Shari’ati’s works and other supporting literature. The results show that Ali Shari’ati’s concept of humanism encourages students to act as rausyan fikr (enlightened intellectuals) who are active in social change. Student’s alignment with the lower society must be manifested in the form of advocacy, empowerment, and real action based on religious and ethical values. By understanding Ali Shari’ati’s humanism, students can develop critical awareness and act as agents of change who contribute to social justice. This article asserts that siding with the oppressed is not just a moral choice, but also part of intellectual and spiritual responsibility. Abstrak Penelitian ini membahas tentang pemikiran humanisme Ali Syari’ati dalam konteks keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat kelas bawah, dengan menafsirkan QS. Ibrahim ayat 4. Syari’ati mengkritisi konsep humanisme Barat (liberalisme, marxisme, dan eksistensialisme) yang dianggapnya terlalu materialistis dan tidak memperhitungkan dimensi spiritual manusia. Sebaliknya, ia menawarkan humanisme berbasis tauhid yang menekankan peran manusia sebagai wakil Tuhan di bumi, dengan tugas utama membebaskan kaum tertindas dari belenggu sosial dan struktural. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis karya-karya Ali Syari’ati dan literatur pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep humanisme Ali Syari’ati mendorong mahasiswa untuk berperan sebagai rausyan fikr (intelektual yang tercerahkan) yang aktif dalam perubahan sosial. Keberpihakan mahasiswa kepada masyarakat kelas bawah harus diwujudkan dalam bentuk advokasi, pemberdayaan, dan tindakan nyata yang berlandaskan pada nilai-nilai agama dan etika. Dengan memahami humanisme Ali Syari’ati, mahasiswa dapat mengembangkan kesadaran kritis dan bertindak sebagai agen perubahan yang berkontribusi pada keadilan sosial. Artikel ini menegaskan bahwa berpihak pada yang tertindas bukan sekadar pilihan moral, tetapi juga bagian dari tanggung jawab intelektual dan spiritual.
ANALISIS PELAPORAN KEUANGAN DESA BERDASARKAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAH (SAP) DI DESA BULIE, KECEMATAN SIBULUE, KABUPATEN BONE Nasrul; Yamin, Muhammad; Ardi, Muhammad
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine whether the Village Government of Bulie has implemented accounting standards in presenting its village financial reports. The research methodology used is qualitative research. The data sources include primary data obtained through direct interviews with the village secretary of Bulie and secondary data derived from relevant documents. The research location is in Bulie Village, Sibulue Subdistrict, Bone Regency. The findings indicate that the financial reporting in Bulie Village is not yet fully aligned with or does not entirely meet several principles of the Government Accounting Standards (SAP). The village government currently prepares only two types of financial reports, while to comply with SAP, seven types of financial statements are required, namely the Budget Realization Report (LRA), the Statement of Changes in Budget Surplus (LPSAL), the Balance Sheet (LN), the Statement of Changes in Equity (LPE), the Operational Report (LO), the Cash Flow Statement (LAK), and the Notes to the Financial Statements (CALK). Based on these findings, it is recommended that the Village Government of Bulie regularly conducts outreach, education, and training for village officials to enhance their understanding of the alignment and regulations related to financial management in accordance with the Government Accounting Standards (SAP). Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah dalam menyajikan laporan keuangan desa, Pemerintah Desa Bulie sudah menerapkan standar akuntansi dalam pelaporan keungan desa. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer yang diperoleh dengan wawancara langsung dengan sekertaris desa bulie sedangkan data skunder diperoleh dari dokumen yang berkaitan. Lokasi penelitian ini bertempat di Desa Bulie Kecamatan Sibulue Kabipaten Bone. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaporan keuangan di Desa Bulie, belum relevan atau belum memenuhi beberapa prinsip Standar Akuntansi Pemerintah (SAP). Sebagaimana pemerintah Desa Bulie hanya membuat dua jenis laporan keuangan, untuk membuat laporan keuangan Desa yang sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) memerlukan tujuh jenis laporan keuangan diantaranya Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Laporan Neraca (LN), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE), Laporan Oprasional (LO), Laporan Arus Kas (LAK), dan Catatan Atas Laporan Keuangan (CALK). Berdasarkantemuan ini, disarankan agar pemerintah Desa Bulie diharapkan sering mengadakan sosialisasi, pendidikan serta pelatihan kepada aparatur Desa terkait keselarasan dan aturan-aturan lain yang berhubungan dengan pengelolaan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) agar bisa lebih memahami tentang Standar Akuntasi Pemerintah (SAP).
PRINSIP AHLUSUNNAH WAL JAMA’AH DALAM TASAWUF DAN RELEVANSINYA TERHADAP PENDIDIKAN ISLAM Ula, Masfiyatul; Aulia, Nur Shinta Rahma; Kusno, Moh
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) dalam tasawuf dan relevansinya terhadap pendidikan Islam. Dengan metode studi kepustakaan, ditemukan bahwa nilai-nilai Aswaja seperti moderat, seimbang, adil, dan toleran menjadi dasar tasawuf yang fokus pada pembentukan akhlak dan spiritualitas. Dalam konteks pendidikan Islam, tasawuf membantu membentuk karakter, memperkuat nilai moral-spiritual, dan mengatasi krisis etika. Pendidikan sufistik menekankan transformasi kepribadian, keteladanan guru, serta adab dalam relasi murid dan pendidik. Kesimpulannya, tasawuf berbasis Aswaja relevan untuk diintegrasikan dalam pendidikan Islam guna mencetak manusia yang berilmu, berakhlak, dan spiritual. Abstract This study explores the principles of Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) in Sufism and their relevance to Islamic education. Using a literature review method, it finds that Aswaja values—such as moderation, balance, justice, and tolerance—form the foundation of Sufism focused on character building and spiritual development. In Islamic education, Sufism contributes to shaping student character, reinforcing moral and spiritual values, and addressing ethical crises. Sufi education emphasizes personal transformation, teacher role modeling, and respectful student-teacher relationships. The study concludes that Aswaja-based Sufi values are highly relevant to be integrated into Islamic education to develop knowledgeable, ethical, and spiritually grounded individuals.
STRATEGI PENDANAAN MELALUI LEASING SOLUSI UNTUK MENINGKATKAN AKSES MODAL DAN DIVERSIFIKASI INSTRUMEN INVESTASI BAGI MASYARAKAT Inayatah, Meli; Maulidiyah; Setiawan, M.; Zia, Ahmad Zihad Luqmansyah; Rofiko, Arina
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leasing has become an effective financing alternative, especially for micro, small, and medium enterprises (MSMEs), to acquire necessary assets without needing significant upfront capital. This article discusses the role of leasing in enhancing MSMEs' access to capital and its contribution to investment instrument diversification. Despite offering numerous benefits, the implementation of leasing still faces challenges, such as limited public understanding of its mechanisms, regulatory barriers, and economic uncertainty. Therefore, improvements in regulations, financial literacy, and tailoring leasing products to MSME needs are essential for the sector's optimal development. This article also provides recommendations for financial institutions and the government to enhance support for MSMEs in utilizing leasing as a more flexible and affordable financing alternative. Abstrak Leasing telah menjadi alternatif pembiayaan yang efektif, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk memperoleh aset yang diperlukan tanpa harus mengeluarkan modal besar di awal. Artikel ini membahas peran leasing dalam meningkatkan akses modal bagi UMKM, serta kontribusinya dalam diversifikasi instrumen investasi. Meskipun menawarkan banyak manfaat, implementasi leasing masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya pemahaman masyarakat mengenai mekanisme leasing, hambatan regulasi, dan ketidakpastian ekonomi. Oleh karena itu, dibutuhkan perbaikan regulasi, peningkatan literasi keuangan, dan penyesuaian produk leasing dengan kebutuhan UMKM agar sektor ini dapat berkembang secara optimal. Artikel ini juga memberikan saran bagi lembaga keuangan dan pemerintah untuk meningkatkan dukungan terhadap UMKM dalam memanfaatkan leasing sebagai alternatif pembiayaan yang lebih fleksibel dan terjangkau.
HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI DALAM HUKUM ISLAM DI INDONESIA Hanif, Muhammad Daffa; April, Muhammad; Nelli, Jumni
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hak dan kewajiban suami istri dalam rumah tangga menurut perspektif Islam serta hukum positif di Indonesia. Dalam Islam, keseimbangan antara hak dan kewajiban merupakan prinsip utama dalam membangun rumah tangga yang harmonis. Suami memiliki tanggung jawab utama dalam memberikan nafkah dan perlindungan kepada istri, sementara istri memiliki kewajiban untuk menaati suaminya dalam perkara yang ma’ruf serta menjaga kehormatan rumah tangga. Selain perspektif Islam, penelitian ini juga mengkaji hak dan kewajiban suami istri berdasarkan Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Perkawinan di Indonesia untuk memahami bagaimana hukum nasional mengatur hubungan dalam rumah tangga. Penelitian ini dilakukan melalui metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur. Sumber data yang digunakan meliputi Al-Qur’an, hadis, kitab-kitab fikih klasik dan kontemporer, serta peraturan perundang-undangan seperti Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif untuk memahami konsep hak dan kewajiban suami istri dalam konteks hukum Islam dan hukum positif di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam dan hukum nasional menekankan keseimbangan serta keadilan dalam hubungan suami istri. Suami memiliki hak untuk ditaati dalam perkara yang ma’ruf dan diperlakukan dengan baik oleh istri, sementara istri berhak mendapatkan nafkah yang layak serta perlakuan yang penuh kasih sayang. Implementasi hak dan kewajiban yang seimbang ini berperan penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga serta menciptakan lingkungan keluarga yang Islami dan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia. Abstract This research aims to analyze the rights and obligations of husbands and wives in a household from the perspective of Islam as well as positive law in Indonesia. In Islam, the balance between rights and obligations is a fundamental principle in building a harmonious household. The husband has the primary responsibility to provide for and protect his wife, while the wife is obligated to obey her husband in matters that are considered good (ma’ruf) and to maintain the honor of the household. In addition to the Islamic perspective, this study also examines the rights and obligations of husbands and wives based on the Compilation of Islamic Law (KHI) and the Marriage Law in Indonesia to understand how national law regulates household relationships. This research was conducted using qualitative methods with a literature study approach. The data sources include the Qur'an, hadith, classical and contemporary fiqh texts, as well as legislation such as the Compilation of Islamic Law (KHI) and Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. The analysis was performed using a descriptive approach to understand the concepts of rights and obligations of husbands and wives within the context of Islamic law and positive law in Indonesia. The findings indicate that both Islam and national law emphasize balance and justice in the husband-wife relationship. The husband has the right to be obeyed in matters that are good and to be treated well by his wife, while the wife is entitled to receive adequate financial support and loving treatment. The implementation of these balanced rights and obligations plays a crucial role in maintaining household harmony and creating a family environment that is Islamic and compliant with existing laws in Indonesia.
RELEVANSI PEMIKIRAN AL-GHAZALI TERHADAP TANTANGAN SEKULARISME DALAM PENDIDIKAN ISLAM MODERN Tahira, Kayla Nurul; Putri, Dinda Nauli; Shodri, Wridan Fauzi Rahman; Qolbiyah, Aini; Parhan, Muhamad
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the relevance of Al-Ghazali’s thought in addressing the challenges of secularism in modern Islamic education. The main problem explored is how secularism, which separates religious values from the educational system, can weaken the character and spirituality of Muslim students. This study employs a qualitative approach through literature review of Al-Ghazali’s works and related Islamic educational literature. The findings indicate that Al-Ghazali emphasizes the integration of knowledge and spiritual values, so that education is not only oriented toward intellectual achievement but also moral and ethical development. The proposed solution is the implementation of Al-Ghazali’s holistic educational concept, which balances aqli (rational) and naqli (revealed) sciences. The main finding of this article confirms that Al-Ghazali’s thought is highly relevant for overcoming the dichotomy between religious and secular sciences caused by secularism, and for strengthening Islamic identity in the era of globalization. The conclusion of this study highlights the importance of revitalizing the role of teachers and developing an integrative curriculum based on Islamic values to build a high-quality and competitive Islamic education. Abstrak Artikel ini membahas relevansi pemikiran Al-Ghazali dalam menghadapi tantangan sekularisme pada pendidikan Islam modern. Permasalahan utama yang diangkat adalah bagaimana sekularisme, yang memisahkan nilai agama dari sistem pendidikan, dapat melemahkan pembentukan karakter dan spiritualitas peserta didik Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka terhadap karya-karya Al-Ghazali dan literatur terkait pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menekankan pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai spiritual, sehingga pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga pembentukan moral dan akhlak. Solusi yang diusulkan adalah penerapan konsep pendidikan menurut Al-Ghazali, yang menggabungkan ilmu aqli dan naqli secara seimbang. Temuan utama artikel ini menegaskan bahwa pemikiran Al-Ghazali sangat relevan untuk mengatasi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum akibat sekularisme, serta memperkuat identitas keislaman di era globalisasi. Simpulan dari kajian ini adalah perlunya revitalisasi peran guru dan pengembangan kurikulum integratif berbasis nilai-nilai Islam untuk membangun pendidikan Islam yang berkualitas dan berdaya saing.
MENELUSURI JEJAK PEMIKIRAN AL-GHAZALI: DARI KRITIK FILSAFAT HINGGA SINTESIS ILMU DAN SPIRITUALITAS Haq, Muhammad Zaky Dhiyaul; Brenda; Azahra, Najwa; Parhan, Muhamad
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji pemikiran Imam Al-Ghazali (1058-1111 M), salah satu tokoh intelektual terkemuka dalam sejarah Islam yang dikenal dengan gelar Hujjat al-Islam. Melalui pendekatan historis dan analisis kritis terhadap karya-karyanya, penelitian ini menggali kontribusi signifikan Al-Ghazali dalam bidang filsafat, teologi, dan tasawuf, serta sintesis komprehensif yang ia bangun di antara berbagai dimensi keilmuan Islam. Kajian ini membahas latar belakang sosio-politik masa Al-Ghazali, perjalanan intelektual dan spiritualnya, serta karya-karya monumentalnya seperti Tahafut al-Falasifah dan Ihya' Ulum al-Din. Fokus utama penelitian adalah epistemologi Al-Ghazali, kritiknya terhadap rasionalisme filosofis, konsepsi tentang hubungan akal dan wahyu, serta kontribusinya dalam melegitimasi tasawuf ke dalam ortodoksi Islam. Lebih jauh, artikel ini menganalisis relevansi pemikiran Al-Ghazali dalam konteks modern, terutama dalam menjawab tantangan globalisasi, sekularisasi, dan krisis moralitas. Temuan menunjukkan bahwa pemikiran Al-Ghazali menawarkan kerangka integratif yang menyeimbangkan rasionalitas dan spiritualitas, serta memiliki potensi kontributif dalam pengembangan pendidikan Islam kontemporer dan dialog antara tradisi dan modernitas. Penelitian ini memperkaya diskursus akademik dengan menyajikan perspektif komprehensif tentang warisan intelektual Al-Ghazali dan signifikansinya bagi pemikiran Islam saat ini. Abstract This article examines the thought of Imam Al-Ghazali (1058–1111 CE), one of the most prominent intellectual figures in Islamic history, renowned by the title Hujjat al-Islam. Through a historical approach and critical analysis of his works, this study explores Al-Ghazali’s significant contributions to philosophy, theology, and Sufism, as well as the comprehensive synthesis he constructed among various dimensions of Islamic knowledge. The research discusses the socio-political background of Al-Ghazali's era, his intellectual and spiritual journey, and his monumental works such as Tahafut al-Falasifah and Ihya' Ulum al-Din. The main focus of this study is Al-Ghazali's epistemology, his critique of philosophical rationalism, his conception of the relationship between reason and revelation, and his contribution to legitimizing Sufism within Islamic orthodoxy. Furthermore, this article analyzes the relevance of Al-Ghazali’s thought in the modern context, particularly in addressing the challenges of globalization, secularization, and moral crisis. The findings suggest that Al-Ghazali’s thought offers an integrative framework that balances rationality and spirituality, and holds significant potential for contributing to the development of contemporary Islamic education and the dialogue between tradition and modernity. This study enriches academic discourse by presenting a comprehensive perspective on Al-Ghazali's intellectual legacy and its significance for contemporary Islamic thought.
PERAN LEASING DALAM PENGEMBANGAN KEWIRAUSAHAAN DAN AKSES MODAL KERJA DI KALANGAN MASYARAKAT: SUATU KAJIAN LITERATUR Ramadhani, Randy Satya; Ula, Ilma Nafrotil; Ghozali, Mohammad Arief; Sholikha, Siti Amilatus; Irma, Yesyi Ani; Andini, Adela Lora Tri
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Leasing is a crucial financing alternative for Small and Medium Enterprises (SMEs) in Indonesia, which often face challenges in obtaining working capital through traditional loans. This article discusses the role of leasing in entrepreneurship development, focusing on ease of access, payment flexibility, and the ability for entrepreneurs to acquire necessary assets without significant initial capital. However, there are several challenges faced by entrepreneurs, such as limited understanding of leasing concepts, difficulties in meeting collateral requirements, and the risks of payment delays that can hinder business growth. Therefore, it is essential for entrepreneurs to enhance their understanding of leasing and for the government to strengthen regulations and oversight of the leasing industry. With these measures, leasing can be an effective solution to support business development in Indonesia. Abstrak Leasing merupakan alternatif pembiayaan yang sangat penting bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, yang sering menghadapi kendala dalam memperoleh modal kerja melalui pinjaman tradisional. Artikel ini membahas peran leasing dalam pengembangan kewirausahaan, dengan fokus pada kemudahan akses, fleksibilitas pembayaran, dan kemampuan pengusaha untuk memperoleh aset yang dibutuhkan tanpa modal awal yang besar. Meskipun demikian, terdapat beberapa tantangan yang dihadapi oleh pengusaha, seperti keterbatasan pemahaman tentang konsep leasing, kesulitan dalam memenuhi persyaratan jaminan, dan risiko keterlambatan pembayaran yang dapat menghambat perkembangan usaha. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang leasing dan bagi pemerintah untuk memperkuat regulasi dan pengawasan industri leasing. Dengan langkah-langkah tersebut, leasing dapat menjadi solusi efektif untuk mendukung pengembangan usaha di Indonesia.
PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PADA LEMBAGA DAKWAH MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI) Alhaq, Dinda Luthfiaturrahmah; Castrawijaya, Cecep
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini berfokus pada perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang memberikan dampak signifikan dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di lembaga dakwah, khususnya di Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam era digital, lembaga dakwah dihadapkan pada tantangan untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara efektif kepada masyarakat, terutama generasi muda. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh TIK terhadap pengembangan SDM di MUI serta untuk mengeksplorasi pentingnya pembinaan karakter dan spiritual dalam konteks ini. Metode penelitian yang digunakan adalah library research, yang melibatkan pengumpulan dan analisis dokumen resmi MUI, literatur terkait, dan sumber online yang relevan. Data yang dikumpulkan dianalisis secara mendalam untuk mengidentifikasi tema dan informasi penting mengenai penerapan teknologi dalam dakwah dan pengembangan SDM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MUI telah memanfaatkan teknologi digital, seperti media sosial dan aplikasi mobile, untuk memperluas jangkauan dakwah dan meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Namun, keberhasilan dakwah digital sangat bergantung pada SDM yang profesional dan terlatih. Pembinaan karakter dan spiritual juga diidentifikasi sebagai aspek krusial dalam memastikan bahwa para dai tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga integritas dan nilai-nilai keislaman yang kuat. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi dakwah yang lebih efektif dalam menghadapi tantangan era digital. Abstract The background of this research focuses on the development of information and communication technology (ICT) which has a significant impact on the development of Human Resources (HR) in da'wah institutions, especially in the Indonesian Ulema Council (MUI). In the digital era, da'wah institutions are faced with the challenge of delivering religious messages effectively to the public, especially the younger generation. Therefore, this research aims to analyze the influence of ICT on HR development in MUI and to explore the importance of character and spiritual development in this context. The research method used is library research, which involves collecting and analyzing official MUI documents, related literature, and relevant online sources. The data collected was analyzed in depth to identify important themes and information regarding the application of technology in da'wah and HR development. The results show that MUI has utilized digital technologies, such as social media and mobile applications, to expand the reach of da'wah and increase the effectiveness of message delivery. However, the success of digital da'wah is highly dependent on professional and trained human resources. Character and spiritual development were also identified as crucial aspects in ensuring that preachers not only have technical skills, but also integrity and strong Islamic values. The findings are expected to contribute to the development of digital da'wah programs.
MANAJEMEN PESANTREN DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BACA KITAB KUNING SANTRI Robbi, Fadla; Falah, Moh. Syamsul
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen Pondok Pesantren Hudaya Sukopuro Diwek Jombang dalam meningkatkan kemampuan membaca kitab kuning. Kitab kuning merupakan rujukan utama dalam pendidikan pesantren tradisional yang memerlukan keterampilan khusus karena ditulis dalam bahasa Arab tanpa harakat. Fokus penelitian mencakup lima aspek manajemen, yaitu santri, kurikulum, sumber daya manusia (SDM), sarana prasarana, dan keuangan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dilaksanakan secara efektif dan berdampak signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca kitab kuning. Kegiatan pembelajaran seperti madrasah diniyah, bandongan, sorogan, musyawarah harian, dan musyawarah kubro menjadi sarana utama dalam membentuk keterampilan membaca dan memahami isi kitab. Manajemen santri dilakukan melalui pengelompokan kelas berdasarkan kemampuan, kurikulum disusun secara bertingkat, SDM terlibat aktif, serta didukung sarana prasarana yang memadai dan sistem keuangan yang transparan. Abstract This study aims to describe the management of Pondok Pesantren Hudaya Sukopuro Diwek Jombang in improving students’ ability to read kitab kuning (classical Islamic texts). Kitab kuning serves as a primary reference in traditional Islamic boarding school education and requires specific skills to read, as the texts are written in Arabic without vowel markings. The research focuses on five key aspects of management: student affairs, curriculum, human resources, facilities and infrastructure, and financial management. A qualitative descriptive method with a case study approach was used, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The findings show that the management functions of planning, organizing, implementation, and supervision are carried out effectively and contribute significantly to enhancing students’ competence in reading kitab kuning. Learning activities such as madrasah diniyah, bandongan, sorogan, daily discussions (musyawarah harian), and large group discussions (musyawarah kubro) are the main instruments for developing reading accuracy, content comprehension, and the ability to express the content. Student management is carried out through class grouping based on reading ability. The curriculum is structured progressively, human resources are actively involved, and the process is supported by adequate facilities and transparent financial management.