cover
Contact Name
Stevani Basuki Putri
Contact Email
jurnaljceh@gmail.com
Phone
082244164253
Journal Mail Official
jurnaljceh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Manila No 37 Sumberece Kota Kediri Jawa Timur Indonesia Kode Pos 64133
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Journal of Community Engagement in Health
ISSN : 26203758     EISSN : 26203766     DOI : https://doi.org/10.30994/jceh
Core Subject : Health,
Journal of Community Engagement in Health Is a scientific journal published by Institut Ilmu Kesehatan STRADA Indonesia. The journal include : 1. Community of medical; 2. Community of nursing; 3. Community of midwifery; 4. Community of public health; 5. Community of pharmacy; 6. Community of hospital management and services; 7. Community of radiography;
Articles 468 Documents
Sosialisasi Donor Darah di Bank Panin KCP Tunjungan Surabaya Tahun 2018 Wiwid Samsulhadi; Putu Ayu Dhana Reswari; Sania Azizah Aziz
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.280

Abstract

Pelayanan darah merupakan upaya kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan dasar dalam rangka penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan, pelayanan darah dilakukan dengan tujuan kemanusiaan dan tidak untuk tujuan komersial. Donor darah adalah tindakan mulia karena setetes darah bisa sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan untuk tujuan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.Setiap Unit Transfusi Darah (UTD) memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan darah di wilayah kerjanya atau jejaring. Ketersediaan darah sangat tergantung kepada kemauan dan kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darahnya secara sukarela dan teratur. Untuk mencapai hal tersebut UTD perlu melakukan kegiatan rekrutmen donor yang meliputi upaya sosialisasi dan kampanye donor darah sukarela, pengerahan donor serta pelestarian donor.Peran masyarakat untuk menjadi pendonor sangat diharapkan, karena ketersediaan darah di sarana kesehatan sangat di tentukan oleh partisipasi masyarakat dalam mendonorkan darahnya. Penyelenggaraan donor darah dan pengolahan darah dilakukan oleh unit Transfusi Darah yang disingkat UTD merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah yang diselenggarakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau organisasi sosial yang tugas pokok dan fungsinya di bidang kepalangmerahan.Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dengan mengadakan sosialisasi donor darah agar dapat memberikan informasi sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya donor darah dan manfaatnya, sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan stok di UTD PMI Surabaya
Sosialisasi Penyelenggaraan Rekam Medis Di Klinik Sehat Gajah Mada Kota Padang Nurhasanah Nasution
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.281

Abstract

Klinik Pratama merupakan bagian yang penting di bidang kesehatan dan berperan dalam menunjang kelangsungan hidup masyarakat agar hidup sehat dan sejahtera. Klinik Pratama mempunyai beberapa ruang baik untuk pengobatan, pelayanan, informasi, dan bagian rekam medis. Klinik Sehat Gajah Mada merupakan klinik pratama yang melayani pasien rawat jalan maupun IGD. Oleh karena itu tim pengabdian ingin melakukan sosialisasi terkait rekam medis di klinik tersebut. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini telah dilaksanakan pada tanggal 11 dan 17 September 2021. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi terkait penyelenggaraan rekam medis kepada mitra. Tim meberikan pemahaman dasar terkait rekam medis seperti aturan dasar penyelenggaraan rekam medis. Kegiatan Pengabdian ini merupakan PKM binaan dimana tim melakukan kegiatan lanjutan untuk memberikan sosialisai terkait formulir rekam medis beserta item-item yang diperlukan sesuai dengan standar pelaksanaanya. Sistem penyelenggaraan RM di Klinik sudah berjalan dengan baik, namun beberapa tahapan masih belum sesuai salah satunya petugas yang bukan memiliki kualifikasi RM melakukan pengodean diagnosis, tidak dilakukan assembling dan juga belum adanya retensi. Formulir di dalam berkas RM hanya satu format saja
Sosialisasi Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Ketepatan Koding Pada Kasus Cedera dan Penyebab Luar Cedera (External Causes) di RS Selaguri Yastori Yastori
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.286

Abstract

Pengkodean penyakit yang tidak tepat dapat berdampak pada kualitas informasi yang dihasilkan, terkait dengan aspek rekam medis ‘ALFRED’ yang mempunyai nilai untuk kepentingan administratif, hukum (legal), finansial, riset, edukasi, dan dokumentasi. Pada pengodean kasus cedera sering terlupakan pemberian kode external cause (penyebab luar) yang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan penyebab luar terjadinya suatu penyakit, baik yang diakibatkan oleh kasus kecelakaan, cedera, perdarahan, keracunan, bencana alam maupun penyebab-penyebab lainnya. Kegiatan PKM dilaksanakan pada 14 September 2021. Kegiatan PKM ini bertujuan untuk menyampaikan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan pengodean pada kasus cedera dan faktor penyebab luar (external causes) dan memberikan pelatihan secara langsung dengan membahas contoh-contoh kasus di RSU Selaguri. Metode Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk sosialisasi secara langsung atau metode ceramah dan pelatihan secara langsung. Sosialisasi dilakukan dalam bentuk penyampaian materi, diskusi dalam bentuk tanya jawab dan memberikan latihan contoh soal kepada peserta. Pada sosialisasi dan pelatihan faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan pengodean disampaikan contoh-contoh kasus permasalahan ketidakakuratan pengodean pada kasus cedera, kemudian dijelaskan apa yang menyebabkan pengodean pada diagnosis tersebut mengalami ketidakakuratan. Pada penyajian penjelasan dibatasi dari sudut pandang akademik yaitu berdasarkan ICD-10 oleh WHO. Kegiatan PKM berjalan dengan lancar. Diketahui bahwa tenaga Rekam Medis di RSU Selaguri mulai memahami pengodean kasus cedera dan penyebab luar cedera (External Causes) pada saat diskusi dan post-test berlangsung
Sosialisasi Tentang Aspek Hukum Rekam Medis di Puskesmas Dadok Tunggul Hitam Dewi Oktavia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.287

Abstract

Puskesmas berperan sebagai suatu organisasi kesehatan fungsional yang memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat. Semua fasilitas asuhan kesehatan wajib menyelenggarakan rekam medis termasuk itu puskesmas. Dalam penyelenggaraan rekam medis, tidak saja petugas rekam medis yang wajib mengacu pada standar, pedoman, atau pun aturan hukum terkait rekam medis, namun pihak lainnya yang menangani pasien seperti dokter, perawat, maupun tenaga kesehatan lainnya juga perlu paham dan patuh terhadap aturan hukum terkait rekam medis ini. Hal ini berguna untuk meminimalisir kejadian-kejadian yang dapat merugikan pihak puskesmas maupun pasien. Tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan sosialisasi terkait aspek hukum terkait rekam medis. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2021. Adapun hasil dari kegiatan sosialasi ini adalah adanya peningkatan pengetahuan peserta terkait aspek hukum terkait rekam medis dengan nilai rata-rata 53 meningkat menjadi 85 point
Pelatihan Pengodean Kasus Neoplasma Di Rumah Sakit Umum (RSU) Selaguri Kota Padang Sayati Mandia
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.288

Abstract

Penerapan pengodean digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit, masukan bagi sistem pelaporan diagnosis medis, memudahkan proses penyimpanan dan pengambilan data terkait diagnosis karakteristik pasien dan penyedia layanan, bahan dasar dalam pengelompokan DRG’s (diagnostic related groups) untuk sistem penagihan pembayaran biaya pelayanan, pelaporan nasional dan internasional morbiditas dan mortalitas, tabulasi data pelayanan kesehatan bagi proses evaluasi perencanaan pelayanan medis, analisis pembiayaan pelayanan kesehatan, serta untuk penelitian epidemiologi dan klinis. Pelaksanaan pengodean diagnosis harus lengkap dan akurat sesuai dengan arahan ICD-10. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberikan sosialisai terkait urgensi atau pentingnya pengodean yang tepat berdasarkan ICD-10. Kegiatan ini dilaksanakan pada Bulan September, 2021 di RS. Selaguri Padang. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan sosialisasi terkait urgensi pengodean berdasarkan ICD-10 dan praktek pengodean kasus Neoplasma. Kegiatan ini diikuti oleh 12 peserta dari tim rekam medis dan casemix. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test terhapap peserta, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini meningkatkan pemahaman koder Rumah Sakit Selaguri terkait pengodean kasus neoplasma
Sosialisasi Penanganan Kegawatdaruratan Psikososial pada Lansia di Masyarakat Lindesi Yanti; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal; Ni Luh Putu Dian Yunita Sari; Aris Teguh Hidayat; Sri Ayu Rahayu Paneo; Anung Ahadi Pradana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.289

Abstract

Proses menua yang dialami oleh lanjut usia (lansia) dapat meningkatkan angka kerentanan terhadap kondisi linkungan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kondisi fisik, psikologis, dan sosial. Kondisi pandemi COVID-19 yang terjadi mampu memperparah tingkat kerentanan lansia khususnya pada kondisi psikososial akibat adanya pembatasan mobilisasi serta akses ke pelayanan kesehatan. Beberapa studi terdahulu menunjukkan bahwa dukungan sosial yang didapat lansia secara signifikan berhubungan negatif dengan kejadian kesepian dan depresi di kelompok lansia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Akademi Keperawatan Kesdam II/Sriwijaya pada hari Sabtu, 16 Oktober 2021 bertujuan untuk mensosialisasikan bagaimana penanganan kegawatdaruratan psikososial pada lansia serta bagaimana ketahanan lansia dalam menghadapi kondisi pandemi. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan kepada 313 tenaga kesehatan yang berasal dari 9 provinsi (Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Bali, Jawa Timur, Gorontalo, DKI Jakarta, Jambi, dan Sulawesi Selatan) secara online menggunakan aplikasi Zoom. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan terdapat hasil perubahan nilai rata-rata yang positif antara test sesudah dan sebelum kegiatan sosialisasi yakni sebesar +0.30 (dari skala 10), selain itu Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi 0,004 (<0,05) yang berarti bahwa terdapat efek positif dalam perubahan pengetahuan peserta kegiatan sosialisasi penanganan kegawatdaruratan psikososial pada lansia di masa pandemi COVID-19. Lansia yang berada pada kondisi pandemi COVID-19 memiliki risiko lebih tinggi mengalami kegawatdaruratan psikososial akibat berbagai keadaan seperti pembatasan sosial, minimnya akses pelayanan umum yang dapat dijangkau dan penutupan pelayanan kesehatan bagi kelompok ini. beberapa hal yang dapat dilakukan dipertimbangkan untuk dilakukan ke depannya antara lain memperkuat kebijakan yang berorientasi pada lansia, meningkatkan modal sosial yang ada di masyarakat melalui keterlibatan langsung anggota masyarakat dalam membantu lansia yang ada di wilayah tersebut, pencegahan diskriminasi pemerataan kesehatan, serta edukasi dan sosialisasi secara berkelanjutan bagi anggota masyarakat.
Pendidikan Kesehatan kepada Anak Prasekolah tentang Cuci Tangan 6 Langkah, pembagian Masker dan Handsanitizer untuk mencegah Penyebaran Covid 19 Dewi Kartika Sari; Halimatus Saidah; Putri Wahyu Wigati; Sutrisni Sutrisni; Miftakhul Mualimah; Erike Yunicha Viridulla; Nuning Epita; Eva Lia Kustiana
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.294

Abstract

Coronavirus disease 2019 (COVID-19) disebabkan oleh novel coronavirus. (COVID-19) adalah penyakit menular. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menunjukkan kelompok usia anak menjadi rentan terhadap penularan Covid-19. Ketua Umum IDAI menyatakan, sebanyak 1 dari 8 kasus Covid-19 adalah anak-anak. Dari jumlah kasus itu, sebanyak 3-5 persen di antaranya meninggal dunia, dan separuhnya adalah balita. Penggunaan masker dan hansanitizer memang cukup mengurangi resiko penularan virus, namun cuci tangan juga wajib dilakukan mengingat virus ini merupakan virus yang sangat berbahaya. Sangat banyak laporan jumlah kasus terkait Covid 19 namun sejauh ini terlapor sedikit kasus pada anak anak. Anak prasekolah dasar merupakan periode emas dalam menanamkan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Pada taraf ini anak sangat tepat untuk ditanamkan kebiasaan yang baik salah satunya yaitu dengan cara memberikan pendidikan kesehatan. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan tentang pencegahan penyebaran Covid 19 dengan 6 langkah cuci tangan. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, praktek cuci tangan langsung dan tanya jawab, menyanyi bersama serta dilakukan pembagian masker dan handsanitizer. Dari hasil kegiatan Pendidikan Kesehatan Kepada Anak Prasekolah Tentang Cuci Tangan 6 Langkah, Pembagian Masker dan Handsanitizer Untuk Mencegah Penyebaran Covid 19 dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan anak prasekolah tentang 6 langkah cuci tangan. Maka dari itu sebagai tenaga kesehatan harus lebih peka dalam upaya pencegahan penularan Covid 19 sejak dini terutama pada anak prasekolah.
Pemberdayaan Ibu Hamil dengan menerapkan Prenatal Gentle Yoga menuju Kehamilan Sehat pada Ibu Hamil Trimester II dan III Miftakhul Mu&#039;alimah; Halimatus Saidah; Putri Wahyu Wigati; Sutrisni Sutrisni; Dewi Kartikasari; Sunaningsih Sunaningsih
Journal of Community Engagement in Health Vol. 5 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v5i1.295

Abstract

Kehamilan adalah proses yang terjadi dari pembuahan sampai kelahiran. Kehamilan yang sehat dan bebas keluhan sangat diidam-idamkan oleh ibu hamil, dan ini bukan merupakan suatu kebetulan tetapi perlu diupayakan. Salah satu upayanya adalah dengan melakukan prenatal yoga. Prenatal yoga adalah jenis yoga yang memang khusus dilakukan selama masa kehamilan yang menggabungkan metode relaksasi dan latihan fisik pada ibu hamil. Tujuan pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman, sikap dan perilaku ibu hamil tentang prenatal yoga, perubahan tubuh dan keluhan, perawatan kehamilan, mempersiapkan fisik dan mental untuk persiapan persalinan. Berdasarkan survey pendahuluan, sebanyak 10 ibu hamil dengan umur kehamilan lebih dari 20 minggu terdapat 6 ibu hamil yang mengatakan bahwa masih asing dengan prenatal yoga, mereka tahunya adalah senam hamil yang diajarkan bidan saat periksa hamil dan yang ada di buku KIA, dimana gerakan yang dilakukan hanya sederhana. Peserta kelas prenatal yoga adalah ibu hamil dengan usia kehamilan >20 minggu. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di kelurahan Campurejo, kegiatan yang dilakukan meliputi : penimbangan berat badan, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan fisik hamil, penyuluhan tentang kebutuhan ibu hamil dan prenatal yoga. Hasil dari kegiatan menunjukkan pengetahuan tentang kehamilan meningkat menjadi 70% dan kegiatan screening menunjukkan bahwa kenaikan BB ibu hamil rata rata dalam batas normal begitu juga dengan Tekanan darah dan Denyut Jantung Janin. Kata Kunci : Prenatal Yoga, kehamilan sehat
Pemberdayaan Keluarga Dalam Peningkatan Pemahaman dan Tata Laksana Keperawatan Mandiri Pasien Gangguan Jiwa Faisal Amir; M Suhron; Sitti Sulaihah
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.299

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu permasalahan kesehatan yang banyak terjadi di masyarakat mulai dari tingkatan yang ringan, sedang hingga berat. Gangguan jiwa berat kronis dengan penyebab dan dampak yang kompleks salah saatunya adalah skizofrenia. Permasalahan yang dihadapi oleh maysrakat dan keluarga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) antara lain minimnya pengetahuan dan pemahaman tentang perawatan yang berdampak pada tidak teraturnya manajemen perawatan, sikap yang masih tabu akan gangguan jiwa, perilaku yang kurang adaptif dalam perawatan Skizofrenia. Tujuan secara umum dari pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan tugas anggota keluarga dan meminimalkan hambatan yang dialami dalam upaya perawatan pasien skizofrenia dimasa pandemi Covid-19. Hal ini dinilai penting mengingat keluarga merupakan faktor yang paling memungkinkan dalam pemberian pelayanan terbaik dan memberikan nilai tambah dalam peningkatan kesehatan jiwa pasien skizofrenia. Kegiatan bertujuan untuk dapat memandirikan keluarga dan membantu permasalahan ketika merawata pasien skizofrenia dirumah. Manfaat tersebut antara lain adalah : (1) Penyuluhan dan pendampingan membuat keluarga memiliki perspektif yang baik dan terjadi peningkatan wawasan dan pengetahuan tentang tugas keluarga; (2) menumbuhkan sikap adaptif dan supportif terhadap hambatan yang dialami dalam merawat pasien skizofrenia ; (3) mengubah perilaku yang kurang baik menjadi lebih baik dalam upaya penyembuhan penyakit skizofrenia. Hasil pengabdian masyarakat ini ternyata mampu memberikan peningkatan wawasan, sikap positif dan perilaku adaptif dalam upaya merawat pasien dengan skizofrenia. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini adalah psikoedukasi dan kemitraan antara perawat dan keluarga akan membantu dalam kesembuhan pasien skizofrenia yang dirawat dirumah
Pelatihan Buerger Allen Exercise Dalam Menurunkan Resiko Gangguan Vaskuler Pada Penderita DM Dimasa Pandemi Covid-19 Mohammad Lutfi; Mulia Mayangsari
Journal of Community Engagement in Health Vol. 4 No. 2 (2021): September
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v4i2.300

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan perawatan berkelanjutan sebagai upaya untuk mengendalikan kadar gulukosa dalam darah. Gula darah yg tidak terkontrol akan mengalami gangguan vaskular sehingga aliran sirkulasi darah dalam tibuh dan jaringan perifer tidak lancar, sehingga pasien dengan kadar glukosa dalam darah yang tinggi rentan mengalami gangguan ekstremitas kaki yang bermanifestasi menjadi sumbatan pada pembuluh darah, ulkus bahkan amputasi. Dalam situasi pandemi akibat COVID-19 yang terus bertambah dan meningkat ini, mengharuskan penderita DM tetap berada dirumah saja mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah terutama pada individu dengan komorbid seperti berat badan berlebih, kolesterol, hipertensi dan DMes yang beresiko lebih tinggi tertular oleh penyakit Covid-19, jika tidak ada situasi darurat. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pengetahuan tentang buerger allen exercise serta memberikan pengetahuan cara perawatan kaki dalam upaya menurunkan resiko gangguan vaskular penderita DM. Pelaksanaan program dengan memberikan pelatihan buerger allen exercise. Lokasi Kegiatan PKM di posyandu lansia kelurahan Mlajeh, Bangkalan dengan memperhatikan protokol kesehatan yang ketat sesuai anjuran pemerintah dengan melibatkan 17 peserta dengan rerata usia 59 tahun, 4 peserta (23,5%) menderita DM 5 tahun, 6 peserta (35,3%) menderita DM 5-10 tahun dan 7 peserta orang (41,2%) menderita DM > 10 tahun. Terjadi perubahan penilaian ABI setelah diberikan buerger allen exercise pada pasien DM