cover
Contact Name
Febri Adi Prasetya
Contact Email
jurdikbudjournal@gmail.com
Phone
+6281329772630
Journal Mail Official
aqham.elashfa@gmail.com
Editorial Address
Perum Bumi Pucanggading Jln. Watunganten 1 No.16 Bulusari Mranggen Demak Jawa Tengah 59567
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 28097181     EISSN : 28097173     DOI : 10.55606
Linguistik: fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, pragmatik, sosiolinguistik, analisis percakapan, analisis wacana kritis Sastra: sastra kontemporer, sastra komparatif, pendekatan interdisipliner dalam sastra, kritik sastra, sastra dan sejarah, sastra dan media, sastra dan seni lainnya, puisi dan prosa Filsafat: epistemologi, metafisika, etika, estetika, teologi Psikologi: psikologi pendidikan, psikologi sosial, psikologi konseling. Pendidikan: instruksi, pengajaran dan pelatihan, bimbingan dan konseling, studi pembelajaran. Hukum Studi budaya, Sosial
Articles 222 Documents
PEMBELAJARAN DARING BERBASIS MASALAH DALAM PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR sukmawati, ellyzabeth; Didik Nur Imanah, Norif
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i2.299

Abstract

Adanya pandemi COVID-19 yang terjadi menyebabkan adanya pembelajaran yang dilaksanakan di Indonesia dengan sistem Daring (dalam jaringan), hal ini terjadi karena situasi negara Indonesia harus melakukan pembatasan sosial untuk meminimalisir penularan virus COVID-19. Pembelajaran berbasis masalah atau Problem Based Learning (PBL) merupakan model pembelajaran unik sekaligus menyenangkan, serta mampu meningkatkan keterampilan peserta didik di era sekarang ini. Tujuan dari riset ini yakni untuk mengetahui pembelajaran daringberbasis masalah dalam peningkatan motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini berusaha menggali data dari berbagai bahan kepustakaan yang relevan dengan penelitian. Pembelajaran daring memiliki keterkaitan dengan motivasi belajar peserta didik yang dapat dilihat dari hasil pembelajaran daring terhadap motivasi belajar peserta didik. Motivasi belajar dalam pembelajaran merupakan salah satu hal yang penting. Tanpa motivasi, seseorang tentu tidak akan mendapatkan proses belajar yang baik.
Strategi Pembelajaran Tematik Terpadu Berbasis Muatan Heuristic Dalam Membentuk Kompetensi Siswa Di Mi Plus Walisongo Trenggalek: Integrated Thematic Learning Strategy Based on Heuristic Content in Shaping Student Competence at Mi Plus Walisongo Trenggalek Setyaning Utami
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 1 No. 1 (2021): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v1i1.314

Abstract

Penelitian ini mengkaji mengenai strategi pembelajaran tematik terpadu berbasis muatan heuristic dalam membentuk kompetensi siswa. Metode penelitian yang digunakan dalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dipakai yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data (data reduction), sajian data (data display), serta verifikasi dan simpulan data (conclution drawing and verification). Hasil penelitiannya 1) Pendekatan pembelajaran   tematik terpadu berbasis muatan heuristic dalam membentuk kompetensi  siswa   di MI Plus Walisongo Trenggalek, dilakukan dengan:   a) dimulai dengan membagi siswa dalam beberapa kelompok, setiap kelompok mendapat nomor.    b) Guru memberi tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya. c) kelompok berdiskusi jawaban yang benar dan memastikan tiap anggota kelompok dapat mengerjakannya atau mengetahui setiap jawaban. d) guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka.  e)  Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang lain dan kesimpulan.  2) Metode pembelajaran  tematik terpadu berbasis muatan heuristic dalam   membentuk kompetensi siswa di     dilaksanakan dengan menggunakan   metode demonstrasi.   Selain itu dengan     penerapan  Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan sehingga dari kesatuan tersebut didapat pengertian bahwa pembelajaran yang harus menyenangkan bagi siswa. 3) Teknik pembelajaran  tematik terpadu berbasis muatan heuristic dalam   membentuk kompetensi siswa di  MI Plus Walisongo Trenggalek, yang dilakukan dengan   guru dengan penggunaan media power point.       Selain itu penerapan media audio visual video dalam meningkatkan kompetensi siswa dilakukan dengan jalan   Guru dalam mengajar pastinya mempersiapkan media yang akan digunakan yaitu media audio visual khususnya video.  4) Evaluasi pembelajaran  tematik terpadu berbasis muatan heuristic dalam   membentuk kompetensi siswa di  MI Plus Walisongo Trenggalek, pelaksanaan evaluasi pembelajaran siswa di sini dilaksanakan pada awal kegiatan, tengah kegiatan pembelajaran, akhir kegiatan pembelajaran. Evaluasi ini termasuk jenis evaluasi formatif  dan sumatif, yang pelaksanaannya membutuhkan waktu khusus untuk melaksanakan evaluasi sehingga evaluasi benar-benar telah disiapkan secara matang, begitu pula pelaksanannya. Karena untuk melihat hasil selama proses pembelajaran tidak mungkin evaluasi langsung dilaksanakan sepenuhnya. Untuk itu penilaian yang berbentuk sub sumatif (mid semester) dilaksanakan tidak lain bertujuan untuk melihat hasil dari kegiatan yang telah berlangsung selama beberapa kali pertemuan. 
ANALISIS KETERAMPILAN BERBAHASA DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA DITINJAU DARI PERBEDAAN GENDER Fety Fatiah Rahmah; Anisa Mawadah; Dede Indra Setiabudi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i2.320

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterampilan berbahasa dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang di tinjau berdasarkan gender. kemampuan komunikasi matematis yang akan diteliti adalah kemampuan komunikasi dalam bentuk kemampuan menggambar (drawing), Ekspresi matematika (mathematical expression), dan menulis (written texts). Dan keterampilan berbahasa yang akan diteliti adalah keterampilan menulis dan berbicara. Subjek dalam penelitian ini sebanyak satu siswa laki-laki (LL) dan satu siswa perempuan (PP) Yayasan Gemah Ripah Kuningan Kelas III. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan Analisis data untuk mendeskripsikan hasil penyelesaian soal tertulis mengenai keterampilan berbahasa dan komunikasi matematis. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan Teknik tes, wawancara, observasi dan pengkajian dokumen. Hasil penelitian adalah: dalam komunikasi matematis, siswa laki-laki lebih baik dalam kemampuan visualisasi serta pengorganisasian informasi dan perempuan lebih teliti dalam merepresentasikan ide matematis. Lalu dalam keterampilan berbahasa, siswa perempuan lebih verbal ketimbang siswa laki-laki. Namun siswa laki-laki lebih baik dalam menjaga kontak mata dengan lawan bicara ketimbang siswa perempuan.
OPTIMALISASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Ainul Yaqin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 1 No. 1 (2021): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v1i1.329

Abstract

Bagian yang tak terpisahkan dan penting menjadi perhatian dari keilmuan menejemen pendidikan salah satunya adalah sistem infirmasi manajemen. Mengapa? Karena selain sebagai data dalam rangka pengambil keputusan, transparansi dan keterbukaan informasi kepada konsumen atau pengguna jasa dewasa ini sangat diperlukan dalam menentukan sebuah keputusan orang tua untuk memilih sebuah lembaga pendidikan Islam. adanya informasi secara komprehensif dan terbuka dari apa yang dimiliki oleh sebuah lembaga pendidikan. Dalam penulisan kali ini berfokus pada optimalisasi sistem informasi manajemen pada lembaga pendidikan Islam yang tentunya mengikut sertakan peran serta Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai alat dalam mencapai ke-efektif-an dan ke-efesien-an informasi dari lembaga pendidikan. Tentunya, perlu adanya upaya yang konkrit dalam mewujudkannya, sehingga penulisan kali ini akan dipaparkan secara teoritis tentang definisi secara umum dan khusus sebuah sistem informasi manajemen tersebut. Terdapati beberapai hali yang dapat disimpulkan: (1) Sistem Informasi Manajemen dalam dunia pendidikan, mencakup unit-unit atau elemen yang ada dalam sebuah lembaga pendidikan yang meliputi informasi SDM (pendidik dan tenaga kependidikan), siswa, infrastruktur, kurikulum; (2) Optimalisasi sistem informasi manajemen dapat dicapai dengan sebuah peng-integrasi-an dengan teknologi yang ada sekarang ini, seperti website, sosial media dan aplikasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BEASIC LEARNING PADA MATA PELAJARAN FIQH DI MTsN 3 ACEH BARAT”. Rahimi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.369

Abstract

This research was conducted at MTsN 3 Aceh Barat for 6 weeks with a quantitative method with analysis using a simple frequency distribution. Data collection techniques were taken by distributing questionnaires, interviews, observations, documentation and test instruments. The results showed that: first, the learning of fiqh at MTsN 3 Aceh Barat was going well because the teacher used various learning methods according to the teaching material and the evaluation of fiqh learning was carried out by giving assignments to students. Second, in applying the PBL learning model to fiqh subjects, the method used is to explain learning materials, group divisions, discuss, strengthen materials and conclude learning outcomes. Third, the PBL learning model has a very beneficial effect on students, namely making students more skilled, motivated, active and easy to understand the material. Fourth, the obstacles encountered during the learning process are diverse student abilities, lack of student focus in learning, limited learning time, students' physical conditions and classroom conditions. Keywords: Problem Based Learning, Fiqh Learning. ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di MTsN 3 Aceh Barat selama 6 minggu dengan metode kuantitatif dengan analisis menggunakan distribusi frekuensi sederhana. Teknik pengumpulan data ditempuh dengan cara membagikan angket, wawancara, observasi, dokumentasi dan instrument tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, pembelajaran fiqih di MTsN 3 Aceh Barat sudah berjalan dengan baik karena guru menggunakan berbagai macam metode pembelajaran sesuai dengan materi ajar dan evalusi pembelajaran fiqih dilakukan dengan cara memberikan tugas-tugas kepada siswa. Kedua, dalam menerapkan model pembelajaran PBL pada mata pelajaran fiqih, cara yang ditempuh adalah menjelaskan materi pembelajaran, pembagian kelompok, berdiskusi, penguatan materi dan menyimpulkan hasil pembelajaran. Ketiga, model pembelajaran PBL memberikan pengaruh yang sangat bermanfaat kepada siswa yaitu membuat siswa lebih terampil, termotivasi, aktif dan mudah memahami materi. Keempat, hambatan yang terdapat selama proses pembelajaran adalah kemampuan siswa yang beragam, kurang fokusnya siswa dalam pembelajaran, waktu pembelajaran yang terbatas, kondisi fisik siswa dan kondisi kelas. Kata kunci : Problem Based Learning, Pembelajaran Fiqih
PERBEDAAN PENYESUAIAN DIRI PADA AWAL PERNIKAHAN SUKU GAYO DAN BANJAR Ghina Yaniar Syafitri
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.554

Abstract

Penyesuaian diri merupakan suatu keadaan yang ingin dicapai oleh individu. Beberapa faktor dapat mempengaruhi penyesuaian diri seseorang. Dalam pernikahan, penyesuaian diri dipengaruhi oleh lingkungan keluarga dan bagaimana latar belakang budayanya. Tujuan dari artikel ini yaitu untuk mengetahui bagaimana perbedaan penyesuaian diri pada individu yang baru menikah dilihat dari latar budaya Gayo dan Banjar. Hasilnya, bahwa penyesuaian diri pada pasangan yang baru menikah antara budaya Gayo dan Banjar memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Dalam budaya Gayo, seorang menantu wanita wajib tinggal bersama mertua selama waktu yang telah ditentukan oleh keluarga suami, seorang istri harus membantu keluarga suami termasuk dalam pekerjaan rumah tangga di rumah mertua. Berbeda dengan budaya Banjar, pasangan suami istri tidak harus tinggal dengan orang tua dari suami. Mereka diberi kebebasan dalam rumah tangganya, dan orang tua tidak ikut campur dengan rumah tangga anaknya. Setelah menikah pasangan suami istri juga diberikan kebebasan dalam rumah tangganya termasuk dalam memilih tinggal bersama mertua atau tidak.
EFEKTIFITAS ALAT PERMAINAN EDUKATIF PUZZLE TERHADAP KEMAMPUAN MOTORIK ANAK DI BKB PAUD RABBANI Dian Novita; Lin Suciani Astuti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.561

Abstract

Alat Permainan Edukatif (APE) adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai sarana atau peralatan untuk bermain anak yang dapat mengandung nilai pendidikan (edukatif). Puzzle adalah salah satu bentuk permainan yang dapat mengasah kemampuan berpikir, mempermudah anak dalam hal mengingat dan memahami konsep yang di butuhkan. Kemampuan motorik halus seorang anak dapat dilihar dari sisi kemandirian anak dan fokus akan semakin baik saat melakukan kegiatan di usia pra sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana efektifitas alat permainan edukatif puzzle terhadap kemampuan motorik halus anak. Penelitian ini dilakukan di BKB Rabbani. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-experimental design tipe one group pretest-posttest (tes awal-tes akhir kelompok tunggal). Populasi pada penelitian ini yaitu anak berumur 5-6 tahun sekitar 40 anak. Sedangkan sampel yang akan di teliti yaitu kelas B1 dan B2 Sekitar 20 anak. Berdassarkan hasil penelitian Hasil persentase (P) menghasilkan peningkatan keriteria kemampua motorik halus anak, dengan nilai pretest ke nilai posttest yaitu dari 64,37% menjadi 85,31%. Sedangkan dari uji hipotesis statistik menggunakan uji t (one sample test) mendapatkan nilai sig 0,000 < 0,05 yang menyimpulkan bahwa adanya peningkatan hasil belajar siswa menggunakan APE Puzzle dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak dalam pencapaian berkembang sangat baik (BSB) lebih dari 75%.
DIRECT AND COOPERATIVE LEARNING STRATEGIES: THEIR ADVANTAGES AND IMPLEMENTATION IN INCREASING INTEREST IN LEARNING Rotua Samosir
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 1 (2022): Maret : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i1.568

Abstract

The effectivity and efficiency of student learning and learning in schools is highly dependent on the role of the teacher. One of his ideal teachers acts as a conservator, transmitter, transformer, and also an organizer. In some elementary schools in Tarutung, the values of Christian education have not colored the entire dynamics of life and the teaching and learning process. This happens because so far there has not been a program created by the school to provide guidance and supervision specifically on the growth of spirituality to both students and teachers as Christian educators in the school. This study aims to prove the influence of direct learning strategies and cooperative learning strategies on the interest in learning Christian Religious Education in elementary schools in the Tarutung area. This research is a quantitative research with the Experiment One-Group Pretest-Posttest Design approach. From the results of the study, it was obtained that the significance value of the Paired Sample T-Test direct learning strategy and cooperative learning strategy limited tothe interest in learning Christian Religious Education kurang from 0.05 (p < 0.05), showed a significant influence between the learning strategy and the interest in learning. Other factors that also influence the growth of student interest in learning include internal factors such as physical condition, psychological, and fatigue, as well as external factors such as the way the teacher teaches, the material/subject matter delivered, the purpose of teaching, the media used by the teacher in teaching and the surrounding environment.
KINERJA GURU PAUD DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN STANDAR TINGKAT PENCAPAIAN PERKEMBANGAN ANAK USIA DINI Revita Yanuarsari; Dianti Yunia Sari; Iim Nurjanah
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.595

Abstract

The background of this research is the number of PAUD institutions that have been established but are not matched by qualified human resources (teachers). Therefore, the purpose of this study was to obtain an overview and information about the performance of PAUD teachers in implementing the standards for the level of achievement of child development. The research method used is descriptive qualitative research method. The study concludes that there is a lack of understanding of teachers regarding aspects of professional and pedagogic competence, an imbalance in the ratio of teachers and children and the use of learning resources is limited to textbooks so that the assessment is only sourced from summative and portfolio tests so that it tends to emphasize the field of basic ability development, and the obstacles faced by teachers. PAUD is mostly due to external factors.
INTERAKSIONISME SIMBOLIK PADA KOMUNITAS CINEMA APPRECIATOR MAKASSAR DI KOTA MAKASSAR Emanuel Omedetho Jermias; Abdul Rahman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD) Vol. 2 No. 3 (2022): November 2022 : Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD)
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurdikbud.v2i3.596

Abstract

ABSTRACT Cinema Appreciator Makassar is a community that was formed because of the common interest in film appreciation. The activities that are usually carried out by the community are conducting film screenings and actively participating in creative spaces or activities in Makassar City. The context of cinema in the Makasar Cinema Appreciator room is a film that is not screened in theaters and tends to have educative themes. This community is characterized as alternative cinema, film and photography, as well as literacy and creativity. In maintaining its existence, Cinema Appreciator Makassar seeks to carry out community activities in a sustainable manner. Cinema Appreciator Makassar is a small space that represents the face of the city's ever-evolving lifestyle. Members generally use this space as their way of having entertainment, fun, and experiences. The lifestyle of urban communities is always transformed based on references and perceptions. Generally they assume that the lifestyle they do is a necessity to always share and learn.

Page 5 of 23 | Total Record : 222