cover
Contact Name
Padang Tekno
Contact Email
padang.tekno.corp@gmail.com
Phone
085156829831
Journal Mail Official
padang.tekno.corp@gmail.com
Editorial Address
Kisaran
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara
Published by PT. Padang Tekno Corp
ISSN : -     EISSN : 3088988X     DOI : https://doi.org/10.59435/menulis
Core Subject : Education,
Menulis : Jurnal Penelitian Nusantara adalah jurnal multidisiplin yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang relevan dalam berbagai bidang ilmu, baik ilmu sosial, humaniora, sains, teknologi, hingga kajian budaya Nusantara. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi temuan penelitian, inovasi, dan kontribusi pemikiran yang dapat memperkaya pengetahuan serta memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 78 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus" : 78 Documents clear
Kasus Kekerasan pada Anak Di Kabupaten Kerinci Lovina Trilenshi; Regina Arsa Sufintan; Yosi Miskori; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.535

Abstract

Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam membentuk kepribadian serta perkembangan mental anak. Idealnya, keluarga menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi tumbuh kembang anak. Namun, kenyataan menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak justru sering terjadi dalam lingkungan keluarga, di mana pelaku adalah orang-orang terdekat. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, dampaknya, serta karakteristik kekerasan dalam keluarga. Data diperoleh dari buku, jurnal, dan laporan resmi lembaga seperti KPAI dan Polres Kerinci. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekerasan terhadap anak meliputi kekerasan fisik, psikis, sosial, dan seksual, yang memiliki dampak jangka pendek maupun panjang terhadap kehidupan anak, termasuk trauma, gangguan emosional, hingga kecenderungan melakukan kekerasan di masa dewasa. Faktor pemicu kekerasan dalam keluarga antara lain penyalahgunaan kekuasaan, ketimpangan status, rendahnya pendidikan pengasuhan, serta lemahnya sistem perlindungan anak. Oleh karena itu, dibutuhkan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan mendukung bagi anak sebagai langkah menuju generasi emas Indonesia 2045.
Analisis bullying Yang Terjadi di Sekolah M Redho Hafiqly; Mhd. Roil Ashrof; Roy Rahmadi Putra; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.536

Abstract

Bullying merupakan salah satu bentuk kekerasan yang sering terjadi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Bullying dapat berupa kekerasan fisik, verbal, atau psikologis yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok terhadap korban. Pelanggaran HAM yang terjadi dalam kasus bullying dapat berupa pelanggaran hak atas keamanan, hak atas kesehatan, dan hak atas pendidikan. Bullying masih menjadi masalah yang serius di Indonesia. Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sebanyak 70% siswa di Indonesia pernah mengalami bullying. Bullying tidak hanya berdampak pada korban, tetapi juga dapat berdampak pada pelaku dan lingkungan sekitar. Bullying merupakan fenomena sosial yang merugikan dan dapat memberikan dampak negatif baik secara fisik maupun psikologis. Fenomena ini tidak terbatas pada usia, jenis kelamin atau latar belakang sosial ekonomi, namun cenderung merugikan individu yang lebih rentan (Suprapto, 2023). Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menggali lebih dalam konsep bullying dalam konteks sosial dan psikologis. Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak membutuhkan perlindungan yang berbeda dari orang dewasa. Hal ini didasarkan pada alasan fisik dan mental anak-anak yang belum dewasa dan matang. Anak perlu mendapat perlindungan hukum dari siapapun, baik dari pemerintah, keluarga, masyarakat, dan sekolah. Perlindungan anak dari pihak pemerintah seperti adanya undang-undang tentang perlindungan anak dan kekerasan pada anak. Begitu pentingnya lingkungan sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak karena sepertiga waktunya berada di sekolah. Sekolah adalah tempat bergaul dengan teman sebaya, teman yang lebih muda ataupun lebih tua usianya, ataupun warga sekolah lainnya. karena banyaknya keberagaman di sekolah anak dituntut untuk saling menghargai dan menghormati. Keberagaman yang ada di sekolah antara lain strata sosial dan ekonomi orang tua, keadaan fisik, hal ini dapat memicu perilaku bullying pada anak. Metode penelitian yang digunakan yaitu study literature dengan sumber data jurnal ilmiah, buku, artikel, dan laporan penelitian. Study literatur adalah suatu tinjauan sistematis terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya untuk memahami suatu fenomena atau masalah. Langkah penelitian studi literatur tentang bullying meliputi identifikasi topik, pengumpulan sumber relevan, analisis dan sintesis informasi, serta penyusunan laporan yang mencakup temuan dan implikasi. Metode ini membantu memahami fenomena bullying terhadap anak dari berbagai perspektif dan memberikan dasar untuk penelitian lebih lanjut. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan rasa aman nyaman tanpa adanya kekerasan dalam kehidupannya ternyata kekerasan juga bisa terjadi pada anak-anak yaitu buliying yang pada zaman marak sekali terjadi dimana mana pada anak yang mengakibatkan terjadinya gangguan pada mental dan psikologis anak-anak berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan ditemukan bahwa kasus bullying semakin sering terjadi hal ini terjadi karena bebrapa hal pertama anak-anak yang sering menggunakan handpone dan mengakses konten kekerasan yang membentuk karakter anak suka kekerasan yang mengakibatkan anak mempraktekkan tontonan kekerasan pada temannya sehingga terjadi buliying. Kedua kurang nya pendidikan moral yang diberi oaring tua maupun guru sehingga mengakibatkan anak mudah untuk mengikuti tindakan tindakan yang tidak sepatutnya dilakukan. Ketiga, sikap masyarakat yang kurang tanggap terhadap kekerasan yang terjadi pada anak tidak menegur cenderung membiarkan ketika melihat buliying. bullying membawa dampak psikis pada korbannya, yakni siswa. Bullying adakalanya verbal maupun non verbal. Bullying merupakan permasalahan serius yang harus dicegah dan dihilangkan dilingkungan dunia Pendidikan. Akibat dari bullying adalah gangguan psikis bahkan fisik. Para korban bullying sangat rentan atau trauma saat menghadapi kehidupan yakni menjalankan aktivitas keseharian, sekolah dll. Hal tersebut mempengaruhi tingkah laku keseharian siswa. Korban Bullying akan terganggu dengan aktivitas belajar. Bagaimana bisa belajar, dirinya saja secara psikis sudah susah dan tiada kenyamanan. Korban bullying tidak akan bisa sukses dalam mencapai Pendidikan, kecuali bila trauma sudah hilang. Begitu besar efek dari Tindakan bullying. Melihat dari fenomena ini maka sekolahan sedini mungkin meminimalisisr tindakan bullying. Sekolah yang bebas dari bullying akan menghasilkan murid yang berkualitas.Untuk itu perlu kerja sama antara pihak sekolahan, orang tua, anak serta peran masyarakat yang berpartisipasi terhadap hak-hak anak agar terbebas dari bullying. Korban bullying yang akut tidak menutup kemungkinan hingga membawa kematian .
Peran Guru dalam Mencegah Pelanggaran HAM Bullying di Sekolah Dasar Gina Fadhilah Ramadhani; Iis Yulia Fuji Astuti; Iola Amelia Arsanti; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan peran guru dalam mencegah tindakan bullying yang merupakan bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di lingkungan sekolah dasar. Bullying sering terjadi dalam bentuk kekerasan fisik maupun psikologis yang berulang dan berdampak negatif terhadap perkembangan emosional dan sosial peserta didik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan wawancara kepada guru dan kepala sekolah di SD Negeri 15/III Tanjung Pauh Mudik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki peran strategis dalam pencegahan bullying melalui pengawasan, pembinaan karakter, sosialisasi nilai-nilai kemanusiaan, dan pemberian nasihat kepada siswa. Guru juga bertindak sebagai mediator dan fasilitator dalam menyelesaikan konflik serta membentuk lingkungan belajar yang aman dan ramah anak. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan pendidikan kewarganegaraan dan nilai-nilai Pancasila sejak dini sebagai langkah preventif terhadap pelanggaran HAM di sekolah dasar.
Faktor Penyebab Pengangguran dan Kemiskinan serta Peran Pemerintah dalam Pemberdayaan UMKM di Indonesia Reni Sesmita; Wiwit Tri Nolya; Yusi Marsa Heriyandini; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.538

Abstract

Kemiskinan dan pengangguran merupakan dua persoalan utama yang saling berkaitan dan menjadi tantangan besar bagi negara berkembang seperti Indonesia. Kemiskinan bersifat multidimensional, tidak hanya mencakup aspek ekonomi, tetapi juga menyangkut keterbatasan akses terhadap pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, serta jaringan sosial. Dalam konteks pembangunan ekonomi, keberhasilan suatu negara diukur tidak hanya dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Tingginya angka pengangguran di Indonesia disebabkan oleh berbagai faktor seperti rendahnya kualitas pendidikan, terbatasnya layanan kesehatan, minimnya lapangan kerja, serta kondisi geografis yang terisolasi. Krisis ekonomi 1997 dan penurunan konsumsi domestik memperburuk kondisi tersebut, memperlebar kesenjangan sosial dan meningkatkan angka kriminalitas. Upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah ini dinilai belum sepenuhnya efektif karena masih bersifat bantuan jangka pendek. Oleh karena itu, dibutuhkan pendekatan yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat, pelatihan keterampilan, penguatan sektor UMKM, serta penciptaan lapangan kerja di sektor padat karya. Pemerintah harus berperan sebagai fasilitator dalam pembangunan ekonomi yang inklusif agar masyarakat miskin dapat keluar dari lingkaran kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup secara mandiri.
Analisis Dampak Kekerasan dalam Rumah Tangga Terhadap Kesehatan Mental Korban Azizi Zuhaira; Jesika Sonia; Kelvin Yufa Satrio; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.539

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia dan tindak kejahatan yang terjadi di lingkungan keluarga, melibatkan kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kekerasan dimaknai sebagai tindakan yang menimbulkan luka fisik maupun kerusakan. KDRT sering kali terjadi dalam hubungan keluarga yang seharusnya menjadi tempat yang aman dan harmonis. Faktor penyebab KDRT sangat beragam, mulai dari masalah ekonomi, perselingkuhan, budaya patriarki, hingga gangguan psikologis pelaku. Dampak KDRT terhadap korban, terutama perempuan, sangat serius dan mencakup luka fisik, gangguan psikologis seperti PTSD, depresi, serta efek negatif terhadap anak-anak yang menjadi saksi atau korban langsung. Selain itu, dampak sosial dan stigma masyarakat turut memperparah penderitaan korban. Penanganan KDRT membutuhkan dukungan hukum, perlindungan terhadap korban, dan kesadaran masyarakat bahwa KDRT adalah masalah publik yang harus dicegah dan diberantas.
Tragedi Wamena 2003: Potret Kelam Pelanggaran HAM di Tanah Papua Ramadhea Fania Sukma; Salsabila; Yola Desmita; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.544

Abstract

Tragedi Wamena yang terjadi pada 4 April 2003 merupakan salah satu peristiwa pelanggaran hak asasi manusia yang paling tragis di Tanah Papua. Peristiwa ini bermula dari penyerangan terhadap aparat keamanan, yang kemudian dibalas dengan operasi militer besar-besaran oleh TNI dan Polri. Operasi ini menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan sipil, penghancuran pemukiman warga, pengungsian massal, serta trauma psikologis yang mendalam bagi masyarakat setempat. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap kronologi peristiwa Wamena 2003, menganalisis bentuk-bentuk pelanggaran HAM yang terjadi, serta menelaah tanggapan dan langkah hukum dari negara melalui perspektif hak asasi manusia. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan tinjauan literatur, tulisan ini menunjukkan bahwa hingga saat ini keadilan bagi para korban belum sepenuhnya ditegakkan. Studi ini menjadi refleksi penting atas lemahnya akuntabilitas negara dalam menangani kasus pelanggaran HAM di Papua dan menegaskan perlunya penyelesaian yang adil dan transparan.
Terjadinya Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Berdampak Buruk Pada Korban Widi Angely; Wilsa Gustavia Rilla; Wulandari; Yosi Lara Jenita
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.545

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan pelanggaran hak asasi manusia yang berdampak serius terhadap korban, khususnya perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk KDRT, faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap korban, khususnya di Nagari Persiapan Pekonina, Kabupaten Solok Selatan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KDRT mencakup kekerasan fisik, psikis, seksual, dan penelantaran rumah tangga yang berakibat pada penderitaan fisik dan psikologis jangka pendek maupun jangka panjang. Faktor penyebab KDRT meliputi ketidakharmonisan rumah tangga, tekanan ekonomi, ketidakmampuan emosional, serta budaya patriarki yang masih mengakar. Studi kasus yang diangkat menunjukkan bahwa kekerasan sering kali diselesaikan melalui jalur adat, meskipun telah masuk kategori tindak pidana, karena masyarakat menganggapnya sebagai aib keluarga. Oleh karena itu, penanganan kasus KDRT membutuhkan pendekatan hukum yang tegas serta kesadaran masyarakat untuk melaporkan dan mendukung pemulihan korban secara menyeluruh.
Perancangan Kampanye Sosial sebagai Upaya Mengurangi Penggunaan Software Desain Ilegal Di Kalangan Pelajar SMK Mhd Bintang Gemilang; Aryoni Ananta; Well Victory
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.555

Abstract

Penggunaan software desain ilegal masih menjadi masalah serius di kalangan pelajar SMK jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV). Faktor ekonomi, keterbatasan akses software legal, dan rendahnya pemahaman hak cipta menjadi penyebab utama maraknya praktik ini terjadi. Penelitian ini bertujuan merancang kampanye sosial Gerakan Bikin Aja sebagai strategi edukatif untuk mengurangi penggunaan software desain ilegal di kalangan pelajar SMK. Kampanye disebarkan melalui media sosial (Instagram, TikTok), webinar, workshop, serta media cetak seperti poster, x-banner, dan merchandise. Metode yang digunakan meliputi studi pustaka, observasi langsung ke sekolah, penyebaran kuesioner kepada siswa jurusan DKV, serta wawancara dengan guru DKV. Data yang diperoleh digunakan untuk menyusun pesan kampanye yang informatif dan relevan dengan target audiens. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan persuasif melalui media yang akrab dengan pelajar mampu meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya penggunaan software legal. Kampanye ini juga memperkenalkan software open source seperti GIMP, Inkscape, dan Blender sebagai alternatif gratis dan legal. Dengan demikian, kampanye ini diharapkan dapat membentuk budaya digital yang bertanggung jawab dan menjadi langkah awal dalam menumbuhkan etika profesional di bidang desain grafis sejak di bangku sekolah.
Perancangan Kemasan Primer Lipstik Dengan Eksplorasi Material Limbah Kerang Berbasis Sustainable Design Marchelia Indriyanti Hutapea; Ferry Fernando
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.557

Abstract

Industri kosmetik global menghadapi tantangan serius terkait dengan dampak lingkungan yang dihasilkan oleh kemasan konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kemasan lipstik primer berdasarkan prinsip desain berkelanjutan dengan mengeksplorasi alternatif bahan limbah cangkang sebagai solusi inovatif untuk mengurangi jejak sampah plastik di industri kecantikan. Target pengguna penelitian ini adalah penggemar kecantikan dari generasi milenial dengan latar belakang ekonomi kelas menengah ke atas yang memiliki kesadaran tinggi terhadap masalah lingkungan. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan eksplorasi dengan teknik eksperimental untuk mengembangkan komposit cangkang yang dicampur dengan resin ramah lingkungan dan komponen PLA (Polylactic Acid) tambahan sebagai bahan ramah lingkungan. Proses desain melibatkan analisis pengguna target melalui moodboard dan pengujian prototipe untuk memastikan fungsionalitas dan estetika produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan komposit limbah cangkang mampu menciptakan kemasan lipstik dengan karakteristik ramah lingkungan yang menampilkan biodegradabilitas tinggi—mudah terurai, tidak seperti bahan plastik—dengan tetap mempertahankan aspek kemewahan dan eksklusivitas yang diinginkan oleh target pengguna. Desain kemasan mengintegrasikan prinsip minimalis dengan tekstur cangkang alami, menciptakan pengalaman emosional bagi konsumen yang sadar lingkungan. Inovasi ini memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan desain berkelanjutan di industri kosmetik, khususnya dalam memanfaatkan limbah cangkang Gonggong sebagai bahan alternatif yang bernilai ekonomi yang berasal dari alam.
Perancangan Aplikasi Pengelolaan Sampah Organik Basah Berbasis UI/UX Di Kota Padang Yuditya Ramadhani
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 1 No. 8 (2025): Menulis - Agustus
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v1i8.558

Abstract

Perancangan ini berfokus pada pengembangan aplikasi pengelolaan sampah organik basah sebagai solusi efektif untuk mengatasi masalah volume sampah di Kota Padang, Sumatera Barat, khususnya di TPA Aie Dingin yang mendekati batas kapasitasnya. Inisiatif ini bertujuan menanggulangi kurangnya pemilahan sampah di sumbernya dan mengoptimalkan pengelolaan limbah organik melalui pemanfaatan maggot Black Soldier Fly (BSF). Metode perancangan meliputi pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, yang kemudian dianalisis menggunakan segmentasi target audiens dan analisis SWOT. Hasil utama perancangan ini adalah prototipe aplikasi dengan desain UI/UX berbasis user-centered yang intuitif dan informatif. Aplikasi ini didukung oleh media promosi dan edukasi, yaitu poster, konten media sosial, dan berbagai merchandise.