cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 383 Documents
Vagus Nerve Stimulation sebagai Terapi Ajuvan pada Gangguan Stress Pascatrauma: Tinjauan Pustaka Cahya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1096

Abstract

Pendahuluan: Gangguan stres pascatrauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD) merupakan gangguan psikiatri kronis yang ditandai oleh kegagalan regulasi emosi, hiperarousal, dan gangguan proses kepunahan ketakutan. Meskipun psikoterapi berbasis paparan merupakan terapi lini utama, angka kegagalan dan putus terapi masih tinggi, terutama pada kasus resisten. Vagus Nerve Stimulation (VNS) muncul sebagai pendekatan neuromodulasi yang berpotensi memperkuat mekanisme neurobiologis yang mendasari pembelajaran kepunahan ketakutan. Metode: Tinjauan pustaka ini dilakukan melalui penelusuran literatur pada Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Frontiers dengan kata kunci terkait VNS, PTSD, neuromodulasi, dan sistem saraf otonom. Literatur berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2017–2025 diseleksi dan dianalisis secara naratif. Pembahasan: Literatur menunjukkan bahwa VNS, baik invasif maupun non-invasif, secara konsisten meningkatkan plastisitas saraf, menstabilkan sistem saraf otonom, serta memodulasi sirkuit otak yang terlibat dalam regulasi emosi dan kepunahan ketakutan. Studi preklinis dan klinis menunjukkan bahwa VNS yang dipasangkan dengan terapi paparan mampu menurunkan gejala PTSD, mengurangi hiperarousal, meningkatkan fungsi kognitif, serta menekan respons inflamasi yang dipicu oleh stres traumatik. Simpulan: Vagus Nerve Stimulation merupakan terapi ajuvan yang menjanjikan dalam penatalaksanaan PTSD, khususnya pada pasien yang kurang responsif terhadap terapi konvensional. Pendekatan ini mendukung paradigma psikiatri berbasis neurobiologi yang lebih presisi, meskipun masih diperlukan penelitian lanjutan untuk standarisasi protokol dan evaluasi efektivitas jangka panjang.                           
Current Updates of Connection Between Food Allergies and Atopic Dermatitis : a Literature Review Muhammad Farrell Rikhad; Rendy Wijaya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1097

Abstract

Introduction: The relationship between food allergy (FA) and atopic dermatitis (AD) involves a complex, bidirectional interplay often associated with the "atopic march." This review aims to analyze the pathological mechanisms connecting these conditions, evaluate diagnostic accuracy, and determine appropriate management and prevention strategies. Method: A comprehensive literature review was conducted using electronic databases including PubMed, MEDLINE, and Google Scholar. A total of 54 references, comprising international journals and guidelines published up to 2025, were selected based on keywords such as "atopic dermatitis," "food allergy," "sensitization," and "elimination diet." Discussion: The review highlights that AD-associated skin barrier defects, such as filaggrin mutations, facilitate epicutaneous sensitization, making AD a major risk factor for developing IgE-mediated FA. Conversely, FA can exacerbate AD symptoms, particularly in infants with moderate-to-severe disease. Diagnosis requires confirming clinical history with Skin Prick Tests, specific IgE levels, and the gold-standard Oral Food Challenge. Regarding management, while targeted elimination diets improve symptoms in confirmed cases, unnecessary dietary restrictions may lead to nutritional deficiencies and a loss of immune tolerance. Preventive strategies focusing on skin barrier restoration via daily emollient therapy show promise in reducing sensitization risks. Conclusion: A reciprocal causal relationship exists between AD and FA. AD serves as a primary route for allergic sensitization, while FA can aggravate skin inflammation. Effective management necessitates rigorous diagnostic confirmation before implementing elimination diets and prioritizes early skin barrier maintenance to potentially disrupt the progression of atopic diseases.
Efektivitas Chanting Mantra Yoga terhadap Fungsi Kognitif pada Dewasa: Tinjauan Literatur Putu Rania Apta Savitri; Made Bayu Permasutha; Ni Putu Nirmala Evelyn; Ni Putu Kaori Prajaniti; Kadek Wanda Pratiwi Adibrata
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1100

Abstract

Pendahuluan: Chanting mantra merupakan salah satu bentuk meditasi dalam yoga yang diketahui dapat memengaruhi aktivitas gelombang otak serta mendukung fungsi kognitif. Pada individu dewasa, tuntutan hidup dan stres berkepanjangan sering berdampak pada penurunan memori, perhatian, serta fokus. Meskipun yoga secara umum telah terbukti bermanfaat bagi kesehatan, efektivitas dari chanting mantra yoga tersendiri terhadap fungsi kognitif masih belum banyak ditinjau secara komprehensif. Metode: Tinjauan literatur ini disusun berdasarkan pedoman PRISMA. Pencarian artikel dilakukan melalui Google Scholar, PubMed, dan ScienceDirect dengan kata kunci terkait chanting mantra dan fungsi kognitif pada dewasa, dalam rentang tahun 2020 hingga 2025, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Pembahasan: Hasil telaah menunjukkan bahwa chanting mantra, terutama OM chanting, memberikan peningkatan signifikan pada domain kognitif seperti memori verbal dan spasial, perhatian, kecepatan pemrosesan informasi, serta regulasi kecemasan. Intervensi jangka pendek hingga menengah, mulai dari dua puluh menit per sesi hingga dua belas minggu latihan, konsisten menunjukkan perbaikan fungsi kognitif dibandingkan kelompok kontrol. Simpulan: Chanting mantra yoga terbukti memiliki potensi sebagai intervensi non-farmakologis yang efektif untuk meningkatkan fungsi kognitif pada orang dewasa. Praktik ini sederhana, mudah diterapkan, dan aman, sehingga dapat menjadi pilihan pendukung dalam menjaga kesehatan mental maupun performa kognitif. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan metodologi yang lebih kuat untuk memastikan keberlanjutan manfaatnya dalam jangka panjang.
Effects of Yoga Interventions on Sleep Quality Among Adult Women with Sleep Problems: A Systematic Review I Gede Yogi Lingga Pradipa; Nyoman Intan Permatahati Wiguna; I Made Bagus Krishna Wiguna; Riska Ramadona. H; Sarah Angie Sihotang; I Putu Esa Ika Putra Juni Artana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v8i3.1101

Abstract

Introduction: Sleep problems are common health complaints and occur more frequently in adult women than in men. These disturbances are influenced by biological and psychosocial factors and negatively affect quality of life and overall health. Yoga has emerged as a non-pharmacological approach for managing sleep problems. This systematic review aimed to evaluate the effectiveness of yoga in improving sleep quality and reducing insomnia in severity among adult women. Method: This study was conducted as a systematic literature review following PRISMA guidelines. Literature searches were performed in PubMed, Cochrane Library, and ScienceDirect. Included studies consisted of controlled clinical trials to assessing yoga interventions in adult women with sleep problems. Data were extracted and synthesized narratively. Discussion: The reviewed studies generally reported improvements in subjective sleep quality following yoga interventions particularly among women with poor baseline sleep quality. In contrast findings related to objective sleep parameters were inconsistent. Differences in yoga styles, intervention, duration, and study populations contributed to variability in outcomes. Conclusion: Yoga may serve as a safe and feasible non-pharmacological intervention to improve subjective sleep quality in adult women. Further high-quality studies with standardized protocols and objective sleep assessments are required to strengthen the evidence.
Peran Ritual Melukat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mental dan Keseimbangan Psikologis: Literature Review I Gede Lanang Daneswara Parama; Ni Luh Putu Pranena Sastri; Ida Bagus Yoga Mahadi Putra; Gede Pradnyana Putra; Jeremy Daud Bintang Kriswinahyu Priyono; I Kadek Dwi Danda Suwardinatha
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1102

Abstract

Pendahuluan: Kesehatan mental menjadi permasalahan global yang semakin mendesak, adanya peningkatan kasus depresi, kecemasan, dan bunuh diri di Indonesia dan dunia. Penelitian ini dilakukan untuk mengeksplorasi peran ritual melukat, sebagai tradisi penyucian diri dalam budaya Hindu Bali, dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan mental dan keseimbangan psikologis. Mengingat pendekatan secara spiritual semakin relevan sebagai pengobatan konvensional. Tujuan penelitian adalah meninjau literatur terkait potensi terapeutik melukat dari segi kesejahteraan mental. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan systematic review dengan pencarian artikel secara online dengan kata kunci “melukat”, “kesejahteraan mental”, dan “keseimbangan psikologis”. Artikel yang dipilih diterbitkan pada tahun 2022-2025, dalam bahasa Indonesia maupun Inggris yang relevan dengan topik ini. Pembahasan: Tinjauan yang dilakukan menggunakan 9 literatur menjelaskan bahwa ritual melukat berperan penting sebagai mekanisme coping emosional yang efektif, melalui pembersihan secara spiritual yang memberikan hasil relaksasi, ketenangan batin, mengurangi stress, dan harmoni holistik antara tubuh, pikiran, roh, serta lingkungan sosial-ekologis. Ritual melukat melengkapi model biomedis dengan elemen budaya dan spiritual, terutama dalam pencegahan gangguan mental dan ketidakseimbangan psikologis. Simpulan: Ritual melukat sebagai intervensi non-farmakologis berfungsi meningkatkan kesejahteraan mental dan keseimbangan psikologis, dengan rekomendasi integrasi berkelanjutan dalam wellness tourism Bali bersamaan dengan menjaga autentisitas budaya.
Outcomes of True Zero-Fluoroscopy Catheter Ablation for Atrial Fibrillation Care: A Systematic Review and Meta-analysis Nathania Ella Sudiono; Christopher Daniel Tristan; Muhammad Farid Hamka; Erlangga Masykur Kynaya; Awalil Rifqi Kurnia Rahman; Irnizarifka Irnizarifka
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1103

Abstract

Introduction: Atrial fibrillation (AF) represents the most common arrhythmia. Current guidelines recommending catheter ablation as first-line rythm control and definitive treatment for AF which resistant or unresponsive to antiarrhythmic drugs. However, there is concerning issue of fluoroscopy radiation regarding conventional catheter ablation. Zero-fluoroscopy (ZF) emerged as novel technique to fully eliminated fluoroscopy with uncertainity of efficacy and safety. Previous review was insufficient, as they grouped fluoroless ablation under the ZF category. Method: Scopus, Pubmed, ScienceDirect, and CENTRAL were used to identify relevant studies prior to December 21, 2024. Studies directly comparing TZF vs NZF were included. Quality assessment was carried out using the RoB 2.0 and ROBINS-I tool. Meta-analysis was conducted using R-Studio. Discussion: There were one randomized controlled trial (RCT) and seven non-randomized cohorts (1.171 patients) included. The success of pulmonary vein isolation (PVI) with TZF and NZF was comparable, with follow-up visits showing equivalent AF recurrence rates at 6 months (RR = 1.00; 95% CI = 0.90 - 1.11; p = 0.99) and 12 months (RR = 0.57; 95% CI = 0.13 – 2.57; p = 0.47). ZF showed a significantly shorter procedural time duration (MD = -8.94; 95% CI = -13.56 – (-4.32); p < 0.01). Safety evaluation of ZF demonstrated comparable results for cardiac tamponade (RR = 1.77; 95% CI = 0.37 – 8.37; p = 0.47) and other adverse events risk. Conclusion: TZF technique in catheter ablation for AF is a revolutionary, effective, and safe innovation. TZF should be considered the standard approach in AF catheter ablation.
Hubungan Beban Kerja Fisik dengan Status Gizi Pada Pemetik Kopi di Kabupaten Tanggamus Anisa Nuraisa Jausal; Nur Ayu Virginia Irawati; Anggi Setiorini; Giska Tri Putri; Resti Ramdani; Muhammad Al Ikhsan; Tegar Laksmono Rosulli; Muhammad Adib Hakim Dzakwan Syah; Ariadna Allexandrina Maureen Sarasvaty
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1105

Abstract

Pendahuluan: Kabupaten Tanggamus merupakan salah satu sentra produksi kopi robusta terbesar di Provinsi Lampung. Aktivitas pemetikan kopi memerlukan aktivitas fisik yang tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama, beban kerja fisik yang tinggi tanpa diimbangi dengan asupan gizi yang memadai dapat memengaruhi status gizi pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja fisik dengan status gizi pada pemetik kopi di Kabupaten Tanggamus. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan pada bulan Juni–November tahun 2025 di Kecamatan Pulau Panggung, Kabupaten Tanggamus. Sampel penelitian berjumlah 50 pemetik kopi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Beban kerja fisik diukur menggunakan International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) versi pendek, sedangkan status gizi dinilai menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT). Analisis data dilakukan secara deskriptif dan bivariat menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher’s Exact. Hasil: Mayoritas responden memiliki beban kerja fisik tinggi yaitu sebanyak 40 orang (80%), dengan status gizi normal sebanyak 35 orang (70%). Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dan status gizi pada pemetik kopi (p>0,05). Pembahasan: Tidak ditemukannya hubungan yang bermakna antara beban kerja fisik dan status gizi kemungkinan dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pola konsumsi makanan, keseimbangan energi, dan faktor gaya hidup. Selain itu, fenomena occupational physical activity paradox menunjukkan bahwa aktivitas fisik dalam pekerjaan tidak selalu berkorelasi langsung dengan status gizi yang lebih rendah. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja fisik dengan status gizi pada pemetik kopi di Kabupaten Tanggamus.
Efektivitas Yoga terhadap Penurunan Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi: Tinjauan Literatur dari Perspektif Tri Hita Karana Gede Pradnyana Putra Gede Pradnyana Putra; Made Kurnia Widiastuti Giri Made Kurnia Widiastuti Giri; Jeremy Daud Bintang Kriswinahyu Priono Jeremy Daud Bintang Kriswinahyu Priono; Ida Bagus Yoga Mahadi Putra Ida Bagus Yoga Mahadi Putra; I Gede Lanang Daneswara Parama I Gede Lanang Daneswara Parama; Kadek Dwi Danda Suwardinatha Kadek Dwi Danda Suwardinatha
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1121

Abstract

Pendahuluan: Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat yang semakin meningkat di Indonesia, yang dapat dikaitkan dengan perubahan gaya hidup modern dan stres. Yoga, sebagai pendekatan non-farmakologis, menjanjikan untuk pengelolaan hipertensi secara terintegrasi dengan konsep Tri Hita Karana, yang berfokus pada harmoni antara manusia, alam, dan spiritualitas. Studi ini bertujuan untuk meneliti efektivitas yoga dalam mengendalikan tekanan darah pada pasien hipertensi, dari perspektif Tri Hita Karana. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan literatur sistematis kualitatif. Pencarian literatur dilakukan pada database Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait yoga, hipertensi, dan perspektif holistik, terbatas pada publikasi tahun 2016-2026. Sebanyak 12 studi terpilih (terdiri dari RCT dan meta-analisis) dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema makna pengalaman pasien dan proses harmonisasi. Pembahasan: Temuan utama dari studi ini mengungkapkan efektivitas yoga dalam menurunkan tekanan darah melalui respons relaksasi otonom. Pendekatan holistik yang menggabungkan asana yoga, pranayama, dan meditasi menunjukkan efikasi yang lebih besar dibandingkan dengan pendekatan parsial. Pendekatan Tri Hita Karana menambah kedalaman pemahaman tentang efektivitas yoga tidak hanya pada tingkat fisiologis tetapi juga pada tingkat spiritual dan sosial. Simpulan: Penelitian ini memvalidasi fakta bahwa yoga memiliki potensi untuk menjadi intervensi holistik yang relevan dalam pengelolaan hipertensi di Indonesia, melalui perspektif Tri Hita Karana.  Kata Kunci: hipertensi, yoga, tinjauan literatur, Tri Hita Karana, kesehatan holistik
Efektivitas Spiritual Konseling pada Pasien Gagal Ginjal Kronis: Systematic Review Tjokorda Prawira Putra Pemayun; Made Kurnia Widiastuti Giri; Ni Made Mirah Candrawati; Pande Bagus Andhika Maharthanegara; Ni Kadek Indah Melati; I Komang Nirartha Nusaryanda
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1122

Abstract

Pendahuluan: Gagal ginjal kronis merupakan penyakit progresif yang memerlukan terapi pengganti ginjal jangka panjang, terutama hemodialisis. Prosedur ini sering menimbulkan dampak negatif terhadap kualitas tidur serta kondisi psikologis pasien, seperti kecemasan dan depresi. Pendekatan medis konvensional cenderung berfokus pada aspek fisik dan belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan holistik pasien. Oleh karena itu, konseling spiritual sebagai terapi komplementer mulai dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis pasien. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas konseling spiritual terhadap kualitas tidur, kecemasan, dan depresi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang disusun mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui basis data Google Scholar, PubMed, dan Europe PMC menggunakan kata kunci yang relevan. Kriteria inklusi meliputi penelitian dengan desain randomized controlled trial dalam sepuluh tahun terakhir, melibatkan pasien dewasa yang menjalani hemodialisis, serta menilai luaran kualitas tidur dan kondisi psikologis. Pembahasan: Sebanyak enam artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Seluruh penelitian menunjukkan bahwa konseling spiritual memberikan perbaikan bermakna pada kualitas tidur serta penurunan tingkat kecemasan dan depresi dibandingkan kelompok kontrol. Intervensi spiritual terbukti membantu pasien dalam mengelola stres, meningkatkan ketenangan batin, dan memperbaiki respons psikologis terhadap penyakit kronis. Simpulan: Konseling spiritual efektif sebagai terapi komplementer dalam meningkatkan kualitas tidur dan kesejahteraan psikologis pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis. Pendekatan holistik ini layak dipertimbangkan dalam praktik pelayanan kesehatan. 
Angka Kejadian Pasien Penderita TB-Paru-HIV di RSPI Prof.Dr.Sulianti Saroso Pada Tahun 2024 Nada Valisha Hanun; Titiek Djannatun; Ike Irmawati Purbo Astuti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1127

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) dan HIV merupakan masalah kesehatan yang signifikan, mengingat infeksi HIV dapat menurunkan sistem imun dan secara drastis meningkatkan risiko koinfeksi TB. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian koinfeksi TB-HIV serta faktor-faktor yang berhubungan pada pasien TB di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 274 pasien TB yang diambil melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis periode Januari–Desember 2024. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Hasil: Angka kejadian koinfeksi TB-HIV pada pasien TB dalam studi ini mencapai 22,6%. Hasil analisis menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, riwayat kontak TB, dan jumlah CD4 memiliki hubungan dengan kejadian TB-HIV. Faktor prediktor yang paling dominan adalah jumlah CD4 dan riwayat kontak TB. Pembahasan: Kejadian koinfeksi TB-HIV sangat dipengaruhi oleh status imunologis pasien dan riwayat paparan. Jumlah CD4 yang rendah memicu kerentanan terhadap terjadinya TB aktif, sementara riwayat kontak memperbesar kemungkinan penularan. Simpulan: Angka kejadian TB-HIV di RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso tahun 2024 sebesar 22,6%, dengan jumlah CD4 dan riwayat kontak TB sebagai faktor paling berhubungan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan skrining ganda dan deteksi dini untuk mendukung pengendalian koinfeksi TB-HIV

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue