cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 397 Documents
Peningkatan Kadar Hemoglobin dan Indeks Eritrosit Setelah Suplementasi Zat Besi pada Anak dengan Anemia Defisiensi Besi Dwi Luwes
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1162

Abstract

Background: Iron deficiency anemia (IDA) remains a health problem in children aged 1–3 years, which can impair growth and development. Iron supplementation is a therapy that increases hemoglobin levels and improves red blood cell indices through erythropoiesis. This study aims to determine the changes in hemoglobin levels and erythrocyte indices (MCV, MCH, MCHC) after iron supplementation in children aged 1—3 years. Method: This study used an observational quantitative design with a one-group pre-post design without a control group. The data were obtained from medical records of pediatric patients aged 1–3 years with a diagnosis of iron deficiency anemia. The minimum sample size was determined using calculations tailored to the research design, yielding 35. Data were collected using a purposive sampling technique. Data analysis was performed using the Shapiro–Wilk test for normality, followed by a paired t-test or a Wilcoxon test, depending on the data distribution. Results: The results showed an increase in hemoglobin levels and an improvement in the erythrocyte indices after iron supplementation. Statistical tests showed significant differences between before and after therapy with a p-value of < 0.001 in the parameters of hemoglobin, MCV, MCH and MCHC. Most subjects achieved normal hemoglobin levels after therapy. Conclusion: Iron supplementation increases hemoglobin levels and improves erythrocyte indices in children aged 1—3 years.
Potensi Pleiotropik Kuersetin terhadap Modulasi Fenotipe Makrofag dan Stabilisasi Plak pada Aterosklerosis: Tinjauan Pustaka Muhammad Ardhan Hakim; Muhammad Rifqi Al Azim; Ghazir Rahman Najib
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1167

Abstract

Pendahuluan: Terapi konvensional untuk plak aterosklerosis berorientasi pada pengendalian kadar lipid darah. Namun, pada kondisi komorbid seperti diabetes melitus dan gagal ginjal kronis, progresi dan ruptur plak tetap berjalan secara agresif akibat intensifikasi kaskade kematian sel terprogram, yakni piroptosis dan ferroptosis, meskipun kadar LDL normal. Terapi statin lini pertama memiliki celah terapeutik karena tidak mampu menghentikan kaskade kematian sel tersebut serta memiliki efek samping jangka panjang. Kuersetin, sebuah flavonoid alami, hadir sebagai solusi karena memiliki efek pleiotropik. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas molekuler kuersetin dalam memulihkan fungsi endotel vaskular, memodulasi fenotipe makrofag, dan menginhibisi kaskade ferroptosis dan piroptosis untuk menjaga stabilitas plak vaskular.  Metode: Tinjauan pustaka ini mengidentifikasi dan menyaring artikel ilmiah terbitan lima tahun terakhir dari basis data elektronik PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar yang memenuhi kriteria inklusi, hingga diperoleh tujuh artikel yang relevan untuk dianalisis.  Pembahasan: Hasil tinjauan literatur menunjukkan bahwa pada tingkat endotel, kuersetin mengaktifkan kembali sumbu KEAP-1/Nrf2/GPX4 untuk menekan radikal bebas dan memblokir ferroptosis. Pada makrofag, kuersetin menghambat jalur p38MAPK/p16 untuk mencegah penuaan sel serta menekan inflamasom NLRP3 guna menginhibisi piroptosis. Lebih lanjut, kuersetin menstimulasi jalur Stat6/Arg-1 untuk memicu polarisasi makrofag M1 menjadi M2 yang proresolusi, serta menekan enzim destruktif MMP-9. Aktivitas ini meningkatkan ketebalan fibrous cap sekaligus memperbaiki profil lipid darah.  Simpulan: Kuersetin berpotensi kuat sebagai terapi pendukung aterosklerosis melalui inhibisi terhadap ferroptosis, piroptosis, dan stabilisasi plak vaskular.
Evaluasi Komparatif Markah Aterogenik pada Fenotipe Metabolik versus Reproduksi Pasien PCOS: Tinjauan Sistematis dan Meta-Analisis dengan Pemodelan PMOS Andhika Syahdan; Risma Uli Malumma Sagala; Bisma Apta Kusuma
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1169

Abstract

Pendahuluan: Polycystic ovary syndrome (PCOS) adalah gangguan endokrin heterogen yang dikaitkan dengan risiko kardiometabolik jangka panjang. Tinjauan sistematis dan meta-analisis ini mengevaluasi penanda aterogenik pada fenotipe dominan metabolik yang dimodelkan secara retrospektif (model PMOS) dan fenotipe PCOS dominan reproduksi/bertubuh ramping atau lean. Metode: Pencarian dilakukan di Scopus dan PubMed mengikuti kerangka kerja PRISMA. Empat studi utama yang melibatkan 1.045 partisipan (tiga studi observasional dan satu uji klinis acak) disintesis menggunakan model efek acak inverse-variance, dengan penilaian risiko bias menggunakan ROBINS-I dan RoB 2. Pembahasan: Untuk rasio TG/HDL, kedua subkelompok fenotipe menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan kontrol masing-masing (SMD gabungan 0,52 untuk subkelompok metabolik dan 0,62 untuk subkelompok reproduksi), tanpa adanya heterogenitas statistik yang teramati (I² = 0%); namun, uji antar-subkelompok tidak menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,73). Untuk apolipoprotein B (ApoB), estimasi gabungan menunjukkan hasil yang signifikan secara statistik pada subkelompok metabolik (SMD 0,35; p = 0,0469), sedangkan estimasi pada subkelompok reproduksi tidak signifikan (SMD 0,34; IK 95% -0,23 hingga 0,91; p = 0,24). Hasil pada subkelompok reproduksi tidak menunjukkan tidak adanya risiko aterogenik karena sampel kecil dan kekuatan statistik terbatas. Interpretasi ApoB juga memerlukan kehati-hatian karena satu studi acak berisiko bias tinggi akibat penyimpangan dari intervensi yang direncanakan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, temuan ini mendukung penilaian risiko kardiometabolik yang berorientasi pada fenotipe, namun tidak menetapkan perbedaan definitif antar-fenotipe; diperlukan studi multisenter prospektif berskala lebih besar, khususnya pada PCOS dengan tubuh ramping atau lean.
Fleksibilitas Otot Hamstring sebagai Salah Satu Faktor Risiko Low Back Pain Yose Natasa; Ria Lestari
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1178

Abstract

Pendahuluan: Low back pain (LBP) merupakan masalah kesehatan global yang signifikan, dengan sekitar 619 juta kasus dilaporkan di seluruh dunia pada tahun 2020. Di Indonesia, prevalensi LBP dalam periode 12 bulan pada orang dewasa usia pertengahan tercatat sebesar 44,29%. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah penurunan fleksibilitas otot hamstring. Otot hamstring yang mengalami tightness dapat mengganggu mekanika lumbopelvik dan meningkatkan stres pada struktur tulang belakang. Laporan kasus ini bertujuan untuk mengevaluasi peran fleksibilitas hamstring sebagai faktor risiko LBP non-spesifik. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki berusia 54 tahun dengan keluhan nyeri pinggang bawah sejak jatuh 1 tahun lalu. Nyeri memberat saat duduk lama, bangun tidur, atau mengangkat beban berat. Pasien memiliki gaya hidup sedentari dengan aktivitas fisik minimal. Pemeriksaan fisik menunjukkan tightness pada otot hamstring (tes SLR 90/90: aktif 65°/56°, pasif 55°/40°), BMI 31,0, serta kebugaran yang buruk. Diagnosis yang ditegakkan adalah unspecified low back pain dengan obesitas dan ketidakseimbangan otot. Tatalaksana diberikan berupa latihan fleksibilitas dan aktivasi otot. Diskusi: Literatur menunjukkan hubungan yang kontroversial antara tightness hamstring dan LBP. Beberapa studi menemukan korelasi positif dengan disabilitas, sementara yang lain tidak. Pada pasien ini, tightness otot hamstring diduga berkontribusi terhadap perubahan mekanik lumbopelvik, namun faktor lain seperti obesitas, gaya hidup sedentari, dan postur kerja buruk turut berperan. Simpulan: Fleksibilitas hamstring merupakan salah satu faktor risiko LBP non-spesifik, namun pendekatan holistik yang menangani faktor-faktor lain seperti obesitas dan pola aktivitas fisik diperlukan dalam penatalaksanaannya.
Tantangan Penatalaksanaan Ruptur Varises Esofagus dengan Koeksistensi Candidiasis Esofagus : Laporan Kasus Nabila Rafif Nugroho; Warih Tjahjono
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1150

Abstract

Pendahuluan: Ruptur varises esofagus merupakan komplikasi dari hipertensi portal yang berkaitan dengan penyakit hati kronis, seperti hepatitis B. Endoscopic variceal ligation (EVL) merupakan salah satu tata laksana standar untuk kondisi ini. Namun, koeksistensi infeksi oportunistik, seperti kandidiasis esofagus akut, dapat menjadi tantangan klinis saat prosedur invasif. Laporan kasus ini memaparkan penatalaksanaan kedaruratan ruptur varises esofagus dengan koeksistensi kandidiasis esofagus yang disertai perdarahan aktif selama ligasi. Ilustrasi Kasus: Seorang laki-laki 52 tahun dengan sirosis hepatis terkait hepatitis B dirawat karena demam, diare, dan nyeri perut. Endoskopi menunjukkan varises esofagus tanpa infeksi jamur. Dua minggu kemudian, pasien kembali karena melena masif akibat ruptur varises. Saat EVL, ditemukan kandidiasis esofagus yang sebelumnya tidak terdeteksi. Varises berubah dari F3 menjadi F2 dan terjadi perdarahan aktif pada mukosa yang dimanipulasi sehingga ligasi terpaksa ditunda. Penanganan difokuskan pada resusitasi hemodinamik, pemberian asam traneksamat, transfusi darah, dan terapi suportif. Pasien berhasil distabilkan dan dipulangkan dengan terapi rawat jalan. Diskusi: Kandidiasis esofagus akut memicu inflamasi dan ulserasi mukosa. Koeksistensi kondisi ini dengan ligation-induced ulcer akibat tindakan EVL akan meningkatkan kerapuhan mukosa dan risiko perdarahan. Pada kegagalan prosedur akibat komplikasi mukosa, penundaan tindakan invasif dengan fokus pada resusitasi dan stabilitas klinis menjadi langkah utama. Simpulan: Kasus ini menyoroti progresivitas cepat infeksi oportunistik pada pasien sirosis dengan imunokompromais. Stabilitas hemodinamik perlu diprioritaskan sebelum tindakan invasif direncanakan ulang, dengan keputusan klinis yang fleksibel sesuai kondisi pasien.
Antibiotik sebagai Praterapi Fecal Microbiota Transplantation pada Inflammatory Bowel Disease: Tinjauan Sistematis dari Uji Acak Terkendali dan Studi Kohort Prospektif Jihan Siti Muthmainah; Altisa Liviadianti; Fayyaza Khairunnisa; Inas Qonita; Anisa Nuraisa Djausal; Tri Umiana Sholeha; Lydia Theresia; Zahara Nurfatihah Z
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1165

Abstract

Pendahuluan: Inflammatory Bowel Disease (IBD) merupakan penyakit inflamasi kronis pada saluran cerna yang berhubungan dengan disbiosis mikrobiota usus. Fecal Microbiota Transplantation (FMT) dikembangkan untuk memulihkan keseimbangan mikrobiota, tetapi efektivitasnya masih bervariasi akibat banyaknya variasi praterapi. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengevaluasi efektivitas dan keamanan pemberian antibiotik sebelum FMT pada pasien IBD. Metode: Tinjauan sistematis ini disusun sesuai pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada PubMed/MEDLINE dan ScienceDirect hingga Mei 2026. Studi yang diinklusi meliputi uji acak terkendali dan studi kohort prospektif yang mengevaluasi penggunaan antibiotik sebelum FMT pada pasien IBD. Luaran utama adalah respons dan remisi klinis, sedangkan luaran sekunder meliputi remisi endoskopik, engraftment mikrobiota donor, biomarker inflamasi, dan keamanan terapi. Hasil: Antibiotik sebelum FMT berpotensi mendukung keberhasilan terapi dengan mengurangi disbiosis dan memfasilitasi kolonisasi mikrobiota donor. Sebagian besar studi melaporkan perbaikan respons dan remisi klinis, diversitas mikrobiota, engraftment donor, serta komposisi bakteri usus, meskipun besar manfaat bervariasi antarstudi. Beberapa studi juga melaporkan perubahan biomarker inflamasi dan metabolik. Simpulan: Pemberian antibiotik sebagai praterapi FMT berpotensi meningkatkan efektivitas terapi pasien IBD melalui peningkatan respons, remisi klinis, perbaikan komposisi mikrobiota usus, serta keberhasilan engraftment donor. Penelitian lebih lanjut dengan protokol yang terstandar diperlukan untuk menentukan jenis, dosis, dan durasi pemberian yang paling efektif.
DISTRIBUSI STADIUM KANKER REKTUM DI RSUD RADEN MATTAHER JAMBI TAHUN 2023–2025 Dhiya Nazhifah Putri; Ivan Kurniawan Bassar; Rita Halim; Mohammad Rizal Syafiie; Huntari Harahap
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v13i1.1188

Abstract

Pendahuluan: Kanker rektum adalah salah satu jenis kanker kolorektal dengan angka kejadian yang terus meningkat dan menjadi masalah kesehatan global. Stadium memengaruhi pilihan terapi, prognosis, dan luaran pasien. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi stadium kanker rektum di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2023–2025. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif cross-sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien kanker rektum di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2023–2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Dari 252 rekam medis, sebanyak 147 subjek memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi untuk dianalisis secara univariat. Hasil: Dari 147 pasien kanker rektum, stadium II merupakan stadium yang paling banyak ditemukan, yaitu 48 pasien (32,7%), lalu diikuti dengan stadium IV sebanyak 46 pasien (31,3%), stadium I sebanyak 24 pasien (16,3%), stadium III sebanyak 19 pasien (12,9%), dan stadium 0 sebanyak 10 pasien (6,8%). Pembahasan: Dominasi stadium II menunjukkan bahwa sebagian besar pasien telah terdiagnosis pada stadium menengah, sementara proporsi stadium IV yang masih tinggi mengindikasikan adanya keterlambatan diagnosis. Temuan ini menunjukkan pentingnya peningkatan deteksi dini, edukasi masyarakat, dan optimalisasi program skrining. Simpulan: Stadium II merupakan stadium kanker rektum yang paling banyak ditemukan pada pasien di RSUD Raden Mattaher Jambi periode 2023–2025, diikuti stadium IV. Sebagian besar pasien terdiagnosis pada stadium menengah hingga lanjut, sehingga peningkatan deteksi dini dan skrining diperlukan untuk memperbaiki luaran klinis.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 1 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 13.1 (2026) Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) Vol 13 No 1 (2026): Supplementary Issue: Archive of Scientific Paper (AoS) IMSS 2026 Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue