cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 03 (2025): September" : 19 Documents clear
Peran Kecemasan Sosial terhadap Kecanduan Sosial Media pada Remaja Awal Prasetyo, Danu Dwi; Saragih, Sahat; Ariyanto, Eko April
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Social anxiety factors are usually experienced in life because of addiction to playing social media. The use of social media continues to increase among early adolescents along with the development of technology, The research design used in this study uses a quantitative method that goes through a cross-sectional approach. This study uses a simple regression analysis with the help of SPSS version 22. This study uses a correlational approach to test the relationship of the variables proposed to the hypothesis. Based on the results of the research that has been carried out, it can be concluded that there is a significant positive relationship between social anxiety and social media addiction in early adolescence with a correlation/relationship value (R) of 0.711 and a coefficient of determination (R Square) of 0.505 which means that the social anxiety variable can reduce the social media addiction variable in early adolescence by 50.5%. Keywords: Social Media Addiction; Social Anxiety Abstrak Factor kecemasan sosial biasanya yang sering dialami dikehidupan karena kecanduan bermain sosial media. Penggunaan sosial media terus meningkat di kalangan remaja awal seiring perkembangan teknologi, Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yang melalui pendekatan cross-sectional. Penelitian ini memakai analisis regresi sederhana dengan bantuan SPSS versi 22. Penelitian ini memakai pendekatan korelasional untuk menguji hubungan variabel yang diajukan pada hipotesis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan yaitu terdapat hubungan positif yang signifikasi antara kecemasan sosial dengan kecanduan sosial media pada remaja awal dengan nilai korelasi/hubungan (R) sebesar 0,711 dan koefisien determinasi (R Square) adalah 0,505 yang berarti bahwa variabel kecemasan sosial dapat menurunkan variabel kecanduan sosial media pada remaja awal sebesar 50,5%. Kata kunci: Kecanduan Sosial media; Kecemaan Sosial
Peran Penerimaan Diri dalam Meningkatkan Kebahagiaan Remaja Jalanan Maharani, Eurika Agustina; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between self-acceptance and happiness in street adolescents. The approach used in this study is a quantitative approach. The study sample consisted of adolescents between the ages of 12 and 18 years. Data collection was carried out using the Likert scale which includes a scale of self-acceptance and happiness. To analyze the data, the Product Moment correlation method is used. The results of the analysis showed a correlation coefficient (r) of 0.995 with a significance value of p = 0.001 which was smaller than 0.005. These findings indicate a significant positive relationship between self-acceptance and happiness in street adolescents. Thus, the hypothesis proposed in this study is acceptable.Keywords: Happiness, self-acceptance, street youthAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerimaan diri dan kebahagiaan pada remaja jalanan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari remaja berusia antara 12 hingga 18 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala Likert yang meliputi skala penerimaan diri dan kebahagiaan. Untuk menganalisis data, digunakan metode korelasi Product Moment. Hasil analisis menunjukkan koefisien korelasi (r) sebesar 0,995 dengan nilai signifikansi p = 0,001 yang lebih kecil dari 0,005. Temuan ini mengindikasikan adanya hubungan positif yang signifikan antara penerimaan diri dan kebahagiaan pada remaja jalanan. Dengan demikian, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima.Kata kunci: Kebahagiaan,penerimaan diri, remaja jalanan
Peran Kepribadian Hardiness dan Dukungan Sosial dalam Mengatasi Academic Burnout pada Pelajar Wulandari, Annisa Fitriana; Rini, Amanda Pasca; Pratitis, Nindia
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to determine the relationship between academic burnout with hardiness personality and social support in Surabaya students. This study used a quantitative correlational strategy. The total respondents were 180 people and the research participants were Surabaya students aged between 13 and 18 years. The method used was the quota sampling approach. The tools used in this study were the tough personality scale, the social support scale, and the academic burnout scale. The data analysis method used in this study was multiple linear regression. The initial hypothesis was rejected because the results of the multiple regression analysis showed no correlation between academic burnout and social support or hardiness personality. The second hypothesis was rejected based on the results of the partial test which showed no substantial negative correlation between academic burnout and hardiness personality. Based on the results of the partial test, academic burnout and social support have a substantial negative relationship, thus supporting the third hypothesis.Keywords: Academic Burnout; Personality Hardiness; Social Support; Students.AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara academic burnout dengan kepribadian hardiness dan dukungan sosial pada mahasiswa Surabaya. Penelitian ini menggunakan strategi korelasional kuantitatif. Total responden sebanyak 180 orang dan partisipan penelitian adalah mahasiswa Surabaya yang berusia antara 13 sampai 18 tahun. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuota sampling. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kepribadian tangguh, skala dukungan sosial, dan skala academic burnout. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hipotesis awal ditolak karena hasil analisis regresi berganda menunjukkan tidak ada korelasi antara academic burnout dengan dukungan sosial atau kepribadian hardiness. Hipotesis kedua ditolak berdasarkan hasil uji parsial yang menunjukkan tidak ada korelasi negatif yang substansial antara academic burnout dengan kepribadian hardiness. Berdasarkan hasil uji parsial, academic burnout dan dukungan sosial memiliki hubungan negatif yang substansial, sehingga mendukung hipotesis ketiga.Kata kunci: Academic Burnout, Kepribadian Hardiness, Dukungan Sosial, Pelajar
Hubungan Konsep Diri dan Dukungan Sosial dengan Psychological Well-Being pada Mahasiswa Semester Akhir Ratmo, Satya Ananda; Saragih, Sahat; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractFinal semester students transitioning from education to the workforce face various challenging aspects of life, leading to high levels of stress that negatively impact their psychological well-being. Psychological well-being is understood as a condition in which individuals are free from psychological pressure. The aim of this research is to examine whether there is a relationship between self-concept and social support with psychological well-being among final semester students, both partially and simultaneously. The study population consists of final semester students from the psychology faculty at Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, with a total of 312 respondents. The approach used is a correlational quantitative approach employing three measurement tools: Ryff’s Psychological Well-Being Scale, Self Concept Scale, and The Multidimensional Scale of Perceived Social Support. The results of the study indicate a significant relationship between self-concept and social support with psychological well-being among final semester students. Specifically, the self-concept variable shows a significant positive relationship with psychological well-being, while the social support variable also exhibits a significant positive relationship with psychological well-being.Keywords: social support, self-adjustment, psychological well-being, final semester students.AbstrakMahasiswa semester akhir yang mengalami transisi dari dunia pendidikan ke dunia pekerjaan melalui berbagai aspek kehidupan yang menantang mengalami tingkat stres tinggi yang berdampak negatif pada psychological well-beingnya. Psychological well-being dimaknai sebagai kondisi dimana individu terbebas dari tekanan psikologis. Tujuan penelitian ini untuk menguji apakah ada hubungan antara konsep diri dan dukungan sosial dengan psychological well- being pada mahasiswa semester akhir, baik secara parsial maupun secara simultan. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester akhir fakultas psikologi di Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dengan jumlah responden penelitian sebanyak 312 mahasiswa. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif korelasional dengan menggunakan 3 (tiga) alat ukur, yaitu Ryff’s Psychological Well-Being Scale, Self Concept Scale, dan The Multidimensional Scale of Perceived Social Support Scale. Hasil penelitian secara simultan menunjukkan adanya hubungan yang signifikan variabel konsep diri dan dukungan sosial dengan psychological well-being pada mahasiswa akhir. Secara parsial variabel konsep diri dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif dan variabel dukungan sosial dengan psychological well-being menunjukkan hasil yang signifikan dengan arah yang positif.Kata kunci: dukungan social, Konsep diri, psychological well-being, mahasiswa baru.
Loneliness dengan Regulasi Emosi dan Perilaku Agresi pada Emerging Adulthood yang Fatherless Sefira, Dieva Putri; Noviekayati, I Gusti Ayu Agung; Rina, Amherstia Pasca
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the relationship between Loneliness and emotion regulation onaggressive behavior in fatherless emerging adults. Using a quantitative correlationalapproach, the research involved 111 participants selected through purposive sampling. Datawere collected using the Aggression Questionnaire, the UCLA Loneliness Scale, a nd anemotion regulation scale based on Gross s (1998) theory. The results indicate a significantpositive relationship between Loneliness and aggressive behavior, as well as a significantnegative relationship between emotion regulation and aggressive beh avior. These findingshighlight that individuals experiencing Loneliness are more prone to aggressive behavior,particularly if they have low emotional regulation. This research contributes to the developmentof psychological interventions to reduce aggres sive tendencies in fatherless adolescents.Keywords:Loneliness, Emotion Regulation, Aggressive Behavior, Emerging Adulthood,FatherlessAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antaraLoneliness dan regulasi emositerhadap perilaku ag resi pada individu emerging adulthood yang mengalami kondisifatherless. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional, penelitian inimelibatkan 111 partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling . Data dikumpulkanmenggunakan skala Agg ression Questionnaire, UCLA Loneliness Scale, dan skala regulasiemosi berdasarkan teori Gross (1998). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positifsignifikan antara Loneliness dan perilaku agresi, serta hubungan negatif signifikan antararegulasi emosi dan perilaku agresi. Temuan ini menegaskan bahwa individu yang mengalamiLoneliness lebih rentan terhadap perilaku agresi, terutama jika mereka memiliki regulasiemosi yang rendah. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan intervensips ikologis untuk mengurangi perilaku agresif pada remaja fatherless.Kata Kunci:Loneliness , Regulasi Emosi, Perilaku Agresi, Emerging Adulthood, Fatherless
Perilaku Konsumtif Pengguna E-Commerce Shopee: Bagaimana Peran Gaya Hidup Hedonis dan Kontrol Diri? Zabrina, Talitha Adriyanti; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractConsumptive behavior can result in waste, anxiety and feelings of insecurity in individuals. Consumer behavior in individuals can be influenced by various factors, including hedonic lifestyle and self-control. This research aims to analyze the relationship between hedonic lifestyle and self-control and consumer behavior among Shopee e-commerce users. The type of research used is quantitative correlational with multiple regression analysis techniques. There were 282 participants in this research. The research results show that hedonic lifestyle and self-control have a very significant relationship with consumer behavior, shown by obtaining a significance value of 0.000 (p<0.01). Partially, hedonic lifestyle shows a t value of 11.296 with a significance of 0.000 (p<0.01). This means that there is a very significant positive relationship between hedonic lifestyle and consumer behavior. Meanwhile, self-control shows a t value of -3.114 with a significance of 0.002 (p<0.01). This means that there is a very significant negative relationship between self-control and consumer behavior.Keywords: Consumptive Behavior; Hedonistic Lifestyle; Self-Control; Shopee usersAbstrakPerilaku konsumtif dapat mengakibatkan timbulnya pemborosan, kecemasan, hingga perasaan tidak aman pada individu. Perilaku konsumtif pada individu dipengaruhi oleh berbagai macam faktor diantaranya yaitu gaya hidup hedonis dan kontrol diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya hidup hedonis dan kontrol diri dengan perilaku konsumtif pada pengguna e-commerce Shopee. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kuantitatif korelasional dengan teknik analisis regresi ganda. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 282 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup hedonis dan kontrol diri memiliki hubungan sangat signifikan dengan perilaku konsumtif, ditunjukkan melalui perolehan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,01). Secara parsial, gaya hidup hedonis menunjukkan nilai t sebesar 11,296 dengan signifikansi 0,000 (p<0,01). Artinya ada hubungan positif yang sangat signifikan antara gaya hidup hedonis dengan perilaku konsumtif. Sementara kontrol diri menunjukkan nilai t sebesar -3,114 dengan signifikansi 0,002 (p<0,01). Artinya ada hubungan negatif yang sangat signifikan antara kontrol diri dengan perilaku konsumtif.Kata kunci: Perilaku Konsumtif; Gaya Hidup Hedonis; Kontrol Diri; Pengguna Shopee
Work Engagement pada Guru: Bagaimana Peranan Stress Kerja dan Resiliensi? Mufti, Assyifa Rizqiyah; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis study aims to determine the relationship between job stress and resilience with work engagement in teachers at the Attarbiyah Surabaya College Foundation. This research is a type of quantitative research using multiple regression analysis research. The subjects in this study were 123 teachers at the Attarbiyah Surabaya College Foundation. The data collection method was carried out through distributing questionnaires using a Likert scale. The results obtained simultaneously show a coefficient of 18,313 with a significance of 0.000 <0.01, which means that there is a positive relationship between job stress and resilience with work engagement. The results obtained in partial regression of work stress with work engagement show a coefficient of -2.178 with a significance of 0.031 <0.05 which means that the lower the work stress, the higher the work engagement, in partial regression between resilience and work engagement shows a coefficient of 4.757 with a significance of 0.000 <0.05 which meansthat the higher the resilience, the higher the work engagement.Keywords: Work stress, Resilience, Work Engagement, Attarbiyah College FoundationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stress kerja dan resiliensi dengan work engagement pada guru di Yayasan perguruan Attarbiyah Surabaya. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan penelitian analisis regresi berganda . Subjek dalam penelitian ini sebanyak 123 Guru di Yayasan perguruan Attarbiyah Surabaya. Metode pengumpulan data yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner meggunakan skala likert. Adapun hasil yang diperoleh secara simultan menunjukkan koefiesien 18.313 dengan signifikansi 0.000 <0.01 yang artinya terdapat hubungan positif antara stres kerja dan resiliensi dengan work engagement. Adapun hasil yang diperoleh secara regresi parsial stress kerja dengan work engagement menunjukkan koefisien -2.178 dengan signifikansi 0.031 < 0.05 yang artinya rendah stress kerja maka semakin tinggi work engagement, secara regresi parsial antara resiliensi dengan work engagement menunjukkan koefisien 4.757 dengan signifikansi 0.000 < 0.05 yang artinya semakin tinggi resiliensi maka semakin tinggi juga work engagement.Kata kunci: Stres kerja, Resiliensi, Work Engagement, Yayasan Perguruan Attarbiyah
Hubungan Work Life Balance dan Self Efficacy dengan Organizational Citizenship Behavior pada Karyawan Margaretha, Marsella; Sofiah, Diah; Prasetyo, Yanto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractCompanies currently are facing the challenge of improving organizational performance through more proactive employee behaviors, such as Organizational Citizenship Behavior, which not only depends on the achievement of primary tasks but also on additional contributions that benefit the organization. Several factors are believed to influence Organizational Citizenship Behavior, such as Work Life Balance and Self Efficacy. However, the relationship between these three factors has not been extensively explored, particularly within the context of organizations in Indonesia. Organizational Citizenship Behavior is one form of voluntary behavior that is highly beneficial to companies. Using a quantitative approach, data was collected from employees as respondents. The results of the study indicate a significant relationship between Work Life Balance and Self Efficacy with Organizational Citizenship Behavior. Employees with a high level of Work Life Balance tend to have higher Self Efficacy, which in turn increases the likelihood of exhibiting Organizational Citizenship Behavior. Data analysis was conducted using multiple linear regression to examine the relationships between variables. The results show that both Work Life Balance and Self Efficacy have a strong positive relationship with Organizational Citizenship Behavior (R = 0.694, p < 0.05). Overall, this study suggests that companies should maintain a positive work environment to ensure that levels of Work Life Balance, Self Efficacy, and Organizational Citizenship Behavior among employees remain high.Keywords: Organizational Citizenship Behavior, Self Efficacy, Work Life BalanceAbstrakPerusahaan saat ini menghadapi tantangan dalam meningkatkan kinerja organisasi melalui perilaku yang lebih proaktif dari karyawan, seperti Organizational Citizenship Behavior, yang tidak hanya bergantung pada pencapaian tugas utama, tetapi juga kontribusi tambahan yang bermanfaat bagi organisasi. Beberapa faktor yang diduga mempengaruhi Organizational Citizenship Behavior adalah Work Life Balance serta Self Efficacy. Namun, hubungan antara ketiga faktor ini belum banyak dieksplorasi secara mendalam, khususnya dalam konteks organisasi di Indonesia. Organizational Citizenship Behavior merupakan salah satu bentuk perilaku sukarela yang sangat menguntungkan bagi perusahaan. Melalui pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari responden yang merupakan karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara Work Life Balance dan Self Efficacy dengan Organizational Citizenship Behavior. Karyawan dengan Work Life Balance yang tinggi cenderung memiliki Self Efficacy yang lebih tinggi pula, sehingga meningkatkan kecenderungan munculnya perilaku Organizational Citizenship Behavior. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda untuk menguji hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Work Life Balance dan Self Efficacy memiliki hubungan positif yang sangat signifikan dengan Organizational Citizenship Behavior (R = 0,694, p < 0,05). Secara keseluruhan, penelitian ini menyarankan agar perusahaan dapat mempertahankan lingkungan kerja yang positif agar tingkat Work Life Balance, Self Efficacy, dan Organizational Citizenship Behavior pada kalangan pekerja tetap tinggi.Kata kunci: Organizational Citizenship Behavior, Self Efficacy, Work Life Balance
Konflik Peran Ganda dan Keterikatan Kerja Karyawan Perempuan dalam Setting Industri Kamalia, Nadziro; Pratitis, Niken Titi; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstractThis research aims to determine the relationship between work family conflict and work engagement among female employees in the industrial sector. Role conflict refers to the condition where individuals experience pressure due to conflicting demands between work and family. Meanwhile, work engagement is a positive state in which individuals possess energy, dedication, and full focus in carrying out their work. This study employs a quantitative method with a correlational design. The sampling technique was conducted through purposive sampling, involving 122 female employees who work in the industrial sector and have dual roles. The research instruments use a role conflict scale based on the theory of Greenhaus and Beutell (1985) and a work engagement scale based on the theory of Bakker and Schaufeli (2004). The data obtained were analyzed using Pearson Product Moment correlation tests. The results indicate a significant positive relationship between work family conflict and work engagement among female employees in the industrial sector. This indicates that the higher the role conflict experienced, the higher the work engagement of female employees. Time-based, pressure-based, and behavior-based role conflicts are the main factors influencing work engagement, which consists of the aspects of vigor, dedication, and absorptionKeywords: Work Family Conflict;Work Engagement;Female Employees in the IndustryAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konflik peran ganda dan keterikatan kerja pada karyawan perempuan di sektor industri. Konflik peran ganda merupakan kondisi di mana individu mengalami tekanan akibat tuntutan peran yang bertentangan antara pekerjaan dan keluarga. Sementara itu, keterikatan kerja adalah kondisi positif di mana individu memiliki energi, dedikasi, dan fokus penuh dalam melaksanakan pekerjaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak 122 karyawan perempuan yang bekerja di sektor industri dan memiliki peran ganda. Instrumen penelitian ini menggunakan skala konflik peran ganda yang disusun berdasarkan teori Greenhaus dan Beutell (1985) serta skala keterikatan kerja berdasarkan teori Bakker dan Schaufeli (2004). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara konflik peran ganda dan keterikatan kerja pada karyawan perempuan di sektor industri. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi konflik peran ganda yang dialami, maka semakin tinggi juga keterikatan kerja karyawan perempuan. Konflik peran berbasis waktu, tekanan, dan perilaku menjadi faktor utama yang memengaruhi keterikatan kerja yang terdiri dari aspek vigor, dedication, dan absorption.Kata kunci: Konflik Peran Ganda; Keterikatan Kerja; Karyawan Perempuan di Sektor Industri
Fanatisme dan Impulsive Buying Pembelian Merchandise pada Penggemar K-Pop NCT Sari, Dian Listiyana; Pratikto, Herlan; Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol. 3 No. 03 (2025): September
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Fanaticism towards brands, characters or products often drives impulsive buying, where purchasing decisions are driven more by emotions and social existence rather than rational needs. This behavior often aims to show loyalty, increase self-pride, or strengthen social identity, but risks causing financial problems and regret if uncontrolled. This research aims to determine the relationship between fanaticism and impulsive purchases of merchandise among NCT K-Pop fans (NCTzen). From 3,111 Instagram followers, 250 participants aged 18-30 years were taken using Issac's table. With a quantitative approach and product moment analysis using SPSS 16. The results of this research show a significant positive relationship between fanaticism and impulsive buying. As a result, the higher the level of fanaticism, the greater the likelihood of impulsive merchandise purchases.   Keywords: Impulsive buying, fanaticism, K-Pop, NCT, merchandise   Abstrak Fanatisme terhadap merek, tokoh, atau produk sering mendorong impulsive buying, di mana keputusan pembelian lebih didorong emosi dan keberadaan sosial daripada kebutuhan rasional. Perilaku ini sering bertujuan menunjukkan loyalitas, meningkatkan kebanggaan diri, atau memperkuat identitas sosial, namun berisiko menimbulkan masalah finansial dan penyesalan jika tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara fanatisme dengan pembelian impulsif merchandise pada penggemar K-Pop NCT (NCTzen). Dari 3.111 pengikut Instagram, diambil 250 partisipan berusia 18-30 tahun menggunakan tabel Issac. Dengan pendekatan kuantitatif dan analisis product moment menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian ini menunjukkan hubungan positif signifikan antara fanatisme dan pembelian impulsif. Hasilnya, semakin tinggi tingkat fanatisme, semakin besar kemungkinan pembelian merchandise secara impulsif.   Kata kunci: Impulsive buying, fanatisme, K-Pop, NCT, merchandise  

Page 1 of 2 | Total Record : 19