cover
Contact Name
Irham Nugroho
Contact Email
irhamnugroho@unimma.ac.id
Phone
+6281903953777
Journal Mail Official
tarbiyatuna@ummgl.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Magelang Jl. Mayjend Bambang Soegeng Km.5 Mertoyudan Magelang
Location
Kab. magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Tarbiyatuna
ISSN : 25794981     EISSN : 20860889     DOI : 10.31603/tarbiyatuna
Core Subject : Education, Social,
Aim Tarbiyatuna is a scientific journal and research results in the field of Islamic education managed by the Faculty of Islamic Studies, Universitas Muhammadiyah Magelang. This journal is published twice a year and it is a tool for researchers, academics and practitioners interested in the field of Islamic Education and wishes to channel their thoughts and findings. Scope: Islamic Education Thought Islamic Education Management Islamic Education Policy Issues Islamic Education Islamic Education Philosophy Basic Islamic Education Islamic Religious Education Islamic Education Curriculum
Articles 145 Documents
Pendidikan Kecerdasan Berbasis Keimanan Masduki, Yusron
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecerdasan intelektual adalah kemampuan intelektual, analisa, logika dan rasio. Otak manusia dapat dibagi atas tiga aspek, yaitu cortex cerebri, system limbic dan lobus temporal. Cortex cerebri berfungsi mengatur kecerdasan intelektual (IQ), system limbic berfungsi mengatur kecerdasan emosional (EQ) dan lobus temporal berfungsi mengatur kecerdasan spiritual (SQ). Keterampilan praktis dalam mengelola emosi yaitu: (1) kesadaran diri, (2) motivasi (3) pengaturan diri, (4) empati, dan (5) keterampilan sosial. Karakter dapat diartikan sebagai sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Karakter merupakan sikap dan kepribadian seseorang yang diyakininya baik dan berwujud dalam tingkah lakunya sebagai pribadi yang menjadikannya mempunyai reputasi sebagai orang baik. Kecerdasan emosional didefinisikan sebagai kemampuan merasakan, memahami dan secara efektif menerapkan kepekaan emosi sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh manusiawi.
Revitalisasi Madrasah Sebagai Lembaga Pendidikan Integratif- Alternatif Witanti, Fitria Nita
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Islam adalah suatu pendidikan yang melatih perasaan murid-muriddengan cara begitu rupa sehingga dalam sikap hidup, tindakan, keputusan, dan pendekatan mereka terhadap segala jenis pengetahuan, mereka dipengaruhi sekali oleh nilai spiritual dan sangat sadar akan nilai etis Islam. Perkembangan pendidikan Islam identik dengan perkembangan pondok pesantren. Hal ini dikarenakan proses pembelajaran Islam dilaksanakan di pondok pesantren Madrasah oleh sebagian masyarakat masih dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai lembaga pendidikan “kelas dua”. Akibatnya meski secara yuridis keberadaan madrasah sejajar dengan sekolah formal lain, madrasah hanya umumnya diminati siswa dengan kemampuan inteligensi dan ekonomi yang pas-pasan. Disisi lain madrasah kurang didukung oleh sumberdaya yang memadai ditambah dengan kebfijakan-kebijakan yang dibuat pemerintah cenderung terasa menyulitkan upaya-upaya pengembangan madrasah seperti banyaknya bidang studi yang harus diajarkan, distribusi kepegawaian guru dan penyediaan sarana prasarana. Kondisi madrasah sebagian besar menghadapi siklus negatif atau lingkaran setan tak terpecahkan (unsolved problems): kulitas raw input (siswa, guru, fasilitas) rendah, proses pendidikan tidak efektif, kualitas lulusan rendah dan kepercayaan stake holder terutama orang tua dan pengguna lulusan rendah. Madrasah semestinya tidak terpengaruh untuk mengikuti pola pengembangan sekolah umum yang dianggap lebih baik, sebaliknya madrasah harus mempertahankan karakteristrik dan mengembangkannya. Dalam hal ini, yang dibutuhkan madrasah adalah penguatan dan pengembangan kelembagaan, peningkatan kualitas SDM, dan mengembalikan ruh madrasah sebagai sekolah berbasis masyarakat dan karakteristik keagamaan yang kuat.
“Revitalisasi Madrasah Untuk Menghadapi Tantangan Globalisasi” Aisyah, Umi
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Madrasah mempunyai misi penting yaitu mempersiapkan generasi muda umat Islam untuk ikut berperan bagi pembangunan umat dan bangsa di masa depan. Madrasah merupakan lembaga pendidikan yang sangat dinamis. Interaksi madrasah dengan globalisasi yang berlangsung secara berkelanjutan dan secara tidak langsung akan berdampak pada pendidikan yang berlangsung di madrasah itu sendiri. Globalisasi tidak hanya membawa dampak positif bagi keberlangsungan madrasah di Indonesia tetapi juga membawa dampak negatif. Untuk itu diperlukan adanya upaya revitalisasi unsur pendidikan yang dimiliki agar menjadi lebih baik, sehingga sasaran dan proses pendidikan yang dilakukan dapat tercapai dan dilangsungkan dengan maksimal.
Strategi The Power Of Two Dan Implikasinya Terhadap Efektivitas Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyah Ihwanah, Al
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji implikasi strategi the power of two terhadp efektivitas pembelajarn madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa gaya belajar yang efektif diterapkan dalam pembelajaran MI adalah gaya belajar bermain dengan kesendirian sekaligus gaya belajar bermain dengan bersosialisasi. Sosialiasi dilakukan dengan menerapkan strategi the power of two dengan membentuk kelompok kecil dan berpasangan. Pembelajaran MI dengan strategi the power of two ini menandung unsur keefektifan (effectiveness), efisiensi (efficiency), dan daya tarik (appeal). Dan ketiga unsur tersebut dapat ditingkatkan apabila the power of two ini dilaksanakan dengan baik.
Merumuskan Kembali Teologi Hubungan Lintas Agama Di Tengah Pengalaman Kemajemukan (Sebuah Pendekatan Terhadap Ayat Makkiyyah dan Madaniyyah) Janah, Nasitotul
Jurnal Tarbiyatuna Vol 7 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pluralitas iman adalah fakta kehidupan yang tidak bisa dihindari karena merupakan desain Tuhan. Dilihat dari perbedaan cara pandang dan sikap manusia terhadap fakta kemajemukan agama ini, adan 3 corak teologi hubungan lintas agama yaitu; 1). Eksklusivisme, 2). Inklusivisme; dan 3). Pluralisme. Ekslusivisme merupakan karakteristik dari kebanyakan umat beragama yang berpandangan bahwa kebenaran dan keselamatan hanya ada di dalam agamanya sendiri, karena itu orang beragama lain harus ditobatkan. Inklusivisme adalah sikap dan pandangan terbuka yang melihat bahwa agama-agama lain di luar agamanya juga berhak untuk diberi ruang untuk eksis, sehingga tidak tertutup adanya dialog dan kerjasama. Sedangkan pluralisme merupakan pandangan yang mengusung konsep relativisme kebenaran dan semangat kesetaraan dalam beragama. Dalam konteks pluralitas agama ini, sejak awal al-Qur’an telah membangun worldview sendiri yang dapat dicermati sejak periode makkah yang terwakili dalam QS Al Kafirun hingga periode Madinah diantaranya pada QS Al-Baqarah:62, QS Ali-Imran:64 , QS Al-Maidah:51. Dari ayat-ayat tersebut dapat diambila nilai-nilai bahwa dalam urusan yang menyangkut iman, Islam sejak awal bersikap eksklusiv dan menolak tawaran pluralisme agama yang berpandangan pada relativisme kebenaran, tapi sejak awal pula Islam memberi ruang bagi adanya eksistensi keimanan lain untuk saling hidup berdampingan, saling dialog dan diskusi dalam konteks membuka ruang hubungan kemanusiaan. Perbedaan iman tidak dijadikan justifikasi yang menghalangi antar pengikut iman yang berbeda untuk merajut kerja-kerja kemanusiaan, dialog dan kerjasama dalam kebajikan sebagaimana dipraktekan Nabi pada periode Madinah, dimana toleransi, ko-eksistensi, bahkan pro-eksistensi antar agama ditumbuhkan.
Signifikansi Sunnah Nabi Dalam Kurikulum Pembinaan Kepribadian Anak (Perspektif Psikologi Pendidikan Islam) Mawardi, Imam
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sunnah Nabi dalam belbagai karakteristiknya mempunyai “energi” yang kuat dalam membentuk keteladanan umat manusia. Di sini sunnah Nabi sebagai spirit yang memberi nuansa proses pendidikan yang berhubungan dengan afeksi manusia khususnya anak didik dalam berperilaku sehari-hari, hal ini menggambarkan bahwa sunnah Nabi harus dipahami sebagai keseluruhan kepribadian Nabi & akhlak Beliau, karena sasaran peneladanan tidak lain adalah sunnah Nabi sendiri. Kondisi, ragam, kualitas kejiwaan dan situasi lingkungan merupakan penentu dalam mempengaruhi kepribadian anak didik, maka di sini sunnah Nabi menjadi standar utama psikologi pendidikan Islam, apalagi dalam menanamkan makna sunnah Nabi dalam kehidupan anak didik memerlukan metode pembiasaan sehingga membekas dalam pribadinya. Proses pembiasaan dalam kajian Psikologi Pendidikan Islam melalaui law enforcement, yang meliputi classical conditioning (pembiasaan klasik), law of effect (hukum akibat), operant conditioning (pembiasaan operan), dan modeling (peneladanan). Tentunya hal ini akan membentuk karakteristik tertentu untuk memenuhi unsur kognitif, afektif dan psikomotor, jika penerapannya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi anak didik.
Menumbuhkan Dan Mengembangkan Mutu Sekolah Unggul Di Kabupaten Magelang Suliswiyadi, Suliswiyadi
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah unggulan sesungguhnya merupakan sebuah upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan bangsa ini dari negara-negara lainnya. Sekolah unggulan dianggap mampu menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang berujung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), dimana indeks pembangunan manusia Indonesia menurut Human Development Index, masih dalam posisi memprihatinkan. Sekolah unggulan dibangun secara bersama-sama oleh seluruh warga sekolah, bukan hanya oleh pemegang otoritas pendidikan. Keunggulan sekolah terletak pada bagaimana cara sekolah melakukan rancang-bangun sekolah sebagai organisasi. Bagaimana struktur organisasi pada sekolah itu disusun, bagaimana warga sekolah berpartisipasi, bagaimana setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab yang sesuai dan bagaimana terjadinya pelimpahan dan pendelegasian wewenang yang disertai tangung jawab. Semua itu bermuara kepada kunci utama sekolah unggul adalah keunggulan dalam pelayanan kepada siswa dengan memberikan kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Pemetaan kapasitas kriteria sekolah efektif di Kabupaten Magelang, secara seksama ditemukan potret gradasi sekolah sebagaimana dikategorikan berikut: (a) Sekolah efektif, berada di wilayah strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan profesional, prestasi akademik baik, namun tidak memiliki ketercukupan sarpras, (b) Sekolah efektif, berada di wilayah kurang strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan profesional, prestasi akademik cukup baik, memiliki ketercukupan sarpras, (c) Sekolah kurang efektif, berada di wilayah kurang strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan kurang profesional, prestasi akademik cukup baik, memiliki ketercukupan sarpras, dan (d) Sekolah kurang efektif, berada di wilayah strategis, espektasi tinggi, kepemimpinan kurang profesional, prestasi akademik cukup baik, namun tidak memiliki ketercukupan sarpras.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Belajar Cooperative Learning Tipe Jigsaw Di MI Terpadu Al Muttaqin Kristiyani, Wiwin; Tohirin, M.
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan model belajar cooperative learning tipe jigsaw di MI Terpadu Al Muttaqin. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa MI Terpadu Al Muttaqin kelas III sebanyak 15 siswa terdiri dari 6 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu dengan mencari nilai rata-rata kelas dan mencari persentase perubahan nilai di akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadinya peningkatan hasil belajar matematika siswa ditunjukkan dengan meningkatnya hasil belajar antara sebelum dan sesudah menggunakan model belajar cooperative learning tipe jigsaw kelas III di MI Terpadu Al Muttaqin. Data nilai sebelum menggunakan model belajar cooperative learning tipe jigsaw ada 8 siswa yang belum mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) atau 53% belum tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sedangkan data nilai setelah menggunakan model belajar cooperative learning tipe jigsaw tinggal 1 siswa atau 6,7% yang belum tuntas KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Dengan perbandingan nilai rata-rata pra tindakan yaitu 60,6; siklus 1 66,9; siklus 2 73,6; siklus 3 75,9. Persentase perubahan nilai matematika sebanyak 25,24%. Uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan model belajar cooperative learning tipe jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas III MI Terpadu Al Muttaqin.
Penggunaan Media Audio Visual Untuk Meningkatkan Kemampuan Menyimak Cerita Rakyat Di MI Al Islam Kalisalak Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang Bakiyatusolichah, Bakiyatusolichah; Sari, Kanthi Pamungkas
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui kemampuan menyimak cerita rakyat di MI Al Islam Kalisalak sebelum menggunakan media audio visual. (2) Untuk mengetahui penggunaan media audio visual di MI Al Islam Kalisalak. (3) untuk mengetahui penggunaan media audio visual dapat meningkatkan kemampuan menyimak cerita rakyat di MI Al Islam Kalisalak. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di MI Al Islam Kalisalak dengan subjek penelitian yaitu siswa Kelas V yang berjumlah 21 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes, observasi, dokumen, sedangkan teknik analisis datanya adalah analisis deskriptif. Kemampuan menyimak cerita rakyat siswa mengalami kenaikan yang signifikan. Hal ini terbukti dari perbandingan rata-rata hasil evaluasi sebelum menggunakan media audio visual dan sesudah menggunakan media audio visual. Hasil menunjukkan bahwa dari nilai rata-rata kelas yang semula hanya 60,95, pada siklus I nilai rata-rata mencapai 70,38 dengan persentase perubahan nilai sebesar 15,47% dan meningkat lagi pada siklus II menjadi dengan persentase perubahan nilai sebesar 34,20% dan ketuntasan belajar mencapai 100%.
Hubungan Antara Logical Mathematics Intelligence Dan Implementasi Strategi Pembelajaran Dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Di Mi Daarussalaam Candisari Noermalinda, Irma
Jurnal Tarbiyatuna Vol 6 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Logical Mathematics Intelligence dan Implementasi Strategi Pembelajaran dengan Hasil Belajar Matematika Siswa Di MI Daarussalam Candisari. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV di MI Daarussalam Candisari sebanyak 27 siswa. Desain penelitian yang digunakan adalah survey research. Tehnik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, angket, dan evaluasi. Sedangkan teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi ganda dengan bantuan komputer program SPSS16. Hasil penelitian menunjukkan bahwa logical mathematics intelligence siswa kelas IV di MI Daarussalam Candisari dalam kategori rata-rata. Hal tersebut berdasarkan nilai tes IQ mengenai logical mathematics intelligence dalam kategori rata-rata mecapai 92,6%. Implementasi strategi pembelajaran yang dilakukan oleh guru matematika kelas IV lebih mengarah pada strategi pembelajaran berbasis masalah. Hal itu nampak pada kategori pembelajaran tersebut mencapai 26%. Hasil belajar matematika siswa tergolong dalam kategori lebih dari cukup. Hal itu nampak pada kategori lebih dari cukup mencapai 66.7%. Berdasarkan analisis data menunjukkan adanya hubungan antara logical mathematics intelligence dengan hasil belajar matematika siswa dengan hasil analisis korelasi diperoleh r = 0.812 dan signifikansi 0.00< 0,05 dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Sedangkan hubungan antara implementasi strategi pembelajaran dengan hasil belajar matematika siswa dengan hasil analisis korelasi diperoleh r =0,844 dan signifikansi0.00< 0.05 dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak. Adapun hubungan antara logical mathematics intelligence dan implementasi strategi pembelajaran dengan hasil belajar matematika siswa dengan hasil analisis korelasi ganda diperoleh R = 0.936, R² = 0.876 dan signifikansi 0.00< 0.05. Besarnya sumbangan efektif yang dihasilkan dari logical mathematics intelligence dan implementasi strategi pembelajaran dengan hasil belajar matematika siswa sebesar 87.6%. Sedangkan sisanya 12.4% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak penulis teliti.

Page 2 of 15 | Total Record : 145