cover
Contact Name
-
Contact Email
jkii@umj.ac.id
Phone
+6285711025419
Journal Mail Official
jkii@umj.ac.id
Editorial Address
Gedung Cendekia, lantai 3, ruang LPPAIK UMJ, Jalan K.H. Ahmad Dahlan, Cireunde, Ciputat Timur, Tangsel
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kemuhammadiyahan dan Integrasi Ilmu
ISSN : -     EISSN : 30249131     DOI : https://doi.org/10.24853/jkii.2.2.178-192
Jurnal Kemuhammadiyahan dan Intergrasi Ilmu LPP AIK UMJ adalah jurnal yang berkaitan dengan kajian Islam dan Kemuhammadiyahan. Jurnal ini diterbitkan oleh LPP AIK, Universitas Muhammadiyah Jakarta sejak tahun 2023 (versi cetak dan online). Tujuan penerbitan jurnal ilmiah ini adalah sebagai wadah aktualisasi pendapat, hasil penelitian yang berkaitan dengan AIK. Jurnal Kemuhammadiyahan dan Intergrasi Ilmu LPP AIK UMJ mengundang para dosen, peneliti, pengkaji, praktisi, pemerhati pendidikan, serta mahasiswa S1/S2/S3, untuk mengirimkan makalah atau artikel ilmiahnya. Makalah yang masuk akan di-review secara peer-review. Setelah proses review selesai, hasil review akan diinformasikan kepada penulis paper melalui sistem Open Journal System (OJS) Jurnal ini terbit 2 kali setahun pada bulan Juni dan Desember
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 38 Documents
Sosialisasi Kesehatan Kerja dalam Perspektif Islam: Pencegahan Kelelahan Mata dan Low Back Pain pada Pekerja Asuransi PT. XYZ Suherman Jaksa; Nur Afifah Dwi Laksana Putri; Ratih Latiffah Khamadika; Shafira Zahara; Andriyani
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.3.2.321-329

Abstract

Kelelahan mata (eye strain) dan nyeri punggung bawah (low back pain) merupakan dua gangguan kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja kantoran akibat penggunaan komputer dalam jangka waktu lama serta posisi duduk yang tidak ergonomis. Kondisi ini dapat menurunkan produktivitas, meningkatkan stres kerja, dan memicu gangguan muskuloskeletal maupun visual dalam jangka panjang. Artikel ini memaparkan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi kerja kesehatan di PT. XYZ yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan asuransi karyawan mengenai pencegahan kelelahan mata dan nyeri pinggang melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan sederhana. Kegiatan dilaksanakan secara berani melalui platform Zoom Meeting pada tanggal 19 November 2025 dan diikuti oleh 10 peserta. Metode pelaksanaan terdiri atas empat tahap, yaitu pre-test, penyampaian materi, post-test, serta sesi tanya jawab singkat. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan peserta dari 49 pada pre-test menjadi 97 pada post-test. Peserta juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya posisi duduk yang benar, penerapan latihan peregangan (William Flexion Latihan), serta istirahat visual menggunakan metode 20–20–20. Sosialisasi keberanian terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran pekerja terhadap risiko kesehatan akibat aktivitas kerja berulang, serta diharapkan menjadi langkah awal terbentuknya budaya kerja sehat di lingkungan perusahaan asuransi.
K3 gedung Penerapan Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Gedung Bertingkat Dalam Perspektif Regulasi Dan Nilai-Nilai Islam Abdul Hakim SKM; Warendi Warendi
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 3 No. 2 (2025): Desember
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.3.2.339-342

Abstract

Gedung bertingkat memiliki tingkat risiko keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang lebih tinggi dibandingkan bangunan satu lantai, terutama terkait kebakaran, kegagalan struktur, evakuasi vertikal, sistem lift, serta kualitas lingkungan dalam ruang. Dalam pandangan Islam, keselamatan manusia merupakan prioritas utama yang sejalan dengan tujuan syariat (maqashid syariah), khususnya perlindungan jiwa (hifz al-nafs). Artikel ini bertujuan mengkaji konsep dan implementasi K3 gedung bertingkat berdasarkan pandangan Islam serta relevansinya dengan praktik K3 modern. Metode penelitian menggunakan studi literatur terhadap Al-Qur’an, Hadis, regulasi K3, dan standar keselamatan gedung. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan K3 gedung bertingkat merupakan bentuk amanah, tanggung jawab moral, dan ibadah apabila dilaksanakan secara preventif, sistematis, dan berkelanjutan. Kata kunci: K3 Gedung Bertingkat, Perspektif Islam, Keselamatan Kerja, Maqashid Syariah
OPTIMALISASI KETERAMPILAN MEMBACA AL-QUR’AN DI PONDOK PESANTREN DARUL ARQAM MUHAMMADIYAH SAWANGAN DEPOK Siti Rohmah; Rizki Hakiki Hasbiallah; Fakhrurazi
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.4.1.384-392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam terkait optimalisasi keterampilan membaca Al-Qur’an peserta didik dalam pembelajaran Al-Qur’an dan Hadits di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sawangan Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data primer penelitian ini adalah guru Al-Qur’an Hadits, Kepala Madrasah Aliyah dan peserta didik Madrasah Aliyah di Pondok Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Sawangan depok. Penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga cara yang dilakukan untuk optimalisasi keterampilan membaca Al- Qur’an yaitu pertama, optimalisasi keterampilan tilawah dengan membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, menggunakan metode talaqqi, dan pengajian minggguan. Kedua, optimalisasi keterampilan tajwid dengan memperdalam ilmu tajiwd, dan menghafal ilmu tajwid. Ketiga, optimalisasi keterampilan tartil dengan menggunakan metode tahsin, dan menggunakan nada-nada dalam membaca Al-Qur’an.
KOMPETENSI PENULISAN EMAIL PROFESIONAL DALAM PEMBELAJARAN ESP: PERSPEKTIF ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM SISTEM INFORMASI Wuriy Handayani; Sufi Alawiyah
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jkii.4.1.361-383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kompetensi penulisan email profesional mahasiswa bidang Teknologi Informasi, Sistem Informasi, dan Analisis Data dalam pembelajaran English for Specific Purposes (ESP), serta mengidentifikasi penerapan prinsip etika komunikasi Islam dalam tulisan mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan data berupa teks email profesional yang ditulis oleh 34 mahasiswa. Sebanyak 42 teks email berhasil diidentifikasi dan dianalisis. Tugas penulisan mencakup tiga konteks komunikasi profesional, yaitu memberikan pendapat mengenai code editor yang sesuai untuk suatu proyek, menjelaskan pentingnya cybersecurity bagi bisnis, dan meminta pendapat mengenai penggunaan cloud storage atau sistem penyimpanan in-house. Data dianalisis berdasarkan lima aspek kompetensi penulisan email profesional, yaitu organization, language accuracy, vocabulary, professional tone, dan content development, serta empat prinsip etika komunikasi Islam, yaitu qaulan sadidan, qaulan ma’rufan, qaulan layyinan, dan qaulan balighan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa telah memiliki kemampuan dasar dalam menulis email profesional, terutama dalam mengorganisasi pesan dan menggunakan kosakata teknis yang relevan dengan bidang teknologi. Mahasiswa juga mampu mengembangkan pendapat, memberikan alasan, menyampaikan rekomendasi, dan menggunakan bahasa yang relatif sopan dalam komunikasi profesional. Namun, language accuracy, variasi ekspresi profesional, dan keringkasan pesan masih perlu diperkuat. Keempat prinsip etika komunikasi Islam tercermin melalui penyampaian informasi secara jelas dan bertanggung jawab, penggunaan bahasa yang baik dan sopan, penyampaian pendapat secara lembut, serta pesan yang terarah sesuai tujuan komunikasi. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran ESP dapat mengintegrasikan kompetensi bahasa, komunikasi profesional, dan etika komunikasi untuk membentuk ethical professional communication competence yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
INTEGRASI NILAI AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM TRANSFORMASI KEBIJAKAN KURIKULUM NASIONAL DI ERA GLOBAL INTEGRASI NILAI AL-ISLAM DAN KEMUHAMMADIYAHAN DALAM TRANSFORMASI KEBIJAKAN KURIKULUM NASIONAL DI ERA GLOBAL Fajrul Huda Nasution; Ahmad Lahmi; Dewi Rahmayani
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum nasional Indonesia telah mengalami transformasi signifikan sejak masa awal kemerdekaan hingga era global kontemporer. Perubahan kurikulum mulai dari Kurikulum 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka merefleksikan dinamika sosial, politik, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan global yang terus berkembang. Makalah ini bertujuan menganalisis perkembangan kebijakan kurikulum nasional dari masa ke masa serta mengkaji tantangan implementasinya dalam konteks globalisasi, Revolusi Industri 4.0, dan kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia, dengan menempatkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) sebagai perspektif normatif-etik dalam analisis kebijakan pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan menelaah karakteristik setiap kurikulum, faktor pendorong perubahan kebijakan, serta implikasinya terhadap proses pembelajaran dan pembentukan karakter peserta didik. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi kurikulum nasional cenderung bergerak dari pendekatan yang berorientasi pada konten menuju pembelajaran berbasis kompetensi, penguatan karakter, literasi abad ke-21, dan pengembangan kecakapan hidup. Namun demikian, implementasi kurikulum masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain kesiapan dan profesionalisme guru, ketimpangan sarana dan prasarana pendidikan, inkonsistensi kebijakan, serta tuntutan adaptasi terhadap perkembangan IPTEKS dan budaya global. Dalam perspektif AIK, transformasi kurikulum nasional tidak hanya dipahami sebagai proses teknokratis, tetapi juga sebagai ikhtiar strategis untuk membangun pendidikan yang berorientasi pada nilai keislaman, kemanusiaan, dan kemajuan peradaban sebagaimana cita-cita pendidikan Muhammadiyah. Oleh karena itu, makalah ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi kebijakan kurikulum nasional memerlukan penguatan integrasi nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, peningkatan literasi digital yang berlandaskan etika, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan abad ke-21. Dengan demikian, kurikulum nasional diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang unggul secara intelektual, berkarakter religius, berkemajuan, dan siap menghadapi tantangan global.
MASYARAKAT ISLAM YANG SEBENARNYA: SEBUAH KAJIAN SOSIAL DAN RELIGIUS MASYARAKAT ISLAM YANG SEBENARNYA: SEBUAH KAJIAN SOSIAL DAN RELIGIUS Athias Afnie; Dece Ridlo Ridlo Kurnia; Suratmi Lestari; Nurul Annisa Annisa Batubara
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamic society differs from secular society by integrating social relations with a spiritual relationship with Allah SWT. In the context of globalization and modernity, Muslim communities face challenges such as secularism, materialism, social inequality, and moral decline, which threaten Islamic identity. This study aims to examine the concept of a truly Islamic society based on the Qur’an, Hadith, and the views of Islamic scholars, as well as to analyze its characteristics, values, challenges, and the role of Muhammadiyah in its realization. Using a library research method with a normative-descriptive approach, this study analyzes scholarly literature and classical as well as contemporary Islamic thought. The findings show that an ideal Islamic society is founded on tawhid and characterized by justice, shura, ukhuwah Islamiyah, and amar ma’ruf nahi munkar, implemented across social, educational, health, and economic sectors. Muhammadiyah plays a vital role in actualizing these values in contemporary society. Keyword: civilization, fraternity, islamic society, islamic values, social justice
DARI WASIAT KE PARADIGMA: MEMBACA ULANG PESAN KH AHMAD DAHLAN TENTANG INTEGRASI ILMU MELALUI HERMENEUTIKA GADAMER DARI WASIAT KE PARADIGMA: MEMBACA ULANG PESAN KH AHMAD DAHLAN TENTANG INTEGRASI ILMU MELALUI HERMENEUTIKA GADAMER Miqdam Awwali Hashri; Iik Arifin Mansurnoor
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus untuk mengungkap interpretasi wasiat KH Ahmad Dahlan yang tercatat dalam naskah buku karya Kiai Sudja' dengan menggunakan pendekatan hermeneutika untuk memahami maknanya dalam konteks sosial, budaya, dan sejarah pada masanya dan masa saat ini. Meskipun pemikiran KH Ahmad Dahlan telah banyak dikaji dari berbagai perspektif, belum ada penelitian yang secara khusus menjadikan teks wasiatnya sebagai objek analisis hermeneutika yang berdiri sendiri; kajian-kajian terdahulu umumnya menempatkan wasiat tersebut sebatas sebagai data historis pendukung, bukan sebagai teks yang kaya makna filosofis dan pedagogis. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kekosongan tersebut dengan mengeksplorasi relevansi wasiat KH Ahmad Dahlan dalam modernisasi pendidikan dan Studi Islam serta kontribusinya terhadap kemajuan sistem pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dengan pendekatan hermeneutika filosofis Gadamer untuk menginterpretasikan teks wasiat KH Ahmad Dahlan, dengan menelaah makna historis, sosial, dan filosofisnya serta relevansinya dalam menghadapi tantangan kontemporer pendidikan dan Studi Islam di Indonesia. Temuan utama penelitian ini adalah bahwa KH Ahmad Dahlan telah mengidentifikasi krisis umat Islam sebagai persoalan multidimensional yang menuntut integrasi ilmu agama dan pengetahuan umum melalui pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner (MIT) serta pembaruan intelektual dalam memajukan umat. Kebaruan penelitian ini terletak pada tiga hal: pertama, menjadikan teks wasiat sebagai objek analisis hermeneutika Gadamer yang berdiri sendiri; kedua, menginterpretasikan metafora 'gayung' sebagai fondasi epistemologis pendidikan MIT; dan ketiga, mengangkat profil KH Ibrahim secara lebih sistematis sebagai penerima wasiat yang selama ini kurang mendapat perhatian akademik.
ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP REPRESENTASI ETIKA KOMUNIKASI ISLAM DALAM FILM SANG PENCERAH Tharekh Era Elraisy; Andi Faisal Faisal Bakti
JURNAL KEMUHAMMADIYAHAN DAN INTEGRASI ILMU Vol. 4 No. 1 (2026): Juni
Publisher : LPP AIK UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian yang secara khusus membahas representasi etika komunikasi Islam dalam film Sang Pencerah. Sebagian besar penelitian sebelumnya lebih menitikberatkan pada aspek dakwah, pendidikan Islam, modernisme, dan pesan moral, sehingga dimensi komunikasi Islam dalam film tersebut belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana film Sang Pencerah merepresentasikan etika komunikasi Islam melalui narasi, dialog, dan relasi sosial antartokoh. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan transdisipliner yang mengintegrasikan ilmu dakwah, komunikasi, dan studi Al-Qur’an. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis Norman Fairclough melalui analisis teks, praktik diskursif, dan praktik sosial-budaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Sang Pencerah merepresentasikan komunikasi berbasis klarifikasi dan argumentasi sebagai sumber legitimasi perubahan sosial-keagamaan. Film juga menampilkan komunikasi dialogis dan persuasif sebagai sarana negosiasi perbedaan dan pembentukan pemahaman bersama. Selain itu, film berfungsi sebagai medium produksi makna yang mengonstruksi Islam sebagai kekuatan moral dalam pendidikan, perubahan sosial, dan pembangunan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa etika komunikasi Islam dalam film dibangun atas prinsip klarifikasi, dialog, penghormatan terhadap perbedaan, dan orientasi perbaikan sosial sehingga film tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan dan representasi sejarah, tetapi juga sebagai instrumen pendidikan sosial-keagamaan yang relevan bagi pengembangan dakwah dan komunikasi Islam kontemporer.

Page 4 of 4 | Total Record : 38