cover
Contact Name
Emmalia Adriantantri
Contact Email
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6281233643210
Journal Mail Official
emmalia@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Karanglo Km. 2 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Valtech
ISSN : -     EISSN : 26148382     DOI : https://doi.org/10.36040/valtech
Jurnal Valtech menerima artikel-artikel hasil penelitian dan pengabdian masyarakat dalam bidang Teknik dan Manajemen Industri, yang berisi gagasan, konseptual, kajian teori, aplikasi teori dan kajian buku Teknik dan Manajemen Industri. Jurnal inovatif diterbitkan oleh Program Studi Teknik Industri Institut Teknologi Nasional Malang
Articles 385 Documents
ANALISIS ACTIVITY BASED COSTING DAN ECONOMIC ORDER QUANTITY PADA PERSEDIAAN OLI MESIN BENGKEL BERKAH RAYA MOTOR Muhsin Efendi; Salmia LA; Renny Septiari
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7626

Abstract

Bengkel Berkah Raya Motor Bontang merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa perbaikan dan penjualan sparepart sepeda motor. Barang yang paling sering terjual di bengkel ini adalah oli sepeda motor. Sistem penilaian ABC adalah prosedur sederhana berdasarkan volume nilai rupiah. Sistem ABC menjadi pedoman bagi perusahaan dalam memprioritaskan dalam persediaan. Barang-barang di A diberlakukan pengawasan yang berbeda dari kelompok B atau kelompok C. Tujuan dilakukannya EOQ adalah untuk mengetahui jumlah persediaan yang ekonomis agar persediaan tetap terjaga dalam kondisi aman namun dengan biaya yang minimal. Berdasarkan analisis ABC didapati hasil dari pengelompokan A item yang terdiri dari 9 item persediaan yaitu Federal ultratec 800 ml, Yamalube super matic, AHM (MPX 2), Yamalube Matic, Yamalube Silver, Yamalube Sport, Shell Helix HX5, Federal Matic 800 ML, AHM (MPX 1). Hasil dari pengelompokan B item yang terdiri 3 item persediaan yaitu AHM (SPX 1) 1L, Enduro racing, Ecstar. Hasil dari pengelompokan C item yang terdiri 3 item persediaan yaitu Yamalube super sport, AHM (SPX 1) 800 ML, Shell advance. Berdasarkan Hasil Analisis EOQ pada kelompok A persediaan, Federal Ultratec 800 ML didapati nilai order quantity 105 unit, Yamalube Super Matic didapati nilai order quantity 62 unit, AHM MPX 2 didapati nilai order quantity 88 unit, Yamalube Matic didapati nilai order quantity 86 unit, Yamalube Silver didapati nilai order quantity 77 unit, Yamalube Sport didapati nilai order quantity 62 unit, Helix HX5 didapati nilai order quantity 46 unit, Federal Matic 800 ML didapati nilai order quantity 74 unit, AHM MPX 1 didapati nilai order quantity 63 unit. Hasil Analisis EOQ pada Kelompok B persediaan, AHM SPX 1 1L didapati nilai order quantity 45 unit, Enduro Racing didapati nilai order quantity 44 unit, Ecstar didapati nilai order quantity 43 unit. Hasil Analisis EOQ pada kelompok C persediaan, Yamalube Super Sport didapati nilai order quantity 31 unit, AHM SPX 1 800 ML didapati nilai order quantity 37 unit, Shell Advance didapati nilai order quantity 38 unit.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI SUSU UHT MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) DI PT. GREENFIELDS INDONESIA Annisa Septika Yannimar; Nelly Budiarti; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7639

Abstract

, PT. Greenfields Indonesia merupakan produsen susu sapi yang mengoperasikan peternakan sapi perah dan pabrik pengolahan terintegrasi terbesar di Asia Tenggara. Perusahaan berusaha menghasilkan produk susu dengan spesifikasi komposisi nutrisi yang sangat beragam dan semakin komplek. Dengan adanya hal tersebut, maka perusahaan berusaha memenuhi dan meningkatkan spesifikasi kualitas dengan mengidentifikasi serta menganalisis faktor-faktor yang dapat menyebabkan kandungan fat tidak sesuai dengan spesifikasi standar kualitas di PT. Greenfields Indonesia. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk susu yang berkualitas dengan pengendalian faktor-faktor penyebab product defect. Penelitian ini menggunakan metode Statistical Quality Control dengan analisa mengenai pengendalian kualitas yang dilakukan pada penelitian ini yaitu dengan membuat peta kendali atau control chart. Peta kendali digunakan untuk membantu mendeteksi adanya penyimpangan dengan cara menetapkan batas-batas kendali. Data yang digunakan merupakan data dari kandungan fat berdasarkan milk analyst report dari hasil uji laboratorium dengan sampel susu UHT full cream bulan Januari hingga Februari 2023 total sampel 116 didapatkan hasil uji lab yang berada diluar batas kualitas standar perusahaan dengan parameter fat 57 sampel. Berdasarkan hasil dari peta kendali proses cacat produksi parameter fat yang out of control. Dari hasil tersebut dilakukan revisi terhadap peta kendali agar semua data berada dalam batas kendali. Tahap selanjutnya melakukan analisis akar penyebab masalah berdasarkan hasil brainstorming yang digambarkan menggunakan diagram sebab-akibat atau fishbone. Faktor-faktor yang ditinjau dari manusia, bahan baku, metode dan lingkungan. Tahap terakhir melakukan pengendalian kualitas serta perumusan usulan dengan penerapan PDCA (plan-do-check-action).
ANALISIS KELAYAKAN IDE BISNIS STARTUP DIGITAL FOOD-MATES MENGGUNAKAN MODEL VALUE PROPOSITION CANVAS (VPC) DAN METODE FINANCIAL PROJECTION I Dewa Made Arjun Yudhatama; Renny Septiari; Heksa Galuh W.
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7644

Abstract

Food-Mates adalah sebuah ide startup bisnis yang bergerak dibidang makanan dan minuman sebagai brand akusisi dan investor. Dengan produknya yaitu “Naskarin” yaitu produk nasi bakar mengusung konsep makanan cepat saji. Tujuan penelitian ini yaitu memberikan rekomendasi terhadap kebutuhan produk serta layanan makanan cepat saji kepada konsumen dengan segmentasi pasar mahasiswa di Kota Malang, serta mengetahui kelayakan bisnis startup digital Food-Mates ditinjau dari aspek finansial. Pengolahan data penelitian ini menggunakan model value proposition canvas (VPC) untuk mengetahui prioritas kebutuhan pelanggan makanan cepat saji dan proyeksi finansial. Hasil dari penelitian ini didapat prioritas kebutuhan pelanggan makanan cepat saji dan proyeksi finansial ide startup digital Food-Mates menggunakan produk “Naskarin” profit pada kuarter kedua sejumlah Rp.1.236.847,31 karena menutupi minus pada kuarter pertama. Dan pada kuarter ketiga dan seterusnya stabil profit sebesar Rp6.750.847,31. Ide bisnis startup digital Food-Mates layak dijalankan.
USULAN PERANCANGAN JALUR EVAKUASI MENGGUNAKAN ALGORITMA DJIKSTRA: STUDI KASUS PELABUHAN SEGITIGA EMAS SAMPALAN NUSA PENIDA I Gusti Agung Bagus Winda Adnyana; Emmalia Adriantantri; Soemanto
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7655

Abstract

Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan Nusa Penida terletak di Batu Nunggul, Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali, dibangun dan mulai beroperasi pada tanggal 1 April 2022. Permasalahan yang dihadapi karena baru selesainya tahap pembangunan di pelabuhan tersebut menyebabkan belum adanya jalur evakuasi yang dapat membantu dan mencegah terjadinya keterlambatan evakuasi. Menurut Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2005 Pasal 59 Ayat (1), “Setiap bangunan gedung, kecuali rumah tinggal tunggal dan rumah deret sederhana, harus menyediakan sarana evakuasi yang meliputi sistem peringatan bahaya bagi pengguna, pintu keluar darurat, dan jalur evakuasi”. Ditambah hampir seluruh pulau Bali rawan gempa. Kabupaten yang masuk kategori “Paling Rawan Gempa” antara lain Karangasem dan Klungkung. Penelitian ini bertujuan untuk merancang jalur evakuasi pada gedung Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan dengan Metode Algoritma Djikstra. Algoritma Djikstra merupakan algoritma graph search mampu menyelesaikan permasalahan pemilihan lintasan terpendek dengan setiap perhitungan hanya dilakukan satu kali saja, tanpa mengulanginya. Hasil yang didapatkan yaitu rute terpendek dari masing-masing ruangan menuju titik kumpul. Didapat waktu maksimum yang diperlukan untuk evakuasi yaitu selama 1819,02 detik untuk menuju titik kumpul, dimana titik kumpul yang ditetapkan adalah area parkir mobil Pelabuhan Segitiga Emas Sampalan karena telah memenuhi kriteria sesuai National Fire Protection Association (NFPA) 101 tahun 2002
PENGUKURAN BEBAN KERJA KARYAWAN MENGGUNAKAN METODE NASA-TLX DAN CVL PADA KARYAWAN PT. NIGIL NAL Hana Ribkah Joe Tabuni; Prima Vitasari; Sri Indriani
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7658

Abstract

PT. Nigil Nal adalah perusahaan yang beroperasi dibagian environmental khususnya penanaman tanaman tumbuhan di area lingkungan Tembagapura Papua dan di tambang PT. Freeport Indonesia. Perusahaaan ini melakukan pengambilan bibit tanaman secara langsung untuk ditanam. Kemudian untuk target para pekerja harus melakukan pekerjaan secara ekstra sehingga mengalami beban kerja, dan tingkat beban kerja yang tinggi memungkinkan pemakaian energi yang berlebihan. Tujuan dari penelitian ini yaitu akan menentukan skor beban kerja karyawan untuk mengetahui beban kerja mental dan fisik yang dominan tinggi yang dirasakan oleh para karyawan di PT. Nigil Nal dengan menggunakan metode NASA-TLX dan CVL kemudian akan diberikan usulan hanya berdasarkan beban kerja yang dirasakan dominan tinggi. Dalam penelitian ini pengumpulan data NASA-TLX menggunakan kuesioner dan CVL dengan pengambilan denyut nadi karyawan pada saat sebelum melakukan pekerjaan dan sesudah melakukan pekerjaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penyebab beban kerja tinggi yang paling dirasakan oleh para karyawan adalah beban kerja fisik sehingga diberikan usulan perbaikan.
PERENCANAAN STRATEGI PEMASARAN PADA PENJUALAN KUE BASAH TRADISIONAL DENGAN MENGGUNAKAN METODE SWOT DAN QUANTITATIVE STRATEGIC PLANNING MATRIX (QSPM) DI UMKM TITIN CATERING Bima Jalu Pamungkas; Iftitah Ruwana; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7659

Abstract

UMKM Titin Catering adalah salah satu UMKM yang berkecimpung dibidang usaha kue basah tradisional. Permasalahan yang dihadapi UMKM Titin Catering yaitu penurunan penjualan kue basah tradisonal karena adanya permasalahan pada faktor internal dan eksternal. Perencanaan Strategi Pemasaran Pada Penjualan Kue Basah Tradisional Dengan Menggunakan Metode SWOT Dan QSPM. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di UMKM Titin Catering terdapat beberapa masalah dari segi faktor internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini yaitu menentukan faktor internal dan eksternal strategi pemasaran di UMKM Titin Catering dan menetapkan alternatif strategi pemasaran yang sesuai atau terbaik bagi UMKM Titin Catering dengan menggunakan pendekatan metode SWOT dan QSPM. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode SWOT dan QSPM. Dari hasil penelitian tersebut faktor internal yang mempengaruhi strategi pemasaran yaitu kualitas produk yang baik, sedangkan kelemahan utama yaitu sering melakukan rotasi dan tugas pekerja berlipat ganda. Sedangkan pada faktor eksternal yang mempengaruhi strategi pemasaran dari peluang yaitu kemajuan teknologi yang berkembang saat ini, sedangkan ancaman utamanya yaitu persaingan yang cukup ketat, persebaran pelanggan yang kurang luas, dan persaingan harga yang kompetitif. Pada metode SWOT dihasilkan 10 alternatif strategi dan pada metode QSPM alternatif strategi yang diprioritaskan yaitu menjaga stabilitas kualitas produksi UMKM dengan Total Attractive Score 7,724.
PENGENDALIAN KUALITAS TELUR AYAM MENGGUNAKAN STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) Richat Gutawa; Iftitah Ruwana; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7661

Abstract

Peningkatan usaha budidaya ayam petelur di Indonesia menjadi industri yang memiliki bagian yang lengkap dan memiliki kemungkinan yang sangat meyakinkan, dimana kemajuan usaha ini membuat komitmen yang sungguh-sungguh terhadap pergantian peristiwa peternakan. Meskipun proses produksi telah dilakukan dengan baik, tetapi hal tersebut sepenuhnya tidak dapat berjalan dengan mulus. Hal ini seringkali disebabkan masih ditemukan produk yang dihasilkan masih jauh dengan standar perusahaan seperti terdapat telur yang cacat, yaitu diantaranya kulit telur retak, telur pecah, dan warna kulit telur pucat disebabkan oleh penyakit, cuaca dan lingkungan sekitar dimana hal ini dapat menyebabkan kualitas telur menjadi banyak produk cacat atau kurang baik. Mengidentifikasi faktor apa saja yang menyebabkan kecacatan telur ayam pada UD. RA Jaya. Memberikan usulan perbaikan mencegah timbulnya kecacatan pada telur di UD. RA Jaya sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan suatu keputusan. Penelitian ini menggunakan metode SQC (Statistical Quality Control) yaitu metode pengendalian kualitas produk pada tingkat biaya yang paling minimum. Dimana proses produksi dikendalikan kualitasnya mulai dari awal produksi, pada saat proses produksi berlangsung hingga produk jadi. Penyebab cacat diantaranya faktor manusia (man), faktor mesin (machine), metode (method), bahan baku (materials), lingkungan (environment). Pada cacat tertinggi berupa telur pecah disebabkan karena faktor manusia (kelalaian karyawan dan ketidakdisiplinan karyawan), faktor mesin (rusaknya kandang ayam), faktor metode (peletakan jumlah ayam dalam baterai).Usulan perbaikan yang perlu dilakukan pada penyebab kecacatan jenis cacat tertinggi berupa kulit telur yang pecah, yaitu dimulai dari Risk Priority Number tertinggi adalah peletakan jumlah ayam dalam baterai. Koordinasi dengan karyawan agar melakukan penempatan ayam dengan SOP yang sudah ditetapkan perusahaan yaitu maksimal 2 ekor ayam dalam 1 baterai tidak melebihi dari 2 ekor ayam dan Melakukan pemindahan ayam jika ayam ada yang terkena penyakit seperti gumboro dan ND.
UPAYA PENGENDALIAN KUALITAS KERIPIK TEMPE TERHADAP PRODUK CACAT MENGGUNAKAN METODE STATISTICAL QUALITY CONTROL (SQC) PADA HOME INDUSTRY KERIPIK TEMPE SARI Megah Hotdelina Simarmata; Renny Septiari; Kiswandono
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7668

Abstract

Produk keripik tempe Sari Rasa di Malang pada tahun 2000-an merupakan produk favorit yang mulai dikenal di berbagai luar kota Malang dan menjadi salah satu ikon kota Malang. Permintaan akan keripik tempe Sari Rasa terus meningkat sehingga para produsen yang saat itu jumlahnya hanya beberapa saja akhirnya mulai muncul industri rumahan yang jumlahnya sangat banyak di kampung Sanan dengan berbagai merek dan label harga yang berbeda-beda hingga sampai sekarang. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan tingkat kecacatan pada keripik tempe, dan meningkatkan atau mempertahankan standarisasi suatu kualitas produk keripik tempe Sari Rasa yang ada di Sanan. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kualitas produk atau mengurangi tingkat kecacatan adalah menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC). Setelah dilakukan implementasi dengan metode Statistical Quality Control (SQC) selama 1 bulan di home industry tersebut, akhirnya diperoleh hasil bahwa kecacatan mengalami penurunan. Dimana tingkat kecacatan sebelum perbaikan adalah 106,3 kg sedangkan sesudah perbaikan adalah 63,6 kg. Untuk data jenis kecacatannya yaitu: data hancur sebelum perbaikan 84 kg (4,6%) dan setelah perbaikan 49,9 kg (2,7%) sedangkan data gosong sebelum perbaikan 22,3 kg (1,2%) dan setelah perbaikan 13,2 kg (0,7%). Sehingga dapat disimpulkan terjadinya penurunan keseluruhan cacat sebanyak 42,7 kg dengan penurunan cacat hancur sebanyak 34,1 kg (1,9%) dan penurunan cacat gosong sebanyak 9,1 kg (0,5%).
UPAYA PENINGKATAN PENJUALAN DENGAN METODE MARKETING MIX (7Ps) DAN SOAR PADA STUDI KASUS CV GLORY STAR INDONESIA Yosafat Natanael Caesar Dilieano; Sri Indriani; Thomas Priyasmanu
Jurnal Valtech Vol 6 No 2 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i2.7679

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,22% dan 1,17% pada tahun 2021 dan 2022 secara berurutan (berdasarkan lansiran dari Badan Pusat Statistik), berdampak pada peningkatan permintaan kebutuhan konsumsi produk Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), termasuk makanan dan minuman ringan. Berdasarkan laporan dari Statista, volume distribusi makanan ringan di Indonesia pada tahun 2020 dan 2021 secara berurutan adalah sebesar 1.183 juta kg dan 1.281 juta kg. Statista juga memprediksi kenaikan volume pada akhir tahun 2022, yakni pada angka 1.357 juta kg. Ini menjadi peluang besar bagi perusahaan distributor, seperti CV Glory Star Indonesia. Namun, pendapatan yang diterima belum mencapai target yang ditentukan, yakni terdapat total selisih sebesar Rp6,432,320,590 selama tahun 2022. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan upaya peningkatan penjualan menggunakan metode analisis Marketing Mix (Product, Price, Promotion, Place, Physical Evidence, People, and Process atau disingkat 7Ps) dan Strengths, Opportunities, Aspirations, and Results (SOAR). Penelitian dilakukan dengan menentukan variabel yang paling dominan atau berpengaruh berdasarkan metode analisis pertama, kemudian menentukan strategi dengan mengkombinasikan kedua metode analisis tersebut. Penelitian ini dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner kepada total 90 responden dengan rincian 70 pelanggan dan 20 pegawai aktif. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa variabel yang paling dominan, yakni Place ( ), artinya tempat merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap volume penjualan. Berdasarkan penentuan posisi matriks SOAR, didapatkan nilai tertinggi 3,331 pada strategi A-R (Aspirations-Results), artinya strategi ini perlu diprioritaskan oleh perusahaan sebagai upaya peningkatan penjualan.
PENGARUH CELEBRITY ENDORSMENT, LIFESTYLE DAN BRAND IMAGE TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN Sri Agustiani; Suryari Purnama
Jurnal Valtech Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Valtech
Publisher : Teknik Industri - ITN Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/valtech.v6i1.7704

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh secara simultan dan parsial dari Celebrity Endorsement, Brand Image, dan Lifestyle terhadap keputusan pembelian kosmetik lipstik Wardah. Data primer dikumpulkan melalui metode survei dengan mendistribusikan kuesioner kepada responden yang menggunakan produk kosmetik Lipstik Wardah. Jumlah responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sebanyak 140 orang, yang dipilih menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling. Data kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis penelitian menunjukkan bahwa secara bersama-sama, Celebrity Endorsement, Brand Image, dan Lifestyle memiliki pengaruh yang signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Secara individu, Celebrity Endorsement, Brand Image, dan Lifestyle juga memiliki pengaruh positif terhadap Keputusan Pembelian. Penelitian ini dilakukan di lingkungan Universitas Esa Unggul dengan tujuan untuk mengidentifikasi pengaruh faktor-faktor tersebut dalam konteks tersebut. Hasil penelitian ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi Wardah dalam strategi penggunaan celebrity endorser dan dalam upaya meningkatkan citra merek mereka. Implikasi manajerial dari penelitian ini adalah bahwa perusahaan kosmetik dapat mempertimbangkan penggunaan celebrity endorser dan upaya perbaikan citra merek untuk meningkatkan keputusan pembelian produk mereka di pasar.