El Wahdah : Jurnal Pendidikan
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, merupakan jurnal yang dikelola oleh Lembaga Penelitian STAI Nahdhatul Ulama Madiun, terbit dua kali dalam setahun, Juni dan Desember. Jurnal El Wahdah juga merupakan media diskusi ilmiah dan menampung penelitian-penelitian yang kreatif dan inovatif untuk kemajuan di bidang pendidikan dan pengajaran.
Articles
73 Documents
FONETIK: ARTIKULATORIS, AKUSTIS DAN AUDITORIS SERTA PENGAJARANNYA
KUSWOYO;
NUR FADLY HERMAWAN
EL WAHDAH Vol. 2 No. 1 (2021): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i1.4491
Fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia. Sedangkan fonemik yaitu kesatuan bunyi terkecil suatu bahasa yang berfungsi membedakan makna. Fonetik merupakan salah satu bagian kajian dari ilmu linguistik. Fonetik sendiri merupakan kajian tentang bunyi-bunyi bahasa tanpa melihat apakah bunyi-bunyi tersebut membedakan makna atau tidak. Bunyi bahasa sendiri dapat dibedakan atas tiga macam, yakni fonetik artikulatoris, fonetik akustik, dan fonetik organis. Beberapa metode yang diharapkan mampu untuk pembelajaran fonetik kepada siswa. Metode ini disebut ear training dan speaking training, yaitu metode dengan cara menyampaikan pelajaran bahasa asing melalui latihan-latihan mendengarkan kemudian diikuti dengan latihan-latihan mengucapkan kata-kata dan kalimat dalam bahasa sing yang sedang dipelajari. Kemudian disusul latihan membaca
PENGEMBANG BUDAYA ORGANISASI DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN
Eli Sri Mulyani
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4622
Artikel ini membahas mengenai Pengembangan Budaya Organisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari hasil penelusuran berbagai sumber pustaka. Hasil penelitian ini adalah bahwa budaya organisasi merupakan suatu yang harus ada dalam sebuah lembaga pendidikan dan harus dikelola sebaik mungkin. Banyak aspek yang harus diperhatikan dalam membentuk budaya organisasi yang baik. Dengan memperhatikan hal berikut dapat meminimalisir kemungkinan dampak negatif atau kerugian yang dialami dari sebuah organisasi.
KONSEP TEORI BEHAVIORAL (Al-Nazariyah Al-Sulukiyyah) (Teori, Konsep dan Praktek Pemerolehan Bahasa)
Miftahul Huda
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4623
Bahasa merupakan salah satu pelajaran yang menjadi kebutuhan dalam Kegiatan Pembelajaran di Indonesia dan juga di beberapa negara yang lain. Selain berkaitan dengan Pembelajaran Bahasa sebagai Komunikasi. Termasuk pembahasan yang tidak kalah penting adalah tentang bagaimana Bahasa itu diperoleh. Salah satunya adalah teori behavioral yang digagas oleh Bloomfield. Teori ini merupakan bentuk kritik Bloomfiled kepada persoalan-persoalan semantik yang Ketika itu banyak bermunculan. Dalam gagasan beliau mengatakan bahwa pada dasarnya Bahasa merupakan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu beliau melakukan pengujian dalam studi makna Bahasa dengan pendekatan Behavioral. Dalam kajian makna Bahasa khususnya teori behavioral tentunya Bloomfield juga mendapatkan beberapa kritikan dan masukan dari pakar Bahasa lainnya. Kritikan tersebut bukan kritikan yang negative akan tetapi lebih bersifat pembanding antara teori pemerolehan Bahasa yang lain.
أهمية القراءة وتعليمها
Jepri Nugrawiyati;
Muhammad Hamdan
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4624
الملخص: القراءة مهارة من المهارات الأساسية ÙÙŠ تعليم اللغة العربية لغير الناطقين بها. هي مهارة استقبالية كالإستماع ومن ثم Ùهي تتضمن العمليات العقلية المتضمنة ÙÙŠ الإستماع. ÙÙيهما يقوم الطلاب باستقبال الرسالة ÙˆÙÙƒ رموزها. وليست القراءة عملية ميكانيكية بسيطة ولكنها نشاط Ùكري يستلزم تدخل جماع Ø´Ø®ØµÙŠØ©Ø§Ù„ÙØ±Ø¯. أن يقوم تعلمها على أساس من أربع عمليات هي التعر٠والنطق والÙهم والنقد ÙˆØÙ„ المشكلات. ÙŠØØªØ§Ø¬ تعليم القراءة إلى المراØÙ„ Ø§Ù„Ù…Ø®ØªÙ„ÙØ© لنمو القراءة، مرØÙ„Ø© الاستعداد للقراءة، مرØÙ„Ø© التهجي، Ùˆ المرØÙ„Ø© البدء. ÙÙŠ التعليم القراءة لتعليمها أسلوب كثيرة المثال الطريقة الهجائية والطريقة الصوتية والطريقة الكلمة والطريقة الجملة.
TEKNIK-TEKNIK DASAR DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
Kuswoyo;
NUR FADLY HERMAWAN
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4625
Abstrak: Kesenjangan antara tujuan dan kenyataan dalam proses pembelajaran bahasa Arab perlu untuk ditanggulangi atau diatasi, maka berbagai upaya selalu dilakukan oleh para ahli pendidikan, agar pembelajaran yang dilakukan itu dapat efektif dan efisien. Beberapa upaya-upaya tersebut adalah diterapkannya strategi dan pendekatan baru, sebuah pendekatan dalam proses pembelajaran baik ditekankan pada aspek kebermaknaan nilai belajar pada dunia nyata. Kegunaan nilai bahasa dan kebermaknaan dan yang dipelajari dalam kehidupan, baik pada tataran agama, ekonomi, maupun sosial. Asas manfaat dan hubungan dengan alam sekitarnya diharapkan menjadi dorongan eksternal yang sangat kuat bagi siswa untuk lebih meningkatkan semangat berbahasa dengan segala aspeknya. beberapa pokok pikiran penting yang akan dijadikan fokus pembahasan dalam tulisan ini adalah teknik-teknik pembelajaran bahasa Arab sebagai ujung tombak pelaksanaan berbagai macam strategi maupun metode pemelajaran bahasa Arab.
BADAN AKREDITASI NASIONAL SEBAGAI FUNGSI PENGENDALIAN DAN SUPERVISI
Hudan Ngisa Anshori
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4626
Pelaksanaan otonomi pendidikan menuntut perubahan sistem evaluasi yang tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan tetapi juga fungsi pembinaan dan pemberdayaan pendidikan. BAN-S/M adalah lembaga evaluasi mandiri yang menetapkan kelayakan program dan/atau satuan pendidikan formal dasar dan menengah dengan mengacu pada standar nasional pendidikan. BAN-S/M mempunyai tugas merumuskan kebijakan operasional, mensosialisasikan kebijakan, dan melakukan akreditasi Sekolah/Madrasah. Dalam menjalankan fungsinya, BAN-S/M harus diarahkan pada upaya menjamin terselenggaranya pelayanan pendidikan yang bermutu dan memberdayakan sekolah yang dievaluasi dalam menghasilkan lulusan berdasarkan standar yang telah ditetapkan. Pengawasan dan pembinaan pendidikan harus dilakukan baik di tingkat satuan pendidikan maupun manajemen birokrasi. Mutu pendidikan akan berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya dan diharapkan oleh masyarakat jika ada standar yang dijadikan tolak ukur.
BENTUK FI'IL, FA'IL DAN MUBTADA’ KHABAR DALAM QASHIDAH AL-BURDAH BAIT 1 SAMPAI 58
Muhammad Muchlish Huda;
Muhlisun;
Khoirul Amin
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4629
Mubtada dan Khabar adalah bentuk kalimat yang saling berkaitan satu sama lainnya, sehingga belumlah menjadi kalimat yang sempurna jikalau mubtada belum dilengkapi oleh khobar. Mubtada dan Khabar juga memiliki ketentuan ketentuan yang sudah baku, seperti harus sesuainya antara Mubtadadan Khabar dalam mufrad, tatsniyah, jama’-nya dan muannats, mudzakkar-nya. Adapun jumlah fi’liyah adalah jumlah (kalimat) yang diawali dengan kalimat fi’il. Atau dengan kata lain yang tersusun dari fi’il, fa’il, dan maf’ulbih. Seperti halnya kalimat dalam bahasa Indonesia, kalimat dalam bahasa Arab pun terdiri dari tiga unsur penting, yaitu subjek, predikat dan objek. Qasidah Burdah sebagai objek kajian material dalam riset sederhana mengenai mubtada’ khobar ini adalah dikarenakan Qasidah Burdah adalah salah satu qasidah yang cukup popular di kalangan masyarakat Indonesia. Berbagai halaqoh sholawat dan pengajian sering menampilkan Qasidah Burdah ini dalam bentuk lagu dan nyanyian. Alasan tersebutlah yang menjadi basis landasan epistemologis pemilihan Qasidah Burdah sebagai objek material dalam artikel ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya dari Nadzm Burdah mulai bait 1-58, dapat disimpulkan bahwa yang menggunakan jumlah ismiyyah adalah sebanyak 24 jumlah. Sedangkan yang menggunakan jumlah fi'liyyah adalah sebanyak 104 jumlah.
PENGEMBANGAN KOMPONEN KURIKULUM
ARIF SHAIFUDIN;
WILDAN NAFI'I
EL WAHDAH Vol. 2 No. 2 (2021): Desember
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v2i2.4630
Kurikulum dalam dunia pendidikan memiliki peranan penting dan tidak tergantikan dalam proses pembelajaran sebagai jalan yang harus dilalui setiap peserta didik sehingga berkembang seluruh potensinya. Kurikulum sebagaimana definisi secara modern bukan hanya kumpulan mata pelajaran yang harus dienyam oleh peserta didik, namun ia merupakan keseluruhan kegiatan dan pengalaman yang harus diberikan oleh sekolah kepada peserta didik. Dengan demikian kurikulum secara komprehensif adalah kegiatan yang direncanakan untuk dialami oleh semua peserta didik yang terdiri dari komponen-komponen yang saling terkait. Dinamika perkembangan masyarakat sebagai input pendidikan mengharuskan lembaga pendidikan melaksanakan kegiatan pengembangan komponen-komponennya. Keharusan mengembangkan komponen kurikulum tersebut merupakan bentuk respon dunia pendidikan terhadap tuntutan kebutuhan peserta didik yang terus berkembang. Dengan demikian pendidikan dengan berbagai pengembangan komponen kurikulum yang dilakukan akan tetap relevan dan sejalan dengan karakteristik peserta didik di setiap masanya. Di sinilah peran strategis kurikulum dalam membawa dan mengarahkan pendidikan sehingga tetap berorientasi pada pengembangan potensi peserta didik tanpa kehilangan prinsip dinamis dalam menjawab kompleksitas kebutuhan usernya.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI SENI MELIPAT KERTAS (ORIGAMI) DI KELOMPOK A RA TUNAS HARAPAN SUKOLILO JIWAN MADIUN
Konik Naimah
EL WAHDAH Vol. 3 No. 01 (2022): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v3i01.4820
Abstrak : Pembelajaran di Taman Kanak-kanak/Raudlatul Athfal tidak bisa hanya menekankan pada peningkatan kemampuan akademis saja. Namun seyogyanya pembelajaran di Taman Kanak-kanak harus menerapkan belajar sambil bermain, karena setiap anak memiliki kemampuan untuk berfikir kreatif dan produktif, oleh karena itu diperlukan suatu program pendidikan yang mampu membuka kapasitas tersembunyi tersebut melalui pembelajaran bermakna dan menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya, implikasi dan hambatan yang ditemui dalam pengembangan seni melipat kertas (Origami) di kelompok A RA Tunas Harapan Sukolilo Jiwan Madiun. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Adapun instrument yang digunakan oleh penelitian adalah wawancara, observasi partisipan dan dokumentasi. redaksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dan pembahasan analisis yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan bahwa melipat kertas dapat mengembangkan kreativitas anak pada anak di RA Tunas Harapan Sukolilo Jiwan Madiun. Hal ini dapat ditunjukkan dari adanya perkembangan kreativitas anak dari sebelum tindakan sampai observasi II yaitu sebelum tindakan 5% Observasi I 30% Observasi II 85%..Maka implikasi yang timbul dalam penelitian ini dalam setiap tindakan perlu perencanaan perubahan yang dicapai pada setiap siklus selalu diperhatikan untuk merencanakan tindakan-tindakan berikutnya terutamanya pada setiap tindakan yang dapat meningkatkan kreativitas anak. Adapun hambatan yang ditemui di lapangan adalah guru kurang mempersiapkan media pembelajaran sehingga saat pembelajaran berlangsung mengalami kekurangan kertas, peserta didik kurang minat untuk melakukan kegiatan melipat kertas (Origami), orang tua yang kurang mendukung anak akan menghambat untuk mengembangkan kreativitasnya baik itu dalam seni melipat kertas (Origami) ataupun yang lainnya.
Gambar Sebagai Media Dasar Pembelajaran Bahasa Arab
Kuswoyo;
Nur Fadly Hermawan;
Muhammad Hamdan
EL WAHDAH Vol. 3 No. 01 (2022): Juni
Publisher : LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35888/elwahdah.v3i01.4824
Media gambar dapat menampilkan materi pelajaran bahasa Arab secara visual melalui pembuatan transparansi yang dibuat oleh guru atau kau dengan cara mengambil gambar gambar dari sumber lainnya seperti buku atau majalah sesuai dengan materi bahasa Arab seperti kosakata yang akan dibahas. Dengan penggunaan media gambar, diharapkan penyampaian materi pengajaran bahasa Arab menjadi lebih jelas dan lebih mudah dicerna karena membantu peserta didik belajar dengan indra penglihatan, di samping itu pembelajaran akan lebih meningkatkan daya tarik peserta didik. Lebih penting lagi pembelajaran menggunakan media gambar, akan warna angsa daya pikir peserta didik, dan juga akan lebih cermat dalam mengamati semua langkah pembelajaran, dan dapat mempertajam daya pikirnya dalam menghubungkan berbagai kosakata bahasa Arab yang diterima melalui bukti konkrit melalui gambar-gambar yang telah dilihatnya dalam proses pembelajaran bahasa Arab. Selanjutnya akan dibahas secara mendalam mengenai media gambar dalam pembelajaran bahasa Arab dalam berbagai kemahiran bahasa Arab seperti menyimak, berbicara, membaca dan menulis.