cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 217 Documents
Persepsi Pengguna TikTok terhadap Hubungan Lagu “You Will Be in My Heart” dengan Ayat Al-Qur'an pada Akun GITA Arina Vionarsih; Rafli Ardiansyah; Rifki Rahman Ferdian; Tasya Nur Fadhilah; Dadan Firdaus
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/x32vcv54

Abstract

This study aims to analyze TikTok users' perceptions of the connection between the song "You Will Be in My Heart" and Quranic verses posted by the TikTok account @gitaasmaraa. This study used a descriptive qualitative approach, with Stuart Hall's encoding-decoding theory as the basis for the analysis. Data were obtained by observing the content, captions, and user comments on the posts. The results indicate that the connection between song lyrics and Quranic verses emerges through interpretation by both creators and audiences. Some song lyrics are understood to align with messages contained in the Quran, such as compassion, protection, closeness, and loyalty. Reception analysis revealed three forms of audience reception: dominant-hegemonic, negotiated, and oppositional. Most TikTok users accepted and supported interpretations linking song lyrics to religious values, while others viewed these connections as subjective and not directly related to the Quran. The results indicate that social media, particularly TikTok, serves as a communication space for negotiating meaning between popular culture and religious values. Thus, the meaning of digital content is not a singular entity, but rather is shaped through the interaction between creators and audiences in the ever-changing process of digital communication.
Rekonstruksi Prinsip Hubungan Internasional dalam Tatanegara Islam: Antara Normativitas Klasik dan Realitas Global Kontemporer Ghina Ghefira Fadhia Arham; Muhammad Afif Al Husen; Muhammad Afdal Amirullah3, Amirullah; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/t0d2fz69

Abstract

The development of the modern international system, which emphasizes peace, state sovereignty, legal equality, and human rights, has created the need to re-examine the classical construction of international relations in Islamic statecraft. Concepts such as dār al-Islām, dār al-ḥarb, jihad, and classical citizenship systems emerged within the historical context of the caliphate, which differs significantly from the modern nation-state system. This study aims to analyze the principles of international relations in Islamic governance, identify their opportunities and challenges in contemporary global realities, and formulate a contextual and relevant reconstruction. This research employs a literature review method with a normative-conceptual approach by examining primary sources such as the Qur'an, Sunnah, classical works of fiqh siyasah and siyar, as well as secondary sources including scholarly journals, monographs, and international legal documents. The findings indicate that universal Islamic values such as justice, peace, respect for treaties, and public welfare are highly relevant to modern international law. However, several classical constructions require reinterpretation to align with principles of state sovereignty, human rights, and equal citizenship. Therefore, the maqāṣid al-syarī‘ah approach serves as the main instrument for reconstructing Islamic international relations so that it remains relevant, adaptive, and capable of contributing to the contemporary global order.  
Muqabalah dalam Ilmu Badi’: Pengertian dan Bentuk-Bentuknya Siti Fatima Yanlua; Muhammad Harjum; Khaeruddin Khaeruddin
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/54fxjr91

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengertian dan bentuk-bentuk Muqābalah dalam kajian ilmu badi’,  penelitian ini menggunakan metodek studi Pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif kuanlitatif, penelitian ini menganalisi ayat-ayat al-Qur’an ataupun syair-syair arab yang mengandung unsur Muqābalah didalamnya, metode ini digunakan meliputi tafsir dan analisi setoris untuk menggali bagaimana Muqābalah menyandingkan dua makna atau lebih yang saling brlawanan secara berurutan sehingga makna dari suatu kalian menjadi semakin lebih jelas dan lebih indah. Hasil penelitian mendapatkan bahwa muqabalah berbeda dengan tibaq. Berdasarkan jumlah pasangannya, Muqābalah dibagi menjadi beberapa bentuk, seperti itsnā bi itsnā, tsalāṡah bi tsalāṡah, arba‘ah bi arba‘ah, khamsah bi khamsah, dan sittah bi sittah. Yang terbentuk dari susunan maknanya dan ada juga yang terbentuk dari susunan sifatnya seperti al-naqīḍī, al-naẓīrī, dan al-khilāfī. Dalam al-Qur’an Muqābalah banyak digunakan untuk membandingkan dua keadaan yang berbeda, seprti iman dan kufur, baik dan buruk, serta petunjuk dan kesesatan, tetapi juga membantu pembaca memahami isi dan pesan ayat dengan lebih mudah.
Analisis Hukum Islam: Keabsahan E-Commerce dan Hak Perlindungan Konsumen Wiji Fitri Yanti; Widya Sari; Misra Misra
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ws8nqx80

Abstract

A trade activity through internet media is called as electronic commerce (e-commerce). Consumers who transact through the internet tend to cause losses caused by business actors. The e-commerce transaction process starts from promotional and marketing issues to selling, payment and contract making issues. The purpose of this study is to examine the law of protection for consumers in e-commerce transactions according to the Islamic view. The research method used in this study is a qualitative method with the data collection technique used is a literature study, namely a literature study with data sources from several book references and internet media related to the specific problems of this study. The results of this study show that business transactions through e-commerce are a new alternative in doing business in today's era. The transaction process through e-commerce according to Islam is declared valid if aspects of consumer protection can be guaranteed and proven in accordance with the rules that have been determined by the syara' and as long as they are not prohibited by sharia or contrary to the postulates
Implementasi Moderasi Beragama dalam Menjaga Kerukunan Antarumat Beragama di Villa Pisma Asri, Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan Alma Sinta Cahyaningrum; Ananda Alya Hana; Bidayatul Khusna; Olivia Faza Khoirunisa; Putri Nabilla Arfa Mecca; Aris Priyanto
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/17sz6n32

Abstract

Moderasi beragama merupakan strategi penting dalam menjaga kerukunan masyarakat di tengah keberagaman agama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi moderasi beragama dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Villa Pisma Asri, Desa Podo, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, serta menganalisis peran pemerintah desa dan faktor-faktor yang mendukung terwujudnya kerukunan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih secara purposive, yaitu Kepala Dusun dan Ketua RT Villa Pisma Asri. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat yang terdiri atas pemeluk agama Islam, Kristen, Katolik, dan Buddha mampu hidup berdampingan secara harmonis melalui sikap saling menghormati, menghargai pelaksanaan ibadah, berpartisipasi dalam kegiatan sosial tanpa membedakan agama, serta tidak ditemukannya konflik maupun diskriminasi berbasis agama. Kerukunan tersebut didukung oleh peran aktif pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat melalui pembinaan, koordinasi, dan penyelenggaraan kegiatan yang bersifat inklusif. Selain itu, budaya saling menghormati, rasa kekeluargaan, gotong royong, dan komunikasi yang baik menjadi faktor utama pendukung kerukunan. Dengan demikian, implementasi moderasi beragama di Villa Pisma Asri telah berjalan dengan baik dan menjadi modal sosial yang memperkuat kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan bersatu di tengah keberagaman.  
Analisis Kontroversi Pasal Kohabitasi (Hidup Bersama Tanpa Nikah) dalam KUHP Baru dalam Perspektif Hukum Islam Satriani Satriani
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/9zzz3x42

Abstract

  The regulation of cohabitation in Law Number 1 of 2023 concerning the Criminal Code (KUHP) represents a form of national criminal law reform that continues to spark debate, particularly regarding the protection of privacy rights, moral values, and alignment with Islamic law. This study aims to analyze the regulation of cohabitation within the National Criminal Code and examine its compatibility with Islamic legal principles. The research employs a normative legal research method, utilizing both statutory and conceptual approaches. Legal materials consist of primary sources—comprising legislation and Islamic legal sources—and secondary sources, such as literature, scholarly journals, and expert opinions, all of which were analyzed qualitatively. The findings indicate that Article 412 of the Criminal Code classifies cohabitation as an absolute complaint-based offense, restricting law enforcement action to cases initiated by specific parties; this reflects a balance between protecting public morality and respecting the private sphere. From an Islamic legal perspective, cohabitation is a prohibited act, as it is viewed as a pathway to adultery (*muqaddimah al-zina*) and conflicts with the objectives of *maqāṣid al-sharī'ah* (the higher objectives of Sharia), specifically the preservation of lineage (*ḥifẓ al-nasl*) and honor (*ḥifẓ al-'irdh*). Thus, the regulation of cohabitation in the National Criminal Code demonstrates a harmonization between positive law and the Islamic legal values ​​prevalent in Indonesian society.
Peningkatan Kesehatan Mental Anak dan Remaja Melalui Ibadah Keislaman Intan Nurisska; Ahlun Nazi Siregar; Faiza Erika Meira; Evriliana Zahara Fauziah; Jenny Junita Pakpahan; Jeni Kartika; Juwita Juwita; Fulan Salsa handayani
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qjh82y28

Abstract

Kesehatan mental anak dan remaja merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan individu secara optimal. Berbagai tantangan di era modern, seperti tekanan akademik, pengaruh media sosial, dan perubahan lingkungan sosial, dapat memengaruhi kondisi psikologis mereka. Oleh karena itu, diperlukan upaya yang mampu membantu anak dan remaja menjaga kesehatan mentalnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui ibadah keislaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran ibadah keislaman dalam meningkatkan kesehatan mental anak dan remaja. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber literatur yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dzikir, doa, dan puasa dapat memberikan ketenangan batin, mengurangi stres, meningkatkan kontrol diri, serta menumbuhkan sikap optimis dan rasa syukur. Selain itu, pembiasaan ibadah juga berkontribusi dalam pembentukan karakter positif dan hubungan sosial yang lebih baik. Dengan demikian, ibadah keislaman dapat menjadi salah satu sarana efektif dalam mendukung kesehatan mental anak dan remaja
Pendidikan Islam Kontemporer di Era Society 5.0 Ahmad Batsul Mushofi Septian Wahchid; Yahya Ashari
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tmt1n769

Abstract

The Era of Society 5.0 signifies a significant transformation characterized by the integration of digital technology and automation, such as Artificial Intelligence (AI) and the Internet of Things (IoT), into human life. This article examines the implications of this era for Islamic Education, reviewing the emerging challenges and opportunities. Based on the analysis, Society 5.0 brings substantial changes to the education system, including unlimited access to information, personalized learning, and a shift in the teacher's role to that of a facilitator. However, this era also presents serious challenges, such as moral degradation, infrastructure limitations, the digital divide, and the potential decline of direct interaction—which holds significant value in the Islamic educational tradition. Conversely, there are significant opportunities regarding ease of access to knowledge, more creative learning methods, and broader da'wah (propagation) media. To address these issues, this article proposes concrete strategies including the integration of religious curricula with digital technology, the empowerment of teacher competencies, the strengthening of character education and digital ethics, as well as close collaboration between schools and parents. The ultimate goal is to realize Islamic Education with the concept of Rahmatan lil 'Alamin, capable of producing a generation that excels in technology while maintaining spiritual depth and noble character
Profesionalisme Nazir dalam Pengelolaan Wakaf Perspektif Maqāṣid Syariah Arninda Arninda; Nur Ilmi Ainun Nisa Anwar; Kurniati Kurniati
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/7nvmzs70

Abstract

Pengelolaan wakaf pada era kontemporer menuntut tata kelola yang profesional, produktif, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. Dalam konteks tersebut, nazir memiliki peran strategis karena keberhasilan pengelolaan wakaf tidak hanya ditentukan oleh besarnya aset, tetapi juga oleh kompetensi, integritas, dan efektivitas pengelolaannya. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis profesionalisme nazir dalam pengelolaan wakaf melalui perspektif maqāṣid syariah serta relevansinya terhadap optimalisasi manfaat wakaf. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan dianalisis melalui content analysis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme nazir menjadi faktor utama dalam mewujudkan pengelolaan wakaf yang efektif melalui penguatan kompetensi manajerial, transparansi, akuntabilitas, dan inovasi pengembangan aset. Perspektif maqāṣid syariah menempatkan pengelolaan wakaf sebagai instrumen kemaslahatan yang berorientasi pada perlindungan dan pengembangan harta (ḥifẓ al-māl) serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kapasitas nazir dan penerapan tata kelola berbasis maqāṣid syariah diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan wakaf yang berkelanjutan dan adaptif terhadap kebutuhan sosial kontemporer.
Filsafat Pendidikan dan Tantangan Demokratisasi Pendidikan di Era Globalisasi Sukma Ayuning Shadikin; Muhammad Fatkhan; Rizqi Karomi Faza; Abdul Khobir
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/8djp1a07

Abstract

Globalisasi telah membawa banyak perubahan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Perkembangan teknologi informasi, kemudahan akses terhadap berbagai sumber pengetahuan, serta meningkatnya interaksi antarbudaya memberikan banyak peluang bagi dunia pendidikan. Namun, di sisi lain, globalisasi juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti kesenjangan akses pendidikan, menurunnya nilai-nilai budaya lokal, serta munculnya berbagai persoalan sosial di kalangan generasi muda. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut adalah melalui demokratisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat pendidikan dalam menghadapi tantangan demokratisasi pendidikan di era globalisasi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan mengkaji berbagai jurnal ilmiah yang berkaitan dengan demokrasi pendidikan, filsafat pendidikan Islam, pendidikan multikultural, pendidikan karakter, serta perkembangan teknologi dalam pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa demokratisasi pendidikan tidak hanya berkaitan dengan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, tetapi juga mencakup penghargaan terhadap keberagaman, kebebasan berpikir, partisipasi aktif peserta didik, dan penanaman nilai-nilai keadilan. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, nilai-nilai seperti tauhid, musyawarah, keadilan, moderasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pendidikan yang demokratis. Selain itu, pendidikan multikultural, penguatan karakter, serta pemanfaatan teknologi digital secara bijak juga menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan globalisasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara nilai-nilai demokrasi, ajaran Islam, dan inovasi pendidikan agar tercipta sistem pendidikan yang inklusif, humanis, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.