cover
Contact Name
Ahmad Syarif
Contact Email
ahmadsyarif@umpr.ac.id
Phone
+628993152225
Journal Mail Official
ahmadsyarif@umpr.ac.id
Editorial Address
Jl. R.T.A Milono Km.1,5 Komplek Perguruan Muhammadiyah Kalimantan Tengah Gedung D Lt. 2
Location
Kota palangkaraya,
Kalimantan tengah
INDONESIA
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 3090160X     DOI : 10.33084/aslama
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam (JPI) is a national journal managed by the Faculty of Islamic Religion Universitas Muhammadiyah Palangkaraya and published by the Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya two times a year (in June and December), contains scientific articles of research and critical analysis studies in Islamic Studies, and another related field.
Articles 23 Documents
Karakter Pemimpin Perspektif Al Qur`an Muhammad Fuad Ikhwansyah; Muhammad Teguh Ciptadi
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i1.9977

Abstract

Human in its creation is as Khalifah (leader) on this earth, as the main human being has character to be seeded in directing or in terms of fostering the morals of the led. Leadership in Islam is a very complex scope, ranging from the social structure of the organisation, strategies in directing, exemplary, and to faith. The expectation in a leadership is a goal of benefit, both for the leader and the led. The verses of the Qur'an are very concentrated on discussing the criteria of leadership which is raised in several main characteristics. The first trait is that the leader is characterised as Khalifah. The second trait is Imamah. The third trait is Ulul Amr. The scope of the Qur'anic verses that discuss Khalifah, Imamah, Ulul Amr are (QS. Shad [38]: 26), (QS. Al Baqarah [2]: 124), (QS. An Nisa [4]: 59), (QS. An Nisa [4]: 83). The verses include the verses of Makkiyah and Madaniyah. Furthermore, these verses will be described with the approach of Tafsir Maudhu`I (Thematic). The aspect of Asbabun Nuzul (the causes of the revelation of the verse) becomes an important part in describing the background of the verse. Similarly, the verse will be described in relation to other verses (Munasabah). From these verses emerges the character of leaders who are faithful, trustworthy, just, and have a personality like the apostle (Rasuli) with quite strict conditions.
Strategi Supervisi untuk Meningkatkan Kedisiplinan Guru dalam Mengelola Aktivitas Pembelajaran Hartono, Muhammad
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i2.10189

Abstract

This study focus on the unproductive behaviors exhibited by teachers during classroom instruction. It differs from from previous research by specifically highlighting and analyzing the types of unproductive activities carried out by teachers during the learning process, efforts to improve discipline through supervision to reduce such behaviors, and the effectiveness of supervision in shaping time discipline and teaching performance. The objective of this study is to thoroughly examine the nature of unproductive activities performed by teachers during instruction, explore the role of supervision in promoting discipline and reducing these behaviors, and assess the effectiveness of supervision in fostering time management and professional teaching conduct. This research employs a library research method and applies a qualitative approach, in which data is gathered through an in-depth review of books, articles, academic journals, undergraduate theses, and relevant reports that discuss the issues examined in this study. The data analysis technique follows the the Miles and Huberman model, which includes three main stages: data reduction, data display, and verification and conclusion drawing. The conclusion of this study is that supervision serves as an effective strategy to improve teacher discipline. Supervision should be conducted in a planned and structured manner not only as a means of monitoring but also as a process of understanding and guiding teachers to adopt professional attitudes and improve the quality of their instruction. Therefore, supervision is not merely about control, but is a powerful tool for shaping professionalism, work culture, and overall teaching quality.
Membumikan Nilai-Nilai Islam: Peran Guru Madrasah Diniyah Ulya dalam Mewujudkan Karakter Religius Peserta Didik Mauidhoh, Hikmatul; Supriadi, Supriadi; Syarif, Ahmad
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i2.10402

Abstract

Pendidikan karakter religius merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang beretika dan bermartabat, terlebih dalam konteks lembaga pendidikan Islam nonformal seperti Madrasah Diniyah Ulya. Namun, masih ditemukan kesenjangan antara program pembiasaan religius yang telah berjalan dengan ketidakkonsistenan perilaku santri dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam membentuk karakter religius peserta didik serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan subjek penelitian guru, kepala madrasah, dan santri di Madrasah Diniyah Ulya Darurattaqwa Al-Hikmah Pangkalan Lada. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, yang dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai teladan moral, pembina spiritual, dan pengintegrasi nilai Islam dalam pembelajaran. Keteladanan guru dalam ibadah, adab, dan toleransi terbukti efektif dalam membentuk karakter religius santri. Faktor pendukung meliputi tradisi madrasah seperti salat berjamaah dan pembiasaan adab, sedangkan hambatan muncul dari lingkungan luar madrasah dan keterbatasan waktu. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual berupa tipologi peran guru dalam pembentukan karakter religius, serta implikasi praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter di madrasah.
Implementasi Metode Bercerita Dalam Pendidikan Agama Islam untuk Meningkatkan Publik Speaking I'ismah, Nur; Amirudin, Noor
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i2.10674

Abstract

Sekolah pada dasarnya mengubah mentalitas dan perilaku seseorang atau kelompok dengan tujuan akhir untuk mengembangkan orang melalui pendidikan atau persiapan. Salah satu teknik instruktif dalam pendidikan sekolah mencakup beberapa strategi, strategi ini adalah strategi bercerita. Eksplorasi ini diharapkan dapat menentukan pelaksanaan teknik bercerita dalam pelatihan Islam pada diskusi publik siswa kelas 7 di SMP NU 1 Gresik. Penelitian ini menggunakan strategi subjektif dengan jenis eksplorasi subjektif tersendiri yang memanfaatkan prosedur pengumpulan informasi melalui persepsi, pertemuan dan dokumentasi. Eksplorasi ini mengkaji penggunaan teknik bercerita dalam kesadaran sekolah Islam yang dipacu oleh pentingnya melibatkan strategi dalam mencari cara untuk membentuk kepribadian siswa dalam berbicara. Sebagai suatu jenis pengajaran yang memberikan model yang asli melalui tokoh-tokoh dalam narasi yang dibuat atau diceritakan. Strategi berdakwah Islam di SMP NU 1 Gresik dalam pembinaan siswa kelas 7 ini mempunyai unsur pendukung antara lain guru, iklim dan aset pembelajaran.
Optimalisasi Peran Guru PAI dalam Pemanfaatan Media Digital untuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran di SMP Negeri 3 Purbalingga Amri, Naiful
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i2.11193

Abstract

Penggunaan media ajar berbasis teknologi merupakan langkah inovatif yang diambil oleh guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAI BP) guna meningkatkan mutu pembelajaran di era digital. Riset ini memiliki fokus untuk menganalisis taktik yang digunakan oleh guru PAI BP dalam memanfaatkan media digital di SMP Negeri 3 Purbalingga, serta meninjau pengaruhnya terhadap semangat dan capaian belajar siswa. Metodologi penelitian yang diterapkan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, di mana data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Temuan lapangan menunjukkan bahwa guru PAI BP di sekolah tersebut telah mengimplementasikan berbagai pendekatan dalam pemanfaatan media digital, meliputi penggunaan aplikasi presentasi (seperti PowerPoint), formulir daring (seperti Google Form), dan alat Kecerdasan Buatan (seperti ChatGPT) dalam kegiatan belajar mengajar. Strategi ini terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan, motivasi, dan penguasaan siswa terhadap materi PAI. Lebih lanjut, pemanfaatan media digital menjadikan proses belajar lebih menarik dan interaktif, serta mempermudah guru dalam melaksanakan penilaian hasil belajar. Para guru PAI BP juga proaktif dalam melakukan pembaharuan dan penyesuaian materi agar relevan dengan perkembangan dan kebutuhan zaman. Namun, ada beberapa hambatan yang dihadapi, seperti keterbatasan fasilitas digital dan adanya perbedaan kemampuan penguasaan teknologi antara guru dan siswa. Walau demikian, kolaborasi antara guru, pihak sekolah, dan orang tua sangat esensial untuk mengoptimalkan penggunaan media ajar berbasis teknologi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan berkelanjutan bagi para guru serta dukungan infrastruktur yang memadai agar strategi pembelajaran berbasis teknologi dapat diterapkan secara optimal dan berkesinambungan. Diharapkan implementasi strategi ini dapat menjadi model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas Pendidikan Agama Islam di institusi pendidikan.
Akhlak dalam Pandangan Islam: Pemahaman, Krisis, dan Penerapannya dalam Isu Kontemporer Sahlan, Sahlan
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v2i2.11268

Abstract

Akhlak merupakan konsep fundamental dalam Islam yang mencakup perilaku, sikap, dan tindakan yang mencerminkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Dalam pandangan Islam, akhlak yang baik tidak hanya mencerminkan kesalehan individu, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk masyarakat yang harmonis dan adil. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan pemahaman akhlak dalam Islam, mencakup pengertian dan jenis-jenis akhlak, serta mengkaji krisis akhlak yang terjadi di masyarakat modern. Krisis ini ditandai dengan munculnya materialisme dan dampak negatif dari media sosial yang mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat. Selain itu, artikel ini juga membahas penerapan prinsip-prinsip akhlak dalam berbagai isu kontemporer, termasuk dunia bisnis, kerukunan sosial, dan toleransi antaragama. Dengan demikian, artikel ini menyoroti pentingnya penerapan akhlak Islam untuk menghadapi tantangan sosial di era modern, serta memberikan wawasan tentang bagaimana akhlak dapat berkontribusi pada terciptanya kehidupan yang lebih baik, penuh kedamaian, dan kesejahteraan.
Metode Pendidikan Rasulullah: Studi Hadis Tarbiyah dalam Perspektif Islamic Worldview Noer Ismayanti; Moh In’ami
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v3i1.11740

Abstract

Penelitian ini membahas metode pendidikan Rasulullah saw dengan menganalisis hadis-hadis tarbawi melalui pendekatan kualitatif studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh metode pendidikan Nabi berpijak pada nilai tauhid sebagai dasar pembentukan kepribadian dan orientasi hidup seorang muslim. Metode yang digunakan Rasulullah sangat beragam dan aplikatif, meliputi keteladanan, dialog (hiwar), perumpamaan (amtsal), kisah, demonstrasi, targhib wa tarhib, serta pendekatan hikmah dan mauidhah hasanah. Keragaman metode ini menggambarkan model pendidikan yang holistik karena mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara seimbang. Analisis dengan kerangka Islamic worldview menunjukkan bahwa pendidikan Rasulullah tidak hanya berfokus pada transfer ilmu, tetapi juga pada pembinaan karakter, adab, dan kesadaran spiritual. Pendekatan ini relevan untuk menjawab berbagai tantangan pendidikan modern yang sering memisahkan pengetahuan dari moralitas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa metode pendidikan Rasulullah saw dapat dijadikan rujukan penting dalam merancang pendidikan Islam yang lebih humanis, berkarakter, dan berorientasi pada pembentukan manusia seutuhnya.
Dinamika Transisional Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta di MAN 4 Bantul: Suatu Kajian Kebijakan dan Kepemimpinan Pendidikan Islam Jutika Fatma; David Ricardo; Maesaroh; Sabarudin
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v3i1.12008

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan bagian dari dinamika kebijakan pendidikan, termasuk dalam konteks pendidikan Islam di madrasah. Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) hadir sebagai pendekatan yang menekankan pendidikan humanis, berlandaskan kasih sayang, dan penguatan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transisi penerapan KBC di MAN 4 Bantul, dengan fokus pada keputusan madrasah, pola kepemimpinan, serta mekanisme pengawalan kebijakan selama masa transisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, observasi terbatas, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MAN 4 Bantul berada pada fase transisi menuju penerapan KBC secara formal yang direncanakan mulai semester berikutnya. Meskipun KBC belum diterapkan dalam bentuk perangkat sinkronisasi baku, nilai-nilai yang menjadi inti KBC telah lama hidup dalam budaya pendidikan madrasah. Keputusan madrasah untuk menerapkan KBC secara bertahap mencerminkan kebijakan pengelolaan yang kontekstual dan strategis. Pola kepemimpinan yang diterapkan bersifat transformatif dan demokratis, dengan penekanan komunikasi, musyawarah, dan penguatan budaya pendidikan berbasis kasih sayang. Implementasi pengawalan KBC dilakukan melalui pendekatan kultural dan pedagogis, meskipun belum didukung oleh petunjuk teknis tertulis yang formal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan penerapan KBC sangat ditentukan oleh dinamika kebijakan dan kepemimpinan pendidikan Islam di tingkat madrasah, serta kesiapan budaya lembaga dalam menginternalisasi nilai-nilai cinta secara berkelanjutan.
Tafsir Surah Al-Lahb Perspektif Fakhr al-Din al-Razi dan Krisis Spiritual Masyarakat Kontemporer Nisa Ghina Raudhatul Janah; Rian Hidayat; Jainah; Cecep Cecep Zakarias El Bilad
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v3i1.12843

Abstract

Spiritual crisis in contemporary society is characterized by tendencies toward materialism, hedonism, and the loss of meaning in life, which impact inner anxiety and moral degradation. This condition raises the question of how the interpretation of the Qur’an can provide a response to such a crisis. This study aims to examine the interpretation of Surah Al-Lahb in Mafātīḥ al-Ghayb by Fakhr al-Din al-Razi and its relevance to the phenomenon of spiritual crisis in contemporary society. This research employs a qualitative approach with a library research method, using the Qur’an and the commentary (tafsir) of Mafātīḥ al-Ghayb as primary sources, supported by various related literatures. Data were analyzed using a descriptive-analytical method with a thematic (maudu’i) approach. The results of the study show that Surah Al-Lahb not only contains a condemnation of Abu Lahab as a historical figure but also conveys universal theological and ethical messages, such as criticism of arrogance, dependency on material wealth, and the rejection of truth. In a contemporary context, the figure of Abu Lahab represents modern humans who are trapped in worldly orientations and experience spiritual emptiness. This indicates that the interpretation of Surah Al-Lahb is relevant both as a reflection and a conceptual solution to overcome spiritual crises by emphasizing the importance of balance between material aspects and the values of faith in life.
Profetik Leadership dalam Dimensi Transendensi Guru Pendidikan Agama Islam untuk Mengaktualisasi Akhlak Mahmudah Siswa di SMA Dharma Karya UT Tangerang Selatan Putri Dwi Putri; Adlan Fauzi Lubis
Aslama: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 3 No. 1 (2026): Aslama: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/ajpi.v3i1.12885

Abstract

Krisis kepemimpinan yang ditandai dengan kurangnya integritas, etika, dan perilaku teladan menjadi tantangan besar di dalam organisasi, terutama di lembaga pendidikan dan pemerintahan. Banyak pemimpin dianggap tidak mampu menjalankan perannya sebagai teladan moral, spiritual, dan sosial. Dalam konteks ini, kepemimpinan kenabian muncul sebagai model yang relevan yang mengintegrasikan nilai-nilai kenabian ke dalam praktik modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepemimpinan kenabian guru Pendidikan Agama Islam dalam membentuk karakter mulia siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa bentuk-bentuk transendensi yang ditunjukkan oleh guru meliputi spiritualitas, kejujuran, kesabaran, ketakwaan, rasa puas, kepercayaan kepada Allah, dan rasa syukur, yang diinternalisasi melalui pengajaran dan perilaku teladan sehari-hari. Dampaknya terlihat pada peningkatan disiplin keagamaan siswa, kejujuran, tanggung jawab, pengendalian emosi, kemampuan membedakan informasi, dan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, kepemimpinan kenabian guru Pendidikan Agama Islam memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pembentukan karakter mulia siswa, sehingga menumbuhkan karakter religius, etika luhur, dan landasan yang berakar pada nilai-nilai Islam.

Page 2 of 3 | Total Record : 23