cover
Contact Name
Zulfikar Yusya Mubarak
Contact Email
jurnalsainsindonesiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsainsindonesiana@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Jl. Gatot Subroto No.90, Wanasari, Sidanegara, Kec. Cilacap Tengah, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah 53212
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Nusantara
Published by GAMMA MEDIKA
ISSN : 29643724     EISSN : 29643724     DOI : -
Sains Indonesiana: Jurnal Ilmiah Nusantara is a peer-reviewed, open-access scientific journal published bimonthly by CV. Gamma Medika. The journal serves as a platform for ongoing discussions on empirically examinable issues within its multidisciplinary focus. The journal publishes research articles across a broad spectrum of disciplines, including: • Humanities and Social Sciences • Contemporary Political Science • Educational Sciences • Religious Sciences and Philosophy • Economics • Engineering Sciences • Health Sciences • Medical Sciences • Design Arts Sciences and Media
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 88 Documents
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RAWAT JALAN PASIEN UMUM DAN BPJS DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT ISLAM FATIMAH CILACAP Ningrum, Dwi Monika; Permana, Denih Agus
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 6 (2023): Vol. 1, No. 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu Standar Pelayanan Minimal Farmasi rumah sakit adalah waktu tunggu.  Waktu tunggu pelayanan obat adalah tenggang waktu mulai pasien menyerahkan resep sampai dengan menerima obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep pada pasien Umum dan BPJS untuk resep obat jadi dan obat racikan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap sudah sesuai dengan Kepmenkes Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 dan hasil analisis waktu tunggu pelayanan resep pada pasien Umum dan BPJS  di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Islam Fatimah Cilacap Periode Maret- April 2022.  Penelitian ini merupakan penelitian observasi dan pengambilan sampel dengan teknik Purposive sampling. Waktu penelitian yaitu pada tanggal 21 Maret sampai 04 April 2022. Dilakukan perhitungan waktu tunggu pelayanan resep obat jadi atau obat racikan pasien Umum dan BPJS kemudian dilakukan analisis terhadap kesesuaian dengan Standar Pelayanan Minimal kategori lama waktu tunggu. Jumlah resep yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 400 resep, dengan rician 200 resep pasien umum yaitu 10 resep obat racikan, dan 190 resep obat jadi, dan 200 resep pasien BPJS yaitu 25 resep obat racikan, dan 175 resep obat jadi. Hasil penelitian menujukkan rata-rata waktu pelayanan resep resep obat racikan rawat jalan pasien umum yaitu 36 menit dan untuk obat racikan pasien BPJS yaitu 34 menit. Sedangkan resep obat jadi pasien umum yaitu 28 menit dan BPJS yaitu 30 menit. Hasil penelitian tersebut, rata- rata waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan pada pasien umum dan BPJS sudah sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.    Kata kunci : Waktu Tunggu Pelayanan Resep umum dan BPJS, Obat Jadi, Obat Racikan
PROFIL PENGGUNAAN DAN INFORMASI PEMANFAATAN KHASIAT PRODUK HERBAL PADA TERAPI DEGENENRATIF DI TOKO “X” KOTA CILACAP Setia Permana, Denih Agus
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 6 (2023): Vol. 1, No. 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Herbal medicine has been widely known for both curing disease and maintaining body health. Treatment of degenerative diseases still relies on therapy that uses synthetic drugs which are used in the long term, thereby increasing the risk of side effects. The increasing use of herbal medicines in society is because it is believed that herbal medicines have fewer side effects than synthetic medicines. Herbal medicines are available in various dosage forms, the aim of this research is to determine the use of herbal medicines used in the therapy of degenerative diseases at the "X" herbal shop Cilacap. The data collection technique is to use all sales data and buyer information related to the purpose of using herbal medicines. the. The results of the research obtained during 3 months of observation showed an increase in February (121pc). The product that is most popular with the public in treating degenerative diseases is in the form of Gamat capsules. It can be concluded that the total number of products sold at shop "X" to treat degenerative diseases is 21 products with the total number of products sold as degenerative therapy being 327pc. The most common herbal product for degenerative therapy is that it is efficacious for treating cholesterol.
EFEKTIFITAS TERAPI LATIHAN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PASIEN OSTEOARTHRITIS DI CILACAP Subroto, Wishnu; Danang, Bejo
SAINS INDONESIANA Vol. 1 No. 6 (2023): Vol. 1, No. 6 Edisi Desember 2023
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Osteoartritis (OA) adalah penyakit sendi degeneratif dengan etiologi dan patogenesis belum jelas, yang ditandai dengan kehilangan tulang rawan sendi secara bertingkat. Kelainan utama pada OA adalah kerusakan rawan sendi, dapat diikuti dengan penebalan tulang subkondral, pertumbuhan osteofit, kerusakan ligamen dan peradangan ringan sinovium, sehingga sendi bersangkutan membentuk efusi. Osteoartritis umumnya menyerang penderita berusia lanjut pada sendi-sendi penopang berat badan, seperti sendi lutut, panggul (koksa), lumbal dan servikal. Lutut merupakan sendi yang paling sering dijumpai terserang OA dari sekian banyak sendi yang dapat terserang OA. Salah satu gejala osteoarthritis knee adalah adanya nyeri. Adanya nyeri menyebabkan seseorang takut melakukan aktivitas atau gerakan sehingga menurunkan kualitas hidupnya. Terapi non farmakologi yang disarankan antara lain exercise/latihan. Jenis exercise lain yang dapat dilakukan adalah home exercise, Range Of Motion (ROM), strengthening exercise /latihan penguatan meliputi quadriceps and hamstring exercise serta aerobik seperti berjalan, bersepeda, berenang. Tujuan exercise ini antara lain memperbaiki fungsi sendi, meningkatkan kekuatan sendi, proteksi sendi dari kerusakan dengan mengurangi stres pada sendi, mencegah kecacatan dan meningkatkan kebugaran jasmani. Latihan ini tentunya disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan pasien. Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi latihan knee terhadap penurunan intensitas nyeri pasien osteoarthtritis knee. Metode : Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan randomised pretest – post tes control desing, dengan jumlah responden 10 pasien mengunakan uji statistik regresi ordinal. Kriteria inklusi usia diatas 40 tahun dengan diagnosa osteoarthtritis dan bersedia menjadi responden. Hasil : Terapi latihan secara statistik efektif menurunkan intensitas nyeri dengan nilai probabilitas (p=0,004), sedangkan secara simultan variabel independen efektif mempengruhi variabel dependen secara 28,7%. Simpulan : Terapi latihan efektif menurunkan intensitas nyeri pasien osteoatrhitis knee dengan nilai p=0,004. Implikasi fisioterapi dengan melakukan terapi latihan knee secara teratur, maka akan mengurangi morbiditas akibat nyeri osteoarthritis knee dan dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Kata kunci : Terapi latihan, Teraband, Quadricep Setting ExerciseOsteoarthritis, Nyeri Abstract Osteoarthritis (OA) is a degenerative joint disease with unclear etiology and pathogenesis, which is characterized by gradual loss of joint cartilage.The main abnormality in OA is damage to joint cartilage, which can be followed by thickening of the subchondral bone, osteophyte growth, ligament damage and mild inflammation of the synovium, so that the joint in question forms an effusion.Osteoarthritis generally attacks elderly sufferers in weight-bearing joints, such as the knee, hip (coxa), lumbar and cervical joints.The knee is the joint most frequently affected by OA of the many joints that can be affected by OA.One of the symptoms of knee osteoarthritis is pain.The presence of pain causes a person to be afraid of doing activities or movements, thereby reducing their quality of life.Recommended non-pharmacological therapies include exercise.Other types of exercise that can be done are home exercises, Range of Motion (ROM), strengthening exercises including quadriceps and hamstring exercises as well as aerobics such as walking, cycling, swimming.The aims of this exercise include improving joint function, increasing joint strength, protecting joints from damage by reducing stress on joints, preventing disability and increasing physical fitness.This exercise is of course adjusted to the patient's condition and abilities. Objective: This study was to determine the effectiveness of knee exercise therapy in reducing pain intensity in patients with knee osteoarthritis. Method: This study used a quasi-experimental method with randomised pretest - post test control design, with a total of 10 patients as respondents using an ordinal regression statistical test. Inclusion criteria were age over 40 years with a diagnosis of osteoarthritis and willingness to be a respondent. Results: Exercise therapy is statistically effective in reducing pain intensity with a probability value (p=0.004), while simultaneously the independent variable effectively influences the dependent variable by 28.7%. Conclusion: Exercise therapy is effective in reducing pain intensity in patients with knee osteoarthritis with a value of p=0.004. The implications of physiotherapy by carrying out regular knee exercise therapy will reduce morbidity due to osteoarthritis knee pain and can improve the quality of life. Keywords: Exercise therapy, Teraband, Quadricep Setting Exercise, Osteoarthritis, Pain
PELAKSANAAN PENCEGAHAN PENULARAN HIV IBU KE ANAK PADA ANTENATALCARE DI PUSKESMAS CILACAP SELATAN 2 dewi yunadi, frisca; Setia, Denih Agus; Budiarti, Tri
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

HIV/AIDS dan Infeksi Menular Seksual (IMS) di Indonesia dan merupakan bagian dari program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Meningkatnya penularan HIV dari ibu ke anak menyebabkan program PPIA harus segera dilaksanakan. Sesuai Pemodelan Matematik oleh Kementerian Kesehatan (2012), prevalensi HIV pada ibu hamil diproyeksikan akan meningkat dari 0,38% pada tahun 2012 menjadi 0,49% pada tahun 2016. Jumlah ibu hamil dengan HIV positif yang membutuhkan layanan PPIA akan meningkat dari 13.189 orang pada tahun 2012 menjadi 16.191 orang pada tahun 2016. Sejak Januari hingga September 2013, jumlah layanan PPIA yang dilaporkan di Indonesia adalah sebanyak 114 pelayanan dan telah melayani 4364 ibu hamil. Di Wilayah kerja Puskesmas Cilacap Selatan 2 telah diberlakukan bahwa kepada seluruh ibu hamil untuk dilakukan pemeriksaan VCT sebagai langkah antisipati atau pencegahan terhadap penularan HIV dari ibu ke anak. Metode: Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan cara penelitian field research atau penelitian lapangan untuk mendapatkan data kualitatif. Peneliti berangkat ke lapangan untuk mengadakan pengamatan tentang sesuatu fenomena dalam suatu keadaan alamiah dan berkaitan erat dengan pengamatan berperan serta. Responden penelitin ini adalah bidan, ibu hamil, kepala puskesmas dan bidan koordinator. Peneliti menggunakan snowball sampling untuk mendapatkan informan utama. Peneliti memilih informan pertama yg dianggap mampu menjelaskan dan menghubungkan peneliti dengan masalah penelitian yang ingin diteliti. Dari hasil penelitian di dapatkan bahwa PPIA pada ANC Terpadu sudah dilaksanakan secara maksimal di Puskesmas Cilacap Selatan 2. Konseling dan penawaran tes HIV pada semua ibu hamil dapat menurunkan stigma dan diskriminasi masyarakat. Pelaksanaan PPIA dapat melibatkan bidan dan kader yang ada di wilayah dengan melibatkan semua masyarakat.
PENETAPAN KADAR ANTOSIANIN PADA MINUMAN OLAHAN BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) “SELELANG PLUS INSTAN” DENGAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS aji, ajeng puspo; Issusilaningtyas, Elisa; Wardani, Tri Kusuma; Palupi, Dhies Resty
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikal bebas merupakan suatu senyawa yang dapat menyebabkan kerusakan pada komponen sel protein, lipid, dan asam nukleat kerusakan ini dapat menyebabkan stres oksidatif, stres oksidatif yang terus menerus dapat menyebabkan penyakit degeneratif yaitu penyakit kemunduran fungsi sel tubuh. Antosianin pada bunga telang sebagai antioksidan berperan baik dalam penangkal radikal bebas penyebab stress oksidatif, maka dari itu peneliti tertarik untuk meneliti produk minuman olahan dari bunga telang yang bunga telang itu sendiri berkhasiat salah satunya sebagai antioksidan. Adapun tujuan penelitian ini adalah penetapan kadar antosianin pada minuman olahan bunga telang (Clitoria Ternatea L.) Selelang Plus Instan dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS dan uji aktifitas antioksidan menggunakan. Metode DPPH dengan didapatkan hasil pada penetapan kadar secara kualitatif HCL dan NaOH positif antosianin. Pada pengujian antosianin total didapatkan hasil sebesar 5,5941 mg/L. Pengujian aktivitas antioksidan bunga telang IC50 sebesar 167158 μ g/mL yang tergolong sangat lemah ≥ 200 ppm jika dibandingkan dengan pembanding larutan standar kuercetin dengan hasil IC50 6,27 μ g/mL yang tergolong sangat kuat ≤ 50 ppm dalam hal ini lama waktu penyimpanan, pemanasan, suhu, pencahayaan, kelembaban sangat mempengaruhi degradasi antosianin sebagai senyawa antioksidan dan mempengaruhi tinggi rendahnya IC50 yang di hasilkan
KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI KELURAHAN KUTAWARU Kusumawati, Dhiah Dwi; Septianingsih, Rochany; Sodikin
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak balita yang bersifat kronis yang berdampak pada kognitif lemah dan psikomotorik terhambat, kesulitan menguasai sains dan prestasi dalam olahraga, lebih mudah terkena penyakit degeneratif dan sumber daya manusia berkualitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kejadian stunting di kelurahan Kutawaru. Penelitian ini menggunakan studi analitik dengan metode cross sectional dengan menggunakan data sekunder yang diambil dari data Puskesmas Cilacap Tengah II. Pemilihan sampel dengan purposive sampling dengan 20 balita mengalami stunting dan 20 tidak mengalami stunting. Dalam penelitian ini dapat diambil simpulan bahwa dilihat dari tingkat pendidikan responden lebih banyak responden yang berpendidikan rendah sejumlah 28 responden (70%). Dilihat dari pekerjaan lebih banyak responden yang bekerja 24 responden (60%). Dilihat dari pemberian ASI yang yang tidak diberi ASI eksklusif 30 responden (75%). Dilihat dari jenis kelamin balita antara laki-laki dan perempuan jumlahnya sama yaitu masing-masing 20 responden (50%). Kata kunci: stunting,ASI eksklusif, balita
FORMULASI GEL PEWARNA RAMBUT ALAMI DARI EKSTRAK ETANOL 70% KULIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmanni Nees es BI) TRI PRASONGKO, ERFAN; Arifian, Putri Febri
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 1 (2024): Edisi Februari 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pewarna rambut merupakan salah satu sediaan kosmetik yang berfungsi untuk mengembalikan warna asal rambut atau untuk tujuan fashion. Sediaan pewarna rambut alami memiliki dampak negatif yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan sediaan sintetis. Salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai pewarna rambut adalah kulit kayu manis dengan kandungan senyawa flavonoid, saponin, kuinon, triterpenoid, dan tanin yang mampu menghasilkan warna alami. Tujuan : untuk mengetahui ekstrak etanol 70% kulit kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan gel pewarna rambut dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol 70% kulit kayu manis terhadap uji mutu fisik, uji iritasi, dan uji kesukaan. Metode : membuat sediaan gel pewarna rambut dari ekstrak kulit kayu manis kemudian dilakukan evaluasi mutu fisik yang berupa uji pH, uji daya sebar, uji viskositas, uji stabilitas warna yang dihasilkan, uji stabilitas warna terhadap pencucian, uji stabilitas warna terhadap matahari, uji iritasi, dan uji kesukaan. Hasil : ekstrak etanol 70% kulit kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan gel pewarna rambut dan variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh terhadap evaluasi uji mutu fisik,tidak berpengaruh terhadap uji iritasi,dan berpengaruh terhadap uji kesukaan. Kesimpulan : ekstrak kulit kayu manis dapat diformulasikan sebagai sediaan gel pewarna rambut alami, ketiga formulasi memenuhi rentang persyaratan uji mutu fisik kecuali uji viskositas pada formulasi ketiga tidak termasuk dalam rentang dan formulasi yang disukai adalah formulasi kedua dengan konsentrasi ekstrak 35 %. Kata kunci : Gel Pewarna Rambut, Ekstrak Etanol 70%, Kulit Kayu Manis 
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK N-HEKSANA DAUN JARAK KEPYAR (Ricinus communis.) SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS Ningrum, Dwi Monika; Setia Permana, Denih Agus; Sri Ulandari, Atri
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2, No. 2 Edisi April 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk mengetahui efektivitas daun jarak kepyar dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus. Untuk mengetahui ada atau tidak efek yang di berikan oleh ekstrak n-heksana daun jarak kepyar dalam menghambat bakteri Staphylococcus Aureus. Cup-plat tecnique. Metode ini serupa dengan disc diffusion, dimana dibuat sumur pada media agar yang telah ditanami dengan mikroorganisme dan pada sumur tersebut diberi agen antimikroba yang diuji. Berdasarkan hasil uji dapat di lihat bahwa ekstrak n- heksan daun jarak kepyar dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus Aureus dengan terbentuknya zona hambat disekitar sumuran. Pada konsentrasi terkecili yaitu 40% menghasilkan rata-rata diameter daya hambat sebesar 6,6 mm, pada konsentrasi 60% menghasilkan diameter daya hambat sebesar 8 mm, pada konsentrasi 80% menghasilkan zona hambat sebesar 10 mm, pada konsentrasi terbesar yaitu 90% meghasilkan zona hambat sebesar 11,6 mm. Senyawa kimia yang terkandung dalam daun jarak kepyar yang mempunyai efek sebagai penghambat bakteri, terdapat senyawa flavonoid dan saponin yang bersifat sebagai antibakteri. Mekanisme kerja flavonoid dalam menghambat pertumbuhan bakteri dengan cara mengganggu permeabilitas dinding sel bakteri, terganggunya dinding sel bakteri dapat menyebabkan senyawa lain seperti saponin dapat menembus dinding sel sehingga akan menyebabkan lisis pada sel.
EDUKASI PENGGUNAAN OBAT RASIONAL SECARA SYARIAH PADA PASIEN DI PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Alfiani, Nur Risma; Chrisdita, Maya; Febrinasari, Nisa
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 2 (2024): Vol. 2, No. 2 Edisi April 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan obat yang tidak rasional telah menjadi masalah utama di seluruh dunia sebanyak 40% memilih obat berdasarkan persepsi sakit menyebabkan penggunaan obat menjadi tidak rasional. Penggunaan obat-obatan dalam upaya peningkatan kualitas kesehatan tidak cukup sekadar menjamin keamanan, mutu, dan khasiat. Sebagai orang muslim harus memperhatikan penggunaan obat secara syariah sebagaimana dalam Al-Quran surat Al Baqarah ayat 168 bahwa makan dan minumlah yang halal atau yang baik dan tetapi harus yang halalan thayyiban. Penggunaan obat secara syariah dapat dilihat dari kehahalan obat tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat persentase gambaran penggunaan obat rasional dan edukasi penggunaan obat rasional secara syariah. Metode penelitian ini adalah non eksperimental dengan rancangan penelitian deskripstif dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan metode Puirposivei Sampling seicara random pada pasien di Puskesmas Ngaliyan. Hasil penelitian memakai uji deskriptif dengan uji validitas dan realibilitas signifikan sebanyak 0,542 yang berarti mendapatkan hasil signifikan p < 0,05 penggunaan obat rasional secara syariah di Puskesmas Ngaliyan Semarang.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN Virgin Coconut Oil (VCO) ASAL CILACAP DENGAN METODE ABTS (2,2-Azinobis(3-ethylbenzothiazoline)-6-sulfonic acid) Utami, Tri Fitri Yana; Yuliano, Asep Nurrahman; Nurhidayatun, Fatikah
SAINS INDONESIANA Vol. 2 No. 3 (2024): Vol. 2, No. 3 Edisi Juni 2024
Publisher : Gamma Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelapa dijuluki sebagai tanaman kehidupan yang memiliki banyak manfaat mulai dari makanan hingga kesehatan. Salah satu produk yang dihasilkan dari kelapa yaitu Virgin Coconut Oil (VCO). VCO mengandung komponen utama berupa 90% asam lemak jenuh dan 10% asam lemak tak jenuh yang biasa disebut dengan Medium Chain Fatty Acid (MCFA) yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi antioksidan yang terdapat dalam VCO asli Cilacap dengan metode invitro ABTS. Selanjutnya dilakukan pengukuran absorbansi menggunakan Spektrofotometri Uv-Vis. Telah diketahui VCO memiliki aktifitas antioksidan dengan metode ABTS memiliki nilai IC50 sebesar 86,56 ppm. Data analisis menunjukkan VCO berpotensi sebagai antioksidan karena mempunyai persen inhibisi lebih dari 20%.