cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 72 Documents
Analisis Pengaruh Hujan Terhadap Kestabilan Lereng Bangunan Pelimpah Bendungan Tugu, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur Mulyani, Kurnia Dewi; Sadisun, Imam Achmad; Tohari, Adrin; Suparno, Fanteri Aji Dharma; Hidayah, Entin; Nurtjahjaningtyas, Indra; Riady, Gaizka Rabbani
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60012

Abstract

Kejadian longsoran yang dipengaruhi hujan sering terjadi di Indonesia. Hujan dipahami sebagai faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan tekanan air pori dan kenaikan muka air tanah. Penelitian ini menggunakan data pengeboran, sifat mekanik, data curah hujan harian, kondisi hidrogeologi, dan data gempa. Longsoran yang terjadi merupakan longsoran dangkal, dengan kedalaman bidang gelincir 3 meter dibagian atas lereng dan 7 meter dibagian bawah lereng. Bidang gelincir longsoran memiliki bentuk rotasional. Material penyusun longsoran terdiri dari tanah dan batuan yang berasal dari pelapukan batuan vulkanik. Penampang bawah permukaan menunjukkan bahwa terdapat kontak antara breksi tufan lapuk sedang dan breksi tufan lapuk tinggi yang berperan sebagai bidang gelincir. Geologi lereng tersusun dari lava andesit-basaltik, breksi tufan lapuk sedang dan breksi tufan lapuk tinggi. Longsoran dangkal terjadi setelah dipengaruhi hujan hari-hari sebelumnya yang mempengaruhi peningkatan tekanan air pori. Proses terjadinya longsoran diawali dengan munculnya rekahan tarik. Hasil analisis menunjukkan pengaruh curah hujan tinggi secara drastis mempengaruhi penurunan matric suction pada lereng yang menyebabkan terbentuknya rekahan tarik. Pemodelan dilakukan dengan dua simulasi yaitu simulasi dengan pengaruh hujan pendahuluan durasi 47 hari dan pengaruh hujan durasi 10 hari dengan kondisi awal sama. Hasil analisis menunjukkan hujan pendahuluan 47 hari mempengaruhi terjadinya longsoran dibandingkan dengan curah hujan pendahuluan selama 10 hari. Hasil pemodelan durasi 10 hari memiliki nilai faktor keamanan yang lebih tinggi, menunjukkan tidak sesuai keadaan di lapangan karena mengabaikan kondisi hidrogeologi hari sebelumnya. Mekanisme terjadinya longsoran pada area penelitian dipengaruhi oleh tekanan air pori, rekahan tarik dan gempa bumi sehingga didapatkan faktor keamanan sebesar 0.986.
Pemanfaatan Batugamping dan Fosfat sebagai Campuran Pupuk Organik di Lahan Reklamasi untuk Mendukung Pertanian Berkelanjutan Lestari, Rina; Fachruzzaki; Setiawati, Tri Candra; Darsin, Mahros; Suprianto, Agus; Indarto
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60014

Abstract

Kabupaten Jember memiliki potensi besar di sektor pertanian, namun kendala utama yang dihadapi petani adalah tingginya harga pupuk. Di sisi lain, Kecamatan Puger memiliki PT Pertama Mina Sutra Perkasa, perusahaan penambangan batugamping yang menghasilkan limbah berupa apal dan debu halus yang belum dimanfaatkan optimal. Batugamping mengandung kalsium dan magnesium yang penting bagi pertumbuhan tanaman dan kesuburan tanah, sehingga berpotensi dijadikan bahan campuran pupuk organik. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa hasil tambang batugamping sebagai bahan dasar pupuk organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi. Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan tiga proporsi bahan: (1) 60% batugamping, 20% batufosfat, dan 20% tetes tebu serta urine kambing; (2) 25% batugamping, 25% batufosfat, dan 50% kotoran kambing fermentasi; serta (3) 10% batugamping, 10% batufosfat, dan 80% kotoran kambing fermentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa proporsi ketiga memberikan nilai C-organik tertinggi yaitu 6,92% serta peningkatan kandungan hara makro seperti nitrogen (N), fosfor (P₂O₅), dan kalium (K₂O). Batugamping berperan penting dalam meningkatkan pH dan kandungan kalsium pupuk, sedangkan kotoran kambing menambah unsur organik dan nitrogen. Meskipun belum sepenuhnya memenuhi standar SNI 7763:2018, hasil penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam pengembangan pupuk organik berbasis limbah tambang demi mendukung pertanian berkelanjutan.