cover
Contact Name
Noranisa
Contact Email
nisa@iaidukandangan.ac.id
Phone
+6282251064516
Journal Mail Official
ulum@iaidukandangan.ac.id
Editorial Address
Jln. Rantauan RT 03 RW II Gambah Luar, Kecamatan Kandangan Kabupaten Hulu Sungai Selatan 71216 - Kalimantan Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : -     EISSN : 30325390     DOI : https://doi.org/10.63216/alulum.v2i02
Core Subject : Religion, Education,
The journal focuses on providing qualified and impactful research in the area of Education and Learning Innovation. The journal focuses on providing qualified researches in the area of Education and Learning Innovation, Educational Policy, Methods and Strategies in Teaching and learning, Learning Assessment and Evaluation, Curriculum, Educational Technology, Media in Teaching and learning, Educational Development, Educational Evaluation, Educational Management, Formal Education, Informal Education and Non-Formal Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
PAI dan STUDI SOSIAL-BUDAYA KONTEMPORER PERSPEKTIF SOSIOLOGI, ANTROPOLOGI, dan CULTURAL STUDIES DALAM PEMBELAJARAN PAI: Analisis Interdisipliner Perspektif Sosiologi, Antropologi, dan Cultural Studies dalam Pembelajaran PAI Tubagus Panambaian; Husnul Yaqin
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.572

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan agama Islam (PAI) melalui pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan perspektif sosiologi, antropologi, dan cultural studies. Penelitian dilakukan dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis kualitatif terhadap sumber-sumber literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konteks sosial dan budaya memengaruhi secara signifikan pelaksanaan PAI, di mana pendekatan sosiologis mengungkap perannya dalam membentuk identitas dan nilai sosial, pendekatan antropologis menekankan pentingnya integrasi budaya lokal, dan cultural studies menyoroti interaksi agama dengan media serta dinamika kekuasaan dalam masyarakat multikultural. Tantangan utama yang dihadapi adalah bagaimana mengintegrasikan ketiga perspektif ini secara harmonis dalam kurikulum dan praktik pembelajaran. Disimpulkan bahwa pendekatan interdisipliner dapat meningkatkan relevansi PAI dengan realitas sosial-budaya, mendorong toleransi, serta membentuk peserta didik yang kritis dan adaptif. Rekomendasi yang diajukan antara lain pengembangan kurikulum PAI yang kontekstual, peningkatan kapasitas guru, serta penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan inklusif.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR PADA ERA DIGITAL SEBAGAI INOVASI PENDIDIKAN: KAJIAN LITERATUR : Transformasi Pembelajaran, Sekolah Dasar, Era Digital anggun lisa; Siti Munfiatik
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.596

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk transformasi pembelajaran di sekolah dasar pada era digital, mengidentifikasi model-model pembelajaran inovatif, serta mengkaji dampak dan tantangan implementasinya sebagai bentuk inovasi pendidikan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research) yang sumber datanya diperoleh dari buku, artikel jurnal nasional dan internasional, serta dokumen ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi pembelajaran di sekolah dasar pada era digital menjadikan proses belajar lebih aktif, interaktif, dan berpusat pada peserta didik. Perubahan ini terlihat dari pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran yang mampu meningkatkan keterlibatan siswa serta menyesuaikan dengan kebutuhan belajar mereka. Untuk mendukung keberhasilannya, diperlukan peran guru, sekolah, pemerintah, dan orang tua dalam penguatan kompetensi digital, penyediaan sarana, serta penerapan strategi pembelajaran yang tepat. Dengan demikian, inovasi pendidikan dapat diterapkan secara efektif dan berkelanjutan.
ibnul amin putri PENERAPAN MODEL GERLACH DAN ELY DALAM PEMBELAJARAN SIRAH NABAWIYAH DI PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTRI PEMANGKIH: PENERAPAN MODEL GERLACH DAN ELY DALAM PEMBELAJARAN SIRAH NABAWIYAH DI PONDOK PESANTREN IBNUL AMIN PUTRI PEMANGKIH Ervina; Fatimah Az-Zahra; Syaiful Bahri Djamarah; Hilmi Mizani
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.606

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Gerlach dan Ely dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah di Pondok Pesantren Ibnul Amin Putri Pemangkih. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan model pembelajaran yang sistematis untuk meningkatkan keaktifan santri serta mengoptimalkan pemahaman dan penghayatan terhadap nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru pengampu mata pelajaran Sirah Nabawiyah dan santri Pondok Pesantren Ibnul Amin Putri Pemangkih. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Gerlach dan Ely dilakukan melalui perencanaan pembelajaran yang sistematis, pelaksanaan pembelajaran yang melibatkan santri secara aktif, penggunaan media pembelajaran yang mendukung pemahaman materi, serta evaluasi yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penerapan model ini mampu meningkatkan partisipasi santri dalam proses pembelajaran, mempermudah pemahaman terhadap materi Sirah Nabawiyah, serta mendorong internalisasi nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, model Gerlach dan Ely efektif diterapkan dalam pembelajaran Sirah Nabawiyah untuk mendukung pembentukan karakter santri di lingkungan pesantren.
REVITALISASI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL: Pendidikan akhlak, Pendidikan Agama Islam, Era digital, Pendidikan karakter, Studi kepustakaan Badrus Shalih; Muhammad Iqbal Dewantara; Sahrahman
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.608

Abstract

Artikel ini membahas revitalisasi pendidikan akhlak dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era digital. Persoalan utama yang dikaji adalah semakin lebarnya jarak antara intensitas paparan digital peserta didik dengan kemampuan pembelajaran PAI dalam menumbuhkan adab, nalar moral, dan perilaku digital yang bertanggung jawab. Penelitian menggunakan metode kepustakaan dengan analisis isi deskriptif-analitis terhadap artikel jurnal Indonesia terbitan 2021-2025 yang membahas pembelajaran PAI, pendidikan karakter, media digital, keteladanan guru, dan pembinaan moral peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa revitalisasi pendidikan akhlak menuntut pergeseran dari pembelajaran PAI yang dominan kognitif menuju pedagogi akhlak integratif, yaitu pembelajaran yang menggabungkan keteladanan, pembiasaan, dialog reflektif, literasi digital, asesmen autentik, dan kolaborasi sekolah-keluarga. Artikel ini juga menyajikan vignette kualitatif sebagai ilustrasi kontekstual berbasis sintesis tematik literatur, bukan sebagai klaim data lapangan baru. Kebaruan teoretis artikel ini terletak pada tawaran kerangka pembelajaran PAI digital berbasis nilai yang memandang teknologi bukan sekadar media, melainkan ruang etik pendidikan. Secara praktis, artikel ini memberi kontribusi bagi pengembangan pembelajaran PAI yang lebih manusiawi, kontekstual, dan relevan bagi generasi Z dan Alpha.
MODEL BANATHY DALAM PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: Model Banathy, Desain Pembelajaran, Pendidikan Agama Islam, Pendekatan Sistem. fathur rabbany; Syaiful Bahri Djamarah; Hilmi Mizani
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan model desain pembelajaran Bela H. Banathy dalam pengembangan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), yang mencakup konsep dasar, tahapan, implementasi, serta kelebihan dan keterbatasannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi terhadap literatur relevan, sedangkan analisis data menerapkan teknik analisis isi yang meliputi reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis literatur menunjukkan bahwa model Banathy memiliki karakteristik sistematis, berorientasi tujuan, fleksibel, serta menerapkan evaluasi berkelanjutan dengan menempatkan peserta didik sebagai pusat sistem pembelajaran. Penerapannya dalam PAI diwujudkan melalui tahapan merumuskan tujuan spesifik, mengembangkan tes, menganalisis kegiatan belajar, mendesain sistem instruksional, serta melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran. Literatur yang dianalisis menunjukkan bahwa model ini berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran PAI dan mentransformasi pembelajaran PAI konvensional menjadi lebih terstruktur dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami serta nilai spiritual siswa, meski menuntut waktu perencanaan relatif panjang dan kompetensi pedagogik guru yang tinggi. Simpulannya, model Banathy sangat relevan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran PAI secara holistik di era modern, asalkan guru mampu memadukan kerangka sistem terstruktur dengan pendekatan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan komunikatif di kelas
PENDALAMAN MATERI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BIDANG FIQIH DI MADRASAH TSANAWIYAH: Pendidikan Agama Islam, Fikih, Madrasah Tsanawiyah fauzil ihya; Mahyuddin Barni
AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN Vol. 4 No. 01 (2026): AL-ULUM | JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
Publisher : IAI DARUL ULUM KANDANGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63216/alulum.v4i01.611

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendalaman materi Pendidikan Agama Islam bidang Fikih di Madrasah Tsanawiyah (MTs), meliputi pengertian Pendidikan Agama Islam dan Fikih, tujuan pembelajaran Fikih, serta pengembangan materi Fikih pada setiap jenjang kelas di MTs. Penelitian ini menggunakan metode library research atau studi kepustakaan dengan teknik analisis isi (content analysis). Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, serta dokumen yang berkaitan dengan pembelajaran Fikih di MTs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Islam memiliki cakupan yang holistik meliputi akidah, syariah, akhlak, hukum Islam, sejarah peradaban, dan budaya Islam. Fikih merupakan pengetahuan tentang hukum syara’ yang bersifat praktis dan berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Materi Fikih di MTs disusun secara bertahap dari kelas VII hingga IX, dimulai dari thaharah dan shalat, berkembang pada ibadah sosial dan spiritual, hingga fikih muamalah dan pengurusan jenazah. Dengan demikian, pembelajaran Fikih di MTs berperan penting dalam membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, dan mampu mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan bermasyarakat