cover
Contact Name
Fera Yuli Setiyaningsih
Contact Email
fera.yuli@gmail.com
Phone
+6285733666400
Journal Mail Official
jurnalkeperawatanstikesicme@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kemuning No. 57 A Candimulyo Jombang
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
JURNAL KEPERAWATAN
ISSN : 20882173     EISSN : 25804782     DOI : https://doi.org/10.35874/jkp.v22i2.1365
Core Subject : Health,
jurnal keperawatan memuat karya ilmiah tentang keperawatan di bidang keperawatan maternal, anak, geronti, komunitas dan lain lain
Articles 256 Documents
Literature review of tai chi in asthma Dwi Harianto; Iman Permana
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.466

Abstract

Introduction : Asthma is a condition where a person experiences symptoms of shortness of breath, wheezing, narrow chest. This condition is very disturbing if not immediately addressed. There are those who use medical drugs to handle it, and there are also those who use complementary medicine. That's why here researchers are researching the complementary method journal. Objective : This research aims to analyze the effects of Tai Chi for asthma Method : Using a literature review, this research found 25 research articles which were met the inclusion criterias based on the theme. The articles take from search engines such as: ebsco, proquest, google scholar, and sciencedirect using some keywords such as “Thai Chi exercise”OR “exercise”OR “ breathing exercises”AND “asthma management”. Results : This research found that the effects of Tai Chi to asthma were 4, namely improving the quality of life of patients, reducing recurrence of asthma, improving physical activity and decreasing asma’s symptom Conclusion : Tai Chi are highly recommended to be used as complementary therapy, duet to the possitive impact resulted.
Self efficacy ibu bekerja dalam pemberian ASI pada bayi usia 0 – 6 bulan menggunakan model promosi kesehatan Monika Sawitri Prihatini; Ririn Probowati; Evita Dwi Ayu Mentari
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.467

Abstract

Globalisasi telah membentukparadigma berpikirkaum perempuan untuk menuntut persamaan hak antara perempuan dan laki-laki. Banyak ibu yang bekerja sebagai wanita karier, sehingga banyak ibu yang menganti ASI dengan susu Formula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan terhadapself efficacy ibu bekerjadi PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari MPS Ploso. Desain penelitian pra eksperiment one group pre test and post test. Populasi dan sampel ibu bekerja yang mempunyai bayi usia 0-6 bulan pada tanggal 6 Mei s/d 6 Juni 2018 sebanyak 30 respondenmenggunakanTotal Sampling.Pengumpulan data dilakukan 4 kali kunjungan.Variabel independen promosi kesehatan, variabel dependen self efficacy ibu bekerja dalam pemberian ASI, Uji analitik mengunakan Wilcoxon Signed Rank Test, α : 0.05. Hasil sebelum pemberian pendidikan kesehatan ibu memiliki self efficacy sedang(46,7%)dan setelah dilakukan pendidikan kesehatan mengunakan modul,self efficacy tinggi (63,3%). Didapatkan bahwa p value : 0,000 < 0,05 artinya ada pengaruh Self Eficacy ibu bekerja dalam pemberian ASI dengan model promosi kesehatan pada bayi usia 0 – 6 bulan di PT Mufasufu Sejati Jaya Lestari MPS Ploso. Model promosi kesehatan menggunakan modul dapat meningkatkan self efficacy ibu bekerja. Modul yang digunakan dilengkapi dengan gambar dan bahasa yang mudah dipahami. Diharapkan ibu dapat mempelajari dan membagikan pengetahuannya kepada orang lain dan bagi tenaga kesehatan dapat dijadikan acuan dalam memberikan pendidikan kesehatan bagi masyarakat.
Efektifitas kombinasi latihan pernafasan dalam dan terapi spiritual terhadap perubahan parameter kardiovaskuler pada pasien hipertensi Agus Muslim; Fitri Arofiati
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.468

Abstract

Latar belakang : Tekanan darah tinggi merupakan penyakit yang dapat menyerang siapa saja. Jika tidak ditangani secara baik dan benar akan mengakibatkan komplikasi. Salah satu tindakan terapi komplementer untuk tekanan darah tinggi adalah dengan terapi nafas dalam dan terapi spiritualitas. Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh latihan terapi nafas dalam dan terapi spiritualitas terhadap tekanan darah sistole dan diastole serta denyut nadi pada pasien hipertensi. Metode : Desain menggunakan quasy experiment pre dan post test with control group design. Penelitian ini dilakukan di Desa Darungan Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, dengan sampel 36 responden. Pengambilan sampel dengan teknik purposive sampling. dan uji homogenitas dan normalitas (levene test dan kolomogorov smirnov) serta analisa bivariate menggunakan paired sample t test dan independent sample t test untuk uji beda mean dua kelompok. Hasil : Terdapat penurunan nilai rerata mean tekanan darah systole, diastole, dan denyut nadi secara signifikan pada kelompok pemberian terapi nafas dalam dan spiritual dengan p Value < 0.05, kecuali pada kelompok kontrol; bahwa perubahan systole dan dan denyut nadi tidak ada perubahan secara signifikan, sedangkan mean diastole terjadi perubahan secara signifikan. Hasil uji indpendent t-test didapatkan data bahwa perubahan penurunan mean systole, diastole dan denyut nadi antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol secara signifikan berbeda. Kesimpulan : Latihan terapi nafas dalam dan terapi spiritualitas berpengaruh secara signifikan terhadap tekanan darah sistole dan diastole serta denyut nadi pada pasien hipertensi.
Pengaruh pendidikan kesehatan tentang nutrisi melalui media visual interaktif terhadap budaya pantang makan (tarak) pada pasien diabetik foot ulcer Deni Imam; Titih Huriah
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.469

Abstract

Budaya pantang makan (tarak) adalah sebuah perilaku yang salah yang disebabkan karena ketidaktahuan masyarakat terkait pentingnya nutrisi untuk penyembuhan luka, khususnya pada penderita diabeticfoot ulcer.Beratnya dampak yang ditimbulkan karena ketidaktahuan terhadap kebutuhan nutrisi pada penderita luka sebaiknya perlu diminimalisir dengan pemberian pendidikan kesehatan terkait nutrisi untuk memperbaiki perilaku masyarakat dalam budaya pantang makan (tarak) dengan menggunakan media pendidikan kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain pre-eksperimental. Sampel penelitian ini adalahpasien homecare penderita luka kaki diabetik (foot ulcer) yang berada dalam lingkup perawatan peneliti di Kabupaten Bojonegoro dengan jumlah 31 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan bivariat Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang nutrisi melalui media visual interaktif terhadap budaya pantang makan (tarak) pada pasien diabeticfoot ulcer di Kabupaten Bojonegoroyang ditunjukkan dengan nilai Z pada pengujian wilcoxon sign yang didapat sebesar -4,880dimana nilai tersebut < z tabel -1,96 dengan p value (Asymp. Sig 2 tailed) sebesar 0,000 di mana kurang dari batas kritis penelitian 0,05.
Efektifitas hidrogel binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap luas luka pada tikus hiperglikemia (Rattus Norvegicus) galur wistar. Auliasari Siskaningrum
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.470

Abstract

Hiperglikemia merupakan awal dari diabetes mellitus. Hiperglikemia dapat menyebabkan luka yang tidak kunjung kering dan sembuh. Pengobatan luka mulai dikembangkan terutama dari bahan-bahan alami. Binahong mengandung senyawa antioksidan, antimikroba dan flavonoid golongan isoflavon yang menghasilkan aktivitas antinociceptif dan antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian hidrogel binahong (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap luas luka pada tikus hiperglikemia (Rattus norvegicus) galur wistar. Penelitian ini true eksperimental dengan Post-test Only, Control Group Design. Sampel dipilih dengan simple random sampling dibagi menjadi 6 kelompok, masing-masing terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok I (Kontrol negatif) tikus sehat diberi NS 0,9% , kelompok II (Kontrol positif) tikus hiperglikemia diberi NS 0,9, kelompok III diberi hidrogel dan Kelompok IV, V dan VI (perlakuan) diberi hidrogel binahong konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% selama 12 hari. Variabel yang diukur luas luka pada hari ke-4, 8, 12 dan 16. Analisa data One way ANOVA menunjukkan luas luka berbeda signifikan dengan p = 0.021 < α (0,05) pada hari ke-12. Dilanjutkan uji Tukey HSD terdapat beda signifikan antara kelompok perlakuan hidrogel binahong 7,5% dengan kelompok Kontrol II tikus hiperglikemia diberi NS 0,9% , p = (0.01) < α (0.05). Kesimpulannya pemberian hidrogel binahong 7,5% (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) dapat menurunkan luas luka yang menunjukkan perbedaan signifikan pada hari ke-12
Pengaruh frekuensi paparan stresor cahaya saat kebuntingan terhadap jumlah dendrit dan ekspreis mTorc1 otak mencit (Mus musculus) baru lahir Dwi Puji Wijayanti; Hermanto Tri Joewono; Widjiati Widjiati
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.471

Abstract

Latar Belakang : Pada stres prenatal akan memicu peningkatan kadar CRH dan kortisol maternal. ini akan meningkatkan jumlah CRH dan kortisol pada janin dan menurunkan ekspresi 11β-HSD2 di plasenta. Meningkatnya kadar CRH akan meningkatkan aktifitas glukokortikoid yang akan menurunkan Growth Factors,juga akan mempengaruhi ekspresimTORC1 sebagai mekanisme pertahanan sel. GH, dan IGF-1 sedangkan menurunnya ekspresi 11β-HSD2 pada akhirnya akan menyebabkan perkembangan organ yang tak seimbang. Tujuan.Untuk mengetahui pengaruh frekuensi paparan stresor cahaya selama kebuntingan terhadap jumlah dendrit dan ekspresi mTORC1 anak mencit (Mus musculus). Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan post test only group design. Jumlah dendrit diukur dengan Golgy Cox hasil rerata jumlah dendrit dalam 5x lapangan pandang. Ekspresi mTORC1diukur dengan indeks skala Remelle . Analisis data menggunakan uji Post Hoc dengan tingkat kemaknaan 95% (0,05). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata jumlahdendrit yang signifikan antara kelompok kontrol (22.30) dan kelompok perlakuan 2 (7.55 ) lebih rendah. Hal yang serupa juga didapatkan padaekspresimTORC1. Terdapat perbedaan yang berarti padaekspresimTORC1. kelompok kontrol (1.14) dan kelompok perlakuan 2 (4.28) lebih tinggi. Selain itu, didapatkan juga hubungan (p < 0,05) antara jumlah sel dendrit danekspresimTORC1 otak anak mencit baru lahir dengan menggunakan korelasiPearson. Hasil uji korelasi Pearson didapatkan nilai signifikansi 0,068 dengan p < 0,05 dan nilai korelasi 0,338 dengan arah korelasi negative Kesimpulan : Jumlah dendrit pada kelompok perlakuan1 dan 2 lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol, sedangkan ekspresi mTORC1 pada kelompok perlakuan1 dan 2 lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol.
Hubungan pola makan, kondisi psikologis, dan aktivitas fisik dengan diabetes mellitus pada lansia Dwi Suprapti
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.472

Abstract

Lanjut usia dapat dikatakan sebagai tahap akhir perkembangan pada daur kehidupan seorang manusia. Diabetes mellitus (DM) adalah salah satu jenis penyakit degeneratif yang mengalami peningkatan setiap tahun di seluruh dunia. Kejadian DM di Indonesia mengalami peningkatan, pada tahun 2007 sebesar (5,7%) menjadi (6,9%) pada tahun 2013. DM pada lansia di Indonesia merupakan masalah yang penting untuk dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian DM. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor hubungan pola makan, kondisi psikologis, dan aktivitas fisik dengan DM pada lansia terhadap risiko kejadian DM lansia. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara purpossive berdasarkan kriteria usia 60-90 tahun, tidak memiliki komplikasi penyakit lain, masih mampu berkomunikasi dengan baik, bersedia menjadi responden, yakni sejumlah 165 subjek. Teknik pengumpulan data menggunakan angket atau wawancara. Analisis menggunakan univariat, bivariat menggunakan uji Chi-square dan multivariat menggunakan Regresi logistic sederhana dengan menggunakan program komputer. Distribusi frekuensi berdasarkan kejadian DM sebesar (53,3%), pola makan sering >3x/hari (54%), stress (54,5%), aktivitas fisik ringan (61,2%), umur lanjur (52,1%), jenis kelamin perempuan (67,3%), suku Jawa (71,5%) dan pendidikan rendah (73%). Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara kondisi psikologis, jenis kelamin, suku dan pendidikan dengan status DM. Pola makan menjadi variabel yang dominan dengan kejadian DM pada lansia (p-value 0.006, OR 2.950). Artinya lansia yang memiliki pola makan sering >3x/hari memiliki peluang sebanyak 3 kali lebih tinggi untuk terkena DM dibandingkan yang memiliki pola makan jarang <3x/hari. Sehingga lansia diharapkan melakukan olahraga ringan, mengikuti promosi kesehatan mengenai DM yang diberikan oleh tenaga kesehatan, serta berobat rutin bagi lansia yang sudah terdiagnosa DM guna mengurangi risiko terkena DM.
Pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan perawatan kaki diabetik pada neuropati diabetik Dyah Rivani; Elsye Maria Rosa
Jurnal Keperawatan Vol 17 No 1 (2019): Jurnal Keperawatan Volume 17 No 1
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v17i1.473

Abstract

Masalah kaki diabetik merupakan salah satu komplikasi yang bersifat kronis dan menyebabkan cacat fisik dan penurunan kualitas hidup juga menjadi beban ekonomi untuk biaya perawatan karena pengobtan ulkus butuh waktu yang lama. Pendidikan kesehatan tentang perawatan kaki diabetik efektif dalam mencapai pengurangan klinis yang relevan terhadap kejadian ulkus kaki diabetik. Penderita mampu mengenali tanda-tanda dini kondisi kaki yang dapat berkembang menjadi ulkus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap kemampuan kemampuan perawatan kaki diabetik pada pasien neuropati diabetik. Jenis peneliatian ini adalah kuasi eksperimen, desain penelitian adalah pretest postest tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 responden. Responden dalam penelitian ini adalah penderita diabetes melitus tipe 2 yang mengalami neuropati melalui kriteria inklusi dan eksklusi. Tehnik pengambilan sampel dengan cara purposive sampling, sebelum analisa statistik dilakukan uji normalitas data dengan Kolmogorov-Smirnov dan selanjutnya dilakukan uji Wilcoxon Signed Rangks Test. Hasil menunjukkan ada perbedaan yang bermakna terhadap kemampuan perawatan kaki diabetik sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan dengan nilai p = 0.00 ( < 0.05) artinya H1 diterima. Kesimpulannya adalah terdapat perbedaan kemampuan perawatan kaki diabetik sebelum dan setelah perlakuan.
PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG GOSOK GIGI DENGAN KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK PRASEKOLAH (STUDI DI DESA DIWEK KECAMATAN JOMBANG) Maharnani Tri Puspitasari
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Penyebab utama kerusakan gigi yaitu tidak menggosok gigi, dan seringnya mengkonsumsi makanan yang mengandung gula terutama makanan yang padat dan lengket. Namun apapun yang kita makan dan minum kunci melindungi gigi yaitu dengan menjaga kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian ini adalah untuk Mengetahui hubungan pengetahuan orang tua tentang gosok gigi dengan kejadian karies gigi pada anak prasekolah di Desa Diwek Kabupaten Jombang Kecamatan Jombang. Desain penelitian digunakan pada penelitian ini adalah penelitian analitik. Populasinya adalah Semua anak Pra - sekolah dan orang tua anak prasekolah di Desa Diwek Kabupaten Jombang Kabupaten Jombang, sebanyak 46 anak, pengambilan sampel dengan menggunakan cara Simpel Random sampling. Variabel independentnya adalah pengetahuan orang tua tentang cara menggosok gigi dan variabel dependentnya adalah kejadian caries gigi pada anak pra – sekolah. Penelitian ini dilakukan di Desa Diwek Kabupaten Jombang Kecamatan Jombang. Hasil penelitian yang telah dilakukan di Desa Diwek Kabupaten Jombang Kecamatan Jombang bulan Maret tahun 2013, diperoleh data 23 responden (54,8%) memiliki pengetahuan cukup tentang gosok gigi, 26 anak pra-sekolah (61,9%) terjadi karies gigi, dan ibu dengan pengetahuan cukup hampir setengahnya anak pra-sekolah mengalami karies gigi yaitu sebanyak 7 responden (30,4%). Hasil analisa data menggunakan uji Wicoxon didapatkan bahwa α hitung = 0,006 < 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Simpulan ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang gosok gigi dengan kejadian karies gigi di Desa Diwek Kabupaten Jombang Kecamatan Jombang bulan Maret tahun 2013. Saran Diharapkan ibu dapat lebih aktif dan bekerjasama dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pengetahuan cara menggosok gigi pada anak. Petugas diharapkan lebih meningkatkan jumlah penyuluhan dalam rangka meningkatkan kemauan dan kemampuan anak pra-sekolah dalam menjaga dan merawat gigi dengan menggosok gigi. Kata Kunci : Pengetahuan, Karies Gigi, Anak Pra-sekolah
STIMULASI BERMAIN BERCERITA METODE FLANEL MENINGKATKAN KOMUNIKASI VERBAL PADA ANAK USIA PRASEKOLAH PENELITIAN QUASI EXPERIMENT DI TK DHARMA WANITA PERSATUAN RSJ DR RADJIMAN WEDIODININGRAT LAWANG Hindyah Ike Suhariati
Jurnal Keperawatan Vol 11 No 1 (2016): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan Komunikasi verbal merupakan kemamapuan yang harus dikuasai anak usia prasekolah agar dapat membangun interaksi yang baik dengan temannya di sekolah. Kenyataannya 40% anak usia prasekolah belum bisa berkomunikasi dengan baik di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh stimulasi bermain bercerita metode flanel terhadap komunikasi verbal pada anak usia prasekolah. Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment. Populasinya adalah seluruh anak usia prasekolah di TK Dharma Wanita Persatuan RSJ Dr Radjiman Wediodiningrat Lawang yang mengalami keterlambatan berkomunikasi. Tehnik sampling dengan Non Randomise Sampling, jumlah sampel 32 responden, 16 anak sebagai kelompok perlakuan dan 16 anak sebagai kelompok kontrol. Variabel independen adalah stimulasi bermain bercerita metode flanel dan variabel dependen adalah kounikasi verbal. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test dengan taraf signifikansi sebesar 95% (α = 0,05). Hasil penelitian didapatkan stimulasi bermain bercerita metode flanel berpengaruh terhadap peningkatan komunikasi verbal pada anak usia pra sekolah (p = 0,000). Simpulan Stimulasi bermain bercerita metode flanel dapat meningkatkan secara signifikan kemampuan komunikasi verbal pada anak usia prasekolah. Saran Kegiatan bermain ini dapat dijadikan suatu acuan tindakan keperawatan anak, dalam menangani anak dengan masalah komunikasi verbal. Kata Kunci : Bermain metode flanel, komunikasi verbal, prasekolah