cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 Desa Kajhu No. 14 Kecamatan Baitussalam Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Published by Indo Publishing
ISSN : 30897742     EISSN : 30897734     DOI : https://doi.org/10.63822/jejakdigital
Jurnal Ilmiah Multidisiplin adalah jurnal elektronik dan cetak Open Access Journal yang diterbitkan oleh Indo Publishing setiap 6 kali dalam setahun menyediakan forum untuk mempublikasikan artikel penelitian asli, artikel review dari kontributor, dan berita teknologi baru mencangkup multidisiplin ilmu
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,236 Documents
Evaluasi Sistem Penyimpanan Arsip di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang Ziddane Diva Yosvia Widodo; Shohib Muslim
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/3q1rjj03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan arsip di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang dalam mendukung efektivitas pengelolaan arsip di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan arsip di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang telah menerapkan klasifikasi arsip berbasis subjek sesuai program jaminan seperti JKK, JKM, JHT, dan JP. Proses pemberkasan, penataan, serta pelabelan arsip sudah dilakukan secara sistematis sehingga mempermudah proses temu kembali arsip. Selain itu, instansi juga mulai menerapkan sistem pengelolaan arsip digital melalui penggunaan aplikasi dan media penyimpanan elektronik. Namun, pelaksanaan pengelolaan arsip masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, ketergantungan pada arsip fisik, serta keterbatasan sumber daya manusia dalam pengelolaan arsip digital. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi digitalisasi arsip, peningkatan sarana dan prasarana, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia agar sistem pengelolaan arsip dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.
Implementasi E-Government dalam Pelayanan Administrasi Kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Serang Hanny Pramuditha Pratiwi; Aulia Fitriani; Iis Panisah; Ratna Suminar
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/dcv8jc07

Abstract

Studi ini mengevaluasi implementasi e-government pada pelayanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kota Serang melalui pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa sistem e-government berhasil memicu peningkatan efisiensi, efektivitas, serta transparansi pelayanan. Meski demikian, proses pelaksanaannya masih menghadapi sejumlah kendala, antara lain rendahnya literasi digital warga, minimnya kegiatan sosialisasi, dan gangguan teknis pada sistem. Guna mengoptimalkan pelayanan digital tersebut, pembenahan infrastruktur teknologi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia mutlak diperlukan.
Analisis Penggunaan Sistem Informasi Pengendalian Tagihan (SINTAG) pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Provinsi Jawa Barat Nazwa Ayu Dianita; Firman Yudhanegara
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/62fp0642

Abstract

Kemajuan teknologi informasi mendorong lembaga pemerintah melakukan transformasi digital untuk meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan transparansi pengelolaan keuangan. Salah satu bentuknya adalah penerapan Sistem Informasi Pengendalian Tagihan (SINTAG) di Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan sistem tersebut, menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data dari observasi dan dokumentasi selama kegiatan magang. Hasil penelitian menunjukkan SINTAG memiliki alur kerja terstruktur yang mampu meningkatkan efisiensi administrasi, mengurangi risiko duplikasi data, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas. Tantangan utamanya adalah kelengkapan dokumen, sehingga diperlukan verifikasi tambahan. Secara keseluruhan, SINTAG mendukung pengelolaan tagihan yang lebih efisien, terencana, dan akuntabel di lingkungan sektor publik.
Analisis Perkembangan Nilai Tukar Petani sebagai Indikator Kesejahteraan Petani di Provinsi Jawa Barat Tahun 2019–2024 A Fahmi Latief Putra; Alfian Noor Rachman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/5z2kq697

Abstract

Nilai Tukar Petani merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk menggambarkan kesejahteraan relatif petani melalui perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dan indeks harga yang dibayar petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan Nilai Tukar Petani di Provinsi Jawa Barat selama periode 2019–2024 serta menginterpretasikan posisinya sebagai indikator daya tukar petani. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif berdasarkan data sekunder tahunan yang diperoleh dari Open Data Jawa Barat. Analisis data dilakukan dengan menghitung perubahan nilai tahunan, pertumbuhan tahunan, dan menginterpretasikan Nilai Tukar Petani berdasarkan kategori di atas atau di bawah 100. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani Jawa Barat mengalami fluktuasi selama periode penelitian. Nilai Tukar Petani berada di atas 100 pada tahun 2019, 2020, 2023, dan 2024, sedangkan pada tahun 2021 dan 2022 berada di bawah 100. Nilai terendah terjadi pada tahun 2021 sebesar 97,84, sedangkan nilai tertinggi terjadi pada tahun 2024 sebesar 112,17. Temuan ini menunjukkan bahwa daya tukar petani mengalami tekanan pada tahun 2021–2022 dan menunjukkan perbaikan pada tahun 2023–2024.
Analisis Konstruksi Butir Soal Pilihan Ganda Berdasarkan Kaidah Penulisan yang Baik Yentro K. Djo; Maya Novita Mbura
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ysxkve47

Abstract

Assessment plays a crucial role in education as it serves as a tool for measuring students’ achievement of learning competencies. One of the most widely used assessment instruments is the multiple-choice test. Despite its advantages in terms of objectivity, efficiency, and ease of scoring, the quality of multiple-choice tests largely depends on the accuracy of item construction. Previous studies have identified several common weaknesses in item development, including unclear stems, ambiguous wording, ineffective distractors, and misalignment between learning objectives and assessment indicators. Such weaknesses may reduce the validity and reliability of assessment results. This article aims to analyze the construction of multiple-choice items based on established item-writing guidelines and examine their relationship with educational quality. The study employs a literature review approach by analyzing scholarly articles, educational reports, and policy documents published between 2020 and 2025. The findings indicate that well-constructed multiple-choice items contribute significantly to the accurate measurement of learning outcomes, the development of higher-order thinking skills, and overall educational quality. In the context of East Nusa Tenggara (NTT), challenges in assessment quality are closely associated with limited teacher training opportunities and restricted access to educational resources. Therefore, strengthening teachers’ assessment competencies is a strategic priority for improving educational outcomes.
Struktur dan Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia Nubaisy Khair Ma’ruf; Muhammad Rifky Ramadhana; Agung Pranoto Kadiatmaja
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/swymny92

Abstract

This study examines the structure and mechanisms of word formation in Indonesian, emphasizing morphological phenomena such as affixation, reduplication, and composition. The background is rooted in the complexity of word formation processes in Indonesian that require structured academic study. The aim of this study is to describe the types of word structures and productive word formation processes in Indonesian. The method applied is descriptive qualitative with data collection through literature study and document analysis of primary linguistic sources. The findings show that words in Indonesian are divided into basic words and derived words, and the word formation process is dominated by affixation, including prefixes (me-, ber-, di-, pe-, ter-, ke-), suffixes (-kan, -an, -i), and confixes (me-…-kan, me-…-i, ber-…-an). Reduplication and composition also play an important role in expanding vocabulary. The research findings confirm that morphological processes in Indonesian are productive and regular, in line with the theoretical frameworks of Chaer (2008) and Kridalaksana (2009). This research deepens our understanding of Indonesian morphology and provides pedagogical implications for language teaching and learning.
Model Psikoterapi Islami Berbasis Tilawah Al-Qur’an: Kajian Literatur Fathya Putri Kamilla; Khairunnas Rajab
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/4yfn5d60

Abstract

Kesehatan mental menjadi isu global yang mendesak, ditandai dengan meningkatnya stres, kecemasan, dan gangguan emosional. Pada komunitas Muslim, pendekatan psikoterapi yang sesuai dengan nilai agama menjadi penting. Artikel ini membahas model psikoterapi Islam berbasis tilawah Al-Qur’an serta mekanisme koping yang memengaruhi kesehatan mental. Melalui kajian pustaka terhadap studi empiris dan konseptual, artikel ini menelaah mekanisme membaca atau mendengarkan Al-Qur’an dengan regulasi emosi, penurunan stres, dan kesejahteraan psikologis. Temuan menunjukkan bahwa tilawah dapat berfungsi sebagai koping religius adaptif. Secara psikologis, tilawah membantu individu menafsirkan kesulitan hidup melalui iman dan makna. Secara fisiologis, irama dan pola suara tilawah dapat memicu relaksasi, mengurangi ketegangan, dan menumbuhkan rasa tenang. Praktik tilawah yang konsisten juga dapat meningkatkan pengendalian diri, harapan, dan resiliensi. Artikel ini menyimpulkan bahwa tilawah Al-Qur’an berpotensi menjadi intervensi psikoterapi komplementer yang kontekstual dan berbasis nilai. Namun, pengembangan model dan penelitian eksperimental yang lebih ketat tetap diperlukan agar sesuai dengan standar praktik berbasis bukti dalam psikologi klinis.
Randai Ilau Nagari Saniang Baka: Dinamika, Makna, dan Upaya Revitalisasi Kesenian Tradisional Minangkabau Agung Setiawan; Yunaidi Yunaidi; Muhammad Rafif
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/77gz6c94

Abstract

Randai Ilau is one of the traditional Minangkabau arts originating from Nagari Saniang Baka, X Koto Singkarak District, Solok Regency, West Sumatra. This art is included in the form of old randai which still maintains its traditional characteristics to this day. Unlike randai in general which developed as a folk performing art with elements of drama and dialogue, Randai Ilau has unique characteristics in the form of the use of vocal singing as the only musical element, movements derived from Minangkabau silek, and a strong connection with the community's traditional rituals. This study aims to describe the dynamics of the development of Randai Ilau, analyze the cultural meaning contained in it, and examine the revitalization efforts made to maintain its existence. The research method used is descriptive qualitative with a literature study approach. The results of the study show that Randai Ilau has experienced a development in function from ritual art to cultural performing arts that can be displayed in various social activities. In addition to having artistic value, Randai Ilau also contains social, leadership, religious, and cultural education values that are an important part of the life of the Nagari Saniang Baka community. Various revitalization programs undertaken by the government, academics, and local communities demonstrate a collective awareness of preserving this cultural heritage.
Eksistensi dan Pelestarian Musik Katumbak sebagai Warisan Budaya Tradisional Minangkabau di Era Modern dalam Acara Pesta Pernikahan di Kabupaten Padang Pariaman Adelia Tri Sandi; Firdaus Firdaus; Firman Firman
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/e7dcb377

Abstract

Katumbak Music is one of the traditional arts of the Minangkabau community that has developed in the Pariaman and Padang Pariaman regions of West Sumatra, Indonesia. This musical tradition serves as a form of folk entertainment accompanying various social and cultural activities, particularly wedding ceremonies. However, the advancement of technology and the growing influence of modern entertainment have posed significant challenges to the existence of Katumbak Music. This study aims to examine the existence of Katumbak Music in the modern era and explore the various efforts undertaken to preserve it as a traditional cultural heritage of the Minangkabau people, especially in wedding ceremonies in Padang Pariaman Regency. The research employs a descriptive qualitative method to provide an in-depth understanding of the existence and preservation of Katumbak Music. Data were collected through observation, interviews with Katumbak performers, community leaders, and documentation related to Katumbak performances. The findings indicate that Katumbak Music continues to exist in several Minangkabau regions, particularly in Pauh Kambar, Padang Pariaman Regency, where it is still performed during traditional ceremonies, wedding celebrations, and traditional art performances. Preservation efforts include the transmission of knowledge to younger generations, the development of art groups, the organization of cultural festivals, and the utilization of digital media as a means of promotion and documentation.
Problematika Penegakan Hukum Lingkungan Terhadap Degradasi Ekosistem Pascatambang di Sulawesi Tenggara Andi Musakkir Musni; Cakra Andreas Situmeang; Mus Mubarak
Jejak digital: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2026): JUNI-JULI
Publisher : INDO PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nq3byd24

Abstract

Post-mining ecosystem degradation in Southeast Sulawesi demonstrates the serious impact of mining activities on the environment, particularly in terms of soil damage, water pollution, and the loss of ecological function in post-mining areas. Despite existing regulations governing reclamation and post-mining obligations, environmental law enforcement still faces various obstacles, both institutionally and in terms of business compliance. This study aims to analyze the challenges of environmental law enforcement regarding post-mining ecosystem degradation in Southeast Sulawesi. The research questions are: the effectiveness of environmental law enforcement regarding post-mining ecosystem degradation and the factors that hinder its implementation. The research method used is empirical legal research using legislative and sociological approaches, through the collection of primary and secondary data. The results indicate that environmental law enforcement has not been optimal due to weak oversight, low compliance by mining companies with reclamation obligations, and limited administrative and criminal sanctions. Furthermore, there is a gap between legal norms and field practices, contributing to the continued deterioration of post-mining ecosystems. In conclusion, strengthening legal instruments, increasing oversight capacity, and consistent enforcement of sanctions are necessary for effective post-mining environmental protection.

Page 82 of 124 | Total Record : 1236