cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 383 Documents
Effectiveness of the TAK-003 Dengue Vaccine in Preventing Dengue Infection in Children: A Systematic Review Hisyam Hartaman; Mishbakhul Luthfi; Rahmat Hidayat Nur Ilhami; Sri Wahyuni Evi Nafisyah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.931

Abstract

BACKGROUND: Dengue fever remains an important global health issue, particularly among children. Developing an effective and safe vaccination against all four dengue virus serotypes is still a challenge. TAK-003 is a tetravalent vaccination candidate based on a live attenuated DENV-2 virus with great efficacy and a favorable safety profile. METHOD: This systematic review was conducted using the PRISMA 2020 guidelines and a literature search of the PubMed, Scopus, and Wiley databases until October 15, 2025. Clinical trials and observational studies evaluating TAK-003's efficacy and safety in children were among the inclusion criteria. The risk of bias was assessed using ROB 2.0 and the Newcastle-Ottawa Scale.  RESULTS: Out of 132 publications evaluated, four unique studies (2 RCTs, 1 single-arm study, and 1 case-control trial) fulfilled the inclusion criteria. A phase III clinical trial (NCT02747927) of 20,099 children aged 4 to 16 years found an overall vaccination effectiveness of 73.3% against symptomatic dengue, with the strongest protection against DENV-2 (95.1%) and DENV-1 (69.8%). Follow-up results for up to 4.5 years after vaccination showed continuous long-term efficacy, including protection in people seronegative for DENV-1 and DENV-2. CONCLUSION: TAK-003 has been found to be safe, immunogenic, and effective in avoiding symptomatic and severe dengue in children and adolescents living in both endemic and non-endemic countries. This vaccine has tremendous potential as a global dengue preventive strategy, while protection against DENV-3 and DENV-4 need further improvement.
Gambaran Faktor Risiko Terjadinya Needle Stick Injury Pada Mahasiswa Bidang Kesehatan di Indonesia dan secara Global Monica Syefi Febriyanti; Missel Adintia Nauli; Angela Lady Kezia
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.957

Abstract

Pendahuluan: Needle stick injury (NSI) adalah suatu kecelakaan kerja akibat tertusuk jarum yang dapat menyebabkan luka pada kulit dan berpotensi terkontaminasi oleh darah atau cairan tubuh orang lain. Prevalensi kejadian NSI banyak ditemukan pada mahasiswa kesehatan. Banyak faktor risiko yang dilaporkan yang berkaitan dengan NSI pada mahasiswa kedokteran. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor risiko yang mempengaruhi terjadinya needle stick injury pada mahasiswa bidang kesehatan di Indonesia dan secara global sehingga dapat menjadi informasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan kinerja mahasiswa bidang kesehatan dalam melakukan praktik pendidikan di Rumah Sakit. Metode: Penelitian ini merupakan tinjauan literatur melalui pengumpulan literatur dari google scholar tahun 2018-2023 yang akhirnya didapatkan 8 literatur termasuk Indonesia dan global, sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Berdasarkan 3 literatur di Indonesia didapatkan faktor risiko NSI yang signifikan yaitu kurangnya pengetahuan dan pelatihan akan pencegahan NSI, kejadian recapping needle, dan penggunaan sarung tangan yang tidak aman. Berdasarkan 5 literatur global didapatkan faktor risiko NSI yang signifikan yaitu kurangnya pengalaman dan pelatihan dalam praktik kesehatan terhadap NSI, tingkat pengetahuan mahasiswa kesehatan tingkat pertama yang lebih rendah, dan tindakan recapping needle serta APD yang tidak aman. Kesimpulan: Kurangnya pengetahuan dan pelatihan pencegahan needle stick injury menjadi faktor risiko yang erat berkaitan dengan terjadinya needle stick injury pada mahasiswa bidang kesehatan baik di Indonesia maupun secara global.
Efektivitas Klinis Embolisasi Preoperatif terhadap Luaran Pembedahan Meningioma Farkhan Setiawan; Tranggono Yudo Utomo; Aditya Anandito Putra
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.958

Abstract

Pendahuluan: Meningioma merupakan tumor primer intrakranial yang paling sering ditemui, ekstra-aksial, dan berasal dari arachnoid cap cell yang menempel pada duramater. Tumor yang tumbuh membesar secara signifikan dan terdapat gejala maka dapat dilakukan terapi pembedahan. Embolisasi pre-operatif menjadi pilihan terapi tambahan pada pasien meningioma. Embolisasi ini ditujukan untuk melakukan devaskularisasi dari lesi atau mengurangi aliran darah tumor melalui eliminasi satu atau lebih arteri yang mensuplai nutrisi tumor. Metode: Tinjauan Pustaka dilakukan berdasarkan issue, metodologi, persamaan dan proposal penelitian lanjutan. Dari 5 penelitian yang digunakan secara keseluruhan metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dan pengumpulan data secara retrospektif selama tahun periode penelitian. Pembahasan:  Berdasarkan 5 penelitian menunjukkan bahwa embolisasi meningioma pre-operatif bertujuan untuk menurunkan vaskularisasi tumor. Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam komplikasi, recurrence-free survival, perkiraan kehilangan darah, waktu pembedahan, serta volume transfusi darah antara kelompok embolisasi dan non-embolisasi. Simpulan: Embolisasi pre-operatif tidak memberikan hasil yang menguntungkan secara signifikan. Embolisasi pre-operatif lebih direkomendasikan pada pasien dengan kondisi komorbiditas dan indeks keparahan penyakit yang lebih tinggi.
Efektivitas Gel Ekstrak 10% Rimpang Kunyit Putih (Curcuma zedoaria L.) Terhadap Penyembuhan Luka Sayat pada Tikus Putih (Rattus norvegicus L.) Galur Wistar Nur Rezky Amaliah; Asrawati Sofyan; Junjun Fitriani; Devi Oktafiani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1024

Abstract

Pendahuluan: Luka sayat merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan berisiko menimbulkan infeksi serta keterlambatan penyembuhan bila tidak ditangani dengan tepat. Indonesia memiliki potensi besar tanaman obat, salah satunya kunyit putih (Curcuma zedoaria L.) yang mengandung kurkuminoid, flavonoid, tanin, alkaloid, dan minyak atsiri dengan efek antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan yang berperan dalam penyembuhan luka. Namun, penelitian mengenai efektivitas ekstrak kunyit putih terhadap penyembuhan luka masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian ini untuk membuktikan potensinya sebagai terapi alternatif berbasis bahan alam. Metode: Penelitian eksperimental dengan rancangan post test with control group menggunakan 18 ekor tikus putih galur wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: kontrol negatif (basis gel), kontrol positif (gel bioplacenton®), dan perlakuan (gel ekstrak 10% kunyit putih). Parameter yang diamati adalah panjang luka dan rata-rata waktu penyembuhan. Analisis data menggunakan uji Kruskal-Wallis. Hasil: Rata-rata waktu penyembuhan luka sayat pada kelompok kontrol positif adalah 5,5±0,54 hari, kontrol negatif 7,5±1,22 hari, dan perlakuan 5,1±1,32 hari. Uji Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok (p=0,009). Pembahasan: Efektivitas gel ekstrak 10% rimpang kunyit putih dalam menyembuhkan luka sayat dikaitkan dengan kandungan metabolit sekunder seperti kurkumin, flavonoid, polifenol, tanin, alkaloid, dan terpenoid yang berperan sebagai antiinflamasi, antioksidan, dan antibakteri. Simpulan: Gel ekstrak 10% rimpang kunyit putih efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih galur wistar.
Perbandingan Rasio Neutrofil Limfosit (RNL) pada Pasien Hepatitis Viral dan Nonviral di RSUD Undata Sulawesi Tengah Tahun 2020-2024 Lania Putri
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1055

Abstract

Abstrak (Indonesia) Pendahuluan: Hepatitis merupakan peradangan hepar yang menjadi masalah kesehatan global dengan etiologi virus maupun non-infeksius. Indonesia menempati posisi ketiga dunia dengan 18,9 juta kasus, sementara Kota Palu mencatat prevalensi tertinggi ibu hamil reaktif HBsAg. Rasio neutrofil limfosit (RNL) penting sebagai indikator inflamasi dalam menilai keparahan hepatitis. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan nilai RNL pada hepatitis viral dan nonviral. Metode: Studi analitik observasional dengan desain cross sectional menggunakan data sekunder rekam medis pasien hepatitis viral dan nonviral di RSUD Undata Sulawesi Tengah periode 2020–2024. Sampel sebanyak 73 pasien diambil dengan total sampling. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Median RNL pada hepatitis viral sebesar 3,3, sedangkan pada hepatitis nonviral 6,7. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p<0,001). Nilai RNL lebih tinggi pada hepatitis nonviral menandakan respon inflamasi yang lebih besar. Pembahasan: Temuan ini menunjukkan bahwa RNL dapat merefleksikan perbedaan mekanisme inflamasi antara hepatitis viral dan nonviral. Nilai RNL yang lebih tinggi pada hepatitis nonviral mendukung perannya sebagai indikator tambahan dalam evaluasi klinis. Simpulan: Terdapat perbedaan bermakna nilai RNL antara hepatitis viral dan nonviral. RNL berpotensi digunakan sebagai parameter tambahan dalam menilai tingkat inflamasi dan keparahan hepatitis. Kata Kunci: Hepatitis Nonviral, Hepatitis Viral, Rasio Neutrofil Limfosit    
Akupunktur sebagai Terapi Komplementer untuk Depresi Sarah Angie Sihotang; Made Kurnia Widiastuti Giri; I Gede Yogi Lingga Pradipa; Riska Ramadona. H; I Putu Esa Ika Putra Juni Artana; I Made Bagus Krishna Wiguna
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1063

Abstract

Pendahuluan: Depresi merupakan gangguan mental yang ditandai oleh perasaan sedih yang berkepanjangan, kehilangan minat, serta gangguan fungsi sosial. Terapi konvensional seperti antridepresan dan psikoterapi belum sepenuhnya efektif bagi semua pasien. Hal ini mendorong pencarian alternatif pengobatan komplementer, salah satunya adalah akupunktur. Metode: Pencarian literatur dilakukan melalui database Pubmed dengan kata kunci “acupuncture” AND “depression” AND “compelementary therapy”. Data dianalisis secara deskriptikatan tinjauan sistematis naratif terhadap 10 studi RCT yang mengevaluasi penggunaan akupunktur pada penderita depresi, baik sebagai terapi utama maupun terapi tambahan. Data dianalisis secara deskriptik berdasarkan perubahan skor depresi, frekuensi terapi, dan jenis teknik akupunktur yang digunakan. Pembahasan: Akupunktur terbukti efektif menurunkan gejala depresi, baik secara subjektif melalui pengukuran skala HAMD dan BDI, maupun secara objektif melalui regulasi sumbu HPA dan peningkatan neuroplastisitas. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan responnggu hingga delapan minggu menunjukkan efektivitas yang lebih tinggi. Teknik electroacupuncture dan scalp acupuncture memberikan respon klinis yang lebih cepat dan mendalam dibanding teknik manual biasa. Simpulan: Akupunktur merupakan terapi komplementer yang potensial untuk mendukung penanganan depresi, dengan mekanisme kerja yang melibatkan regulasi neuroendokrin dan sistem saraf pusat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menyusun panduan praktik klinis dan mengevaluasi dampak jangka panjangnya terhadap kualitas hidup penderita.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN GIZI, AKTIVITAS FISIK, DAN SCREEN TIME TERHADAP STATUS GIZI PADA REMAJA DI SMAN 5 PALU Hajjar Ustawana
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1066

Abstract

Pendahuluan : Gizi mencakup komponen esensial dalam makanan dan minuman. Status gizi dapat diukur melalui pengukuran berat dan tinggi badan. Remaja Kota Palu umumnya mengonsumsi makanan tinggi energi dan lemak dibandingkan makanan bergizi. Faktor pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time berpengaruh terhadap status gizi remaja. Metode : Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional . Data primer diperoleh melalui kuesioner dan pengukuran indeks massa tubuh (berat dan tinggi badan). Sampel sebanyak 87 responden dipilih secara random sampling . Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Uji Spearman Rho. Hasil : sebagian besar responden memiliki pengetahuan gizi cukup (47,1%), aktivitas fisik ringan (62,1%), dan screen time tinggi (88,5%). Status gizi responden underweight dan normal berjumlah (40,2%). Uji Spearman Rho menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi ( p =0,586; r=0,059), aktivitas fisik ( p =0,857; r=0,020), dan screen time ( p =0,681; r=0,045) terhadap status gizi remaja. Pembahasan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time. Faktor emosional, teman sebaya, ekonomi, menetap pasca-ujian, dan media sosial, menghambat implementasi dan tidak berpengaruh. Simpulan : Tidak terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan gizi, aktivitas fisik, dan screen time terhadap status gizi.                         Kata Kunci: Status Gizi, Pengetahuan Gizi, Aktivitas Fisik, Durasi Layar
Host-Directed Therapy Tuberkulosis: Tinjauan Naratif Potensi Kombinasi Metformin dan Vitamin D englishkab Gusvania Annisa Amelia; Salsabilah Aisyah Putri; Dinda Syifa Nabilah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1076

Abstract

Pendahuluan:  Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan tantangan berupa resistensi obat dan infeksi laten. Host-Directed Therapy (HDT) dikembangkan sebagai strategi tambahan untuk meningkatkan efektivitas terapi TB melalui modulasi respons imun dan metabolisme inang. Metformin dan vitamin D merupakan kandidat HDT yang menjanjikan, namun potensi sinergi keduanya belum banyak dikaji. Metode: Tinjauan pustaka naratif dilakukan dengan menelusuri basis data PubMed, Scopus, Cochrane, Google Scholar, dan ProQuest untuk publikasi periode Januari 2015 hingga Agustus 2025. Literatur yang relevan diseleksi menggunakan kata kunci “Tuberculosis”, “Host-Directed Therapy”, “Metformin”, dan “Vitamin D”. Pembahasan: Metformin berperan dalam pengendalian TB melalui aktivasi jalur AMPK yang meningkatkan autofagi dan menekan peradangan, meskipun manfaat klinisnya bervariasi dan bergantung pada status metabolik serta dosis. Vitamin D memperkuat imunitas bawaan melalui induksi peptida antimikroba dan pematangan fagosit, dengan efek klinis yang lebih konsisten pada pasien dengan defisiensi vitamin D. Bukti praklinis menunjukkan potensi efek sinergis metformin dan vitamin D melalui regulasi jalur AMPK–mTOR, tetapi bukti klinis langsung masih terbatas. Simpulan: Metformin dan vitamin D berpotensi sebagai terapi tambahan TB berbasis HDT, namun diperlukan uji klinis terkontrol untuk menilai efektivitas dan keamanan kombinasi keduanya. Kata Kunci: Tuberkulosis; Host-Directed Therapy; Metformin; Vitamin D, AMPK-mTOR
Intracranial Hemorrhagic Complications in a Child with Tetralogy of Fallot: A Case Report Mochammad Haikal Alhamdi; Naufal Dzulhijar; Agus Fitrianto
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1078

Abstract

Background: Tetralogy of Fallot?(ToF) is one of the cyanotic congenital heart diseases, accounting for roughly?7%–10% of all congenital heart?disease cases, with an equal male?to?female ratio and an incidence of 3?–?5 per?10?000 live births. Intracranial hemorrhagic complications in ToF are rare but can be life?threatening if not managed promptly. This report aims to offer practical recommendations for handling deteriorating ToF cases that lead to intracranial bleeding. Case Illustration: A six?year?old child presented with a four?hour history of reduced consciousness prior to hospital admission. Additional complaints included fever, cough, rhinitis, projectile vomiting, and seizures. Physical examination showed normal consciousness at admission, fever, and dyspnea. Imaging and ancillary tests revealed subdural and subarachnoid hemorrhages accompanied by elevated intracranial pressure. The patient had a known diagnosis of ToF and attended regular follow?ups. Management focused on lowering intracranial pressure and treating the infection. On subsequent follow?up visits, the symptoms subsided and the patient’s clinical condition gradually improved. Discussion: Congenital heart disease can promote intracardiac thrombus formation, giving rise to emboli in the peripheral circulation. Secondary erythrocytosis increases blood viscosity, while chronic hypoxemia activates neutrophils and mononuclear cells, leading to endothelial injury. Platelet–endothelial interactions further enhance intravascular thrombogenesis, collectively predisposing ToF patients to cerebrovascular events. Conclusion: Tetralogy of Fallot can cause mortality primarily through hypoxia, cerebrovascular complications, and brain abscesses. Cerebrovascular complications, including intracranial hemorrhage, arise through multifactorial mechanisms
KORELASI TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG Ca Mammae TERHADAP PERILAKU SADARI PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS TADULAKO Miranda; Intania Riska PUtrie
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026)
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v12i3.1090

Abstract

Pendahuluan: Kanker payudara (Ca Mammae) adalah masalah kesehatan globalpenyebab utama kematian pada perempuan. Deteksi dini melalui SADARI efektif menurunkan mortalitas, namun cakupannya di Indonesia masih rendah. Selaku calon tenaga kesehatan, pengetahuan dan perilaku mahasiswi kedokteran penting untuk diteliti. Metode: Penelitian kuantitatif Quasi Experimental dengan desain Posttest only controlgroup melibatkan 177 mahasiswi angkatan 2022-2024 yang dipilih melalui stratifiedrandom sampling. Partisipan merupakan mahasiswi aktif berusia 18-23 tahun, dengan pengecualian bagi yang tidak hadir saat penelitian, memiliki riwayat keluarga kanker atau tumor payudara. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur daring dan dianalisis menggunakan uji Spearman's rho. Hasil: Hasil menunjukkan mayoritas responden berpengetahuan baik tentang Ca Mammae (71,8%), tetapi perilaku SADARI dominan dalam kategori cukup (53,1%). Analisis bivariat mengungkap korelasi positif signifikan antara pengetahuan dan perilaku SADARI (r=0,285; p<0,001), meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Terdapat kesenjangan (gap) antara tingkat pengetahuan tinggi dan perilaku SADARI yang belum optimal, serta variasi berdasarkan angkatan dan riwayat sosialisasi. Pembahasan: Secara teoritis, temuan ini dapat dipahami melalui teori domain kognitif, hasil penelitian pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Tadulakomenunjukkan sebagian besar responden berada pada tingkatan remember dan understand, belum sepenuhnya mencapai tingkat apply yang diperlukan untuk mengubah pengetahuan menjadi perilaku nyata. Simpulan: Terdapat korelasi positif yang signifikan namun lemah antara pengetahuan tentang Ca Mammae dan perilaku SADARI. Tingginya pengetahuan belum sepenuhnya diimplementasikan menjadi perilaku, menunjukkan adanya kesenjangan (gap) yang dipengaruhi faktor di luar pengetahuan seperti kesadaran diri. Perlunya strategi edukasi pelatihan praktik langsung untuk meningkatkan perilaku deteksi dini.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue