cover
Contact Name
Susilo Restu Wahyuno
Contact Email
jprokep@centamaku.ac.id
Phone
+6285727119988
Journal Mail Official
jprokep@centamaku.ac.id
Editorial Address
Jalan Lingkar Kudus-Pati KM.5 Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Indonesia, 59381
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Keperawatan
ISSN : -     EISSN : 27760065     DOI : https://doi.org/10.31596/jprokep
Core Subject : Health,
Nursing: including Health Children Nursing, Nursing Management, Medical Surgical Nursing, Maternity Nursing, Psiciatric Nursing, Community Nursing, Gerontology Nursing, Emergency Nursing, Family Nursing
Articles 187 Documents
PENERAPAN SPIRITUAL EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (SEFT) UNTUK PENINGKATAN KUALITAS TIDUR LANJUT USIA DI PANTI SOSIAL POTROYUDAN JEPARA Pramudyaningsih, Icca Narayani; Erlangga, Jaka Ahmad Chilman; Listyani, Anita
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.246

Abstract

Poor sleep quality is one of the common problems often experienced by the elderly, which can impact their physical and psychological health, and this condition requires serious attention. Poor sleep quality in the elderly is caused by increased sleep potential, decreased sleep efficiency, and waking up early due to the aging process. Pharmacological approaches typically use medications such as benzodiazepines, sedative-hypnotic drugs that provide quick effects but are dangerous if used long-term, whereas non-pharmacological approaches to insomnia or sleep difficulties include aromatherapy, warm baths, consistent exercise, magnetic field therapy, cupping therapy, acupuncture, and Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) therapy. SEFT therapy is an intervention method that combines spiritual awareness techniques with stimulation of energy points on the body to address emotional disturbances and increase relaxation. This study aims to determine the effectiveness of SEFT therapy in improving sleep quality in the elderly. The method used was a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest. The research subjects were elderly individuals with moderate sleep disturbances. SEFT intervention was conducted over 3 days for 15 minutes with 15 respondents. The results showed a significant increase in sleep quality after SEFT therapy, indicated by a decrease in sleep disturbance scores and an increase in sleep duration and subjective sleep quality of the elderly. Thus, SEFT therapy can be used as an effective and easily applicable non-pharmacological intervention alternative to help improve sleep quality in the elderly.
KEPADATAN JENTIK Aedes aegypti TERHADAP KEJADIAN PENYAKIT DBD DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAKO KOTA PALEMBANG priyadi, priyadi; Windusari, Yuanita; Shabira, Rayya; Kumalasari, Intan
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.244

Abstract

Demam Berdarah Dengue ( DBD ) adalah infeksi yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan  nyamuk Aedes aegypti. DBD sampai saat ini merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, dengan jumlah penderita dan prevalensi yang terus meningkat. Keberadaan jentik Aedes aegypti di suatu daerah merupakan indikasi populasi nyamuk Aedes aegypti. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kepadatan jentik nyamuk Aedes aegypti terhadap kejadian penyakit DBD. Jenis penelitian adalah deskriptif. Populasi dan sampel penelitian ini adalah rumah warga dengan kasus DBD 1 tahun terakhir yaitu 34 KK. Hasil penelitian menunjukkan nilai House Index (HI) 20% dengan density figure 4 termasuk kategori sedang, Container Indeks (CI) 9 % dengan density figure 3 termasuk kategori sedang, dan Breteau Indeks (BI) 3 % dengan density figure 1  termasuk kategori rendah, dan Angka Bebas Jentik (ABJ) sebesar 79% tidak sesuai standar WHO. Kesimpulan Masyarakat di Kelurahan Sako, Kota Palembang masih beresiko dan berpotensi mengalami penyakit Demam Berdarah Dengue 
Implementasi Terapi Bermain Mewarnai sebagai Intervensi Keperawatan Nonfarmakologis dalam Menurunkan Kecemasan Anak Usia Prasekolah Selama Hospitalisasi Setya, Mochammad Ilham; Yuliana, Alvi Ratna; Cahyanti, Luluk; Fitriana, Vera; Ardiyanti, Yulia
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.247

Abstract

Hospitalization can be an anxiety-provoking experience for preschool children due to unfamiliar hospital environments, medical procedures, and separation from parents. If not appropriately managed, anxiety may affect children’s comfort, emotional adaptation, and cooperation during the care process. Therefore, applicable non-pharmacological nursing interventions are required, one of which is coloring play therapy.This study aimed to evaluate the implementation of coloring play therapy in helping reduce anxiety levels among hospitalized preschool children. A pre-experimental design with a descriptive applied approach was used, consistent with the characteristics of vocational nursing education (Diploma in Nursing). The participants consisted of 15 hospitalized children aged 3–6 years. Anxiety levels were assessed using the Face Image Scale (FIS) before and after a single session of coloring play therapy lasting 15–30 minutes.The results showed that prior to the intervention, all participants experienced moderate to severe anxiety, with 9 children (60.0%) classified as having severe anxiety and 6 children (40.0%) moderate anxiety. Following the implementation of coloring play therapy, a clinical reduction in anxiety was observed, indicated by the absence of severe anxiety and a shift toward milder anxiety categories, where 12 children (80.0%) were classified as very not anxious, not anxious, or mildly anxious.Conclusion: Coloring play therapy can be applied as a clinically effective non-pharmacological nursing intervention to help reduce anxiety among hospitalized preschool children and support practice-based pediatric nursing care.
PENGARUH AROMA TERAPI LAVENDER TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI PADA PASIEN POST ORIF DI RSI SUNAN KUDUS Listyarini, Anita Dyah; Hindriyastuti, Sri; Fitriana, Vera; Yuliana, Alvi Ratna; Aslikhatin, Hanik
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.241

Abstract

Latar belakang : Fraktur terjadi karena adanya benturan langsung ketika tulang mengalami fraktur maka struktur disekitarnya akan mengalami gangguan. Penanganan fraktur salah satunya yaitu dengan dilakukannya pembedahan Open Reduction and Internal Fixation (ORIF). Pasca dilakukan tindakan operatif pasien akan merasakan nyeri yang menimbulkan ketidaknyamanan. Tatalaksana pada pasien dengan nyeri dengan non farmakologi seperti menggunakan aromaterapi lavender. Terapi ini dapat mengurangi keluhan nyeri hal ini karena lavender memiliki kegunaan untuk menambah kemampuan otot, kesehatan psikologis, dan menenangkan pikiran. Metode : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan metode eksperimen one group Pretest-Posttest Design yang dilakukan terhadap satu kelompok tanpa adanya kelompok kontrol. Sampel sebanyak 26 pasien dengan metode accidental sampling. Pengukuran nyeri menggunakan VAS (Visual Analogue Scale). Hasil : Rata-rata skala nyeri responden sebelum diberikan aromaterapi lavender adalah 5,23 setelah diberikan aromaterapi lavender menjadi 3,88. Ada 24 responden yang mengalami penurunan skala nyeri serta ada 2 responden yang nyerinya tetap. Hasil uji statistik wilcoxon didapatkan nilai P value = 0,000 maka dapat disimpulkan ada perbedaan skala nyeri sebelum dan sesudah pemberian. Simpulan : Ada pengaruh aroma terapi lavender terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post ORIF di RSI Sunan Kudus
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN IBU MENOPAUSE DENGAN TINGKAT KELUHAN YANG DIALAMI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PEGIRIAN KECAMATAN SEMAMPIR SURABAYA Fatimawati, Lis; Pramesti, Reza Dinda; Kertapati, Yoga
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.243

Abstract

Kecemasan yang timbul pada wanita menopause sering dihubungkan dengan adanya kekhawatiran dalam menghadapi perubahan fisik maupun psikis yang akan dialami oleh ibu menopause. Keluhan yang dialami pada ibu menopause yaitu Hot Flashes, jantung berdebar, gangguan tidur, gangguan tulang dan persendian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan ibu menopause dengan tingkat keluhan yang dialami di wilayah kerja Puskesmas Pegirian Kecamatan Semampir Surabaya.  Desain penelitian ini adalah analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional dengan populasi 1560 orang pada bulan April - Mei. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Accidental Sampling sehingga mendapatkan 103 sampel. Instrument penelitian ini menggunakan kuisioner kecemasan HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale), keluhan menopause MRS (Menopause Rating Scale) dan data di analisa dengan uji spearman rho Hasil penelitian didapatkan ibu menopause yang mengalami tingkat kecemasan sedang sebanyak 41 orang (39,8%) dan tingkat keluhan sedang sebanyak 43 orang (41,7%). Berdasarkan hasil penelitian dari uji statistik spearman rho didapatkan nilai signifikansi sebesar ? = 0,049. Nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari ? = 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel tingkat kecemasan ibu menopause memiliki hubungan dengan tingkat keluhan yang dialami di wilayah kerja Puskesmas Pegirian Kecamatan Semampir Surabaya. Bagi ibu menopause yang mengalami tingkat kecemasan dapat berkonsultasi dengan pelayanan kesehatan di Puskesmas Pegirian dalam penanganannya dan pada tingkat keluhan yang dialami ibu menopause dapat mengikuti kegiatan aktif yang dilakukan oleh Puskesmas Pegirian guna untuk meningkatkan kualitas hidup yang sehat.
KONSEP DIRI PENYINTAS KUSTA DI PUSKESMAS LASEM : STUDI FENOMENOLOGI Arsy, Gardha Rias; Mugiyarto, Mugiyarto; Hindriyastuti, Sri
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.239

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Konsep diri yang positif dapat disejajarkan dengan evaluasi dan penerimaan diri yang positif (Arsy & Hindriyastuti, 2022). Individu dengan penilaian diri yang tinggi secara umum dapat menerima diri mereka sendiri dengan baik.  Hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Hariyanto (2021) yang menyatakan bahwa pada penderita kusta di Wilayah Kerja Puskesmas Kasiyan Kabupaten Jember seluruhnya menunjukkan konsep diri positif (100%), dimana 43,3% menyatakan interaksi social yang baik dan 56,7% menyatakan interaksi sosial yang cukup. Didukung dengan penelitian yang dilakukan oleh Mahanani (2020) yang menemukan dimana pada penelitianya menemukan bahwa sebagian besar penderita kusta memiliki konsep diri negatif mengalami disabilitas tingkat 1 tetapi tidak mengalami kecacatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsep diri penyintas kusta. Metode: Pada penelitian ini menggunakan metode fenomenologi interpretative. Teknik pengambilan data dengan cara Purposive Sampling yang ditetapkan dengan sampel sebanyak 9 partisipan. Hasil: Hasil penelitian dari indept interview didapatkan beberapa tepa yaitu 1)Ditinggalkan Keluarga Karena Penyakit Yang Diderita, 2) Menerima Stigma Negative Dari Masyarakat, 3) Menerima Bahwa Penyakit adalah Pemberian Tuhan. Simpulan: Konsep diri dari penyintas kusta di puskesmas lasem harus berjuang untuk melawan stigma mengenai penyakit kusta. Partisipan berusaha menerima dan memberikan afirmasi positif pada dirinya bahwa keadaan tersebut merupakan pemberian Tuhan. 
GAMBARAN TINGKAT DEPRESI WARGA BINAAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS II A KENDAL Ardiyanti, Yulia; Rokatun, Rokatun; Fatikhah, Fatikhah; Yuliana, Alvi Ratna; Karyika Sari5, Adriyanti Wing
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 13, No 1 (2026): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v13i1.236

Abstract

Depression is one of the most common mental health problems experienced by inmates in correctional institutions due to psychological stress, limited freedom, and lack of social support. This condition can affect inmates’ psychological well-being and hinder the rehabilitation process if not properly identified and managed. This study aimed to determine the level of depression among inmates at Class II A Correctional Institution in Kendal. A quantitative descriptive research design was employed in this study. The population consisted of all inmates at the Class II A Correctional Institution in Kendal, with a total of 73 respondents selected using a total sampling technique. Data were collected using a standardized depression questionnaire. Data analysis was conducted using descriptive statistics by calculating frequency distribution and percentage to describe the depression levels of the respondents. The results showed that the majority of inmates experienced severe depression, with 51 respondents (69.9%) classified as having severe depression and 22 respondents (30.1%) classified as having mild depression. These findings indicate that the prevalence of severe depression among inmates at Class II A Correctional Institution in Kendal is high and represents a significant mental health concern. The high level of severe depression suggests that inmates face considerable psychological burdens that may affect their psychosocial functioning and participation in rehabilitation programs. In conclusion, most inmates at Class II A Correctional Institution in Kendal experience severe depression, highlighting the need for enhanced mental health services, including regular depression screening, psychological counseling, and programs that promote psychological well-being among inmates.