cover
Contact Name
Padang Tekno
Contact Email
padang.tekno.corp@gmail.com
Phone
085156829831
Journal Mail Official
padang.tekno.corp@gmail.com
Editorial Address
Kisaran
Location
Kab. asahan,
Sumatera utara
INDONESIA
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara
Published by PT. Padang Tekno Corp
ISSN : -     EISSN : 3088988X     DOI : https://doi.org/10.59435/menulis
Core Subject : Education,
Menulis : Jurnal Penelitian Nusantara adalah jurnal multidisiplin yang bertujuan untuk mempublikasikan hasil-hasil penelitian yang relevan dalam berbagai bidang ilmu, baik ilmu sosial, humaniora, sains, teknologi, hingga kajian budaya Nusantara. Jurnal ini menjadi wadah bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk berbagi temuan penelitian, inovasi, dan kontribusi pemikiran yang dapat memperkaya pengetahuan serta memberikan solusi bagi permasalahan di masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 967 Documents
Analisis VUCA Terdadap Transformasi Pendidikan Dalam Prespektif Sosiologi Pendidikan Kontemporer Muhamad Basuki Rahmat; Elis Nursetialloh
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.936

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan global yaitu VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity), yang sangat berhubungan dan berdampak pada transformasi pendidikan di Indonesia. Keadaan ini dapat menjadi sebuah tantangan dan peluang dalam membentuk sumber daya manusia unggul yang menjadi indikator dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sosiologi pendidikan kontemporer memandang fenomena VUCA sebagai konteks sosial baru yang secara langsung membentuk sistem, proses, dan relasi dalam pendidikan. Pendidikan tidak lagi dipahami hanya sebagai transfer pengetahuan, tetapi sebagai ruang sosial yang harus beradaptasi dengan perubahan cepat, ketidakpastian masa depan, kompleksitas masalah global, dan ambiguitas nilai serta identitas sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis VUCA terhadap transformasi pendidikan dalam ruang lingkup perubahan pemikiran masyarakat secara sosiologis. Berdasarkan hasil penelitian bahwa VUCA merubah tatanan hidup diantaranya dibidang pendidikan. Akibatnya dalam konteks pendidikan Indonesia juga mengalami transformasi pendidikan yang berdampak juga terhadap masyarakat sebagai pengguna layanan pendidikan. Pendidikan harus mampu melakukan transformasi yang dinamis seiring dengan perubahan tantangan zaman. Perubahan pola hidup akibat digitalisasi, Revolusi Industri 4.0, dan dinamika ekonomi global menuntut sistem pendidikan yang lebih fleksibel, inovatif, dan inklusif. Selain itu, kualitas pendidikan juga merupakan faktor utama dalam menentukan daya saing suatu negara di tingkat internasional. Oleh karena itu, peningkatan kualitas pendidikan harus menjadi prioritas utama bagi pemerintah dan seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan generasi yang kompetitif dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Analisis Permasalahan Pelanggaran Nilai Pancasila Dalam Lingkungan Pendidikan Melalui Kasus Ledakan Di SMA 72 Jakarta Nora Audina; Amanda Supriani; Genza Lestari; Sherly Angreselda; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis pelanggaran nilai-nilai Pancasila dalam lingkungan pendidikan melalui studi kasus ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72 Jakarta pada November 2025. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan menelaah sumber buku, jurnal, serta pemberitaan publik terkait latar belakang psikologis, sosial, dan perilaku pelaku. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan pelaku dipengaruhi oleh gangguan regulasi emosi, lemahnya empati, tekanan psikososial, serta paparan konten digital yang mengandung unsur kekerasan, sebagaimana dijelaskan dalam teori perkembangan Erikson, teori frustasi–agresi, teori belajar sosial Albert Bandura, teori kontrol sosial Hirschi, dan Cultivation Theory Gerbner. Peristiwa ini mencerminkan pelanggaran nilai Pancasila, khususnya Sila Kedua tentang Kemanusiaan yang Adil dan Beradab serta Sila Kelima mengenai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Selain melanggar nilai moral, kasus tersebut juga bertentangan dengan KUHP Pasal 187, UU Darurat No. 12 Tahun 1951, dan ketentuan hukum dalam Sistem Peradilan Pidana Anak. Temuan penelitian menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, pendampingan kesehatan mental remaja, peningkatan literasi digital, serta peran kontrol sosial sekolah dan keluarga untuk mencegah perilaku menyimpang. Kajian ini menekankan urgensi internalisasi nilai-nilai Pancasila secara komprehensif guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, humanis, dan berkeadaban.
Pelanggaran Kode Etik Guru: Analisis Penggunaan Platfom Media Sosial Sebagai Konten Kreator Digital Ningsih Rahmadany; Novia Delia Putri; Aldi Kusuma; Siska Wiyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana guru melanggar kode etik dalam menggunakan media sosial sebagai kreator konten digital. Masalah yang dibahas mencakup adanya pengungkapan identitas siswa tanpa izin, penggunaan waktu belajar untuk membuat konten pribadi seperti live streaming, serta praktik memanfaatkan emosi siswa sebagai bahan humor demi meningkatkan popularitas di dunia maya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus dan studi literatur untuk mengeksplorasi dampak dari perilaku tersebut terhadap privasi siswa, kualitas pembelajaran, dan martabat profesinya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mengunggah data pribadi siswa melanggar Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi dan membahayakan keamanan anak.Aktivitas membuat konten selama jam pelajaran dianggap sebagai tindakan tidak profesional yang mengurangi hak siswa untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Penelitian ini juga menemukan bahwa wibawa guru mengalami penurunan karena hilangnya batasan profesional dalam ruang digital. Kesimpulan penelitian menekankan perlunya aturan yang ketat dari kementerian dan institusi pendidikan untuk memastikan transformasi digital di sekolah tetap berjalan sesuai dengan etika dan prinsip perlindungan anak.
Study Kasus Pelanggaran Pancasila: Analisis Deskriminasi Di Lingkungan Sekolah SMA Negeri 1 Cimarga Azifa Monzafanika; Ghofil Irham Joka; Hilya Nabila; Mukhammad Jal Fadil; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.939

Abstract

Penelitian ini menganalisis pelanggaran nilai-nilai Pancasila terhadap kedisiplinan di SMA Negeri 1 Cimarga dengan pendekatan deskriptif analisis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur dan berita terkait peristiwa yang terjadi. Fokus penelitian adalah kasus kekerasan fisik yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap siswa yang kedapatan melanggar aturan, yang melanggar prinsip kemanusiaan dan keadilan sosial sebagaimana terkandung dalam Sila Kedua dan Sila Kelima Pancasila. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh kepala sekolah menimbulkan ketidakjujuran siswa, menurunkan kepercayaan orang tua peserta didik terhadap pihak sekolah, serta memicu aksi mogok sebagai bentuk protes, sehingga menciptakan tingkat kedisiplinan siswa menurun. Peneliti menyarankan penerapan sistem pendisiplinan yang adil tanpa kekerasan, pembentukan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK), implementasi nilai Pancasila dalam kegiatan pembelajaran, serta kerjasama aktif dengan orang tua siswa untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, kondusif, dan mampu membentuk karakter peserta didik yang berlandaskan etika, moral, dan nilai-nilai Pancasila.
Penyutradaraan Film Lily Dengan Penekanan Ekspresi Untuk Memperlihatkan Anxiety Disorder Pada Tokoh Utama Fadly Rahmadanu; Zainal Abidin
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.940

Abstract

Penciptaan film fiksi Lily dilatarbelakangi oleh meningkatnya isu kesehatan mental, khususnya anxiety disorder, yang masih belum mendapatkan representasi yang memadai dalam medium film, terutama dalam penggambaran pengalaman batin tokoh. Film Lily mengisahkan seorang perempuan muda yang mengalami anxiety disorder akibat trauma kehilangan dan tekanan keluarga, yang berdampak pada kehidupan sosial serta proses kreatifnya di dunia pertunjukan. Tujuan penciptaan ini adalah menyutradarai film Lily dengan penekanan ekspresi untuk memperlihatkan kondisi anxiety disorder pada tokoh utama secara jujur dan mendalam. Metode penciptaan yang digunakan meliputi tahapan persiapan, perancangan, perwujudan, dan penyajian karya, dengan pendekatan penyutradaraan yang menitikberatkan pada pengolahan ekspresi mimik wajah, gerak tubuh, dan intonasi suara aktor. Hasil penciptaan menunjukkan bahwa penekanan ekspresi, khususnya pada mimik wajah dan gerak tubuh, efektif dalam merepresentasikan gejala anxiety disorder tanpa bergantung pada dialog verbal. Pendekatan ini memungkinkan pengalaman batin tokoh tersampaikan secara visual dan emosional kepada penonton. Melalui penciptaan film Lily, diharapkan karya ini dapat menjadi medium refleksi sosial serta memberikan kontribusi bagi praktik penyutradaraan film, khususnya dalam penggarapan genre drama psikologis yang mengangkat isu kesehatan mental.
PT Asuransi Jiwasraya Sebagai Pelaku Kejahatan Korporasi Terhadap Analisis Pertanggungjawaban Pidana Korporasi David Aditya Ananta; Rahma Kamilia Putri Samudra; Rahayu Sri Utami
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.941

Abstract

Perkembangan dunia usaha yang semakin kompleks telah menempatkan korporasi tidak hanya sebagai subjek ekonomi, tetapi juga sebagai aktor potensial dalam tindak pidana yang berdampak luas terhadap keuangan negara dan kepentingan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis posisi PT Asuransi Jiwasraya sebagai pelaku kejahatan korporasi dalam perspektif hukum pidana, khususnya dalam konteks pertanggungjawaban pidana korporasi pada tindak pidana korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual, melalui penelaahan terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Jiwasraya tidak dapat dipahami sebagai penyimpangan individual semata, melainkan merupakan kejahatan korporasi yang dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan berkelanjutan melalui kebijakan strategis perusahaan yang mengabaikan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Korporasi terbukti berperan aktif sebagai pelaku yang memperoleh manfaat dari kebijakan investasi berisiko dan manipulatif yang menimbulkan kerugian besar bagi keuangan negara. Dalam perspektif hukum pidana, penerapan pertanggungjawaban pidana korporasi terhadap PT Asuransi Jiwasraya memiliki dasar yuridis yang kuat, baik melalui teori identifikasi maupun teori agregasi, yang menempatkan kehendak dan tindakan organ pengurus sebagai kehendak korporasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemidanaan korporasi merupakan langkah normatif dan strategis untuk mewujudkan keadilan substantif, memperkuat tata kelola badan usaha milik negara, serta mencegah terulangnya kejahatan korporasi di masa mendatang.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional Di Kota Padang Tahun 2025 Gamela Septia; Eri Wahyudi; Febriyanti Nursya
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.942

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan program pemerintah yang memberikan kepastian jaminan perlindungan finansial kepada penduduk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya. Di Puskesmas Pauh (2024) mencatat kunjungan sakit pasien BPJS tahun 2024 sejumlah 42.124 orang. Sedangkan penduduk di Kecamatan Pauh sebanyak 63.886 orang. Angka ini justru mengidentifikasi bahwa sebagian masyarakat belum sepenuhnya memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional di Kecamatan Pauh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Agustus 2025. Populasi penelitian sebanyak 63.642 orang, sampel sebanyak 96 responden, di pilih menggunakan stratified random sampling. Pengumpulan data dilakuan pada 13-27 Agustus 2025 melaului wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square untuk melihat hubungan secara statistik. Hasil penelitian didapatkan dari 96 responden, sebanyak 41,7% masyarakat memiliki tingkat pengetahuan kurang baik, sebanyak 42,7% masyarakat memiliki sikap negatif, dan sebanyak 79,2% masyarakat memiliki pendapatan rendah. Hasil uji chi-square terdapat hubungan tingkat pengetahuan (p =0,000) dan sikap (p =0,000) dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional, sedangkan pendapatan (p =0,527) tidak berhubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional di Kecamatan Pauh Tahun 2025. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan dan sikap memiliki hubungan dengan pemanfaatan Jaminan Kesehatan Nasional. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat bisa meningkatkan pengetahuan tentang JKN dan membangun sikap positif agar lebih optimal memanfaatkannya dan kepada BPJS Kesehatan bisa memperbanyak sosialisasi, menyederhanakan prosedur, dan meningkatkan mutu layanan.
Hubungan Pengetahuan HIV/AIDS dengan Pemanfaatan Pelayanan Voluntary Counseling And Tasting Pada Remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Srandakan Bantul Asep Saputra; Diah Nur Anisa; Dwi Sri Handayani
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.943

Abstract

Voluntary counseling and tasting (VCT) merupakan salah salah satu strategi pencegahan penanggulanan HIV/AIDS yang dinilai cukup efisien. Cakupan pemanfaatan VCT di Puskesmas Srandakan Bantul dari tahun 2019 ke 2020 mengalami penurunan sebanyak 957 kunjungan. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan angka penurunan tersebut, salah satu faktor terpentingnya adalah pengetahuan remaja itu sendiri. Apabila pengetahuan remaja terkait pemanfaatan VCT rendah maka angka kejadian HIV/AIDS meningkat. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan pemanfaatan Voluntary Counseling and Tasting pada remaja di wilayah kerja Puskesmas Srandakan Bantul. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yaitu 150 remaja. Alat ukur menggunakan kuesioner Pengetahuan HIV/AIDS dan Pemanfaatan Voluntary Counseling and Tasting. Teknik analisa data menggunakan Kendal Tau. Hasil: Menunjukkan bahwa pengetahuan pada remaja mayoritas memiliki pengetahuan kurang sebanyak 136 remaja (90,7 %). Mayoritas responden tidak memanfaatkan VCT sebanyak 137 remaja (91,3%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan 0,001 (p<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan HIV/AIDS dengan pemanfaatan voluntary counseling and tasting pada remaja di Wilayah Kerja Puskesmas Srandakan Bantul.
Fenomena Cyberbullying di Media Sosial Sebagai Pelanggaran Sila Kedua Pancasila Muhammad Ziqri; Rahmi; Tiara Analiza; Chintya Zahratu Sinta; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.944

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak cyberbullying terhadap kondisi psikologis remaja serta kaitannya dengan pelanggaran nilai kemanusiaan dalam sila kedua Pancasila. Cyberbullying merupakan bentuk perundungan digital yang dapat menimbulkan berbagai gangguan emosional dan psikologis, seperti stres, kecemasan, rasa tidak aman, serta menurunnya kepercayaan diri. Penelitian ini menemukan bahwa cyberbullying tidak hanya mengganggu kestabilan emosi, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial dan proses perkembangan karakter remaja. Selain itu, tindakan tersebut jelas bertentangan dengan nilai “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” karena merendahkan martabat dan hak orang lain. Masalah yang muncul tidak hanya berdampak pada stabilitas emosi, tetapi juga memengaruhi hubungan sosial, perkembangan karakter, dan kesejahteraan mental remaja secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menelaah artikel ilmiah, laporan penelitian, serta regulasi yang berkaitan dengan etika digital dan perlindungan terhadap anak dan remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan cyberbullying membutuhkan kerja sama antara orang tua, guru, sekolah, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan digital yang aman dan beretika. Edukasi mengenai etika bermedia sosial, literasi digital, serta penguatan karakter remaja juga diperlukan untuk mengurangi risiko perundungan. Dengan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam aktivitas digital, lingkungan media sosial dapat menjadi ruang yang lebih positif dan mendukung perkembangan remaja.
Tinjauan Hukum Dan Pancasila Dalam Penanganan Ekploitasi Anak Sebagai Pengemis Senci Ridalvia; Azlyn Lananda Putri; Vivian Tri Putri; Zahira Syifa; Siska Widyawati
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.945

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bentuk-bentuk eksploitasi anak sebagai pengemis serta mengidentifikasi bagaimana perspektif hukum nasional dan nilai-nilai Pancasila memberikan kerangka perlindungan terhadap anak. Masalah utama yang muncul pada kasus eksploitasi anak adalah pemaksaan aktivitas ekonomi oleh orang dewasa, kurangnya pengawasan, serta lemahnya penegakan hukum sehingga anak berada dalam situasi rentan, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis undang-undang perlindungan anak, peraturan pemerintah, putusan kasus terkait eksploitasi anak, serta artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis untuk menemukan pola pelanggaran hak anak sekaligus menilai kesesuaiannya dengan nilai kemanusiaan, keadilan sosial, dan penghargaan terhadap martabat manusia dalam Pancasila. Hasil analisis menunjukkan bahwa praktik eksploitasi anak sebagai pengemis merupakan bentuk pelanggaran hak asasi anak serta bertentangan dengan prinsip-prinsip Pancasila, terutama sila Kedua dan Kelima. Faktor penyebabnya meliputi kemiskinan, rendahnya pendidikan orang tua, ketidakstabilan keluarga, dan lemahnya pengawasan pemerintah. Upaya penanganan yang efektif memerlukan sinergi antara aparat hukum, lembaga sosial, dan masyarakat melalui pendekatan hukum yang tegas serta program rehabilitasi yang berkelanjutan.