cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkebidanan204@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEBIDANAN
ISSN : 20882505     EISSN : 25804774     DOI : https://doi.org/10.35874/jib.v15i1
Core Subject : Health,
Jurnal kebidanan memuat karya ilmiah tentang kebidanan yaitu tentang kehamilan, asuhan kehamilan, bayi baru lahir, neonatus, anak prasekolah, premenopause, kesehatan reproduksi dan lain lain
Articles 233 Documents
HUBUNGAN SENAM HAMIL DENGAN KELANCARAN PROSES PERSALINAN PADA IBU HAMIL PRIMIGRAVIDA TM III DI PUSKESMAS KERTOSONO KABUPATEN NGANJUK Inayatul Aini
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.361

Abstract

Pendahuluan : Senam Hamil adalah bagian dari perawatan antenatal dan merupakan olah raga yang  dilakukan oleh ibu hamil untuk mempersiapkan ibu hamil dalam menghadapi persalinan dengan cara melatih tehnik pernapasan dan sikap tubuh serta melatih otot-otot yang akan berguna dalam proses persalinan sehingga diharapkan ibu hamil siap menghadapi persalinan secara fisik atau mental. Tujuan penelitian : ini adalah untuk mengetahui hubungan antara senam hamil dengan kelancaran proses persalinan pada Primigravida TM III di Puskesmas Kertosono Kab. Nganjuk. Metode Penelitian : Desain penelitian ini adalah experiment dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah semua ibu hamil primigravida trimester III usia kehamilan 35 minggu yang ada di Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk pada bulan Pebruari 2016 sebanyak 29 orang dengan sampel 20 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang melakukan senam hamil dengan teratur dan proses persalinannya lancar sebesar 45%, sedangkan yang melakukan senam hamil dengan tidak teratur, proses persalinannya yang lancar hanya 20%. Kesimpulannya, ada hubungan Senam Hamil dengan kelancaran proses persalinan pada ibu primigravida TM III di Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk. Karena dalam uji chi square masih ada 2 sel (50%) yang memiliki nilai kurang dari 5, maka digunakan uji Fisher’s Exact Test diperoleh sig. 0.029 < 0,05,  dengan demikian H0 ditolak. Kesimpulan : Kesimpulannya, ada hubungan Senam Hamil dengan kelancaran proses persalinan pada ibu primigravida TM III di Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk. Kata Kunci :Senam Hamil, Kelancaran Proses Persalinan.
MUTU PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN PESERTA BPJS (STUDI DI PUSKESMAS GAMBIRAN KECAMATAN MOJOAGUNG KABUPATEN JOMBANG) Pipit Mei Candra; Pastria Sandra Dewi; Siti Shofiyah
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.362

Abstract

Pendahuluan: Kesadaran masyarakat akan kesehatan mengakibatkan tuntutan  peningkatan pelayanan kesehatan.Mutu pelayanan kesehatan yang diberikan menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam memenuhi kebutuhan dan tuntutan setiap pasien. Ketidakpuasan pasien timbul karena terjadi kesenjangan antara harapan pasien dengan kinerja layanan kesehatan yang dirasakan sewaktu menggunakan layanan kesehatan.Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan mutu pelayanan kesehatan pasien rawat jalan peserta BPJS. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode survey analitic. Sedangkan rancangan penelitian menggunakan cross sectional. Populasi diambil dari seluruh pasien rawat jalan pengguna BPJS di Puskesmas Gambiran Kecamatan Mojoagung Kabupaten Jombang yang diambil rata-rata dari 6 bulan sejumlah 1.038 responden. Sampel dari penelitian ini berjumlah 104 responden. Variabel independent yaitu mutu pelayanan kesehatan, dan variable dependent yaitu kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian adalah kuesioner. Data kemudian dianalisa uji statistic korelasi spearman dengan nilai  r  = 0,000 < α = 0,05.Hasil penelitian ini adalah hampir seluruh responden menilai mutu pelayanan kesehatan baik (90,4%) cukup baik (9,6%) dan kepuasan pasien BPJS puas (84,6%) yang tidak puas (15,4%).Hasil Penelitian: Hasil uji statistik korelasi spearman (r  = 0,000 < α= 0,05) sehingga Ha diterima.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan mutu pelayanan dengan kepuasan pasien rawat jalan peserta BPJS. Kata Kunci : BPJS, Kepuasan, Mutu Pelayanan
ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “M” DENGAN USIA IBU LEBIH DARI 35 TAHUN DI BPM FITA PUJI RAHAYU, AMd. Keb. DESA TINGGAR KECAMATAN BANDARKEDUNGMULYO JOMBANG Gita Andri Pertiwi; Henny Sulistyawati; Fera Yuli Setianingsih
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.363

Abstract

Salah satu ketakutan utama ibu yang hamil dengan usia tua atau lebih dari 35 tahun adalah bayi yang dilahirkan akan menderita Down’s Syndrome. Sebuah kesalahan genetik yang menyebabkan terjadinya cacat fisik dan mental pada bayi. Penatalaksanaan dalam mengatasi masalah kehamilan ibu lebih dari 35 tahun adalah dengan melakukan ANC terpadu, konseling gizi, istirahat yang cukup, KIE tanda bahaya kehamilan TM III, KIE tanda persalinan dan persiapan persalinan. Selain itu juga melakukan kolaborasi dengan tim medis seperti menganjurkan pasien untuk melakukan USG. Hasil dari Asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny “M” selama kehamilan TM II dengan usia ibu lebih dari 35 tahun, pada persalinan dengan usia ibu lebih dari 35 tahun dan persalinan dilakukan secara spontan tanpa ada penyulit, pada pada masa nifas dengan nifas normal, pada BBL dengan bayi sehat, pada masa neonatus dengan neonatus normal, dan menjadi akseptor baru KB suntik 3 bulan. Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif ini didapat dengan melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan secara dini, tidak ditemukan penyulit selama persalinan, nifas, neonatus, sampai KB. Dapat disimpulkan bahwa asuhan secara komprehansif memiliki peran yang cukup baik untuk meminimalkan angka kematian ibu dan bayi. Hal ini patut untuk dilakukan secara terus kepada semua ibu hamil dengan kehamilan beresiko. Kata Kunci : Asuhan, Kebidanan, Komprehensif, Usia Ibu Terlalu Tua
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY “S” KEHAMILAN NORMAL DENGAN KELUHAN FLOUR ALBUS DI BPM MINARTI, Amd.Keb DESA.TRAWASAN KECAMATAN. SUMOBITO KABUPATEN. JOMBANG Linda Yuli Revyanti; Harnanik Nawansari; Tutik Sri Wahyuni
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.364

Abstract

Flour albus merupakan masalah yang berhubungan dengan organisasi seksual wanita. Flour albus biasanya disebabkan oleh jamur atau virus, bakteri dan flour albus pada ibu hamil disebapkan oleh peningkatan hormone dan masalah ini tentu saja sangat mengganggu penderita. Karena biasanya akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap dari organ intimnya dan juga merasa gatal menggangu kenyamanan ibu. Maka dari itu perlu direncanakan suatu asuhan kebidanan oleh bidan dalam menerapkan peran secara mandiri dan kolaborasi.Tujuan penulis mengambil kasus ini untuk melakukan asuhan kebidanan  komprehensif  pada Ny “S” agar tidak terjadi komplikasi dari kehamilan sampai dengan KB. Dengan mendeteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat, pengawasan kehamilan yang teratur.Penatalaksanaan dalam mengatasi masalah flour albus adalah dengan cara menjaga kebersihan personal hygiene, memberikan konseling tentang  cara menjaga kebersihan personal hygiene. Hasil asuan kebidanan komprehensif  pada  Ny “S” selama kehamilan trimester III dengan  keluhan flour albus pada persalinan normal. Pada BBL  normal, pada ibu nifas normal, pada Neonatus normal dan menjadi apseptor baru KB suntik 3 bulan. Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif ini didapat dengan melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan penanganan secara dini, didapatkan keluhan pada ibu berupa flour albus saat kehamilan trimester III, dan tidak didapatkan adanya penyulit pada masa nifas, BBL, Neonatus, dan KB. Disarankan kepada bidan  untuk meningkatkan pelayanan yang berkualitas bagi kesehatan ibu terutama pada ibu hamil dengan keluhan flour albus dan melakukan tindakan pencegahan bagi ibu hamil yang belum mengalami dan penanganan bagi ibu yang terkena flour albus. Kata Kunci  : Asuhan Kebidanan, Komprehensif, Kehamilan Normal.
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.“S” GIIIP10011 UK 33 MINGGU DENGAN PRIMI TUA SEKUNDER DI POLINDES JATIREJO DIWEK JOMBANG Dini Royda; Lilis Surya Wati; Tri Purwanti
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.365

Abstract

Salah satu faktor risiko yang terjadi pada kehamilan yaitu terlalu lama punya anak lagi, terkecil ≥10 tahun (Primi Tua Sekunder). Dari jarak kehamilan yang normal yaitu 43,7  bulan, meningkat menjadi lebih dari 60 bulan. Studi kasus ini bertujuan untuk melaksanakan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. S di Polindes Jatirejo kecamatan Diwek kabupaten Jombang mulai bulan september tahun 2015 sampai Januari tahun 2016. Penatalaksanaan dalam mengatasi masalah Primitua Sekunder yaitu dengan melakukan senam hamil, merencanakan persiapan persalinan sesuai dengan faktor resiko ibu hamil untuk memilih tempat bersalin di puskesmas. Hasil asuhan kebidanan komprehensif pada Ny. S selama kehamilan trimester III dengan Primitua Sekunder, pada persalinan dengan persalinan fase laten memanjang dengan persalinan secara spontan, pada masa nifas dengan nifas normal,  pada BBL dengan BBLN, pada neonatus cukup bulan dengan ikterus fisiologis dan menjadi akseptor baru KB IUD pasca plasenta dengan erosi portio Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif ini didapat dengan melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan secara dini, ditemukan adanya penyulit pada saat neonatus yaitu ikterus fisiologis, KB dengan erosi portio. Disarankan kepada bidan melakukan pendataan pada ibu hamil mulai dari diketahui hamil awal trimester, diharapkan bidan menyediakan HB-0 karena HB-0 itu dianjurkan diberikan sedini mungkin dan harus memotivasi ibu agar memenuhi kebutuhan nutrisi bayi dan meningkatkan kunjungan neonatus agar tidak terjadi kejadian ikterus pada neonatus, dan jika pasien memilih KB IUD pasca plasenta seharusnya bidan melakukan tindakan pemotongan benang ketika pemasangan agar tidak terjadi erosi portio. Kata Kunci : Asuhan Kebidanan, Komprehensif, Primi Tua Sekunder
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY “I” DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS DI BPM HJ DAYAROH, SST DS. SEMBUNG PERAK JOMBANG Stifani Melia Stiawan; Inayatul Aini; Yana Eka Mildiana
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.366

Abstract

Kehamilan fisiologis dengan keluhan bengkak pada gusi (Epulis Gravidarum) merupakan masalah kesehatan yang memerlukan perhatian khusus karena epulis gravidarum dapat menyebabkan kelahiran Prematur dan BBLR (Bayi Baru Lahir Rendah). Untuk itu perlu direncanakan suatu asuhan kebidanan secara komprehensif oleh bidan dalam menerapkan peran serta mandiri kolaborasi. Tujuan dari kebidanan ini adalah memberikan Asuhan Kebidanan secara continue of care (COC) pada Ny “I” pada kehamilan fisiologis dengan ketidaknyamanan bengkak pada gusi di BPM HJ. Dayaroh Desa Sembung Kecamatan Perak Kabupaten Jombang dalam bentuk asuhan kebidanan kepada ibu dan bayi mulai dari kehamilan sampai keluarga berencana menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan.  Penatalaksanaan dalam mengenai masalah Epulis Gravidarum adalah dengan peran mandiri yaitu ANC terpadu, perawatan dan skrining antenatal untuk deteksi dini secara pro-aktif, dengan mengenali masalah yang perlu diwaspadai serta menemukan secara dini adanya tanda bahaya pada kehamilan, persalinan, nifas dan pada neonates dan peran kolaborasi yaitu melakukan rujukan ke dokter spesialis gigi dan kandungan. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny “I” selama kehamilan trimester III pada kehamilan fisiologis dengan ketidaknyamanan bengkak pada gusi, pada persalinan dengan spontan presentasi belakang kepala tanpa ada penyulit, pada masa nifas dengan nifas normal, pada BBL dengan BBLN, pada neonatus dengan  fisiologis dan pada KB ibu menjadi akseptor baru KB Pil Progestin pasca nifas. Kesimpulan dari asuhan kebidanan secara komprehensif ini didapat dengan melakukan asuhan kebidanan secara mandiri dan kolaborasi serta penanganan secara dini, tidak ditemukan adanya penyulit mulai kehamilan, persalinan, BBL, nifas, neonatus dan KB. Diharapkan para bidan Desa dapat lebih mendekatkan diri dengan masyarakat untuk mengadakan penyuluhan atau menginformasikan kepada masyarakat tentang perawatan diri selama hamil dan menerapkan asuhan kebidanan secara continuity of care dengan tepat serta dapat meningkatkan pelayanan yang berkualitas bagi kesehatan  masyarakat. Kata Kunci : Asuhan kebidanan, Komprehensif, Epulis Gravidarum
ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.”M” GIIPIA0 DENGAN JARAK KEHAMILAN TERLALU JAUH DI BPM MARIA ZULFAH, Amd.Keb DS. JATIREJO KEC. DIWEK KAB. JOMBANG Aditya Nur Candra Dewi; Lilis Surya Wati; Dwi Anik
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v13i1.367

Abstract

Jarak kehamilan terlalu jauh merupakan kehamilan yang termasuk dalam risiko tinggi, dimana jarak kehamilan ibu lebih dari atau sama dengan 10 tahun dengan anak sebelumnya diantisipasi dapat menimbulkan masalah potensial sejak hamil hingga KB. Tujuan studi kasus ini adalah untuk melakukan Asuhan Kebidanan secara Komprehensif  melalui pendekatan management varney yang didokumentasikan dalam bentuk  SOAP. Penatalaksanaan dalam mengatasi masalah kehamilan dengan jarak terlalu jauh adalah dengan peran mandiri yaitu ANC terpadu, konseling gizi, istirahat cukup, relaksasi, kebutuhan rasa aman nyaman bebas nyeri, screening pencegahan PEB, KIE tanda bahaya atau antisipasi masalah potensial yang mungkin terjadi serta adanya peran kolaborasi bersama dokter ahli dan tenaga medis lainnya. Hasil asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.”M” selama kehamilan trimester III dengan jarak kehamilan terlalu jauh kehamilan normal, persalinan dengan ketuban keruh dan menyebabkan bayi baru lahir mengalami asfiksia ringan, pada neonatus juga berpengaruh yaitu mudah terjadinya infeksi salah satunya dengan Diaper rash, pada nifas dengan bendungan ASI, dan pada KB dengan akseptor baru KB suntik 3 bulan. Kesimpulan dari Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.”M” adalah tidak ditemukan adanya penyulit dan masalah potensial pada ibu dengan jarak kehamilan terlalu jauh. Kata Kunci : Masalah Potensial, Risiko Tinggi, Jarak Kehamilan.
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN SEKS DENGAN UPAYA PENCEGAHAN SEKS PRA NIKAH PADA REMAJA DI DESA PETERONGAN JOMBANG Dhita Yuniar Kristianingrum
Jurnal Kebidanan Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v14i1.380

Abstract

Pendahuluan : Pendidikan seks merupakan suatu informasi mengenai persoalan seksualitas manusia yang jelas dan benar, yang meliputi proses terjadinya pembuahan, kehamilan sampai kelahiran, tingkat laku sosial, aspek-aspek kesehatan, kejiwaan dan kemasyarakatan. Dorongan seksual sangat tinggi tetapi harus ditekan karena adanya berbagai tabu sosial ataupun kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara pendidikan seks dengan upaya pencegahan seks pra nikah pada remaja di Dusun Surobayan Desa Tengaran Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Metode Penelitian : Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian korelasional dengan menggunakan uji rank spearman rho dan rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah “cross sectional”. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja di Dusun Surobayan Desa Tengaran Kecamatan Peterongan Kabupaten Jombang. Cara pengambilan sampel pada remaja di Dusun Surobayan adalah secara simple random sampling yaitu pengambilan sampel secara random (acak).Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang sebelumnya di berikan pendidikan-pendidikan seks. Setelah itu data diolah dan dianalisa dengan menggunakan uji statistik chi squaare. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukkan hubungan antara pendidikan seks dengan upaya pencegahan seks pra nikah pada remaja. Dari hasil perhitungan di dapat, harga T hitung = 14,11 sedang harga T tabel pada tingkat signifikansi 0,05 (dan dk = N-K-1 = 33) = 2,034. Jadi T hitung 14,11 > t tabel 0,05 (dk 33) = 2,034. Dengan demikian H0 = ditolak dan H1­ ­diterima dapat disimpulkan bahwa “terdapat” hubungan antara pendidikan seks dengan upaya pencegahan seks pra nikah pada remaja. Kesimpulan : Berdasarkan daftar nilai korelasi, angka nilai korelasi yang didapat sebesar 0,817 berada pada level 0,80 – 1,00 yang berarti hubungan antara pendidikan seks dengan upaya pencegahan seks pra nikah pada remaja menunjukkan korelasi cukup tinggi. Saran : Bagi Remaja Perlu adanya peningkatan dari remaja yang berpengetahuan rendah agar lebih meluangkan waktu untuk mencari informasi tentang seks pra nikah. Bagi Tenaga Kesehatan Perlu adanya peningkatan dari tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan tentang seks pra nikah terutama pada pengertian seks pra nikah dan penyuluhan tentang bagaimana upaya pencegahan seks pra nikah. Kata Kunci : Pendidikan Seks,  Pra Nikah, Remaja
PENGARUH AIR REBUSAN DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi l.) DALAM PENURUNAN TEKANAN DARAH IBU HAMIL PENDERITA HIPERTENSI Dhonna Anggreni; Erfiani Mail; Ferilia Adiesti
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.395

Abstract

Hipertensi gestasional adalah peningkatan tekanan darah selama kehamilan tanpa proteinuria pada wanita dengan tekanan darah normal, dan tidak mempunyai riwayat hipertensi vaskuler. Salah satu pengobatan alami yakni air rebusan daun belimbing wuluh sebagai anti hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh rebusan daun belimbing wuluh terhadap tekanan darah ibu hamil hipertensi.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan memberikan dua kali treatmen dalam seminggu selama satu bulan dan diobservasi.Teknik pengambilan data dengan purposive sampling yaitu sebanyak 20 responden. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi dan tensimeter.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami pre hipertensi pada pengamatan awal, namun setelah pemberian air rebusan daun belimbing wuluh selama 1 bulan maka sebagian besar  ibu hamil pada kelompok eksperimen mengalami perubahan tekanan darah menuju ke normal, sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar masih dikategorikan pre hipertensi. Hasil uji Mann Whitney menunjukkan bahwa ada perbedaan tekanan darah ibu hamil antara kelompok kontrol dan kelompok eksperimen setelah minum air rebusan daun belimbing wuluh selama 1 bulan (Z hitung = -2,822 dan p value= 0,005) dimana tekanan darah kelompok eksperimen lebih rendah menjadi rata-rata 123,7 mmHg sedangkan kelompok kontrol masih sebesar rata-rata 132,6 mmHg.Pemberian air rebusan daun belimbing wuluh selama 1 bulan dapat menurunkan tekanan darah pada ibu hamil yang hipertensi. Saran: ibu hamil yang hipertensi hendaknya rutin dalam mengkonsumsi air rebusan daun belimbing wuluh dan juga perlu keterlibatan aktif dari keluarga sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya eklampsia selama kehamilan
COUNTERPRESSURE DENGAN SKALA NYERI PERSALINAN IBU INPARTU KALA I (FASE AKTIF) DI KABUPATEN MOJOKERTO Zulfa Rufaida; Sri Wardini; Dyah Permatasari
Jurnal Kebidanan Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Kebidanan
Publisher : ITSKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jib.v16i1.396

Abstract

Ibu inpartu Kala I mengalami nyeri persalinan. Suatu penelitian menunjukkan bahwa wanita inpartu yang dapat masase selama 20 menit setiap jam selama fase aktif persalinan, lebih tenang dan lebih terbebas dari nyeri. Maka penting bagi bidan dapat memberikan intervensi tertentu dalam persalinan. Teknik counterpressure merupakan salah satu tindakan nonfarmakologis yang dapat menurunkan nyeri persalinan. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh teknik counterpressure terhadap skala nyeri persalinan Kala I (fase aktif).Rancang penelitian menggunakan quasi experiment. Desain yang dipakai adalah  pretest – posttest non equivalent control group design. Teknik sampling yang digunakan adalah consecituive sampling. Populasinya semua Ibu inpartu Kala I (fase aktif) di wilayah Kabupaten Mojokerto (Klinik Rahma Kartika dan Klinik Aulia Husada). Besar sampel dihitung dengan rumus, didapatkan hasil 15 responden untuk masing – masing kelompok. Variabel independet adalah teknik counterpressure dan variabel terikat adalah nyeri persalinan. Analisis data menggunakan independent sample t test dengan kemaknaan klinis digunakan Δ mean dengan confidence interval 95% dengan nilai P < 0,05.Uji t didapatkan hasil nilai signifikan 0.000, uji Mann Whitney signifikan pada nilai 0.031 dengan Confidence Interval (CI) 95% antara 1.14 – 26.41 tidak melewati angka 1 yang artinya ada pengaruh pemberian counterpressure dalam menurunkan nyeri persalinan kala I fase aktif. Faktor risiko dengan melihat nilai Odd ratio 5.5  artinya ibu inpartu kala I fase aktif yang tidak diberi counterpressure berisiko 5.5 kali mengalami nyeri dibanding ibu yang diberikan.Menurut Pasongli, dkk (2014), dengan pemberian masase teknik counterpressure dapat menutup gerbang pesan nyeri yang akan dihantarkan menuju medulla spinalis dan otak, selain itu tekanan kuat pada teknik ini dapat mengaktifkan senyawa endrophine yang berada di sinaps sel-sel saraf tulang belakang dan otak, sehingga transmisi dari pesan nyeri dapat dihambat dan menyebabkan status penurunan sensasi nyeri.Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya memberikan asuhan kebidanan untuk mengatasi nyeri persalinan

Page 9 of 24 | Total Record : 233