cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya
Published by Indo Publishing
ISSN : 3090644X     EISSN : 30906431     DOI : https://doi.org/10.63822/sujud
Sujud dimaknai sebagai tindakan menundukkan diri dengan meletakkan dahi ke tanah sebagai bentuk penghormatan, kepatuhan, atau kerendahan hati kepada Yang Maha Esa. Sujud menjadi simbol spiritualitas, kesetaraan sosial, dan nilai budaya yang luhur, menyatukan aspek religius dengan nilai-nilai kemanusiaan dan kebudayaan dalam kehidupan sehari-hari. Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya, berfokus ada scope agama, sosial dan budaya berkaitan dengan isu-isu keislaman dan isu-isu sosial seperti kajian Alquran dan Hadits, Filsafat Islam, Pendidikan, Sosial, Kearifan Lokal, Politik, Ekonomi, Antropologi, Urbanisme, Multikulturalisme, dan lain-lain. Semua artikel yang diserahkan pada jurnal ini harus ditulis dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baik dan benar
Articles 217 Documents
Integrasi Kecerdasan AI dalam Pendidikan Islam Modern Indah Nur Lathifiyah; Miranda Cahyani; Yahya Ashari
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 3 (2026): JUNI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/gndhxt43

Abstract

The rapid development of digital technology in the modern era has brought significant changes to various aspects of life, including the field of education. One of the fastest-growing technologies is Artificial Intelligence (AI), which is capable of supporting data analysis, decision-making, and enhancing the teaching and learning process in a more effective and efficient manner. This study aims to examine the role of Artificial Intelligence in supporting modern Islamic education and to explore how AI can be integrated into the educational process without compromising Islamic values. The research employs a qualitative approach using a literature review method by analyzing relevant journals, books, and other scholarly sources. The findings indicate that the utilization of AI in Islamic education can improve learning effectiveness through adaptive learning systems, faster assessment processes, and broader access to Islamic knowledge resources. However, the implementation of AI must remain aligned with fundamental Islamic educational values, such as Tawhid (the Oneness of God), Amanah (trustworthiness), and responsibility, ensuring that technology does not replace the educator's role as a moral and spiritual guide. With an appropriate approach, the integration of AI can serve as a strategic tool to enhance the quality of Islamic education while preserving the spiritual values that form its essential foundation.
Model Pembelajaran PAI Berbasis Kearifan Lokal Sebagai Strategi Penguatan Identitas Keislaman Peserta Didik Maslahatul Aini; Riski Amalia; Uswatul Munawwaroh; Ahmaf Fuad Abdul Baqi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/0ezvrp14

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta identitas keislaman peserta didik. Di era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi dan masuknya budaya global, peserta didik menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai dan melemahnya internalisasi ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan inovasi model pembelajaran yang tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mampu menanamkan nilai-nilai keislaman secara kontekstual dan aplikatif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah model pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep model pembelajaran PAI berbasis kearifan lokal, menganalisis urgensi penerapannya, serta menjelaskan perannya dalam memperkuat identitas keislaman peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang relevan dengan topik penelitian. Teknik analisis data dilakukan menggunakan analisis isi (content analysis) secara sistematis dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal dalam pembelajaran PAI dapat meningkatkan relevansi pembelajaran, memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam, serta membentuk identitas keislaman peserta didik yang kontekstual, moderat, dan berakar pada budaya lokal. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat menjadi strategi alternatif dalam penguatan karakter dan identitas keislaman peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.  
Pemanfaatan Mesjid Jihadul Umam sebagai Sarana Pembinaan Keagamaan Masyarakat di Desa Muaro Lati Kecamatan Bathin VIII  Kabupaten Sarolangun Imam Haramein; Iis Kartika
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/bnbsh033

Abstract

Society is a group of people who form a cultural life; the people. Therefore, they are cultured individuals, and therefore, society needs the best possible guidance and attention. This is not a new problem faced by anyone, not even the state, but rather a long-standing issue. This research was conducted in Muara Lati Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency. This research took the form of descriptive qualitative field research. This study focused on the use of the mosque as a means of community religious development at the Jihadul Umam Mosque in Muara Lati Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency. The primary data used in this research are interview and observation data regarding the use of the mosque as a means of community religious development in Muara Lati Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency, namely: The role of the Jihadul Umam Mosque as a means of community religious development in Muara Lati Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency, Obstacles to the use of the Jihadul Umam Mosque for community religious development in Muara Lati Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency and their solutions. And Efforts to overcome obstacles to the use of the Jihadul Umam Mosque as a means of community religious development in Muara Lati Village, Bathin VIII District, Sarolangun Regency. Besides serving as a center for Islamic worship, the mosque also serves as a center for community development. Among other things, the mosque is used for religious study, education, training, and religious competitions, all of which are usually held inside the mosque. The indigenous population of Muara Lati village is of Malay, Javanese, and Palembang ethnicities. This is consistent with the statement of Mr. Harun, the village head of Muara Lati, who stated: "The indigenous people of Muara Lati village are of Malay ethnicity, followed by people from Java and Palembang”.
Keseimbangan Komprehensif: Analisis Kesehatan Fisik, Jiwa, dan Lingkungan dalam Perspektif Islam Rahma Nadia Nursafira; Tristiani Yogaastuti; Abul A'la Al Maududi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/ky2t7425

Abstract

Kesehatan dalam paradigma Islam dipandang sebagai sebuah kesatuan holistik (syumul) yang mengikat kondisi fisik, stabilitas psikologis, dan daya dukung lingkungan. Makalah ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan ketiga pilar tersebut dan relevansinya dalam strategi promosi kesehatan modern. Pendekatan medis konvensional seringkali berfokus pada pengobatan reaktif di hilir (kuratif) tanpa mempertimbangkan determinan lingkungan atau ketahanan spiritual pasien. Sebaliknya, Islam menawarkan model biopsikososiospiritual, di mana dimensi spiritual menjadi poros pengatur keseimbangan fisiologis tubuh. Melalui kerangka Maqashid asy-Syariah, pemeliharaan anatomi tubuh bukan sekadar pilihan gaya hidup, melainkan kewajiban teologis. Temuan dari analisis ini menegaskan bahwa mengintegrasikan nilai-nilai teologis, seperti nutrisi halalan thayyiban, thaharah, modulasi saraf melalui dzikir, dan kelestarian ekosistem ke dalam intervensi promosi kesehatan berbasis komunitas secara empiris mampu meningkatkan tingkat kepatuhan dan ketahanan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Integrasi Nilai-Nilai Al-Qur'an dan Teori TQM dalam Peningkatan Mutu Pendidikan Islam Muhammad Adham Baehaqi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/tb09j944

Abstract

The quality of education is a strategic issue that continues to be a major concern in the management of Islamic educational institutions. On one hand, the Qur'an as the primary source of values for Muslims has given strong signals about the importance of quality in every dimension of life through the concepts of ihsan, amanah, and planning. On the other hand, the modern management world has produced various theories and quality improvement approaches known as Total Quality Management (TQM), developed by figures such as W. Edward Deming, Fred Smith, Joseph M. Juran, Philip B. Crosby, and Edward Sallis. This article aims to examine in depth how Qur'anic values can be integrated with TQM theory in efforts to improve the quality of Islamic educational institutions. The method used is library research with a descriptive-analytical and comparative approach. The results show that there is significant alignment between Qur'anic values and TQM principles, so that the integration of both can serve as a solid foundation for building a quality culture in Islamic educational institutions
The Role of Religious Courts in the Application of Islamic Law in the Field of Sharia Pawnbroking Revalina Putriyana Faza; Wahyu Nur Hidayah; Royyan Ulya Safiinatun Najah; Sofia Nuraini; Mohammad Omar Hanif; Mohammad Fanny Amrullah; Albryan Wahyu Putra Sejati; Naufal Farid Giovani; Abdullah Tri Wahyudi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xc1bqp31

Abstract

This study aims to analyse the role of the Religious Court in the application of Islamic law in the field of Islamic pawnbroking. Islamic pawnbroking (rahn) serves as an alternative to the conventional pawnbroking system, free from usury and based on the principles of justice, transparency and mutual assistance. In practice, Islamic pawnbroking utilises various contracts such as rahn, ijarah, qard, mudharabah, and bai’ muqayyadah, tailored to the needs of the customers. This study employs a normative legal research method using a literature review (library research) approach, through an examination of legislation, DSN-MUI fatwas, the Compilation of Sharia Economic Law (KHES), academic journals, and literature relevant to the sharia economy and the jurisdiction of the Religious Courts. In line with the expansion of the Religious Courts’ jurisdiction under Law No. 3 of 2006, Islamic economic disputes, including Islamic pawnbroking, have become the exclusive jurisdiction of these courts. The research findings indicate that the Religious Courts not only act as dispute resolvers but also provide legal reinforcement, legal certainty, and judicial oversight over Islamic pawnbroking practices. The existence of the Religious Courts has led to increased public trust, institutional professionalism, and the institutionalisation of Islamic economic law within the national legal system. Furthermore, these powers have helped to promote the standardisation of contractual practices and institutional compliance with Sharia principles. However, challenges remain in the form of limited human resource capabilities and low levels of legal literacy regarding Islamic economics among the public.
Persepsi Mahasiswa Indonesia di King Saud University Riyadh terhadap Makna Bid’ah dan Implikasinya pada Praktik Keagamaan Syahri Ramadhan Siregar; Nasrulloh Nasrulloh; Ahmad Mukhlis Siregar
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/mv84sg75

Abstract

This study aims to identify Indonesian students’ perceptions at King Saud University Riyadh regarding the concept of bid‘ah and analyze its implications for daily religious practices. The study employed a descriptive quantitative approach using an exploratory survey design. Data were collected through an online Likert-scale questionnaire distributed to Indonesian students at King Saud University Riyadh. Out of a population of 29 students, 21 respondents completed the questionnaire and were included in the analysis. The data were analyzed using descriptive statistics, including frequencies, percentages, and response tendencies. The findings reveal that students’ understanding of bid‘ah is dynamic and cannot be categorized as entirely textual or contextual. While some respondents emphasized strict adherence to the Prophet’s Sunnah, most still accepted the concept of bid‘ah hasanah and continued participating in religious practices such as tahlilan, mawlid celebrations, yasinan, and collective dhikr. The study indicates that theological understanding of bid‘ah does not necessarily lead to direct changes in religious practices. Theoretically, this study contributes to empirical discussions on the reception of bid‘ah within the context of the Indonesian Muslim diaspora, while methodologically highlighting the importance of descriptive empirical approaches in contemporary socio-religious studies.    
Pengaruh Pengadilan Agama dalam Penerapan Hukum Islam di Bidang Perbankan Syariah Athifah Amani Nengrum; Azizah Adzra Fauziyyah; Galang Andra Ristian; Mahira Arrosyidah; Anggi Saputra; Nurrohmah Tri Wulandari; Nur Hanafi Muafa; Muhammad Zidan Al Fath; Abdullah Tri Wahyudi
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/x9fvz263

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh dan peran Pengadilan Agama dalam penerapan hukum Islam pada perbankan syariah di Indonesia. Pengadilan Agama diberi kewenangan untuk mengadili perkara ekonomi syariah berdasarkan Undang‑Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama (Pasal 49), sehingga posisi yudisialnya penting dalam menegakkan prinsip‑prinsip syariah pada praktik perbankan. Metode yang digunakan adalah library research (pendekatan yuridis normatif) dengan telaah undang‑undang, fatwa DSN‑MUI, dan putusan-putusan Pengadilan Agama terkait. Hasil menunjukkan kontribusi signifikan Pengadilan Agama terhadap konsistensi penerapan prinsip keadilan dan kepastian hukum, sementara tantangan muncul pada harmonisasi regulasi dan kompetensi hakim. Rekomendasi menekankan peningkatan kapasitas hakim dan harmonisasi regulatif.
Strategi Kesehatan Holistik Berbasis Ibadah Ritual dalam Perspektif Islam terhadap Kesehatan Mental dan Kualitas Hidup di Era Modern: Scoping Review Abul A’la Al Maududi; Rizka Nur Fitriana; Irwinsyah Irwinsyah
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/hbp1vm25

Abstract

Kesehatan mental dan kualitas hidup merupakan aspek penting dalam kesejahteraan individu yang sering terpengaruh oleh tekanan sosial, ekonomi, dan dinamika kehidupan modern. Ibadah ritual dalam perspektif Islam memiliki nilai spiritual, sosial, dan kesehatan yang dapat menjadi strategi holistik untuk meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan memetakan dan menganalisis bukti ilmiah mengenai strategi kesehatan berbasis ibadah ritual Islam melalui pendekatan scoping review menggunakan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada Scopus, PubMed, DOAJ, dan Google Scholar dengan kriteria inklusi artikel terbit tahun 2020–2025, berbahasa Indonesia atau Inggris, dan relevan dengan topik. Dari 15 artikel yang diidentifikasi, 10 artikel dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa praktik ibadah ritual seperti shalat, puasa, zakat, dzikir, dan membaca Al-Qur’an memiliki efek signifikan terhadap kesehatan mental, pengelolaan stres, dan peningkatan kualitas hidup. Integrasi nilai spiritual Islam dengan strategi kesehatan modern dan dukungan komunitas keagamaan dapat memperkuat efektivitas intervensi kesehatan mental. Kesimpulannya, strategi kesehatan holistik berbasis ibadah ritual Islam memberikan pendekatan kontekstual dan komprehensif yang relevan dengan era modern.  
Kesehatan Reproduksi dalam Perspektif Islam: Kajian Maqashid Syariah dan Solusi terhadap Permasalahan Reproduksi Abul A’la Al Maududi; Adisty Puspitasari; Annisa Rizki Fitriani; Muhammad Rizky Al Fauzan
Sujud: Jurnal Agama, Sosial dan Budaya Vol. 2 No. 2 (2026): MEI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/za5zeg71

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan kondisi kesejahteraan fisik, mental, dan sosial yang berkaitan dengan sistem, fungsi, dan proses reproduksi. Dalam perspektif Islam, kesehatan reproduksi tidak hanya dipahami dari aspek biologis, tetapi juga mencakup dimensi moral dan spiritual yang berlandaskan Al-Qur’an dan hadis. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep kesehatan reproduksi dalam Islam, menganalisis peran nilai-nilai Islam dalam menjaga kesehatan reproduksi, serta mengkaji solusi Islam terhadap berbagai permasalahan kesehatan reproduksi di masyarakat. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, buku, jurnal ilmiah, dan literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang kesehatan reproduksi sebagai bagian dari maqashid syariah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifz al-nasl). Prinsip menjaga kebersihan, kehormatan diri, pengaturan pergaulan, serta pernikahan yang sah menjadi bentuk upaya preventif dalam menjaga kesehatan reproduksi. Selain itu, permasalahan seperti pernikahan usia dini, penyakit menular seksual, kehamilan tidak diinginkan, dan kurangnya edukasi reproduksi dapat diatasi melalui pendidikan agama, edukasi kesehatan reproduksi berbasis nilai Islam, serta kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, dan tokoh agama. Dengan demikian, nilai-nilai Islam memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan kesehatan reproduksi di era modern.