cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
081349558346
Journal Mail Official
kognisia@ulm.ac.id
Editorial Address
Unit Jurnal dan Publikasi, Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM 36 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kognisia
ISSN : 28096827     EISSN : 28096215     DOI : -
Core Subject : Social,
Jurnal Kognisia merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada riset Ilmu Psikologi, khususnya yang berkaitan dalam bidang psikologi kognitif dengan menggunakan pendekatan metode kuantitatif ataupun kualitatif. Jurnal Kognisia juga menerima artikel penelitian di bidang psikologi lain terkait topik kognitif atau perilaku secara umum. Jurnal Kognisia sebagai sarana komunikasi untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah di bidang psikologi kognitif. Adapun contoh topik penelitian yang relevan untuk jurnal kami: Kemampuan kognitif, Perkembangan kognitif, Terapi kognitif, Gaya kognitif, Proses belajar, Kognisi spasial, Persepsi, Berpikir, Penalaran, Memori, Perhatian, Pemecahan masalah, Pengolahan bahasa, Pengambilan keputusan dan lain-lain.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Oktober" : 12 Documents clear
HUBUNGAN SELF-CONTROL DENGAN INTENSITAS BERMAIN GAME ONLINE PUBG PADA REMAJA AKHIR DI KALIMANTAN SELATAN Rizal, Ikhsanul; Istiqomah, Ermina; Alfiannoor, Rendy
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan self control dengan intensitas bermain game online pubg pada remaja akhir di Kalimantan Selatan. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan self control dengan intensitas bermain game online PUBG remaja akhir di Kalimantan Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh subjek dengan rentang usia anak usia 15-18 tahun di Kalimantan Selatan. Teknik pengambilan sampel yang dipakai dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik purposive sampling merupakan suatu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu atau seleksi khusus. Kriteria subjek dalam penelitian ini yaitu usia 15-8 tahun, berdomisili di Kalimatan Selatan dan merupakan pemain game online PUBG. Sedangkan metode pengumpulan data menggunakan skala dan angket yang terdiri dari skala self control α = 0,817 dan angket Intensitas Bermain Game Online PUBG α = 0,887. Adapun analisa data menggunakan korelasi product moment pearson. Hasil penelitian ini terdapat hubungan signifikan antara self control dengan intensitas bermain game online PUBG pada remaja akhir di Kalimantan Selatan yang memiliki arah negatif dengan nilai r = -0,262 dari taraf signifikansi 0,003 (p < 0,05). Sumbangan efektif yang berarti diberikan variabel self control adalah 6,86% artinya peran self control dalam menentukan intensitas bermain game online PUBG tidak terlalu besar. Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semakin  tinggi self control yang dimiliki individu, semakin rendah intensitas bermain game online PUBG. Begitupula sebaliknya, semakin rendah self control individu, semakin tinggi intensitas bermain game online PUBG.
HUBUNGAN KELEKATAN PADA AYAH DENGAN SIKAP ASERTIF REMAJA SMPN 5 BANJARBARU Auliyaningrum, Salma; Fauzia, Rahmi; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2672

Abstract

Masa remaja merupakan masa perkembangan yang mengalami transisi dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa. Pada masa transisi ini  remaja mulai dihadapkan dengan berbagai macam konflik baik secara eksternal maupun internal sehingga diperlukan kelekatan pada orangtua khususnya pada ayah agar remaja dapat memiliki sikap asertif yang baik agar dapat bersikap jujur, mampu bertanggung jawab, percaya diri dan mengungkapkan apa yang dirasakannya tanpa menyakiti orang lain sehingga mampu mengekspresikan perasaannya ke arah yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan pada ayah dengan sikap asertif remaja SMPN 5 Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala sikap asertif dan skala kelekatan ayah. Hasil penelitian menunjukan hubungan kelekatan ayah dengan sikap asertif remaja SMPN 5 Banjarbaru memiliki korelasi 0,493. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan yang positif dan signifikan antara kelekatan pada ayah dengan sikap asertif remaja SMPN 5 Banjarbaru. Artinya semakin tinggi kelekatan yang diberikan ayah pada remaja, maka semakin tinggi pula sikap asertif yang ada dalam diri remaja tersebut. Sebaliknya, semakin rendah kelekatan yang diberikan ayah maka semakin rendah sikap asertif yang ada pada remaja di SMPN 5 Banjarbaru. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan kelekatan ayah dengan sikap asertif sebesar 24,3%, sedangkan 75,7% sisanya merupakan sumbangan dari faktor lainnya.
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DENGAN KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWAaKELAS XI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 BANJARBARU RELATIONSHIP BETWEEN INTEREST IN LEARNING AND LEARNING DIFFICULTY IN MATHEMATICS IN CLASS XI STUDENTS AT SMK NEGERI 1 (VOCATIONAL HIGH SCHOOL) BANJARBARU Fadilasari, Fatya; AKbar, Sukma Noor; Erlyani, Neka
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2675

Abstract

Penelitianainiabertujuanauntukamengetahuiahubunganaantara minat belajar dengan kesulitan belajar matematika pada siswa kelas XI di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Banjarbaru. Populasiadalamapenelitiankinikadalahkseluruh siswaikelasiXI di SMK Negeri 1 Banjarbaru, sedangkan subjek pada penelitian ini sebanyak 64 siswa berdasarkan teknikipurposive sampling denganikriteria siswaiyang memiliki kesulitan belajar pada matematika dengan nilai dibawah 75. Metode pengumpulanidataimenggunakan instrumen penelitian berupa skala minat belajar dan skala kesulitan belajar matematika. Berdasarkan hasil uji korelasi product moment didapatkan nilai r = -0,442; p < 0,05, artinya adanya hubungan negatif antara minat belajar dengan kesulitan belajar matematika. Nilai negatif pada r menunjukkan bahwa semakin tinggi minat belajar maka semakin rendah kesulitan belajar matematika, sebaliknya semakin rendah minat belajar maka semakin tinggi kesulitan belajar matematika sehingga nilai matematika siswa tersebut rendah. Hasil analisis tersebutimembuktikan bahwa hipotesisiyang menyatakaniadanya hubungan antara minat belajar dengan kesulitan belajar matematika dapat diterima.  Kata Kunci: Minat Belajar, Kesulitan Belajar Matematika, Sekolah Menengah KejuruanThe purpose of this study was to find out the relationship between interest in learning and learning difficulty in mathematics in class XI students at SMK Negeri 1 Banjarbaru. The population in this study were all class XI students at SMK Negeri 1 Banjarbaru, while the subjects in this study were 64 students selected using the purposive sampling technique with the criteria of students who had learning difficulty in mathematics with the score below 75. Data were collected using the research instruments, namely the scale for interest in learning and the scale for learning difficulty in mathematics. The results of the product moment correlation test showed that the value of r was -0.442; p < 0.05, indicating that there was a negative relationship between interest in learning and learning difficulty in mathematics. The negative value on r indicated that the higher the interest in learning, the lower the learning difficulty in mathematics, and conversely the lower the interest in learning, the higher the learning difficulty in mathematics, which explained the lower student scores in mathematics. The results of the analysis prove that the hypothesis which states that there is a relationship between interest in learning and learning difficulty in mathematics is acceptable. Keywords: Interest in Learning, Learning Difficult in Mathematics, Vocational High School.
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI BELAJAR DENGAN GRIT PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS Rahmi, Lia; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2664

Abstract

Siswa berkebutuhan khusus tidak bisa hanya dipandang sebelah mata, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi belajar dengan grit pada siswa berkebutuhan khusus. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 34 siswa berkebutuhan khusus di SLBN 2 Martapura, penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, alat ukur yang digunakan adalah skala kuesioner motivasi belajar dan grit. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini uji korelasi menunjukkan nilai signifikansi 0.000 (<0.05) dan nilai korelasi sebesar 0,720 analisis ini menunjukan ada hubungan antara motivasi belajar dengan grit pada siswa berkebutuhan khusus. Semakin tinggi motivasi belajar maka akan semakin tinggi pula grit. Bentuk sikap motivasi belajar yaitu tekun, ulet, minat pada berbagai masalah, senang bekerja mandiri, bosan dengan tugas rutin, dapat mempertahankan pendapat, tidak mudah melepaskan yang diyakini, senang memecahkan masalah belajar. Bentuk sikap grit diketahui seperti, konsistensi pada minat, kegigihan dalam pembelajaran, fokus pada satu hal yang diminati seperti mempertahankan satu kegiatan ekstrakulikuler, mampu menghadapi kesulitan, bisa bangkit dan menjalani proses pembelajaran tanpa terpaksa.
Hubungan Kelekatan Pada Ayah Dengan Self Compassion Remaja SMP Negeri 5 Banjarbaru Sari, Lili Nor Indah; Fauzia, Rahmi; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2673

Abstract

Masa remaja merupakan masa transisi yang sering dihadapkan oleh berbagai masalah. Seorang remaja hendaknya memiliki keterikatan yang kuat dengan kedua orang tuanya, khususnya dari seorang ayah agar memiliki self compassion yang baik dalam menghadapi berbagai masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan pada ayah dengan self compassion remaja SMPN 5 Banjarbaru. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 100 orang. Adapun teknik pengambilan sampel pada penelitian ini ialah menggunakan teknik purposive sampling. Metode analisis data menggunakan analisis korelasi product moment dari Karl Person dan metode pengumpulan data menggunakan skala self compassion dan skala kelekatan pada ayah. Hasil penelitian menunjukan adanya hubungan kelekatan pada ayah yang dengan self compassion remaja SMPN 5 Banjarbaru memiliki korelasi sebesar 0,411. Hasil analisis data menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kelekatan pada ayah dengan self compassion remaja SMPN 5 Banjarbaru. Semakin tinggi kelekatan yang diberikan ayah pada remaja, maka semakin tinggi pula self compassion yang ada dalam diri remaja tersebut. Sebaliknya, semakin rendah kelekatan yang diberikan oleh seorang ayah maka semakin rendah self compassion yang ada pada remaja siswa di SMPN 5 Banjarbaru. Koefisien determinasi menunjukkan hubungan kelekatan pada ayah dengan self compassion sebesar 16,9%, sedangkan 83,1% sisanya sumbangan dari faktor lainnya.
HUBUNGAN ANTARA TIPE KEPRIBADIAN DENGAN KEMAMPUAN ADAPTASI TERHADAP KEBISINGAN Yuliendanie, Yuyun; Erlyani, Neka; Fauzia, Rahmi
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2653

Abstract

Kemampuan adaptasi terhadap kebisingan adalah kesanggupan seorang individu untuk menyesuaikan diri dengan stressor dari lingkungan berupa bunyi yang bersifat mengganggu. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kemampuan adaptasi seorang individu, salah satunya adalah tipe kepribadian. Seseorang dengan tipe kepribadian yang terbuka dengan hal-hal baru di sekitarnya akan memiliki kecenderungan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan yang baik dibandingkan dengan seseorang dengan tipe kepribadian yang lebih tertutup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara tipe kepribadian (openness, conscientiousness, extraversion, agreeableness, dan neuroticism) dengan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan pada masyarakat yang tinggal dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan kriteria masyarakat yang bermukim dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, berumur kisaran 20-60 tahun, dan telah menetap di lokasi tersebut minimal 5 tahun. Penelitian ini menggunakan dua alat ukur yaitu modifikasi skala IPIP-BFM25 dan skala kemampuan adaptasi terhadap kebisingan. Analisis data menggunakan regresi linear berganda. Hasil analisis data menunjukkan bahwa secara bersama-sama ada hubungan yang signifikan antara tipe kepribadian dengan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan pada masyarakat yang tinggal dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin. Sedangkan secara terpisah menunjukkan hanya ada hubungan antara tipe kepribadian conscientiousness, extraversion, dan agreeableness dengan kemampuan adaptasi terhadap kebisingan pada masyarakat yang tinggal dekat Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.
GAMBARAN KEMAMPUAN EMPATI PADA ANAK GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN HIPERAKTIF (GPPH) Saputra, Muhammad Singgih; Safitri, Jehan; Zwagery, Rika Vira
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2667

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran kemampuan empati pada anak Gangguan Pemusatan Perhatian Hiperaktif (GPPH). Menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian adalah pada kemampuan empati pada anak GPPH. Kemampuan empati adalah bagaimana seseorang mengekspresikan perasaan serta emosinya, ikut merasakan apa yang dialami orang lain, yang mana dalam proses pengekspresiannya melibatkan kemampuan afektif dan kognitif. Tiga ciri-ciri kemampuan empati yang harus dimiliki: mendengarkan dengan baik saat orang lain berbicara, menerima sudut pandang orang lain, Peka terhadap perasaan orang lain. Penelitian ini melibatkan tiga partisipan anak GPPH dan enam orang significant other. Subjek pertama L (8 tahun), subjek kedua (10 tahun), dan subjek ketiga (11 tahun). Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisa data model Miles dan Huberman. Didapatkan hasil penelitian bahwa kemampuan empati ketiga subjek dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktif rendah. Dari indikator mampu mendengarkan orang lain: Subjek hanya mau mendengarkan dari orang terdekatnya saja. Subjek akan mendengarkan namun harus diulang-ulang dan hanya jika orang tersebut dikenal oleh subjek dan dekat dengan subjek selebih itu subjek acuh dan tidak menghiraukan. Menerima sudut pandang orang lain: Subjek juga hanya akan menerima arahan atau sudut pandang itu dari orang-orang terdekatnya juga ataupun orang-orang yang subjek takuti sepeti ayah dan ibunya, dan subjek juga harus diberikan penjelasan secara perlahan. Peka terhadap perasaaan orang lain: Subjek sering kesulitan dalam mengutarakan perasaannya, pada orang-orang terdekatnya seperti pengasuhnya yang sering bersama subjek, subjek bisa mengatakan perasaannya jika subjek sedih, marah, ataupun senang. Subjek sering mengekspresikan itu secara non-verbal, subjek akan mendekati atau mondar-mandir ketika ada orang yang sedih atau sedang marah. Walaupun untuk mengungkapkannya subjek masih kesulitan.
HUBUNGAN ANTARA KEBIASAAN BELAJAR DENGAN GRIT PADA SISWA BERKEBUTUHAN KHUSUS "THE RELATIONSHIP BETWEEN STUDY HABITS AND GRIT IN STUDENTS WITH SPECIAL NEEDS" Maryam, Siti; Safitri, Jehan
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2688

Abstract

Abstrak Anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik tetap diharuskan untuk dapat bertahan meskipun dihadapkan pada tuntutan untuk mampu menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, sehingga untuk dapat bertahan pada tuntutan selama proses belajar maka dibutuhkan adanya sebuah ketabahan (grit) didalam diri. Salah satu komponen penting dari grit adalah sebuah kegigihan yang mana kegigihan tersebut dapat membentuk sebuah kebiasaan belajar baik pada siswa berkebutuhan khusus yang akan mempengaruhi performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan belajar dengan grit pada siswa berkebutuhan khusus. Populasi pada penelitian ini adalah siswa berkebutuhan khusus di Banjarbaru dan Martapura, siswa(i) dipilih berdasarkan kriteria tertentu dengan syarat jumlah subjek penelitian secara mutlak. Pada penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian, yakni skala kebiasaan belajar dan skala grit. Menggunakan analisa data dengan analisis korelasi product moment dari Karl Person melalui SPSS versi 24 for windows. Hasil analisis data menunjukkan bahwa hubungan kebiasaan belajar dengan grit memiliki korelasi r=0,678 dari taraf signifikansi 0,000 (p< 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan terdapat hubungan yang signifikan antara variabel kebiasaan belajar dengan variabel grit pada siswa berkebutuhan khusus diterima.Kata kunci: Siswa Berkebutuhan Khusus, Kebiasaan Belajar, Grit. Abstract Children with special needs who become students are required to survive even though they have to meet the demand for being able to complete given tasks. In order to survive the demand during the learning process, grit is needed in the students. One of the important components of grit is persistence that will be able to establish good learning habits in students with special needs which will affect their academic performance. The purpose of this study was to find out the relationship between learning habits and grit in students with special needs. The population in this study was students with special needs in Banjarbaru and Martapura, who were selected based on certain criterias on the condition that the number of study subjects was absolute. Two research instruments used in the study, namely the scale for learning habits and the scale for grit. Data were analyzed using the product moment correlation analysis from Karl Person through SPSS version 24 for windows. The results of data analysis showed that the relationship between learning habits and grit had a correlation of r = 0.678 from a significance level of 0.000 (p <0.05). This showed that the research hypothesis which stated that there is a significant relationship between the learning habits variable and the grit variable for students with special needs is accepted.Keywords: Students with Special Needs, Learning Habits, Grit
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN GADGET DENGAN MEMORI ANAK DI TK X BANJARMASIN Yazi, Karima; Zwagery, Rika Vira; Yuserina, Firdha
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2654

Abstract

Masa usia dini merupakan masa dimana anak mengalami perkembangan yang sangat pesat, semua yang anak dengar dan lihat terserap dalam pikirannya. Anak lebih mudah mengingat sesuatu yang dipelajari dari objek yang mereka lihat dan praktikkan sehingga dapat diterima dalam memori. Salah satu yang memberikan dampak positif maupun negatif terhadap perkembangan anak adalah intensitas penggunaan gadget. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan gadget dengan memori pada anak di TK X Banjarmasin. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa di TK X Banjarmasin yang berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan sampel dengan teknik purposive sampling yang berjumlah 74 anak dengan kriteria yaitu anak berusia 5 tahun, anak yang menggunakan gadget dan bukan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini menggunakan tiga alat ukur yaitu skala intensitas penggunaan gadget, Children’s Memory Questionnaire-Revised (CMQ-R) yang diadaptasi dari Hedges, Drysdale dan Levick (2015), serta Marlowe-Crowne Social Desirability Scale (MCSDS) yang dikembangkan oleh Crowne dan Marlowe (1960)  yang telah diadaptasi oleh Widhiarso (2011). Analisis data menggunakan nonparametrik korelasi parsial spearman’s rho dengan bantuan SPSS versi 24. Berdasarkan hasil analisis korelasi parsial didapatkan hubungan positif antara intensitas penggunaan gadget dengan memori dengan nilai r = 0,373. Hal ini berarti semakin tinggi intensitas penggunaan gadget maka semakin kurang baik memori pada anak, sebaliknya semakin rendah intensitas penggunaan gadget maka semakin baik memori pada anak. Koefisien determinasi menunjukkan sumbangan efektif intensitas penggunaan gadget dengan memori sebesar 13,9% sedangkan 86,1% sisanya adalah sumbangan dari fakor-faktor lain.
PERANAN KEADILAN DISTRIBUTIF TERHADAP KEPUASAN KERJA PADA PEGAWAI HONORER DI DINAS PERIKANAN KABUPATEN BALANGAN Nurawalin, Annisa Putri; Dewi, Rooswita Santia; Mayangsari, Marina Dwi
Jurnal Kognisia Vol 3, No 2 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jk.v3i2.2669

Abstract

Sumber daya manusia adalah aset penting bagi organisasi, serta merupakan faktor penting untuk efektivitas dan keberhasilan organisasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi pegawai ialah keadilan distributif yang dirasakan oleh pegawai. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peranan keadilan distributif terhadap kepuasan kerja pada pegawai honorer di Dinas Perikanan Kabupaten Balangan. Populasi dalam penelitian ini ialah pegawai honorer di Dinas Perikanan Kabupaten Balangan, sampel diambil dengan teknik purposive sampling sebanyak 50 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala keadilan distributif dan skala kepuasan kerja dengan teknik analisis regresi linear sederhana. Dari hasil uji regresi linear sederhana diperoleh nilai t hitung> t tabel (3,823 > 1,677), artinya terdapat hubungan positif dan terdapat peranan keadilan distributif terhadap kepuasan kerja. Semakin tinggi keadilan distributif yang diterima pegawai honorer maka semakin tinggi pula lah kepuasan kerja. Peranan keadilan distributif terhadap kepuasan kerja sebesar 23,3%, sehingga masih terdapat faktor-faktor lain yang berperan terhadap kepuasan kerja pegawai honorer di Dinas Perikanan Kabupaten Balangan.

Page 1 of 2 | Total Record : 12