cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 370 Documents
Pengaruh Postur Tubuh Dan Jarak Pandang Monitor Terhadap Keluhan Computer Vision Syndrome Pada Siswa Sekolah Sman 28 Tangerang Najma Belvana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1111

Abstract

Latar Belakang: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekumpulan gangguan mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat elektronik dalam durasi lama. Faktor ergonomi, seperti postur tubuh dan jarak pandang monitor yang tidak ideal, diduga kuat memperparah risiko CVS pada remaja, khususnya siswa SMA yang intens menggunakan perangkat digital untuk edukasi maupun hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh postur tubuh dan jarak pandang monitor terhadap keluhan CVS pada siswa SMAN 28 Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 104 siswa SMAN 28 Tangerang yang dipilih menggunakan teknik sampling tertentu. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Regresi Logistik untuk analisis multivariat. Hasil: Prevalensi CVS pada responden ditemukan sangat tinggi, mencapai 76%. Mayoritas siswa memiliki postur tubuh tidak ergonomis (61,5%) dan jarak pandang monitor yang tidak ideal (72,1%). Hasil uji bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara postur tubuh dan jarak pandang terhadap keluhan CVS ($p = 0,000$). Analisis multivariat mengidentifikasi jarak pandang monitor sebagai faktor paling dominan dengan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 0,063. Hal ini menunjukkan bahwa jarak pandang yang ideal mampu menurunkan risiko terjadinya CVS sebesar 93,7%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh signifikan antara postur tubuh dan jarak pandang monitor terhadap keluhan Computer Vision Syndrome. Meskipun kedua faktor berkontribusi, jarak pandang monitor merupakan faktor determinan utama yang memengaruhi keluhan CVS pada siswa. Edukasi mengenai jarak pandang ergonomis sangat diperlukan untuk meminimalisir risiko gangguan penglihatan pada siswa.
Pengaruh Kualitas Tidur Terhadap KeluhanComputer Vision Syndrome Pada Siswa SekolahSman 28 Tangerang Najma Anindya
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1112

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan kumpulan gejala visual, okular, dan ekstraokular akibat penggunaan perangkat digital dalam durasi yang lama. Pada populasi remaja, peningkatan penggunaan perangkat digital tidak hanya memicu CVS tetapi juga berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk diduga dapat memperberat kelelahan mata dan menurunkan fungsi konsentrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh kualitas tidur terhadap keluhan CVS pada siswa SMAN 28 Tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 104 siswa SMAN 28 Tangerang yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square ($p < 0,05$). Hasil: Prevalensi CVS pada siswa mencapai 76% (79 siswa), sementara prevalensi kualitas tidur buruk sebesar 75% (78 siswa). Berdasarkan analisis data, responden dengan kualitas tidur buruk mayoritas mengalami CVS (93,6%), sedangkan pada kelompok kualitas tidur baik, hanya 23,1% yang mengalami keluhan tersebut. Hasil uji statistik menunjukkan nilai $p = 0,000$, yang mengindikasikan adanya pengaruh yang signifikan secara statistik antara kualitas tidur dengan keluhan CVS. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara kualitas tidur dengan keluhan Computer Vision Syndrome pada siswa SMAN 28 Tangerang. Semakin buruk kualitas tidur, semakin tinggi risiko siswa mengalami gejala visual, okular, dan ekstraokular. Optimalisasi waktu istirahat dan kualitas tidur sangat disarankan bagi siswa untuk meminimalisir dampak negatif penggunaan perangkat digital.
Hubungan Kadar Kolesterol Total Dan LDL Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Jantung Koroner Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Periode Januari – Desember 2024 Rahma Soraya Wijanarko
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1113

Abstract

Tentu, ini adalah versi abstrak penelitian Anda yang telah dirapikan sesuai dengan standar publikasi jurnal ilmiah kedokteran. Format ini menonjolkan alur logika dari patofisiologi hingga implikasi klinisnya. ABSTRAK Latar Belakang: Kolesterol total dan Low-Density Lipoprotein (LDL) merupakan faktor risiko utama dalam patogenesis penyakit jantung koroner (PJK). Peningkatan kadar lipid dalam darah tidak hanya memicu aterosklerosis, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan tekanan darah melalui gangguan fungsi vaskular dan kekakuan arteri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kadar kolesterol total dan LDL dengan derajat hipertensi pada pasien PJK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang (cross-sectional) dengan memanfaatkan data rekam medis pasien PJK. Variabel penelitian meliputi kadar kolesterol total, kadar LDL, dan klasifikasi derajat hipertensi. Data dianalisis menggunakan uji statistik bivariat untuk menentukan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil: Temuan penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan kadar kolesterol total tinggi secara konsisten terdistribusi pada kategori hipertensi yang lebih berat dibandingkan dengan pasien berprofil kolesterol normal. Pola serupa ditemukan pada variabel LDL, di mana terdapat kecenderungan peningkatan derajat hipertensi seiring dengan tingginya kadar LDL pasien. Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif antara profil lipid yang buruk dengan tingkat keparahan hipertensi. Pembahasan: Hasil ini memperkuat teori bahwa dislipidemia memicu proses aterosklerosis yang mengakibatkan penurunan elastisitas pembuluh darah (kekakuan vaskular), sehingga memicu peningkatan tekanan darah sistemik. Temuan ini sejalan dengan literatur sebelumnya yang menempatkan profil lipid sebagai faktor determinan yang memperburuk kondisi hemodinamik pada pasien dengan komorbiditas jantung koroner. Simpulan: Kadar kolesterol total dan LDL yang tinggi berhubungan signifikan dengan derajat hipertensi yang lebih berat pada pasien penyakit jantung koroner. Pengendalian profil lipid secara agresif menjadi intervensi krusial untuk mencegah progresi hipertensi dan menurunkan risiko komplikasi kardiovaskular lebih lanjut.
Pengaruh Tingkat Pendidikan Dan Status Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Swamedikasi Pada Anak Di Jakarta Trigita Azahra Kinanthi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1114

Abstract

Latar Belakang: Swamedikasi atau pengobatan mandiri pada anak sering menjadi pilihan pertama orang tua untuk menangani keluhan ringan. Tingkat pendidikan formal dan status sosial ekonomi sering kali dianggap sebagai faktor determinan utama yang memengaruhi pemahaman dan tindakan medis mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi terhadap pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada orang tua di Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional) terhadap 146 orang tua yang memiliki riwayat melakukan swamedikasi pada anak. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang telah divalidasi. Analisis statistik hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi $p < 0,05$. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan swamedikasi dalam kategori kurang (58,2%) dan perilaku dalam kategori cukup (45,9%). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ($p = 0,288$) maupun perilaku ($p = 0,736$). Demikian pula dengan status sosial ekonomi yang tidak berhubungan signifikan dengan pengetahuan ($p = 0,217$) dan perilaku ($p = 0,104$). Pembahasan: Temuan ini mengindikasikan bahwa pendidikan formal yang tinggi dan kondisi ekonomi yang mapan tidak menjamin praktik swamedikasi yang lebih baik pada orang tua. Rendahnya pengetahuan yang dibarengi dengan perilaku yang "cukup" menunjukkan adanya kesenjangan (knowledge-practice gap). Faktor lain seperti pengalaman pribadi, pengaruh budaya/kebiasaan, dan aksesibilitas terhadap informasi kesehatan non-formal diduga memiliki peran yang lebih dominan. Simpulan: Tingkat pendidikan dan status sosial ekonomi bukan merupakan faktor penentu signifikan terhadap pengetahuan dan perilaku swamedikasi pada anak di Jakarta. Diperlukan upaya edukasi kesehatan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan untuk mendorong praktik swamedikasi yang aman, rasional, dan bertanggung jawab bagi seluruh lapisan masyarakat.
Tingkat Pengetahuan dan Sikap Orang Tua terhadap Penggunaan dan Resistensi Antibiotik di Jakarta Syahla Shabrina
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1115

Abstract

Latar Belakang: Resistensi antibiotik merupakan ancaman kesehatan global yang meningkat akibat penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Orang tua memegang peran sentral dalam pengambilan keputusan pengobatan anak, sehingga tingkat pengetahuan dan sikap mereka menjadi faktor penentu dalam upaya pencegahan resistensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan dan sikap orang tua terhadap penggunaan serta resistensi antibiotik di Jakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian terdiri dari 146 orang tua yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji Chi-Square ($p < 0,05$). Hasil: Dari 146 responden, mayoritas memiliki tingkat pengetahuan rendah (66,4%), diikuti pengetahuan tinggi (18,5%), dan pengetahuan cukup (15,1%). Sebaliknya, sebagian besar responden menunjukkan sikap positif terhadap penggunaan antibiotik rasional (86,3%), sikap cukup (13,0%), dan hanya satu responden dengan sikap rendah (0,7%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan ($p = 0,050$), tingkat pendidikan dengan sikap ($p = 0,041$), serta hubungan yang sangat signifikan antara pengetahuan dengan sikap ($p = 0,000$). Pembahasan: Temuan ini mengonfirmasi bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor fundamental dalam membentuk struktur pengetahuan dan sikap orang tua, sejalan dengan teori perilaku kesehatan. Meskipun sikap responden cenderung positif, rendahnya tingkat pengetahuan menunjukkan adanya risiko misinterpretasi dalam praktik penggunaan antibiotik sehari-hari yang dapat memicu resistensi. Simpulan: Mayoritas orang tua di Jakarta memiliki tingkat pengetahuan yang rendah namun memiliki sikap yang positif terhadap penggunaan antibiotik rasional. Diperlukan intervensi edukasi kesehatan yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menyelaraskan antara sikap positif dengan pengetahuan yang memadai guna mencegah penyebaran resistensi antibiotik.
Efek Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Proliferasi Dan Siklus Pada Sel Kanker HSC-3 Daris Agil Widjaya; Much Restu Syamsul Hadi; Etty Widayanti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1116

Abstract

Pendahuluan: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut, termasuk kanker lidah, masih memiliki luaran klinis yang kurang baik dan terapi konvensional dapat menimbulkan efek samping. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung polifenol (terutama EGCG) yang berpotensi sebagai agen antikanker. Penelitian ini menilai efek ekstrak daun teh hijau terhadap proliferasi dan siklus sel Metode: Penelitian eksperimental in vitro menggunakan sel HSC-3. Kelompok proliferasi: DMEM (kontrol), cisplatin 15 µM (kontrol positif), dan ekstrak teh hijau 160, 320, 640, 960 µg/mL; pengukuran dengan MTT assay. Siklus sel dianalisis menggunakan flow cytometry (PI) pada cisplatin, DMEM, dan ekstrak 40, 80, 100, 160 µg/mL. Analisis statistik menggunakan One-Way ANOVA dan uji lanjut Tukey (p<0,05). Hasil: Rata-rata proliferasi DMEM 31.432 dan cisplatin 24.604. Ekstrak teh hijau menunjukkan perubahan proliferasi: 160 µg/mL 37.384; 320 µg/mL 30.346; 640 µg/mL 6.124; 960 µg/mL 608. ANOVA proliferasi signifikan (F=501,241; p=0,000). Distribusi siklus sel menunjukkan proporsi G0/G1 meningkat pada 160 µg/mL (58,5%) dibanding 40 µg/mL (31,8%), namun ANOVA siklus sel tidak signifikan (F=1,624; p=0,228). Pembahasan: Ekstrak teh hijau bersifat dose-dependent dalam menekan proliferasi sel HSC-3, dengan efek paling kuat pada 640–960 µg/mL. Perubahan pola siklus sel cenderung mengarah ke peningkatan G0/G1, tetapi belum bermakna secara statistik. Simpulan: Ekstrak daun teh hijau menurunkan proliferasi sel HSC-3 secara signifikan, namun tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada distribusi siklus sel.
Efek Ekstrak Daun Teh Hijau Terhadap Migrasi Dan Viabilitas Pada Sel Kanker HSC-3 Dimas Rizki
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1117

Abstract

Latar Belakang: Karsinoma sel skuamosa rongga mulut merupakan keganasan dengan tingkat viabilitas dan migrasi sel yang tinggi, yang berperan krusial dalam progresi serta metastasis. Teh hijau (Camellia sinensis) mengandung senyawa katekin, khususnya Epigallocatechin gallate (EGCG), yang memiliki potensi sitotoksik dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efek ekstrak daun teh hijau terhadap viabilitas dan migrasi sel kanker lidah manusia (HSC-3). Metode: Penelitian eksperimental in vitro dilakukan pada sel HSC-3 yang terbagi menjadi enam kelompok: kontrol negatif (DMEM), kontrol positif (cisplatin), serta kelompok perlakuan ekstrak teh hijau dengan dosis 160, 320, 640, dan 960 ?g/mL. Viabilitas sel diukur menggunakan pewarnaan Hoechst, sedangkan kemampuan migrasi dinilai dengan metode open area assay. Analisis data dilakukan menggunakan uji One Way ANOVA dan uji lanjut Tukey ($p < 0,05$). Hasil: Terdapat penurunan viabilitas sel yang signifikan seiring dengan peningkatan dosis ekstrak ($p = 0,000$). Persentase viabilitas pada kelompok perlakuan adalah: 160 ?g/mL (93,60%); 320 ?g/mL (60,52%); 640 ?g/mL (44,87%); dan 960 ?g/mL (28,13%), dibandingkan kontrol negatif (96,48%) dan cisplatin (10,19%). Pada uji migrasi, perbedaan bermakna mulai terlihat pada jam ke-20 hingga ke-44. Pada jam ke-44, sisa open area pada dosis 640 ?g/mL adalah 18,70% dan pada 960 ?g/mL sebesar 55,03%, sementara kelompok lainnya telah mencapai 0% (penutupan area sempurna). Pembahasan: Ekstrak teh hijau menurunkan viabilitas sel HSC-3 secara dose-dependent, yang konsisten dengan mekanisme EGCG dalam menghambat proliferasi dan menginduksi apoptosis. Hambatan migrasi yang signifikan pada dosis tinggi setelah 20 jam menunjukkan efek yang bersifat time-dependent. Penurunan migrasi ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati bersama dengan data viabilitas, mengingat sitotoksisitas ekstrak juga memengaruhi kemampuan sel untuk bermigrasi. Simpulan: Ekstrak daun teh hijau efektif menurunkan viabilitas dan menghambat migrasi sel kanker HSC-3 secara in vitro, dengan efek penghambatan paling optimal ditemukan pada konsentrasi 960 ?g/mL
Hubungan Angka Kejadian Kanker Paru dengan Usia dan Jenis Kelamin di Rumah Sakit YARSI Periode 2020–2025 Nisah, Nurul Izzahtun
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1118

Abstract

Latar Belakang: Kanker paru merupakan keganasan dengan angka insidensi dan mortalitas tertinggi di dunia. Meskipun usia dan jenis kelamin sering diidentifikasi sebagai faktor risiko utama, hasil penelitian di berbagai populasi masih menunjukkan variasi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin dengan kejadian kanker paru di Rumah Sakit YARSI periode 2020–2025. Metode: Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) retrospektif. Data bersumber dari rekam medis dan hasil pemeriksaan patologi anatomi pasien periode Januari 2020 hingga Agustus 2025. Sampel penelitian berjumlah 53 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan $p < 0,05$. Hasil: Dari 53 sampel yang dianalisis, sebanyak 62,3% (33 pasien) terdiagnosis kanker paru dan 37,7% (20 pasien) non-kanker paru. Karakteristik responden didominasi oleh laki-laki (66%). Proporsi kejadian kanker paru ditemukan lebih tinggi pada kelompok usia $\ge$ 55 tahun (64,7%) dibandingkan kelompok usia < 55 tahun (57,9%). Namun, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian kanker paru ($p = 0,624$) maupun antara jenis kelamin dengan kejadian kanker paru ($p = 0,901$). Pembahasan: Tidak adanya hubungan signifikan dalam penelitian ini mengindikasikan bahwa kanker paru merupakan penyakit multifaktorial. Faktor risiko lain seperti riwayat merokok, paparan polusi lingkungan/industri, serta kerentanan genetik diduga memiliki peran yang lebih dominan dibandingkan sekadar faktor demografis usia dan jenis kelamin pada populasi ini. Simpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia dan jenis kelamin dengan angka kejadian kanker paru di Rumah Sakit YARSI periode 2020–2025. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan cakupan variabel risiko yang lebih luas untuk memetakan determinan utama kanker paru.
Hubungan Usia dan Jenis Kelamin dengan Angka Kejadian Kanker Paru di Rumah Sakit Islam Jakarta Periode 2018-2024 Nur Quratul Atiqa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1119

Abstract

Tentu, ini adalah versi abstrak penelitian Anda yang telah dirapikan mengikuti standar struktur jurnal ilmiah kedokteran (seperti JIMKI), dengan penekanan pada ketepatan data statistik dan alur logika klinis yang lebih formal. ABSTRAK Latar Belakang: Kanker paru merupakan keganasan dengan angka morbiditas dan mortalitas tertinggi di dunia. Meskipun usia dan jenis kelamin sering diidentifikasi sebagai faktor risiko utama, data lokal di Indonesia masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan usia dan jenis kelamin dengan angka kejadian kanker paru di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) periode 2018–2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) retrospektif. Data bersumber dari rekam medis pasien dengan diagnosis klinis tumor paru yang menjalani pemeriksaan patologi anatomi di RSIJ selama periode 2018–2024. Sampel berjumlah 46 kasus yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel independen yang diuji adalah usia dan jenis kelamin, sedangkan variabel dependen adalah kejadian kanker paru (karsinoma vs. non-karsinoma). Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi $p < 0,05$. Hasil: Karakteristik sampel menunjukkan sebagian besar pasien berusia $> 50$ tahun (60,9%) dan didominasi oleh laki-laki (63%). Berdasarkan diagnosis patologi anatomi, ditemukan 39,1% kasus karsinoma paru dan 60,9% kasus non-karsinoma paru. Hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia dengan kejadian kanker paru ($p = 0,89$) maupun antara jenis kelamin dengan kejadian kanker paru ($p = 0,683$). Pembahasan: Temuan ini mengindikasikan bahwa dalam populasi rumah sakit tertentu, faktor demografis seperti usia dan jenis kelamin mungkin bukan merupakan faktor penentu utama kejadian kanker paru. Hasil ini sejalan dengan literatur yang menyatakan bahwa faktor perilaku (seperti riwayat merokok) dan paparan lingkungan memiliki peran yang lebih signifikan. Adanya dominasi adenokarsinoma pada kelompok karsinoma paru juga mencerminkan tren global mengenai pergeseran pola histopatologi kanker paru saat ini. Simpulan: Tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara usia dan jenis kelamin dengan angka kejadian kanker paru di Rumah Sakit Islam Jakarta periode 2018–2024. Upaya pencegahan kanker paru di masa depan perlu lebih difokuskan pada faktor risiko yang dapat dimodifikasi, terutama perilaku merokok dan pengendalian paparan lingkungan.
Hubungan Kadar Glukosa Darah Dengan Derajat Hipertensi Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Umum Daerah Koja Januari- Desember 2024 Ragil Keyzsa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1120

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit metabolik yang sering disertai dengan komorbiditas hipertensi. Meskipun keduanya memiliki keterkaitan patofisiologi, hubungan antara kontrol glikemik dan derajat keparahan hipertensi masih menunjukkan hasil yang bervariasi pada berbagai populasi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara kadar glukosa darah dengan derajat hipertensi pada pasien DMT2 di RSUD Koja tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross-sectional) berbasis data rekam medis. Sebanyak 90 pasien DMT2 yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis dalam studi ini. Variabel utama yang diteliti meliputi kadar glukosa darah dan klasifikasi derajat hipertensi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi $p < 0,05$. Hasil: Karakteristik responden didominasi oleh perempuan usia paruh baya, dengan distribusi tekanan darah mayoritas berada pada kategori hipertensi derajat II. Meskipun sebagian besar pasien memiliki kadar glukosa darah yang tinggi, hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara signifikan antara kadar glukosa darah dengan derajat hipertensi pada sampel penelitian ini. Pembahasan: Tidak ditemukannya hubungan bermakna mengindikasikan bahwa derajat hipertensi pada pasien DMT2 dalam studi ini bersifat multifaktorial dan tidak hanya dipengaruhi oleh kadar glukosa darah sesaat. Faktor-faktor lain seperti durasi menderita penyakit, status fungsi ginjal, indeks massa tubuh (obesitas), serta kepatuhan terapi farmakologis kemungkinan memiliki peran yang lebih dominan, hal ini sejalan dengan variabilitas hasil pada beberapa literatur global sebelumnya. Simpulan: Kadar glukosa darah tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan derajat hipertensi pada pasien DMT2 di RSUD Koja tahun 2024. Diperlukan penelitian lebih lanjut dengan mempertimbangkan variabel perancu lainnya untuk memahami determinan utama hipertensi pada populasi diabetik.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue