Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Masa simpan tempe dalam pengemas edible film tapioka termodifikasi [Shelf life of tempe wrapped by modified-tapioca edible film] Maria Erna Kustyawati; Dian Santoso Manalu; Murhadi Murhadi; Ahmad Sapta Zuidar; Diki Danar Tri Winanti
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 26, No 1 (2021): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v26i1.45-55

Abstract

Edible film made up of modified tapioca was used to wrap tempeh and its shelf life estimation was determined. The edible films must be capable of evenly aerating and maintaining moisture without causing condensation in order mycelium to be able to grow and produce high-quality tempeh. The experiment was carried out in completely randomized design with two main factors of storage temperature and time. An accelerated shelf life test at 17oC, 27oC, and 37oC with an Arrhenius model was used to calculate the shelf life, and water content was used as quality parameter indicator. The result showed that modified-tapioca based edible film made from fermentation of tapioca by Saccharomyces cerevisiae was characterized as having elongation of 11.40 %, tensile strength of 408.37 MPa, thickness of 0.88 mm and WVTR of 12.60 g/m2/h. Rate constant of water content decrease in edible film wrapped tempeh based on Arrhenius model was 0.3832 % day-1 and Ea was 10.296 kkal/gmol, while that of in PP-plastic wrapped tempeh was 0.3831% day-1 and Ea was 9.998 kkal/gmol. The shelf life of edible film wrapped tempeh was 9.39 days at 27oC, 5.18 days at 27oC, and 2.96 days at 37oC, while shelf life of PP-plastic wrapped tempeh was 8.64 days at 17oC, 4.85 days at 27 oC, and 2.82 days at 37oC. Therefore, it can be concluded that modified tapioca based edible film increased the shelf life of tempeh.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING CV RAMAN FARM SEJAHTERA LAMPUNG TENGAH MELALUI KONTEN EDUKASI BISNIS PETERNAKAN Winanti, Diki Danar Tri; Kustyawati, Maria Erna; Prayitno, Hadi; Yusup, Maulid Wahid; Maharani, Ketut Oka; Hasanah, Asqiatul
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3, No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September 2
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9602

Abstract

Membuat video dengan konten edukasi peternakan menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk promosi produk. Tim Pengabdian Universitas Lampung melakukan pendampingan kepada CV Raman Farm Sejahtera Lampung Tengah dalam pengembangan digital marketing sebagai sarana edukasi dan promosi. Salah satu subyeknya adalah owner perusahaan yang dapat menjadi role model bagi pemuda seusianya dan generasi di bawahnya bahwa bisnis peternakan sangat prospektif dan menguntungkan. Pengembangan digital marketing dilakukan melalui kana Youtube, Instagram, Tik Tok, dan website. Dampak dari sosial media yang sudah dibuat kemudian diukur menggunakan survey kepada responden dengan karakteristik usia dan perkerjaan yang berbeda secara acak. Hasil survey menunjukkan bahwa sarana digital marketing yang sudah dibuat sangat memotivasi responden untuk mencoba bisnis peternakan.
KARAKTERISTIK SENSORI NATA DE PINA PEEL (Ananas comosus (L) Merr.) DENGAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI SENSORY CHARACTERISTICS OF NATA DE PINA PEEL (Ananas comosus (L) Merr.) WITH RED DRAGON (Hylocereus polyrhizus) SKIN EXTRACT AS NATURAL DYE Salsafira Ayuningtyas; Tanto Pratondo Utomo; Diki Danar Tri Winanti; Samsul Rizal; Nurullia Febriati
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.10066

Abstract

Kulit nanas mengandung gula pereduksi yang berpotensi digunakan dalam proses fermentasi untuk membentuk nata. Secara umum, kulit nata de pina memiliki ciri khas warna putih agak kekuningan dikarenakan bahan baku yang digunakan. Ciri khas tersebut menyebabkan penampakan warna nata menjadi kurang menarik. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai sensoris agar lebih menarik adalah dengan menambahkan pewarna alami berupa ekstrak kulit buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik penambahan ekstrak kulit buah naga merah sebagai pewarna alami terhadap sifat sensoris kulit nata de pina. Eksplorasi ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak kulit buah naga yang terdiri dari 6 perlakuan (0%, 5%, 15%, 25%, 35% dan 45%) dan 3 kali pengulangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kulit nata de pina terbaik pada penelitian ini adalah kulit nata de pina dengan konsentrasi ekstrak kulit buah naga sebesar 45% (P5). Perlakuan ini menghasilkan nata dengan warna merah, aroma agak asam, tekstur kenyal, rasa enak dan penerimaan keseluruhan, serta menghasilkan kadar air 91,45%, kadar abu 0,31%, pH 5,24. Kulit nata de pina dengan ekstrak kulit buah naga 45% mengandung kadar serat 1,64%Kata kunci : Kulit buah naga, Nata, Pewarna alami, Kulit nanas 
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN DAN GLUKOMANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI MI BASAH SUBTITUSI TEPUNG TALAS KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) Qalbina Rifka Indraputri; Ahmad Sapta Zuidar; Diki Danar Tri Winanti; Fibra Nurainy
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol 3, No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan dan glukomanan terhadap karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul serta mengetahui proporsi perbandingan karagenan dan glukomanan dengan karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul terbaik sesuai SNI 2987-2015. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 kali ulangan. Faktor yang digunakan yaitu formulasi karagenan dengan glukomanan dengan 5 taraf perlakuan yaitu P1 (0%:100%), P2 (25%:75%), P3 (50%:50%), P4 (75%:25%), P5 (100%:0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karagenan dan glukomanan berpengaruh terhadap sifat fisik dan sensori mi basah substitusi tepung talas kimpul. Mi basah perlakuan terbaik adalah perlakuan P4 (75% karagenan : 25% glukomanan) dengan nilai kadar air mi mentah 39,07%, kadar air mi matang 68,44%, daya serap air 117,98%, cooking loss 14,12%, skor tekstur (antara kenyal dan agak kenyal), skor warna (antara coklat pudar dan coklat), skor aroma (antara sangat khas talas kimpul dan agak khas talas kimpul), skor penerimaan keseluruhan (suka), kadar protein 3,72%, dan kadar abu tidak larut dalam asam 0,05%. 
PENDAMPINGAN PRODUKSI TISANE CASCARA DENGAN BERBAGAI VARIAN AROMA PADA UMKM DI KOTA BANDAR LAMPUNG Winanti, Diki Danar Tri; Fadhallah, Esa Ghanim; Talaumbanua, Mareli; Agustiansyah, Agustiansyah; Yusup, Maulid Wahid; Aisyah, Wulan Nur; Meranda, Dea; Satriya, Aji
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4, No 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10866

Abstract

Tisane cascara adalah minuman seduhan yang terbuat dari keringan ceri kopi. Cascara mengandung berbagai komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel, darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan sosialaisasi pembuatan tisane cascara sebagai diversifikasi produk turunan kopi di UMKM CV Nusantara Berkah Jaya Rajabasa Bandar Lampung. Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan tentang proses peroduksi tisane cascara yang terdiri dari penimbangan, pencampuran bahan, pengemasan, dan pelabelan. Dilakukan pula pendampingan berupa survey pasar produk tisane cascara. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk diketahui mencapai 60%. Evaluasi dilakukan agar produksi dari inovasi tisane kulit kopi ini semakin diterima oleh pasar lokal. Harapannya, peningkatan produksi tisane cascara dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kopi dari hulu hingga hilir.
PENDAMPINGAN DIGITAL MARKETING CV RAMAN FARM SEJAHTERA LAMPUNG TENGAH MELALUI KONTEN EDUKASI BISNIS PETERNAKAN Winanti, Diki Danar Tri; Kustyawati, Maria Erna; Prayitno, Hadi; Yusup, Maulid Wahid; Maharani, Ketut Oka; Hasanah, Asqiatul
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 3 No 2, September
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v3i2.9602

Abstract

Membuat video dengan konten edukasi peternakan menjadi salah satu cara yang paling efektif untuk promosi produk. Tim Pengabdian Universitas Lampung melakukan pendampingan kepada CV Raman Farm Sejahtera Lampung Tengah dalam pengembangan digital marketing sebagai sarana edukasi dan promosi. Salah satu subyeknya adalah owner perusahaan yang dapat menjadi role model bagi pemuda seusianya dan generasi di bawahnya bahwa bisnis peternakan sangat prospektif dan menguntungkan. Pengembangan digital marketing dilakukan melalui kana Youtube, Instagram, Tik Tok, dan website. Dampak dari sosial media yang sudah dibuat kemudian diukur menggunakan survey kepada responden dengan karakteristik usia dan perkerjaan yang berbeda secara acak. Hasil survey menunjukkan bahwa sarana digital marketing yang sudah dibuat sangat memotivasi responden untuk mencoba bisnis peternakan.
PENDAMPINGAN PRODUKSI TISANE CASCARA DENGAN BERBAGAI VARIAN AROMA PADA UMKM DI KOTA BANDAR LAMPUNG Winanti, Diki Danar Tri; Fadhallah, Esa Ghanim; Talaumbanua, Mareli; Agustiansyah, Agustiansyah; Yusup, Maulid Wahid; Aisyah, Wulan Nur; Meranda, Dea; Satriya, Aji
Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung Vol 4 No 1, Maret 2025
Publisher : Agriculture Faculty, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpfp.v4i1.10866

Abstract

Tisane cascara adalah minuman seduhan yang terbuat dari keringan ceri kopi. Cascara mengandung berbagai komponen bioaktif yang berfungsi sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel, darah tinggi, penyakit jantung, diabetes, dan kanker. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah melakukan sosialaisasi pembuatan tisane cascara sebagai diversifikasi produk turunan kopi di UMKM CV Nusantara Berkah Jaya Rajabasa Bandar Lampung. Dalam pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan tentang proses peroduksi tisane cascara yang terdiri dari penimbangan, pencampuran bahan, pengemasan, dan pelabelan. Dilakukan pula pendampingan berupa survey pasar produk tisane cascara. Tingkat kepuasan konsumen terhadap produk diketahui mencapai 60%. Evaluasi dilakukan agar produksi dari inovasi tisane kulit kopi ini semakin diterima oleh pasar lokal. Harapannya, peningkatan produksi tisane cascara dapat mendukung peningkatan kesejahteraan pelaku usaha kopi dari hulu hingga hilir.
PENGARUH PENAMBAHAN KARAGENAN DAN GLUKOMANAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIK DAN SENSORI MI BASAH SUBTITUSI TEPUNG TALAS KIMPUL (Xanthosoma sagittifolium) Indraputri, Qalbina Rifka; Zuidar, Ahmad Sapta; Winanti, Diki Danar Tri; Nurainy, Fibra
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.9992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan karagenan dan glukomanan terhadap karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul serta mengetahui proporsi perbandingan karagenan dan glukomanan dengan karakteristik mi basah subtitusi tepung talas kimpul terbaik sesuai SNI 2987-2015. Penelitian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 5 kali ulangan. Faktor yang digunakan yaitu formulasi karagenan dengan glukomanan dengan 5 taraf perlakuan yaitu P1 (0%:100%), P2 (25%:75%), P3 (50%:50%), P4 (75%:25%), P5 (100%:0%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan karagenan dan glukomanan berpengaruh terhadap sifat fisik dan sensori mi basah substitusi tepung talas kimpul. Mi basah perlakuan terbaik adalah perlakuan P4 (75% karagenan : 25% glukomanan) dengan nilai kadar air mi mentah 39,07%, kadar air mi matang 68,44%, daya serap air 117,98%, cooking loss 14,12%, skor tekstur (antara kenyal dan agak kenyal), skor warna (antara coklat pudar dan coklat), skor aroma (antara sangat khas talas kimpul dan agak khas talas kimpul), skor penerimaan keseluruhan (suka), kadar protein 3,72%, dan kadar abu tidak larut dalam asam 0,05%. 
KARAKTERISTIK SENSORI NATA DE PINA PEEL (Ananas comosus (L) Merr.) DENGAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) SEBAGAI PEWARNA ALAMI SENSORY CHARACTERISTICS OF NATA DE PINA PEEL (Ananas comosus (L) Merr.) WITH RED DRAGON (Hylocereus polyrhizus) SKIN EXTRACT AS NATURAL DYE Ayuningtyas, Salsafira; Utomo, Tanto Pratondo; Winanti, Diki Danar Tri; Rizal, Samsul; Febriati, Nurullia
Jurnal Agroindustri Berkelanjutan Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jab.v3i2.10066

Abstract

Kulit nanas mengandung gula pereduksi yang berpotensi digunakan dalam proses fermentasi untuk membentuk nata. Secara umum, kulit nata de pina memiliki ciri khas warna putih agak kekuningan dikarenakan bahan baku yang digunakan. Ciri khas tersebut menyebabkan penampakan warna nata menjadi kurang menarik. Salah satu cara untuk meningkatkan nilai sensoris agar lebih menarik adalah dengan menambahkan pewarna alami berupa ekstrak kulit buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik penambahan ekstrak kulit buah naga merah sebagai pewarna alami terhadap sifat sensoris kulit nata de pina. Eksplorasi ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu konsentrasi ekstrak kulit buah naga yang terdiri dari 6 perlakuan (0%, 5%, 15%, 25%, 35% dan 45%) dan 3 kali pengulangan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kulit nata de pina terbaik pada penelitian ini adalah kulit nata de pina dengan konsentrasi ekstrak kulit buah naga sebesar 45% (P5). Perlakuan ini menghasilkan nata dengan warna merah, aroma agak asam, tekstur kenyal, rasa enak dan penerimaan keseluruhan, serta menghasilkan kadar air 91,45%, kadar abu 0,31%, pH 5,24. Kulit nata de pina dengan ekstrak kulit buah naga 45% mengandung kadar serat 1,64%Kata kunci : Kulit buah naga, Nata, Pewarna alami, Kulit nanas 
The Sensory Profile of 5 Types of Sumatran Forest Honey Winanti, Diki Danar Tri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 24 No. 3 (2024): July - September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v24i3.7343

Abstract

Sumatra has a very large forest area so it has great potential to become a place for honey bee cultivation. The various honey produced has different characteristics depending on the source of the nectar. Research on sensory testing of Sumatran forest honey appears limited, with studies focusing more broadly on honey quality and properties. It is necessary to collect data on the sensory profile of Sumatran forest honey as a database that will help control the quality and ensure the authenticity of the honey. The purpose of this study is to determine the sensory profile of five types of Sumatran forest honey traded around Lampung Province. The method used a scoring test on color, aroma, taste, and viscosity. 30 trained panelists were used who had been selected and trained before conducting sample assessment. Data processing using ANOVA and further test Duncan Multiple Range Test (DMRT) with SPSS 27.0 software. The results showed that the five types of Sumatran forest honey tested had the same viscosity but had different color, aroma, and taste profiles. These distinctive and unique characteristics can enrich the biodiversity in Indonesia so it needs to be optimized for its benefits and preserved.