cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 383 Documents
Hubungan Melukat dengan Terapi Hipertensi dalam Kerangka Wellness Tourism di Bali Komang Wirasatya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1092

Abstract

Pendahuluan: Melukat merupakan ritual penyucian diri khas Bali yang semakin banyak dipraktikkan dalam konteks pariwisata kesehatan dan spiritual. Tradisi ini diyakini memberikan ketenangan psikologis, pengurangan stres, serta keseimbangan emosional bagi para peserta. Hipertensi sendiri berkaitan erat dengan stres kronis, sehingga intervensi berbasis relaksasi menjadi salah satu strategi non-farmakologis yang relevan. Wellness tourism di Bali menyediakan ruang untuk mengintegrasikan praktik budaya seperti melukat ke dalam program kesehatan holistik. Oleh karena itu, penting untuk meninjau potensi hubungan antara melukat dan manajemen hipertensi dalam kerangka wellness tourism. Metode: Tinjauan literatur dilakukan dengan menelusuri artikel antropologi, studi kualitatif, serta penelitian medis terkait stres, intervensi relaksasi, dan tekanan darah. Data dianalisis secara naratif digunakan untuk mengidentifikasi mekanisme relevan dan peluang integrasi dalam wellness tourism. Pembahasan: Temuan menunjukkan bahwa melukat berpotensi menurunkan stres melalui mekanisme psikologis, spiritual, dan aktivasi sistem saraf parasimpatis. Meskipun demikian, bukti klinis langsung terhadap penurunan tekanan darah masih terbatas dan memerlukan penelitian intervensional lebih lanjut. Simpulan: Melukat memiliki nilai potensial sebagai bagian dari terapi adjuvan hipertensi berbasis pendekatan holistik dan budaya. Integrasinya dalam wellness tourism Bali menjanjikan, tetapi membutuhkan validasi ilmiah agar dapat diterapkan secara aman dan terstandar. Kata Kunci: Melukat, hipertensi, stres, relaksasi, wellness tourism
Profil Pasien Tuberkulosis Resistan Obat (TB RO) dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Afia Farah Nabila; Tri Umiana Soleha; Chicy Widya Morfi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1094

Abstract

Background: Drug-resistant tuberculosis (DR-TB) is an increasingly complex health issue, especially when accompanied by chronic obstructive pulmonary disease (COPD) comorbidity, which can exacerbate lung conditions, affect therapeutic response, and reduce treatment success. This study aims to describe the characteristics of DR-TB patients with COPD comorbidity at RSUD Dr. H. Abdul Moeloek from 2022 to 2024. Method: This study utilized a retrospective descriptive design. Data used were secondary data from patient medical records. Univariate analysis was performed to describe subject characteristics. Results: Among 46 patients, the majority were male (78.3%) aged 41–60 years (50%). RR-TB classification (76.1%) and long-term regimens (78.3%) dominated the findings. Therapeutic outcomes recorded 54.3% cured, 30.4% treatment completed, 8.7% failed, and 6.5% deceased. Discussion: DR-TB patients with COPD are more frequently observed in middle-aged males due to smoking exposure and occupational factors. The majority were classified as RR-TB, consistent with gradual resistance patterns. Long-term regimens were preferred as they are considered safer for lung function. Although COPD aggravates the condition, therapy remains likely to succeed with appropriate drug selection and patient adherence. Conclusion: DR-TB patients with COPD comorbidity are generally middle-aged males with a relatively good proportion of treatment success. Appropriate regimen selection and strict monitoring are required to optimize treatment outcomes.
The Association Between High-Density Lipoprotein Levels and the Incidence of Acute Coronary Syndrome at RSUD Buleleng NI PUTU MEILIA MARTHA AYUNI
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1031

Abstract

Background: Cardiovascular diseases remain the leading cause of mortality worldwide, with Acute Coronary Syndrome (ACS) as the most threatening manifestation. High-density lipoprotein (HDL) has protective effects through reverse cholesterol transport, as well as anti-inflammatory, antioxidant, and antithrombotic functions. Low HDL levels are suspected to increase the risk of ACS. This study aims to determine the association between HDL levels and the occurrence of ACS at Buleleng General Hospital. Method: This study employed a cross-sectional design involving 108 patients admitted to the ICVCU of Buleleng General Hospital during January–June 2024, comprising ACS and non-ACS groups. Data were obtained from medical records, including patient characteristics and lipid profile results. Statistical analysis was performed using the Chi-square test. Results: Out of 108 patients, 75 (69.4%) were diagnosed with ACS, while 33 (30.6%) were classified as non-ACS. Most ACS patients had low HDL levels (64.0%), whereas the majority of non-ACS patients had normal HDL levels (69.7%). The Chi-square analysis demonstrated a significant association between HDL levels and ACS events (p = 0.001). Discussion: The findings indicate that low HDL levels can increase the risk of developing ACS. This result aligns with existing theories and previous studies highlighting the protective role of HDL in cardiovascular health. Conclusion: HDL levels are significantly associated with ACS occurrence. Low HDL increases the risk of atherosclerosis, while normal or high HDL levels provide a protective effect. Lipid profile evaluation, particularly HDL levels, is essential for individuals at high risk as part of early preventive strategies.
Pneumonia Komunitas dengan Efusi Parapneumonik dan Multiple Komorbiditas pada Pria Paruh Baya Syazili Mustofa; Latansa Amani Raya; Giska Tri Putri; Hendri Busman
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.984

Abstract

Pneumonia komunitas (CAP) yang disertai efusi pleura parapneumonik menimbulkan tantangan manajemen yang signifikan, terutama pada pasien dengan beberapa penyakit penyerta seperti gagal jantung kongestif (CHF), diabetes mellitus tipe 2 (DM), dan insufisiensi hepatobiliari. Seorang pria berusia 42 tahun, petugas keamanan, datang dengan sesak napas progresif, batuk berdahak disertai batuk darah, dan efusi pleura kanan. Pemeriksaan menunjukkan toraks asimetris, tanda-tanda efusi pleura sisi kanan, hepatomegali, asites, dan edema pitting. Temuan laboratorium menunjukkan leukositosis, hipoalbuminemia, hiponatremia, serta gangguan fungsi hati dan ginjal. Pemeriksaan pencitraan mengonfirmasi pneumonia komunitas (CAP) dengan efusi pleura parapneumonik kanan. Ekokardiografi menunjukkan gagal jantung kongestif (CHF) dengan fraksi ejeksi yang menurun (19%) dan trombus intrakardial. Pengobatan meliputi terapi oksigen, antibiotik, diuretik, insulin, dan perawatan suportif. Pasien membaik secara bertahap, menekankan perlunya pendekatan multidisipliner dalam mengelola CAP dengan efusi pleura dan penyakit penyerta. 
Model Induced Pluripotent Stem Cells dalam Heterogenitas Diabetes Mellitus Tipe Dua: Tinjauan Pustaka Satria Akbar Putra Asmara; Muhammad Zaed Fatahillah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1004

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus tipe 2 telah menjadi salah satu beban kesehatan publik terbesar secara global. Salah satu tantangan terbesar dalam penelitian DMT2 adalah sifatnya yang sangat heterogen. Model penyakit tradisional, seringkali gagal menangkap keragaman genetik manusia yang kompleks dan interaksi sistemik antar-organ yang berkontribusi pada patofisiologi DMT2. Oleh karena itu Induced pluripotent stem cell dapat menjadi peluang sebagai perantara memahami patofisiologi DMT2. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan pustaka. Artikel dicari melalui Pubmed dan Sciencedirect yang terbit 10 tahun terakhir (2015-2025). Pembahasan: Empat artikel terinklusi menjelaskan bagaimana iPSC dikembangkan menjadi model diabetes mellitus tipe 2 dengan berbagai latar belakang genetik (seperti polimorfisme APOE), profil komorbiditas (termasuk aterosklerosis, hipertensi, dan retinopati diabetik), dan kerusakan sistem saraf pusat. Simpulan: Tinjauan naratif ini telah mengkaji keberhasilan studi-studi dalam menghasilkan lini iPSC yang stabil guna mendalami patofisiologi diabetes mellitus tipe 2.
Yoga for Managing Dysmenorrhea and Well-being in Women: A Literature Review Throughthe Lens of Tri Hita Karana Veronica Aurelie Buntoro; dr. Aditya Prabawa, M.Biomed, Sp.OG; Jerroll Septian Tammubua; Made Ajiswara Laba; Ayu Putu Githa Maheswari; I Gusti Ayu Intan Pramesti Utami; Laras Nazillah Putri
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1093

Abstract

Introduction: Dysmenorrhea significantly impacts women’s quality of life andwell-being. Yoga is considered an effective non-pharmacological intervention.Dysmenorrhea significantly influences women’s quality of life and overall well-being. Yoga is considered as and effective non-pharmacological intervention formanaging dysmenorrhea. Primary dysmenorrhea can lead to considerablephysical discomfort and emotional distress, ultimately resulting in a decline inoverall quality of life. Implementing yoga practices may provide substantialbenefits in alleviating dysmenorrhea.Methods: A systematic literature review was undertaken using PubMed andGoogle Scholar, focusing on the years 2015-2025. The selected keywords for thisreview included 'yoga', 'dysmenorrhea', and 'quality of life'. The review specificallytargeted peer-reviewed studies in any language focusing on women with primarydysmenorrhea. Following the screening of titles and abstracts, relevant full-textarticles were analyzed to extract key findings.Discussion: To analyze scientific evidence regarding the role of yoga in themanagement of dysmenorrhea and its potential to enhance overall well-beingthrough the perspective of Tri Hita Karana philosophy. This approach encouragesa holistic understanding of health and wellness.Conclusion: Yoga plays a vital role in enhancing pain relief, fostering emotionalbalance, and creating a holistic connection that aligns with Tri Hita Karanaprinciples. Yoga and Tri Hita Karana can offer a sustainable approach topromoting women’s health and well-being.
Hubungan Antara Status Gizi Dengan Kejadian Bronokopneumonia Pada Anak di RSPAD Gatot Soebroto Tahun 2024 Azzahra Febriyani Harjono; Sri Wahyu Herlinawati; Aryenti; Andri Gunawan
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1106

Abstract

Pendahuluan: Bronkopneumonia tetap menjadi salah satu penyebab utama morbiditas pada anak di seluruh dunia. Status gizi merupakan faktor fundamental yang menentukan kekuatan sistem imun dalam melawan infeksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara status gizi dengan kejadian bronkopneumonia pada pasien anak di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah anak yang menjalani rawat inap di RSPAD Gatot Soebroto selama periode tahun 2024. Data status gizi dikumpulkan melalui pengukuran antropometri langsung, sementara data diagnosis bronkopneumonia diperoleh melalui tinjauan rekam medis. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa prevalensi bronkopneumonia secara signifikan lebih tinggi pada anak dengan kategori status gizi kurang dan gizi buruk dibandingkan dengan anak yang memiliki gizi baik. Hasil uji statistik memperoleh nilai p < 0,05, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan secara statistik antara status gizi dengan kejadian bronkopneumonia. Pembahasan: Ketidakcukupan nutrisi menyebabkan penurunan respon imun seluler maupun humoral, sehingga mempermudah patogen menginfeksi saluran pernapasan bawah. Anak dengan status gizi rendah tidak hanya memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi, tetapi juga cenderung mengalami durasi sakit yang lebih lama dan proses penyembuhan yang lebih lambat dibandingkan anak dengan nutrisi optimal. Simpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian bronkopneumonia pada anak di RSPAD Gatot Soebroto tahun 2024. Perbaikan status gizi pada anak sangat krusial sebagai langkah preventif dalam menekan angka kejadian infeksi saluran pernapasan akut.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pasien Hemoroid Di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa Periode Januari 2024 - Desember 2024 Rahmania Dinda Rafiansyah; Edward Syam; Kamal Anas
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1109

Abstract

Pendahuluan: Hemoroid merupakan salah satu penyakit anorektal yang sering dijumpai dan dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya. Berbagai faktor diduga berperan dalam terjadinya hemoroid, seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, pekerjaan, dan tipe hemoroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi pasien penderita hemoroid di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa periode Januari 2024 - Desember 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien hemoroid di RS TK II Moh Ridwan Meuraksa periode Januari 2024 - Desember 2024. Variabel yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, pekerjaan, dan tipe hemoroid.  Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hemoroid paling banyak berada pada kelompok usia dewasa dan lanjut usia. Sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan indeks massa tubuh, pasien dengan status overweight dan obesitas ditemukan lebih dominan. Pekerjaan dengan aktivitas duduk atau berdiri dalam waktu lama merupakan kelompok terbanyak, dan tipe hemoroid yang paling sering ditemukan adalah hemoroid interna. Pembahasan: Temuan penelitian ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa faktor demografis dan gaya hidup berperan penting dalam kejadian hemoroid. Aktivitas fisik yang tidak seimbang serta peningkatan tekanan intraabdomen berkontribusi terhadap pembesaran pleksus hemoroidalis. Simpulan: Faktor usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, pekerjaan, dan tipe hemoroid berperan dalam karakteristik pasien hemoroid. 
Efek Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Proliferasi Dan Siklus Pada Sel Kanker HSC-3 Daris Agil Widjaya; Much Restu Syamsul Hadi; Etty Widayanti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1116

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut, termasuk kanker lidah, masih memiliki luaran klinis yang kurang baik dan terapi konvensional dapat menimbulkan efek samping. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung polifenol (terutama EGCG) yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini menilai efek ekstrak daun teh hijau terhadap proliferasi dan siklus sel Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan sel HSC-3. Kelompok proliferasi: DMEM (kontrol), cisplatin 15 µM (kontrol positif), dan ekstrak teh hijau 160, 320, 640, 960 µg/mL; pengukuran dengan MTT assay. Siklus sel dianalisis menggunakan flow cytometry (PI) pada cisplatin, DMEM, dan ekstrak 40, 80, 100, 160 µg/mL. Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey (p<0,05). Hasil: Rata-rata proliferasi DMEM 31.432 dan cisplatin 24.604. Ekstrak teh hijau menunjukkan perubahan proliferasi: 160 µg/mL 37.384; 320 µg/mL 30.346; 640 µg/mL 6.124; 960 µg/mL 608. ANOVA proliferasi signifikan (F=501,241; p=0,000). Distribusi siklus sel menunjukkan proporsi G0/G1 meningkat pada 160 µg/mL (58,5%) dibanding 40 µg/mL (31,8%), namun ANOVA siklus sel tidak signifikan (F=1,624; p=0,228). Pembahasan: Ekstrak teh hijau bersifat dose-dependent dalam menekan proliferasi sel HSC-3, dengan efek paling kuat pada 640–960 µg/mL. Perubahan pola siklus sel cenderung mengarah ke peningkatan G0/G1, tetapi belum bermakna secara statistik. Simpulan: Ekstrak daun teh hijau menurunkan proliferasi sel HSC-3 secara signifikan, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada distribusi siklus sel.
Ileus Ascariasis: Perspektif Integratif antara Aspek Klinis, Diagnostik, dan Strategi Tatalaksana I Nyoman Dwi Suputra Diarsa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.903

Abstract

Background: Ileus ascariasis is a severe complication of Ascaris lumbricoides infection, predominantly affecting children in endemic regions with poor sanitation. Despite global control programs, it continues to cause significant morbidity and mortality, yet fragmented evidence limits comprehensive understanding. This review was conducted to integrate clinical, diagnostic, management, and preventive perspectives. Methods: A structured literature search was performed across PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, and additional sources using boolean operators. Eligible publications included case reports, original studies, reviews, clinical guidelines, and public health reports in English and Indonesian. Evidence was synthesized narratively and thematically by an academic team under faculty supervision. Discussion: The review highlights that ileus ascariasis typically manifests as small bowel obstruction caused by worm boluses, sometimes complicated by volvulus, intussusception, or perforation. Diagnostic modalities such as ultrasonography and CT scans are useful but limited in accessibility within resource-constrained settings. Management ranges from conservative approaches, including decompression, and antibiotics, to surgical intervention when obstruction persists or complications occur. Preventive strategies such as mass drug administration, sanitation improvement, and health education show potential but are challenged by reinfection, low awareness, and uneven implementation. Knowledge gaps remain regarding optimal diagnostic pathways, comparative effectiveness of conservative and operative strategies, also integration of prevention with community-based programs. Conclusion: Ileus ascariasis is both a clinical emergency and a persistent public health concern. Strengthening early detection, optimizing treatment protocols, and linking preventive measures with sustainable community interventions are crucial to reducing its impact on vulnerable populations.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue