Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Lembaga Penghimpun Zakat Secara Online: Kajian Yuridis dan Hukum Islam Habibullah; Asyhari
Al-Huquq: Journal of Indonesian Islamic Economic Law Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Fakultas Syariah IAIN madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/alhuquq.v5i2.10526

Abstract

Lembaga penghimpunan zakat secara online merupakan fenomena baru dalam pelaksanaan ibadah zakat di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian yuridis dan hukum Islam terhadap lembaga penghimpunan zakat secara online. Metode deskriptif-analitik dengan pendekatan normatif diadopsi dalam penelitian ini. Informasi yang digunakan adalah informasi sekunder yang terdiri dari hukum dan peraturan, literatur, dan studi kepustakaan terkait dengan zakat online dan praktek penghimpunan zakat secara online. Menurut temuan penelitian, organisasi penghimpun zakat secara online memiliki dasar hukum dalam Islam yang mengatur tentang pelaksanaan ibadah zakat. Prinsip-prinsip yang terkait dengan zakat, seperti kewajiban, jumlah zakat yang harus dikeluarkan, dan penerima zakat, tetap berlaku dalam konteks penghimpunan zakat secara online. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa isu hukum yang perlu diperhatikan dalam penghimpunan zakat secara online. Isu-isu tersebut meliputi Bagaimana kajian yuridis dan hukum Islam lembaga penghimpun zakat secara Online, Bagaimana analisis terhadap faktor-faktor Muzakki tidak membayar ZIS Melalui BAZNAS. Penelitian ini memberikan rekomendasi kepada lembaga penghimpunan zakat secara online untuk mematuhi ketentuan hukum Islam dalam penghimpunan dan pengelolaan zakat. Selain itu, lembaga penghimpunan zakat secara online juga perlu menjaga keamanan data pribadi donatur, melaksanakan audit internal secara berkala, dan meningkatkan transparansi dalam penggunaan dana zakat. (Online zakat collection institutions are a new phenomenon in the implementation of zakat worship in the digital era. This research aims to conduct a juridical and Islamic law study of online zakat collection institutions. The descriptive-analytic method with a normative approach was adopted in this research. The information used is secondary information consisting of laws and regulations, literature, and literature studies related to online zakat and online zakat collection practices. According to research findings, online zakat collection organizations have a legal basis in Islam which regulates the implementation of zakat worship. Principles related to zakat, such as obligations, the amount of zakat to be issued, and recipients of zakat, still apply in the context of online zakat collection. However, this research also found several legal issues that need to be considered when collecting zakat online. These issues include how to study juridical and Islamic law online zakat collection institutions, how to analyze the factors of Muzakki not paying ZIS through BAZNAS. This study provides recommendations for online zakat collection institutions to comply with the provisions of Islamic law in the collection and management of zakat. In addition, online zakat collection institutions also need to maintain the security of donors' personal data, carry out regular internal audits, and increase transparency in the use of zakat funds)
Inclusive Finance in Sembako Program: An Overview From Proper Governance Perspective Habibullah; Jayaputra, Achmadi; Pudjianto, Bambang; Muhtar
Asean Social Work Journal Vol. 10, No. 2, December 2022
Publisher : Indonesian Social Work Consortium (ISWC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.688 KB) | DOI: 10.58671/aswj.v10i2.20

Abstract

The Sembako program is one of the social protection programs launched by the Government of Indonesia to overcome poverty by providing food assistance. The sembako program is also expected to increase financial inclusion by using the prosperous family card as an electronic money and savings feature. This study uses a proper governance perspective with the research location in Banyumas Regency, Central Java Province, Indonesia. The results showed that the implementation of the Sembako program went well. However, the recipients complain that  the types, quantities, and goods received are different from the instructed provisions, so they are not in accordance with the principles of proper governance. The sembako program contributes little to increasing financial inclusion because the KKS Card can only be used to take assistance from the sembako program and cannot access other banking services. It was found that the KKS Card was not held by the recipient of the basic food program, and the recipient did not memorize the KKS Card Pin. This study recommends that all shops and stalls carry out the distribution of the sembako program without being limited to certain stalls. The sembako program is not packaged so that beneficiaries are free to take basic food assistance according to the needs of their families.
APLIKASI KOMPAS KIBLAT DIGITAL UNTUK PENYANDANG TUNANETRA BERBASIS ANDROID STUDY KASUS DI PIJAT TUNANETRA SANTA 3 RAWAMANGUN Johari, Ma’mun; Habibullah
Jurnal Visualika Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal Visualika
Publisher : Prodi Sistem Informasi Universitas Saintek Muhammadiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56459/jv.v10i2.115

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah aplikasi kompas kiblat digital yang dapat digunakan oleh penyandang tunanetra berbasis platform Android. Kebutuhan akan aplikasi kompas kiblat yang dapat diakses oleh tunanetra sangat penting, mengingat pentingnya arah kiblat dalam melaksanakan ibadah bagi umat Muslim. Namun, aplikasi kompas kiblat yang tersedia saat ini umumnya dirancang untuk pengguna yang memiliki penglihatan normal, sehingga tidak memenuhi kebutuhan penyandang tunanetra. Metode penelitian yang digunakan dalam pengembangan aplikasi kompas kiblat digital ini adalah metode pengembangan perangkat lunak berdasarkan tahapan SDLC (Software Development Life Cycle). Tahap-tahap dalam SDLC yang diterapkan meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan aplikasi, pengujian, dan pemeliharaan. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan studi literatur, pengumpulan data tentang kebutuhan dan preferensi penyandang tunanetra, serta pengujian aplikasi dengan partisipasi aktif dari penyandang tunanetra sebagai pengguna yang diuji coba. Aplikasi ini dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang ramah pengguna dan aksesibilitas yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pengguna dengan keterbatasan penglihatan. Aplikasi ini dapat membantu penyandang tunanetra dalam menentukan arah kiblat secara akurat dan dapat diandalkan, sehingga memudahkan mereka dalam melaksanakan ibadah dengan tepat. Aplikasi ini memberikan manfaat signifikan bagi penyandang tunanetra dalam menjalankan ibadah secara mandiri dan lebih mudah.
Kesetaraan dalam Warisan Keluarga: Mengkritisi Bias Gender dalam Hukum Waris Habibullah
MUDABBIR Journal Research and Education Studies Vol. 5 No. 1 (2025): Vol. 5 No. 1 Januari - Juni 2025
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/mudabbir.v5i1.777

Abstract

Tulisan menjelaskan hukum waris dalam berbagai sistem hukum di dunia sering kali menunjukkan bias gender yang berakar pada nilai-nilai patriarki. Bias ini berimplikasi pada ketidaksetaraan distribusi warisan antara laki-laki dan perempuan, baik dalam hukum adat, hukum agama, maupun hukum positif. Artikel ini mengkritisi ketimpangan gender dalam hukum waris dengan menganalisis berbagai sistem hukum yang masih mempertahankan norma-norma yang tidak adil bagi perempuan. Melalui pendekatan normatif dan sosiologis, penelitian ini mengungkap bagaimana perempuan kerap ditempatkan dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam pembagian warisan, meskipun prinsip kesetaraan telah diakui dalam berbagai instrumen hukum internasional dan nasional. Kajian ini juga mengeksplorasi upaya reformasi hukum yang dapat dilakukan untuk menciptakan sistem waris yang lebih adil dan setara bagi semua pihak tanpa memandang gender. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi hukum waris yang tidak hanya berbasis pada tradisi, tetapi juga mempertimbangkan prinsip-prinsip keadilan dan hak asasi manusia.
Transformasi Layanan Rehabilitasi Sosial: Studi Kasus Kewirausahaan ATENSI Sentra Wyata Guna di Bandung Juhari, Ahmad; Habibullah
Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial Vol. 14 No. 2 (2025): Sosio Konsepsia: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial
Publisher : Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial (Pusdiklatbangprof Kesos), Kementerian Sosial RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33007/ska.v14i2.3416

Abstract

Program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) merupakan transfornasi layanan rehabilitasi sosial dengan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan residensial. ATENSI memberikan bantuan berupa dukungan pemenuhan hidup layak, perawatan sosial, pengasuhan anak, dan dukungan keluarga. Salah satu transformasi layanan rehabilitasi sosial adalah kewirausahaan ATENSI agar pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial dapat mandiri, berdaya, dan sejahtera. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang mengkaji tentang kebjakan, implementasi, dan manfaat kewirausahaan ATENSI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan didukung oleh data kuantitatif. Sentra Wyata Guna Bandung menjadi lokasi penelitian dengan informan pelaksana dan penerima manfaat kewirausahaan ATENSI. Hasil penelitian menunjukan bahwa program ATENSI mentransformasi layanan rehabilitasi sosial, lembaga kesejahteraan sosial yang dimiliki. Kementerian Sosial tidak hanya melayani 1 (satu) jenis pemerlu pelayanan kesajahteraan sosial pelayanan berbasis residensial dengan jumlah penerima manfaat terbatas. Implikasinya Sentra Wyata Guna Bandung, yaitu tidak hanya melayani penyandang disabilitas netra tetapi juga menerima klaster lain dan melaksanakan program kewirausahaan ATENSI. Kewirausahaan ATENSI bermanfaat bagi penerima manfaat dengan indikator masih berlanjutnya kegiatan wirausaha dan meningkatnya pendapatan penerima manfaat bahkan sebanyak 7,64 persen penghasilan meningkat di atas Upah Minimum Kabupaten. Penelitian ini merekomendasikan pada proses assesmen dilakukan secara memadai, tidak hanya bersifat pelatihan kewirausahaan akan tetapi juga mempertimbangkan keberlajutan usaha.
Perubahan Dan Hukum Habibullah
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 2 (2025): June-September 2025
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i2.1517

Abstract

Penelitian ini mengkaji hubungan antara perubahan sosial dan perubahan hukum, terutama dalam perspektif hukum Islam. Dengan menggunakan metode riset pustaka, penelitian memaparkan bahwa perubahan dalam masyarakat, baik dari segi nilai, norma, maupun kebiasaan, dapat memengaruhi perkembangan hukum dan fatwa. Sumber-sumber klasik dan kontemporer, seperti pendapat Ibnu Qayyim dan Ibnu Khaldun, menunjukkan hukum berperan sebagai alat perubahan sosial, di mana fatwa dan aturan keagamaan dapat menyesuaikan perubahan waktu, tempat, dan kondisi masyarakat. Studi ini menegaskan relevansi prinsip fleksibilitas hukum Islam, yang menuntut keberlanjutan adaptasi hukum sejalan dengan dinamika sosial untuk menghadirkan kemaslahatan dan mengatasi tantangan masyarakat modern.
Kepuasan Mahasiswa Terhadap Bimbingan dan Konseling Akademik Secara Daring oleh Dosen Pembimbing Akademik Eliza, Fivia; Mudjiran; Neviyarni; Nirwana, Herman; Sardi, Juli; Habibullah
Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Inovasi Pendidikan dan Teknologi Informasi (JIPTI)
Publisher : Information Technology Education Department

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52060/jipti.v5i1.1970

Abstract

In the growing digital era, online academic guidance and counseling is a practical solution in supporting students in achieving student academic success. This article aims to explore the level of student satisfaction with academic guidance and counseling provided online by academic supervisors in the Electrical Engineering Study Program at Padang State University. The research method in this study uses a quantitative approach with a questionnaire instrument. Data were analyzed with descriptive statistics. The results of this study indicate a fairly high level of satisfaction from students towards academic guidance and counseling conducted by academic supervisors online. The findings of this study provide valuable insights for universities in understanding the needs of students related to guidance and counseling in the digital era. This research opens up future research opportunities to develop a more interactive and user-friendly platform to support online academic guidance and counseling.
Perbandingan Metode SAW dan Topsis pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Calon Guru di SMA Negeri 16 Medan Eggy Ryan Agvi Riansyah; Evi Prasetyani; Habibullah; Waisul Kurni; Perani Rosyani
OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer dan Sains Vol 2 No 09 (2023): OKTAL : Jurnal Ilmu Komputer Dan Sains
Publisher : CV. Multi Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The idea of ​​decision assistance programs is growing rapidly today. There are many techniques that can help decision making. The TOPSIS and SAW approaches can both be used to address Multi-Attribute Decision Making (MADM) problems. This is due to the fact that the method is simple, easy to understand, computationally efficient, and capable of calculating the relative performance of decision-alternatives in a straightforward mathematical form. The challenge of this study was to complete a particular MADM example where it might be challenging to choose between the SAW procedure and the TOPSIS method which is more relevant. As a result, a sensitivity test was carried out to identify the best strategy to resolve disputes between SAW and TOPSIS. The purpose of this problem is to assist everyone in making a decision based on the best alternative value. The Multi-Attribute Decision Making (MADM) problem was solved through the Sensitivity Test technique at first.
Pelatihan Penggunaan Trainer Solar Panel Untuk Guru Sekolah Menengah Kejuruan Teknik Ketenagalistrikan Sumatera Barat Menuju Era Energi Baru Terbarukan Eliza, Fivia; Ambyar; Asnil; Delianti , Vera Irma; Myori, Dwiprima Elvanny; Sardi, Juli; Habibullah; Fadli, Radinal
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12830

Abstract

Background: Teachers in vocational schools play an essential role in integrating renewable energy education into the curriculum, but limited tools and knowledge in assembling solar panels hinder practical learning. The program aims to provide teachers with practical knowledge and skills in assembling solar panels. Method: This activity was attended by productive teachers of SMK in the field of expertise in Electrical Power Installation Engineering throughout the province of West Sumatra. Activities are carried out in 4 stages, Preparation, Implementation, Monitoring, Evaluation, and Follow-up. Written tests and practical tests are conducted to find out the extent of the teacher's ability to use solar panel trainers. Result: The result of this program is an increase in knowledge and skills, teachers in solar panel assembly. This program contributes to trained teachers, to provide an interactive and interesting learning approach for students in the use of renewable energy. Conclusion: This training program not only meets the needs of education in facing the development of renewable energy technology, but also makes a real contribution in creating human resources who are ready to work in the renewable energy sector.
IJTIHAD KIAI MASJID DALAM MELESTARIKAN MODERASI BERAGAMA DI TENGAH DERASNYA ARUS RADIKALISME DI LENTENG SUMENEP Habibullah
Al Iman: Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. 9 No. 2 (2025): Al-Iman Jurnal Keislaman dan Kemasyarakatan
Publisher : STID Raudlatul Iman Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan mengungkap fenomena ijtihad kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di tengah derasnya arus radikalisme di Lenteng. Kiai masjid dalam kajian ini adalah Kiai Ahmad Dumairi, Kiai Taufiq, dan Kiai Mualwi di masjid Desa Cangkreng, dan Kiai Wafi di masjid Desa Jambu. Kajian ini menarik karena kiai-kiai masjid di dua desa ini berupaya melestarikan faham Islam aswaja di desanya masing-masing. Adapun fokus kajian ini adalah: 1) Bagaimana kondisi sosial keagamaan masyarakat Cangkreng dan masyarakat Jambu Lenteng; 2) Apa ijtihad kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di Desa Cangkreng dan Desa Jambu Lenteng; 3) Apa saja media yang digunakan kiai masjid dalam melestarikan moderasi beragama di Desa Cangkreng dan Desa Jambu Lenteng. Penelitian ini menggunakan teori gerakan sosial, teori moderasi beragama. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti adalah wawancara, observasi, FGD, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan langkah-langkah: kondensasi data, menyajikan data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: 1) Secara umum, kondisi social keagamaan masyarakat Madura sangat relegius dan taat terhadap ajaran agama Islam, bercorak Islam aswaja. Sehingga kondisi social keagamaan masyarakat Desa Cangkreng dan Desa Jambu merupakan turunan dari kondisi social keagamaan Madura. Namun akhir-akhir ini, dua desa ini diusik oleh orang-orang yang berpaham wahabi, MTA, dan HTI. 2) Ijtihad kiai masjid Desa Cangkreng dan kiai masjid Desa Jambu mendasarkan ijtihadnya pada qaidah memelihara tradisi lama yang masih baik, dan mengambil tradisi baru yang lebih baik. 3) Adapun media yang digunakan kiai masjid Desa Cankreng adalah sebagai berikut: istigasah, barzanji, pengajian kitab kuning, kompolan sarwa, kompolan muslimatan. Sedangkan media kiai masjid di Desa Jambu berikut ini: acara-acara hari besar Islam seperti maulid Nabi Saw. dan isra’ mi’raj, slametan kelahiran dan kematian (tahlil), sarwa, pengajian kitab kuning, dan istigasah. Abstract This research aims to uncover the phenomenon of the ijtihad of mosque kiai in preserving religious moderation amidst the rising tide of radicalism in Lenteng. The mosque kiai studied are Kiai Ahmad Dumairi, Kiai Taufiq, and Kiai Mualwi at the Cangkreng village mosque, and Kiai Wafi at the Jambu village mosque. This study is intriguing because the mosque kiai in these two villages strive to preserve the Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) understanding of Islam in their respective villages. The focus of this study includes: 1) What are the social and religious conditions of the Cangkreng and Jambu Lenteng communities? 2) What is the ijtihad of the mosque kiai in preserving religious moderation in Cangkreng and Jambu Lenteng villages? 3) What media do the mosque kiai use to preserve religious moderation in Cangkreng and Jambu Lenteng villages? This research utilizes social movement theory and religious moderation theory. The approach used is qualitative. Data collection techniques include interviews, observations, focus group discussions (FGD), and documentation. The data is then analyzed through the following steps: data condensation, data presentation, and drawing conclusions or verification. This research yields the following findings: 1) Generally, the social and religious conditions of the Madurese community are very religious and obedient to Islamic teachings, characterized by Aswaja Islam. Thus, the social and religious conditions of the Cangkreng and Jambu villages are derivatives of the social and religious conditions of Madura. Recently, however, these two villages have been disturbed by individuals with Wahhabi, MTA, and HTI ideologies. 2) The ijtihad of the mosque kiai in Cangkreng and Jambu is based on the principle of preserving beneficial old traditions while adopting new and better traditions. 3) The media used by the mosque kiai in Cangkreng include: istigasah, barzanji, yellow book study, sarwa gatherings, and Muslim gatherings. Meanwhile, the media used by the mosque kiai in Jambu include: events for Islamic holidays such as the Maulid of the Prophet Muhammad and Isra' Mi'raj, birth and death ceremonies (tahlil), sarwa, yellow book study, and istigasah.