cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkebidanan204@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEBIDANAN
ISSN : 20882505     EISSN : 25804774     DOI : https://doi.org/10.35874/jib.v15i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan memuat karya ilmiah tentang kebidanan yaitu tentang kehamilan, asuhan kehamilan, bayi baru lahir, neonatus, anak prasekolah, premenopause, kesehatan reproduksi dan lain lain
Articles 233 Documents
OLAH RAGA SENAM PERNAPASAN SATRIA NUSANTARA TERHADAP PENURUNAN TINGKAT DEPRESI PADA MENOPAUSE (Studi Di Cabang Senam Pernapasan Satria Nusantara Di Dusun Ngelo, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang) Ruliati Ruliati; Maharani Tri Puspitasari
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.397

Abstract

Depresi merupakan masalah kesehatan mental yang serius pada menopause, salah satu cara untuk mengontrol depresi ini yaitu dengan melakukan olah raga senam pernapasan. Depresi ini dapat berupa serangan yang ditujukan kepada diri sendiri atau perasaan marah yang dalam. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa pengaruh olah raga senam pernapasan Satria Nusantara terhadap penurunan tingkat depresi  pada lanjut usia di Cabang Senam Pernapasan Satria Nusantara Dusun Ngelo, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang.Desain penelitian ini menggunakan “Pra experimental” (One Group Pra Test – Post Test Design). Sampel penelitian ini adalah menopause (lanjut usia) di Cabang Senam Pernapasan Satria Nusantara Dusun Ngelo, Desa Gondek, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang. Teknik sampling secara purposive sampling dengan responden sebanyak 28 responden yang memenuhi kriteria insklusi, dimana semua responden digunakan sebagai subyek penelitian. Variabel independen olah raga senam pernapasan Satria Nusantara dan variabel dependen tingkat depresi. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrument kuesioner sebelum dan sesudah pemberian “Olahraga Senam Pernapasan Satria Nusantara”. Cara menganalisanya dengan menggunakan “Uji Wilcoxon” dengan tingkat signifikan ρ < 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat depresi pada menopause sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa olah raga senam pernapasan satria nusantara pada sampel menunjukkan tingkat signifikansinya adalah ρ = 0,000. Dari hasil data tersebut dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh olah raga senam pernapasan Satria Nusantara terhadap penurunan tingkat depresi  pada menopause.Dalam upaya mengurangi tingkat depresi  pada menopause maka seseorang yang mengalami depresi perlu diberikan stimulasi atau terapi yang dapat mengurangi dan menghilangkan gejala depresi tanpa tergantung pada obat-obatan kimia yaitu berupa senam pernapasan.
PENGARUH ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PUNGGUNG IBU HAMIL (Studi Di BPM Lia Astari Kec. Mojoagung Kab. Jombang) Henny Sulistyawati
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.399

Abstract

Keluhan yang paling sering terjadi pada ibu hamil trimester 3 adalah nyeri punggung. Apabila tidak segera diatasi dapat berakibat  nyeri kronis. Salah satu cara  mengatasi nyeri punggung  adalah dengan teknik pijatan lembut  yang disebut  Endorphin massage. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Endorphin massage terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester 3.Desain yang digunakan adalah pra eksperimen  dengan pendekatan one grup pretest and posttest design. Sampel diambil dari populasi yang memenuhi kriteria inklusi di BPM Lia Astari pada bulan Februari sampai April 2017 sebanyak 38 responden dengan consecutive sampling. Variabel independen yaitu teknik Endorphin massage sedangkan variabel dependen yaitu nyeri punggung. Instrument menggunakan SOP teknik Endorphin massage  dan lembar observasi  Skala Bourbanis. Hasil uji Wilcoxon sign rank test  dengan α=0,05 menunjukkan p=0,000 sehingga p<0,05 artinya  ada pengaruh  Endorphin massage  terhadap penurunan intensitas nyeri punggung. Endorphin massage  merupakan salah satu alternatif nonfarmakologi untuk mengatasi nyeri sehingga disarankan  agar Bidan memberikan Health education dan mengajarkan pasangan ibu hamil melakukan Endorphin massage  untuk meringankan gejala nyeri punggung.
PENGARUH PRENATAL MASSAGE TERHADAP STRES KEHAMILAN PADA PRIMIGRAVIDA TRIMESTER IIIDI BPM LILIS SURYA WATI SAMBONG DUKUH JOMBANG Lilis Surya Wati
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.400

Abstract

Pendahuluan: Perubahan-perubahan pada masa kehamilan terkadang membuat ibu hamil merasa stress, apalagi bagi yang belum pernah hamil sebelumnya.Terutama pada kehamilan trimester III.Salah satu cara untuk mengurangi stress adalah dengan melakukan prenatal massage atau pijat kehamilan. Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh prenatal massage terhadap stress kehamilan pada primigravida trimester III di BPM Lilis Surya Wati Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang.Target luaran dalam penelitian ini adalah ibu hamil setelah dilakukan prenatal massage secara teratur setiap 2 minggu sekali minimal selama 5 kali terapi prenatal massage selama kehamilan, diharapkan bisa mengurangi stress, memberikan ketenangan, mendukung dan memelihara kesehatan selama kehamilan. Kontribusinya adalah dapat mencegah keluhan-keluhan yang terjadi selama kehamilan dan mencegah terjadinya komplikasi kehamilan baik pada ibu dan janin.Metode Penelitian: Rancangan penelitian ini menggunakan Desain True Experiments dengan pendekatan Posttest-Only Control Group Design.Populasi pada penelitian ini adalah semua ibu hamil primigravida trimester III yang berkunjung di BPM Lilis Surya Wati Desa Sambong Dukuh Kecamatan Jombang.Sampel pada penelitian ini adalah masing-masing 15 orang pada kelompok eksperimen dan kontrol, dengan teknik consecutive sampling.Hasil Penelitian: Hasil Penelitian ini didapatkan  usia responden pada kelompok kontrol rata-rata berumur 25,75 tahun, sedangkan pada kelompok perlakuan rata-rata berumur 31,95 tahun. Tingkat pendidikan responden dalam penelitian ini pada kelompok kontrol adalah pendidikan dasar dan menengah sedangkan pada kelompok intervensi mayoritas responden berpendidikan menengah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kecemasan pada ibu hamil risiko tinggi baik pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol sebelum diberikan perlakuan pada kelompok intervensi, tetapi terdapat perbedaan stres kehamilan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah pemberian paket Prenatal Massage pada kelompok intervensi, dan terdapat perbedaan stres kehamilan pada primigravida trimester III, sebelum dan sesudah pemberian paket Prenatal Massage pada kelompok intervensi (p = 0,047; α = 0,05).Kesimpulan: Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian paket Prenatal Massage pada ibu hamil primigravida trimester III terhadap stres kehamilan(p = 0,047; α = 0,05).
PENGARUH MOTHER SPA DALAM MENGURANGI KELUHAN SELAMA KEHAMILAN TRIMESTER III (STUDI DI PRAKTIK BIDAN MANDIRI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MAYANGAN KABUPATEN JOMBANG) Nining Mustika Ningrum
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.401

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan sering mengalami perubahan baik fisik maupun psikologis yang menimbulkan berbagai keluhan bagi ibu hamil diantaranya adalah mual, muntah pada awal kehamilan, kontipasi, gangguan berkemih, pembekakan pada tungkai dan kaki, kram kaki serta nyeri punggung (Varney, 2007). Keluhan selama kehamilan ini adalah gangguan yang umum terjadi, dan ibu hamil mungkin pernah mengalaminya dikehamilan yang lalu. Keluhan selama kehamilan ini sangat sering terjadi dalam kehamilan atau bahkan dapat dikatakan selalu terjadi selama kehamilan terutama pada kehamilan trimester III. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Mother Spa dalam mengurangi keluhan selama kehamilan Trimester III. Metode Penelitian: Jenis Penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan pretest and post-test design dengan melakukan perlakuan pada subjek penelitian. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian ibu hamil Trimester III yang mengalami keluhan selama kehamilan yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Variabel dalam penelitian ini yaitu Mother Spa dan keluhan selama kehamilan Trimseter III. Data dikumpulkan dengan menggunakan checklist dan Kuesioner. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan uji statistik “Wilcoxon” dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Keluhan ibu hamil Trimester III sebelum dilakukan Massage/spa sebagian besar adalah keluhan tingkat sedang yaitu sebesar 60% dan Keluhan ibu hamil Trimester III setelah dilakukan massage/spa adalah hampir seluruhnya memiliki keluhan tingkat ringan yaitu sebesar 80%. Hasil uji, ρ = 0,001. Diperoleh ρ < α atau 0,001 < 0,05 artinya ada pengaruh Mother Spa dalam mengurangi keluhan selama kehamilan trimester III.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh yang signifikant melakukan Mother Spa dalam mengurangi keluhan selama kehamilan trimester III. Saran: Disarankan kepada bidan untuk memasukkan materi dan praktek Mother Spa pada saat kelas ibu hamil untuk mengurangi keluhan selama kehamilan Trimester III serta menganjurkan ibu hamil yang memiliki keluhan selama kehamilan untuk melakukan massage/spa.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PELAKSANAAN POSYANDU LANSIA OLEH KADER (Studi Di Puskesmas Sumobito Kecamatan Sumobito Kabupaten Jombang) Any Isro’aini
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.403

Abstract

Angka kesakitan lansia adalah jumlah proporsi penduduk lansia yg mengalami masalah kesehatan hingga mengganggu aktivitas. Data badan pusat statistik Indonesia menunjukkan bahwa angka kesakitan di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2013 angka kesakitan penduduk lanjut usia 29.98%, tahun 20014 sebesar 31.11, dan tahun 2015 sebesar 30.46%. Program posyandu lansia merupakan salah satu bentuk Pelaksanaan kebijakan publik di bidang kesehatan dalam rangka meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan lanjut usia Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor – faktor yang berpengaruh terhadap Pelaksanaan posyandu lansia oleh kader di Puskesmas Sumobito Kecamatan Sumobito kabupaten JombangJenis penelitian bersifat analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen berupa kuesioner. Populasi adalah kader posyandu lansia sejumlah 350  kader, jumlah sampel 83 responden diambil dengan simple random sampling. Dilakukan analisa hubungan dengan Product moment dan analisa pengaruh secara bersama – sama antar variabel dengan Regresi Linier BergandaHasil penelitian menunjukkan bahwa  59,0% responden komunikasinya baik, 54,2% sumber dayanya baik, 53,0% responden disposisinya baik, dan 56,6% struktur birokrasinya baik. Hasil analisis hubungan dengan uji Product Moment menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan Pelaksanaan posyandu lansia antara lain kader komunikasi (p = 0,001), sumber daya (p = 0,001), disposisi (p = 0,001), struktu birokrasi (p = 0,001). Sedangkan pada uji regresi linier berganda variabel komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi mempunyai hubungan secara bersama-sama dengan posyandu lansia dengan F hitung 121.89 dan signifikansi 0,001 < 0,05artinya Pelaksanaan posyandu lansia dipengaruhi oleh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. ArtinyaDisarankan kepada dinas kesehatan Melakukan advokasi kepada pembuat kebijakan dan pengambil keputusan di tingkat daerah / desa agar program posyandu lansia memperoleh dukungan dalam pelaksanaannya.
PENGARUH PEMBERIAN MASSAGE TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BALITA USIA 3-5 TAHUN (Studi Di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri) Anggra Sari; Hidayatun Nufus; Irma Nurmayanti
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.404

Abstract

Tercapainya pertumbuhan yang optimal merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Sulistyawati, 2015, 45). Rangsangan atau stimulasi berupa terapi sentuh dan massage akan mempengaruhi peningkatan berat badan. Studi pendahuluan di Desa Blaru peneliti wawancarai 10 ibu balita  didapatkan 8/10 (80%) ibu melakukan pemijatan waktu anaknya sakit, 2/10 (20%) melakukan pemijatan anaknya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui Pengaruh Pemberian Massage Terhadap Peningkatan Berat Badan Pada Balita Usia 3-5 Tahun di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur. Desain penelitian menggunakan pra-ekprerimental one group-test pra-post test design. Populasinya adalah seluruh balita berusia 3-5 tahun di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri sebanyak 60 balita dan sampelnya sejumlah 30 balita. Tekhnik sampling dengan simple random sampling. Variabel independen penelitian ini pemberian massage dan variabel dependen  peningkatan berat badan balita usia  3-5 tahun. Instrumen penelitian menggunakan SOP dan timbangan berat badan. Analisa datanyan menggunakan uji paried t-test. Hasil penelitian menunjukan rata-rata berat badan balita sebelum di massage 15.01 kg, berat badan terendah 11,7 kg dan berat badan tertinggi adalah 17,2 kg. Sesudah di massage rata-rata berat badan balita adalah 15,13 kg, berat badan terendah adalah 11.8 kg dan berat badan tertinggi adalah 17,3 kg. Hasil uji statistik paried T-test dengan tingkat kesalahan α : 0,05 menunjukan nilai signifikan p (value) 0,00 < α (0,05), artinya H1 diterima. Kesimpulannya ada pengaruh pemberian massage terhadap peningkatan berat badan pada balita usia 3-5 di Desa Blaru Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Jawa Timur.
PENGARUH BABY MASSAGE TERHADAP KUALITAS TIDUR BAYI USIA 3-6 BULAN (Di BPM Ny. Farochah SST, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang) Dessy Munlidia Sari; Pastria Sandra Dewi; Dovi Dwi
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.405

Abstract

Kebutuhan tidur selain dapat dilihat dari aspek kuantitasnya juga dapat dilihat dari aspek kualitasnya. Dengan kualitas tidur yang baik, pertumbuhan dan  juga perkembangan  bayi dapat dicapai secara optimal. Salah satu cara yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan tersebut adalah dengan baby massage. Peneliti melakukan wawancara kepada 5 ibu bayi. Hasil wawancara didapatkan 3/5 (60%) ibu mengatakan bahwa bayinya mudah rewel dan sering terbangun pada malam hari, menangis dan apabila bayinya terbangun sulit untuk memulai tidur kembali. Dari 2/5 (40%) ibu mengatakan anaknya tidur pulas dan tidak pernah rewel pada malam hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh baby massage terhadap kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan di BPM Ny. Farochah, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini adalah bayi usia 3-6 bulan. Sampel penelitian sejumlah 32 bayi usia 3-6 bulan, diambil secara purposive sampling. Variable independent adalah baby massage dan variable dependent adalah kualitas tidur bayi usia 3-6 bulan. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan editing, coding, tabulating dan uji statistic Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas tidur bayi Usia 3-6 bulan sebelum diberi baby massage sebagian besar cukup yaitu sebesar 17 orang (53,1%) dan kualitas tidur bayi Usia 3-6 bulan sesudah diberi baby massage sebagian besar baik yaitu sebesar 24 orang (75%). Uji statistik wilcoxon menunjukan bahwa nilai signifikan p value = 0,001 < a (0,05), sehingga H1 diterima. Kesimpulan penelitian yang berarti ada Pengaruh Baby Massage Terhadap Kualitas Tidur Bayi Usia 3-6 bulan Di BPM Ny. Farochah, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang.
PENGARUH PENYULUHAN MEODE CERAMAH DENGAN KEMAMPUAN IBU DALAM MENCEGAH MILIARIA PADA BALITA (Di Wilayah Kerja BPM Lilis Zuniarsih, Amd. Keb Desa Banjarejo, Kec. Sumobito, Kab. Jombang) Kusnul Khotimah; Inayatul Aini; Muhammad Karisto Karisto
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.417

Abstract

Indonesia merupakan daerah tropis sehingga seringg terjadi miliaria, karena cuaca yang panas sangat berpengaruh untuk terjadinya miliaria terutama pada balita yang memiliki kulit sangat  sensitif. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 31 maret – 01 april 2017 dengan metode wawancara kepada 10 ibu yang memiliki balita dimana 6 ibu mengatakan bahwa anaknya pernah mengalami bintik-bintik (miliaria) dan ibu juga belum mengetahui tentang miliaria dan pencegahan miliaria itu sendiri, sedangkan 4 ibu mengatakan sudah pernah mendengar tentang miliaria tetapi tidak mengetahui bagaimana cara pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan metode ceramah dengan kemampuan ibu dalam mencegah miliaria. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimental dengan rancangan one group pretest-posttest design. Populasi seluruh ibu yang memiliki balita di wilayah kerja BPM Lilis Zuniarsih, Amd. Keb Desa Banjarejo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang. Sampel sejumlah 20 ibu yang memiliki balita, diambil secara total sampling. Variable independent adalah penyuluhan metode ceramah dalam mencegah miliaria pada balita dan variable dependent adalah kemampuan ibu dalam mencegah miliaria pada balita. Instrument yang digunakan kuesioner. Pengolahan data menggunakan editing, coding, scoring, tabulating dan uji statistic Wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukan bahwa sebelum dilakukan penyuluhan sebagian besar ibu tidak mampu melakukan pencegahan miliaria pada balita sebanyak 14 responden (70,0%) dan hampir setengah responden mampu melakukan pencegahan miliaria pada balita setelah dilakukan penyuluhan yaitu sebanyak 15 responden (75,0%), sehingga H1 diterima. Kesimpulannya, ada pengaruh penyuluhan metode ceramah dengan kemampuan ibu dalam mencegah miliaria pada balita di BPM Lilis Zuniarsih, Amd. Keb Desa Banjarejo, Kec. Sumobito, Kab. Jombang.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU DENGAN DISIPLIN KERJA DI PUSKESMAS AJANG KABUPATEN SUKAMARA Rahaju Ningtyas
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.448

Abstract

Kepuasan pasien terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas dianggap masyarakat sebagai profesionalisme kerja oleh seorang tenaga kesehatan. Tuntutan masyarakat akan terpenuhi jika pemberi layanan memiliki propesionalisme yang tinggi dan mampu mempertahankan citra dan kinerja yang memenuhi standar pelayanan. Disiplin kerja juga mempunyai kontribusi terhadap kualitas pelayanan keperawatan yang pada akhirnya berdampak pada produktivitas kerjanya.Tanpa ada dukungan disiplin yang tinggi dari karyawan, perusahaan atau organisasi sulit untuk mewujudkan tujuan yang ingin dicapai. Karakteristik individu merupakan bagaian dari faktor demografi yang dapat mempengaruhi perilaku individu, termasuk perilaku disiplin dalam bekerja yang terdiri dari umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lama kerja, dan status perkawinan.Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa hubungan antara karakteristik individu dengan tingkat disiplin kerja di Puskesmas Ajang Kabupaten Sukamara.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Puskesmas Ajang Kabupaten Sukamara dengan teknik sampling yang digunakan adalah total sampling.Hasil penelitian yang didapatkan adalah tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, pendidikan dan status pernikahan terhadap tingkat disiplin kerja karyawan (p>0.05).Saran dari peneliti adalah disiplin karyawan di Puskesmas tetap dipertahankan walaupun dengan jarak tempat tinggal karyawan ke Puskesmas yang tidak dekat, tetapi dengan menjaga berangkat tetap lebih awal sehingga tidak melanggar disiplin.
HUBUNGAN POLA MAKAN KARBOHIDRAT, PROTEIN , LEMAK, DENGAN DIABETES MELLITUS PADA LANSIA Dwi Suprapti
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v15i1.449

Abstract

Kejadian Diabetes Melitus di Indonesia mengalami peningkatan, pada tahun 2007 sebesar (5,7%) menjadi (6,9%) pada tahun 2013. Diabetes Melitus pada lansia merupakan masalah yang penting untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor hubungan pola makan karbohidrat, lemak, protein nabati, protein hewani dengan DM pada lansia terhadap risiko kejadian DM lansia.Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purpossive berdasarkan kriteria usia 60-90 tahun, tidak memiliki komplikasi penyakit lain, masih mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden, yakni sejumlah 165 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau wawancara. Analisis menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan Regresi logistic sederhana dengan menggunakan program komputer.Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian DM sebesar (53,3%), pola makan karbohidrat sering (>3x/hari) (58,2%), pola makan lemak sering (>3x/hari) (55,8%), pola makan protein hewani jarang (<3x/hari) (53,9%), pola makan protein nabati jarang (<3x/hari) (61,8%),  umur lanjur (52,1%), dan jenis kelamin perempuan (67,3%).Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan  yang bermakna pola makan lemak dan umur dengan status diabetes mellitus. Pola makan karbohidrat menjadi variabel yang dominan dengan kejadian DM pada lansia (p-value 0.006, OR 2.250). Artinya pola makan karbohidrat sering >3x/hari memiliki peluang risiko terkena DM sebanyak 2 kali lebih tinggi dibandingkan pola makan karbohidrat yang jarang <3x/hari. Sehingga lansia diharapkan agar dapat meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan dirinya dengan cara melakukan pemeriksaan kadar gula darah setiap bulan, mengubah pola hidup yang kurang sehat menjadi pola hidup yang sehat, seperti mengatur pola makan yang seimbang dengan mengurangi konsumsi karbohidrat, lemak serta meningkatkan makanan yang banyak mengandung serat seperti: sayur - sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. Untuk penderita DM yang baru terdiagnosis perlu secara rutin berkonsultasi pada ahli gizi agar program diet dapat terlaksana dengan baik, melakukan olahraga ringan, mengikuti promosi kesehatan mengenai diabetes mellitus yang diberikan oleh tenaga kesehatan, berobat rutin bagi lansia yang sudah terdiagnosa diabetes mellitus guna mengurangi risiko terkena diabetes mellitus.

Page 10 of 24 | Total Record : 233