cover
Contact Name
Maryadi
Contact Email
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Phone
+6281315187857
Journal Mail Official
geosaintek.geofisika@its.ac.id
Editorial Address
Gedung Departemen Teknik Geofisika Lantai 2, Jl. Raya ITS, Kampus ITS, Sukolilo, Surabaya 60111, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Geosaintek
ISSN : 24609072     EISSN : 25023659     DOI : https://doi.org/10.12962/j25023659
Core Subject : Science,
Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang kebumian
Articles 211 Documents
STUDI PEMETAAN SESAR REMBANG-MADURA-KANGEAN-SAKALA (RMKS) DENGAN DATA GAYA BERAT MENGGUNAKAN ANALISIS TURUNAN Pramadhana, Daffa Andhika; Putra, Binar Haafizh P. P.; Syirojudin, Muhammad
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Jawa dan Madura merupakan pulau yang memiliki aktivitas tektonik yang aktif akibat adanya keberadaan sesar-sesar aktif. Sesar aktif tersebut perlu dipetakan, salah satu yang perlu dipetakan lebih lanjut adalah Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS). Metode yang digunakan dalam pemetaan Sesar RMKS adalah metode gaya berat yang diperoleh dari laman Murray GGMPlus. Dalam pengolahan data gaya berat tersebut ada beberapa langkah yang harus dilakukan seperti penentuan nilai densitas rata-rata dengan metode Nettleton, penentuan nilai Simple Bouger Anomaly (SBA), pemisahan anomali regional dan residual, analisis turunan nilai anomali regional dengan metode FHD (First Horizontal Derivative) dan SVD (Second Vertical Derivative). Nilai densitas rata-rata yang digunakan dalam penelitian ini sebesar 2,6 gr/cm3. Nilai tersebut digunakan dalam tahapan selanjutnya. Hasil dari peneltian ini, menunjukkan bahwa Sesar RMKS memiliki mekanisme berupa sesar normal. Namun, menimbang beberapa sumber lain yang menyebutkan Sesar RMKS memiliki mekanisme berupa sesar geser mengiri, maka dapat disimpulkan bahwa Sesar RMKS memiliki mekanisme oblique dengan pengaruh sesar normal.
STUDI GERAKAN TANAH DI DESA NGETOS, KECAMATAN NGETOS, KABUPATEN NGANJUK Bahar, Hendra; Artawijaya, Yanira
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landslides, for example in the incident in Selopuro Hamlet, Ngetos Village, Ngetos District, Nganjuk Regency, East Java Province, on Sunday, 14 February 2021, at 18.00 WIB, a landslide from the upper slopes hit the settlements below, Therefore, this study aims to determine the dominant factors that influence the occurrence of landslides in the Ngetos Village, as well as in which areas have the same potential for landslides as in Ngetos Village. The research was carried out by analyzing using the overlapping technique (overlay) of Geographic Information Systems (GIS). Based on the zoning of the susceptibility of ground movement, there are 3 (three) locations in the study location that are vulnerable to ground movement, namely Ngetos Village and Suru Village in Ngetos District, and Macanan Village in Loceret District, Ngajuk Regency. The causes of landslides besides the factors of slope, rainfall, and vegetation, are also caused by the type of lithology (rock/soil) in the form of weathered andesite igneous rock which is quite thick, as well as the presence of cracks on the top of the hill at the study site.
GEOLOGI GUNUNG SLAMET TUA DAN GUNUNG SLAMET MUDA: KAJIAN GEOMORFOLOGI, PETROLOGI, GEOWISATA DAN BENCANA GEOLOGI Prasetya, Yogi Adi; Gibran, Akhmad Khahlil
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunung Slamet adalah gunungapi bertipe stratovulkano yang terletak di Provinsi Jawa Tengah. Gunung Slamet secara umum dibagi menjadi dua bagian yaitu Slamet Tua di bagian barat dan Slamet Muda di bagian timur. Penelitian geologi terdahulu hanya berfokus pada studi tentang petrologi dan geokimia batuan di Gunung Slamet. Studi ini membandingkan kondisi geomorfologi, petrologi, bencana geologi hingga geowisata Gunung Slamet Tua dan Gunung Slamet Muda dengan menggunakan metode citra satelit dan membandingkan data-data dari peneliti terdahulu. Secara geomorfologi Gunung Slamet Tua memiliki morfologi lebih curam dengan lembah yang dalam dan terjal kenampakan tekstur citra satelit lebih terlihat kasar jika dibanding Gunung Slamet Muda di sisi timur yang memiliki tekstur citra satelit yang lebih halus dengan lembah yang tidak terlalu dalam dan pada sisi barat daya Gunung Slamet terdapat morfologi yang disebut Lembah Guci. Slamet Tua memiliki komposisi batuan andesit basalt, pumice endapan piroklastik aliran, piroklastik jatuan dan piroklastik surge dengan komposisi SiO2 lebih tinggi 52,3 – 63,9 wt.%, dan Lembah Guci memiliki komposisi SiO2 yang sama dengan Slamet Muda yaitu 48,5 – 54,1 wt.%. Geowisata di Gunung Slamet terdapat beberapa air terjun baik di Gunung Slamet Tua maupun Gunung Slamet Muda, ada juga wisata berupa manifestasi air panas di Pancuran 7 Kabupaten Banyumas, dan Guci Kabupaten Tegal. Gunung Slamet memiliki tiga zona rawan bencana geologi yaitu zona I, zona II dan zona III. Lembah Guci memiliki ancama bahaya piroklastik aliran dan berada di zona bahaya I dan II.
ANALISIS MEKANISME FOKUS GEMPA BUMI KABUPATEN MOJOKERTO JAWA TIMUR MENGGUNAKAN ISOLA-GUI (STUDI KASUS GEMPA BUMI MOJOKERTO, 19 JUNI 2023) Khoiridah, Sayyidatul; Roekminiati, Sri; Pamudi, Pamudi; Pramono, Sapto; Prawiradiredja, Sanhari
Jurnal Geosaintek Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jawa Timur termasuk wilayah rawan terjadi gempa bumi. Salah satu gempa di Jawa Timur yaitu gempa bumi Mojokerto, 19 Juni 2023 yang berpusat pada koordinat 7,50 LS dan 112,50BT dengan kedalaman 9 km dan magnitudo M4,2. Gempa Mojokerto ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif yang belum terpetakan. Daerah-daerah yang ikut merasakan guncangan gempa Mojokerto yaitu Mojokerto dengan skala III – IV MMI; Pasuruan, Surabaya, Lamongan, dan Gresik dengan skala III MMI; Sidoarjo dengan skala II – III MMI; dan Malang dengan skala II MMI. Gempa bumi Mojokerto tersebut menyebabkan kerusakan ringan pada rumah warga di Desa Penanggungan, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Oleh karena itu, sebagai upaya mengurangi dampak bencana gempa bumi, maka dilakukan penelitian ini untuk menentukan karakteristik gempa bumi yang terjadi di Mojokerto melalui pemodelan mekanisme fokus. Penelitian ini menggunakan data waveform tiga komponen. Hasil dari pemodelan mekanisme fokus menunjukkan bahwa bidang patahannya yaitu berupa patahan strike slip dengan nilai nodal plane I yaitu strike = 179o, dip = 76o, rake = 178o dan nilai nodal plane II yaitu strike = 269o, dip = 88o, rake = 14o. Nilai variance reduction dari hasil penelitian ini yaitu sebesar 0,82.
KONSERVASI RECHARGE AREA DI KAPANEWON JETIS, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA MELALUI PEMETAAN AKUIFER MENGGUNAKAN METODE VERTICAL ELECTRICAL SOUNDING (VES) Puspita, Mayang Bunga; Zakaria, Muhammad Faizal; Mutoriz, Ismail
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2173

Abstract

KARAKTERISASI LAPISAN BAWAH PERMUKAAN LERENG HASIL PERGERAKAN SESAR LEMBANG MENGGUNAKAN ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY PADA SAG POND MURIL Aliyan, Silmi Afina; Susanto, Kusnahadi; Pamungkas, Totok Doyo; Ihsan, Haikal Muhammad; Harja, Asep; Fitriani, Dini; Rosandi, Yudi
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2224

Abstract

IDENTIFIKASI STRUKTUR GEOLOGI BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN ANALISIS DERIVATIF SERTA PEMODELAN INVERSI DATA GAYABERAT DI DAERAH PROSPEK PANAS BUMI MATANGNGA SULAWESI BARAT Rosa, Winda Aprilia; Alimuddin, Alimuddin; Wibowo, Rahmat Catur
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2426

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang struktur geologi bawah permukaan di daerah prospek panas bumi Matangnga Sulawesi Barat. Pada daerah penelitian ini terdapat beberapa manifestasi panas bumi berupa hot spring yang bersuhu 60,9°C dan alterasi batuan yang mengindikasikan adanya sistem panas bumi di bawahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan anomali Bouguer daerah penelitian, mengestimasi kedalaman anomali regional dan residual daerah penelitian, kemudian mengidentifikasi zona patahan berdasarkan hasil analisis derivatif dan mendapatkan model distribusi densitas bawah permukaan untuk menentukan model sistem panas bumi daerah penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode gayaberat yang dikenal mampu mengidentifikasi patahan berdasarkan variasi nilai gayaberat yang disebabkan oleh variasi nilai densitas batuan di bawah permukaan. Hasil dari penelitian ini didapatkan persebaran nilai anomali Bouguer lengkap pada rentang 10 mGal sampai 79 mGal. Kedalaman anomali regional rata-rata didapatkan 5038 meter dan anomali residual rata-rata didapatkan 214 meter serta lebar jendela sebesar 31. Dari analisis derivatif yang dilakukan terdapat 6 struktur patahan yang berkorelasi dengan patahan geologi, kemudian berdasarkan perhitungan menggunakan diagram roset diketahui bahwa arah dari patahan di daerah penelitian menunjukan kesamaan arah dominan Barat Daya-Timur Laut. Serta didapatkan distribusi densitas dengan rentang nilai 1,5-2,9 g/cm3. Anomali dengan densitas 2,00-2,9 g/cm3 diperkirakan merupakan batuan penudung (caprock) yang memiliki kedalaman 0 - 2900 m. Anomali dengan densitas rendah yaitu 1,5-1,9 g/cm3 diperkirakan sebagai reservoir yang memiliki kedalaman 600 - 5000 m.
IMPLEMENTASI ALGORITMA GREY WOLF OPTIMIZER (GWO) UNTUK PEMODELAN INVERSI 1D DATA MAGNETOTELLURIK Junian, Wahyu Eko; Adilla, Rifa Prima; Irawati, Selvi Misnia
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2590

Abstract

Magnetotellurik (MT) merupakan metode geofisika pasif yang memanfaatkan variasi medan elektromagnetik alami untuk memetakan struktur resistivitas bawah permukaan bumi. Metode ini mampu menjangkau kedalaman hingga puluhan kilometer dan sensitif terhadap kontras resistivitas, sehingga banyak digunakan dalam eksplorasi sumber daya alam seperti geotermal, mineral, dan hidrokarbon, serta dalam studi struktur geologi regional. Meskipun demikian, proses inversi data MT merupakan masalah non-linier dan tidak unik, sehingga memerlukan pendekatan optimasi yang andal. Penelitian ini mengimplementasikan algoritma Grey Wolf Optimizer (GWO) dalam pemodelan inversi satu dimensi (1D) data MT untuk mengatasi tantangan tersebut. Evaluasi dilakukan menggunakan data sintetik dan data lapangan. Data sintetik dibangun dari dua model tiga lapisan dengan karakteristik resistivitas berbeda, yang masing-masing ditambahkan noise sebesar 5% untuk mensimulasikan kondisi pengukuran lapangan. Hasilnya menunjukkan bahwa GWO mampu merekonstruksi model dengan tingkat kesalahan 5,82% dan 5,29% masing-masing untuk Model 1 dan Model 2. Penerapan GWO pada data lapangan dari wilayah East Tennant, Australia, menghasilkan model inversi dengan tingkat kesalahan sebesar 5,66% dan menunjukkan kesesuaian yang baik dengan hasil inversi metode probabilistik rj-McMCMT. Temuan ini membuktik
UNSUR TANAH JARANG PADA BATUPASIR: STUDI KASUS PADA BATUPASIR FORMASI RAMPONG DI DESA KETUKAH, GAYO LUES, ACEH Gunarsih, Dina; Rahmatillah, Lia Fitria; Muhni, Akmal; Sartika, Dewi; Hapsari, Tika; Marvita, Yurda
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2592

Abstract

Unsur tanah jarang (UTJ) semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir karena meningkatnya permintaan teknologi kendaraan listrik, industri hijau, dan industri lainnya. Indonesia memiliki potensi UTJ yang berkaitan dengan keberadaan batuan beku dan batuan sedimen. Penelitian pada batupasir Formasi Rampong di Ketukah, Gayo Lues menarik dilakukan karena batuan ini berasal dari pelapukan batuan granit. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui komposisi batupasir Formasi Rampong dan unsur – unsur kimia batuan, termasuk unsur utama dan UTJ. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi dan geokimia menggunakan teknik XRF dan ICP. Enam sampel petrografi diamati terdiri dari empat batupasir quartz arenite dan dua batupasir feldsphatic greywacke. Kedua jenis batupasir tersebut merupakan batuan yang tersusun dari dominan butiran, dengan komposisi matriks 2.5% - 4.5% pada batupasir quartz arenite dan 18.83% - 21.13% pada batupasir feldsphatic greywacke. Quartz arenite tersusun dari mineral kuarsa, sedikit litik dan muskovit, semen silika dan semen oksida besi. Feldsphatic greywacke terdiri dari kuarsa, K-Feldspar, plagioklas, fragmen litik, muskovit, semen silika serta semen oksida besi. Analisis geokimia mengungkapkan bahwa UTJ pada batupasir ini adalah Neodimium (Nd) berkisar antara 19.21 ppm hingga 23.81 ppm dan Praseodimium (Pr) berkisar antara 5.76 ppm hingga 5.89 ppm. Unsur tersebut diinterpretasikan terkonsentrasi dalam mineral lempung dan oksida besi dengan pengkayaan relatif rendah.
EVALUATION OF DEFINITIVE VILLAGE BOUNDARY SEGMENTS IN COMPARISON TO COMPLETE VILLAGE BOUNDARY SEGMENTS FROM THE RESULTS OF COMPLETE SYSTEMATIC LAND REGISTRATION (PTSL): (A Case Study in Tumpakkepuh Village, Bakung District, Blitar Regency) Mansyur, Mohammad; Khoiridah, Sayyidatul; Munawaroh, Lu’lu’il
Jurnal Geosaintek Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v11i2.2617

Abstract

The Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) aims to provide legal certainty of land ownership through accurate measurement and mapping. One derivative data from PTSL activities is the geometry of village boundaries formed after all plots in the village/sub-district have been measured (complete village). Until 2024, the declaration of complete villages in Blitar Regency was only carried out in Tumpakkepuh Village, which had its definitive village boundaries determined cartometrically in 2018. Evaluation of village boundaries is needed to ensure compliance with the latest PTSL mapping results and support spatial data integration by the One Map Policy. This study evaluates the geometry/spatiality of definitive village boundaries against complete village boundaries in Tumpakkepuh Village, Bakung District, Blitar Regency. The aspects analyzed include differences in segment positions and segment shifts. This study is based on a Geographic Information System using the dissolve and union tools. The results of the geometric evaluation showed that none of the analyzed village boundary line segments overlapped completely or were in the same position. From 7 sample points of segment shifts, it is known that 4 segments shifted out to Pasiraman Village and Lorejo Village and 3 segments entered the complete village boundaries of the Tumpakkepuh Village area. The differences in village boundaries need to be followed up by the Blitar Regency Government by aligning the data through a revision of the determination of definitive village boundaries by adding the plot aspect to the methodology for compiling definitive village boundaries.