cover
Contact Name
Muhamad Rudi Wijaya
Contact Email
rudiwijaya68@gmail.com
Phone
+6282175218558
Journal Mail Official
rudiwijaya68@gmail.com
Editorial Address
Dusun Rejo Agung Desa Rejo Agung Kecamatan Batanghari, Kab. Lampung Timur, Provinsi Lampung, 34181
Location
Kab. lampung timur,
Lampung
INDONESIA
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan)
Published by CV Najah Bestari
ISSN : 29649633     EISSN : 2964965X     DOI : -
Jurnal An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) khusus membahas masalah pendidikan Islam. Ruang lingkup jurnal meliputi penelitian, pemikiran pendidikan Islam, dan kerja lapangan tentang pendidikan Islam. Pendekatannya bersifat interdisipliner, melingkupi, dan menggabungkan perspektif dari filsafat pendidikan Islam, studi banding pendidikan Islam, kurikulum, proses belajar mengajar dalam pendidikan Islam, evaluasi, pendidikan Islam, dan pendidikan khusus yang relevan dengan isu-isu pendidikan Islam.
Articles 421 Documents
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PERSPEKTIF ALQURAN DAN HADIST DALAM PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Nurmila; Zubaidah
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media Pembelajaran merujuk pada segala sesuatu yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran atau informasi kepada siswa dalam proses pembelajaran. Media ini berfungsi untuk mempermudah pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan serta membantu guru dalam mengorganisasi dan menyampaikan materi dengan lebih menarik dan efektif. Secara keseluruhan, pemilihan media yang tepat dapat membantu menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih efektif, menyenangkan, dan mendalam bagi siswa. Dalam perspektif alquran, media pembelajaran memiliki makna yang luas, mencakup berbagai cara atau alat yang digunakan untuk menyampaikan ilmu dan informasi kepada umat Islam. Konsep pembelajaran dalam islamic sangat menekankan pentingnya ilmu, pemahaman, serta metode yang baik untuk memperoleh dan menyebarkan pengetahuan. Islam sangat menghargai ilmu dan proses pembelajaran. Penggunaan media dalam pembelajaran Islam bertujuan untuk mempermudah penyampaian ilmu, baik dalam konteks agama, moral, maupun duniawi. Media pembelajaran yang baik adalah yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam, efektif, dan memudahkan umat untuk memahami ajaran agama dengan cara yang mudah dan benar. Dengan demikian, dalam perspektif alquran media pembelajaran dapat melibatkan berbagai bentuk alat atau cara yang digunakan untuk menyampaikan ilmu, yang tentunya harus sesuai dengan nilai-nilai Islam dan memberikan manfaat bagi umat manusia
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) PADA SEKOLAH SEBAGAI SUB SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL Mochammad Syamsul Arifin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 1: Januari 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan agama Islam (PAI) sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional memiliki peran yang sangat penting dalam membentuk karakter, akhlak, dan keimanan peserta didik. Dalam konteks Indonesia, PAI diatur dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan menjadi mata pelajaran wajib di semua jenjang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali penerapan PAI di sekolah-sekolah, serta faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini menunjukkan bahwa PAI tidak hanya mengajarkan teori agama, tetapi juga menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari melalui praktik seperti sholat dhuha dan pengembangan karakter di sekolah. Meski demikian, implementasi PAI menghadapi tantangan, seperti kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas di beberapa daerah, pengaruh budaya luar, dan perbedaan pemahaman agama. Penerapan PAI didukung oleh regulasi yang jelas, komitmen pemerintah, dan pentingnya pendidikan agama untuk membentuk karakter bangsa. Namun, keterbatasan sumber daya dan perbedaan pandangan terkait kurikulum menjadi faktor penghambat dalam pelaksanaan PAI secara efektif. Dengan demikian, PAI sebagai subsistem pendidikan nasional memerlukan perhatian dan dukungan terus-menerus untuk dapat menjalankan fungsinya dengan optimal.
Pendidikan Agama Islam di Era Digital: Menumbuhkan Moderasi, Etika, dan Tanggung Jawab di Kalangan Generasi Muda Jalaluddin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan agama Islam dalam menghadapi tantangan etika digital, khususnya dalam konteks moderasi, radikalisasi, dan penggunaan teknologi yang bertanggung jawab di kalangan generasi muda. Di era digital, masalah seperti cyberbullying, penyebaran berita palsu, dan radikalisasi melalui media sosial semakin meresahkan. Oleh karena itu, penting untuk meninjau kembali peran pendidikan agama Islam dalam memberikan pemahaman yang moderat untuk menghadapi tantangan ini. Pendidikan agama yang berbasis pada nilai-nilai Islam yang moderat diharapkan dapat membentuk karakter generasi muda agar lebih bijak dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi pustaka dengan metode kualitatif. Data dikumpulkan melalui kajian literatur dari jurnal-jurnal ilmiah yang membahas tentang pendidikan agama Islam, moderasi, etika digital, dan pengaruh teknologi terhadap perilaku sosial. Analisis data dilakukan dengan cara mengkaji, membandingkan, dan menyimpulkan berbagai pandangan yang relevan dengan topik penelitian, dengan menekankan pada nilai-nilai Islam yang dapat diterapkan dalam konteks digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan agama Islam yang moderat berperan penting dalam mencegah radikalisasi dan membentuk etika digital di kalangan generasi muda. Ajaran Islam yang menekankan keseimbangan, empati, dan tanggung jawab dapat membentuk sikap bijak dalam menggunakan teknologi. Selain itu, moderasi dalam penggunaan teknologi, pemahaman terhadap moralitas digital, dan pendidikan karakter yang berbasis pada ajaran Islam dapat menjadi solusi untuk mengatasi fenomena sosial negatif di dunia maya seperti cyberbullying dan penyebaran informasi yang salah.
MANAJEMEN SEKOLAH BERWAWASAN LINGKUNGAN HIDUP Prima Aji Putra
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis manajemen sekolah berwawasan lingkungan hidup di SMP-IT Al-Farabi Pesawaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan kepala madrasah, waka kesiswaan, dan kordinator bidang. Analisis data meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta validasi dilakukan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan kepala sekolah dalam mewujudkan sekolah bewawasan lingkungan ecopesantren mandiri bekerjasama dengan stage holders sekolah. Hal ini terealisasi dalam pengorganisasian kepala sekolah berwawasan lingkungan hidup di SMP-IT Al-Farabi Pesawaran dilakukan dengan menyusun tim organisasi meliputi ketua program, koordinator program, koordinator bidang dan siswa. Pelaksanaan sekolah berwawasan lingkungan hidup di SMP-IT Al-Farabi Pesawaran menyesuaikan yang sudah ditetapkan diperencanaan dan untuk pelaksanaanya kegiatan program ecopesantren mandiri dalam kegiatan kurikuler tidak ada kurikulum untuk lingkungan hidup hanya menyisipkan nilai-nilai di mata pelajaran seperti di Aqidah ahklak. Evaluasi sekolah berwawasan lingkungan hidup di SMP-IT Al-Farabi Pesawaran melakukan rapat evaluasi dilakukan dengan cara fleksibel dan situasional. Evaluasi tidak mengikuti jadwal tetap dan dapat dilakukan kapan saja saat muncul masalah atau dalam rapat rutin
IMPLEMENTASI PELATIHAN TERHADAP KINERJA GURU Prima Aji Putra
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 5: September 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pelatihan sebagai upaya peningkatan kinerja guru di SMA Negeri 1 Melinting, Lampung Timur. Kinerja guru yang optimal sangat penting dalam proses pembelajaran, sehingga pelatihan dijadikan strategi untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi guru, termasuk aspek pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Partisipan penelitian terdiri dari kepala sekolah dan 30 guru yang terlibat langsung dalam pelatihan serta implementasinya di kelas. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam dilakukan untuk menggali persepsi dan pengalaman guru terhadap pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan berdampak positif pada kinerja guru, terutama dalam kemampuan mengelola kelas, mengembangkan materi, dan memotivasi siswa. Namun, terdapat hambatan dalam implementasi pelatihan, seperti keterbatasan durasi pelatihan, akses terbatas untuk pelatihan lanjutan, dan relevansi materi pelatihan terhadap kebutuhan di kelas. Durasi pelatihan yang singkat serta keterbatasan akses untuk mengikuti pelatihan berjenjang menjadi kendala bagi guru dalam mengoptimalkan hasil pelatihan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan program pelatihan yang lebih komprehensif, berkelanjutan, dan relevan perlu dilakukan untuk meningkatkan efektivitas pelatihan. Dukungan dari pihak sekolah dan pemerintah juga dibutuhkan agar guru dapat mengikuti pelatihan berkualitas dan memperoleh kesempatan pengembangan profesional maksimal, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa.
Manajemen Risiko Perbankan Syariah : PERAN TEKNOLOGI DALAM MANAJEMEN RISIKO DAN INOVASI Elvina Aprilia; Darmansyah; Chaerul Sani; M. Rezha
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 1: Januari 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrack The role of technology in risk management and innovation is crucial in the modern business world, where uncertainty and rapid change are key challenges. This article discusses how technology plays a role in identifying, analyzing, and mitigating risks, as well as accelerating and improving the effectiveness of the innovation process. In risk management, technologies such as big data, predictive analytics, the Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), and integrated risk management systems enable organizations to monitor and address potential risks more efficiently. Meanwhile, in terms of innovation, technology supports the creation of new products and services, accelerates the development process, and opens up opportunities for global collaboration. Innovation can also introduce new business models that are more adaptive to market changes. The synergy between risk management and innovation through the use of technology helps organizations not only survive but also thrive amidst increasingly fierce challenges and competition. This article highlights the importance of technology adoption as a key to managing uncertainty and creating new value in an ever-changing business world.AbstrackThe role of technology in risk management and innovation is crucial in the modern business world, where uncertainty and rapid change are key challenges. This article discusses how technology plays a role in identifying, analyzing, and mitigating risks, as well as accelerating and improving the effectiveness of the innovation process. In risk management, technologies such as big data, predictive analytics, the Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), and integrated risk management systems enable organizations to monitor and address potential risks more efficiently. Meanwhile, in terms of innovation, technology supports the creation of new products and services, accelerates the development process, and opens up opportunities for global collaboration. Innovation can also introduce new business models that are more adaptive to market changes. The synergy between risk management and innovation through the use of technology helps organizations not only survive but also thrive amidst increasingly fierce challenges and competition. This article highlights the importance of technology adoption as a key to managing uncertainty and creating new value in an ever-changing business world.
Peran Muhammadiyah dalam Pendidikan dan Pemberdayaan Sosial: Dari Masa Kolonial Hingga Era Reformasi Akhir Andika Aritonang; Binti Ir Zulkarnain, Ayu Najmita; Nuri Irmayani
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 1: Januari 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejarah Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konteks historis kelahiran Muhammadiyah, menganalisis profil pendirinya, KH. Ahmad Dahlan, mengevaluasi agenda organisasi ini di era reformasi serta menelaah kiprahnya selama lebih dari satu abad. Pendekatan historis digunakan untuk menggali dinamika sosial politik dan agama yang melatarbelakangi lahirnya Muhammadiyah pada awal abad ke 20. Selain itu, metode deskriptif analitis diterapkan untuk mengkaji peran Muhammadiyah dalam pembaruan pendidikan dakwah, dan pelayanan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Muhammadiyah lahir dari kebutuhan akan reformasi Islam yang relevan dengan modernitas, dengan KH. Ahmad Dahlan sebagai sosok visioner yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan berbasis islam. Di era reformasi, Muhammadiyah tampil sebagai agen perubahan sosial yang aktif berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah tidak hanya berperan di tingkat nasional tetapi juga mulai merambah ke kancah global. Kata Kunci: Muhammadiyah, Sejarah Islam, KH. Ahmad Dahlan, Era Reformasi, Gerakan Sosial
Model Manajemen Mutu Pembelajaran Tahfiz Al-Qur'an Di SMP Plus Insan Gemilang Blora Sholihin
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pembelajaran tahfiẓ di sekolah membutuhkan pengelolaan yang baik, sebab keberadaannya memiliki karakter tersendiri dibandingkan pembelajaran tahfiẓ di lembaga lain. Karena selain belajar tahfiẓ, siswa juga belajar mata pelajaran utama di kurikulum nasional, peminatan maupun ekstra kurikuler. Akibat beban belajar yang banyak, target hafalan sering tidak terpenuhi. Agar target hafalan tercapai, maka dibutuhkan pengelolaan yang berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menemukan model manajemen mutu pembelajaran tahfiẓ Al-Qur’an di sekolah. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan metode pengumpulan data melalui teknik wawancara, studi dokumentasi dan observasi di lapangan. Data yang terkumpul kemudian dipilah-pilah, lalu disajikan dalam bentuk narasi dan dianalisis. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk mewujudkan pembelajaran tahfiẓ Al-Qur’an yang baik dapat diterapkan model manajemen mutu tripartret. Model manajemen mutu ini melibatkan tiga pihak (tripartret), baik dalam aspek perencanaan, aspek pelaksanaan maupun aspek evaluasi. Dalam aspek perencanaan, tiga pihak yang terlibat dalam perencanaan model ini adalah; (a) Pimpinan sekolah dan jajaran guru sekolah, (b) pengelola tahfiẓ dan dewan guru tahfiẓ, (c) komite sekolah selaku representasi wali murid. Perencanaan disusun dengan menetapkan; Target hafalan, alokasi dan minggu efektif, program tahunan, program semester, program unggulan dan persiapan pembelajaran, Dalam aspek pelaksanaan, model tripartret menjadi model ideal agar pelaksanaan program sekolah dapat berjalan dengan baik. Pelaksanaan model tripartret adalah pelaksanaan yang melibatkan semua komponen sekolah, seperti: (a) Pengelola tahfiẓ dan dewan guru tahfiẓ, (b pimpinan sekolah, (c) siswa. Pembelajaran dilaksanakan kegiatan melalui kegiatan pembukaan, inti dan penutup, sedangkan penanggungjawab tahfiẓ melakukan pengawasan terhadap guru-guru tahfiẓ. Dalam aspek evaluasi, agar program berjalan lancar dan berhasil baik digunakan evaluasi tripartret. Model ini melibatkan semua komponen sekolah, seperti: (a) Pimpinan sekolah, (b) pengelola tahfiẓ dan jajaran guru tahfiẓ, (c) pihak ketiga (pengawas, alumni, tokoh masyarata, tim mutu pembelajaran tahfiẓ Al-Qur’an). Evaluasi dilaksanakan dalam bentuk harian, pekanan, bulanan, akhir semester, dan kelulusan (wisuda). Kata Kunci: Manajemen Mutu, Pembelajaran Tahfiẓ, Sekolah
DAMPAK KETIDAKSTABILAN EKONOMI TERHADAP KEHARMONISAN RUMAH TANGGA Zahrotul Ma’asah; Teguh Hadi Wibowo
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 4 No. 1: Januari 2025
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui dampak yang terjadi dalam keluarga di Indonesia, terhadap adanya kondisi ketidakstabilan ekonomi, metode kulitatif sebagai pilihan dalam penelitian ini, yaitu menggunakan studi leteratur sebagai bahan utama dengan tujuan untuk mengumpulkan berbagai informasi dan sebagai upaya untuk menjelaskan sedalam-dalamnya, dengan menggunakan berbagai bahan dari perpustkaan seperti, dokumen, buku, majalah, jurnal dan lain sebagainya. Data yang diambil dalam penelitian ini mengambil dari hasil yang terjadi di lapangan dan mengkorelasikan antara fakta di lapangan dengan data yang diambil dari studi literur. Dan hasil analisis data tentang dampak ketidakstabilan ekonomi terhadap keharnonisan keluar. Kondisi yang terjadi bahwa mengakibatkan adanya ketimpangan soasial yang berdampak pada ketidakharmonisan pada keluarga, diperlukan Langkah yang startegis dalam mengatasi permasalah ini agar tidak larus dalam jurang keretakan rumah tangga, maka tulisan ini penemukan Solusi dalam permasalah ini.
ANALISIS SOSIAL-PSIKOLOGIS TERHADAP DEPRESI DAN KERAWANAN BUNUH DIRI ANAK Sri Purnomowati, S.Sos.I., M.Psi
An Najah (Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan) Vol. 3 No. 6: November 2024
Publisher : Najah Bestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak-anak memiliki intensitas dan ekspresi depresi yang berbeda dengan orang dewasa. Tanda yang cukup terlihat dalam keseharian anak penyintas depresi adalah menjadi introvert secara akut dan menunjukkan gejala anxiety. Kerentanan semakin besar saat anak mendapatkan model perilaku bunuh diri baik yang diperoleh melalui audio (cerita), visul melihat langsung maupun melihat kasus melalui media, serta adanya pola asuh abuse, penuh tekanan dari orang tua dan lingkungan sekolah, bullying, persoalan berat seperti kehamilan di luar pernikahan, patah hati, dan broken home. Pencegahan dapat dilakukan dengan mengaktifkan jaringan keluarga, lingkungan sekolah, dan pertemanan untuk mendukung anak dapat menghadapi permasalahannya, memberikan terapi kognitif, serta menutup akses pada sarana bunuh diri.