cover
Contact Name
Norbertus Marcell Prayogi
Contact Email
editor.jimki.bapin@gmail.com
Phone
+6281372545321
Journal Mail Official
editor@jimki.bapin.or.id
Editorial Address
Jl. Dr. G.S.S.Y. Ratulangi No. 29, Menteng, Jakarta Pusat 10350
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
ISSN : 23026391     EISSN : 27211924     DOI : https://doi.org/10.53366/jimki
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia (JIMKI) adalah jurnal yang dikelola oleh Badan Analisis dan Pengembangan Ilmiah Nasional (BAPIN). JIMKI berfokus menjadi wadah untuk publikasi penelitian mahasiswa kedokteran.
Articles 326 Documents
DIAGNOSIS DAN TATALAKSANA TERBARU ENDOMETRIOSIS Salwa Darin Luqyana; Rodiani Moekroni
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.66

Abstract

Endometriosis didefinisikan adanya mukosa dengan karakteristik seperti endometrium di luar rongga rahim. Dari teori-teori patogen yang sudah ada (menstruasi retrograde, metaplasia coelomic dan sisa-sisa Mullerian), tidak ada yang menjelaskan jenis endometriosis yang berbeda. Endometriosis tergantung pada estrogen, bermanifestasi pada reproduksi selama bertahun-tahun dan menyebabkan nyeri dan infertilitas. Dismenorea, dispareunia, dyschezia, dan disuria adalah gejala yang paling sering ditemukan. Diagnosis standar dilakukan dengan visualisasi langsung dan pemeriksaan histologis lesi. Nyeri dapat diobati dengan mengeluarkan lesi peritoneum, nodul dalam dan kista ovarium, atau menginduksi penekanan lesi dengan menghilangkan ovulasi dan menstruasi melalui manipulasi hormon dengan progestin, kontrasepsi oral dan agonis hormon pelepas gonadotropin. Terapi medis bersifat simtomatik, bukan cytoreductive; operasi dapat dilakukan jika risiko kekambuhan yang tinggi. Meskipun pengangkatan lesi dianggap sebagai prosedur yang dapat meningkatkan kesuburan, manfaat pada kinerja reproduksi juga menjadi moderate. Teknologi reproduksi berbantuan merupakan alternatif yang valid. Endometriosis dikaitkan dengan peningkatan 50% risiko kanker epitel ovarium, tetapi intervensi preventif layak dilakukan.
HUBUNGAN PERAN GURU, ASUPAN MAKAN DAN AKTIVITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA ANAK SEKOLAH DASAR AL- KAUTSAR BANDAR LAMPUNG Renti Kusumaningrum Samosir; Dian Isti Angraini; Sutarto Sutarto; Dyah Wulan S.R Wardani
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.67

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Obesitas pada anak usia sekolah disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya peran guru, asupan makan dan aktivitas fisik. Guru dapat memberikan pendidikan gizi yang akan mempengaruhi perilaku gizi anak dalam memilih makanan dan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara antara peran guru, asupan makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada anak SD Al-Kautsar Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di SD Al-Kautsar dengan 46 responden yang diambil dengan teknik proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan food recall 2x24 jam. Data dilakukan uji analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil Penelitian: Hasil analisis menunjukkan bahwa 56,5% responden mengalami obesitas, dengan mayoritas peran guru kurang (69,6%), asupan energi kurang (45,7%), asupan protein lebih (43,5%), asupan lemak kurang (54,3%), asupan karbohidrat lebih (34,8%), dan aktivitas fisik yang sama, baik rendah maupun tinggi (50%), dengan hasil analisis bivariat terdapat hubungan antara peran guru (p=0,011; OR=35,5), asupan energi (p=0,025; OR=4,857), asupan protein (p=0,005; OR=6,4), asupan lemak (p=0,029; OR=5,625), asupan karbohidrat (p=0,013; OR=5,667) dan aktivitas fisik (p=0,003; OR=6,75) terhadap kejadian obesitas. Simpulan Penelitian: Terdapat hubungan antara peran guru, asupan makan dan aktivitas fisik terhadap kejadian obesitas pada anak SD Al-Kautsar Lampung.
HUBUNGAN OBESITAS TERHADAP KESEIMBANGAN POSTURAL Dinda Annisa Fitria; Khairun Nisa Berawi
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.68

Abstract

Pendahuluan: Obesitas merupakan suatu keadaan dengan akumulasi lemak yang tidak normal atau berlebihan di jaringan adiposa sehingga dapat mengganggu kesehatan dan menjadi salah satu penyakit yang sukar diatasi. Prevalensi obesitas mencapai hampir 3 kali lipat dalam kurun waktu lebih dari 40 tahun (pada tahun 1975–2016). Sementara di Indonesia, prevalensi obesitas mencapai 15,4% pada tahun 2013. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan obesitas terhadap keseimbangan postural. Metode penelitian: Metode penelitian yang digunakan adalah dengan meninjau artikel dengan kata kunci obesitas dan keseimbangan postural. Pembahasan: Obesitas merupakan suatu kelainan kompleks pengaturan nafsu makan dan metabolisme energi yang dikendalikan beberapa faktor biologik spesifik . Keseimbangan didefinisikan sebagai suatu kemampuan untuk mengontrol pusat gravitasi agar tetap berada di atas landasan penopang. Obesitas memengaruhi keseimbangan dari segi anatomi, yakni perubahan postur yang terjadi adalah menurunnya lingkup gerak sendi (LGS), berkurangnya elastisitas pada ligamen dan otot, serta berubahnya center of gravity (CoG). Individu yang obesitas memiliki tingkat kestabilan yang kurang daripada individu yang memiliki berat badan normal sehingga mengurangi kinerja gerakan ekstremitas atas. Kesimpulan: Data menunjukkan bahwa terdapat hubungan obesitas terhadap keseimbangan postural dimana pada individu yang obesitas memiliki kontrol postural yang tidak baik daripada individu dengan berat badan normal. Namun, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui jenis obesitas yang lebih memiliki hubungan erat dengan keseimbangan postural.
TERAPI PEMBEDAHAN PADA ENDOKARDITIS KATUP AORTA Dimas Arrohmansyah; M Marliando Satria; Pangestu Catur
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.69

Abstract

Katup jantung yang paling umum dipengaruhi oleh endokarditis infektif adalah katup aorta. Untungnya, kemajuan yang signifikan telah dibuat dalam pemahaman kita dan manajemen endokarditis katup aorta. Manifestasi klinis termasuk demam, gumam jantung, splenomegali, kejadian emboli, dan bakteremia atau fungemia. Menentukan diagnosis menggunakan kriteria Duke dan diagnosis dini sangat penting karena perkembangan selalu mengarah pada komplikasi yang menghancurkan, termasuk gagal jantung akut, emboli serebral, dan kematian, jika infeksi tidak diobati dengan antibiotik, pembedahan, atau keduanya. Strategi dan keagresifan algoritma medis dan bedah untuk mengelola pasien ini berkembang dan memiliki efek yang signifikan pada morbiditas dan mortalitas. Dengan perkembangan jaman, endokarditis telah menjadi "penyakit bedah," terutama untuk endokarditis katup aorta, dan selama satu dekade terakhir, lebih dari setengah dari semua pasien telah dioperasi selama fase aktif dari penyakit ini. Prosedur operatif sering secara teknis sulit dan terkait dengan risiko tinggi, paling tidak karena pasien sangat sakit dengan penyakit multisistem. Namun demikian, indikasi untuk operasi jelas pada banyak pasien, dan pedoman internasional memberikan rekomendasi kuat. Pedoman ini tidak didukung oleh bukti klinis yang kuat. Namunpengambilan keputusan klinis sering terhambat oleh pertimbangan yang beragam, termasuk usia lanjut dari keseluruhan kohort pasien, adanya komplikasi extracardiac atau komorbiditas yang sudah ada sebelumnya, terapi antibiotik sebelumnya dengan berbagai durasi, dan ketersediaan keahlian bedah yang tepat. Ulasan ini membahas pemahaman saat ini tentang proses komplikasi yang paling umum dan paling mengancam terjadi, dan strategi manajemen saat ini. Ahli jantung dan ahli bedah jantung harus sadar ketika merawat pasien yang sakit berat seperti ini.
NEFROLITIASIS PADA ANAK USIA TIGA TAHUN DI RSUD DR. HI. ABDUL MOELOEK, LAMPUNG: SEBUAH LAPORAN KASUS Angga Hendro Priyono; Exsa Hadibrata
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.80

Abstract

ABSTRACT Background: The incidence of nephrolithiasis in children increases over time. It has been reported an increase of 6 to 10% per year for the last twenty-five years. Research in developing country showed that urinary tract infection and metabolic disorders were the caused of nephrolithiasis. Illustration Case: Three years 10 months old boy had a complaint of pain in plank region followed by tea-like urine since two months ago. Physical examination showed that he appeared to be moderately ill and compos mentis. His physical examinations were normal except positive ballotement and positive costoverebral angle (CVA) pain in the right flank region. Laboratory finding showed positive eritrocyte in urinalysis. Ultrasonography and abdominal CT-scan consistent with nephrolithiasis. Management: Pyelolitotomy was performed under general anesthesia. Postoperatively, patient treated in a pediatric surgery room and observation was carried out. He was given D5NS 500 ml administered 20 drops per minute microdrip IV, paracetamol 3 x 225 mg IV, and cefotaxime injection 2 x 500 mg IV after a skin test first. Result and Follow Up: An irregular stone 1,5 cm x 1 cm in size consist of 45% ammonium urate, 31% sodium urate monohydrate, and 24% amorphous calcium phosphate carbonate was found. Discussion: Nephrolithiasis in children occurs due to several related conditions such as genetics, ethnicity, climate, and nutrition. Complications can be prevented by managing and controlling appropriate risk factors.
EVALUASI DAN MANAJEMEN INFERTILITAS PRIA Leni Amelia; Soraya Rahmanisa
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.84

Abstract

Infertilitas adalah suatu masalah secara psikis yang memengaruhi sekitar 15% dari semuapasangan. Kedua pasangan khususnya pria harus dievaluasi bersamaan, karena faktorpria adalah penyebab utama atau berkontribusi sekitar 40% hingga 60% pada kasusinfertilitas. Selain mendeteksi kelainan yang dapat diobati, evaluasi pria dengan infertilsangat penting untuk menegakkan diagnosis yang mengancam jiwa terkait dengan gejalainfertilitasnya, serta kondisi genetik yang terkait dengan infertilitas pria yang dapatditularkan ke keturunan dengan reproduksi yang dibantu alat. Tes diagnostik dan teknikbedah baru telah dikembangkan dan disempurnakan, menghasilkan hasil pengobatanpada pasien yang lebih baik. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang meluas,teknik reproduksi seperti injeksi sperma intrasitoplasma telah menciptakan alternatif bagipasangan yang sebelumnya hanya memiliki sedikit harapan untuk memiliki keturunan.Praktisi infertilitas harus memiliki pemahaman menyeluruh tentang kelebihan danketerbatasan berbagai tes laboratorium serta indikasi, biaya, dan tingkat keberhasilansemua opsi pengobatan. Langkah pertama dalam evaluasi adalah riwayat menyeluruh danpemeriksaan fisik dengan inisiasi studi laboratorium dasar.
PENGGUNAAN ANTIBODI MONOKLONAL SEBAGAI TERAPI PILIHAN PADA PENDERITA ARTRITIS REUMATOID UNTUK MENCEGAH KOMPLIKASI KARDIOVASKULER
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.85

Abstract

Pendahuluan: Penyakit kardiovaskular adalah penyakit dengan tingkat kematian tertinggidi dunia. Angka kematian di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 37%. Salah satupenyebab penyakit kardiovaskular adalah penyakit autoimun. Artritis Reumatoid (RA)adalah penyakit autoimun yang sering menimbulkan komplikasi penyakit kardiovaskuler.Tatalaksana yang tepat pada penyakit RA akan mencegah komplikasi kardiovaskuler.Pembahasan: Artritis reumatoid adalah penyakit inflamasi kronis yang berdampak padapersendian. Inflamasi kronis ini juga menyebabkan efek pada pembuluh darah denganmenyebabkan terbentuknya aterosklerosis. Pada pasien RA, aterosclerosis disebabkanoleh sitokin proinflamasi, seperti IL-6 dan TNF-?, yang mengaktivasi reaksi imun danmenyebabkan terbentuknya plak hingga dapat menyebabkan ruptur. Selain prosesinflamasi, obat antiinflamasi non steroid yang seringkali digunakan untuk mengobati RA,juga dapat meningkatkan resiko penyakit kardiovaskular sebanyak 2-3 kali. OAINSmemiliki hubungan dengan apoptosis sel dan memiliki efek kardiotoksik akibat peningkatanROS dan kolesterol yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular. Beberapapenelitian menemukan anti-IL-1? antibodi monoklonal yang disebut Canakinumab. IL-1?adalah mediator inflamasi yang poten. Canakinumab bekerja dengan cara menetralisirsinyal dari IL-1? dan menurunkan inflamasi pada pasien dengan penyakit autoimunsehingga mengurangi kemungkinan pasien terkena penyakit kardiovaskular. Penelitianyang dilakukan untuk mengetahui dosis poten Canakinumab, menemukan bahwa 150 mgCanakinumab selama dua minggu adalah dosis paling poten. Kesimpulan: Berdasarkanpenelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa antibodi monoklonal dapatdigunakan sebagai terapi pilihan pada penderita RA untuk mencegah terjadinya penyakitkardiovaskular terkait dengan RA.
ANEMIA FANCONI: GAMBARAN KLINIS Wita Aulia
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53366/jimki.v7i2.86

Abstract

Anemia Fanconi adalah kelainan autosom resesif dapat disebabkan karena kelainanbawaan atau faktor genetik, yang nantinya cenderung mengarah keganasan. Gen yangbermutasi pada penyakit ini di kenal sebagai FANC (Fanconi Anemia Complementation).Gambaran klinis muncul secara progresif akibat kegagalan sumsum tulang,mengakibatkan kelainan fisik yang paling sering berupa perawakan pendek,hiperpigmentasi kulit, abnormal pada kepala seperti mikrosefali ataupun hidrosefali.Temuan yang lain sangat mendasari ialah kelainan hematologi dimana jumlah eritrositmengalami penurunan.
Gerakan Nasional Sadar Gizi pada Seribu Hari Pertama Kehidupan: Saatnya Memanfaatkan Teknologi Mobile dan Internet Dina Faizah
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Chelating Effect of Water Extract of Mangifera foetida L. Leaf in Serum of Thalassemia Patient by Ex Vivo Test Dessy Framita Sari; Erni Hernawati Purwaningsih; Desak Gede Budi Krisnamurti
JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Publisher : BAPIN-ISMKI (Badan Analisis Pengembangan Ilmiah Nasional - Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Thalassemia is a genetic disorder, which is caused by the diminshed synthesis of globin polypeptide chains. In Indonesia, 3-5% of cases are beta-thalassemia and 2.6 to 11% are alpha-thalassemia. Regular blood transfusion is neede but iron overload is the consequence. That's why Deferoxamine is used as a chelating agent which function is bind iron and excrete them. Unfortunately, Deferoxamine needs high cost with high side effects. Therefore, an alternative natural medicine is required, that is mangiferin derived from aqueous extract of Mangifera foetida L. leaf. The aim of this research is to utilize the natural substance as a chelating agent of feritin in thalassemia patient's serum. This was an experimental study, which used serum of patient with thalassemia. One Way ANOVA statistical test proved that the aqueous ectract of Mangifera foetida L. dose of 0.375 mg and 0.75 mg has a chelating effect compared with negative control (p=0.005). However, when subsequently tested with post hoc, 0.375 mg extract doesn't show a chelating effect compared with mangiferin (p=0.018). In the other hand, 0.75 mg extract has shown a chelating effect but not as good as mangiferin (p=0.259). It is consiered that the low doses of extract and a possibility that the extract doesn't bind the iron directly are the facttors which influence the result. That's why manfigerin still has better effectiveness in binding iron compared with aqueous extract of Mangifera foetida L. leaf dose of 0.375 mg and 0.75 mg.

Page 6 of 33 | Total Record : 326


Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 3 (2026): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.3 (2026) : Article i Vol 11 No 3 (2025): Vol. 11 No. 3 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 1 Vol 12 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.2 (2025) Vol 12 No 1 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 12.1 (2025) Vol 11 No 2 (2025): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.2 (2025) Book of Abstrack RCIMS 2025 Vol 11 No 1 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 11.1 (2024) Vol 10 No 3 (2024): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol. 10.3 2024 Vol 10 No 2 (2024): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 2 Periode O Vol 10 No 1 (2023): JIMKI (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia) Volume 10 Nomor 1 Periode M Vol 9 No 3 (2022): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.3 Edisi Desember 202 Vol 8 No 3 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.3 Edisi September 20 Vol 9 No 2 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.2 Edisi Agustus - No Vol 9 No 1 (2021): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 9.1 Edisi Maret - Juli Vol 8 No 1 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.1 Edisi November 201 Vol 8 No 2 (2020): JIMKI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 8.2 Edisi Maret - Agus Vol 7 No 2 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.2 Edisi Mei - Oktob Vol 7 No 1 (2019): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 7.1 Edisi Januari - A Vol 6 No 2 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.2 Edisi Oktober - D Vol 6 No 1 (2018): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Volume 6.1 Edisi April - Sep Vol 2 No 2 (2014): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 2 No 1 (2013): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 2 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia Vol 1 No 1 (2012): JIMKI : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kedokteran Indonesia More Issue