cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 223 Documents
MODEL 3D SEBARAN HIDROTERMAL BERDASARKAN NILAI RESISTIVITAS DI DAERAH GEOWISATA TAMBANG SAWAH, LEBONG BENGKULU Verentina, Sendiya; Suhendra, Suhendra; Refrizon, Refrizon; Gayatriani, Intan; Halauddin, Halauddin
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2677

Abstract

STUDI RESISTENSI TANAH BERDASARKAN VARIASI KEDALAMAN KECEPATAN GELOMBANG GESER (Vs) DI KECAMATAN SELEBAR, KOTA BENGKULU Setiawan, Dedi; Mase, Lindung Zalbuin; Supriani, Fepy; Misliniyati, Rena; Amri, Khairul
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.3075

Abstract

Kecamatan Selebar merupakan salah satu kecamatan di Kota Bengkulu yang memiliki beberapa infrastruktur vital. Kondisi geologi yang beragam dan aktivitas seismik yang masif menjadikan kawasan ini sebagai lokasi penting dalam studi geoteknik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara kecepatan gelombang geser (Vs) terhadap resistensi tanah di Kecamatan Selebar berdasarkan parameter kecepatan gelombang geser rata-rata (Vs) pada kedalaman 10 hingga 50 m (Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50), kelas situs dan Ground Amplification Factor (GAF). Penelitian ini menggunakan data sekunder dari perekaman mikrotremor sebanyak 40 titik yang kemudian dianalisis dan divisualisasikan dalam bentuk peta sebaran dua dimensi berbasis Geographic Information System (GIS). Interpolasi spasial dilakukan menggunakan metode Ordinary Kriging dengan Spherical Semivariogram Model dan Inverse Distance Weighting (IDW) untuk memperoleh distribusi sebaran yang lebih akurat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50 di Kecamatan Selebar berkisar antara 100 hingga 1.100 m/s, dengan peningkatan kekakuan tanah seiring bertambahnya kedalaman. Kecamatan Selebar didominasi oleh kelas situs C, dengan beberapa zona B dan D, serta GAF antara 0.9 hingga 1,7. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai respons tanah dan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi serta pertimbangan dalam perencanaan pembangunan infrastruktur tahan gempa di Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu.
CHARACTERISTIC OF LANDSLIDE IN SEULAWAH ROAD KM 80-81, BASED ON GEOPHYSICAL DATA AND GEOTECHNICAL PARAMETERS Fadhli, Zul; Wirsya, Etian; Marvita, Yurda; Miska, Layna; Syukri, Muhammad; AlFaiz, Khalif
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.5122

Abstract

This study identifies the sliding plane along the Seulawah Road (km 80-81), Muara Tiga, Pidie Regency, where a massive landslide occurred in 2023. Using the Multichannel Analysis Surface Waves (MASW) method, this research integrates shear wave velocity (Vs) data with N-SPT values and soil-bearing capacity to analyze subsurface characteristics. The study aims to characterize the sliding plane and associated weak zones by combining geophysical and geotechnical approaches. The interpretation reveals the existence of a sliding mass layer consisting of sandy gravel material at a depth of 1-3 meters with a Vs value in the range of 60-150 m/s. Underneath that, the sliding plane is found, which is interpreted as a stiff clay layer with the Vs value in the range of 155-450 m/s at a depth of 6-10 meters. The soil bearing capacity also aligned with these findings with the 20-80 kN/m2 value in the very loose sandy gravel layer. The soil-bearing capacity of the sliding plane, the clay layer, is 250-311 kN/m2. Those findings provide valuable insights into landslide characteristics and highlight the dynamic instability of the sliding plane. Moreover, this study contributes to assessing critical parameters for future reconstruction and road maintenance, offering an essential reference for landslide-prone regions.
VALIDASI SILANG REGRESI RIDGE DAN STEPWISE UNTUK PERSAMAAN TERGENERALISASI ANTARA DEBIT BENDUNGAN SUTAMI DAN CURAH HUJAN WILAYAH Luthfi, Ahmad; Handoko, Eko Yuli; Muhammad, Aldila Syariz; Sopaheluwakan, Ardhasena; Kurniawan, Andang
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.5163

Abstract

Informasi debit masuk bendungan sangat krusial untuk pengelolaan sumber daya air di Bendungan Sutami, Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas Hulu, Jawa Timur. Tantangan utama dalam penelitian ini adalah konversi data curah hujan dasarian menjadi informasi debit yang mampu menghadapi kendala terkait konsistensi sehingga memerlukan pendekatan yang lebih robust melalui validasi silang. Penelitian ini mengevaluasi persamaan regresi ridge dan stepwise dengan pendekatan jeda untuk menyusun persamaan curah hujan-debit menggunakan data curah hujan wilayah menggunakan enam raster untuk periode Januari I 2021–Desember III 2023 (108 dasarian). Pemilihan jeda dilakukan melalui analisis korelasi, dengan korelasi negatif sebagai batas penentuan. Regresi stepwise dioptimalkan secara bertahap hingga jeda maksimum, sedangkan regresi ridge diuji dengan rentang lambda 0–50. Persamaan yang dihasilkan divalidasi menggunakan metode validasi silang dengan rasio pembagian data 50:50. Hasil menunjukkan bahwa metode interpolasi Inverse Distance Weighting (IDW) menghasilkan persamaan terbaik, dengan regresi stepwise optimal pada lima variabel prediktor dan regresi ridge pada lambda 0,40. Nilai Mean Absolute Error (MAE) dan koefisien korelasi menunjukkan bahwa persamaan tergeneralisasi dapat menghasilkan galat rendah. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan informasi debit permukaan yang dikonversi dari data curah hujan sebagai pengganti parameter sifat hujan dalam perencanaan operasional bendungan, dengan evaluasi bulanan untuk memastikan akurasi model. Kolaborasi antarinstansi disarankan untuk mendukung analisis lanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informasi debit yang dihasilkan mampu mendukung pengelolaan operasional Bendungan Sutami dengan tingkat akurasi yang memadai untuk aplikasi praktis.
MULTIPLE ATENUATION IN SHOT GATHER BY USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK (CNN) Raharjo, Wiji; Palupi, Indriati Retno; Alfiani, Oktavia Dewi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.5192

Abstract

Today Machine Learning is used in almost every field for human life, including geophysics. Some examples of Machine Learning utilities are classifying lithology and predict petro physical parameters based on several supported data. Especially in seismic method, Machine Learning can be used for removing or attenuate multiple from seismic image or shot gather data by using Convolutional Neural Network (CNN). It reduces the multiple from shot gather data (input) based on filtered shot gather data (called by ground truth model) as the label or target. Unfortunately, filtering process sometimes erase boundaries layer in shot gather. Then CNN works by generating several activation function in neurons and hidden layers, multiply with input data and reconcile them to labels to reinforce the boundaries. To validate the CNN result, it can be seen from L – curve as the loss function that represent the prediction error. The fewer the prediction error, the more accurate result is observed.
ALTERNATIF PERHITUNGAN SIGNIFIKANSI ENSO TERHADAP CURAH HUJAN: BOOTSTRAP GANDA DAN TRIWULAN PENUH Yudi, Muhammad Nurwahyudi; Maryanto, Sukir; Efani, Anthon; Kurniawan, Andang
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.6396

Abstract

Modulasi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) memengaruhi curah hujan di wilayah monsunal seperti Jawa Timur, tetapi pendekatan triwulan konvensional (DJF, MAM, JJA, SON) sering gagal menangkap variasi musiman dan meningkatkan risiko salah positif. Penelitian ini mengusulkan pendekatan alternatif untuk mengevaluasi signifikansi modulasi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) terhadap curah hujan menggunakan analisis 12 triwulan tumpang tindih dan metode bootstrap ganda. Fokus penelitian bertujuan untuk menghasilkan alternatif perhitungan signifikansi ENSO terhadap curah hujan melalui pendekatan bootstrap ganda. Data curah hujan bulanan dari 202 pos hujan utama periode 1991–2020 diolah menjadi 12 periode triwulanan untuk menangkap variasi yang tidak ditangkap oleh pendekatan triwulan konvensional. Oceanic Nino Index (ONI) digunakan untuk mengkategorikan fase ENSO. Metode bootstrap ganda digunakan dengan melakukan bootstrap ke curah hujan pada fase El Nino dan La Nina. Hasil bootstrap kemudian dibandingkan dengan menggunakan histogram dengan pendekatan lebar Freedman-Diaconis. Hasil menunjukkan bootstrap ganda mampu memberikan gambaran signifikansi yang lebih ketat dibandingkan bootstrap tunggal. Batas 90% direkomendasikan sebagai taraf signifikansi. Triwulan penuh mampu memberikan gambaran yang lebih baik dibandingkan penggunaan triwulan konvensional. Analisis spasial dan regresi mengidentifikasi kabupaten dengan signifikansi modulasi ENSO yang lebih kuat. Pendekatan alternatif ini menawarkan evaluasi yang lebih rinci dan fleksibel untuk menilai apakah ENSO memodulasi curah hujan suatu wilayah secara signfikan.
NEOTEKTONIK SEGMEN MOA BERDASARKAN DATA PALEOMAGNETIK DAN IMPLIKASI GERAK MIKROBLOK PADA ZONA SESAR PALU KORO Muin, Muhammad Rusli; Sutarto, Sutarto; Prasetyadi, Carolus; Suharsono, Suharsono
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.7114

Abstract

Analisis paleomagnetik pada Segmen Moa Zona Sesar Palu-Koro (ZSPK), dilakukan dengan mengalisis 17 specimen batuan granitoid. Hasil yang diperoleh menunjukkan arah NRM yang memiliki deklinasi (Dm) 205,9° dan inklinasi (Im) –76,3°, dengan posisi kutub purba pada 56,0° LS dan 151,6° BT. Dibandingkan dengan kutub purba Lempeng Australia pada 3,35 juta tahun lalu, diperoleh rotasi (clockwise/CW) sebesar ±176° dan perpindahan spasial sekitar 1650 km ke arah barat laut, dengan estimasi perpindahan sebesar ±0,49 mm/tahun. Rotasi ekstrem dan translasi lambat ini menunjukkan bahwa Segmen Moa merupakan blok mikro tektonik yang mengalami deformasi signifikan sejak akhir Pliosen. Interpretasi ini konsisten dengan model fragmentasi lempeng oleh Hall (2002, 2012) serta data paleomagnetik regional (Ali & Hall, 1995; Mubroto, 1994, 1996), yang menunjukkan rotasi dan migrasi blok di Sulawesi akibat tumbukan oblique dan rollback slab. Hasil ini mengindikasikan bahwa Segmen Moa berasosiasi kuat dengan dinamika Lempeng Australia dan berperan aktif dalam evolusi tektonik kompleks di wilayah Indonesia bagian timur.
KLASIFIKASI LITHOLOGI BERDASARKAN DISTRIBUSI STATISTIK HIRARKIS (HIERARCHICAL STATISTICAL DISTRIBUTION (HSD)) Syaifuddin, Firman; Komara, Eki; Fajar, M Haris Miftakhul; Abdillah, Abdillah
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.8122

Abstract

Karakterisasi reservoir merupakan proses fundamental dalam industri minyak dan gas, namun identifikasi litologi yang akurat sering kali terhambat oleh kompleksitas geologi dan sifat 'kotak hitam' dari model machine learning (ML) modern. Penelitian ini menyajikan metode alternatif yang tidak disupervisi untuk klasifikasi litologi berbasis distribusi statistik hierarkis sebagai solusi untuk meningkatkan transparansi dan interpretasi. Metode ini menggunakan data well log utama gamma-ray, sonic slowness, densitas, dan resistivitas dari enam sumur di area geologi deltaik yang stabil. Pendekatan hierarkis ini secara sistematis mengklasifikasikan lima litologi utama (batubara, serpih, batugamping, batupasir basah, dan batupasir hidrokarbon) dengan menerapkan ambang batas kuantil yang ditentukan dari distribusi statistik setiap log. Hierarki dimulai dengan identifikasi serpih menggunakan log gamma-ray, diikuti oleh batubara dengan log densitas, batu gamping dengan log slowness, dan terakhir, batupasir diklasifikasikan berdasarkan log resistivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ini berhasil mengklasifikasikan litologi dengan distribusi serpih (66%), batubara (5%), batu gamping (0.63%), dan pasir (27%). Secara kualitatif, hasil ini dianggap lebih "masuk akal secara geologis" jika dibandingkan dengan metode KNN, karena metode hierarkis ini didasarkan pada prinsip-prinsip fisika batuan yang eksplisit, memungkinkan interpretasi dan validasi yang mudah oleh geosaintis. Sebagai metode yang adaptif terhadap distribusi data, pendekatan ini menawarkan alternatif yang transparan dan dapat dipercaya untuk karakterisasi litologi.
MONITORING GAG ISLAND DEFORESTATION USING MULTI-TEMPORAL LANDSAT 8 IMAGERY ON GOOGLE EARTH ENGINE Aningsih, Sri; Mauluda, Alfikri Dwi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.6534

Abstract

Gag Island, located in Southwest Papua Province, is a conservation area with exceptional terrestrial and marine biodiversity and rich mineral resource potential, particularly nickel. Since commercial nickel mining began in 2018, mining operations have caused significant deforestation due to land clearing for access roads, open-pit mining, and support facilities. The objective of this study is to monitor land cover changes and deforestation rates on Gag Island due to nickel mining activities, using multitemporal Landsat 8 satellite images and Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) on Google Earth Engine (GEE) from 2017-2024. The study method includes collecting and preprocessing Landsat 8 Level 2, Collection 2, Tier 1 images in GEE, calculating NDVI, land cover classification based on NDVI values, and calculating deforested areas using QGIS. The study results demonstrate significant changes in land cover, including an increase in non-vegetation areas and a decrease in areas with dense vegetation since 2018. Despite the increase in deforestation, data for 2023-2024 indicate reclamation processes in some areas. Monitoring deforestation and forest cover changes is critical to developing mitigation measures and maintaining ecological balance in the Gag Island mining area. The study results highlight the need to implement sustainable mining practices and active environmental management.
ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH MENGGUNAKAN METODE GOD BERDASARKAN DATA HIDROGEOLOGI DI KECAMATAN BABAHROT, PROVINSI ACEH Sartika, Dewi Sartika; Gunarsih, Dina; Muhni, Akmal; Rahmatillah, Lia Fitria; Hapsari, Tika; Oktarini, Yoessi; Rifqan; Akbar, Muhammad Arief
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 3 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i3.8294

Abstract

Kecamatan Babahrot mempunyai tata gunalahan yang diperuntukkan sebagai area perkebunan sawit dan pemukiman penduduk. Potensi akan terjadinya pencemaran airtanah sangat memungkinkan dikarenakan penggunaan pupuk pada area perkebunan sawit dilakukan secara terus menerus. Kualitas dan kuantitas airtanah menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat airtanah merupakan sumber utama kehidupan makhluk hidup. Studi kerentanan airtanah menggunakan metode GOD (Groundwater Occurrence, Overlaying Lithology and Depth Of Groundwater) berdasarkan data resistivitas dan hidrogeologi memiliki peran yang sangat penting dalam studi pencemaran airtanah. Metode GOD dalam studi kerentanan intrinsik airtanah dilakukan pada 3 jenis parameter meliputi tipe akuifer, tipe akuitar, dan kedalaman muka airtanah. Penggunaan metode GOD dilakukan dengan tujuan untuk dapat memetakan zonasi potensi kerentanan airtanah terhadap pencemaran di lokasi penelitian. Berdasarkan pengamatan dilapangan diperoleh hasil kondisi hidrogeologi di Kecamatan Babahrot memiliki kedalaman muka airtanah sebesar 0,42 hingga 1,58 meter, sedangkan jenis akuifer tergolong kedalam jenis akuifer bebas dan akuifer tertekan dengan litologi terdiri dari pasir, pasir dan kerikil jenuh. Untuk jenis akuitar dilokasi penelitian berdasarkan data resistivitas diperoleh hasil yaitu lempung pasiran, lempung, dan kerikil sedang. Berdasarkan metode GOD yang telah dilakukan, menunjukkan hasil tingkat kerentanan airtanah di lokasi penelitian termasuk kedalam kategori rendah, tinggi, dan sangat tinggi. Dari hasil pengujian geokimia airtanah dilokasi penelitian menunjukkan nilai konsentrasi biochemical oxygen demand (BOD) pada 3 titik sampel airtanah di lokasi penelitian melewati batas ambang dengan batas maksimum sebesar 2 mg/l yaitu pada sumur S-01 sebesar 2,032 mg/l; sumur S-02 sebanyak 2,490 mg/l, dan sumur S-05 sebanyak 2,1951 mg/l.