cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 10 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 2 (2026)" : 10 Documents clear
MANGANESE (Mn) MINERAL DELINIATION AT THE “NAMASTE” FIELD BASED ON INDUCED POLARIATION (IP) METHOD Cahyaningtyas, Virnanda Eka; Yatini, Y
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.1879

Abstract

Indonesia is one of the world's leading producers of manganese (Mn). Manganese is one of the essential elements required by humans and industry, making the exploration of manganese minerals crucial. This exploration often utilises geophysical methods. Research has been conducted on the “Namaste” field area located in Tulungagung Regency, East Java. The study aims to determine the presence and distribution of manganese minerals using the Induced Polarisation (IP) method, thereby enabling the identification of the lithology and the presence of manganese minerals in the study area. Measurements were made on 10 trajectories using a dipole-dipole configuration with a = 10 and a = 20 meters and n = 1-8. The measurement trajectory spans an area of 400 m x 400 m, with a length ranging from 100 to 260 meters. Data were processed using Res2DInv and other software such as Surfer, Oasis Montaj, CorelDraw, Rockwork, and Leapfrog. The results show the distribution of resistivity values in the range of (5-4500) Ohm-m and chargeability values of (1-295) msec. Low resistivity values, below 100 Ohm-m, are interpreted as indicating carbonate mudstone, while medium resistivity values (100-2000 Ohm-m) are interpreted as indicating limestone. High resistivity values >2500 Ohm-m are interpreted as intrusive igneous rocks. The presence of manganese minerals is spread at a depth of <27 meters with a high chargeability value of >100 msec. The distribution of manganese minerals is dominated in the central and northern areas of the study area.
ANALISIS POLA SPASIAL KEJAHATAN JALANAN: PENGARUH APJ DAN CCTV DI PROVINSI DIY Setyawati, Affina Dyan; Diyono, Diyono
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.6545

Abstract

Kejahatan jalanan, termasuk fenomena "klithih" di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), merupakan isu krusial yang mengancam keamanan masyarakat. Penelitian ini menganalisis pola spasial kejahatan jalanan (2018-2023), hubungannya dengan faktor sosiodemografi, serta pengaruh ketersediaan Alat Penerangan Jalan (APJ) dan Closed Circuit Television (CCTV). Metode yang digunakan meliputi agregasi temporal, time clustering, dan analisis pergerakan untuk pola spasial. Analisis korelasi (Pearson Product Moment, Moran's I lokal) dan regresi spasial (Geographically Weighted Regression/GWR, Spatial Lag Model/SLM) diterapkan untuk menguji pengaruh variabel sosiodemografi, APJ, dan CCTV. Hasil menunjukkan bahwa kejahatan jalanan membentuk pola clustering spasial signifikan di jaringan jalan, dengan intensitas tertinggi antara pukul 22:00 hingga 05:00 WIB dan pergerakan dominan ke timur laut (NE) DIY. Pola sebaran kejadian pada jaringan jalan terklasifikasi sebagai clustered, radial, dan linear. Korelasi dengan faktor sosiodemografi umumnya lemah, sejalan dengan fakta bahwa hanya 31,15% kasus yang melibatkan pelaku lokal sehingga karakteristik wilayah asal kejadian tidak selalu relevan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa persentase pendidikan tinggi dan luas wilayah berasosiasi signifikan dengan variasi kejadian. Penelitian ini menegaskan bahwa APJ dan CCTV memiliki hubungan spasial signifikan dengan kejahatan jalanan. Model SLM menunjukkan keduanya berhubungan positif dengan jumlah kejadian per grid, dengan kekuatan model (R2) sebesar 0,2358 untuk APJ dan 0,1981 untuk CCTV.
KUALITAS AIR TANAH DI KOTA GORONTALO: INTEGRASI BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MELALUI KETERKAITAN UNIT GEOMORFOLOGI DAN PARAMETER FISIK-KIMIA AIR TANAH Napu, Siti Suhartini S; Wilopo, Wahyu; Putra , Doni Prakasa Eka
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.8787

Abstract

Penelitian terdahulu terkait kualitas air tanah di Kota Gorontalo, umumnya masih bersifat lokal, deskriptif, tanpa mengaitkannya dengan unit geomorfologi Kota Gorontalo. Oleh karena itu, makalah ini bertujuan untuk mengaitkan karakteristik kualitas air tanah dengan unit geomorfologi menggunakan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG). Data kualitas air tanah yang digunakan adalah sifat fisik-kimia berupa Total Zat Padat Terlarut/TDS, Daya Hantar Listrik/DHL, warna, bau, rasa dan pH. Data diperoleh dari 63 titik sumur gali, sedangkan unit geomorfologi hasil interpretasi DEMNAS dan observasi lapangan. Semua parameter direklasifikasi berdasarkan standar baku mutu air minum dan digabungkan secara spasial untuk menghasilkan peta kualitas air tanah Kota Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan nilai TDS >300 mg/L dan DHL >750 µS/cm ditemukan pada satuan perbukitan intrusi, piroklastik, karst, dataran danau, dan pantai. Sebaliknya, nilai TDS dan DHL yang sesuai standar ditemukan pada dataran aluvial dan banjir. Nilai pH >8,5 diidentifikasi pada dataran pantai dan beberapa titik lokal di dataran aluvial. Peta kualitas air tanah menunjukkan gradasi dari zona air tanah layak menuju zona air tanah cukup layak dan zona air tanah tidak layak sejalan dengan perubahan unit geomorfologi. Air tanah dengan kualitas terbaik terkonsentrasi pada unit geomorfologi dataran aluvial dan banjir di bagian utara dan timur Kota Gorontalo, yang termasuk dalam kategori layak. Secara keseluruhan, penelitian kualitas air tanah di Kota Gorontalo dipengaruhi oleh kombinasi kondisi geomorfologi, interaksi air dengan batuan sekitar, serta keterbatasan pengimbuhan lokal. Pendekatan integrasi berbasis SIG ini dapat diterapkan di kota-kota tropis lainnya sebagai dasar perencanaan konservasi zona resapan dan pengendalian pencemaran air tanah.
ANALISIS BAHAYA GEMPA BUMI BERDASARKAN METODE DETERMINISTIK DENGAN PENDEKATAN PEAK GROUND ACCELERATION DAN SPECTRAL ACCELERATION DI KOTA PALU Jayadi, Harsano; Efendi, Rustan; Rewia, Rewia
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.8924

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bahaya gempa bumi di Kota Palu menggunakan metode deterministik, yang mencakup pemodelan sebaran nilai Peak Ground Acceleration (PGA) dan kurva respon Spectral Acceleration (SA). Simulasi dilakukan dengan memperhitungkan dua fungsi atenuasi, yaitu Boore-Atkinson (2014) Next Generation Attenuation (NGA) dan Campbell-Bozorgnia (2014) NGA, serta mempertimbangkan parameter nilai VS30 dan mainshock gempa bumi Kota Palu pada 28 September 2018. Data yang diperoleh diolah untuk menghasilkan peta sebaran PGA dan SA. Hasil analisis menunjukkan bahwa wilayah dengan nilai PGA tertinggi terletak di Kecamatan Tatanga, Kecamatan Palu Barat, dan bagian timur Kecamatan Ulujadi, dengan nilai PGA antara 0,43-0,44 gal dan 0,54-0,565 gal, yang menunjukkan dampak kerusakan dengan intensitas skala VIII-IX pada Modified Mercalli Intensity (MMI), kategori kerusakan sedang hingga berat. Kurva respon SA dari kedua fungsi atenuasi menunjukkan peningkatan nilai SA pada periode pendek (0,1 detik), mencapai puncak pada periode 0,3 detik, dan menurun setelah periode tersebut. Pada periode puncak, yaitu 0,3 detik, perubahan bentuk, berupa kerusakan bangunan bertingkat dapat terjadi apabila gempa bumi terjadi dengan nilai PGA yang bertepatan pada periode tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pemetaan dan mitigasi risiko gempa bumi di Kota Palu
IDENTIFIKASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DI KAWASAN LAPANGAN BASEBALL ITERA Tobing, Paula Sisoada; Paembonan, Andri Yadi
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.8987

Abstract

Keberadaan potensi air tanah turut berperan dalam perkembangan infrastruktur di Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Salah satu kawasan yang dicanangkan untuk dijadikan Sport Center ITERA adalah kawasan lapangan baseball. Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan air berkelanjutan di kawasan tersebut dengan tujuan utama menduga potensi akuifer menggunakan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT). Metode ini digunakan pada empat lintasan survei di kawasan Lapangan Baseball ITERA dengan konfigurasi elektroda dan titik pengukuran yang berbeda untuk mendeteksi variasi resistivitas bawah permukaan. Akuisisi data menggunakan konfigurasi Wenner-Schlumberger, Wenner-Alpha, Wenner-Beta, dan Dipole-Dipole, yang diproses menggunakan perangkat lunak RES2DINV. Hasil interpretasi resistivitas mengindikasikan bahwa zona akuifer di daerah penelitian dikontrol oleh batupasir tufan (40-90 Ωm). Sedangkan lapisan pembatas (akuiklud/akuitard) diinterpretasikan sebagai batulempung tufan (<40 Ωm) dan lapisan kedap air diinterpretasikan sebagai tuf (>90 Ωm). Lintasan 1, 2 dan 4 mengidentifikasi potensi akuifer pada kedalaman rata-rata 19,8–31,2 m dengan rentang resistivitas 40–90 Ωm diinterpretasikan sebagai batupasir tufan. Lintasan 3 tidak memiliki potensi akuifer, melainkan adanya tuf yang sangat luas pada kedalaman 15–46 m, dengan resistivitas >90 Ωm, Studi ini memberikan data dasar saintifik yang esensial untuk pengelolaan sumber daya air tanah yang berkelanjutan di lingkungan kampus ITERA.
SEISMIC RISK ANALYSIS OF PUBLIC BUILDINGS WITH BASE ISOLATION USING INCREMENTAL DYNAMIC ANALYSIS (IDA) METHOD C. W. D, Pramesti; S, Sangadji; H. A, Saifullah
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.9030

Abstract

Earthquake can induce dynamic vibrations in building structures, which may compromise their durability and pose significant challenges to structural integrity, thereby necessitating effective protective measures. In this study, seismic base isolation was applied to reinforced concrete building structures. Base isolation is one of the effective techniques in protecting structures exposed to earthquake stimuli. In assessing the effect of the isolation system, a comparative analysis is conducted between 7-story reinforced concrete buildings without seismic protection and those equipped with Lead Rubber Bearing (LRB). In analyzing the dynamic response of the structure, Incremental Dynamic Analysis (IDA) was performed through numerical simulations using nine selected earthquake acceleration records with the aid of the Seismostruct application. The analysis results indicate that the structural resistance of the building significantly affects the seismic forces, particularly when comparing the existing structure with the base-isolated model. The structure quipped with a base isolation system demonstrates a more controlled behavior and a substantially reduced displacement response compared to the non-isolated building. In addition, the fragility curves of the two buildings show clear differences. According to the HAZUS-MH MR5 guidelines, the base-isolated structure remains below the significant damage threshold, demonstrating an overall enhancement in seismic performances.
MODEL KONSEPTUAL PEMBAGIAN RISIKO DALAM PROYEK JALAN TOL Hakim, Amalia Azizah; Wiguna, I Putu Artama
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.9032

Abstract

Skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) secara luas digunakan untuk membiayai infrastruktur jalan tol. Namun, risiko keuangan seperti ketidakpastian permintaan lalu lintas, volatilitas pendapatan, dan kompleksitas pembiayaan terus menantang keberlanjutan proyek. Penelitian ini mengembangkan model konseptual pembagian risiko keuangan untuk jalan tol KPBU guna memfasilitasi alokasi risiko yang lebih terstruktur dan adil. Desain kualitatif digunakan, menggabungkan tinjauan literatur komprehensif dengan validasi ahli melalui kuesioner dan wawancara semi-terstruktur. Proses Hierarki Analitis (AHP) digunakan untuk mengidentifikasi faktor risiko keuangan kritis dan memprioritaskan mekanisme alokasi antara mitra publik dan swasta. Model hierarki yang dihasilkan terdiri dari tiga tingkat—tujuan, kriteria, dan alternatif—memberikan panduan jelas tentang siapa yang harus menanggung setiap risiko dan dalam kondisi apa. Wawasan komparatif dari praktik internasional menunjukkan bahwa pembagian risiko yang seimbang meningkatkan kelayakan proyek, meningkatkan transparansi kontrak, dan mendukung kemitraan yang berkelanjutan. Penelitian ini menyumbangkan kerangka kerja dukungan keputusan yang transparan dan berbasis bukti yang dapat digunakan oleh pembuat kebijakan, praktisi, dan investor untuk merancang strategi pembagian risiko yang sensitif terhadap konteks dan adil untuk proyek jalan tol PPP, sehingga memperkuat ketahanan keuangan, memastikan akuntabilitas, dan menyelaraskan insentif antara mitra publik dan swasta.
KAJIAN KETERKAITAN TINGKAT KEKRITISAN DAERAH RESAPAN AIR TERHADAP KEJADIAN BANJIR DI KOTA BALIKPAPAN Putra, Doni Prakasa Eka; Zam, Esa Pradindra Fassa Zaini Zam; Fitrianita, Dessy; Putra, Alih Janu; Majid, Fitria; Sigit, Arief Bandoro
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.9064

Abstract

Kota Balikpapan merupakan salah satu wilayah dengan tingkat urbanisasi tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur. Perkembangan pesat kawasan terbangun di kota ini menyebabkan berkurangnya daerah resapan air yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan hidrologi. Penurunan kemampuan lahan dalam meresapkan air hujan berkontribusi terhadap kejadian banjir dengan total 88 kasus tercatat pada periode 2019–2024 di Kota Balikpapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona tingkat kekritisan daerah resapan air dan menganalisis keterkaitannya dengan kejadian banjir. Analisis dilakukan dengan mengintegrasikan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menggunakan empat parameter berupa tata guna lahan, laju infiltrasi, kemiringan lereng, dan kedalaman muka air tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kota Balikpapan didominasi oleh tingkat kekritisan baik. Validasi lapangan menunjukkan adanya keterkaitan antara tingkat kekritisan daerah resapan air dengan wilayah bahaya banjir. Kajian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan tata ruang dan strategi mitigasi banjir berkelanjutan di Kota Balikpapan.
MIKROZONASI SEISMIK KOTA PALU MENGGUNAKAN INDEKS NAKAMURA DAN ESTIMASI PGA BERBASIS MIKROTREMOR Meidji, Icha; Ramadanti, Nia; Asrafil, Asrafil; Jayadi, Harsano
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.9105

Abstract

Penelitian ini menyusun peta mikrozonasi kerentanan akibat gempa di Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, menggunakan 83 titik data mikrotremor. Nilai frekuensi dominan (f₀) dan faktor penguatan (A₀) ditentukan dari hasil analisis HVSR, kemudian Indeks Kerentanan Seismik dihitung menggunakan metode Nakamura. Percepatan getaran tanah maksimum (PGA) ditentukan secara empiris melalui persamaan Kanai dengan menghitung parameter magnitudo, kedalaman (hiposenter), dan jarak dari sumber gempa, serta periode predominan tanah (T0 = 1/f0). Pemetaan spasial parameter dilakukan menggunakan interpolasi IDW, dan peta mikrozonasi Kg diklasifikasikan mengacu pada Refrizon, sedangkan peta mikrozonasi PGA mengacu pada klasifikasi BMKG. Hasil menunjukkan Kg berkisar 1,338–57,204 dan PGA berkisar 74,84–414,38 gal. Peta mikrozonasi Kg membagi wilayah menjadi dua zona (sedang dan tinggi), sementara peta mikrozonasi PGA menunjukkan dua tingkat potensi kerusakan (ringan dan sedang), dengan kecenderungan nilai PGA lebih tinggi pada bagian timur yang berasosiasi dengan perbukitan, sedangkan bagian barat yang mengarah ke pesisir didominasi PGA lebih rendah. Peta mikrozonasi ini dapat digunakan sebagai masukan mitigasi dan arahan pembangunan berbasis kondisi tapak di Kecamatan Mantikulore.
3D MODELING AND DERIVATIVE ANALYSIS OF THE KETAHUN SEGMENT BASED ON GGMPLUS AND SRTM2 DATA FOR DISASTER MITIGATION Ulandari, Clora; Halauddin, Halauddin; Refrizon, Refrizon; Zakariya, Hilmi; Suhendra, Suhendra; Farid, Muchammad; Sulistiani, Alda; Raihana, Hana; Apriyanti, Nurul
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i2.9106

Abstract

interaction between the Sumatra subduction zone and the Sumatra Fault, resulting in high seismic activity. One of the important segments with the potential to cause earthquakes is the Ketahun Segment in Lebong Regency, Bengkulu Province. This study aims to map the three-dimensional (3D) fault structure and identify lithological density contrasts to support disaster mitigation efforts. The methods used include processing GGMPlus and SRTM2gravity satellite gravity data, complete Bouguer correction, regional-residual anomaly separation, first horizontal derivative (FHD) and second vertical derivative (SVD) analysis, and 3D inversion modeling using Grav3D software. The CBA analysis results show anomaly values of –8 to 50 mGal with sharp gradations indicating the presence of major fault structures. SVD and FHD analyses show the dominance of dip-slip faults with significant density contrasts. The 3D inversion modeling shows a density range of 1.02–3.52 g/cm³ with an average value of 2.27 g/cm³, where the low-density zone is at a shallow depth (0–1500 m) and the high-density zone is at a depth of 500–2000 m. The sharp boundary between the two zones indicates an active fault plane at a depth of 1000–2500 m. These findings provide a more representative picture of the fault geometry and can be used as a basis for developing earthquake mitigation strategies and spatial planning based on actual geological conditions in the Bengkulu region.

Page 1 of 1 | Total Record : 10