cover
Contact Name
Haeruddin
Contact Email
haeruddin@unej.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jeneral.sipil@unej.ac.id
Editorial Address
Jl. Kalimantan 37 Kampus Tegalboto, Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral
Published by Universitas Jember
ISSN : -     EISSN : 27984850     DOI : https://doi.org/10.19184/jeneral
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) is a national peer-reviewed and open-access journal that publishes research paper. The aim of this journal is to expand knowledge and advance development in the related study including mineral exploration, mining engineering, mineral processing, and geology.
Articles 72 Documents
Aspek Teknologi, Politik Kebijakan, dan Ekonomi dalam Kebijakan Hilirisasi Sumber Daya Nikel Indonesia pada Tahun 2020 Sahl, Dafiq Febriali; Djati, I Gede Sindhu Mahendra
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53690

Abstract

Sebagai produsen dan pemilik deposit nikel terbesar di dunia, Indonesia masih banyak menjual bijih nikel mentah, alih-alih mengolahnya dan menjual dalam bentuk barang olahan. Presiden Jokowi melalui UU No. 3 tahun 2020 tentang Mineral dan Batubara memberlakukan kebijakan sumber daya alam untuk melarang ekspor mentah nikel serta mewajibkan perusahaan pertambangan nikel untuk mengolah bijih nikel di dalam negeri. Aspek politik, ekonomi, dan teknologi merupakan kerangka multidisiplin untuk melihat proses dan implementasi kebijakan hilirisasi nikel, yakni kebijakan untuk mengolah dan memurnikan (tingkat hilir) hasil pertambangan nikel di tingkat hulu. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data sekunder berupa studi literatur dan dianalisis menggunakan kerangka analisis proses kebijakan dari Dye (2017) terhadap aspek politik, ekonomi, dan teknologi kebijakan hilirisasi nikel. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga temuan. Pada aspek politik, berbagai pemangku kepentingan dari kalangan politisi dan pengusaha nikel memainkan peranan sangat kunci dalam proses pembuatan dan implementasi kebijakan nikel melalui perjuangan kepentingan politik dan cita-cita negara untuk industrialisasi nikel. Pada aspek ekonomi, hilirisasi nikel membawa keuntungan ekonomi yang sangat besar dari segi investasi, ekspor olahan, permintaan dunia untuk produk baterai, meskipun masih ada catatan mengenai krusialitas keberadaan investor Tiongkok. Pada aspek teknologi, penelitian ini memberikan gambaran kebutuhan infrastruktur dan deskripsi dari produk-produk olahan nikel yang sudah atau potensial diindustrialisasi oleh pemerintah dan pengusaha. Kesimpulannya, Indonesia tengah menghadapi nickle boom yang oleh pemerintah dimanfaatkan secara ekonomi dengan adanya hilirisasi nikel melalui proses politik dan melibatkan infrastruktur-teknologi dalam pelaksanaannya.
[RETRACTED] Analisis Potensi Ekonomi Keterdapatan Unsur Ni-Co Pada Endapan Nikel Laterit PT. RBP Kabupaten Konawe Utara Aminah, Siti; Wicaksono, Bhani Ritra; Fachruzzaki, Fachruzzaki
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i1.53691

Abstract

-
Kebijakan Pengelolaan Tailing Tambang Terkait Stabilitas Geokimia Pada Tailing Storage Facility (TSF) di Indonesia Akbar, M. Anshari; Rosyid, Fadhila Achmadi
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60000

Abstract

Kegiatan pertambangan mineral menghasilkan volume limbah padat signifikan berupa tailing, material residu halus yang sering mengandung mineral sulfida dan logam berat. Tanpa pengelolaan yang tepat, tailing berpotensi menimbulkan Air Asam Tambang (AAT) dan pelindian logam berat, menyebabkan pencemaran lingkungan serius pada air tanah dan permukaan, membahayakan kesehatan masyarakat dan ekosistem. Di Indonesia, isu stabilitas geokimia tailing menjadi perhatian krusial, diperparah oleh curah hujan tinggi dan tantangan implementasi pada perusahaan skala kecil-menengah meskipun kerangka regulasi sudah komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis regulasi yang berlaku terkait pengelolaan tailing pada Tailing Storage Facility (TSF) di Indonesia, serta mengevaluasi kondisi pengelolaan tailing dari aspek stabilitas geokimia dalam konteks perlindungan kualitas air. Pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif digunakan, mengumpulkan data sekunder dari peraturan perundang-undangan dan literatur ilmiah. Hasilnya menunjukkan bahwa regulasi di Indonesia telah menyediakan kerangka hukum dan teknis yang cukup komprehensif untuk pengelolaan tailing. Namun, kondisi TSF eksisting menunjukkan tantangan signifikan, terutama pada perusahaan kecil-menengah, dengan banyak yang masih memiliki potensi AAT tinggi, lepasan logam berat melebihi baku mutu, karakterisasi geokimia terbatas, serta kurangnya sistem penutupan dan pemantauan kualitas air yang memadai. Kesimpulannya, pengelolaan tailing di TSF Indonesia diatur regulasi yang lengkap, namun implementasinya masih menghadapi tantangan besar, sehingga penguatan penerapan regulasi dan pengawasan teknis sangat krusial untuk menjamin keberlanjutan pertambangan dan perlindungan lingkungan jangka panjang. Kata kunci: Tailing, Tailing Storage Facility (TSF), Air Asam Tambang (AAT), Regulasi
Pengaruh Pelapukan Berdasarkan Nilai Indeks Durability Terhadap Stabilitas Lereng: Studi Kasus Lereng Jalan Jalur Lintas Selatan Segment Legundi – Planjan, Gunungkidul, Yogyakarta Winonazada, Rety; Ardhan Ismail
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60001

Abstract

Pembangunan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) di Gunungkidul memotong formasi batugamping dengan geometri lereng tinggi dan curam yang berpotensi mengalami ketidakstabilan akibat proses pelapukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh tingkat pelapukan terhadap stabilitas lereng menggunakan pendekatan nilai indeks durabilitas. Metode penelitian meliputi pengujian laboratorium untuk menentukan sifat fisik dan mekanik batuan (kuat tekan uniaksial dan kuat geser), uji slake durability berdasarkan standar ISRM untuk klasifikasi tingkat pelapukan, serta pemodelan numerik metode elemen hingga menggunakan Rocscience RS2 untuk analisis stabilitas. Hasil menunjukkan sampel batugamping dari STA 0+700 dan STA 3+800 termasuk kelas pelapukan II (slightly weathered) dengan indeks durabilitas 96,18-96,75%. Nilai SRF bervariasi: STA 0+700 sebesar 4,62; STA 3+800A sebesar 2,14; dan STA 3+800B sebesar 3,46. Penurunan nilai indeks durabilitas menyebabkan penurunan nilai SRF, menunjukkan bahwa pelapukan mempengaruhi stabilitas lereng batugamping. Selain itu kestabilan lereng juga dipengaruhi oleh parameter kuat geser efektif dan kondisi massa batuan, sehingga penilaian kestabilan lereng menggunakan pendekatan indeks durabilitas perlu dianalisis bersama hasil uji mekanik dan model numerik.
Evaluasi Produktivitas Alat Gali Muat Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness pada Proses Pengupasan Overburden di PT. Berkah Bakti Guna Arif, Arif; Maulana, Muhammad Fadel; Dzakir, La Ode; Nurfasiha, Nurfasiha
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60003

Abstract

Proses pengupasan overburden bergantung pada kinerja alat gali muat untuk mencapai target produksi. Namun, kendala operasional dan penggunaan alat berat yang tidak optimal menjadi penghambat efisiensi produksi. Overall Equipment Effectiveness (OEE) menilai ketersediaan, efisiensi performa, dan tingkat kualitas peralatan, serta memberikan dasar untuk perencanaan pemeliharaan dan peningkatan kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi produktivitas alat gali muat guna memaksimalkan waktu kerja alat pada proses pengupasan overburden di PT. Berkah Bakti Guna. Salah satu metode yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah Overall Equipment Effectiveness (OEE), yang dapat mengukur berbagai jenis kehilangan dan mengidentifikasi potensi perbaikan. Selain itu, metode fishbone digunakan untuk menganalisis sebab-akibat yang menyebabkan ketidakefisienan dalam produksi pengupasan overburden. Selanjutnya, upaya perbaikan dilakukan dengan menerapkan metode 5W+1H untuk mengatasi kehilangan waktu yang terjadi. Setelah dilakukan analisis dan perbaikan pada proses pengupasan overburden di PT. Berkah Bakti Guna, diperoleh hasil bahwa produktivitas alat gali muat Excavator Caterpillar 320 GX dan Excavator Kobelco SK 200 pada bulan Mei 2024 mencapai 27.059,44 bcm. Angka ini menunjukkan peningkatan produktivitas sebesar 82% dibandingkan dengan nilai sebelumnya yang hanya 14.858,14 bcm. Meskipun demikian, nilai OEE alat gali muat setelah perbaikan tercatat sebesar 43% dan 42%, yang masih lebih rendah dari standar kelas dunia yang mengharuskan nilai OEE ≥ 85%.
Identifikasi Sumber Pencemaran Kualitas Air Berdasarkan Rasio Nitrat dan Klorida Serta Parameter Bakteri Fecal Coliform di Mata Air Mrutu dan Sekitarnya, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Manek, Emanuel Gracek; Amirrul, Hafids Galant; Rachman, Mochammad Hasmannoor
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60004

Abstract

Kabupaten Lumajang Provinsi Jawa Timur secara administratif terletak pada lereng gunung api Bromo sehingga memiliki banyak mata air. Salah satu mata air tersebut adalah mata air Mrutu yang terletak di bagian timur Gunung Bromo dengan debit 1.750 Liter/detik yang potensi menjadi penyedia air melalui SPAM regional dimasa yang akan datang selama kuantitas dan kualitasnya sesuai dengan peruntukannya. Oleh karena itu dilakukan fokus kajian pada sumber pencemar yang berpotensi mendegradasi kualitas mata air Mrutu dan sekitarnya. Pengambilan sampel mata air untuk mengetahui kandungan nitrat, ion klorida dan bakteri fecal coliform pada air tanah dilakukan sebanyak 10 sampel di sekitar wilayah mata air Mrutu. Rata-rata rasio nitrat dan klorida pada air tanah di daerah penelitian berada pada rasio 3:1. Sebagian besar nitrat yang terdapat pada air tanah di daerah penelitian berasal dari feses, sumber dari feses tersebut dapat berasal dari kebocoran pada sistem sanitasi pada rumah, adanya peternakan, dan penggunaan pupuk yang berbahan dari feses hewan pada area perkebunan dan tegalan/ladang yang juga berperan besar juga dalam pencemaran dikarenakan wilayah penelitian yang masih jarang pemukiman dan didominasi oleh wilayah perkebunan dan ladang.berdasar pada kelas air dalam PP Nomor 22 Tahun 2021 tentang Peyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup maka MA 13, MA 19 melebihi ambang batas kelas I. Perlu di perhatikan bahwa selain di MA 16 dan MA 26 yang mengandung fecal coliform yang < 1,8  teridentifikasi mengandung fecal coliform sehingga pemberlakuan zona perlindungan mata air perlu diimplementasikan.
Analisis Geometri Peledakan Terhadap Hasil Fragmentasi Batuan Pada Pt. XYZ Jobsite ABC Kecamatan Kapuas Tengah Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah Febriani, Nia; Noveriady; Neny Fidayanti; Yunida Iashania; Dody Ariyantho Kusma Wijaya
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v6i2.60002

Abstract

PT. XYZ Jobsite ABC merupakan perusahan tambang batubara di Kalimantan Tengah yang kegiatan penambangannya dilakukan dengan metode Open Pit dan proses peledakan. Namun, hasil fragmentasi belum optimal karena masih di bawah target perusahaan (70-80% berukuran ≤ 50 cm), sehingga berdampak pada efisiensi kegiatan pemuatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis geometri peledakan terhadap hasil fragmentasi aktual dan memberikan rekomendasi geometri peledakan yang sesuai. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan fragmentasi aktual pada claystone, siltstone dan sandstone belum sepenuhnya memenuhi target perusahaan. Fragmentasi peledakan masih terdapat persentase di bawah target yaitu claystone 67,82%, siltstone 61,73% & 67,54%, dan sandstone 47,17% & 62,42%. Perhitungan ICI-Explosives direkomendasikan geometri peledakan sebagai berikut: untuk claystone dan siltstone adalah Burden (B): 6,5 m, Spasi (S): 7,5 m, Kedalaman lubang ledak (L): 7 m, stemming (T): 3,4 m, subdrilling (J): 0,5 m, Kolom isian (PC): 3,6 m, Loading density (de): 27 kg/m, Powder factor (PF): 0,30 kg/m3, prediksi lolos ≤ 50 cm sebesar 70,71% dan 70,00%. Sedangkan sandstone adalah Burden (B): 6 m, Spasi (S): 7 m, Kedalaman lubang ledak (L): 7 m, stemming (T): 3,4 m, subdrilling (J): 0,5 m, Kolom isian (PC): 3,6 m, Loading density (de): 27 kg/m, Powder factor (PF): 0,35 kg/m3, prediksi lolos ≤ 50 cm sebesar 72,83%.
Analisis Tingkat Kepatuhan dalam Penggunaan Alat Pelindung Diri di Crushing Plant PT. ABC Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan Sani, Rifki Asrul; Nurhidayah, Siti; Saveta, Rexanda
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60008

Abstract

Keselamatan kerja merupakan aspek penting dalam kegiatan pertambangan, salah satunya melalui kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang bersifat wajib. Seiring dengan hasil pemantauan terkait tingkat kepatuhan karyawan yang mengalami penurunan, maka diperlukan observasi lanjutan sebagai bahan evaluasi untuk mengurangi Kondisi Tidak Aman (KTA) dan Tindakan Tidak Aman (TTA). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) wajib pada area Crushing Plant di PT. ABC. Penelitian dilakukan selama dua bulan melalui metode observasi langsung dan penyebaran kuesioner kepada 100 pekerja operator dump truck dari lima kontraktor yang berbeda, dengan komposisi rata-rata >30% dari masing-masing kontraktor yang dapat diwawancarai, serta waktu bekerja pada shift siang. Fokus penelitian diarahkan pada penggunaan APD wajib area Crushing Plant, yaitu sepatu keselamatan, helm, dan rompi reflektor. Hasil observasi menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan tertinggi terdapat pada penggunaan sepatu keselamatan, sementara penggunaan helm dan rompi reflektor masih tergolong rendah, terutama pada kontraktor PT. Teta yang hanya mencapai 50%. Hasil kuesioner mengungkapkan bahwa 65% responden tidak menggunakan APD karena merasa tidak nyaman, 14% menyatakan APD tidak layak pakai, dan 21% merasa geraknya terbatas saat mengenakan APD. Faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pekerja antara lain kenyamanan, kelayakan APD, kurangnya pengawasan dari atasan, serta tidak adanya sanksi tegas terhadap pelanggaran. Selain itu, terdapat ketidaksesuaian antara tingkat kesadaran pekerja dengan perilaku aktual di lapangan, di mana sebagian pekerja tetap mengabaikan penggunaan APD saat tidak berada dalam pengawasan langsung.
Rancangan Pit limit Penambangan Bijih Nikel Berdasarkan Analisis Geoteknik pada Blok X PT. Wijaya Inti Nusantara Kandi, Dedi Rezki; Ulfa, Abd. Hadid Rahman; Mustafa, Muhardi
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60010

Abstract

Rancangan merupakan faktor penting dalam menentukan kebutuhan, persyaratan, dan syarat teknis untuk mencapai tujuan serta tatanan teknis suatu pekerjaan pertambangan. Dalam kegiatan penambangan terbuka, perancangan pit limit menjadi tahapan krusial yang perlu memperhatikan kondisi geoteknik maupun geometri lereng agar operasi penambangan dapat berjalan secara aman dan efisien. Ketidakstabilan lereng dapat menimbulkan risiko keselamatan sekaligus kerugian ekonomi yang signifikan, sehingga analisis faktor keamanan lereng menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses perancangan tambang. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan geometri lereng penambangan yang aman serta merancang pit limit penambangan berdasarkan jumlah cadangan yang tersedia. Metode analisis faktor keamanan lereng diterapkan untuk mengevaluasi kestabilan lereng pada berbagai kondisi geometri yang mungkin diterapkan di lapangan. Berdasarkan hasil analisis faktor keamanan lereng, diperoleh geometri jenjang yang aman dengan tinggi jenjang 6 meter, lebar jenjang 2 meter, serta kemiringan jenjang sebesar 60°. Parameter geometri ini selanjutnya digunakan sebagai acuan utama dalam perancangan pit. Desain pit limit kemudian disesuaikan dengan nilai cut-off grade perusahaan yang ditetapkan sebesar 1,2% guna memastikan bahwa material yang ditambang memenuhi batas ekonomis minimum. Berdasarkan estimasi cadangan, diperoleh total cadangan ore sebesar 480.235 ton. Dengan mempertimbangkan nilai mining recovery sebesar 90%, jumlah cadangan ore yang dapat tertambang berdasarkan pit limit yang dirancang adalah sebesar 432.211 ton. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan teknis dalam perencanaan penambangan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Analisis Match Factor Alat Gali-Muat dan Alat Angkut untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Batubara di Pit TSBC Tambang Air Laya Sarmidi, Sarmidi; Mases, Yulius; Nurbaiti; Nurjanah, Siti; Purwanti, Ni Wayan Desi
Jurnal Teknologi Sumberdaya Mineral (JENERAL) Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Pertambangan Fakultas Teknik Universitas Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jeneral.v7i1.60011

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keserasian kerja (match factor) antara alat gali-muat dan alat angkut serta mengevaluasi produktivitas pada kegiatan penambangan batubara di Pit TSBC, Tambang Air Laya. Metode penelitian yang digunakan meliputi studi literatur, observasi lapangan, serta pengumpulan data primer dan sekunder. Data yang dianalisis meliputi cycle time alat gali-muat dan alat angkut, efisiensi kerja, swell factor, dan bucket fill factor. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai match factor sebesar 0,94, yang mengindikasikan belum tercapainya keseimbangan kerja antara alat gali-muat dan alat angkut sehingga menyebabkan waktu tunggu pada alat gali-muat. Produktivitas aktual excavator Komatsu PC400 mencapai 254,87 ton/jam, sedangkan dump truck Hino 500 sebesar 28,35 ton/jam pada jarak angkut 6.200 meter. Ketidakseimbangan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor operasional, antara lain kondisi front kerja yang sempit, ukuran material yang tidak seragam, kondisi jalan tambang yang kurang baik, serta adanya antrian pada area timbangan dan stockpile. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar evaluasi dalam pengaturan jumlah alat dan perbaikan kondisi operasional guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas penambangan batubara.