cover
Contact Name
Kusumawati
Contact Email
jurnalinspirasibimbingandankon@gmail.com
Phone
0895328582936
Journal Mail Official
jurnalinspirasibimbingandankon@gmail.com
Editorial Address
Jl. Amal Lama, Tarakan, Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
JIBK: Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan. Menjadi jurnal dengan mengusung konsep dasar agar menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia pendidikan khususnya bimbingan dan konseling, jurnal ini berkomitmen untuk menerbitkan artikel yang mencakup topik di bidang pendidikan, serta bimbingan dan konseling. Oleh karenanya JIBK terfokus untuk menyoroti perkembangan terbaru dan signifikan dalam bidang bimbingan kelompok, bimbingan individu, konseling kelompok, bidang bimbingan (pribadi, sosial, belajar, dan karir), asesmen dalam BK, evaluasi dan supervisi dalam BK, manajemen BK, perencanaan karir, media BK, dan perkembangan multikultural.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 18 Documents
Pelaksanaan Layanan Konseling Individual Ditinjau Dari Model Context Input Process Product (CIPP) Di SMA Negeri 3 Malinau Meldiana, Reva; Cahyono, Tri; Ismuniar, Cici
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4741

Abstract

Layanan Konseling Individual bertujuan untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam tahap-tahap perkembangan, membantu untuk dapat mengarahkan peserta didik agar mampu membuat keputusan secara tepat. Penelitian ini akan membahas bagaimana pelaksanaan layanan konseling individual disekolah yang diinjau dari model CIPP. Penelitian ini juga menggunakan metode kualitatif deskriptif, serta teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan meliputi context tujun dari pelaksanaan layanan konseling individual untuk membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam tahp-tahap perkembangannya, membantu penyelesaian masalah, serta dapat mengarahkan peserta didik dalam membuat keputusan. input persiapan yang dilakukan sebelum melaksanakan layanan guru BK terlebih dahulu mengumpulkan informasi mengenai mengenai peserta didik, informasi dari wali kelas, temannya, atau dari orang tuanya. Selain itu guru BK menyediakan fasilitas seperti ruang konseling, laporan konseling individual, RPL Konseling dan menentukan waktu pelaksanaannya. process pelaksanaan layanan konseling individual guru BK menggunakan beberapa teknik dan tahap-tahapan yaitu tahapawal, inti dan penutup. Product atau hasil dari pelaksanaan layanan konseling individual terdapat perubahan perilaku sisws kearah yang lebih positif. Namun evaluasi yang dilakukan ketika belum ada perubahan pada siswa tersebut guru BK akan menindak lanjuti dan mendiskusikan untuk mengatur kembali pertemuan berikutnya dengan peserta didik.
PERAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DALAM MEMBENTUK KARAKTER BERNALAR KRITIS PESERTA DIDIK KELAS X DI SMA Marinda, Nanda Vira; Padmi, Ni Made Diah; Sovayunanto, Riski
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.5779

Abstract

Profil Pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Fenomena yang terdapat di SMA Negeri 1 Tarakan yaitu: peserta didik sulit untuk mengajukan pertanyaan, kurang aktif dalam berdiskusi, sulit menganalisis permasalahan secara kritis, sulit menganalisis informasi dari berbagai sumber, sulit mencari solusi dan mengambil keputusan serta menyampaikan pemikirannya dan memikirkan pandangan yang mungkin berlawanan dengan pemikirannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Profil Pelajar Pancasila dalam membentuk kemampuan berpikir kritis siswa di SMA Negeri 1 Tarakan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengungkap bahwa Projek Profil Pelajar Pancasila di sekolah tersebut berhasil mengintegrasikan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian integral dari karakter sesuai dengan elemen-elemen yang dikembangkan dalam proses pembelajaran, di mana siswa mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan analitis melalui berbagai kegiatan, seperti berdiskusi, menganalisis, dan mengevaluasi informasi secara objektif
Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Meningkatkan Karakter Percaya Diri Siswa Di Kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan Merlin, Merlin; Cahyono, Tri; Sovayunanto, Riski
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4735

Abstract

Percaya diri dapat diartikan sebagai sikap yakin akan kemampuan diri sendiri terhadap tercapainya setiap keinginan dan harapan yang diinginkan. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan di SMA Negeri 1 Nunukan adalah masih banyak siswa yang kurang percaya diri seperti malu, takut salah, dan tidak berani berpendapat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan karakter percaya diri siswa di kelas XI SMA Negeri 1 Nunukan. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, subjek penelitian terdiri dari dua guru bimbingan dan konseling yang ada di SMA Negeri 1 Nunukan, teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi serta pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Dari hasil penelitian mengungkap bahwa percaya diri siswa di SMA Negeri 1 Nunukan masih kurang atau minim, dalam hal ini peran guru bimbingan dan konseling dalam meningkatkan percaya diri siswa dengan cara memberikan layanan bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, konseling kelompok dan konseling individual. Layanan yang paling sering digunakan guru bimbingan dan konseling dalam memberikan layanan adalah layanan bimbingan klasikal. Dengan layanan ini guru bimbingan dan konseling akan melakukan pembiasaan kepada peserta didik yaitu dengan cara meminta setiap peserta didik untuk maju ke depan untuk memberikan pendapat dari hasil pembelajaran yang telah diberikan oleh guru bimbingan dan konseling.
Kesiapan Guru Dalam Persiapan Program inklusi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Tarakan Andriani, Santi; Sovayunanto, Riski; Ismuniar, Cici
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i2.4916

Abstract

Saat ini belum terdapat sekolah inklusi di kota Tarakan maka dari itu keberadaan sekolah inklusi di kota Tarakan sangat diperlukan, agar anak berkebutuhan khusus yang masih bisa ditangani bisa mendapatkan hak pendidikan di sekolah regular, kesiapan guru dalam program inklusi ini sangat penting agar program inklusi berjalan dengan semestinya sesuai tujuan yang ingin dicapai dengan aspek kesiapan sikap dan emosi, kesiapan kognitif dan kesiapan berprilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan guru sekolah menengah atas negeri yang ada di kota Tarakan dalam persiapan program Inklusi.  Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif dan informan penelitian terdiri dari 9 subjek diantaranya kepala sekolah, guru bimbingan konseling dan guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan guru berbeda-beda dalam penyelenggaraan program inklusi, hanya ada dua guru yang siap karena sudah memiliki pengalaman, telah memahami metode pelajaran dan proses pembelajaran melalui pelatihan inklusi, guru-guru memiliki kesiapan dalam melakukan kerja sama dengan instansi manapun untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus. sisanya menyatakan belum siap karena belum memiliki pengalaman dan memahami tentang program inklusi.
TRUTH OR DARE CARD GAME MEDIA IN IMPROVING THE ATTITUDE OF POLITENESS OF CLASS VIII STUDENTS AT SMP NEGERI 12 TARAKAN Salim, Muh; Ismuniar, Cici; Ariantini, Nisa
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4781

Abstract

Politeness, an integral aspect of interpersonal relationships, reflects values and norms within a community, emphasizing respectful behavior that avoids belittling or demeaning others. This study aimed to determine the effect of the Truth or Dare card game in improving the attitude of politeness of class VIII students at SMP Negeri 12 Tarakan. Conducted as a quantitative experimental approach, this study encompassed a population of 90 eighth-grade students, with a sample size of 12 selected using a random sampling technique. Data processing involved descriptive analysis, inferential analysis, and a paired sample t-test utilizing SPSS version 26.0. The hypothesis testing result revealed a significant effect of the Truth or Dare card game in improving the attitude of politeness among the eighth-grade students at SMP Negeri 12 Tarakan. This was proven by the probability value which was smaller than the level of significance value (0.0000.05). The pretest indicated 3 (25%) students with very low politeness and 9 (75%) students with low politeness. Contrastingly, the posttest demonstrated a noteworthy improvement, with 6 (50%) students exhibiting very high politeness and the remaining 6 (50%) students displaying high politeness. The pretest and posttest outcomes highlighted positive shifts in indicators such as respect for elders, refraining from inappropriate language or behavior, avoiding interruptions during conversations, seeking permission for entry or item usage, and treating others with empathy. These findings underscored the effectiveness of the Truth or Dare card game in fostering positive character values among students.Keywords: Truth or Dare card game, group guidance, attitude of politeness
nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku bugis letta dikota tarakan Putri, Putri; Rahmi, Siti; Fadilah, Nurul
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4839

Abstract

Tradisi pabalian merupakan tradisi yang berasal dari suku Bugis Letta yang diwariskan secara turun temurun oleh para leluhur. Tradisi pabalian merupakan kegiatan saling menolong dan saling membantu antar sesama untuk meringankan pekerjaan pemilik acara dengan bertujuan untuk menyukseskan acara. Fokus dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang terdiri dari tiga informan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan analisis data dengan model Milles dan Huberman yakni, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dengan mendeskripsikan hasil penelitian ini berdasarkan hasil wawancara dan dokumentasi terdapat empat nilai-nilai yang mencerminkan gotong royong yaitu kerja sama, saling menolong, solidaritas dan kekeluargaan. Nilai-nilai gotong royong dalam tradisi pabalian suku Bugis Letta ini sejalan dengan karakteristik serta kode etik yang diperlukan seorang konselor ataupun guru bimbingan dan konseling yang ideal.
Pengaruh Teknik Self-Regulation Terhadap Sikap Sopan Santun Siswa Arshy, Juliana; Ismuniar, Cici; Padmi, Ni Made Diah
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i1.4806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa. Sikap sopan santun merupakan perilaku seseorang yang menghargai, tidak sombong dan berakhlak mulia dengan cara menghormati orang yang lebih tua, menyapa jika bertemu dengan orang lain, berbicara dengan nada lembut dan bahasa yang santun. Ciri cirinya tidak permisi atau menegur saat berpapasan dengan guru, memanggil teman dengan nama binatang dan menyanggah guru ketika sedang berbicara, dan Self-Regulation merupakan proses metakognisi yang mengatur proses perencanaan, pemantauan/monitoring, dan evaluasi diri dalam aktivitas belajar seperti cara berfikir, pemantauan proses belajar, mengulangi pelajaran agar tercapai tujuan belajar, penguasaan pengetahuan dan keterampilan bagi individu serta pengaturan jadwal belajar guna untuk mencapai tujuan dalam belajar. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen dengan desain one group pretest-posttest design, dengan populasi sebanyak 100 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling sebanyak 10 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah skala sikap sopan santun. Teknik analisis data dari hasil hipotesis paired sample t-test yang diperoleh Ha diterima dikarenakan nilai signifikan 0.000 0,05 dan nilai t hitung -6.688 1.833. Sehingga ada pengaruh bimbingan kelompok dengan teknik Self-Regulation terhadap sikap sopan santun siswa.
PERAN ORANGTUA SISWA DALAM MENYIKAPI PERKEMBANGAN ANAK YANG BERADA DI KELAS AUTIS SLB NEGERI KOTA TARAKAN Ramadhani, Yanti; Fadilah, Nurul; Ardiwinata, Emmy
Jurnal Inspirasi Bimbingan dan Konseling Vol 1, No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/jibk.v1i2.4917

Abstract

Peran orangtua sangat penting bagi kehidupan anak terutama pada anak berkebutuhan khusus dalam mengasuh, mendidik, membimbing serta bertanggung jawab terhadap perkembangan anak. Akan tetapi kenyataannya orang tua masih merasa malu ketika mengetahui bahwa perilaku dan komunikasi anaknya berbeda dengan anak pada umumnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orangtua siswa dalam menyikapi perkembangan anak yang berada dikelas autis SLB Negeri Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek terdiri dari dua orang yaitu, wali kelas dan orangtua. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini wawancara dan dokumentasi, serta teknik analisis data yang digunakan metode yaitu reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini peran orangtua dalam menyikapi perkembangan anak autis sangat penting dan sangat diperlukan dalam perkembangan anak. Terutama dalam gangguan komunikasi, perilaku dan emosi pada anak autis. Peran orangtua dalam komunikasi masih kurang dikarenakan kurangnya perhatian serta bimbingan secara khusus yang diberikan oleh orangtua, gangguan perilaku orangtua bersikap acuh dan tidak acuh terhadap anaknya, tidak peduli terhadap perilaku yang terjadi pada anak, gangguan emosi anak orangtua belum mengetahui dan belum memiliki cara khusus untuk membuat rasa nyaman dan mengendalikan emosi anak dengan sendiri, orangtua masih memerlukan bantuan dari beberapa ahli dalam perkembangan komunikasi, perilaku dan emosi yang terjadi pada anak.

Page 2 of 2 | Total Record : 18