cover
Contact Name
Wuri Indri
Contact Email
wacanakinerja@gmail.com
Phone
085374604103
Journal Mail Official
wacanakinerja@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kiara Payung KM. 4, 7 Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat 45366 Telp. (022) 7790048-7790044-7790049-7782041-7782042 Fax. (022) 7790055-7782178
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik
ISSN : 14114917     EISSN : 26209063     DOI : 10.31845/jwk
This journal focuses on disseminating problems and issues in public administration and public policy. Published journal article of Jurnal Wacana Kinerja covers areas, including: Public sector human resource management; Public sector organization; Public sector management; Public sector innovation; Public service; Public policy; Local government; and Governance.
Articles 550 Documents
Peran Pustakawan Dalam Meningkatkan Pelayanan Perpustakaan Christina, Rina
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 12, No 1 (2009)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v12i1.350

Abstract

Menilik bahwa pelayanan perpustakaan perlu ditingkatkan, mengingat setiap perpustakaan harus menyediakan bahan pustaka secara tepat dan akurat sesuai dengan kebutuhan pengguna jasa layanan perpustakaan. Dalam hal ini layanan perpustakaan merupakan citra dari suatu perpustakaan .Dengan kata lain per indentik dengan layanan, karena tidak ado perpustakaan jika tidak ada kegiatan layanan, sebab bagaimanapun hebatnya suatu perpustakaan apabila layanannya sangat buruk, maka citra perpustakaan itupun akan sangat buruk, begitu juga sebaliknya. Untuk meningkatkan pelayanan perpustakaan maka peranan pustakawan dalam hal ini perlu ditingkatkan, karena pustakawan merupakan penggerak dan penyelenggara kegiatan layanan perpustakaan. Pustakawan dituntut cekatan, terampil, ramah, berwawasan luas, rajin, cepat tanggap, siap membantu pengguna dalam menemukan informasi yang dibutuhkannya serta aktif kreatif melakukan pengembangan diri dalam rangka meningkatkan pelayanan perpustakaan, selain itu kompensasi yang harus dilakukan seorang pustakawan dalam meningkatkan pelayanan perpustakaan adalah berkemampuan untuk mengelola informasi sehingga ditemukan kembali ketika dibutuhkan, mampu menyampaikan materi yang terkait dengan literasi informasi kepada pengguna, berkemampuan interpersonal dan intrapersonal.
Perencanaan Strategis Kawasan Berbasis Tata Kelola Lingkungan Terdesentralisasi yang Baik pada Kawasan Situ Gede Kota Tasikmalaya Setiawan, Tomi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 22, No 2 (2019)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v22i2.163

Abstract

This paper aims to explain the lake strategic planning of Situ Gede in Tasikmalaya municipality based on good decentralized environmental governance. This study used qualitative methods with research techniques consisting of non-participatory observation, interview, literature study and documentation. Then the data are analyzed through a three-stage model of data analysis namely data reduction, data display, and conclusions and verification. The result of the research indicates that the Situ Gede area strategic planning which supports good decentralized environmental governance is participatory, where the community is included in each stage of planning, so they have a sense of ownership and a sense of responsibility as a guarantee of the sustainability of the program's implementation. In every stage of planning up to the implementation it must involve the whole community so that the community can learn and feel the benefits of each stage directly. Then, at each stage it must be done collaboratively with the involvement of all relevant stakeholders to avoid conflicts of interest between sectors.
Menanti Kesiapan Daerah Menerima Kesempatan Dan Tantangan Penerbitan Obligasi Daerah Sebagai Alternatif Pembiayaan Fitria, Rizky
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v13i2.317

Abstract

The end of the balanced budget principle gave opportunities to local governments in Indonesia to issue bonds as a financing alternative. The issuance of bonds to provide many benefits to the region, especially in financing projects quite fundamental. the bonds also cause a variety of risks and obligations to local government as issuer (the issuer). The risk is entirely borne by local governments and not helped by the central government. Therefore, the issuance of municipal bonds must go through a fairly complicated series of stages. Local government discreetness is required here. Kinds of benefits and risks that arising in connection with the issuance of municipal bonds is the opportunity and challenge for local governments. From the beginning of this opportunity thrown, no local government dare to answer the challenge by issuing municipal bonds. This raises a question mark, when local governments are willing to answer the challenge and take advantage of it.
Karakteristik Wilayah Sebagai Basis Pendelegasian Kewenangan Kecamatan; Studi Kasus Di Kabupaten Sumbawa Zulpikar, Zulpikar
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 13, No 2 (2010)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v13i2.308

Abstract

The management reforms of regional governance in Indonesia had started since the enactment of Law Number 22 Year 1999 regarding Regional Governance. The policy has influenced and changed the institutionalization/institution of between Central and Regional Government. Meanwhile, the implications that appeared towards the institutionalization of the regional government, amongst others, were the occurrence of less harmonious work relations between provincial and regency/city governments. Another implication that was also very important to be further observed was the institution of District that has become one of regional apparatus organizations since the implementation of Law. District seems have no important roles and functions like they had before. The main cause of this condition was about delegation of authority. Therefore, this descriptive case study was conducted. The main purpose of study was to find out the formulation of authorities that could be delegated. Case study was conducted in the Regency Government of Sumbawa where the districts were Sumbawa, Tarano and Lapelopok district. The basic concept used to build the formula of delegation of authorities was the potency of geographical characteristics. Primary data were collected through open and closed questions, whereas the secondary ones were collected from some relevant documents. Data were analyzed by triangulation method and statistical descriptive. The paper suggested that delegation of authorities should give differently based on geographical characteristics. Therefore, every district might have different authorities depend on their potencies
Analisis Kebijakan Pengembangan Kompetensi Pegawai di Indonesia Anwaruddin, Awang
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 9, No 2 (2006)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v9i2.437

Abstract

The issue on the need for developing the competency of Indonesia apparatus appeared when the government found difficulties to overcome the multi-dimension crisis by the dawn of the last century. To implement it, the government published Law Number 43/1999 as the change of Law apparatus competency as professional, neutral, clean from corruption, collution, and nepotism, and having a unity and nation perception. A year later, the government published the competencies needed for various positions in the government institution which are significant for formulating the curricula of competency based development programs-except the Standard of General Cometencies for Structural Officials published in 2001. Such ambiguity impacts on the ineffectivity of cometency development process in Indonesia.
ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENUNJANG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH DI KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Nur Afandi, Muhamad; Sianipar, Ropen
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 19, No 2 (2016)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v19i2.1

Abstract

Otonomi memberikan kewenangan yang lebih luas bagi pemerintah daerah dalammengatur daerahnya sendiri. Pelaksanaan otonomi daerah diharapkan bisa meningkatkanpelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, dan mengurangikesenjangan pembangunan antar daerah, dimana sebelumnya pembangunan yangdirasakan masyarakat masih bersifat sentralistik. Karenanya, keberhasilan pelaksanaanotonomi tidak terlepas dari kemampuan keuangan yang dimiliki suatu pemerintahdaerah. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan keuangan daerah dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, mengetahuikendalayang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan keuangan daerah, danmengetahui upaya yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalammeningkatkan kemampuan keuangan daerah. Metode penelitian yang digunakan adalahmetode deskriptif kualitatif dengan pendekatan rasio keuangan yaitu untuk memberikangambaran tentang kemampuan keuangan daerah Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalammenunjang pelaksanaan otonomi daerah. Hasil kajian menunjukkan bahwa: hasilperhitungan terhadap lima rasio keuangan, derajat desentralisasi berada pada kriteriasangat kurang yaitu rata-rata 3,08%, rasio ketergantungan keuangan daerah sangat tinggiyaitu rata-rata 93,97%, rasio kemandirian keuangan daerah rendah sekali yaitu rata-rata3,33%, rasio efektivitas Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup efektif dengan rata-rata93,39% dan rasio efisien Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat efisien yaitu rata-rata4,55%. Dari rasio keuangan tersebut menunjukkan kemampuan keuangan daerahKabupaten Labuhanbatu Selatan masih sangat rendah dan belum mampu menunjangpelaksanaan otonomi daerah, tetapi pemerintah Kabupaten Labuhan batu Selatan biasmelaksanakan tugas pemerintahan, yaitu penyediaan pelayanan public dan pembangunandengan cukup baik. Hal ini dikarenakan dana transfer dari pemerintah pusat maupunpropinsi dapat dikelola dengan optimal dimana anggaran pendapatan daerahdialokasikan lebih besar pada belanja pembangunan dari pada belanja pegawai.
Melalui Pandemi Dengan Organisasi Dan Kebijakan Publik Yang Agile Amalia, Shafiera
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 23, No 1 (2020)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v23i1.678

Abstract

Wabah COVID-19 menyebabkan dunia semakin dalam masuk pada era VUCA. VUCA merupakan singkatan dari volatile, uncertainty, complex dan ambigous. Istilah ini menggambarkan kondisi dunia hari ini yang semakin cepat berubah, bergejolak, tidak pasti, kompleks dan tidak jelas. Istilah VUCA pertama kali digunakan pada dunia militer pada periode 1990-an. Namun, istilah tersebut kemudian diadopsi pada sektor bisnis dan manajemen secara umum (Lawrence, 2013). Pandemi COVID 19 menyebabkan berbagai masalah kesehatan, sosial dan ekonomi yang dapat cepat berubah, tidak terprediksi, tidak pasti, kompleks dan dapat menyebabkan gejolak di masyarakat
Akuntabilitas Kinerja Bidang Pengelolaan Lingkungan Hidup Fernanda, Desi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 3, No 3 (2000)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v3i3.607

Abstract

Kenyataan menunjukan bahwa eksplorasi dan eksploitasi sumber-sumber kekayaan alam Indonesia selama ini telah cenderung berlebihan dan tak terkendalikan sehinnga mengancam kelestarian dan keberlanjutannya bagi generasi mendatang. Eksploitasi dan eksplorasi kekayaan alam tersebut telah berdampak sangat serius terhadap kondisi keseimbangan ekosistem Indonesia. Di berbagai daerah kita dapati kenyataan terjadinya desertifikasi dan erosi tanah akibat penggundulan hutan baik secara liar oleh masyarakat maupun secara legal oleh para pengusaha kayu pemegang HPH serta HTI yang tidak mengindahkan ketentuan dan aturan hukum yang berlaku. Belum lagi terhitung berapa luas hutan yang rusak oleh berbagai kegiatan eksploitasi hutan.
Agenda Pembangunan Dalam Rangka Menunujang Reformasi Nasional : Sebuah Gagasan Ruhara, Ara
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 5, No 3 (1999)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v5i3.630

Abstract

Reformasi pemerintahan yang terjadi di Indonesia belakangan ini salah satunya didorong oleh kurang adanya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan yang sah, disamping relatif masih sedikitnya pejabat”bersih diri” yang duduk di dalmanya. Untuk menunjang keberhasilan reformasi bidang pemerintahan tersebut, maka pemerintah yang baru harus mampu merumuskan agenda pembangunan di bidang-bidang lainnya, yang didasari pula oleh semangat reformasi. Tulisan ini dimaksudkan untuk memberikan gagasan alternatif tentang strategi pembangunan yang perlu ditempuh saat ini dan yang akan datang
Evaluasi Kelembagaan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pada Masa Orde Baru Fernanda, Desi
Jurnal Wacana Kinerja: Kajian Praktis-Akademis Kinerja dan Administrasi Pelayanan Publik Vol 8, No 2 (2000)
Publisher : Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Talenta Aparatur Sipil Negara Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31845/jwk.v8i2.598

Abstract

Gerakan reformasi totalyang berujung pada pergantian rezim pemerintahan, padadasarnya merupakan wujud ketidakmampuan pemerintah sebelumnya dalam mengelola krisis yang beekepanjangan. Di samping itu, sebab lain adalah tidak adanya hubungan sosial-politik yang berkelanjutan antara pemerintah, masyarakat madani, dan sektor swasta. Akibatnya kebijakan pembangunan relatif lebih berpihak kepada golongan tertentu, dan ini membawa akibat yang sangat kritis terhadap kesehatan lingkungan, yang dianggap sebagai obyek eksploitasi oleh rezim pemerintah lama. Dalam hal ini, perlu dipahami bahwa fakta determinan keberlanjutan ( sustainability) proses pembangunan manusia yang utama, adalah terlindungi dan terpeliharanya kelestarian lingkungan beserta seluruh kekayaan sumber daya alam yang terkandung di dalamnya. Inilah inti paham Sustainable Human Development.

Filter by Year

1998 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 28, No 2 (2025) Vol 28, No 1 (2025) Vol 27, No 2 (2024) Vol 27, No 1 (2024) Vol 26, No 2 (2023) Vol 26, No 1 (2023) Vol 25, No 2 (2022) Vol 25, No 1 (2022) Vol 24, No 2 (2021) Vol 24, No 1 (2021) Vol 23, No 2 (2020) Vol 23, No 1 (2020) Vol 22, No 2 (2019) Vol 22, No 1 (2019) Vol 21, No 2 (2018) Vol 21, No 1 (2018) Vol 20, No 2 (2017) Vol 20, No 1 (2017) Vol 19, No 2 (2016) Vol 19, No 1 (2016) Vol 18, No 2 (2015) Vol 18, No 1 (2015) Vol 17, No 2 (2014) Vol 17, No 1 (2014) Vol 16, No 2 (2013) Vol 16, No 1 (2013) Vol 15, No 2 (2012) Vol 15, No 1 (2012) Vol 14, No 2 (2011) Vol 14, No 1 (2011) Vol 13, No 2 (2010) Vol 13, No 1 (2010) Vol 12, No 2 (2009) Vol 12, No 1 (2009) Vol 11, No 4 (2008) Vol 11, No 3 (2008) Vol 11, No 2 (2008) Vol 11, No 1 (2008) Vol 10, No 4 (2007) Vol 10, No 3 (2007) Vol 10, No 2 (2007) Vol 10, No 1 (2007) Vol 9, No 4 (2006) Vol 9, No 3 (2006) Vol 9, No 2 (2006) Vol 9, No 1 (2006) Vol 8, No 4 (2005) Vol 8, No 3 (2005) Vol 8, No 2 (2005) Vol 8, No 1 (2005) Vol 7, No 4 (2004) Vol 7, No 3 (2004) Vol 7, No 2 (2004) Vol 7, No 1 (2004) Vol 6, No 4 (2003) Vol 6, No 3 (2003) Vol 6, No 2 (2003) Vol 6, No 1 (2003) Vol 5, No 4 (2002) Vol 5, No 3 (2002) Vol 5, No 2 (2002) Vol 5, No 1 (2002) Vol 4, No 4 (2001) Vol 4, No 3 (2001) Vol 4, No 2 (2001) Vol 4, No 1 (2001) Vol 8, No 2 (2000) Vol 3, No 3 (2000) Vol 3, No 2 (2000) Vol 3, No 1 (2000) Vol 5, No 3 (1999) Vol 5, No 2 (1999) Vol 5, No 1 (1999) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 1 (1998) Vol 1, No 1 (1998) More Issue