cover
Contact Name
Nur Fajar Absor
Contact Email
nur.fajar@unj.ac.id
Phone
+6285656325895
Journal Mail Official
periode@unj.ac.id
Editorial Address
Jl. Rawamangun Muka Raya No.11, RT.11, RW.14, Rawamangun, Kec. Pulo Gadung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
ISSN : -     EISSN : 26566338     DOI : https://doi.org/10.21009
PERIODE Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah is an academic journal published by the History Education Undergraduate Program, Faculty of Social Sciences and Law, Jakarta State University. Established in 2019, the journal is issued biannually in March and September as an open access, peer reviewed publication that focuses on the fields of history and history education. Its primary objective is to enhance readers understanding of historical studies and history education by disseminating scholarly articles, research findings, and book reviews. PERIODE is committed to publishing high quality contributions from researchers, academics, and practitioners.
Articles 62 Documents
Peran Mr. Frederik Lodewijk Anthing dalam Pekabaran Injil Di Pinggir Batavia (1870 – 1883) Jeremy Christian Karamoy; Humaidi Humaidi; Nurzengky Ibrahim
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2025): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article discusses the role and contributions of Mr. Frederik Lodewijk Anthing in the process of evangelism in the outskirts of Batavia in the 19th century, particularly in relation to the inception of the Pasundan Christian Church. Without a background in formal theological education, Anthing demonstrated a high missionary spirit and an innovative contextual approach. He not only evangelized directly but also empowered and educated indigenous youth as local evangelists with a delivery style that suited the culture and mindset of the local community. This research employs historical methods through stages of heuristics, source criticism, interpretation, and historiography to trace and analyze mission strategies, cultural challenges, and the long-term impacts of Anthing's ministry. The research results show that Anthing has laid an important foundation for indigenous Christianity in West Java, despite facing various criticisms from colonial missionary institutions regarding his approach, which was deemed not to meet formal standards. Nevertheless, Anthing's thoughts and strategies in preaching the Gospel through indigenous people and in indigenous ways have made him an original and visionary figure in the history of evangelism in Indonesia.
UPAYA MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SEJARAH MELALUI STRATEGI PEMBELAJARAN GO TO YOUR POST DIPADUKAN MEDIA KARTU PETA DI KELAS X-G SMAN 107 JAKARTA Annissa Nur Rohma
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 7 No. 2 (2025): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai upaya meningkatkan minat belajar sejarah melalui strategi pembelajaran go to your post dipadukan media kartu peta di kelas X-G SMAN 107 Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah di SMAN 107 Jakarta menggunakan strategi pembelajaran go to your post dipadukan media kartu peta. Penelitian ini dilakukan pada tahun ajaran 2024/2025 di kelas X-G SMAN 107 Jakarta yang berjumlah 36 siswa. Metode penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pelaksanaan dua siklus yang menggunakan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian ini, peneliti sebagai tenaga pengajar, dengan melibatkan tenaga pendidik yakni guru sejarah SMAN 107 Jakarta, Megawati Ambonita, M.Pd., sebagai kolaborator. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan minat belajar sejarah siswa. Pada kegiatan pra-tindakan ditemukan minat belajar sejarah siswa berdasarkan indikator adalah 52,5% atau dalam kategori kurang minat. Pada siklus I penerapan strategi pembelajaran go to your post dipadukan media kartu peta, beberapa siswa masih kurang fokus dalam mengikuti pembelajaran, terkhusus pada pola post yang digunakan menyebabkan tingkat minat belajar siswa sebesar 60,5% atau dalam kategori cukup minat. Kemudian, pada siklus II minat belajar sejarah siswa mengalami peningkatan yang tinggi menjadi 91,1% atau dalam kategori sangat minat. Hal tersebut didasarkan dengan siswa yang telah memahami konsep kegiatan pembelajaran, siswa merasa pembelajaran seperti permainan, dan adanya antusiasme serta keaktifan dalam kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran go to your post dipadukan media kartu peta meningkatkan minat belajar sejarah siswa kelas X-G SMAN 107 Jakarta pada materi kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Kata kunci : Minat Belajar, Strategi Go To Your Post, Media Kartu Peta
Relevansi Kepemimpinan Ratu Kalinyamat terhadap Model Kepemimpinan Perempuan di Era Pemerintahan Modern uswatun khasanah; Agus Khunaifi
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2026): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menganalisis relevansi kepemimpinan Ratu Kalinyamat (abad ke-16) sebagai model bagi kepemimpinan perempuan di era pemerintahan modern, di tengah tantangan struktural dan kultural yang masih membatasi partisipasi perempuan dalam politik kontemporer. Menggunakan metode penelitian kepustakaan, studi ini bertujuan menyoroti eksistensi, kapasitas, dan legitimasi peran perempuan dalam pemerintahan modern melalui refleksi historis kiprah Ratu Kalinyamat. Hasil analisis menunjukkan bahwa Ratu Kalinyamat adalah pemimpin strategis, militer maritim yang disegani, visioner dalam perdagangan, serta diplomat yang ulung. Ia berhasil menstabilkan wilayah Jepara, mengembangkan kekuatan maritim, dan menantang dominasi asing, menunjukkan bahwa efektivitas kepemimpinan tidak ditentukan oleh jenis kelamin, melainkan oleh kemampuan strategis, visi politik, dan keberanian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kisah Ratu Kalinyamat menjadi fondasi historis yang kuat untuk memperkuat legitimasi dan peran perempuan dalam politik modern, menentang narasi maskulin dan konstruksi sosial pascakolonial yang membatasi. Ia menegaskan bahwa kapasitas kepemimpinan perempuan adalah bagian integral dari pengalaman politik Nusantara.
Strategi Deep Learning Dalam Pembentukan Karakter Siswa Dan Menghidupkan Cerita Sejarah Di Dalam Kelas deswita
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2026): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran sejarah di ruang kelas sering kali berfokus pada menghafal fakta dan urutan peristiwa, membatasi perannya dalam pengembangan karakter dan makna yang lebih dalam dari narasi sejarah. Penelitian ini meneliti penerapan strategi Pembelajaran Mendalam oleh para guru dan dampaknya terhadap pembentukan karakter dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kajian pustaka kualitatif. Data diperoleh melalui analisis dokumen terhadap jurnal akademik, artikel penelitian, dan buku yang relevan dengan tema Deep Learning dalam pembelajaran sejarah. Kajian literatur menunjukkan bahwa guru pada umumnya memiliki pemahaman konseptual yang memadai tentang Pembelajaran Mendalam, meskipun kesiapan praktis mereka dalam menerapkannya di kelas masih bervariasi antarkonteks sekolah. Strategi seperti Pembelajaran Berbasis Masalah, studi kasus, dan penceritaan reflektif secara efektif menumbuhkan empati dan toleransi sambil meningkatkan pemahaman berbasis nilai dan kontekstual tentang sejarah. Waktu instruksional yang terbatas dan alat penilaian yang tidak memadai tetap menjadi tantangan utama yang dilaporkan dalam berbagai penelitian yang dikaji.
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Sejarah Siswa Di SMA Negeri 55 Jakarta Dalam Menggunakan Media Pembelajaran Berbasis Game Blooket Rizla Faniza Chairunnisa
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2026): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 55 Jakarta dalam menggunakan media pembelajaran berbasis game blooket. Dilatarbelakangi dengan rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), terdiri atas empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi, Pada Siklus I dengan materi Renaissance, Aufklarungm dan Reformasi Gereja, ketuntasan hasil belajar menunjukan kategori rendah, 31% dengan nilai rata-rata 63%. Setelah refleksi dan perbaikan di Siklus II dengan materi Merkantilisme dan Revolusi Industri, ketuntasan menunjukan peningkatan hasil belajar menjadi 89% dengan nilai rata-rata 85,57%. Untuk mencapai hasil yang konsisten diperlukannya siklus III dengan refleksi dan perbaikan, pada Siklus III berfokus pada materi Renaissance hingga Revolusi Industri perolehan hasil belajar terjadi peningkatan lagi ketuntasan menjadi 94% dengan nilai rata-rata 87,14%. Maka, hasil yang telah diperoleh menunjukan bahwa penggunaan media game blooket terbukti dapat meningkatkan hasil belajar sejarah siswa di SMA Negeri 55 Jakarta selama tiga siklus mencapai keberhasilan dari 31% menjadi 94%.
Sejarah Perjuangan Radio Gen FM dalam Mempertahankan Eksistensi Radio di Jakarta 2007-2024 Addin Zahran Rahman
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2026): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi media sejak 2007 mengubah pola konsumsi media masyarakat Jakarta dan memicu persaingan antara radio, televisi, dan media digital. Di tengah dominasi media visual dan daring, radio tetap mempertahankan relevansinya sebagai media audio yang dekat dengan pendengar muda. Gen-FM Jakarta menjadi contoh radio yang mampu bertahan melalui peran penyiar dalam menjaga kedekatan dan identitas hingga 2024. Penelitian ini berfokus pada perjuangan penyiar Gen-FM Jakarta dalam mempertahankan eksistensi radio pada periode 2007–2024, yang meliputi rekonstruksi perjalanan penyiar, strategi menghadapi persaingan televisi, internet, dan platform digital, serta bentuk inovasi dan adaptasi pada masa pandemi dan pascapandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan historis dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi melalui sumber tertulis dan wawancara, yang ditriangulasi dengan data sekunder dari lembaga survei (Nielsen dan APJII) untuk memperkuat validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiar berperan penting dalam mempertahankan eksistensi radio melalui konsistensi format siaran, penggunaan bahasa yang dekat dengan budaya anak muda, serta pemanfaatan media sosial dan kegiatan off-air untuk menjaga kedekatan dengan pendengar. Peran ini dijelaskan melalui kerangka interaksi parasosial dan polymedia yang menunjukkan bagaimana penyiar mengelola kedekatan emosional lintas platform sebagai strategi keberlanjutan institusional radio.
DUALISME KEKUASAAN DAN POLITISASI SEPAKBOLA: KRISIS LEGITIMASI FEDERASI SEPAKBOLA INDONESIA (2010-2013) Muhammad Fathurrohman
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 1 (2026): PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas konflik dualisme dalam federasi sepak bola Indonesia dengan menempatkannya sebagai gejala krisis legitimasi organisasi, terutama pada rentang Oktober 2010–2013. Fokus kajian diarahkan pada dua pertanyaan: (1) mengapa konflik federasi mencerminkan krisis legitimasi dalam organisasi olahraga nasional dan (2) bagaimana narasi “keabsahan” PSSI diproduksi serta diperebutkan oleh aktor-aktor berbeda. Kerangka analisis mengacu pada teori legitimasi Max Weber—legal-rasional, tradisional, dan karismatik—untuk membaca kontestasi otoritas, kepatuhan, serta penerimaan sosial terhadap kepemimpinan federasi. Metode penelitian menggunakan metode sejarah deskriptif-naratif dengan tahapan penelitian mengikuti Kuntowijoyo (pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi) dan memanfaatkan sumber primer (khususnya surat kabar) serta sumber sekunder (buku dan artikel ilmiah). Hasil pembahasan menunjukkan bahwa dualisme PSSI tidak semata berupa “dua kepengurusan” atau “dua liga”, melainkan fragmentasi otoritas yang diperuncing oleh sengketa prosedural, klaim legalitas yang saling menegasikan, serta relasi kuasa yang memicu polarisasi kepatuhan stakeholder. Proses mediasi Kuala Lumpur pada 7 Juni 2012 melahirkan kerangka penyatuan melalui MoU, namun implementasinya tetap menyisakan friksi hingga kongres penyatuan pada 2013. Kajian ini menawarkan kontribusi bagi Pendidikan Sejarah melalui pemanfaatan kasus dualisme PSSI sebagai bahan ajar sejarah kontemporer yang menekankan literasi sumber, analisis relasi kuasa, dan pembelajaran kewargaan kritis.
Mgr. Nicolaas Joannes Geise, Ofm., Biografi Uskup Pertama Bogor Serta Kontribusinya Terhadap Gereja Katolik Dan Pendidikan Katolik Di Jawa Barat Tahun 1938-1975 Benedictus Bismoko; Sri Martini; Firdaus Hadi Santoso
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2026): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini mengkaji peran Uskup Geise dalam ranah kebudayaan dan pendidikan selama periode 1938-1975. Tujuan utama dari kajian ini adalah untuk mencari tahu, bagaimana model kepimpinan Mgr. Geise sebagai Uskup Bogor, termasuk pendekatan, kebijakan serta inisiatif yang dilakukan dalam upaya adaptasi Gereja Katolik terhadap masyarakat Sunda lokal. Fokus diarahkan pada bentuk-bentuk kompromi budaya yang dilakukan Gereja serta usaha untuk memperluas, meningkatkan, dan mendirikan lembaga serta pusat-pusat pendidikan. Sumber data diperoleh dari berbagai dokumen relevan di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan STF Drijakara, repositori UIKA Parahayangan, majalah Katolik Keuskupan Bogor, sejumlah literatur ajaran Katolik, serta disertasi pribadi Uskup Geise mengenai masyarakat lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode historis dengan pendekatan deskriptif-naratif, yang terdiri atas heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Mgr. Geise, merupakan figur penuh daya tarik. Sebagai uskup pertama Keuskupan Bogor, beliau memiliki tanggung jawab besar dalam meletakkan dasar-dasar kelembagaan dan spiritual bagi perkembangan Gereja Katolik di wilayah tersebut. Peran tersebut dijalankannya melalui pendekatan yang progresif, yakni dengan memperkuat posisi Gereja melalui dialog lintas budaya dan agama, serta mendorong pendirian sejumlah institusi pendidikan penting di wilayah Keuskupan Bogor dan Keuskupan Bandung. Kiprahnya dalam mendukung berbagai kongregasi dalam upaya pendirian sekolah-sekolah, turut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan literasi di Indonesia, hingga mengantarkannya pada pengakuan, tidak hanya tingkat lokal, tetapi juga oleh pemerintah, atas kontribusinya dalam pembangunan pendidikan nasional.
Pembantaian Massal Timor Timur Dan Rekonsiliasi Hubungan Indonesia – Timor Leste (1975 - 2002) Yudha Pratama Karjoko; Nur'aeni Marta; M. Hasmi Yanuardi
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2026): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berakhirnya pemerintahan Soekarno di tahun 1966 menyebabkan perubahan�perubahan di berbagai sisi, salah satunya adalah cara pandang pro Barat yang diterapkan oleh pemerintahan Soeharto. Stabilisasi hubungan dengan Amerika Serikat membawa Indonesia semakin jauh dari ideologi berpaham kiri yang dulu pernah dijunjung oleh pemerintahan Orde Lama. Paham liberal yang diadopsi oleh Indonesia menjadikan Indonesia sebagai salah satu tameng dalam menghadapi pengaruh komunis di Asia Tenggara. Dalam kasus Timor Leste, dengan dalih menangkal pengaruh komunis, Indonesia mengirim pasukan dalam Operasi Seroja sesaat setelah negara tersebut mengklaim kemerdekaan dari Portugis. Dalam perkembangannya, Timor Leste (yang kemudian menjadi Timor Timur) menjadi wilayah konflik selama lebih dari dua puluh tahun. Pembantaian silih berganti dilakukan oleh ABRI maupun Fretilin, ratusan ribu nyawa melayang dan sebagian besarnya justru berasal dari warga sipil, bukan kelompok bersenjata. Seiring berjalannya waktu, posisi Indonesia semakin sulit karena Timor Timur terus melakukan perlawanan dan dibayang-bayangi oleh sanksi pelanggaran HAM. Krisis dalam negeri di akhir era Orde Baru perlahan memperlemah kontrol Indonesia atas Timor Timur yang membawa Timor Timur kepada referendum dan memperoleh kemerdekaan penuh di tahun 2002.
Memori Kolektif Masyarakat Lubang Buaya dalam Peristiwa G30S 1965 Zaidan Rizqullah; Abrar
PERIODE: Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah Vol. 8 No. 2 (2026): PERIODE : Jurnal Sejarah dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji memori kolektif masyarakat Lubang Buaya terkait peristiwa G30S 1965 dengan menempatkan pengalaman warga sebagai sumber narasi lokal yang melengkapi narasi resmi negara. Metode yang digunakan adalah metode sejarah dengan pendekatan deskriptif-naratif melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data utama diperoleh dari wawancara mendalam dengan delapan orang saksi hidup masyarakat Lubang Buaya sebagai sumber primer, diperkuat oleh sumber primer tertulis seperti buku dan surat kabar sezaman serta sumber sekunder berupa jurnal dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum peristiwa, Lubang Buaya merupakan kawasan pinggiran Jakarta yang bercorak pedesaan dengan mata pencaharian di sektor pertanian dan perkebunan, sementara krisis ekonomi nasional turut memperberat kehidupan warga. Menjelang peristiwa, kesaksian masyarakat menggambarkan aktivitas pelatihan militer yang meningkat sejak Juli hingga akhir September, hingga akhirnya warga diinstruksikan mengungsi. Pascaperistiwa, memori kolektif masyarakat terbentuk melalui pengalaman langsung atas operasi penyisiran dan stigmatisasi wilayah yang melekat kuat dalam ingatan komunitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa masyarakat Lubang Buaya bukan aktor politik dalam G30S, melainkan komunitas lokal yang terdampak langsung oleh dinamika politik dan militer nasional. Temuan ini berimplikasi penting bagi pengayaan historiografi Indonesia yang lebih plural dengan menghadirkan perspektif sejarah dari bawah yang selama ini kurang terwakili dalam narasi arus utama.