cover
Contact Name
Isrida Yul Arifiana
Contact Email
isrida@untag-sby.ac.id
Phone
08113542006
Journal Mail Official
jiwauntag1745@untag-sby.ac.id
Editorial Address
JIWA: Indonesian Journal of Psychology Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Telp. 0315990029
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JIWA:Jurnal Psikologi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30319897     DOI : https://doi.org/10.30996/jiwa.v3i01
Core Subject : Social,
Jiwa: Jurnal Psikologi Indonesia accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, industrial psychology, Social Psychology and clinical psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counseling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behavior Modification Counseling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention
Articles 271 Documents
Prokrastinasi pada mahasiswa penyusun skripsi: Adakah peranan Kematangan Emosi? Pertiwi, Devi Widya; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9936

Abstract

Undergraduate thesis drafting students who delay work on thesis include ineffective use of time. This can have negative impacts, one of which is the neglect of the final assignment or thesis and if it is completed in a hurry the results will not be optimal, besides that students who postpone the completion of the thesis will take longer to complete their study period. This study aims to determine whether there is a relationship between emotional maturity and procrastination in the preparation of thesis. Sampling used a non-probability technique, namely incidental sampling involving as many as 178 final thesis drafting students who had a study period of more than 4 years. The results of the research using the Spearman-Rho correlation test show that the correlation coefficient has a significant negative relationship between emotional maturity and procrastination in thesis preparation. This means that the higher the emotional maturity, the lower the procrastination in preparing the thesis, conversely, if the lower the emotional maturity, the higher the procrastination in the preparation of the thesis, the hypothesis is declared proven and acceptable. Mahasiswa penyusun skripsi yang melakukan penundaan pengerjaan pada skripsi termasuk pemanfaatan waktu yang tidak efektif. Hal tersebut dapat mengakibatkan dampak buruk salah satunya adalah terbengkalainya tugas akhir atau skripsi dan apabila diselesaikan saat buru-buru hasilnya menjadi tidak maksimal, selain itu mahasiswa yang melakukan penundaan pengerjaan skripsi menyebabkan lebih lama menyelesaikan masa studinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara kematangan emosi dengan prokrastinasi dalam penyusunan skripsi. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability yaitu incidental sampling melibatkan sebanyak 178 mahasiswa akhir penyusun skripsi yang memiliki masa studi lebih dari 4 tahun. Hasil penelitian melalui uji korelasi Spearman-Rho menunjukkan bahwa koefisien korelasi terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kematangan emosi dan prokrastinasi dalam penyusunan skripsi. Artinya semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah prokrastinasi dalam penyusunan skripsi, sebaliknya jika semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi prokrastinasi dalam penyusunan skripsi maka hipotesis dinyatakan terbukti dan dapat diterima.
Psychological well-being pasangan pernikahan dini: Adakah Peranan Marital Adjustment? Galuanta, Deviolla Anastazya; Meiyuntariningsih, Tatik; Aristawati, Akta Ririn
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9937

Abstract

Psychological well-beingis the ability of individuals to accept their circumstances, form warm relationships with others, control their environment, be able to control the environment, have goals and develop talents and abilities for personal growth. One of the influencing factors psychological well-being marital adjustment were the more each individual early marriage couple can make adjustments to each other, the more they can achieve psychological well-beingThis study aims to determine the relationship between marital adjustment with psychological well-being for married couples who marry early. The hypothesis put forward in this study is that there is a positive relationship between marital adjustment with psychological well-being.This study uses quantitative methods to achieve research objectives. The subjects used in this study were early marriage couples in North Surabaya which was a research study snowball. Measuring tool using a scale marital adjustment(Hurlock 2002) and psychological well-being (Ryff 1989). The data obtained were analyzed using correlation techniques Spearman rho with the help ofSPSS 26 IBM for Macbook. Based on the results of the data analysis that has been done, it is found that there is a positive and very significant relationship between Marital Adjustments with Psychological well-being. Psychological well-being adalah kemampuan individu untuk menerima keadaannya, membentuk hubungan yang hangat dengan orang lain, mengendalikan lingkungannya, mampu mengontrol lingkungan, memiliki tujuan dan mengembangkan bakat dan kemampuan untuk pertumbuhan pribadi. Salah satu faktor yang mempengaruhi psychological well-being adalah marital adjustment yang dimana semakin masing-masing individu pasangan pernikahan dini bisa melakukan penyesuaian satu sama lain maka dapat bisa mencapai psychological well-being Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara marital adjustment dengan psychological well-being pada pasangan suami istri yang melakukan pernikahan dini. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara marital adjustment dengan psychological well-being. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif untuk mencapai tujuan penelitian. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pasangan pernikahan dini yang berada di Surabaya Utara yang merupakan penelitian studi snowball. Alat ukur menggunakan skala marital adjustment (hurlock 2002) dan psychological well-being (Ryff 1989). Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik korelasi Spearman rho dengan bantuan SPSS 26 IBM for Macbook. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan bahwa ada hubungan positif dan sangat signifikan antara Marital Adjustment dengan Psychological well-being.
Perilaku Prososial Santri : Bagaimana Peran Kecerdasan Spiritual dan Dukungan Sosial Teman Sebaya? Putri, Intan Maulidha Alifia; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9938

Abstract

Prosocial behavior is behavior that includes good actions such as sharing, cooperating, helping each other, and telling the truth. Humans as social beings need the role of other people in living their daily lives so that they are expected to be able to interact with other people. One of the factors that influence the emergence of prosocial behavior is peer social support and spiritual intelligence. This study aims to determine the relationship between Spiritual Intelligence and Peer Social Support with Santri's Prosocial Behavior. This research design uses quantitative methods. This research was conducted with 177 students in Islamic boarding schools. The instrument used in this study uses a Likert scale. The data analysis technique used was Spearman Rho with the help of SPSS 25 for Windows. Based on the results of data analysis that has been done. Based on the results of the data analysis conducted, it was found that there is a positive and significant relationship between spiritual intelligence and prosocial behavior, and there is a positive and significant relationship between peer social support and prosocial behavior. Perilaku prososial merupakan perilaku yang mencakup tindakan yang baik seperti suka berbagi, bekerjasama, saling tolong menolong, dan berkata jujur. Manusia sebagai makhluk sosial membutuhkan peran orang lain dalam menjalani kehidupan sehari-hari sehingga mereka diharapkan mampu berinteraksi dengan orang lain. Salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku prososial adalah dukungan sosial teman sebaya dan kecerdasan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Kecerdasan Spiritual dan Dukungan Sosial Teman Sebaya dengan Perilaku Prososial Santri. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan dengan 177 santri di pondok pesantren. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan skala likert. Teknik analisis data yang digunakan menggunakan spearman rho dengan bantuan SPSS 25 for windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial, serta terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial teman sebaya dengan perilaku prososial.
Kecanduan Internet dengan Fear Of Missing Out : Apakah Memiliki Keterikatan? Beige, Eka Putri Marina; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9940

Abstract

This study aims to determine the relationship between Fear Of Missing Out and Internet Addiction in college students. This research is a type of correlational quantitative research. The participants in this study were 350 students from 1490 student population of the Faculty of Psychology, University of 17 Agustus 1945 Surabaya, who were taken using incidental sampling. The data collection method was carried out by distributing questionnaires using the Google form using the internet addiction scale and the fear of missing out scale. This study uses non-parametric statistics using the Spearman's Rho correlation data analysis technique with a correlation score of 0.279 and a significance level of 0.000 (<0.05) which indicates that internet addiction and fear of missing out among students at the University of 17 Augustus 1945 Surabaya is quite high and has a strong relationship in the same direction. This means that if internet addiction among students is high, then the fear of missing out for these students is also high, and vice versa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Fear Of Missing Out dengan Kecanduan Internet pada mahasiswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 350 mahasiswa dari 1490 populasi mahasiswa fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya diambil menggunakan insidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan google formulir dengan menggunakan skala kecanduan internet dan skala fear of missing out. Penelitian ini menggunakan statistik non parametrik dengan teknik analisis data korelasi Spearman's Rho dengan hasil skor korelasi 0,279 dan taraf signifikansi sebesar 0.000 (< 0.05) yang menunjukkan bahwa kecanduan internet dan fear of missing out pada mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya cukup tinggi dan memiliki hubungan yang searah. Artinya jika jika kecanduan internet pada mahasiswa tinggi maka fear of missing out pada mahasiswa tersebut juga tinggi, begitu pula sebaliknya.
Perilaku Bullying Remaja: Bagaimana Peran Regulasi Emosi? Herlidanara, Aldo Jeremia; Suroso, Suroso; Arifiana, Isrida Yul
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9941

Abstract

Bullying behavior is a negative behavior that many teenagers do. This bullying behavior often occurs in school environments conducted by peers. Individuals' ability to control emotions if they are low will cause behavioral disorders, resulting in bullying behavior. One of the factors influencing the emergence of bullying behavior is emotional regulation. This study aims to understand the relationship between emotional regulation and bullying behavior in adolescents. This research design uses correlational quantitative research methods. This study was conducted with 138 high school students in Pasuruan. The instrument used in this study was the Likert scale. The data analysis technique used is the correlation of Product Moment with the help of SPSS 25 for Windows. Based on the results of the data analysis, the result that there is a negative and significant relationship between emotional regulation and bullying behavior in adolescents was accepted. The higher the emotional regulation possessed by adolescents, the lower the level of bullying behavior that occurs in adolescents. Perilaku bullying merupakan perilaku negatif yang banyak dilakukan oleh remaja. Perilaku bullying ini sering terjadi di lingkungan sekolah yang dilakukan oleh teman sebaya. Kemampuan individu dalam mengontrol emosi jika tergolong rendah akan menyebabkan gangguan perilaku, sehingga akan menimbulkan perilaku bullying. Salah satu faktor yang mempengaruhi munculnya perilaku bullying adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dengan perilaku bullying pada remaja. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif korelasional. Penelitian ini dilakukan dengan partisipan sebanyak 138 siswa SMA di Pasuruan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Teknik analisis data yang digunakan yaitu korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 25 for Windows. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan negatif dan signifikan antara regulasi emosi dengan perilaku bullying pada remaja, maka hipotesis dalam penelitian ini diterima. Semakin tinggi regulasi emosi yang dimiliki oleh remaja maka semakin rendah tingkat perilaku bullying yang terjadi pada remaja.
Efikasi Diri dengan Keterikatan Kerja pada Barista Forexa, Alfaridzi Widya; Matulessy, Andik; Suhadianto, Suhadianto
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9947

Abstract

How a company views employees has changed. If previously companies viewed employees as resources that could be utilized by companies to achieve their goals, now they see employees as the main capital that will help companies run, develop and achieve the goals they want optimally. The challenge in the industrial world is not only retaining talent, but also the process of making employees have an attachment to employees. The purpose of this study was to determine the relationship between self-efficacy and work engagement. The sampling technique uses incidental sampling technique with the Slovin formula and uses a correlational quantitative approach. The intended subject is a barista in Surabaya. The data collection instruments in this study were self-efficacy and work engagement scales. The data in this study were analyzed using the Spearman-Rho correlation coefficient with the results proving that there is a significant relationship between self-efficacy and work engagement. This finding indicates that the higher the self-efficacy level of a barista, the greater the perceived level of work engagement. Bagaimana suatu perusahaan melihat karyawan telah berubah. Jika sebelumnya perusahaan memandang karyawan sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan mereka, sekarang mereka melihat karyawan sebagai modal utama yang akan membantu perusahaan menjalankan, mengembangkan, dan mencapai tujuan yang diinginkannya secara optimal. Tantangan dalam dunia industri bukan hanya mempertahankan bakat, tetapi juga proses membuat karyawan memiliki keterikatan dalam diri karyawan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan keterikatan kerja. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik accidental sampling dengan rumus Slovin dan menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Subjek yang dituju adalah barista di Surabaya. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu skala efikasi diri dan keterikatan kerja. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan koefisien korelasi Spearman-Rho dengan hasil yang membuktikan adanya hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan keterikatan kerja. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat efikasi diri seorang barista, semakin besar pula tingkat keterikatan kerja yang dirasakan.
Hubungan Antara Self Efficacy Dengan Academic Burnout Pada Mahasiswa Yang Mengikuti Organisasi Dyantari, Alci; Utami, Adnani Budi; Ramadhani, Hetti Sari
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9948

Abstract

This study has a goal, namely to understand the correlation between self-efficacy and academic burnout for each student as they are participating in an organization. The participants involved were students who were active in organizational activities at the University of 17 August 1945 Surabaya. In addition, researchers took data by using a purposive sampling method. The research subjects totaled 127 students. The data analysis method uses a statistical program (SPSS 22.0 for windows). The analysis technique used is the correlation analysis technique for the product moment. Based on the results, it can be seen that the coefficient on the correlation is -0.718 with a value that is classified as significant, namely 0.000 (p ≤0.05). Thus, the related hypothesis that has a negative correlation between self-efficacy and academic burnout for each student can be accepted. This explains that there is a significant negative correlation between self-efficacy and academic burnout, where the higher the level of self-efficacy, the lower the level of academic burnout for every student who is participating in an organization. on the other hand, if the lower the level of self-efficacy, the greater the level of academic burnout for each active student who participates in an organization. Penelitian ini memiliki tujuan yakni guna memahami korelasi antara self efficacy dan academic burnout terhadap setiap mahasiswa sebagaimana yang sedang mengikuti organisasi. Partisipan yang terlibat yakni mahasiswa yang sedang aktif dalam kegiatan organisasi lingkup Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Selain itu, peneliti mengambil data yakni dengan menggunakan metode purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 127 mahasiswa. Metode analisa data menggunakan program statistika (SPSS 22.0 for windows). Adapun teknik analisis yang dikenakan yakni mengenakan teknik analisis korelasi terhadap product moment. Berdasarkan hasil dapat diketahui bahwasannya dari koefisien terhadap korelasi -0,718 dengan nilai yang tergolong signifikan yakni sejumlah 0,000 (p ≤0,05). Demikian, hipotesis terkait yakni memiliki korelasi negatif antara self efficacy dan academic burnout terhadap setiap mahasiswa dapat diterima. Hal ini sebagaimana menjelaskan bahwasannya adanya korelasi yang tergolong negatif secara signifikan antara self efficacy serta academic burnout, dimana jika makin tinggi tingkatan self efficacy maka makin rendah juga tingkat academic burnournya bagi setiap mahasiswa yang sedang mengikuti organisasi. adapun kebalikannya, jika makin rendah terhadap tingkat self efficacynya dengan begitu makin besar juga tingkat dari academic burnout masing-masing mahasiswa aktif yang mengikuti organisasi.
Harga Diri dengan Kecenderungan Perilaku Narsisme pada Remaja Maulana, Muhammad Nabil
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9949

Abstract

Teenagers with a narcissism behavior tendencies will project him self as the ideal individual with a great self concept that reflect grandiosity. Teenagers with a narcissism behavior tendencies not only like to boast themselves, they also love to take selfies and upload it on their social media. Narcissism will bring problems into teenagers behavior such as aggression, psychopathic, and antisocial behavior. One of the factors that affect teenagers narcissism behavior tendencies is self esteem. This study intend to find out the correlation between self esteem and narcissism behavior tendencies in teenagers. The design used in this study is quantitative study with the participants of teenagers, with the age between 12-21 years old in Surabaya using Likert’s scale. The data analysis in this study using correlational product moment obtained a significance negative correlation between self esteem and narcissism behavior tendencies. The level of teenagers self esteem, either high or low, affect the narcissism behavior tendencies in teenagers significantly. Remaja dengan kecenderungan narsisme akan menonjolkan diri menjadi seperti yang diidealkan untuk merefleksikan waham kebesaran (grandiose) dan konsep diri serta pandangan hidup yang melambung. Orang yang memiliki perilaku narsis tidak hanya gemar membanggakan diri sendiri pada orang lain, tetapi juga gemar memotret diri sendiri lalu mengunggahnya di media sosial. Narsisme yang tinggi dapat menimbulkan permasalahan perilaku seperti tindak agresivitas, psikopatik, dan perilaku antisosial. Salah satu faktor yang mempengaruhi kecenderungan perilaku narsisme pada remaja yaitu harga diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan harga diri dengan kecenderungan perilaku narsisme pada remaja. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan subjek remaja dengan rentang usia 12-21 tahun di Surabaya menggunakan skala Likert’s. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dengan hasil adanya hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan kecenderungan perilaku narsisme. Tingkat harga diri remaja baik tinggi maupun rendah sangat mempengaruhi kecenderungan perilaku narsisme yang dimilikinya.
Peran Stres dalam Pembelian Impulsif: Investigasi Perilaku Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya di E-commerce TikTok Shop Pamalah, Mar’a Idza; Puspitasari, Devi
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9951

Abstract

His research aims to examine the influence of stress levels on impulsive online shopping behavior among students of UNTAG Surabaya. This study utilizes a quantitative method with a survey approach and simple linear regression analysis technique. The respondents in this study consist of 60 active UNTAG Surabaya students. Data collection methods involve the use of two psychological scales, namely the Stress Scale (50 items) and the Impulsive Buying Scale (30 items). The results of the simple regression analysis indicate a significant positive relationship between stress and the tendency for impulsive buying among UNTAG Surabaya students (rxy = 0.238; p < 0.068). The regression analysis in this study demonstrates an effectiveness of 5.6%, suggesting that there is a tendency for impulsive buying among UNTAG Surabaya students influenced by stress levels, while the remaining 94.4% is explained by other factors. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh tingkat stres terhadap perilaku belanja impulsif secara online mahasiswa UNTAG Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan metode survei dan teknik analisis regresi linier sederhana. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa UNTAG Surabaya yang aktif sebagai mahasiswa sebanyak 60 responden. Metode pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu Skala Stres (50 item) dan Skala Impulsive buying (30 item). Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara stres dengan perilaku impulsive buying pada mahasiswa UNTAG Surabaya (rxy = 0,238; p < 0,068). Efektifitas regresi penelitian ini sebesar 5,6%, yang berarti bahwa perilaku impulsive buying pada mahasiswa UNTAG Surabaya dipengaruhi oleh tingkat stress, sedangkan 94,4% dijelaskan oleh faktor lain.
Bagaimana Peran Self-Compassion dan Dukungan Sosial terhadap Kecenderungan Depresi pada Pasien Rehabilitasi Narkoba? Wahyuningrat, Febryliana Dewi; Puspitasari, Devi; Lestari, Bawinda Sri
JIWA: Jurnal Psikologi Indonesia Vol 1 No 2 (2023): Desember
Publisher : Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/jiwa.v1i2.9952

Abstract

This study aims to look at the role of self-compassion and social support together in the tendency to depression in drug rehabilitation patients. The participants of this study were 46 drug rehabilitation patients in the city of Surabaya. Research data collection was obtained by physically distributing questionnaires to drug rehabilitation patients. The analysis technique uses multiple regression analysis with the help of Statistical Package for the Social Science (SPSS) version 25 for Windows. The results showed that there was a negative and significant effect of self-compassion on depression tendencies in drug rehabilitation patients. Meanwhile, support does not have a significant effect on the tendency of depression in drug rehabilitation patients. The effective contribution of self-compassion and social support to depression tendencies in drug rehabilitation patients is 33.1%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran self-compassion dan dukungan sosial secara bersama-sama terhadap kecenderungan depresi pada pasien rehabilitasi narkoba. Partisipan penelitian ini adalah pasien rehabilitasi narkoba di Kota Surabaya sejumlah 46 orang. Pengambilan data penelitian diperoleh dengan cara menyebarkan kuesioner secara fisik pada pasien rehabilitasi narkoba. Teknik analisis menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan Statistical Package for the Social Science (SPSS) versi 25 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan antara self-compassion terhadap kecenderungan depresi pada pasien rehabilitasi narkoba. Sedangkan dukungan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kecenderungan depresi pasien rehabilitasi narkoba. Adapun sumbangan efektif self-compassion dan dukungan sosial terhadap kecenderungan depresi pada pasien rehabilitasi narkoba adalah sebesar 33,1%.

Page 6 of 28 | Total Record : 271